BAB II KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA. yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal

Teks penuh

(1)

BAB II

KONSEP, LANDASAN TEORI, DAN TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep

Konsep adalah gambaran mental dari suatu objek, proses, atau apapun yang ada di luar bahasa yang digunakan oleh akal budi untuk memahami hal-hal lain (Alwi, 2003:558).

2.1.1 Preposisi

Preposisi adalah kata yang biasa terdapat di depan nomina, misalnya: dari, dengan, di dan ke (Alwi, 2005:894).

Menurut Abdul Chaer (1994:154), preposisi adalah kata-kata yang digunakan di muka kata benda untuk merangkaikan kata benda itu dengan bagian kalimat lain.

Menurut Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan (2007:24), kata depan di, ke, dan dari ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya kecuali di dalam gabungan kata yang sudah lazim dianggap sebagai satu kata seperti kepada dan daripada.

Preposisi juga disebut kata depan, menandai berbagai hubungan makna antara knstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya (Alwi 2003:288).

Kata depan di menyatakan tempat, misalnya di rumah, di toko, di Medan, dan sebagainya. Jadi sebagai kata depan, di ditulis terpisah dari unsur yang menyertainya. Kata depan pada juga ditulis terpisah dai unsur yang menyertainya,

(2)

misalnya: pada saat, pada tahun, pada hari Minggu, dan lain sebainya. Sebagai kata depan, ke juga menyatakan tempat, seperti kata depan di. Akan tetapi, tempat yang dinyatakan oleh kata depan ke bukan tempat yang (telah) dituju melainkan tempat yang (akan) dituju, misalnya: ke dalam, ke luar, ke rumah (Ritonga 2008:67).

2.1.2 Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh para anggota kelompok sosial untuk bekerja sama, berkomunikasi, dan mengidentifikasikan diri (Chaer, 2007: 32). Bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbitrer yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama, berinteraksi, dan mengidentifikasikan diri (Alwi, 2005: 88). Karena itu, bahasa itu sendiri tidak pernah lepas dari manusia. Dalam arti, tidak ada kegiatan manusia yang tidak disertai bahasa. Bahasa itu merupakan hal yang penting bagi manusia, karena melalui bahasa manusia dapat berkomunikasi dengan sesamanya.

Jadi, bukan rahasia umum lagi bahwa manusia mempergunakan bahasa sebagai sarana komunikasi yang vital dalam hidup ini. Manusia merupakan makhluk individual dan juga makhluk sosial. Bahasa merupakan alat yang ampuh untuk berhubungan dan bekerja sama, sehingga memungkinkan terjadinya interaksi sosial.

2.1.3 Bahasa Batak Karo

Bahasa Batak Karo adalah bahasa yang digunakan di daerah Sumatera bagian Utara. Masyarakat Batak Karo biasanya menggunakan bahasa Batak Karo

(3)

untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan sesamanya. Sampai sekarang, bahasa Batak Karo masih dipelihara oleh penuturnya.

2.2 Landasan Teori

Teori adalah pendapat yang didasarkan pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi (Alwi, 2005:1177).

2.2.1 Sintaksis

Sintaksis ialah pengaturan dan hubungan kata dengan kata atau dengan satuan lain yang lebih besar; cabang linguistik tentang susunan kalimat dan bagiannya; ilmu tata kalimat (Alwi, 2005: 1464).

Chaer (2007:206) mengatakan bahwa sintaksis membicarakan kata dalam hubungannya dengan kata lain; atau unsur-unsur lain sebagai suatu satuan ujaran.

Ia membagi unsur-unsur pembentuk satuan sintaksis menjadi kata, frasa, klausa, dan kalimat.

Dalam penelitian ini, salah satu unsur pembentuk satuan sintaksis yang digunakan ialah kalimat. Misalnya: Ibu pergi ke pasar.

Adik menulis dengan pensil.

2.2.2 Preposisi

Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang preposisi yang dikemukakan oleh Gorys Keraf yang menyatakan bahwa preposisi adalah kata yang merangkaikan kata-kata atau bagian kalimat dan kata depan yang terpenting dalam bahasa Indonesia adalah:

(4)

1. Preposisi di, ke, dari

a. Ketiga macam kata depan ini dipergunakan untuk merangkaikan kata-kata yang menyatakan tempat atau sesuatu yang dianggap tempat.

Misalnya: Di Jakarta, di rumah, ke rumah, dari sawah, dari sekolah dan sebagainya.

b. Bagi kata-kata yang menyatakan orang, nama orang atau nama binatang, nama waktu atau kiasan dipergunakan kata depan pada untuk menggantikan di, atau kata depan lainnya yang digabungkan dengan pada.

Misalnya: daripada, kepada.

pada hari Minggu pada bapak

pada saya pada Ahmad

c. Selain itu ada kata depan lain, baik berupa gabungan maupun berupa kata tunggal, seperti: di mana, di sini, di situ, akan, oleh, dalam, atas, demi, guna, untuk, buat, berkat, terhadap, antara, tentang, hingga, dan lain-lain.

Di samping itu ada beberapa kata kerja yang dipakai sebagai kata depan, yaitu: menurut, menghadap, mendapatkan, melalui, menuju, menjelang, sampai.

Ada beberapa kata depan yang menduduki bermacam-macam fungsi yang istimewa. Sebab itu perlu kita perhatikan secara istimewa, antara lain:

(5)

2. Preposisi akan

Kata depan akan dapat menduduki beberapa macam fungsi, antara lain:

a. pengantar objek: Ia tidak tahu akan hal itu.

Aku lupa akan semua kejadian itu.

b. untuk menyatakan tujuan: Saya akan pergi ke Surabaya.

