• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

4 BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. penelitian terdahulu

Prabasanti (2014), dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Gadai Emas Bank Syariah terhadap perolehan feebase Income (Studi kasus Pegadaian Emas Bank Syariah Mandiri Semarang” memaparkan bahwa prosedur pelaksanaan gadai emas syariah cukup mudah, calon nasabah mengisi formulir dan membawa barang gadai yang berupa emas, penaksirannya sesuai dengan standart harga emas yang ditetapkan oleh divisi usaha syariah, keuntungan dan kerugiannya cukup relevan, kontribusi yang dihasilkan dari produk gadai emas syariah adalah fee based income yang semakin meningkat pendapatan nilainya,

Sari (2012), dalam skripsinya yang berjudul “Prosedur pembiayaan gadai emas syariah pada PT Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu ungaran” menyatakan bahwa prosedur pelaksanaan produk pembiayaan gadai emas di Bank Syariah Mandiri KCP Ungaran sangat praktis,mudah,serta prosesnya cepat..

Sriati (2011), dalam skripsinya yang berjudul “Upaya Peningkatan Motivasi Masyarakat Terhadap Gadai Emas Di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah” menyimpulkan bahwa Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa motivasi masyarakat terhadap gadai emas yang ada di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah masih kurang, sebaiknya BMT Bina Insani lebih serius mengenalkan produk gadai emas sehingga masyarakat banyak yang menggadaikan emasnya di BMT Bina Insani Pringapus Ungaran Jawa Tengah.

Susilawati (2014) dalam skripsinya yang berjudul “Analisis Peningkatan

Produktivitas Produk Gadai Emas Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang

Pembantu Ungaran” menyimpulkan bahwa prosedur pembiayaan gadai emas di

Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pembantu Ungaran melalui berapa tahapan

(2)

diantaranya prosedur penaksiran barang jaminan(emas),prosedur pembiayaan gadai emas,prosedur penyimpanan barang jaminan,prosedur pelunasan ,prosedur gadai ulang,prosedur pelelangan.

B. Landasan Teori

1. Pengertian Pemasaran Bank .

Pemasaran merupakan salah satu hal yang dilakukan setiap usaha untuk mempertahankan usahanya. Pemasaran merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan serta keinginan para konsumen dengan produk yang dimiliki sebuah usaha.

Pemasaran bank adalah suatu proses untuk menciptakan dan mempertukarkan produk atau jasa bank yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan nasabah dengan cara memberikan kepuasan. Bank sebagai lembaga keuangan yang menghasilkan jasa keuangan juga membutuhkan strategi pemasaran untuk memasarkan produknya. Dampak dari perubahan teknologi juga berdampak positif terhadap perkembangan dunia perbankan.

Produk yang ditawarkan kepada nasabahnya menjadi lebih cepat dan efisien.

2. Pengertian Strategi Pemasaran

Menurut Lamarto (1996:40),Strategi adalah sebuah rencana dasar yang luas dari suatu tindakan organisasi untuk mencapai tujuannya. Kata strategi berasal dari kata Yunani strategia pada mulanya mempunyai hubungan dengan ilmu atau seni memimpin dalam kemiliteran.

Menurut Kotler (1999:25), pemasaran adalah kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.

Jadi strategi pemasaran yaitu sebuah rencana dari kegiatan bisnis yang digunakan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran,baik kepada para konsumen saat ini maupun konsumen di waktu yang akan datang.

3. Tujuan Pemasaran Bank 1) Memaksimumkan konsumsi

2) Memaksimumkan kepuasan pelanggan

(3)

3) Memaksimumkan pillihan (ragam produk) 4) Memaksimumkan mutu hidup

4. Konsep Pemasaran

Menurut Arifin (2004:32-33),Pasar adalah Tempat bertemunya antara penjual dan pembeli,dandi tempat inilah akhirnya disepakati sebagai tempat penukaran resmi.

