58
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Data Objek Penelitian 3.1.1 Lokasi Objek Penelitian
Struktur bangunan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah Gedung Apartemen Begawan Malang Grid 7 - 17. Gedung ini berlokasi di Jl. Tlogomas No.
1-3, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.
Gambar 3. 1. Lokasi Gedung Objek Penelitian Sumber: GoogleMaps
3.1.2 Data Teknis Bangunan
Data umum bangunan Gedung Apartemen Begawan Grid 7 – 17 adalah sebagai berikut:
1. Tinggi bangunan : 68,25 m
2. Elevasi,
Tabel 3. 1 Elevasi Gedung Apartemen Begawan
No Lantai Elevasi No Lantai Elevasi
1 LG Floor -4,125 12 Lantai 12 +36.750
2 Ground Floor ±0.000 13 Lantai 13 +39.900
3 UG Floor +4.200 14 Lantai 14 +43.050
4 Lantai 3 +8.400 15 Lantai 15 +46.200
5 Lantai 4 +11.550 16 Lantai 16 +49.350
6 Lantai 5 +14.700 17 Lantai 17 +52.500
7 Lantai 6 +17.850 18 Lantai 18 +55.650
8 Lantai 7 +21.000 19 Lantai 19 +58.800
9 Lantai 8 +24.150 20 Lantai 20 +61.950
10 Lantai 9 +27.300 21 Roof Floor +65.100
11 Lantai 10 +30.450 22 Roof Top +68.250
12 Lantai 11 +33.600
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan 3. Jumlah bay portal,
• Memanjang : 11
• Melintang : 4
4. Panjang : 65 m
5. Lebar : 11,6 m 3.1.3 Data Mutu Bahan/Material
Adapun Mutu Bahan/Material Yang Digunakan yaitu sebagai berikut:
Tabel 3. 2 Data Teknis Mutu Bahan/Material
No Uraian Keterangan
1 Beton Flatslab F’c = 30 Mpa
2 Beton Balok + Plat F’c = 30 Mpa
3 Beton Kolom F’c = 35 Mpa
4 Beton Shear Wall F’c = 35 Mpa
5 Baja Tulangan Flatslab BJTD 40
6 Baja Tulangan Balok + Plat BJTD 40, BJTD 50
7 Baja Tulangan Kolom BJTD 40, BJTD 50
8 Baja Tulangan Shear Wall BJTD 40, BJTD 50
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
3.1.4 Data Penyelidikan Tanah
Penyelidikan tanah berupa 11 titik bor sedalam 40 m untuk keperluan Soil Test (SPT dan laboratory test) dan 10 titik sondir-ringan. Medan penyelidikan tanah berupa tanah berkontur yang sebagian telah dibangun. Titik-titik bor dan sondir untuk keperluan soil test dapat dilihat pada Gambar 3.2. Kooordinat dan elevasi titik-titik tersebut disediakan dalam Tabel 3.2.
Tabel 3. 3 Koordinat dan Elevasi Titik-titik Penyelidikan Tanah
Soil Test Sondir
Titik X Y Z Titik X Y Z
DB1 30.37 129.45 534 S1 40.28 92.3 537
DB2 39.83 101.04 537 S2 39.99 119.35 534
DB3 60.55 60.66 537 S3 57.98 96.8 537
DB4 92.19 47.98 537 S4 97.32 65.23 536
DB5 73.75 82.35 537 S5 49.97 134.56 535
DB6 97.45 88.07 535 S6 75.17 108.13 535
DB7 78.56 105.93 535 S7 94.17 90.28 535
DB8 54.94 128.65 535 S8 100.91 129.77 527
DB9 81.75 151.65 527 S9 84.57 151.13 527
DB10 101.94 134.24 527 S10 125.67 113.09 528
DB11 122.94 114.56 528
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Gambar 3. 2 Soil Test Map
Sumber: Sarana Data Persada,2017
3.1.4.1 Boring
Pengeboran dilaksanakan secara rotary drilling dengan mesin bor YSO-1.
Untuk stabilitas dinding lubang bor dipakai lumpur bor yang pekat. Undisturbed sampling diambil secara open drive sampling dengan menggunakan thin walled sampler 𝜙73mm – 60 mm dengan area ratio <10%.
Adapun contoh tanah terganggu (disturbed) didapat dari uji Standard Penetration Test (SPT) yang dilakukan pada tiap interval 1,5m. Uji SPT ini dilakukan dengan menggunakan automated trip hammer yang berukuran standard.
