• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI PERKOPERASIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MATERI PERKOPERASIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KOPERASI TANI SEBAGAI BENTUK KELEMBAGAAN EKONOMI PETANI Oleh

Ir. Pangerang, MP (PPL Kab. Maros)

Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-undang dasar 1945 serta berdasar atas asas kekeluargaan. Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian Nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju ,adil ,dan makmur berlandaskan Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 .

PENGERTIAN-PENGERTIAN :

1. Koperasi adalah badan usahayang beranggotakan orang-seorang atau badan hokum Koperasi dengan melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip Koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasar atas asas kekeluargaan.

2. Perkoperasian adalah segala sesuatu yang menyangkut kehidupan Koperasi. 3. Koperasi Primer adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan

orang-seorang.

4. Koperasi Sekunder adalah Koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan Koperasi.

5. Gerakan koperasi adalah keseluruhan organisasi Koperasi dan kegiatan perkoperasian yang bersifat terpadu menuju tercapainya cita-cita bersama Koperasi.

FUNGSI DAN PERAN KOPERASI ADALAH :

1. membangun dan mengembangkan potesi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan pada masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;

2. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat ;

(2)

4. berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perkonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

SYARAT DAN PEMBENTUKAN

1. Koperasi Primer dibentuk oleh sekurang-kurangnya 20 (dua puluh) orang. 2. Koperasi Skunder dibentuk sekurang –kurangnya 3 (tiga) Koperasi.

3. Pembentukan Koperasi dilakukan dengan kata pendirian yang memuat Anggaran Dasar.

4. Koperasi mempunyai tempat kedudukan dalam wilayah negara Republik Indonesia

ANGGARAN DASAR KOPERASI MEMUAT SEKURANG-KURANGNYA : 1. daftar nama pendiri;

2. nama dan tempat kedudukan ;

3. maksud dan tujuan serta bidang usaha; 4. ketentuan mengenai keanggotaan ; 5. ketentuan mengenai Rapat Anggota ; 6. ketentuan mengenai pengelolaan ; 7. ketentuan mengenai permodalan ;

8. ketentuan mengenai jangka waktu berdirinya ; 9. ketentuan mengenai pembagian

KEANGGOTAAN KOPERASI

1. Anggota Koperasi adalah pemilik sekaligus pengguna jasa Koperasi . 2. Keanggotaan Koperasi dicatat dalam buku daftar anggota .

3. Yang dapat menjadi anggota Koperasi ialah setiap warga negara Indonesia yang mampu melakukan tindakan hukum atau Koperasi yang memenuhi persyaratan sebagaim ditetapkan dalam Anggaran Dasar .

(3)

5. Keanggotaan Koperasi didasarkan pada kesamaaan kepentingan ekonomi dalam lingkup usaha Koperasi.

6. Keanggotaan Koperasi dapat diperoleh atau diakhiri setelah syarat sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar dipenuhi .

7. Keanggotaan Koperasi tidak dapat dipindah tangankan .

8. Setiap Anggota mempunyai kewajiban dan hak yang sama terhadap Koperasi sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar .

9. Setiap Anggota mempunyai kewajiban : mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta keputusan yang telah disepakati dalam Rapat Anggota ; berpartisipasi dalam kegiatan usahs yang diselenggarakan oleh Koperasi; mengembangkan dan memelihara kebersamaan berdasar atas asas kekeluargaan.

10. Setiap Anggota mempunyai hak :

a. menghadiri ,menyatakan pendapat ,dan memberikan suara dalam Rapat Anggota;

b. memilihdan/atau dipilih menjadi aggota Pengurus atau Pengawas ;

c. meminta diadakan Rapat Anggota menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar; d. mengemukakan pendapat atau saran kepada pengurus diluar Rapat Anggota

baik diminta maupun tidak diminta .

e. memanfaatkan Koperasi dan mendapat pelayanan yang antara sesama aggota;

f. mendapatkan keterangan mengenai perkembangan Koperasi menurut ketentuan dalam Anggaran Dasar .

PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI

A. Rapat Anggota

1. Rapat Anggota merupakan Pemegang kekuasaan tertinggi dalam Koperasi. 2. Rapat Anggota dihadiri oleh aggota yang pelaksanaanya diatur dalam

Anggaran Dasar.

(4)

(b) Kebijakan umum dibidang organisasi ,manajemen ,dan usaha Koperasi; (c) pemilihan ,pengangkatan ,pemberhentian pengurus dan pengawas ; (d) rencana kerja ,rencana anggaran pendapatan dan belanja Koperasi ,serta

pengesahan laporan (e) keuangan ;

(f) pengesahan pertanggungjawaban pengurus dalam pelaksanaan tugasnya ;

(g) pembagian sisa hasil usaha ;

(h) penggabungan ,peleburan ,pembagian ,dan pembubaran Koperasi .