Terdapat 4 konsep-konsep dasar marketing yang perlu kita ketahui, yaitu : 1. Bauran Pemasaran atau marketing mix;

2. Segmentasi, targeting dan positioning pasar;

3. Market dan potensial market;

4. Posisi perusahaan.

5. Bauran Pemasaran

Bauran pemasaran adalah perangkat pemasaran yang baik yang meliputiproduk, penentuan harga, promosi, distribusi, digabungkan untuk menghasilkanrespon yang di inginkan pasar sasaran (Kotler dan Amstrong, 2012:92).Sedangkanmenurut Tjiptono (2008:30) bauran pemasaran merupakan seperangkat alat yangdapat digunakan pemasar untuk membentuk karakteristik jasa yang ditawarkankepada pelanggan.Dalam bauran pemasaran terdapat seperangkat alat pemasaran yang dikenaldenganmarketing mix 4p, yaitu produk (product), harga (price), tempat (place),promosi (promotion).

Sedangkan dalam pemasaran jasa memiliki beberapa alatpemasaran tambahan seperti partisipan (people), bukti fisik (physical evidence) dan proses (process), sehingga dikenal dengan marketing mix 7p.Bauran pemasaran jasa mencakup 7p yaitu product, price, place, promotion. people, physical evidence danp rocess.

Ketujuh unsur bauran pemasaran tersebut saling berhubungan dan berpengaruh satu sama lain, sehingga harus di upayakan untuk menghasilkan suatu kebijakan pemasaran yang mengarah kepada layanan efektif dan kepuasan konsumen.

1. Produk(Product)

Menurut Kotler dan Amstrong (2012) produk adalah segala sesuatu

yang ditawarkan kepasar untuk mendapatkan perhatian, dibeli, digunakan

(4)

atau dikonsumsiyang dapat memuaskan keinginan atau kebutuhan. Produk merupakan elemen yangpenting dalam sebuah pemasaran. Konsumen semakin banyak memiliki alternatif dansangat hati-hati dalam menentukan keputusan untuk membeli produk mana yang akan dipilih dengan mempertimbangkan faktor-faktor kebutuhan, keunggulanproduk, pelayanan dan perbandingan harga sebelum memutuskan untuk membeli.Tjiptono (2008) mengatakan bahwa keunggulan kompetitif suatu produk merupakansalah satu faktor penentu dari kesuksesan produk baru, dimana kesuksesan tersebutdi ukur dengan parameter jumlah penjualan produk.

Tjiptono (2008) mengklasifikasikanproduk berdasarkan wujud atautidaknya, sebagai berikut : 1) Barang, merupakan produk yang berbentuk fisiksehingga bisa dilihat, disentuh, dirasa, dipegang, disimpan, dipindahkan danperlakuan fisik lainnya, 2) Jasa, merupakan aktivitas, manfaat atau kepuasan yang ditawarkan untuk dijual. Contohnya, bengkel, hotel dan laundry sepatu.

Dalam merencanakan suatu produk, pemasar harus berpikir melalui 5 tingkatan produk, (Kotler dan Keller, 2011), yaitu :

1) Manfaat inti(Core Benefit), adalah layanan atau manfaat mendasar yang sesungguhnya dibeli pelanggan.

2) 2)Produk dasar(Basic Product), pemasar harus mengubah manfaat inti menjadiproduk dasar.

3) Produk yang diharapkan(Expected Product), yaitu beberapa atribut dankondisi yang biasanya diharapkan pembeli ketika mereka membeli produk.

4) Produk yang ditingkatkan(Augmented Product), pada tingkat ini produkmelampaui harapan pelanggan.

5) Calon produk(Potential Product), meliputi segala kemungkinan peningkatandan perubahan atau tawaran pada masa mendatang.

