• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Gambar Lokasi Gedung Objek Penelitian Sumber: GoogleMaps

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Gambar Lokasi Gedung Objek Penelitian Sumber: GoogleMaps"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

58

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Data Objek Penelitian 3.1.1 Lokasi Objek Penelitian

Struktur bangunan yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah Gedung Apartemen Begawan Malang Grid 7 - 17. Gedung ini berlokasi di Jl. Tlogomas No.

1-3, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang.

Gambar 3. 1. Lokasi Gedung Objek Penelitian Sumber: GoogleMaps

3.1.2 Data Teknis Bangunan

Data umum bangunan Gedung Apartemen Begawan Grid 7 – 17 adalah sebagai berikut:

1. Tinggi bangunan : 68,25 m

2. Elevasi,

(2)

Tabel 3. 1 Elevasi Gedung Apartemen Begawan

No Lantai Elevasi No Lantai Elevasi

1 LG Floor -4,125 12 Lantai 12 +36.750

2 Ground Floor ±0.000 13 Lantai 13 +39.900

3 UG Floor +4.200 14 Lantai 14 +43.050

4 Lantai 3 +8.400 15 Lantai 15 +46.200

5 Lantai 4 +11.550 16 Lantai 16 +49.350

6 Lantai 5 +14.700 17 Lantai 17 +52.500

7 Lantai 6 +17.850 18 Lantai 18 +55.650

8 Lantai 7 +21.000 19 Lantai 19 +58.800

9 Lantai 8 +24.150 20 Lantai 20 +61.950

10 Lantai 9 +27.300 21 Roof Floor +65.100

11 Lantai 10 +30.450 22 Roof Top +68.250

12 Lantai 11 +33.600

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan 3. Jumlah bay portal,

• Memanjang : 11

• Melintang : 4

4. Panjang : 65 m

5. Lebar : 11,6 m 3.1.3 Data Mutu Bahan/Material

Adapun Mutu Bahan/Material Yang Digunakan yaitu sebagai berikut:

Tabel 3. 2 Data Teknis Mutu Bahan/Material

No Uraian Keterangan

1 Beton Flatslab F’c = 30 Mpa

2 Beton Balok + Plat F’c = 30 Mpa

3 Beton Kolom F’c = 35 Mpa

4 Beton Shear Wall F’c = 35 Mpa

5 Baja Tulangan Flatslab BJTD 40

6 Baja Tulangan Balok + Plat BJTD 40, BJTD 50

7 Baja Tulangan Kolom BJTD 40, BJTD 50

8 Baja Tulangan Shear Wall BJTD 40, BJTD 50

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(3)

3.1.4 Data Penyelidikan Tanah

Penyelidikan tanah berupa 11 titik bor sedalam 40 m untuk keperluan Soil Test (SPT dan laboratory test) dan 10 titik sondir-ringan. Medan penyelidikan tanah berupa tanah berkontur yang sebagian telah dibangun. Titik-titik bor dan sondir untuk keperluan soil test dapat dilihat pada Gambar 3.2. Kooordinat dan elevasi titik-titik tersebut disediakan dalam Tabel 3.2.

Tabel 3. 3 Koordinat dan Elevasi Titik-titik Penyelidikan Tanah

Soil Test Sondir

Titik X Y Z Titik X Y Z

DB1 30.37 129.45 534 S1 40.28 92.3 537

DB2 39.83 101.04 537 S2 39.99 119.35 534

DB3 60.55 60.66 537 S3 57.98 96.8 537

DB4 92.19 47.98 537 S4 97.32 65.23 536

DB5 73.75 82.35 537 S5 49.97 134.56 535

DB6 97.45 88.07 535 S6 75.17 108.13 535

DB7 78.56 105.93 535 S7 94.17 90.28 535

DB8 54.94 128.65 535 S8 100.91 129.77 527

DB9 81.75 151.65 527 S9 84.57 151.13 527

DB10 101.94 134.24 527 S10 125.67 113.09 528

DB11 122.94 114.56 528

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Gambar 3. 2 Soil Test Map

Sumber: Sarana Data Persada,2017

(4)

3.1.4.1 Boring

Pengeboran dilaksanakan secara rotary drilling dengan mesin bor YSO-1.

