• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN"

Copied!
22
0
0

Teks penuh

(1)

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN

Laporan Tugas Akhir

Ditulis sebagai syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Desain (S.Ds.)

Nama : Jennifer Anastasia Ismaili

NIM : 00000018019

Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain

UNIVERSITAS MULTIMEDIA NUSANTARA TANGERANG

2020

(2)

ii

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Jennifer Anastasia Ismaili

NIM : 00000018019

Program Studi : Desain Komunikasi Visual Fakultas : Seni dan Desain

Universitas Multimedia Nusantara Judul Tugas Akhir :

PERANCANGAN PROMOSI MUSEUM M.H. THAMRIN

dengan ini menyatakan bahwa, laporan dan karya tugas akhir ini adalah asli dan belum pernah diajukan untuk mendapatkan gelar sarjana, baik di Universitas Multimedia Nusantara maupun di perguruan tinggi lainnya.

Karya tulis ini bukan saduran/terjemahan, murni gagasan, rumusan dan pelaksanan penelitian/implementasi saya sendiri, tanpa bantuan pihak lain, kecuali arahan pembimbing akademik dan narasumber.

Demikian surat Pernyataan Originalitas ini saya buat dengan sebenarnya, apabila di kemudian hari terdapat penyimpangan serta ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan gelar (S.Ds.) yang telah diperoleh, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang berlaku di Universitas Multimedia Nusantara.

Tangerang, 16 Juni 2020

Jennifer Anastasia Ismaili

(3)
(4)

iv

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmatnya, penulis dapat menyelesaikan perancangan ini dengan tepat waktu. Penulis mengambil topik mengenai “Perancangan Promosi Museum M.H. Thamrin”

sebagai topik tugas akhir. Topik ini sangat menarik untuk dibahas, karena Museum M.H. Thamrin merupakan museum yang berisikan sejarah lengkap dan peninggalan Pahlawan Nasional Mohammad Hoesni Thamrin harus dilestarikan masyarakat Indonesia, tetapi masih banyak masyarakat yang belum mengetahui adanya Museum M.H. Thamrin di Jakarta.

Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil observasi dan wawancara yang telah penulis lakukan dan tulis pada laporan ini sehingga penulis memutuskan untuk melakukan perancangan media promosi untuk museum. Tujuannya agar museum dapat lebih dikenal masyarakat sehingga peran museum dapat terealisasikan.

Penulis berharap agar perancangan ini dapat berguna bagi semua masyarakat di JABODETABEK dan diseluruh Indonesia agar dapat lebih mengetahui bahwa adanya Museum M.H. Thamrin di Jl. Kenari 2 no.15 dan kembali mengunjungi museum sebagai sarana belajar dan rekreasi yang menyenangkan. Selain itu, perancangan ini dapat menjadi referensi bagi Museum M.H. Thamrin atau museum lainnya sebagai acuan media promosi. Perancangan ini juga dapat menjadi bahan pembelajaran untuk penulis dalam hal media promosi.

Rasa terima kasih tidak lupa penulis sampaikan kepada orang–orang penting yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan perancangan ini.

(5)

v

1. Mohammad Rizaldi, S.T., M.Ds., selaku ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual.

2. Agatha Maisie Tjandra, S.Sn., M.Ds., selaku dosen pembimbing yang selalu mendukung, sabar, dan memberi masukkan kepada penulis.

3. Zamzami Almakki, S.Pd., M.Ds., selaku Ketua Sidang.

4. Dr. Anne Nurfarina, M.Sn., selaku Dosen Penguji.

5. Andri Laksana selaku Kepala Satuan Pelayanan Museum M.H.

Thamrin, Sri Kusumawati selaku Kepala Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, dan Faldi selaku Tour Guide Museum M.H.

Thamrin.

6. Yulistiana selaku narasumber pengunjung Museum M.H. Thamrin.

7. Para responden kuesioner yang telah membantu meluangkan waktunya dalam mengisi kuesioner penulis.

8. Kepada teman–teman seperjuangan penulis yang telah membantu, memberi masukkan, bersama dalam suka dan duka menempuh tugas akhir: Calluela Willona D. A., Vincensia Elvina, Biancha Crystianty Kuncoro, Margareth Irma, Vania Hefira, Fransisca Nirmala, dan Regitta Cynthia Kirana.