2. Harga(Price)

Harga (price) merupakan sesuatu yang harus dikeluarkan pembeli

untuk menerima produk (Harjanto,2009:26).Sedangkan Kotler dan

(5)

Amstrong (2012) menyatakan bahwa harga adalah sejumlah uang yang ditagihkan atas suatu barang dan jasa atau jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan barang dan jasa.Harga merupakan unsur dari bauran pemasaran yang fleksibel artinya dapat berubah secara tepat. Hal ini berbeda dengan karakteristik produk yang tidak dapatberubah atau disesuaikan secara mudahdan cepat karena menyangkut keputusan jangka panjang.Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari hasil penjualan produknya baik berupa barang ataupun jasa.Menurut Kotler dan Amstrong (2008:278) ada empat indikator yang mencerminkan harga yaitu : keterjangkauan harga, kesesuaian harga dengan kualitas produk, daya saing harga, kesesuaian harga dengan manfaat.Disini penelitimengambil dua unsur harga, yaitu:

1) Kesesuaian Harga

Konsumen akanmelihat terlebih dahulu harga yang tercantum pada sebuahproduk baik barang maupun jasa, karena konsumen sudah berfikir tentangsistem hemat sebelum membeli.

Selain itu konsumen juga akan berfikir apakahharga yang ditawarkan memiliki manfaat atau hasilyang sesuai dengan produkbarang atau jasa yang akan dibelinya.

2) Potongan Harga

Dalam event tertentu produsen akan memberikan potongan

harga yang berupa pengurangan harga ataupun memberikan barang

tambahan sebagai hadiah dari pembelian sebelumnya. Hal ini

dimaksudkan untuk menarik konsumen agar melakukan

pembelian.Dengan demikian penilaian terhadap harga dikatakan

mahal, murah ataubiasa saja tergantung dengan persepsi masing-

masing individu yang di latarbelakangi oleh lingkungan kehidupan

dan kondisi finansial. Fandy Tjiptono (2008:152) mengatakan

bahwa ada dua peranan harga yang mempengaruhikeputusan

pembelian, yaitu

(6)

1) Peranan Alokasi, untuk membantu para pembeli memutuskan caraterbaikdalam memperoleh manfaat yang diharapkan sesuai dengan kemampuan dayabelinya.

2) Peranan Informasi, mendidik konsumen mengenai faktor produk yang dijual,terutama untuk para pembeli yang kesulitan menilai faktor produk atau manfaatsecara objektif.

3. Tempat atau Lokasi(Place)

Lokasi menurut Lupiyoadi (2008:42) berhubungan dengan dimana perusahaan harus bermarkas dan melakukan kegiatan operasionalnya.

Tempat memiliki peranan yang sangat penting bagi perusahaan untuk memastikan keberadaan produknya, tujuan dari saluran distribusi adalah menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen pada waktu dan tempat yang tepat.Pendapat ahli lain, Kotler (2011:51) mengatakan bahwa lokasi merupakan salah satu kunci menuju sukses.Pemilihan lokasi sangat bergantung pada potensi pertumbuhan ekonomis dan stabilitas, serta persaingan.

Keputusan pemilihan lokasi berkaitan dengan komitmen jangka panjang terhadap aspek-aspek yang sifatnya kapital intensif, karena itu penyedia jasa harus mempertimbangkan, menyeleksi dan memilih lokasi yang responsif terhadap kemungkinan perubahan ekonomi, demografis, budaya, persaingan dan peraturan dimasa mendatang. Dalam industri jasa, tempat terutama mengacu pada lokasi dandistribusi yang dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam memperoleh jasa perusahaan tersebut. Lokasi dapat di ukur melalui seberapa strategis tempat tersebut, fasilitas yang bisa di dapat oleh konsumen, serta kemudahan dalam mengakses lokasi tersebut. Lokasi yang strategis akan lebih menarik lebih banyak konsumen karena kemudahannya untuk dijangkau.

Pemilihan lokasi fisik memerlukan pertimbangan cermat terhadap faktor-faktor berikut (Tjiptono, 2011:58)

1) Akses yaitu lokasi usaha yang mudah dijangkau dengan

transportasi umum

(7)

2) Visibilitas yaitu kemudahan lokasi atau tempat yang dapat dilihat dari jarakpandang normal

3) Lalu lintas, ada dua pertimbangan, yaitu banyaknya orang yang berlalu lalang dapat memberikan peluang terjadinya impulse buying, dan kemacetan lalulintas yang bisa menyebabkan hambatan

4) Tempat parkir yang luas, aman dan nyaman untuk kendaraan konsumen baikroda dua maupun roda empat

5) Ekspansi yaitu tersedianya tempat yang cukup luas untuk perluasan usaha dikemudian hari

6) Lingkungan yaitu daerah sekitar yang mendukung layanan jasa yang ditawarkan

7) Kompetisi yaitu lokasi yang sama dengan pesaing sejenis

8) Peraturan Pemerintah yaitu aturan atau larangan yang harus diperhatikan oleh pemilik usaha.