Untuk stabilitas dinding lubang bor dipakai lumpur bor yang pekat. Undisturbed sampling diambil secara open drive sampling dengan menggunakan thin walled sampler 𝜙73mm – 60 mm dengan area ratio <10%.

Adapun contoh tanah terganggu (disturbed) didapat dari uji Standard Penetration Test (SPT) yang dilakukan pada tiap interval 1,5m. Uji SPT ini dilakukan dengan menggunakan automated trip hammer yang berukuran standard.

Hasil boring beberapa titik sample disajikan dalam tabel berikut:

Tabel 3. 4 Data SPT Titik DB 1

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 lunak, coklat,

lumpur tanah liat

2 1,5 0,75

3 3 1,5 0,5

4,5 4 1,5 0,375

6 sangat kaku,

coklat, tanah liat berlumpur + kerikil

26 1,5 0,057692

7,5 21 1,5 0,071429

9 sangat kaku,

coklat, tanah liat berlumpur

9 1,5 0,166667

10,5 16 1,5 0,09375

12 12 1,5 0,125

13,5 batu 15 1,5 0,1

15 keras, abu-abu,

lanau berpasir + kerikil

52 1,5 0,028846

16,5 57 1,5 0,026316

18 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 batu 75 1,5 0,02

(5)

Tabel 3. 5 Data SPT Titik DB 1 (lanjutan)

22,5 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,614699

N 15,48935171

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 6 Data SPT di Titik DB2

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 lunak hingga

keras, coklat, lumpur tanah liat

2 1,5 0,75

3 5 1,5 0,3

4,5 7 1,5 0,214286

6 5 1,5 0,3

7,5 5 1,5 0,3

9 keras, coklat,

tanah liat berlumpur

7 1,5 0,214286

10,5 5 1,5 0,3

12 4 1,5 0,375

13,5 sangat kaku,

coklat, tanah liat berlumpur + kerikil

29 1,5 0,051724

15 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

16,5 75 1,5 0,02

18 batu 65 1,5 0,023077

(6)

Tabel 3. 7 Data SPT di Titik DB2 (lanjutan)

19,5 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

47 1,5 0,031915

21 55 1,5 0,027273

22,5 batu 65 1,5 0,023077

24 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 56 1,5 0,026786

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 3,197423

N 12,66645

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 8 Data SPT di Titik DB3 (lanjutan)

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 keras sampai kaku, coklat, lumpur tanah liat

4 1,5 0,375

3 7 1,5 0,214286

4,5 5 1,5 0,3

6 9 1,5 0,166667

7,5 11 1,5 0,136364

9 keras, coklat, tanah liat berlumpur

7 1,5 0,214286

10,5 6 1,5 0,25

12 kaku, coklat, lumpur

21 1,5 0,071429

13,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

(7)

Tabel 3. 9 Data SPT di Titik DB3 (lanjutan)

15 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

16,5 75 1,5 0,02

18 75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 batu 75 1,5 0,02

25,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 batu 75 1,5 0,02

31,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,10803

N 19,21225

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 10 Data SPT di Titik DB4

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 padat, coklat, lumpur tanah liat

4 1,5 0,375

3 5 1,5 0,3

4,5 7 1,5 0,214286

6 kaku, coklat, lumpur

11 1,5 0,136364

7,5 keras, coklat, tanah liat berlumpur

4 1,5 0,375

9 6 1,5 0,25

10,5 8 1,5 0,1875

12 sangat kaku, coklat, lumpur

20 1,5 0,075

13,5 batu 28 1,5 0,053571

(8)

Tabel 3. 11 Data SPT di Titik DB4 (lanjutan)

15 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

16,5 batu 75 1,5 0,02

18 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,326721

N 17,40647

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 12 Data SPT di Titik DB5

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 keras sampai kaku, coklat, lumpur tanah liat

4 1,5 0,375

3 4 1,5 0,375

4,5 7 1,5 0,214286

6 8 1,5 0,1875

7,5 9 1,5 0,166667

9 11 1,5 0,136364

(9)