Hasil boring beberapa titik sample disajikan dalam tabel berikut:
Tabel 3. 4 Data SPT Titik DB 1
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 lunak, coklat,
lumpur tanah liat
2 1,5 0,75
3 3 1,5 0,5
4,5 4 1,5 0,375
6 sangat kaku,
coklat, tanah liat berlumpur + kerikil
26 1,5 0,057692
7,5 21 1,5 0,071429
9 sangat kaku,
coklat, tanah liat berlumpur
9 1,5 0,166667
10,5 16 1,5 0,09375
12 12 1,5 0,125
13,5 batu 15 1,5 0,1
15 keras, abu-abu,
lanau berpasir + kerikil
52 1,5 0,028846
16,5 57 1,5 0,026316
18 keras, abu-abu,
lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 batu 75 1,5 0,02
Tabel 3. 5 Data SPT Titik DB 1 (lanjutan)
22,5 keras, abu-abu,
lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,614699
N 15,48935171
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 6 Data SPT di Titik DB2
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 lunak hingga
keras, coklat, lumpur tanah liat
2 1,5 0,75
3 5 1,5 0,3
4,5 7 1,5 0,214286
6 5 1,5 0,3
7,5 5 1,5 0,3
9 keras, coklat,
tanah liat berlumpur
7 1,5 0,214286
10,5 5 1,5 0,3
12 4 1,5 0,375
13,5 sangat kaku,
coklat, tanah liat berlumpur + kerikil
29 1,5 0,051724
15 keras, abu-abu,
lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
16,5 75 1,5 0,02
18 batu 65 1,5 0,023077
Tabel 3. 7 Data SPT di Titik DB2 (lanjutan)
19,5 keras, abu-abu,
lumpur berpasir + kerikil
47 1,5 0,031915
21 55 1,5 0,027273
22,5 batu 65 1,5 0,023077
24 keras, abu-abu,
lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 56 1,5 0,026786
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 3,197423
N 12,66645
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 8 Data SPT di Titik DB3 (lanjutan)
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 keras sampai kaku, coklat, lumpur tanah liat
4 1,5 0,375
3 7 1,5 0,214286
4,5 5 1,5 0,3
6 9 1,5 0,166667
7,5 11 1,5 0,136364
9 keras, coklat, tanah liat berlumpur
7 1,5 0,214286
10,5 6 1,5 0,25
12 kaku, coklat, lumpur
21 1,5 0,071429
13,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
Tabel 3. 9 Data SPT di Titik DB3 (lanjutan)
15 keras, abu-abu,lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
16,5 75 1,5 0,02
18 75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 batu 75 1,5 0,02
25,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 batu 75 1,5 0,02
31,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,10803
N 19,21225
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 10 Data SPT di Titik DB4
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 padat, coklat, lumpur tanah liat
4 1,5 0,375
3 5 1,5 0,3
4,5 7 1,5 0,214286
6 kaku, coklat, lumpur
11 1,5 0,136364
7,5 keras, coklat, tanah liat berlumpur
4 1,5 0,375
9 6 1,5 0,25
10,5 8 1,5 0,1875
12 sangat kaku, coklat, lumpur
20 1,5 0,075
13,5 batu 28 1,5 0,053571
Tabel 3. 11 Data SPT di Titik DB4 (lanjutan)
15 keras, abu-abu,lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
16,5 batu 75 1,5 0,02
18 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,326721
N 17,40647
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 12 Data SPT di Titik DB5
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 keras sampai kaku, coklat, lumpur tanah liat
4 1,5 0,375
3 4 1,5 0,375
4,5 7 1,5 0,214286
6 8 1,5 0,1875
7,5 9 1,5 0,166667
9 11 1,5 0,136364
Tabel 3. 13 Data SPT di Titik DB5 (lanjutan)
10,5 kaku, coklat,tanah liat berlumpur
10 1,5 0,15
12 9 1,5 0,166667
13,5 10 1,5 0,15
15 sangat kaku, coklat, lanau + kerikil
25 1,5 0,06
16,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
18 75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 batu 75 1,5 0,02
24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 batu 75 1,5 0,02
36 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,321483
N 17,44575
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 14 Data SPT DB6
