Presiding Presentasi Ilmiah Kesclamatan Racliasi dan Lingkungan, 2 0 - 2 1 Agustus 1996
ISSN : 0854 - 408S ID0000078
PEMANTAUAN RADIASI DAERAH KERJA DAN LINGKUNGAN
^3 DI PPBGN
Achmad Sorot Socdiro dan Bambang Punvanto Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir - BATAN
ABSTRAK
PEMANTAUAN RADIASI DAERAH KERJA DAN LINGKUNGAN DI PPBGN. Pemantauan ini bcrtujuan untuk mendeteksi paparan radiasi yang dipancarkan dari scmua aktivitas laboratorium dan [ingkungan di PPBGN. Aktivitas yang ada di laboratorium dan keberadaan kolam penampungan limbah padat akan mcnimbulkan radiasi terhadap daerah kerja dan lingkungan PPBGN. Pemantauan daerah kerja mcnggunakan alat ion chamber Survey meter Model 450 P Victoren, sedangkan di lingkungan Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir adalah SPP-2NF. Pemantauan dilakukan masing-masing pada 37 lokasi. Dari data yang diperoleh radiasi pada ruang kerja yang terendah 0,10 nSv/jam atau 0,04 mSv/tahun di ruang tata usaha Evaluasi Teknik Penambangan, sedangkan yang tertinggi 8,79 u.Sv/jam atau 3,51 mSv/tahun di Koridor atas bidang Eksplorasi.Radiasi di lingkungan PPBGN yang terendah 0,19 u.Sv/jam atau 0,07 mSv/tahun di depan gedung Pusdildat sedangkan yang tertinggi 2,98 fiSWjam atau 1,19 mSv/tahun di lokasi belakang gedung Pilot Plant. Nilai batas dosis yang diperbolehkan adalah 50 mSv/tahun untuk pekerja radiasi. Dari data yang diperoleh radiasi daerah kerja maupun lingkungan di PPBGN masih dibawah nilai batas dosis, sehingga dapat dinyatakan a man.
ABSTRACT
RADIATION MONITORING OF WORKING AREA AND ENVIRONMENT AT NUCLEAR MINERAL DEVELOPMENT CENTERThis monitoring was aimed to detect radiation exposure emited from all laboratory activities and environment at NMDC.Those activity at laboratory and solid waste pound emit radiation to the working area and environment at NMDC. Ion chamber survey meter model 450P Victoreen was used for monitoring working area, whereas SPP-2NF was used for environment monitoring. 37 locations have been monitored for radiation exposure at this time. From the data obtained at working area, the lowest value was 0.10 (xSv/ hour or 0.04 mSv/year at Administration of Division of Evaluation and Mining Technique, while the highest was 8.79 p.Sv/hour or 3.51 mSv/year at upper corridor of Exploration Division. Lowest radiation of NMDC environment was in front of Education and Training Centre Building at 0.19 nSv/hour or 0.07 mSv/year and the highest at 2.98 ^Sv/hour or 1.19 mSv/year in the background of pilot Plant Building. It was noted that the dose limit is 50 mSv/year for radiation worker. It can be concluded that all radiation exposure at working area and environment at NMDC were under the dose limit, therefore it can be said safe for radiation worker.
PENDAHULUAN
Kegiatan-kegiatan di laboratorium Pusat Pengembangan Bahan Galian Nuklir (PPBGN) BATAN yang berupa penelitian pengolahan bijih uranium skala laboratorium dan analisis uranium dalam bijih dari Kalimantan Barat dapat meningkatkan paparan radiasi daerah atau ruangan kerja dan lingkungan PPBGN.
