PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN
Laporan Tugas Akhir
Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Desain (S.Ds.)
Nama : Jennifer Anastasia Ismaili
NIM : 00000018019
Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain
UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA TANGERANG
2020
ii
LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT
Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Jennifer Anastasia Ismaili
NIM : 00000018019
Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain
Universitas Multimedia Nusantara Judul Tugas Akhir :
PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN
dengan ini menyatakan bahwa, laporan dan karya tugas akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar sarjana, baik di Universitas Multimedia Nusantara maupun di perguruan tinggi lainnya.
Karya tulis ini bukan saduran/terjemahan, murni gagasan, rumusan dan pelaksanan penelitian/implementasi saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing akademik dan narasumber.
Demikian surat Pernyataan Originalitas ini saya buat dengan sebenarnya, apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan serta ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar (S.Ds.) yang telah diperoleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Multimedia Nusantara.
Tangerang, 16 Juni 2020
Jennifer Anastasia Ismaili
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan perancangan ini dengan tepat waktu. Penulis mengambil topik mengenai “Perancangan Promosi Museum M.H. Thamrin”
sebagai topik tugas akhir. Topik ini sangat menarik untuk dibahas, karena Museum M.H. Thamrin merupakan museum yang berisikan sejarah lengkap dan peninggalan Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin harus dilestarikan masyarakat Indonesia, tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Museum M.H. Thamrin di Jakarta.
Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara yang telah penulis lakukan dan tulis pada laporan ini sehingga penulis memutuskan untuk melakukan perancangan media promosi untuk museum. Tujuannya agar museum dapat lebih dikenal masyarakat sehingga peran museum dapat terealisasikan.
Penulis berharap agar perancangan ini dapat berguna bagi semua masyarakat di JABODETABEK dan diseluruh Indonesia agar dapat lebih mengetahui bahwa adanya Museum M.H. Thamrin di Jl. Kenari 2 no.15 dan kembali mengunjungi museum sebagai sarana belajar dan rekreasi yang menyenangkan. Selain itu, perancangan ini dapat menjadi referensi bagi Museum M.H. Thamrin atau museum lainnya sebagai acuan media promosi. Perancangan ini juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk penulis dalam hal media promosi.
Rasa terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada orang–orang penting yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan perancangan ini.
v
1. Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds., selaku ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual.
2. Agatha Maisie Tjandra, S.Sn., M.Ds., selaku dosen pembimbing yang selalu mendukung, sabar, dan memberi masukkan kepada penulis.
3. Zamzami Almakki, S.Pd., M.Ds., selaku Ketua Sidang.
4. Dr. Anne Nurfarina, M.Sn., selaku Dosen Penguji.
5. Andri Laksana selaku Kepala Satuan Pelayanan Museum M.H.
Thamrin, Sri Kusumawati selaku Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, dan Faldi selaku Tour Guide Museum M.H.
Thamrin.
6. Yulistiana selaku narasumber pengunjung Museum M.H. Thamrin.
7. Para responden kuesioner yang telah membantu meluangkan waktunya dalam mengisi kuesioner penulis.
8. Kepada teman–teman seperjuangan penulis yang telah membantu, memberi masukkan, bersama dalam suka dan duka menempuh tugas akhir: Calluela Willona D. A., Vincensia Elvina, Biancha Crystianty Kuncoro, Margareth Irma, Vania Hefira, Fransisca Nirmala, dan Regitta Cynthia Kirana.
9. Teman dekat penulis yang membantu penulis dalam menyebarkan kuesioner, menyemangati, dan mendampingi penulis dalam proses mencari data yaitu Thalia Angelica Rostanti, Danira Alexandra, Oktaviani Salirisi Siregar, Stephani Mariani, Chitra Gunawan, Miranda Giarto, dan Vanessa Adeline Gunawan.
vi
10. Kepada teman-teman lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu dalam laporan ini.
11. Kepada Nam Joon Kim, Seok Jin Kim, Yoon Gi Min, Ho Seok Jung, Ji Min Park, Tae Hyung Kim, Jung Kook Jeon, Ji Eun Lee, Dong Hyuck Lee, Baek Hyun Byun dan para penyanyi lainnya yang selalu menemani penulis 24/7 dalam mengerjakan perancangan dan laporan ini.
12. Daud Livingstone Schweitzer Djaja dan Susanti Widjaja selaku kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan rohani, emosional, dan finansial.