9. Teman dekat penulis yang membantu penulis dalam menyebarkan kuesioner, menyemangati, dan mendampingi penulis dalam proses mencari data yaitu Thalia Angelica Rostanti, Danira Alexandra, Oktaviani Salirisi Siregar, Stephani Mariani, Chitra Gunawan, Miranda Giarto, dan Vanessa Adeline Gunawan.

(6)

vi

10. Kepada teman-teman lain yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu dalam laporan ini.

11. Kepada Nam Joon Kim, Seok Jin Kim, Yoon Gi Min, Ho Seok Jung, Ji Min Park, Tae Hyung Kim, Jung Kook Jeon, Ji Eun Lee, Dong Hyuck Lee, Baek Hyun Byun dan para penyanyi lainnya yang selalu menemani penulis 24/7 dalam mengerjakan perancangan dan laporan ini.

12. Daud Livingstone Schweitzer Djaja dan Susanti Widjaja selaku kedua orang tua penulis yang telah memberikan dukungan rohani, emosional, dan finansial.

Tangerang, 18 Juni 2020

Jennifer Anastasia Ismaili

(7)

vii

ABSTRAKSI

Mohammad Hoesni Thamrin merupakan Pahlawan Nasional dan Bapak Betawi.

M.H. Thamrin mempunyai sebuah museum yang terletak di Jakarta Pusat, tepatnya di Jl. Kenari 2 no.15. Gedung M.H. Thamrin mempunyai sejarah dan pada akhirnya dijadikan sebuah museum. Museum M.H. Thamrin belum banyak dikenal oleh masyarakat Indonesia karena letaknya yang terpencil dan kurangnya media promosi yang dilakukan pihak museum, sehingga museum tidak terdengar kepada masyarakat. Jumlah pengunjung Museum M.H. Thamrin cukup kecil jika dibandingkan museum sejarah lainnya. Museum ini juga berisikan tentang peninggalan M.H. Thamrin, alat musik betawi, sejarah lengkap tentang perjuangan M.H. Thamrin, dan masih banyak lainnya. Hal ini penting diangkat, sehingga masyarakat Indonesia tidak melupakan perjuangan dan jasa-jasa para pahlawan.

Perancangan ini penting untuk dilakukan agar masyarakat lebih mengenal bahwa adanya Museum M.H. Thamrin. Metode pengumpulan data yang dilakukan dengan wawancara kepada narasumber, observasi lapangan, studi eksisting, dan menyebarkan kuesioner. Metode perancangan melalui 6 tahapan yaitu: overview, strategi, ide, desain, produksi, dan implementasi.

Kata kunci : Museum M.H. Thamrin, museum, promosi, gedung bersejarah

(8)

viii ABSTRACT

Mohammad Hoesni Thamrin is a National Hero and commonly known as Mr.

Betawi. M.H. Thamrin has a museum located in Central Jakarta, precisely on Jl.

Kenari 2 no.15. The Building has a history and eventually became the museum.

M.H. Thamrin Museum is not widely known by the people of Indonesia because of its location and lack of media promotion by the museum, so the museum is not heard from the public. The number of visitors to the M.H. Museum Thamrin is quite small compared to other historical museums. This museum also contains the legacy of M.H. Thamrin, Betawi musical instrument, a complete history of the struggle of M.H. Thamrin, and many others. This is important to be addressed so that Indonesian people do not forget the struggle and services of the heroes. This final project is important to do so that people are more familiar with the existence of the M.H Thamrin Museum. Data collection methods are done by interviewing informants, field observations, existing studies, and distributing questionnaires.

The design method through 6 stages, namely: overview, strategy, ideas, design, production, and implementation.