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 keras, coklat, lumpur tanah liat + kerikil
5 1,5 0,3
3 4 1,5 0,375
4,5 4 1,5 0,375
6 5 1,5 0,3
7,5 5 1,5 0,3
9 4 1,5 0,375
0,5 4 1,5 0,375
12 sangat kkeras, coklat, lumpur berpasir
16 1,5 0,09375
13,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
15 75 1,5 0,02
16,5 75 1,5 0,02
18 7 1,5 0,02
19,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,87375
N 14,09308
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 15 Data SPT Titik DB7
Kedalaman (m) Deskripsi Tanah N-SPT di (m) di/Ni 1,5 lunak hingga keras,
coklat, lumpur tanah liat
2 1,5 0,75
3 3 1,5 0,5
4,5 7 1,5 0,214286
6 sangat kaku, coklat, lumpur berpasir
20 1,5 0,075
7,5 24 1,5 0,0625
9 keras sampai kaku, coklat, tanah liat berlumpur
6 1,5 0,25
10,5 10 1,5 0,15
12 8 1,5 0,1875
13,5 batu 11 1,5 0,136364
15 padat, coklat, pasir halus
43 1,5 0,034884
16,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
18 75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,700534
N 14,99703
Sumber: Sarana Data Persada, 201
Tabel 3. 16 Data SPT Titik DB8
Kedalaman (m) Deskripsi Tanah N-SPT di (m) di/Ni 1,5 lunak hingga keras,
coklat, lumpur tanah liat
3 1,5 0,5
3 4 1,5 0,375
4,5 8 1,5 0,1875
6 sangat kaku, coklat, liat berlumpur + kerikil
25 1,5 0,06
7,5 kaku, coklat, liat berlumpur
12 1,5 0,125
9 16 1,5 0,09375
10,5 sangat kaku, coklat, lumpur berpasir
28 1,5 0,053571
12 Batu 17 1,5 0,088235
13,5 sangat kaku, coklat, liat berlumpur
22 1,5 0,068182
15 batu 29 1,5 0,051724
16,5 keras, abu-abu, lanau berpasir + kerikil
32 1,5 0,046875
18 38 1,5 0,039474
19,5 43 1,5 0,034884
21 60 1,5 0,025
22,5 41 1,5 0,036585
24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,02578
N 19,9923
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 17 Data SPT di Titik DB9
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 keras, coklat, lumpur tanah liat + kerikil
4 1,5 0,375
3 4 1,5 0,375
4,5 4 1,5 0,375
6 5 1,5 0,3
7,5 7 1,5 0,214286
9 kaku, coklat, lumpur
9 1,5 0,166667
10,5 batu 11 1,5 0,136364
12 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
13,5 batu 75 1,5 0,02
15 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
16,5 batu 75 1,5 0,02
18 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
19,5 batu 75 1,5 0,02
21 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 batu 75 1,5 0,02
Tabel 3. 18 Data SPT di Titik DB9 (lanjutan)
33 keras, abu-abu,lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 2,342316
N 17,29058
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 19 Data SPT di Titik DB10
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 kaku, coklat, lumpur tanah liat + kerikil
14 1,5 0,107143
3 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
4,5 75 1,5 0,02
6 Batu 65 1,5 0,023077
7,5 keras, coklat, lanau berpasir
40 1,5 0,0375
9 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
10,5 75 1,5 0,02
12 Batu 75 1,5 0,02
13,5 75 1,5 0,02
15 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
16,5 75 1,5 0,02
18 75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 batu 75 1,5 0,02
22,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
Tabel 3. 20 Data SPT di Titik DB10 (lanjutan)
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 0,64772
N 62,52704
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Tabel 3. 21 Data SPT di Titik DB11
Kedalaman (m) DeskripsiTanah
N-SPT di (m) di/Ni
1,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
3 batu 75 1,5 0,02
4,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
6 75 1,5 0,02
7,5 keras, coklat, lanau berpasir
36 1,5 0,041667
9 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
10,5 75 1,5 0,02
12 75 1,5 0,02
13,5 75 1,5 0,02
15 75 1,5 0,02
16,5 batu 75 1,5 0,02
Tabel 3. 22 Data SPT di Titik DB11 (lanjutan)
18 keras, abu-abu,lumpur berpasir + kerikil
75 1,5 0,02
19,5 75 1,5 0,02
21 75 1,5 0,02
