• Tidak ada hasil yang ditemukan

Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Staff Site Universitas Negeri Yogyakarta"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

JURUSAN PGPAUD

Nama Mata Kuliah : Pengembangan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini Kode Mata Kuliah : PUD 424

Jumlah SKS : 4 SKS

Kelas : IIIA dan IIIB PKS

Dosen Pengampu : Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum.

I. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah ini bertujuan memberikan kompetensi kepada mahasiswa agar memiliki wawasan tentang perkembangan bahasa anak dan metode pengembangannya, serta mampu melakukan praktik pengembangan bahasa, baik bahasa lisan (produktif dan reseptif) maupun bahasa tulis (produktif dan reseptif).

II STANDAR KOMPETENSI MATA KULIAH Standar perkembangan bahasa nativistik

1.3. Mahasiswa dapat menguraikan teori

1.1. Mahasiswa dapat menguraikan aspek

perkembangan fonologis anak usia 0 hingga 6 tahun

1.2. Mahasiswa dapat menguraikan aspek

perkembangan leksikal anak usia 0 hingga 6 tahun

1.3. Mahasiswa dapat menguraikan aspek

perkembangan sintaksis anak usia 0 hingga 6 tahun

1.4. Mahasiswa dapat menguraikan aspek

perkembangan pragmatik anak usia 0 hingga 6 tahun

3. Perkembangan Bahasa Tulis Anak Usia Dini

1. 1. Mahasiswa dapat mengidentifikasi

perkembangan bahasa tulis produktif anak usia 0 hingga 6 tahun

1.2. Mahasiswa dapat mengidentifikasi

perkembangan bahasa tulis reseptif anak usia 0 hingga 6 tahun

4. Prinsip-prinsip Pengembangan Bahasa Lisan Anak Usia Dini

1.2. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip pengembangan bahasa lisan anak usia dini 1.2. Mahasiswa dapat menjelaskan prinsip-prinsip

pengembangan bahasa tulis anak 5. Metode

(2)

Kemampuan

Berbahasa Lisan 1.1.1. Metode tanya jawabreseptif (menyimak) 1.1.2. Metode menyimak cerita 1.1.3. Metode Bercerita

1.1.4. Metode bermain

1.2. Mahasiswa dapat menguraikan berbagai metode pengembangan kemampuan berbahasa lisan produktif

1.1. Mahasiswa dapat menguraikan berbagai metode pengembangan kemampuan berbahasa tulis reseptif

1.1.1 Metode kartu kata dan sejenisnya 1.1.2. Metode buku besar dan sejenisnya 1.1.3. Metode susun simbol dan sejenisnya 1.1.4. Metode banding simbol dan sejenisnya 1.2. Mahasiswa dapat menguraikan berbagai metode

pengembangan kemampuan berbahasa tulis produktif

1.1. Mahasiswa dapat menyusun program pengembangan bahasa lisan

1.1.1 Merancang proses kegiatan 1.2.1 Membuat media

1.3.1 Merancang evaluasi

1.2. Mahasiswa dapat menyusun program pengembangan bahasa tulis

1.1.1 Merancang proses kegiatan 1.2.1 Membuat media

1.3.1 Merancang evaluasi

III. STRATEGI PERKULIAHAN

Perkuliahan ini dilaksanakan dengan strategi tatap muka dan nontatap muka.

Strategi tatap muka yang digunakan meliputi : 1. Perkuliahan tatap muka

2. Diskusi 3. Presentasi

Strategi nontatap muka yang digunakan meliputi : 1. Tugas individu : Studi Pustaka

2. Observasi pada subjek-subjek yang akan dikaji 3. Menyusun laporan observasi

(3)

A. Sumber Utama Mahasiswa

Dardjowidjojo, Soenjono. 2003. Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

B. Anjuran

1. Chaer, Abdul. 2003. Psikolinguistik : Kajian Teoretik.Jakarta : Rineka Cipta.

2. Musfiroh. Tadkiroatun. 2008. Memilih, Menyusun, dan Bercerita untuk Anak Usia Dini. Yogyakarta: Tiara Wacana’

3. Musfiroh, Tadkiroatun. 2009. Menumbuhkembangkan Bahasa Tulis Anak Usia Dini. Jakarta : Grasindo.

4. Musfiroh, Tadkiroatun. 2002. Pengantar Psikolinguistik. Diktat Kuliah. Yogyakarta : FBS UNY.

5. Owens, R.E., 1992. Language Development : An Introduction.

New York : Merill, an imprint of Macmillan Publishing Company. (hal. 2-469).

6. Santrock, John W. 2005. Children. Boston : McGraw-Hill. (hal. 224-235)

B. Pegangan Dosen

1. Bates, Elizabeth.1976. Language and Context : The Acquisition of Pragmatics. New York : Academic Press Inc. Harcaourt Brace Jovanovich, Publisher.