Tangerang, 18 Juni 2020
Jennifer Anastasia Ismaili
vii
ABSTRAKSI
Mohammad Hoesni Thamrin merupakan Pahlawan Nasional dan Bapak Betawi.
M.H. Thamrin mempunyai sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Kenari 2 no.15. Gedung M.H. Thamrin mempunyai sejarah dan pada akhirnya dijadikan sebuah museum. Museum M.H. Thamrin belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia karena letaknya yang terpencil dan kurangnya media promosi yang dilakukan pihak museum, sehingga museum tidak terdengar kepada masyarakat. Jumlah pengunjung Museum M.H. Thamrin cukup kecil jika dibandingkan museum sejarah lainnya. Museum ini juga berisikan tentang peninggalan M.H. Thamrin, alat musik betawi, sejarah lengkap tentang perjuangan M.H. Thamrin, dan masih banyak lainnya. Hal ini penting diangkat, sehingga masyarakat Indonesia tidak melupakan perjuangan dan jasa-jasa para pahlawan.
Perancangan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat lebih mengenal bahwa adanya Museum M.H. Thamrin. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara kepada narasumber, observasi lapangan, studi eksisting, dan menyebarkan kuesioner. Metode perancangan melalui 6 tahapan yaitu: overview, strategi, ide, desain, produksi, dan implementasi.
Kata kunci : Museum M.H. Thamrin, museum, promosi, gedung bersejarah
viii ABSTRACT
Mohammad Hoesni Thamrin is a National Hero and commonly known as Mr.
Betawi. M.H. Thamrin has a museum located in Central Jakarta, precisely on Jl.
Kenari 2 no.15. The Building has a history and eventually became the museum.
M.H. Thamrin Museum is not widely known by the people of Indonesia because of its location and lack of media promotion by the museum, so the museum is not heard from the public. The number of visitors to the M.H. Museum Thamrin is quite small compared to other historical museums. This museum also contains the legacy of M.H. Thamrin, Betawi musical instrument, a complete history of the struggle of M.H. Thamrin, and many others. This is important to be addressed so that Indonesian people do not forget the struggle and services of the heroes. This final project is important to do so that people are more familiar with the existence of the M.H Thamrin Museum. Data collection methods are done by interviewing informants, field observations, existing studies, and distributing questionnaires.
The design method through 6 stages, namely: overview, strategy, ideas, design, production, and implementation.
Keywords: M.H. Thamrin Museum, museum, promotion, historical building
ix
DAFTAR ISI
LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT ... II
HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... III KATA PENGANTAR ...IV ABSTRAKSI ... VII
ABSTRACT... VIII
DAFTAR ISI ...IX
DAFTAR GAMBAR ... XIII DAFTAR TABEL ... XXI
DAFTAR LAMPIRAN ... XXII
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 3
1.3. Batasan Masalah ... 3
1.4. Tujuan Tugas Akhir ... 4
1.5. Manfaat Tugas Akhir ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6
Promosi ... 6
2.1.1. Tujuan Promosi ... 6
2.1.2. Fungsi Promosi ... 7
x
2.1.3. Bauran Promosi ... 7
2.1.4. Strategi Promosi... 12
2.1.5. Media Promosi ... 16
2.1.6. Copywriting ... 17
Desain dalam Promosi ... 20
2.2.1. Prinsip Desain ... 21
2.2.2. Elemen Desain ... 27
2.2.3. Tipografi ... 30
2.2.4. Grid ... 37
2.2.5. Visual Aset ... 41