Sumber-sumber radiasi lain yang diperkirakan dapat meningkatkan paparan radiasi pada daerah kerja adalah contoh batu-batuan yang mengandung uranium yang digunakan untuk pameran dan penelitian serta sumber-sumber yang digunakan untuk kalibrasi alat-alat yang tei dapat pada laboratorium Bidang
Eksplorasi, Bidang Teknik Pengolahan Bahan Nuklir (TPBN) dan Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan (KKL). Sedangkan yang terletak di luar ruangan kerja adalah tempat penyimpanan limbah padat di belakang gedung Instalasi Pengolahan Bijih Uranium, bersebelahan dengan gedung Pusdiklat. Sesuai dengan Surat Keputusan Dirjen. BATAN No: P.N.
03/160/DJ/1989 tentang keselamatan kerja terhadap radiasi, perlu dilakukan pemantauan paparan radiasi di daerah kerja dan lingkungan instalasi nuklir dalam hal ini PPBGN untuk melindungi pekerja radiasi terhadap kemungkinan terjadinya akibat biologi yang merugikan dari radiasi. Untuk mengantisipasi hal tersebut diatas mutlak pedu dilakukan pemantauan radiasi di setiap
Prosiding Prcsentasi Umiah Kesclamafan Radiasi dan Lingkungan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854 - 4085
daerah atau ruangan kerja dan lingkungan PPBGN. Tujuan pemantauan paparan radiasi daerah kerja dan lingkungan PPBGN adalah :
1. Mendapatkan data tingkat paparan radiasi pada daerah atau ruangan kerja dan lingkungan kerja PPBGN.
2. Mengevaluasi data tersebut serta mem- bandingkan terhadap nilai batas dosis yang diijinkan, sehingga dapat ditentukan daerah ainan untuk para pekerja dan yang tidak aman atau yang harus mendapat perhatian untuk ditindak Linjuti.
Menurut teori [1,2] unsur radioaktif lingkungan dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu unsur radioaktif alam dan unsur radioaktif buatan. Unsur radioaktif alam adalah unsur radioaktif yang sudah ada di alam sejak bumi ini terbentuk. Unsur radioaktif alam terbentuk dalam deret radioaktif seperti deret uranium, thorium dan aktinium. Sedang unsur-unsur yang lain adalah C-14, K-40. Unsur radioaktif buatan adalah hasil reaksi fisi dan fusi nuklir serta hasil aktivasi. Paparan radiasi pada daerah kerja dan lingkungan PPBGN tersebut berasal dari unsur radioaktif pemancar alpha berumur panjang (U-238, Th-230, Ra-226). Unsur radioaktif pemancar alpha berumur pendek (radon, thoron) dan paparan radiasi beta ( Th-234, Pa-234) serta gamma (Pb-214, Bi-214) sebagai hasil peluruhan dari deret-deret radioaktif tersebut di atas.
PERALATAN DAN TATA KERJA Peralatan
Peralatan yang dipakai untuk memantau daerah kerja dan lingkungan di PPBGN adalah Ion Chamber Survey Meter model 450P Victoreen dan SPP 2NF Scintillometer. Ion Chamber Survey Meter (Victoreen 450P) yang merupakan jenis gas detektor bertekanan dirancang untuk mengukur sinar gamma, sinar-X di atas 25 keV dan sinar beta di atas I MeV[3].
Struktur detektor tersebut dapat dilihat pada Gambar 1. SPP 2 NF Scintillometer adalah detektor yang di-rancang untuk
mendeteksi dan mengukur sinar gamma.
Detektor ini menggunakan bahan sintilasi dari Nal(Tl) dan pada kondisi normal sensitif terhadap energi gamma diatas 30 keV [4] .
Gambar 1 : Model 450P Ion Chamber Survey Meter
Pengukuran radiasi daerah kerja
dilakukan pada 37 tempat di PPBGN seperti
terlihat pada Gambar 2, dan dilakukan
sebulan sekali setiap tahun. Metode yang
digunakan adalah dengan pengukuran
langsung pada daerah kerja yang akan
dipantau dengan alat deteksi radiasi
Victoreen 450 P. Pengukuran radiasi
lingkungan PPBGN dilakukan pada 37 titik
lokasi lingkungan PPBGN seperti terlihat
pada Gambar 3. Metode yang digunakan
adalah pengukuran langsung dengan meng-
gunakan alat ukur radiasi gamma yang
sensitif yaitu SPP-2NF. Kedua pengukuran
pada satu titik dilakukan setiap arah 2 menit
dengan arah mata angin dan vertikal ke
bawah setinggi titik pusar badan.