2. Clark, Herbert H. & Clark, Eve V. 1977. Psychology and Language : An Introduction to Psycholinguistics. New York : Harcourt Brace Jovanovich, Publishers.

3. Caron, Jean. 1992. An Introduction to Psycholinguistics. New York : Harvester Wheatsheaf.

4. Garman, Michael.2000. Psycholinguistics. Cambridge : Cambridge University Press.

5. Garnham, Alan. 1985. Psycholinguistics: Central Topics. London: Methuen.

6. Kess, Joseph F. 1991. Psycholinguistics : Psychology, Linguistics, and The Study of Natural Language. Amsterdam : John Benjamins Publishing Company.

7. Simanjuntak, Mangantar. 1990. Psikolinguistik Perkembangan : Teori-teori Perolehan Fonologi. Jakarta : Gaya Media Pratama. 7. Steinberg, Danny D., et al. 2001. Psycholinguistics: Language,

Mind, and World. London : Longman.

8. Taylor, Insup. 1976. Introduction to Psycholinguistics. New York : Holt, Rinehardt and Winston.

9. Slobin, Dan I. 1974. Psycholinguistics. London : Scott,

1. Kehadiran dan partisipasi kuliah 10

(4)

3. Tugas-tugas 30

4. Ujian Tengah Semester 25

5. Ujian Semester 35

Jumlah 100

Silabus yang akan dikembangkan di tahun ini

adalah:

(1)

Menjelaskan pengertian bahasa anak dan

perkembangan bahasa anak;

(2)

Menjelaskan prinsip-prinsip pemerolehan

bahasa anak;

(3)

Menjelaskan aspek-aspek perkembangan

anak: fonologi, leksikal, sintaksis, semantik, dan

pragmatik;

(4)

Menjelaskan tahap-tahap perkembangan

bahasa anak;

(5)

Menjelaskan beberapa metode yang dapat

digunakan untuk mengembangkan bahasa anak

dalam berbagai aspeknya;

(6)

Menjelaskan

prinsip-prinsip

pengembangan bahasa tulis;

(7)

Membuat rancangan pengembangan

bahasa anak sesuai metode yang dipilih.

NIH KUBERI RANGKUMANE SISAN YOOOO

(5)

diartikan sebagai kemunculan komunikasi verbal dalam kehidupan anak. Perkembangan ini terjadi melalui proses yang disebut pemerolehan bahasa.

Pemerolehan bahasa (acquisition of language) berbeda dengan pembelajaran bahasa (learning of language). Pemerolehan bahasa merupakan suatu proses psikologis yang terjadi pada masa kanak-kanak guna mendapatkan kecakapan berbahasa secara alamiah, fungsional, dan tidak ada target dari luar dalam proses ini. Sebaliknya, pembelajaran bahasa bersifat formal, bertarget, dan orientasi struktur.

Anak memperoleh bahasa melalui proses panjang yang melibatkan berbagai kerja kognitif, sosial, emosial, dan unsur fisiologis alat ucap. Penguasaan terhadap bahasa didasarkan pada prinsip (1) Anak belajar bahasa secara alamiah (2) Aktivitas berbahasa dipengaruhi oleh bagaimana anak berinteraksi dengan lingkungan; (3) Orang dewasa sangat memengaruhi kemampuan anak memanfaatkan bahasa; (4) Aktivitas berbahasa dipengaruhi pajanan; (5) Bantuan belajar terkait dengan masa peka atau melihat aspek perkembangan anak

Semua bahasa secara garis besar memiliki tiga komponen linguistik, yakni komponen fonologi, sintaksis, dan semantik. Ditambahkan juga komponen pragmatik. Komponen fonologi terkait dengan bagaimana anak memperoleh bunyi-bunyi bahasa yang membedakan arti atau fonem. Komponen sintaksis terkait dengan bagaimana anak menata kata-kata demi fungsi-fungsi pembentuk kalimat. Komponen semantik membahas ikhwal makna. Dalam komponen ini, kata-kata diberi makna seperti dalam kamus dan sekaligus diberi rincian makna yang disebut fitur semantik. Komponen pragmatik terkait dengan aturan penggunaan bahasa secara tepat dalam konteks yang berbeda , atau makna ujaran dalam situasi tertentu.

Tahap perkembangan bahasa dikategorikan ke dalam beberapa tahap. Tiap-tiap ahli berbeda dalam pengategorian. Salah satunya adalah pembagian tahap perkembangan bahasa ke dalam delapan kelompok, yakni kelompok lahir – 5 bulan, kelompok 6 – 11 bulan, kelompok 12 – 17 bulan, 18 – 23 bulan, kelompok 2 – 3 tahun, kelompok 3-4 tahun, kelompok 4-5 tahun, dan kelompok 5 tahun ke atas.