Suatu lokasi dikatakan strategis bila berada dipusat kota, kepadatan populasi,kemudahan mencapainya termasuk kemudahan sarana transportasi umum,kelancaran lalu lintas dan arahnya tidak membingungkan konsumen.

Beberapa faktoryang dipertimbangkan konsumen untuk mengunjungi sebuah lokasi bisnis (Bucharidalam Alief Pratama, 2016) yaitu :

1) Kenyamanan yaitu suasana yang nyaman saat melakukan transaksi pembelian

2) Waktu tempuh yaitu waktu yang diperlukan konsumen dari rumah menujulokasi pembelian

3) Biaya yaitu terjangkaunya biaya untuk menuju lokasi pembelian 4) Kepercayaan yaitu kepercayaan antara konsumen terhadap lokasi

pembelian

5) Kualitas yaitu kualitas produk yang ditawarkan, berupa barang

ataupun jasa

(8)

6) Layanan yaitu pelayanan prima yang diterima oleh konsumen dari produsen

4. Promosi(Promotion)

MenurutTjiptono (2008:229) promosi adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai insentif yang dapat diatur untuk merangsang pembelian produk dan jasa atau meningkatkan jumlah pembelian barang dan jasa oleh pelanggan.Peran promosi dilakukan untuk berkomunikasi dan mempengaruhi calonkonsumen agar dapat menerima produkbarang dan jasayang ditawarkan oleh perusahaan.

Pendapat lain tentang promosi dikemukakan oleh Gitosudarmo (2008)bahwa promosi merupakan kegiatan yang ditunjuk untuk mempengaruhi konsumen agar mereka kenal akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan kepada mereka dan mereka menjadi senang kemudian membeli produk tersebut. Maka dapatdisimpulkan bahwa promosi adalah suatu aktivitas perusahaan dalam memperkenalkan produk dengan cara menginformasikan(to inform),mempengaruhi (persuade) dan mengingatkan konsumen untuk membeli produk tersebutdengan tujuan untuk menjual produk barang dan jasa yang dipasarkan.

Media promosi yang bisa digunakan pada bisnis antara lain periklanan,promosi penjualan, publisitas dan hubungan masyarakat dan pemasaran langsung.Ada beberapa alat-alat yang digunakan dalam promosi penjualan antara lain:

a) Sampel

Adalah sejumlah kecil produk yang ditawarkan kepada konsumen untuk dicobab.

b) Kupon

Adalah sertifikat yang member pembeli potongan hargauntuk pembelianproduk tertentu

c) Tawaran pengembalian uang atau rabat

Adalah tawaran untuk mengembalikan sejumlah uang pembelian

suatu produkkepada konsumen yang mengirimkan bukti pembelian

ke perusahaanmanufaktur.

(9)

d) Paket harga

Pengurangan harga yangdicantumkan oleh produsen langsung pada label ataukemasan.

e) Hadiah

Adalah barang yang ditawarkan secara Cuma-Cuma atau dengan harga sangatmiring sebagai insentif untuk membeli suatu produk.

f) Barang promosi

Adalah pernik-pernik barang yang bermanfaat, dengan cetakan nama pengiklandisitu, barang ini diberikan sebagai hadiah kepada konsumen.

g) Penghargaan atas kesetiaan

Adalah uang tunai atau hadiah lain yang ditawarkan bagi penggunaan suatuproduk atau jasa perusahaan secara regular h) Kontes, undian, dan permainan

Adalah kegiatan promosi yang memberi konsumen peluang untukmemenangkan suatu uang tunai, perjalanan,atau barang entah dengankeberuntungan atau dengan usaha ekstra