Presiding Presentasi Ibiiiali Kcsclainatan Radiasi dan Lingkuiigan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854 - 4085
HASIL DAN PEMBAHASAN
Dari data yang diperoleh, paparan radiasi terendah yang dipantau selama satu tahun pada daerah kerja PPBGN 0,10 u.Sv/
jam atau 0,04 mSv /tahun (Gambar 4 dan Tabel 1). Pada lokasi tertentu, paparan radiasi yang terdeteksi cukup tinggi dibanding dengan Iokasi-lokasi yang lain seperti pada ruang Sub Bidang Geo-kimia, koridor atas Bidang Eksplorasi, Laboratorium Sub. Bidang Analisa kontrol, Laboratorium Sub. Bidang Hydrometallurgi Bidang TPBN dengan hasil kisaran antara (0,23-8,79) uSv/jam atau (0,10-3,15) mSv/tahun. Hal ini disebabkan pada laboratorium-Iaboratorium di atas merupakan tempat menyintpan dan memproses bijih uranium dan atau pada daerah tersebut ada contoh-contoh batuan yang mengandung uranium seperti pada koridor atas Bidang Eksplorasi. Data pengukuran radiasi di lingkungan PPBGN dapat di lihat pada Gambar 5 dan Tabel 2.
Dari data tersebut menunjukkan bahwa radiasi gamma tertinggi pada lokasi pengukuran di halaman belakang Instalasi Teknik Pengolahan Bahan Galian Nuklir (titik No.16) sebesar 2,98 u.Sv/jam atau 1,43 mSv/tahun. Radiasi gamma terendah terdapat pada halaman gedung Eksplorasi (titik No.31 & 37), halaman gedung ETP &
KKL (titik No.l & 7). Radiasi berkisar (0,19-0,66) u.Sv/jam atau (0,07-0,26) mSv/tahun. Pada Lokasi titik No. 6, 13 dan 16 radiasi berkisar (0,79-2,98) uSv/jam atau (0,31-1,19) mSv/tahun, hal ini terjadi karena di belakang Instalasi Teknik Pengolahan Bahan Galian Nuklir terdapat bekas tempat preparasi bijih dan penyimpanan limbah.
Sedang pada titik lokasi No.6 cukup tinggi yaitu sebesar 0,67uSv/jam atau 0,26 mSv/jam. Hal ini disebabkan karena adanya cerobong buangan debu ke udara dari hasil penggerusan bijih uranium.
Pengukuran radiasi lingkungan di PPBGN berubah sangat besar bila ada aktivitas praktikum dari Pusat Pendidikan dan Latihan karena menggunakan sumber radiasi yang cukup besar. Nilai batas yang diijinkan untuk pekerja radiasi scsuai dengan SK. DI R.JEN BAT AN
NO.PN.03/160/DJ/89 (5,6] tentang ketentuan Keselamatan Kerja terhadap radiasi. yaitu untuk :
• Untuk pekerja radiasi dosis yang diterima maximum 50 mSv dalam satu tahun.
• Untuk masyarakat dosis yang diterima maximum 5 mSv dalam satu tahun.
Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa radiasi di daerah kerja dan Hngkungan PPBGN belum melampaui nilai batas yang diijinkan baik untuk pekerja radiasi maupun masyarakat.