Museum ... 44
2.3.1. Fungsi Museum ... 45
2.3.2. Jenis – Jenis Museum ... 45
BAB III METODOLOGI ... 47
Gambaran Umum ... 47
Metode Pengumpulan Data ... 49
3.2.1. Wawancara ... 50
3.2.2. Observasi ... 63
3.2.3. Studi Eksisting ... 72
3.2.4. Kuesioner... 79
3.2.5. S.W.O.T Museum ... 83
Metodologi Perancangan ... 91
3.3.1. Overview... 91
xi
3.3.2. Strategy ... 92
3.3.3. Ideas ... 92
3.3.4. Design ... 92
3.3.5. Production ... 93
3.3.6. Implementation ... 93
BAB IV STRATEGI DAN ANALISIS PERANCANGAN ... 94
Strategi Perancangan ... 94
4.1.1. Strategi Promosi... 94
4.1.2. Idea ... 105
4.1.3. Design ... 115
Analisis Perancangan ... 167
4.2.1. Analisis Desain Media Sosial ... 167
4.2.2. Analisis Desain Media KRL ... 177
4.2.3. Analisis Desain E-poster Browser ... 179
4.2.4. Analisis Desain Website ... 180
4.2.5. Analisis Desain Brosur ... 184
4.2.6. Analisis Desain Stiker Aspal ... 185
4.2.7. Analisis Desain Merchandise ... 187
Budgeting ... 192
BAB V PENUTUP ... 194
Kesimpulan ... 194
Saran ... 195
xii
DAFTAR PUSTAKA ... XIV
xiii
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1. Proses AISAS ... 16
Gambar 2.2. Jenis Lipatan ... 21
Gambar 2.3. Simetris ... 22
Gambar 2.4. Asimetris ... 22
Gambar 2.5. Radial ... 22
Gambar 2.6. Hirarki Visual ... 23
Gambar 2.7. Similarity ... 25
Gambar 2.8. Proximity ... 26
Gambar 2.9. Continuity ... 26
Gambar 2.10. Closure ... 26
Gambar 2.11. Continuing line ... 27
Gambar 2.12. Figure and ground ... 28
Gambar 2.13. Additive color ... 29
Gambar 2.14. Tactile texture dan visual texture ... 30
Gambar 2.15. Anatomi Huruf ... 31
Gambar 2.16. Berat ... 32
Gambar 2.17. Proporsi ... 33
Gambar 2.18. Kemiringan ... 33
Gambar 2.19. Oldstyle ... 34
Gambar 2.20. Modern ... 35
Gambar 2.21. Slab serif ... 35
Gambar 2.22. Sans serif ... 35
xiv
Gambar 2.23. Script ... 36
Gambar 2.24. Dekoratif ... 36
Gambar 2.25. Anatomi Grid... 38
Gambar 2.26. Single column/manuscript grid ... 39
Gambar 2.27. Multicolumn grids ... 39
Gambar 2.28. Modular grids ... 40
Gambar 2.29. Hierarchical grids ... 40
Gambar 2.30. Baseline grids ... 41
Gambar 2.31. Compound grids ... 41
Gambar 3.2. Logo Museum M.H. Thamrin ... 48
Gambar 3.3. Wawancara dengan Kasatpel Museum M.H. Thamrin ... 51
Gambar 3.4. Wawancara dengan Tour Guide Museum M.H. Thamrin ... 58
Gambar 3.5. Wawancara dengan pengunjung Museum M.H. Thamrin ... 61
Gambar 3.6. Patung dan Kutipan M.H. Thamrin ... 64
Gambar 3.7. Prasasti Museum M.H. Thamrin ... 64
Gambar 3.8. Denah alur Museum M.H. Thamrin ... 65
Gambar 3.9. Peninggalan M.H. Thamrin ... 66
Gambar 3.10. Ruang Tamu M.H. Thamrin ... 66
Gambar 3.11. Foto tokoh nasional dan Lukisan M.H. Thamrin... 67
Gambar 3.12. Alat Musik Trombone dan Tambur ... 67
Gambar 3.13. Ruang Audio Visual ... 68
Gambar 3.14. Ruang Perpustakaan ... 68
Gambar 3.15. Replika Biola W.R. Supratman ... 69
xv
Gambar 3.16. Kesalahan teknis pada website Museum Kesejarahan Jakarta ... 70
Gambar 3.17. Media sosial Instagram Museum Kesejarahan Jakarta ... 71
Gambar 3.18. Leaflet dan DVD Museum M.H. Thamrin ... 71
Gambar 3.19. Peta Museum M.H. Thamrin ... 72
Gambar 3.20. Chicago History Museum ... 73
Gambar 3.21. Poster Chicago History Museum ... 74
Gambar 3.22. Kontes foto Chicago History Museum ... 75
Gambar 3.23. Website Chicago History Museum ... 75
Gambar 3.24. Anne Frank House ... 76
Gambar 3.25. Website pada tampilan smartphone ... 76