5. People (orang)

Menurut Hurriyati (2010),People adalah semua pelaku yang memainkan peranan dalam penyajian jasa ataupun produk sehingga dapat mempengaruhi pembelian. Unsur-unsur dari people adalah karyawan perusahaan, konsumen dan konsumen lain dalam lingkungan jasa. Unsur dari people memiliki dua aspek yaitu :

a. Service People

Dalam industri jasa, service people biasanya memegang jabatan ganda, yaitu mengadakan jasa dan menjual jasa tersebut. Melalui pelayanan yang cepat, ramah, baik, teliti dan akurat dapat menciptakan kepuasan dan kesetiaan pelanggan terhadap perusahaan yang akhirnya akan meningkatkan nama baik perusahaan.

b. Customer

Faktor lain yang mempengaruhi adalah hubungan yang baik antara pelanggan dan

komponen penyedia jasa.

(10)

6. Physical Evidence

Menurut Kotler (2011) Physical Evidence adalah bukti yang dimiliki oleh penyedia jasa yang ditujukan kepada konsumen sebagai usulan nilai tambah konsumen.

7. Process (proses)

Lupiyoadi (2008),menyatakan bahwa proses merupakan gabungan semua aktivitas umumnya terdiri dari prosedur, jadwal pekerjaan, aktivitas dan hal-hal rutin dimana jasa dihasilkan dan disampaikan kepada konsumen.

6. Pengertian Pembiayaan

Dalam pasal 1 angka 25 undang-undang Nomor 21 Tahun 2008 tentang perbankan syariah disebutkan pembiayaan adalah penyediaan dana atau tagihan yang dipersamakan dengan itu berupa

a. Transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah;

b. Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah muntahiya bittamlik;

c. Transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam, dan istishna;

d. Transaksi pinjam meminjam dalam bentuk piutang qardh;

e. Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa berdasarkan persetujuan atau kesepakatan antara Bank Syariah dan atau Unit Usaha Syariah (UUS) dan pihak lain yang mewajibkan pihak yang dibiayai dan atau diberi fasilitas dana untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan ujrah, tanpa imbalan, atau bagi hasil.

7. Pengertian Gadai Syariah

Menurut kitab Undang-Undang Hukum Perdata pasal 1150, gadai adalah

suatu hak yang diperoleh seorang yang mempunyai piutang atas sesuatu barang

bergerak.

(11)

gadai syariah adalah perjanjian utang piutang atara dua atau beberapa

pihak dengan menyertakan benda yang memiliki nilai harta sebagai jaminan utang

dan dapat diambil sebagai tembusan atas piutang yang telah diberikan sesuai

dengan rukun, syarat ataupun ketentuan-ketentuan dalam syariah.

Referensi

Dokumen terkait

«Eski bedestenin Bizans yapısı olma­ sına karşılık Sandal bedesteni denilen yeni bedesten bir Türk eseridir».. Mehmed Zeki Pakalın'ın «Osmanlı Ta­ rih

Menurut teori yang telah disitasi dari berbagai sumber suhu yang rendah akan memperlambat laju reaksi gelasi, namun pada nomor 1 proses gelasi atau setting terjadi lebih

Penggalian pentingnya menyampaikan pengetahuan nilai-nilai budaya khususnya seni gamelan jawa ke generasi berikutnya dengan menggunakan media informasi dan model

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) Bagaimana pesan dakwah dalam film pendek Cinta Subuh. 2) Bagaimana efek dakwah dari film pendek Cinta Subuh. Dalam

Sedangkan pada metode Newton Raphson formulasinya sangat sederhana sekali, tetapi memiliki 2 buah formulasi yaitu formulasi nilai Variabel X berikutnya dan formulasi nilai

Maksud kunjungan kerja spesifik Komisi VI DPR RI adalah untuk mengetahu kondisi kondisi aktual, permasalahan serta tantangan yang dihadapi oleh PT Pegadaian

Tingkat inflasi berpengaruh negatif terhadap permintaan kredit konsumsi di Indonesia, begitupun suku bunga kredit konsumsi, sedangkan dana pihak ketiga (giro,

Pada kedua lokasi tersebut kurang mendapatkan cahaya sehingga ketika dilakukan perangkap dengan menggunakan cahaya serangga jenis ini langsung mendekat.Secara