2A. Denah ruang ETP
2B.Denah ruang eksplorasi bawah tan all
21
1 9
22
2 0
2 0
2C. Denah IBEM/ITPBGN (pilot plan)
Prosiding Prcscntnsi Iliniali Kesclnmatan Undiasi dan Lingkungan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854 - 4085
•26
27 25
L i
24
2D. Denah Ruang TPBN atas
i -28 ;•
"TT
30 29
2E. Denah ruang TPBN bawah
2F. Denah ruang KRL Gambar 2 : Denah ruangan
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengukuran dapat disimpulkan bahwa paparan radiasi di daerah kerja PPBGN masih berada di bawah nilai batas dosis yang diijinkan. Pada tempat yang cukup tinggi radiasinya yaitu Koridor atas Bidang Eksplorasi dan ruang sub. Bidang Hydrometallurgi Bidang TPBN, perlu dilaku-kan pemantauan secara terus menerus walaupun radiasiiiya masih di bawah nilai batas yang diijinkan.
Untuk radiasi di lingkungan PPBGN masih berada di bawah nilai batas dosis yang diijinkan. Pada tempat penyimpanan limbah padat perlu dilakukan pemantauan secara rutin, walaupun radiasinya masih di bawah nilai batas dosis yang diijinkan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih kepada staf Bidang Keselamatan Kerja dan Lingkungan PPBGN dan semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan tulisan ini.
DAFTAR PUSTAKA
1. SOETOMO JATIMAN, Dasar-dasar Fisika Radiasi (Diklat Proteksi Radiasi BATAN)
2. LAMARS,J.R., Introduction to Nuclear Enginering, Addison-Wesley Pub. Comp, 2nd edition,(1983)
3. V1CTOREEN, Operation and Instruction Manual, Ion Chamber Survey Meter Model 450 P, Inc, (1993).
4. SCINTILLATION METER SPP 2NF TYPE, Technical Instructions, Saphymo Stel, Paris, (1969).
5. BATAN, Keputusan Direktur Jenderal BATAN No. PN. 03/160/DJ/1989.
Tentang Ketentuan Keselamatan Kerja Terhadap Radiasi.
6. ICRP, Recommendation of The Inter- national Commmision on Radiological Protection, Pergammon Press Oxford On New York - Frankfurt - Seoul - Sydney, Tokyo, November (1990).
DISKUSI Ertni Juita - PSPKR
1. Dari hasil pemantauan yang dilakukan, apa yang bisa disarankan dengan adanya paparan yang tinggi pada daerah kerja Puslit saudara.
Presiding Prcscntasi Ilmiah Kcsclamataii Radiasi dan Lingkungan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854 - 4085
untuk tidak melewati daerah sekitar ruangan tersebut.
• untuk lingkungan kerja di PPBGN yaitu dekat kolam limbah padat yang berbatasan dengan PUSDIKLAT harus dilakukan dekontaminasi pada tanah kolam limbah dan di sekelilingnya.
2. Pemantauan dilakukan sejak tahun 1993 selama 1 tahun (1 bulan sekali) secara rutin, baik pada daerah kerja (ruang kerja) maupun lingkungan kerja.
Nazaroh - PSPKR
Kenapa digunakan alat yang berbeda di daerah kerja dan di lingkungan kerja. Apa keistimewaan dan kekurangan ke dua alat tersebut.
Achmad Sorot S
Karena pada daerah kerja atau ruang kerja banyak kemungkinan adanya sinar X, p dan y. Alat survei meter ion chamber Victoreen dapat memantau ketiga jenis radiasi ini.
Sedangkan SPP2NR hanya sensitif pada sinar y saja dan sinar X tidak ada di lingkungan.
Sri Widayati - PTPLR
Bagaimana korelasi hasil pemantauan radiasi daerah kerja PPBGN dengan dosis yang diterima pekerja PPBGN, apakah sesuai.
Achmad Sorot S.
Hasil korelasi hasil pemantauan radiasi daerah kerja PPBGN dengan dosis yang diterima pekerja PPBGN memang belum ada. Akan segera dilakukan. Terima kasih atas saran anda.
Kicky LTK - PAIR
1. Berapa ketinggian pengukuran
2. Apakah ada perbedaan (terutama kenaikan) hasil pengukuran/ pemantauan dibandingkan tahun sebelumnya.
3. Sampai sejauh mana pengaruh kegiatan dari Unit Batan Iainnya (PUSDIKLAT dan PAIR) terhadap paparan radiasi di PPBGN, mengingat ada iradiator y, elektron (PAIR) dan kegiatan radiografi (PUSDIKLAT).
Achmad Sorot S.
1. Ketinggian pengukuran ± 1 meter di atas tanah.
2. Pada umunya tidak banyak berbeda dengan tahun sebelumnya.
3. Pengaruh dari praktikum Proteksi Radiasi (PUSDIKLAT) cukup besar, sehingga dicatat secara khusus. Dan pengaruh dari kegiatan PAIR ada kenaikan ± 0,01 p.Sv/jam (dari Irradiator y). Ini terjadi pada paparan radiasi
lingkungan.
Gambar 3 : Lokasi Pengukuran
Prosidiiig Prcscntasi Ilmiah Kcselamatan Radiasi dan Lingkungan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854-4085
Paparan Radiasi Ruangan ETP
0.15
0,10
=1 0.05
0.00 :;::-:::-:o>i;!
i
ii
ll II 11 I
: : : : :' :
• ; • ; •
1 1
1
111
11
g:>•.•:;
||
• : • : • :
111111111 l l l l l
1
i:|
• : • - • • :
• : • : • :
•X:".
:.:X
ii
1
if.i
ii
: • : • : ;
Raparan
1 2 3 4 5 6 7
Kode Lokasi
Ere
Paparan Radiasi Ruangan TPBN Atas
4 3,5 3 2,5 2 1.5 1 0.5 0
II 'I i
1
1
WmWmmmxi
| | | | l | i i | | i | |
lillliiill
iilllllll
ilillii
iisijiiiiiii
liiiili
illiliil
lllifiilliiii::::: ;:::
Illilll
illlliiiliil illiiililliliilil
I Paparan
23 24 25 26 27
Kode Lokasi
Paparan Radiasi Ruang I Eksplorasi
3 8 7
TO 5 - 5
"5 4
:x 3 2 l 0
llliililiiiilisjiii
i i l
10 12 14 16 18
Kode Lokasi
I Paparan
Paparan Radiasi Ruangan
! TPBN Bawah
CO
Paparan Radiasi Pilot Plant
0.14
0.12
E o.i \
«s
•3 0.08 0,06 0,04 0,02 0
I Paparan
19 20 21 22
Kode Lokasi
Paparan Radiasi Ruangan KKL
0.25
0,2
31 32 33 34 35 36 37
Kode Lokasi I
Gambar 4. Paparan radiasi pada daerah kerja di PPBGN
Presiding Prescntasi Ilmiah Kcschunatan Kadiasi dan Lingkungan, 20 - 21 Agustus 1996 ISSN : 0854 - 4085
Paparan Radiasi Lingkungan TPB 0,7
0,6 0,5
°' 4
0.3 0,2 0,1
0
Mil fliplHfli
Paparan Radiasi Lingkungan KKL
| Paparan
0,25 -
0,15 -
0 , 1 •
0,05 - 0 -
1
|
1
! ; • :
|
Pi
III
1 1
:4
I Paparati
Kodc lokasi
23 25 27 29 Kodc Lokasi
Paparan Radiasi Lingkungan IB EM Paparan Radiasi Lingkungan
3
I Paparan
11 12 13 14 Kodc Lokasi
0 25 0,2 - E 0,15 -- v\ 0,1 --
0,05 • 0 - -t-
Eksplorasi
• Paparan
3 1 32 33 34 35 36 37 Kode Lokasi
Paparan Radiasi LingkunganPusdiklat
2,5 •
2
l u .
3 1 -
0,5 - 0 -
ill! iiiiiiiiiHiiiiii
'•^•y-vv- :;::::::::i:::::::::::::::::::::-::::::;:::::::;::::::::;::o>:::::;-: ''•'• ^y-yy^-
Illilllllllllllllll
I PaparanKodc I»kasi
Gambar 5. Paparan radiasi lingkungan di PPBGN