22,5 75 1,5 0,02
24 75 1,5 0,02
25,5 75 1,5 0,02
27 75 1,5 0,02
28,5 75 1,5 0,02
30 75 1,5 0,02
31,5 75 1,5 0,02
33 75 1,5 0,02
34,5 75 1,5 0,02
36 75 1,5 0,02
37,5 75 1,5 0,02
39 75 1,5 0,02
40 75 1,5 0,02
Jumlah (Ʃ) 40,5 0,561667
N 72,10682
Sumber: Sarana Data Persada, 2017 Contoh perhitungan pada tabel 3.3 :
𝑁̅ =
∑ =1 𝑑𝑖𝑛𝑖∑ =1 𝑛𝑖 𝑁𝑖𝑑𝑖
=
40,52,615
= 𝟏𝟓, 𝟒𝟖𝟗𝟑𝟓𝟏𝟕𝟏
Tabel 3. 23 Rekapitulasi Nilai N
No Titik Pengeboran Nilai N
1 DB1 15,48935171
2 DB2 12,66645
3 DB3 19,21225
4 DB4 17,40647
5 DB5 17,44575
6 DB6 14,09308
7 DB7 14,99703
8 DB8 19,9923
9 DB9 17,29058
10 DB10 62,52704
11 DB11 72,10682
Rata-rata 25,74792
Sumber: Sarana Data Persada, 2017
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa DB1 sampai DB11 data penyelidikan tanah menghasilkan nilai 𝑁̅ 15 – 50 sehingga merujuk pada Tabel 5 – Klasifikasi Situs SNI 1726:2019 dapat disimpulkan bahwa Gedung Apartemen Begawan memiliki kelas situs Tanah Sedang (SD).
3.1.5 Data Wilayah Gempa
Data wilayah gempa guna menetukan nilai spektral percepatan Ss dan S
1dapat ditentukan melalui peta gempa dari SNI 1726:2019 dapat diperoleh dari bantuan aplikasi Desain Spektra Indonesia yang bisa diakses melalui link:
(puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spektra_indonesia_2011/).
Gambar 3. 3 Contoh Penampang Tanah melalui Irisan DB8-DB7-DB6
Gambar 3. 4 Grafik Percepatan Respon Spektra Gedung Apartemen Begawan
Sumber: puskim.pu.go.id
76
3.1.6 Gambar Bangunan
Gambar 3. 5 Denah Gedung Apartemen Begawan Grid 7 – 17
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
77
Gambar 3. 6 General Eelevation Gedung Apartemen Begawan
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
78
Gambar 3. 7 General Section 01
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
79
Gambar 3. 8 General Section 02
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
80
Gambar 3. 9 General Section 03
Sumber: Pengelola Apartemen Begawan
3.2 Alur Perencanaan 3.2.1 Studi Literatur
Peraturan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. SNI 1726 : 2019 tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur Gedung dan nongedung.
2. SNI 2847 : 2019 tentang Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung.
3. SNI 1727 : 2013 tentang Beban minimum untuk perancangan bangunan Gedung dan struktur lainnya
4. Guideline for the Design of Seismic Isolation Systems for Building, New Zealand Society for Earthquake Engineering 2019
5. Guidelines for Performance-Based Seismic Design of Tall Building, Pasific Earthquake Engineering Center 2017
6. Fundamental Earthquake Engineering, Roberto Villaverde
3.2.2 Pengumpulan Data
Data yang diperoleh berupa data penyelidikan tanah, dan data gambar struktur atas.
3.2.3 Permodelan Struktur
Permodelan struktur yaitu permodelan struktur dengan base isolation system. Pada permodelan struktur terisolasi, sebelum dilakukan permodelan dilakukan re-design struktural berupa perubahan dimensi balok, kolom dan penambahan base slab serta desain Lead Rubber Bearing.
3.2.4 Pembebanan
Pembebanan pada struktur mengacu pada Pasal 4.2.2 SNI 1726 : 2019, yang meliputi kombinasi pembebanan untuk beban mati, beban hidup dan beban gempa.
Adapun kombinasi pembebanan yang digunakan adalah:
1. 1,4 D
2. 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (L
ratau R)
3. 1,2 D + 1,6 (L
ratau R) + (L atau 0,5 W) 4. 1,2 D + 1,0 W + L + 0,5 (L
ratau R) 5. 0,9 D + 1,0 W
Beban-beban yang digunakan pada struktur yang ditinjau dapat dijabarkan sebagai berikut:
3.2.4.1 Beban Mati
Beban mati yang digunakan adalah berat total elemen struktur dan atap ditambah dengan elemen tambahan (Super Imposed Dead Load) yang terdiri dari Ducting mekanikal (0,19 kN/m
2), lapisan aspal (0,1 kN/m
2), berat plafon (0,1 kN/m
2), keramik + spesi (0,77 kN/m
2), dinding bata ringan (0,65 kN/m
2), dan plumbing (0,1 kN/m
2).