Keywords: M.H. Thamrin Museum, museum, promotion, historical building

(9)

ix

DAFTAR ISI

LEMBAR PERNYATAAN TIDAK MELAKUKAN PLAGIAT ... II

HALAMAN PENGESAHAN TUGAS AKHIR ... III KATA PENGANTAR ...IV ABSTRAKSI ... VII

ABSTRACT... VIII

DAFTAR ISI ...IX

DAFTAR GAMBAR ... XIII DAFTAR TABEL ... XXI

DAFTAR LAMPIRAN ... XXII

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Rumusan Masalah ... 3

1.3. Batasan Masalah ... 3

1.4. Tujuan Tugas Akhir ... 4

1.5. Manfaat Tugas Akhir ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

Promosi ... 6

2.1.1. Tujuan Promosi ... 6

2.1.2. Fungsi Promosi ... 7

(10)

x

2.1.3. Bauran Promosi ... 7

2.1.4. Strategi Promosi... 12

2.1.5. Media Promosi ... 16

2.1.6. Copywriting ... 17

Desain dalam Promosi ... 20

2.2.1. Prinsip Desain ... 21

2.2.2. Elemen Desain ... 27

2.2.3. Tipografi ... 30

2.2.4. Grid ... 37

2.2.5. Visual Aset ... 41

Museum ... 44

2.3.1. Fungsi Museum ... 45

2.3.2. Jenis – Jenis Museum ... 45

BAB III METODOLOGI ... 47

Gambaran Umum ... 47

Metode Pengumpulan Data ... 49

3.2.1. Wawancara ... 50

3.2.2. Observasi ... 63

3.2.3. Studi Eksisting ... 72

3.2.4. Kuesioner... 79

3.2.5. S.W.O.T Museum ... 83

Metodologi Perancangan ... 91

3.3.1. Overview... 91

(11)

xi

3.3.2. Strategy ... 92

3.3.3. Ideas ... 92

3.3.4. Design ... 92

3.3.5. Production ... 93

3.3.6. Implementation ... 93

BAB IV STRATEGI DAN ANALISIS PERANCANGAN ... 94

Strategi Perancangan ... 94

4.1.1. Strategi Promosi... 94

4.1.2. Idea ... 105

4.1.3. Design ... 115

Analisis Perancangan ... 167

4.2.1. Analisis Desain Media Sosial ... 167

4.2.2. Analisis Desain Media KRL ... 177

4.2.3. Analisis Desain E-poster Browser ... 179

4.2.4. Analisis Desain Website ... 180

4.2.5. Analisis Desain Brosur ... 184

4.2.6. Analisis Desain Stiker Aspal ... 185

4.2.7. Analisis Desain Merchandise ... 187

Budgeting ... 192

BAB V PENUTUP ... 194

Kesimpulan ... 194

Saran ... 195

(12)

xii

DAFTAR PUSTAKA ... XIV

(13)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1. Proses AISAS ... 16

Gambar 2.2. Jenis Lipatan ... 21

Gambar 2.3. Simetris ... 22

Gambar 2.4. Asimetris ... 22

Gambar 2.5. Radial ... 22

Gambar 2.6. Hirarki Visual ... 23

Gambar 2.7. Similarity ... 25

Gambar 2.8. Proximity ... 26

Gambar 2.9. Continuity ... 26

Gambar 2.10. Closure ... 26

Gambar 2.11. Continuing line ... 27

Gambar 2.12. Figure and ground ... 28

Gambar 2.13. Additive color ... 29

Gambar 2.14. Tactile texture dan visual texture ... 30

Gambar 2.15. Anatomi Huruf ... 31

Gambar 2.16. Berat ... 32

Gambar 2.17. Proporsi ... 33

Gambar 2.18. Kemiringan ... 33

Gambar 2.19. Oldstyle ... 34

Gambar 2.20. Modern ... 35

Gambar 2.21. Slab serif ... 35

Gambar 2.22. Sans serif ... 35

(14)