Gambar 3.26. Virtual tour pada website ... 77
Gambar 3.27. Museum Dewantara Kirti Griya ... 78
Gambar 3.28. Website dan Instagram Museum Dewantara ... 79
Gambar 3.29. Diagram mengenai usia responden ... 81
Gambar 3.30. Diagram pengetahuan responden mengenai M.H. Thamrin ... 81
Gambar 3.31. Diagram pengetahuan responden mengenai museum ... 82
Gambar 3.32. Diagram media promosi Museum M.H. Thamrin ... 82
Gambar 3 33. Grafik informasi suatu objek wisata ... 83
Gambar 4.1. Mind map Positioning ... 95
Gambar 4.2. Mind map Museum M.H. Thamrin ... 106
Gambar 4.3. Mind map kata “tersembunyi” ... 107
Gambar 4.4. Mind map kata “memori” ... 107
Gambar 4.5. Mind map Mohammad Hoesni Thamrin ... 108
xvi
Gambar 4.6. Mind map kata “berani” ... 109
Gambar 4.7. Moodboard ... 111
Gambar 4.8. Moodboard Pengunjung Museum M.H. Thamrin ... 111
Gambar 4.9. Warna Perancangan ... 116
Gambar 4.10. Warna turunan ... 116
Gambar 4.11. Referensi Visual ... 117
Gambar 4.12. Sketsa Visual Aset ... 118
Gambar 4.13. Baloo Regular Typeface ... 124
Gambar 4.14. Font Family Metropolis ... 124
Gambar 4.15. Typeface Kingthings Trypewriter 2 ... 125
Gambar 4.16. Multi-column Grid ... 126
Gambar 4.17. Modular Grid... 127
Gambar 4.18. Sketsa eksplorasi perancangan ... 128
Gambar 4.19. Grid perancangan attention phase ... 128
Gambar 4.20. Eksplorasi perancangan dengan grid ... 129
Gambar 4.21. Sketsa visual attention phase ... 130
Gambar 4.22. Sketsa Instagram story ads ... 131
Gambar 4.23. Grid untuk Instagram story ads ... 131
Gambar 4.24. Storyboard Instagram story ... 132
Gambar 4.25. Penerapan grid pada Instagram story ads ... 133
Gambar 4.26. Hasil akhir Instagram story ads visual pertama frame 1-4 ... 133
Gambar 4.27. Hasil akhir Instagram story ads visual kedua frame 1-4 ... 134
Gambar 4.28. Sketsa Facebook ads ... 134
xvii
Gambar 4.29. Facebook ads multi-column grid ... 134
Gambar 4.30. Penerapan grid pada Facebook ads ... 135
Gambar 4.31. Hasil akhir perancangan Facebook ads ... 135
Gambar 4.32. Sketsa visual hanging alley dan macroad linikini ... 135
Gambar 4.33. Grid untuk hanging alley dan macroad linikini ... 136
Gambar 4.34. Penerapan grid pada media macroad linikini ... 136
Gambar 4.35. Hasil akhir visual hanging alley dan macroad linikini ... 137
Gambar 4.36. Sketsa wall branding... 137
Gambar 4.37. Grid untuk wall branding ... 137
Gambar 4.38. Penempatan grid pada wall branding ... 138
Gambar 4.39. Hasil akhir wall branding ... 138
Gambar 4.40. Sketsa untuk adbox stasiun ... 139
Gambar 4.41. Grid untuk Adbox stasiun ... 139
Gambar 4.42. Penerapan grid pada media adbox stasiun ... 139
Gambar 4.43. Hasil akhir visual adbox stasiun KRL ... 140
Gambar 4.44. Sketsa brosur ... 140
Gambar 4.45. grid pada brosur ... 140
Gambar 4.46. Penempatan grid pada bagian depan brosur ... 141
Gambar 4.47. Hasil final media brosur ... 142
Gambar 4.48. Sketsa tahap interest ... 142
Gambar 4.49. Grid pada E-poster pada browser ... 143
Gambar 4.50. Digitalisasi pertama ... 144
Gambar 4.51. Digitalisasi kedua... 144
xviii
Gambar 4.52. Hasil final tahap interest ... 145
Gambar 4.53. Grid Instagram page ... 146
Gambar 4.54. Konten Instagram page ... 147
Gambar 4.55. Instagram post 1-3 ... 148
Gambar 4.56. Instagram post 4-6 ... 148
Gambar 4.57. Instagram post 7-9 ... 149
Gambar 4.58. Hasil akhir perancangan Instagram page ... 149