3.2.4.2 Beban Hidup
Beban hidup yang digunakan berdasarkan pada fungsi bangunan, yaitu Gedung hunian (apartemen) sehingga beban hidup plat lantai (0,19 kN/m
2), dengan beban hidup atap (0,19 kN/m
2).
3.2.4.3 Beban Gempa
Beban gempa yang digunakan sesuai dengan fungsi dan kategori resiko Gedung, lokasi serta jenis tanah Gedung, mengacu pada SNI 1726 : 2019.
Gedung Apartemen Begawan terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Gedung Apartemen Begawan termasuk sebagai bangunan yang berfungsi sebagai hunian Apartemen digolongkan dalam kategori resiko II dan memiliki faktor keutamaan gempa (Ie)1,0. Disamping itu pada persyaratan struktur Gedung dengan sistem isolasi, nilai Ie yang digunakan adalah 1 tanpa membedakan kategori resiko yang diterapkan. (Pasal 12.2.1 SNI 1726 : 2019).
Khusus pada struktur gedung dengan base isolator, nilai respons spektra
yang diperoleh harus dibagi dengan faktor pereduksi (BD). Nilai respons spektra
yang sudah ada perlu direduksi karena nilai respons spektra dibuat berdasarkan
koefisien redaman default sebesar 5%, sehingga jika diterapkan pada struktur dengan koefisien redaman lebih besar perlu direduksi.
3.2.5 Analisa Respons Spektrum & Pengecekan Output
Analisa respons spektrum mengacu pada ketentuan-ketentuan di SNI 1726 : 2019. Output dari analisa respons spektrum adalah respons struktur konvensional dan terisolasi terhadap gempa, yaitu simpangan, drift, gaya geser, dan momen guling. Selain itu juga dilaksanakan perbandingan output gaya-gaya dalam pada elemen struktural. Kontrol terhadap respons struktur, seperti simpangan, simpangan antar lantai, drift index, dilaksanakan dengan mengacu pada SNI 1726-2019.
3.2.6 Perhitungan Base isolator
Tipe base isolator yang digunakan pada struktur tergantung pada besarnya gaya aksial pada masing-masing kolom dasar. Prosedur perhitungan base isolator mengacu pada Guideline for the Design of Seismic Isolation System for Building oleh New Zealand Society for Earthquake Engineering, Earthquake Commission, Ministry of Bussiness, Innovation and Employment. Setelah target periode ditentukan, maka dimensi dan properti mekanik dapat dihitung. Mengingat properti rasio redaman efektif hanya dapat diperoleh dari grafik hysteresis loop melalui tes dinamik pada spesimen bearing di laboratorium, maka properti rasio redaman efektif (ξeff) diperoleh dari katalog produk produsen Lead Rubber Bearing asal Italia (FIP Industriale) dengan mengacu pada simpangan rencana dan beban aksial yang diterima oleh base isolator. Setelah base isolator yang akan digunakan diperoleh, maka kekakuan efektif, post yield stiffening ratio, dan kekakuan awal masing-masing base isolator dihitung sebagai bahan input pada aplikasi ETABS.
3.2.7 Perhitungan Detailing pada Balok dan Kolom
Setelah analisa respons spektrum pada struktur gedung dengan base isolator
dilaksanakan, maka dilaksanakan perhitungan penulangan dan pengekang pada
kolom dan balok, dengan mengacu pada SNI 2847-2019.
3.2.8 Kesimpulan
Kesimpulan output analisa respons spektrum struktur gedung dengan base
isolator, meliputi simpangan, simpangan antar lantai, drift index, gaya geser tingkat
(shear storey), dan momen guling (overturning moment), gaya-gaya dalam pada
elemen struktural, serta hasil kontrol atas output di atas berdasarkan SNI 1726-
2019, design Lead Rubber Bearing dan metode pelaksanaan pekerjaan. Tahapan-
tahapan yang digunakan dalam perencanaan tertera pada Gambar 3.1.
Gambar 3. 10. Diagram Alir Perencanaan