• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Yogyakarta di samping dikenal sebagai sebutan kota perjuangan, pusat kebudayaan dan pusat pendidikan juga dikenal dengan kekayaan potensi pesona alam dan budayanya sampai sekarang dan masih tetap merupakan daerah tujuan wisata yang terkenal di Indonesia dan Mancanegara. Hal lain yang menjadikan Yogyakarta mendapat sebutan sebagai daerah tujuan wisata terkemuka karena disamping banyak dan ragamnya pesona obyek dan daya tarik wisata juga telah tersedianya sarana dan prasarana sebagai penunjang pariwisata seperti akomodasi, restoran atau rumah makan, telekomunikasi, tempat hiburan, toko souvenir, dan sebagainya (Anon, 2010). Daerah Yogyakarta yang relatif aman dan nyaman dengan keramah-tamahan masyarakatnya, menjadikan Yogyakarta banyak diminati wisatawan untuk berkunjung ke daerah Yogyakarta. Tidak mengherankan bahwa jika setiap tahunnya jumlah kunjungan wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang datang ke Yogyakarta terus meningkat (Anon, 2010).

Perkembangan teknologi informasi memungkinkan pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan cermat dan diharapkan dapat membantu menghasilkan suatu keputusan yang cepat dan akurat untuk memberikan informasi alternatif terbaik dalam membuat suatu keputusan dalam kaitannya dengan penentuan alternatif tujuan wisata yang ingin dikunjungi.

Selama ini, penentuan tujuan obyek wisata yang ingin dikunjungi hanya berupa informasi-informasi yang didapat dari media cetak maupun elektronik serta dilakukan secara intuisi dan dalam penentuannya lebih cenderung subjektif.

Permasalahan selanjutnya adalah bagaimana pengambil keputusan melakukan penilaian terhadap kandidat (alternatif obyek wisata) berdasarkan kriteria-kriteria tertentu, apakah alternatif obyek wisata sudah memenuhi kriteria yang diinginkan

(2)

oleh calon wisatawan. Di samping itu faktor-faktor atau kriteria apa saja yang saling mempengaruhi dalam menentukan tujuan wisata. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka diperlukan suatu sistem pendukung keputusan untuk menentukan tempat tujuan wisata yang akan dikunjungi dari sekian banyak alternatif pilihan, dan diharapkan dapat membantu memudahkan wisatawan dalam menentukan tujuan obyek wisata yang ingin dikunjunginyaterutama bagi para wisatawan yang akan melakukan wisata di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta.

Untuk menyelesaikan permasalahan di atas akan digunakan sebuah metode multi-criteria decision analisys yaitu metode Analytic Network Process (ANP)

atau biasa disebut juga pendekatan analisis proses jaringan. Dipilihnya metode ANP karena adanya sistem pengambilan keputusan yang dipengaruhi oleh beberapa kriteria dan subkriteria yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Dalam pendekatan tersebut, di samping menentukan kriteria dan subkriteria yang saling mempengaruhi, seorang pengambil keputusan akan membandingkan seberapa kuat atau penting masing-masing kriteria/subkriteria terhadap tiap-tiap alternatif, sehingga akan muncul sebuah skema jaringan kerja (network) yang mempengaruhi atau dipengaruhi oleh kriteria satu dengan yang lain. Hasil akhir dari sistem tersebut nantinya akan menampilkan informasi berupa alternatif-alternatif keputusan obyek wisata terbaik berdasarkan rangking dan ditampilkan dalam peta. Untuk mendukung hal tersebut di atas, maka dalam Tugas Akhir ini akan dikembangkan suatu Sistem Pendukung Keputusan berbasis ANP dalam menentukan alternatif terbaik dari sekian banyak pilihan alternatif obyek wisata yang ada.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan uraian singkat pada latar belakang penelitian, rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah “Bagaimana mengimplementasikan Sistem Pendukung Keputusan untuk menentukan tempat tujuan obyek wisata terbaik yang ingin dikunjungi dari berbagai alternatif yang ada menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) dan lokasi obyek wisata terbaik dapat ditampilkan dalam bentuk peta di Provinsi D.I. Yogyakarta”.

(3)

Oleh sebab itu, beberapa hal yang harus dibahas dan diselesaikan dalam permasalahan ini:

1. Membuat subsistem pemodelan sistem pendukung keputusan dengan metode ANP.

2. Bagaimana membuat subsistem model basis data sistem pendukung keputusan untuk penentuan tempat obyek wisata.

3. Merancang subsistem antarmuka pemakai untuk sistem pendukung keputusan tersebut untuk kepentingan pemakai.

4. Menampilkan hasil akhir berupa alternatif terbaik lokasi obyek wisata berdasarkan rangking dan hasil perangkingan tersebut ditampilkan menggunakan google maps.