xiv

Gambar 2.23. Script ... 36

Gambar 2.24. Dekoratif ... 36

Gambar 2.25. Anatomi Grid... 38

Gambar 2.26. Single column/manuscript grid ... 39

Gambar 2.27. Multicolumn grids ... 39

Gambar 2.28. Modular grids ... 40

Gambar 2.29. Hierarchical grids ... 40

Gambar 2.30. Baseline grids ... 41

Gambar 2.31. Compound grids ... 41

Gambar 3.2. Logo Museum M.H. Thamrin ... 48

Gambar 3.3. Wawancara dengan Kasatpel Museum M.H. Thamrin ... 51

Gambar 3.4. Wawancara dengan Tour Guide Museum M.H. Thamrin ... 58

Gambar 3.5. Wawancara dengan pengunjung Museum M.H. Thamrin ... 61

Gambar 3.6. Patung dan Kutipan M.H. Thamrin ... 64

Gambar 3.7. Prasasti Museum M.H. Thamrin ... 64

Gambar 3.8. Denah alur Museum M.H. Thamrin ... 65

Gambar 3.9. Peninggalan M.H. Thamrin ... 66

Gambar 3.10. Ruang Tamu M.H. Thamrin ... 66

Gambar 3.11. Foto tokoh nasional dan Lukisan M.H. Thamrin... 67

Gambar 3.12. Alat Musik Trombone dan Tambur ... 67

Gambar 3.13. Ruang Audio Visual ... 68

Gambar 3.14. Ruang Perpustakaan ... 68

Gambar 3.15. Replika Biola W.R. Supratman ... 69

(15)

xv

Gambar 3.16. Kesalahan teknis pada website Museum Kesejarahan Jakarta ... 70

Gambar 3.17. Media sosial Instagram Museum Kesejarahan Jakarta ... 71

Gambar 3.18. Leaflet dan DVD Museum M.H. Thamrin ... 71

Gambar 3.19. Peta Museum M.H. Thamrin ... 72

Gambar 3.20. Chicago History Museum ... 73

Gambar 3.21. Poster Chicago History Museum ... 74

Gambar 3.22. Kontes foto Chicago History Museum ... 75

Gambar 3.23. Website Chicago History Museum ... 75

Gambar 3.24. Anne Frank House ... 76

Gambar 3.25. Website pada tampilan smartphone ... 76

Gambar 3.26. Virtual tour pada website ... 77

Gambar 3.27. Museum Dewantara Kirti Griya ... 78

Gambar 3.28. Website dan Instagram Museum Dewantara ... 79

Gambar 3.29. Diagram mengenai usia responden ... 81

Gambar 3.30. Diagram pengetahuan responden mengenai M.H. Thamrin ... 81

Gambar 3.31. Diagram pengetahuan responden mengenai museum ... 82

Gambar 3.32. Diagram media promosi Museum M.H. Thamrin ... 82

Gambar 3 33. Grafik informasi suatu objek wisata ... 83

Gambar 4.1. Mind map Positioning ... 95

Gambar 4.2. Mind map Museum M.H. Thamrin ... 106

Gambar 4.3. Mind map kata “tersembunyi” ... 107

Gambar 4.4. Mind map kata “memori” ... 107

Gambar 4.5. Mind map Mohammad Hoesni Thamrin ... 108

(16)

xvi

Gambar 4.6. Mind map kata “berani” ... 109

Gambar 4.7. Moodboard ... 111

Gambar 4.8. Moodboard Pengunjung Museum M.H. Thamrin ... 111

Gambar 4.9. Warna Perancangan ... 116

Gambar 4.10. Warna turunan ... 116

Gambar 4.11. Referensi Visual ... 117

Gambar 4.12. Sketsa Visual Aset ... 118

Gambar 4.13. Baloo Regular Typeface ... 124

Gambar 4.14. Font Family Metropolis ... 124

Gambar 4.15. Typeface Kingthings Trypewriter 2 ... 125

Gambar 4.16. Multi-column Grid ... 126

Gambar 4.17. Modular Grid... 127

Gambar 4.18. Sketsa eksplorasi perancangan ... 128

Gambar 4.19. Grid perancangan attention phase ... 128

Gambar 4.20. Eksplorasi perancangan dengan grid ... 129

Gambar 4.21. Sketsa visual attention phase ... 130

Gambar 4.22. Sketsa Instagram story ads ... 131

Gambar 4.23. Grid untuk Instagram story ads ... 131

Gambar 4.24. Storyboard Instagram story ... 132

Gambar 4.25. Penerapan grid pada Instagram story ads ... 133

Gambar 4.26. Hasil akhir Instagram story ads visual pertama frame 1-4 ... 133

Gambar 4.27. Hasil akhir Instagram story ads visual kedua frame 1-4 ... 134

Gambar 4.28. Sketsa Facebook ads ... 134

(17)