B. PENGURUS KOPERASI

1. Pengurus dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dalam Rapat Anggota. 2. Pengurus merupakan pemegang kuasa Rapat Anggota.

3. Untuk pertama kali,susunan dan nama anggota pengurus dicantumkan dalam akta pendirian.

4. Masa jabatan Pengurus paling lama 5 (lima) tahun.

5. Persyaratan untuk dapat dipilh dan diangkat menjadi Anggota

Pengurus bertugas :

1. mengelola Koperasi dan usahanya;

2. mengajukan rancangan rencana kerjaserta rancangan rencanaanggaran pendapatan dan belanja Koperasi ;

3. menyelenggarakan Rapat Anggota;

4. mengajukan laporan keuangan dan pertanggungjawaban pelaksanaan tugas; 5. menyelenggarakan pembukuan keuangan dan inventaris secara tertib;

6. memelihara daftar buku anggota dan pengurus .

Pengurus berwenang ;

1. mewakili Koperasi di dalam dan diluar pengadilan ;

2. memutuskan penerimaan dan dan penolakan anggota baru serta

(5)

3. melakukan tindakan dan upaya bagi kepentingan dan kemanfaatan Koperasi sesuai dengan tanggunajawabnya dan keputusan Rappat Anggota.

4. Pengurus bertanggungjawab mengenai segala kegiatan pengelolaan Koperasi dan usahanya kepada Rapat Anggota atau Rapat Anggota Luar Biasa .

5. Pengurus Koperasi dapat mengangkat pengelola yang diberi wewenang dan kuasa untuk mengelola usaha.

6. Dalam Pengurus Koperasi bermaksud untuk mengangkat pengelola,maka rencana pengangkatan tersebut diajukan kepada Rapat Anggota untuk mendapat persetujuan

7. Pengelola bertanggungjawab kepada Pengurus .

8. Pengelolaan usaha oleh Pengelola tidak mengurangi tanggung jawab pengurus

C. PENGAWAS KOPERASI

1. Pengawas dipilih dari dan oleh anggota Koperasi dan Rapat Anggota. 2. Pengawas bertanggungjawab kepada Rapat Anggota.

3. Persyaratan untuk dapat dipilih dan diangkat sebagai Anggota Pengawas ditetapkan dalam Anggaran Dasar.

Pengawas bertugas :

melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan dan pengelola Koperasi; dan membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya;

Pengawas berwenang :

meneliti catatan yang ada pada Koperasi , mendapatkan segala keterangan yang diperlukan dan Pengawas harus merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga.

MODAL KOPERASI

1. Modal sendri dapat berasal dari : a. Simpanan Pokok;

(6)

2. Modal Pinjaman dapat berasal dari : a. Anggota;

b. Koperasi lainnya dan/atau anggotanya; c. Bank dan lembaga keuangan lainnya ;

d. Penerbitan obligasi dan surat hutang lainnya; e. Sumber lain yang sah.

LAPANGAN USAHA KOPERASI

1. Usaha Koperasi adalah usaha yang berkaitan langsung dengan kepentingan anggota untuk meningkatkan usaha dan kesejahteraan anggota ;

2. Kelebihan kemampuan pelayanan Koperasi dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang bukan anggota Koperasi.

Referensi

Dokumen terkait

Verifikasi adalah proses membandingkan sebuah sampel biometrik terhadap sebuah referensi dari seorang pengguna untuk memastikan identitas seseorang yang berhubungan dengan akses

Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran, Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2005 tentang Penyelenggaraan Penyiaran Lembaga Penyiaran Swasta, Peraturan Menteri

Pada DP 3 diperoleh harga konstanta laju disolusi paling tinggi dari masing-masing perbandingan serbuk ketoprofen, hal ini disebabkan adanya matrik yang bersifat

Melalui penelitian yang telah dilakukan, peneliti telah membuat model perlindungan hukum dengan memperhatikan sejumlah aspek diantaranya, aturan hukum, kelembagaan

Tekanan terendah saat otot jantung rileks sebelum kontraksi berikutnya Data rekam medis pasien Stroke Iskemik Rasio 3 Peningkatan Kadar kolesterol total Peningkatan kadar

a) Mempunyai daya tarik yang besar dan dapat menimbulkan keinginan dan minat baru, hal ini terjadi karena peranan warna, gerakan, intonasi, suara, bentuk rancangan yang

Kemampuan para auditor KAP di Wilayah Bandung dalam mempertahankan sikap independensi dapat dikatakan sangat tinggi dengan persentase 84,6%. Ini berarti auditor

1) Persyaratan yang tidak bertentangan dengan tujuan akad. Misalnya: seseorang mahasiswa membeli sebuah laptop dan mensyaratkan kepada penjual agar menanggung segala cacat