1.3 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penelitian ini meliputi:

1. Obyek wisata yang digunakan berada di wilayah administratif Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Penelitian yang dikembangkan adalah untuk jenis wisata seperti wisata seni budaya, sejarah dan pendidikan, dan wisata alam.

3. Wisatawan yang akan melakukan kunjungan wisata di Yogyakarta diasumsikan sudah berada di wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

1.4 Keaslian Penelitian

Dari hasil studi pustaka yang dilakukan, banyak ditemukan referensi berupa tesis, paper, maupun jurnal ilmiah yang membahas tentang sistem pendukung keputusan dalam penentuan lokasi seperti penentuan lokasi sekolah, lokasi taman kota, penentuan lokasi tempat pembuangan akhir sampah, penentuan lokasi pusat perbelanjaan, dan keputusan penentuan suplier global dan suplier yang potensial, juga penelitian tentang klasifikasi potensi internal dan eksternal obyek-obyek wisata pantai, penelitian tentang pengembangan wisata lingkungan (ekowisata) serta penelitian tentang pemilihan obyek wisata di kota Yogyakarta dengan menggunakan metode Tahani. Namun pembahasan secara khusus

(4)

mengenai penentuan obyek wisata dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP) dan lokasi obyek wisata terbaik ditampilkan dalam bentuk peta belum pernah dilakukan.

1.5 Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan rancang bangun Sistem Pendukung Keputusan dengan pendekatan Analytic Network Process (ANP) agar dapat dipergunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan untuk penentuan tujuan wisata di wilayah Provinsi D.I. Yogyakarta, di mana hasil akhir (output) dari sistem yang akan dibangun ini berupa alternatif keputusan terbaik berdasarkan rangking sebagai tempat tujuan wisata dan kemudian hasil akhir tersebut ditampilkan dalam bentuk peta lokasi obyek wisata.

1.6 Manfaat Penelitian

Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Dinas Kepariwisataan di Provinsi D.I. Yogyakarta, sektor swasta yang bergerak di bidang kepariwisataan, atau para wisatawan baik wisatawan domestik maupun wisatawan manca negara yang sedang berdomisili atau akan berlibur di Kota Yogyakarta yang ingin melakukan wisata khususnya di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Di samping itu pula, dengan adanya sistem pendukung keputusan penentuan obyek wisata dengan tampilan peta diharapkan akan menghasilkan unsur obyektifitas pengambilan keputusan yang cepat.

1.7 Metode Penelitian

Metode yang dilakukan dalam penelitian untuk pengembangan sistem pendukung keputusan ini adalah:

1. Studi Literatur atau Kepustakaan

Suatu teknik pengumpulan data yaitu dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh dari buku-buku atau membaca literatur-literatur kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan yang diambil.

(5)

2. Wawancara, di mana penulis melakukan tanya jawab langsung kepada pihak- pihak terkait yang berkompeten di bidangnya bilamana diperlukan.

3. Observasi, dalam melakukan observasi ini beberapa tahapan yang dilakukan adalah melakukan penelitian atau pengamatan secara langsung di lapangan terhadap obyek-obyek wisata yang ada di kota Yogyakarta yang menjadi penelitian serta mengumpulkan data-data yang diperlukan kemudian diolah untuk dianalisis.

4. Perancangan dan Pembuatan Sistem

Dari studi literatur yang dilakukan, didapatkan struktur hirarki kriteria dan subkriteria, kemudian ditentukan bobot atau tingkat pentingnya masing- masing kriteria dan subkriteria tersebut dengan mendiskusikan bersama para ahli di bidang kepariwisataan dalam membangun sistem pendukung keputusan penentuan obyek wisata untuk menentukan alternatif obyek-obyek wisata terbaik. Pembobotan kriteria dan subkriteria serta perbandingan alternatif obyek wisata terhadap subkriteria diolah dengan menggunakan metode Analytic Network Process (ANP).

a. Analisis Sistem

Melakukan analisis sistem yang akan dibangun serta menentukan kebutuhan sistem dan kriteria sistem.

b. Desain dan Perancangan Sistem

Pada tahap ini dilakukan pembuatan desain sistem, arsitektur yang diinginkan, mudah dimengerti dan diimplementasikan serta mudah digunakan oleh pemakai. Desain yang dilakukan dalam penelitian ini terdiri dari:

‒ Desain model untuk sistem pendukung keputusan penentuan obyek wisata dengan menggunakan metode ANP.

‒ Desain Basisdata, yaitu pembuatan tabel dan relasi antar tabel yang akan diilustrasikan melalui diagram Entity Relatinship Diagram (ERD) yang akan digunakan sebagai wadah penyimpanan data yang diperlukan oleh sistem.