Tabel 3. 13 Data SPT di Titik DB5 (lanjutan)

10,5 kaku, coklat,

tanah liat berlumpur

10 1,5 0,15

12 9 1,5 0,166667

13,5 10 1,5 0,15

15 sangat kaku, coklat, lanau + kerikil

25 1,5 0,06

16,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

18 75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 batu 75 1,5 0,02

24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 batu 75 1,5 0,02

36 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,321483

N 17,44575

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

(10)

Tabel 3. 14 Data SPT DB6

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 keras, coklat, lumpur tanah liat + kerikil

5 1,5 0,3

3 4 1,5 0,375

4,5 4 1,5 0,375

6 5 1,5 0,3

7,5 5 1,5 0,3

9 4 1,5 0,375

0,5 4 1,5 0,375

12 sangat kkeras, coklat, lumpur berpasir

16 1,5 0,09375

13,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

15 75 1,5 0,02

16,5 75 1,5 0,02

18 7 1,5 0,02

19,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,87375

N 14,09308

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

(11)

Tabel 3. 15 Data SPT Titik DB7

Kedalaman (m) Deskripsi Tanah N-SPT di (m) di/Ni 1,5 lunak hingga keras,

coklat, lumpur tanah liat

2 1,5 0,75

3 3 1,5 0,5

4,5 7 1,5 0,214286

6 sangat kaku, coklat, lumpur berpasir

20 1,5 0,075

7,5 24 1,5 0,0625

9 keras sampai kaku, coklat, tanah liat berlumpur

6 1,5 0,25

10,5 10 1,5 0,15

12 8 1,5 0,1875

13,5 batu 11 1,5 0,136364

15 padat, coklat, pasir halus

43 1,5 0,034884

16,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

18 75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,700534

N 14,99703

Sumber: Sarana Data Persada, 201

(12)

Tabel 3. 16 Data SPT Titik DB8

Kedalaman (m) Deskripsi Tanah N-SPT di (m) di/Ni 1,5 lunak hingga keras,

coklat, lumpur tanah liat

3 1,5 0,5

3 4 1,5 0,375

4,5 8 1,5 0,1875

6 sangat kaku, coklat, liat berlumpur + kerikil

25 1,5 0,06

7,5 kaku, coklat, liat berlumpur

12 1,5 0,125

9 16 1,5 0,09375

10,5 sangat kaku, coklat, lumpur berpasir

28 1,5 0,053571

12 Batu 17 1,5 0,088235

13,5 sangat kaku, coklat, liat berlumpur

22 1,5 0,068182

15 batu 29 1,5 0,051724

16,5 keras, abu-abu, lanau berpasir + kerikil

32 1,5 0,046875

18 38 1,5 0,039474

19,5 43 1,5 0,034884

21 60 1,5 0,025

22,5 41 1,5 0,036585

24 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,02578

N 19,9923

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

(13)

Tabel 3. 17 Data SPT di Titik DB9

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 keras, coklat, lumpur tanah liat + kerikil

4 1,5 0,375

3 4 1,5 0,375

4,5 4 1,5 0,375

6 5 1,5 0,3

7,5 7 1,5 0,214286

9 kaku, coklat, lumpur

9 1,5 0,166667

10,5 batu 11 1,5 0,136364

12 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

13,5 batu 75 1,5 0,02

15 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

16,5 batu 75 1,5 0,02

18 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

19,5 batu 75 1,5 0,02

21 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 batu 75 1,5 0,02

(14)

Tabel 3. 18 Data SPT di Titik DB9 (lanjutan)

33 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 2,342316

N 17,29058

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 19 Data SPT di Titik DB10

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 kaku, coklat, lumpur tanah liat + kerikil

14 1,5 0,107143

3 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

4,5 75 1,5 0,02

6 Batu 65 1,5 0,023077

7,5 keras, coklat, lanau berpasir

40 1,5 0,0375

9 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

10,5 75 1,5 0,02

12 Batu 75 1,5 0,02

13,5 75 1,5 0,02

15 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

16,5 75 1,5 0,02

18 75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 batu 75 1,5 0,02

22,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

(15)