xvii

Gambar 4.29. Facebook ads multi-column grid ... 134

Gambar 4.30. Penerapan grid pada Facebook ads ... 135

Gambar 4.31. Hasil akhir perancangan Facebook ads ... 135

Gambar 4.32. Sketsa visual hanging alley dan macroad linikini ... 135

Gambar 4.33. Grid untuk hanging alley dan macroad linikini ... 136

Gambar 4.34. Penerapan grid pada media macroad linikini ... 136

Gambar 4.35. Hasil akhir visual hanging alley dan macroad linikini ... 137

Gambar 4.36. Sketsa wall branding... 137

Gambar 4.37. Grid untuk wall branding ... 137

Gambar 4.38. Penempatan grid pada wall branding ... 138

Gambar 4.39. Hasil akhir wall branding ... 138

Gambar 4.40. Sketsa untuk adbox stasiun ... 139

Gambar 4.41. Grid untuk Adbox stasiun ... 139

Gambar 4.42. Penerapan grid pada media adbox stasiun ... 139

Gambar 4.43. Hasil akhir visual adbox stasiun KRL ... 140

Gambar 4.44. Sketsa brosur ... 140

Gambar 4.45. grid pada brosur ... 140

Gambar 4.46. Penempatan grid pada bagian depan brosur ... 141

Gambar 4.47. Hasil final media brosur ... 142

Gambar 4.48. Sketsa tahap interest ... 142

Gambar 4.49. Grid pada E-poster pada browser ... 143

Gambar 4.50. Digitalisasi pertama ... 144

Gambar 4.51. Digitalisasi kedua... 144

(18)

xviii

Gambar 4.52. Hasil final tahap interest ... 145

Gambar 4.53. Grid Instagram page ... 146

Gambar 4.54. Konten Instagram page ... 147

Gambar 4.55. Instagram post 1-3 ... 148

Gambar 4.56. Instagram post 4-6 ... 148

Gambar 4.57. Instagram post 7-9 ... 149

Gambar 4.58. Hasil akhir perancangan Instagram page ... 149

Gambar 4.59. Postingan slideshow lainnya ... 150

Gambar 4.60. Facebook banner grid ... 150

Gambar 4.61. Penerapan grid pada Facebook banner ... 151

Gambar 4.62. Hasil akhir Facebook banner ... 151

Gambar 4.63. Grid web site... 152

Gambar 4.64. Wireframe web site ... 152

Gambar 4.65. Hasil akhir web site (menu) ... 154

Gambar 4.66. Hasil akhir web site (beranda dan sejarah) ... 154

Gambar 4.67. Hasil akhir web site (artikel) ... 154

Gambar 4.68. Hasil akhir web site (koleksi) ... 155

Gambar 4.69. Hasil akhir web site (kegiatan dan informasi) ... 155

Gambar 4.70. Hasil akhir web site (e-mail subscribe) ... 155

Gambar 4.71. Sketsa visual photo challenge per media ... 156

Gambar 4.72. Penempatan grid pada Facebook page... 157

Gambar 4.73. Hasil akhir Facebook page untuk photo challenge... 157

Gambar 4.74. Hasil akhir web site untuk photo challenge ... 158

(19)