Ibu akan tiba hari ini.

c. untuk penguat atau penekan; dalam hal ini dapat berfungsi sebagai penentu: Akan hal itu kita perundingkan kelak.

3. Preposisi dengan

Kata depan dengan dapat menduduki beberapa macam fungsi, misalnya:

a. untuk menyatakan alat (instrumental):

Ia memukul anjing itu dengan tongkat.

Adik menulis dengan pensil.

b. menyatakan hubungan kesertaan (komitatif):

Ia ke sekolah dengan kawannya.

c. membentuk adverbial kualitatif:

Perkara itu diselidiki dengan cermat.

d. smenyatakan keterangan komparatif:

Adik sama tinggi dengan Ali.

4. Preposisi atas

Kata depan atas dapat menduduki beberapa macam fungsi, misalnya:

a. membentuk keterangan tempat, dalam hal ini sama artinya dengan di atas:

(6)

Kami menerima tanggung jawab itu di atas pundak kami.

b. menghubungkan kata benda atau kata kerja dengan keterangan:

Kami mengucapkan terimakasih atas kerelaan saudara.

Kami menyesal atas tindak-tanduknya.

c. dipakai di depan beberapa kata dengan arti: dengan atau demi, misalnya:

atas nama atas kehendak atas perintah 5. Preposisi antara

Kata depan antara dapat menduduki beberapa macam fungsi, misalnya:

a. sebagai penunjuk jarak:

Jarak antara Surabaya dan Jakarta.

b. sebagai penunjuk tempat, dalam hal ini sama artinya dengan di antara:

Antara murid-murid itu, yang mana terpandai?

c. dapat pula berarti kira-kira:

Antara lima enam pekan ia meninggalkan pelajarannya.

Sama halnya dengan bahasa Indonesia, dalam bahasa Batak Karo, preposisi yang dikemukakan oleh Gorys Keraf merupakan preposisi yang secara umum sangat penting. Oleh karena itu peneliti menggunakan teori tersebut dalam penelitian ini. Selain itu, dalam hal analisis fungsi preposisi dalam kalimat, penelitian ini didukung juga oleh teori tentang preposisi yang dikemukakan oleh Hasan Alwi dalam buku Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia. Alwi mengatakan preposisi juga disebut kata depan, menandai berbagai hubungan makna antara

(7)

konstituen di depan preposisi tersebut dengan konstituen di belakangnya.

Misalnya dalam kalimat Ia pergi ke pasar, dalam hal ini preposisi ke menyatakan hubungan makna arah antara pergi dan pasar. Dan ditinjau dari segi bentuknya (Alwi, 2003:288), preposisi terdiri atas dua macam, yaitu preposisi tunggal dan preposisi gabungan.

Preposisi tunggal adalah preposisi yang hanya terdiri atas satu kata.

Bentuk preposisi tunggal tersebut dapat berupa di, ke, dari, dan pada, selama, mengenai, dan sepanjang, dan sebagainya. Preposisi gabungan adalah preposisi yang terdiri atas dua kata. Bentuk preposisi gabungan tersebut dapat berupa kepada, daripada, sampai dengan, selain dari, dan sebagainya. Preposisi mempunyai fungsi untuk menandai berbagai hubungan makna antara konstituen di depan preposisi itu dengan konstituen yang ada di belakangnya. Fungsi preposisi (Alwi, 2003:295) antara lain : menyatakan hubungan 1) tempat, 2) untuk, 3) sebab, 4) kesertaan atau cara, 5) pelaku, 6) waktu, 7) peristiwa, da 8) milik.

2.3 Tinjauan Pustaka

Alwi (2005: 1198) mengatakan bahwa tinjauan adalah hasil meninjau, pandangan, pendapat (sesudah menyelidiki atau mempelajari). Sedangkan pustaka adalah kitab, buku, buku primbon (Alwi, 2005: 912).

Penelitian tentang bahasa Karo sudah banyak dilakukan oleh peneliti sebelumnya, antara lain penelitian yang dilakukan oleh Januar Ginting (1985) dalam skripsinya yang berjudul Perbandingan Kata Tugas Antara Bahasa Batak Karo dengan Bahasa Indonesia. Penelitian ini membahas tentang pemakaian kata

(8)

tugas dalam suatu kalimat, penunjuk makna disamping urutan kata, bentuk kata dan intonasi, serta menjelaskan perbedaan kata tugas dalam bahasa Batak Karo dengan bahasa Indonesia. Penelitian ini berbeda dengan penelitian yang akan dilakukan, tetapi tentunya ada hubungan yang berkaitan dengan preposisi dalam bahasa Batak Karo. Jadi kita bisa melihat bagaimana perbedaan antara kata tugas dalam bahasa Indonesia dengan kata tugas dalam bahasa Batak Karo sehingga bisa menjadi referensi untuk penelitian ini.

Penelitian yang dilakukan oleh Robert Sibarani (1997) yang berjudul Sintaksis Bahasa Batak Toba. Penelitian ini membahas tentang sintaksis dan frase preposisi dalam bahasa Batak Toba. Penelitian ini berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk melihat bagaimana penggunaan preposisi dalam bahasa Batak Toba.

Selain itu, ada juga penelitian yang dilakukan oleh Dwi Cahyono Aji (2008) dalam skripsinya yang berjudul Preposisi Ing dalam Bahasa Jawa.

Penelitian ini menitikberatkan pada pemakaian preposisi ing pada bahasa Jawa sebagai penanda peran semantik, apakah preposisi ing dalam bahasa Jawa hanya dapat disertai nomina, pronomina, atau frase nomina saja. Penelitian ini sangat berhubungan dengan penelitian yang akan dilakukan untuk melihat bagaimana penggunaan preposisi dalam bahasa Jawa.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :