• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV MUTAH DALAM PERKARA CERAI TALAK DI PENGADILAN AGAMA SURABAYA. A. Analisis Dasar Pertimbangan Hakim Menggunakan atau Tidak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV MUTAH DALAM PERKARA CERAI TALAK DI PENGADILAN AGAMA SURABAYA. A. Analisis Dasar Pertimbangan Hakim Menggunakan atau Tidak"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Berikut ini pertimbangan hakim mengenai penerapan hak ex officio terhadap perkara tersebut yaitu : “(1) Karena kebanyakan istri (termohon) adalah orang yang awam hukum, maka

Adapun nafkah iddah adalah hak dari istri yang telah diceraikan dan memiliki dasar hukum yang sah yaitu Undang-undang No 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan dan Kompilasi

Harta Kekayaan Perkawinan menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata adalah berdasarkan ketentuan Pasal 119 KUH Perdata, apabila calon suami isteri sebelum perkawinan

Perkawinan tersebut memenuhi administrasi hukum karena perkawinan keduanya telah memenuhi syarat-syarat perkawinan sesuai dengan pertimbangan Hakim yaitu ketentuan Pasal

Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, demikian gugatan Penggugat dikabulkan. Perubahan kedua dengan pasal 84 Undang-Undang 50 Tahun 2009, maka secara ex officio.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui metode ijtihad yang digunakan hakim dalam memutus perkara gugat cerai istri yang telah ditalak suami di luar

Menimbang, bahwa Majelis Hakim telah memberi kesempatan kepada Pemohon sebagai Anggota TNI AD yang akan melakukian perceraian untuk mengurus surat izin dari pejabat yang

ANALISA DALAM MEMBUAT PENETAPAN PERKAWINAN BEDA AGAMA Pasal 21 ayat 3 UU Perkawinan, Pasal 35 huruf a dan Penjelasan Pasal 35 huruf a UU Administrasi Kependudukan