xix

Gambar 4.75. Hasil akhir Instagram post untuk photo challenge ... 158

Gambar 4.76. Penerapan grid pada Instagram post tentang ambient media ... 159

Gambar 4.77. Instagram post tentang ambient media... 159

Gambar 4.78. Penempatan grid pada stiker aspal ... 160

Gambar 4.79. Hasil final stiker aspal ... 161

Gambar 4.80. Sketsa Bingo ... 161

Gambar 4.81. Modular grid untuk Instagram story bingo ... 162

Gambar 4.82. Penerapan modular grid pada Instagram story ... 163

Gambar 4.83. Hasil final Instagram story bingo ... 163

Gambar 4.84. Gif sticker Instagram per frame ... 164

Gambar 4.85. Penerapan aset visual pada lanyard ... 165

Gambar 4.86. Penerapan aset visual pada Jakcard ... 165

Gambar 4.87. Instagram story ads ... 168

Gambar 4.88. Instagram page ... 170

Gambar 4.89. Photo challenge Instagram post ... 171

Gambar 4.90. Postingan pertama dan kedua ... 171

Gambar 4.91. Bingo Instagram story ... 173

Gambar 4.92. Gif stickers pada Instagram ... 173

Gambar 4.93. Photo challenge pada Facebook page ... 175

Gambar 4.94. Facebook page ... 176

Gambar 4.95. Facebook ads ... 177

Gambar 4.96. Wall branding ... 178

Gambar 4.97. Penempatan media poster pada KRL dan stasiun KRL ... 179

(20)

xx

Gambar 4.98. E-poster pada browser ... 180

Gambar 4.99. Web site beranda ... 181

Gambar 4.100. Hierarki baca mata ... 183

Gambar 4.101. Cover depan dan belakang brosur ... 184

Gambar 4.102. Brosur Museum M.H. Thamrin ... 185

Gambar 4.103. Penempatan stiker pada aspal di depan RW 04 ... 186

Gambar 4.104. Penempatan stiker di persimpangan jalan kenari 1 dan 2 ... 186

Gambar 4.105. Penempatan stiker pada aspal di depan halte bus Salemba UI ... 187

Gambar 4.106. Penempatan stiker pada aspal di depan museum M.H. Thamrin 187 Gambar 4.107. Totebag ... 188

Gambar 4.108. Lanyard ... 188

Gambar 4.109. Jakcard... 189

Gambar 4.110. Topi ... 190 Gambar 4.111. Notebook 191

(21)

xxi

DAFTAR TABEL

Tabel 3.1. Data pengunjung Museum M.H. Thamrin tahun 2015-2019... 48

Tabel 4.1. Media, role, key messege ... 101

Tabel 4.2. Media Plan Perancangan ... 105

Tabel 4.3. Digitalisasi Aset Visual ... 118

Tabel 4.4. Media tahapan attention ... 127

Tabel 4.5. Biaya Desain ... 192

Tabel 4.6. Biaya online ads ... 192

Tabel 4.7. Biaya offline ads ... 193

Tabel 4.8. Biaya merchandise ... 193

(22)

xxii

DAFTAR LAMPIRAN

LAMPIRAN A: KARTU KONSULTASI BIMBINGAN TUGAS

AKHIR/SKRIPSI……….. XVIII LAMPIRAN B: KUESIONER………... XXI LAMPIRAN C: DATA PENGUNJUNG………... XIV LAMPIRAN D: TRANSKRIP WAWANCARA……….. XVI

Referensi

Dokumen terkait

asset, leverage, dan opini audit terhadap audit delay yang diberi judul Pengaruh Profitabilitas, Total Aset, Leverage dan Opini Auditor Terhadap Audit Delay ( Studi Empiris

Pengambilan nilai α=10 -7 , juga merupakan keputusan yang tidak bagus, karena pada lucutan nyala seperti disebutkan di atas menjadi tidak stabil, karena

Protective factor dari perkembangan hidup pelaku yang paling utama adalah perhatian dan kepedulian orangtua (parental affection), menumbuhkan kedekatan emosional

Sedangkan menurut Berkowitz (2005), agresi ialah tindakan melukai yang disengaja oleh seseorang/institusi terhadap orang/institusi lain yang sejatinya disengaja.

Diagram blok sistem terdiri dari blok rangkaian sensor pergeseran tanah (terdiri dari fotodioda dan LED yang dihubungkan dengan pegas) yang menjadi sistem untuk

tabel pada taraf signifikan 0,5% yaitu : Hal ini dapat disimpulka bahwa data pre- test pada kelas eksperimen berdistribusi normal. Data hasil pre-test kelas

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan di SSB Kabupaten Kudus dapat disimpulkan bahwa: Pembinaan SSB di Kabupaten Kudus belum berkriteria baik

terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan bakiak terhadap perkembangan sosial anak usia dini kelompok B di TK Nusa Indah Palembang. Perkembangan sosial