(6)

melihatkan faktor emosi, fisik, dan mental. (3) Trying, belajar bahasa akan berhasil apabila anak memiliki kesempatan untuk mempraktikkan atau mencobakan apa yang mereka dengar ke dalam kehidupan nyata. (4) Beyond Class Activities¸artinya menciptakan kondisi belajar di luar kelas. (5) Strategies, artinya pendidik perlu menciptakan cara-cara yang tepat agar anak dapat menyerap pemelajaran bahasa dengan baik.

Stimulasi pengembangan kemampuan berbahasa anak meliputi: stimulasi fonologis, stimulasi morfologis dan kosakata, stimulasi sintaksis, dan stimulasi pragmatik. Stimulasi fonologis lebih ditekankan pada penguasaan artikulasi dan ketepatan persepsi bunyi. Stimulasi morfologis dilakukan untuk mengukuhkan struktur kata anak, terutama proses pembentukan kata dengan afiksasi dan reduplikasi (pengulangan). Stimulasi sintaksis dimaksudkan untuk menguatkan kaidah kalimat yang dibuat anak sekaligus menguatkan relasi kata dalam kalimat. Stimulasi pragmatik tidak dapat dilakukan tanpa praktik dan pembiasaan berbahasa yang baik, sopan, dan sesuai konteks.

Pengembangan kemampuan bahasa anak dapat dilakukan melalui beberapa metode, yakni metode bercakap-cakap, tanya jawab, bercerita, dramatisasi dan bermain peran, show and tell, bermain, karyawisata, latihan, brainstorming spontan.

(7)

DAFTAR PUSTAKA DAN BAHAN BACAAN

Brown, Roger. 1973. A First Language: The Early stage. Cambridge, MA : Harvard University Press.

Bryanr, J.B. 2005. “Language in Social Context: The Development of Communication Competence in J. Berko Gleason The Deevelopment of Language (6th ed.). Boston : Allyn & Bacon.

Chomsky, N. 1965. Aspect of The Theory of Syntax. Cambridge: MIT Presss.

Clark, H.H. & Clark, E.V., 1977. Psychology and Language : Introduction to Psycholinguistics. New York : Harcourt Brace Jovanovich, Publisher. (hal. 1-568).

Clay, Marie. M. 1975. What Did I Write? Beginning Writing Behavior. Portsmouth, N.H.: Hienemann.

Cox, C. 1999. Teaching Language Arts : A Student and Response-Centered Classroom. Boston : Allyn and Bacon. (hal.1-519).

Cooper, J.D., 1997. Literacy : Helping Children Construct Meaning. Boston : Houghton Mifflin Company. (hal. 5-565).

Dardjowidjojo, S. 2000. Echa : Kisah Pemerolehan Bahasa Anak Indonesia. Jakarta : PT Gramedia Widiasarana Indonesia. (hal. 67-312).

Dardjowidjojo, S. 2003. Psikolinguistik : Pengantar Pemahaman Bahasa Manusia.

Jakarta : Yayasan Obor Indonesia. (hal. 1-309).

Field, John. 2003. Psycholinguistics : A Resource Book for Students. London : Routledge. (hal.2-137).

Hetherington, E. M. & Parke, R.D. 1999. Child Psychology : A Contemporary Viewpoint.

Boston : McGraw-Hill. (hal. 272-408).

Isenberg, J.P. & Jalongo, M.R. 1993. Creative Expression and Play in The Early

Childhood Curriculum. New York :Merrill, Macmillan Publising Company. (hal. 3-374).

(8)

Musfiroh, Tadkiroatun. 2003. Diktat Psikolinguistik. Yogyakarta : UNY.

Owens, R.E., 1992. Language Development : An Introduction. New York : Merill, an imprint of Macmillan Publishing Company. (hal. 2-469).

Santrock, John W. 2005. Children. Boston : McGraw-Hill. (hal. 224-235)

Referensi

Dokumen terkait

Standar Kompetensi Kurikulum Berbasis Kompetensi Penyelengaraan Proses Belajar Mengajar Evaluasi Sertifikasi Pengembangan Standar Kompetensi Pengembangan Kurikulum Berbasis

Inventarisasi Penggunaan Berbagai Pestisida Nabati Secara Tradisional Oleh Suku Osing Banyuwanei (The Inventory of Use Varioas Botanical Pesticides in Traditional by Ethnic

Sehubungan dengan hal tersebut kami mohon untuk dapat memenuhi undangan kami untuk Klarifikasi, Negosiasi Teknis dan Biaya dan diwajibkan membawa dokumen penawaran (asli

Digital Repository Universitas Jember... Digital Repository

berbentuk boneka dari kayu, maka pada pertunjukan wayang purwa yang diakhiri dengan penampilan golek (boneka yang terbuat dari kayu) mempunyai maksud dan tujuan

◦ Pengaruh negatif / positif dpt diterima / ditolak manusia karena adanya akal budi manusia yang mampu berpikir untuk..

[r]

(Ummi Aisyah,