Tabel 3. 20 Data SPT di Titik DB10 (lanjutan)

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 0,64772

N 62,52704

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

Tabel 3. 21 Data SPT di Titik DB11

Kedalaman (m) Deskripsi

Tanah

N-SPT di (m) di/Ni

1,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

3 batu 75 1,5 0,02

4,5 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

6 75 1,5 0,02

7,5 keras, coklat, lanau berpasir

36 1,5 0,041667

9 keras, abu-abu, lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

10,5 75 1,5 0,02

12 75 1,5 0,02

13,5 75 1,5 0,02

15 75 1,5 0,02

16,5 batu 75 1,5 0,02

(16)

Tabel 3. 22 Data SPT di Titik DB11 (lanjutan)

18 keras, abu-abu,

lumpur berpasir + kerikil

75 1,5 0,02

19,5 75 1,5 0,02

21 75 1,5 0,02

22,5 75 1,5 0,02

24 75 1,5 0,02

25,5 75 1,5 0,02

27 75 1,5 0,02

28,5 75 1,5 0,02

30 75 1,5 0,02

31,5 75 1,5 0,02

33 75 1,5 0,02

34,5 75 1,5 0,02

36 75 1,5 0,02

37,5 75 1,5 0,02

39 75 1,5 0,02

40 75 1,5 0,02

Jumlah (Ʃ) 40,5 0,561667

N 72,10682

Sumber: Sarana Data Persada, 2017 Contoh perhitungan pada tabel 3.3 :

𝑁̅ =

∑ =1 𝑑𝑖𝑛𝑖

∑ =1 𝑛𝑖 𝑁𝑖𝑑𝑖

=

40,5

2,615

= 𝟏𝟓, 𝟒𝟖𝟗𝟑𝟓𝟏𝟕𝟏

Tabel 3. 23 Rekapitulasi Nilai N

No Titik Pengeboran Nilai N

1 DB1 15,48935171

2 DB2 12,66645

3 DB3 19,21225

4 DB4 17,40647

5 DB5 17,44575

6 DB6 14,09308

7 DB7 14,99703

8 DB8 19,9923

9 DB9 17,29058

10 DB10 62,52704

11 DB11 72,10682

Rata-rata 25,74792

Sumber: Sarana Data Persada, 2017

(17)

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa DB1 sampai DB11 data penyelidikan tanah menghasilkan nilai 𝑁̅ 15 – 50 sehingga merujuk pada Tabel 5 – Klasifikasi Situs SNI 1726:2019 dapat disimpulkan bahwa Gedung Apartemen Begawan memiliki kelas situs Tanah Sedang (SD).

3.1.5 Data Wilayah Gempa

Data wilayah gempa guna menetukan nilai spektral percepatan Ss dan S

1

dapat ditentukan melalui peta gempa dari SNI 1726:2019 dapat diperoleh dari bantuan aplikasi Desain Spektra Indonesia yang bisa diakses melalui link:

(puskim.pu.go.id/Aplikasi/desain_spektra_indonesia_2011/).

Gambar 3. 3 Contoh Penampang Tanah melalui Irisan DB8-DB7-DB6

(18)

Gambar 3. 4 Grafik Percepatan Respon Spektra Gedung Apartemen Begawan

Sumber: puskim.pu.go.id

(19)

76

3.1.6 Gambar Bangunan

Gambar 3. 5 Denah Gedung Apartemen Begawan Grid 7 – 17

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(20)

77

Gambar 3. 6 General Eelevation Gedung Apartemen Begawan

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(21)

78

Gambar 3. 7 General Section 01

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(22)

79

Gambar 3. 8 General Section 02

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(23)

80

Gambar 3. 9 General Section 03

Sumber: Pengelola Apartemen Begawan

(24)

3.2 Alur Perencanaan 3.2.1 Studi Literatur

Peraturan yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. SNI 1726 : 2019 tentang Tata cara perencanaan ketahanan gempa untuk struktur Gedung dan nongedung.