(6)

‒ Desain Proses, adalah mendesain arus lalulintas data yang diproses diilustrasikan melalui Data Flow Diagram (DFD).

Desain antarmuka pemakai (user interface), yaitu merancang antarmuka sistem yang ramah untuk digunakan (user friendly) dalam berinterkasi dengan pengguna serta dalam hal penyajian informasinya.

5. Implementasi Sistem

Implementasi dilakukan dengan pengkodean (coding) dan pembuatan basisdata dengan menggunakan perangkat lunak sesuai dengan analisis dan perancangan sistem yang telah dilakukan pada tahap sebelumnya, pengkodean program dilakukan dengan menggunakan bahasa pemrograman delphi dan Database MySQL.

6. Pengujian Sistem

Pengujian sistem dilakukan dengan melakukan pengujian konsistensi penilaian terhadap pengisian matriks perbandingan, jika consistency index (CI) dan consistency ratio (CR) suatu matriks perbandingan lebih kecil atau sama dengan 0,1 maka konsistensi dianggap sempurna, tetapi jika lebih besar dari 0,1 maka pengisian matriks perbandingan harus diperbaiki (diulang) dengan melakukan revising judgment sampai mendapatkan CR lebih kecil atau sama dengan 0,1.

1.8 Sistematika Penulisan

Dalam penulisan sistematika penulisan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah tahap-tahap penulisan dalam bab ke bab. Sistematika penulisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini dijelaskan tentang latar belakang, perumusan masalah, batasan masalah, keaslian penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metode penelitan dan sistematika penulisan.

(7)

Bab II Tinjauan Pustaka

Pada bab ini menjelaskan acuan referensi yang dipakai yang berhubungan dengan penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya serta perbedaannya dengan penelitian yang dilakukan.

Bab III Landasan Teori

Dalam bagian ini akan membahas landasan teori yang berkaitan dengan penelitian ini. Teori maupun konsep yang digunakan dalam penulisan ini meliputi konsep dan definisi sistem pendukung keputusan beserta tujuan serta komponen-komponen dan pemodelannya, variabel-variabelnya, metode Analytic Hierarchy Process (AHP), metode yang akan digunakan yaitu Analytic Network Process (ANP) sebagai pengembangan dari metode AHP, dan teori tentang obyek wisata. Dalam pengembangan sistem, teori yang digunakan yaitu pemodelan data dengan menggunakan entity relationship diagram (ERD) dan pemodelan proses dengan menggunakan data flow diagram (DFD).

Bab IV Analisis dan Rancangan Sistem

Pada bab ini membahas tentang konseppemodelan jaringan pada ANP yaitu inner dan outer dependence serta feedbackdalam pemilihan tujuan obyek wisata terbaik, analisis perhitungan dengan metode Analytic Network Process (ANP), perancangan sistem pendukung keputusan

dengan menganalisis dan merancang basisdata menggunakan ERD dan pemodelan sistem, desain proses dengan menggunakan diagram alir data (DAD) serta desain antarmuka pengguna (user interface) sistem.

Bab V Implementasi Sistem Pendukung Keputusan

Dalam bab ini membahas proses implementasi sistem sesuai dengan hasil analisis dan perancangan sistem.

(8)

Bab VI Hasil Penelitian dan Pembahasan

Pada bab ini membahas tentang hasil penelitian dan pengujian terhadap sistem yang telah dibangun.

Bab VII Kesimpulan dan Saran

Bab ini merupakan bagian penutup yang meliputi kesimpulan dari penelitian ini serta saran-saran yang dapat diberikan sebagai pertimbangan untuk penelitian di masa mendatang.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah tersebut di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Apakah terapi akupunktur titik Baihui (GV 20),

Berdasarkan latar belakang yang telah dibahas sebelumnya, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa yang menjadi rumusan masalah yang akan dibahas dalam

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada latar belakang masalah maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana pengaruh pembelajaran kooperatif tipe

Berdasarkan uraian latar belakang, maka rumusan masalah penelitian yang akan dilakukan adalah bagaimana membangun web service yang digunakan untuk mengimplementasikan sistem auto

Berdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah bagaimana mengembangkan model perencanaan pembangkit di pulau-pulau

Dari uraian latar belakang di atas, dapat dirumuskan permasalahannya adalah “Bagaimana membentuk sebuah sistem informasi (3D) untuk manajemen gedung?.” Dari rumusan masalah

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan Uraian Latar Belakang masalah tersebut, maka dapat dirumuskan masalah penelitian sebagai berikut, yaitu : “Bagaimanakah Gambaran Tekanan Darah pada

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan uraian latar belakang diatas, rumusan masalah dalam penelitian ini “bagaimana gambaran toilet training anak usia toddler dengan pola asuh ditempat