Gambar 4.59. Postingan slideshow lainnya ... 150
Gambar 4.60. Facebook banner grid ... 150
Gambar 4.61. Penerapan grid pada Facebook banner ... 151
Gambar 4.62. Hasil akhir Facebook banner ... 151
Gambar 4.63. Grid web site... 152
Gambar 4.64. Wireframe web site ... 152
Gambar 4.65. Hasil akhir web site (menu) ... 154
Gambar 4.66. Hasil akhir web site (beranda dan sejarah) ... 154
Gambar 4.67. Hasil akhir web site (artikel) ... 154
Gambar 4.68. Hasil akhir web site (koleksi) ... 155
Gambar 4.69. Hasil akhir web site (kegiatan dan informasi) ... 155
Gambar 4.70. Hasil akhir web site (e-mail subscribe) ... 155
Gambar 4.71. Sketsa visual photo challenge per media ... 156
Gambar 4.72. Penempatan grid pada Facebook page... 157
Gambar 4.73. Hasil akhir Facebook page untuk photo challenge... 157
Gambar 4.74. Hasil akhir web site untuk photo challenge ... 158
xix
Gambar 4.75. Hasil akhir Instagram post untuk photo challenge ... 158
Gambar 4.76. Penerapan grid pada Instagram post tentang ambient media ... 159
Gambar 4.77. Instagram post tentang ambient media... 159
Gambar 4.78. Penempatan grid pada stiker aspal ... 160
Gambar 4.79. Hasil final stiker aspal ... 161
Gambar 4.80. Sketsa Bingo ... 161
Gambar 4.81. Modular grid untuk Instagram story bingo ... 162
Gambar 4.82. Penerapan modular grid pada Instagram story ... 163
Gambar 4.83. Hasil final Instagram story bingo ... 163
Gambar 4.84. Gif sticker Instagram per frame ... 164
Gambar 4.85. Penerapan aset visual pada lanyard ... 165
Gambar 4.86. Penerapan aset visual pada Jakcard ... 165
Gambar 4.87. Instagram story ads ... 168
Gambar 4.88. Instagram page ... 170
Gambar 4.89. Photo challenge Instagram post ... 171
Gambar 4.90. Postingan pertama dan kedua ... 171
Gambar 4.91. Bingo Instagram story ... 173
Gambar 4.92. Gif stickers pada Instagram ... 173
Gambar 4.93. Photo challenge pada Facebook page ... 175
Gambar 4.94. Facebook page ... 176
Gambar 4.95. Facebook ads ... 177
Gambar 4.96. Wall branding ... 178
Gambar 4.97. Penempatan media poster pada KRL dan stasiun KRL ... 179
xx
Gambar 4.98. E-poster pada browser ... 180
Gambar 4.99. Web site beranda ... 181
Gambar 4.100. Hierarki baca mata ... 183
Gambar 4.101. Cover depan dan belakang brosur ... 184
Gambar 4.102. Brosur Museum M.H. Thamrin ... 185
Gambar 4.103. Penempatan stiker pada aspal di depan RW 04 ... 186
Gambar 4.104. Penempatan stiker di persimpangan jalan kenari 1 dan 2 ... 186
Gambar 4.105. Penempatan stiker pada aspal di depan halte bus Salemba UI ... 187
Gambar 4.106. Penempatan stiker pada aspal di depan museum M.H. Thamrin 187 Gambar 4.107. Totebag ... 188
Gambar 4.108. Lanyard ... 188
Gambar 4.109. Jakcard... 189
Gambar 4.110. Topi ... 190 Gambar 4.111. Notebook 191
xxi
DAFTAR TABEL
Tabel 3.1. Data pengunjung Museum M.H. Thamrin tahun 2015-2019... 48
Tabel 4.1. Media, role, key messege ... 101
Tabel 4.2. Media Plan Perancangan ... 105
Tabel 4.3. Digitalisasi Aset Visual ... 118
Tabel 4.4. Media tahapan attention ... 127
Tabel 4.5. Biaya Desain ... 192
Tabel 4.6. Biaya online ads ... 192
Tabel 4.7. Biaya offline ads ... 193
Tabel 4.8. Biaya merchandise ... 193
xxii
DAFTAR LAMPIRAN
LAMPIRAN A: KARTU KONSULTASI BIMBINGAN TUGAS
AKHIR/SKRIPSI……….. XVIII LAMPIRAN B: KUESIONER………... XXI LAMPIRAN C: DATA PENGUNJUNG………... XIV LAMPIRAN D: TRANSKRIP WAWANCARA……….. XVI