2. SNI 2847 : 2019 tentang Persyaratan beton struktural untuk bangunan Gedung.

3. SNI 1727 : 2013 tentang Beban minimum untuk perancangan bangunan Gedung dan struktur lainnya

4. Guideline for the Design of Seismic Isolation Systems for Building, New Zealand Society for Earthquake Engineering 2019

5. Guidelines for Performance-Based Seismic Design of Tall Building, Pasific Earthquake Engineering Center 2017

6. Fundamental Earthquake Engineering, Roberto Villaverde

3.2.2 Pengumpulan Data

Data yang diperoleh berupa data penyelidikan tanah, dan data gambar struktur atas.

3.2.3 Permodelan Struktur

Permodelan struktur yaitu permodelan struktur dengan base isolation system. Pada permodelan struktur terisolasi, sebelum dilakukan permodelan dilakukan re-design struktural berupa perubahan dimensi balok, kolom dan penambahan base slab serta desain Lead Rubber Bearing.

3.2.4 Pembebanan

Pembebanan pada struktur mengacu pada Pasal 4.2.2 SNI 1726 : 2019, yang meliputi kombinasi pembebanan untuk beban mati, beban hidup dan beban gempa.

Adapun kombinasi pembebanan yang digunakan adalah:

1. 1,4 D

2. 1,2 D + 1,6 L + 0,5 (L

r

atau R)

(25)

3. 1,2 D + 1,6 (L

r

atau R) + (L atau 0,5 W) 4. 1,2 D + 1,0 W + L + 0,5 (L

r

atau R) 5. 0,9 D + 1,0 W

Beban-beban yang digunakan pada struktur yang ditinjau dapat dijabarkan sebagai berikut:

3.2.4.1 Beban Mati

Beban mati yang digunakan adalah berat total elemen struktur dan atap ditambah dengan elemen tambahan (Super Imposed Dead Load) yang terdiri dari Ducting mekanikal (0,19 kN/m

2

), lapisan aspal (0,1 kN/m

2

), berat plafon (0,1 kN/m

2

), keramik + spesi (0,77 kN/m

2

), dinding bata ringan (0,65 kN/m

2

), dan plumbing (0,1 kN/m

2

).

3.2.4.2 Beban Hidup

Beban hidup yang digunakan berdasarkan pada fungsi bangunan, yaitu Gedung hunian (apartemen) sehingga beban hidup plat lantai (0,19 kN/m

2

), dengan beban hidup atap (0,19 kN/m

2

).

3.2.4.3 Beban Gempa

Beban gempa yang digunakan sesuai dengan fungsi dan kategori resiko Gedung, lokasi serta jenis tanah Gedung, mengacu pada SNI 1726 : 2019.

Gedung Apartemen Begawan terletak di Kota Malang, Jawa Timur. Gedung Apartemen Begawan termasuk sebagai bangunan yang berfungsi sebagai hunian Apartemen digolongkan dalam kategori resiko II dan memiliki faktor keutamaan gempa (Ie)1,0. Disamping itu pada persyaratan struktur Gedung dengan sistem isolasi, nilai Ie yang digunakan adalah 1 tanpa membedakan kategori resiko yang diterapkan. (Pasal 12.2.1 SNI 1726 : 2019).

Khusus pada struktur gedung dengan base isolator, nilai respons spektra

yang diperoleh harus dibagi dengan faktor pereduksi (BD). Nilai respons spektra

yang sudah ada perlu direduksi karena nilai respons spektra dibuat berdasarkan

(26)

koefisien redaman default sebesar 5%, sehingga jika diterapkan pada struktur dengan koefisien redaman lebih besar perlu direduksi.

3.2.5 Analisa Respons Spektrum & Pengecekan Output

Analisa respons spektrum mengacu pada ketentuan-ketentuan di SNI 1726 : 2019. Output dari analisa respons spektrum adalah respons struktur konvensional dan terisolasi terhadap gempa, yaitu simpangan, drift, gaya geser, dan momen guling. Selain itu juga dilaksanakan perbandingan output gaya-gaya dalam pada elemen struktural. Kontrol terhadap respons struktur, seperti simpangan, simpangan antar lantai, drift index, dilaksanakan dengan mengacu pada SNI 1726-2019.

3.2.6 Perhitungan Base isolator

Tipe base isolator yang digunakan pada struktur tergantung pada besarnya gaya aksial pada masing-masing kolom dasar. Prosedur perhitungan base isolator mengacu pada Guideline for the Design of Seismic Isolation System for Building oleh New Zealand Society for Earthquake Engineering, Earthquake Commission, Ministry of Bussiness, Innovation and Employment. Setelah target periode ditentukan, maka dimensi dan properti mekanik dapat dihitung. Mengingat properti rasio redaman efektif hanya dapat diperoleh dari grafik hysteresis loop melalui tes dinamik pada spesimen bearing di laboratorium, maka properti rasio redaman efektif (ξeff) diperoleh dari katalog produk produsen Lead Rubber Bearing asal Italia (FIP Industriale) dengan mengacu pada simpangan rencana dan beban aksial yang diterima oleh base isolator. Setelah base isolator yang akan digunakan diperoleh, maka kekakuan efektif, post yield stiffening ratio, dan kekakuan awal masing-masing base isolator dihitung sebagai bahan input pada aplikasi ETABS.

3.2.7 Perhitungan Detailing pada Balok dan Kolom

Setelah analisa respons spektrum pada struktur gedung dengan base isolator

dilaksanakan, maka dilaksanakan perhitungan penulangan dan pengekang pada

kolom dan balok, dengan mengacu pada SNI 2847-2019.

(27)

3.2.8 Kesimpulan

Kesimpulan output analisa respons spektrum struktur gedung dengan base

isolator, meliputi simpangan, simpangan antar lantai, drift index, gaya geser tingkat

(shear storey), dan momen guling (overturning moment), gaya-gaya dalam pada

elemen struktural, serta hasil kontrol atas output di atas berdasarkan SNI 1726-

2019, design Lead Rubber Bearing dan metode pelaksanaan pekerjaan. Tahapan-

tahapan yang digunakan dalam perencanaan tertera pada Gambar 3.1.

(28)

Gambar 3. 10. Diagram Alir Perencanaan

(29)

Gambar

Gambar 3. 1. Lokasi Gedung Objek Penelitian  Sumber: GoogleMaps
Tabel 3. 1 Elevasi Gedung Apartemen Begawan
Tabel 3. 3 Koordinat dan Elevasi Titik-titik Penyelidikan Tanah
Tabel 3. 4 Data SPT Titik DB 1  Kedalaman (m)  Deskripsi
+7

Referensi

Dokumen terkait

yang terinspirasi dari video game Ōkami yang menceritakan tentang Amaterasu, seorang dewi matahari Jepang yang menjelma menjadi seekor serigala dan bertugas untuk

Dari hasil wawancara juga dapat diketahui bahwa pekerja mengingkan alat pemotongan kulit sendal yang lebih mudah untuk digunakan dan dapat mengurangi rasa sakit

Tugas Akhir yang berjudul “Studi Karakteristik Getaran Gempa di Yogyakarta untuk Mengembangkan Kriteria Desain Seismik di Yogyakarta” ini bertujuan untuk menghitung percepatan

Potensiometri dan konduktomerti adalah dua metode yang dapat digunakan untuk menentukan suatu konstanta ionisasi asam lemah melalui analisis antara metode

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan terhadap peningkatan minat masyarakat dalam pemanfaatan air bersih serta menganalisis pengaruh

Adapun ruang lingkup standar operasional prosedur ini meliputi kegiatan patroli multi fungsi yang dilaksanakan oleh anggota Satsabhara Polrestabes Surabaya, antara lain

Adalah informasi yang diperoleh langsung dari informasi melalui wawancara yang berkaitan langsung dengan permasalahan yang diteliti, yaitu meliputi respon masyarakat

Dari grafik tersebut terlihat bahwa kapasitas daya dukung tekan pondasi helical hasil pengujian lebih mendekati metode cylindrical shear dibandingkan individual