• Tidak ada hasil yang ditemukan

Implementasi Metode Forward Chaining untuk Mendiagnosa PenyebabPenyakit Tanaman Singkong

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Implementasi Metode Forward Chaining untuk Mendiagnosa PenyebabPenyakit Tanaman Singkong"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Implementasi Metode Forward Chaining untuk Mendiagnosa PenyebabPenyakit Tanaman Singkong

Iluh Dewi Sari *1, Ade Irna 2, Andi Tenri Sumpala 3

1,2,3 Program Studi Sistem Informasi, FTI, USN, Kolaka

e-mail: *1[email protected],2adeirna901,3[email protected]

Abstrak

Kebutuhan informasi yang cepat dan tepat dari seorang pakar sangat dibutuhkan oleh para petani cocok tanam yang ingin menuai keberhasilan dalam proses penanaman yang dilakukannya. Initelah mendorong pengembangan aplikasi sistem pakar untuk mengidentifikasi penyebab penyakit pada tanaman dibuat. Sistem pakar untuk mendiagnosa penyebab penyakit pada tanaman ini khususnya tanaman singkong dirancang sebagai alat untuk mendiagnosis penyebab penyakit singkong dengan basis pengetahuan. Pengetahuan dasar yang diperoleh berasal dari sumber artikel-artikel tentang penyebab penyakit pada tanaman singkong. Sistem pakar ini menggunakan metode pengembangan berupa identifikasi masalah, konseptualisasi, formalisasi, dan implementasi. Basis pengetahuan dikompilasi kedatabase dengan beberapa tabel. Sebagai tabel utama adalah tabel diagnosis atau kesimpulan. Inferensi dalam sistem pakar menggunakan metode forward chaining.

Kata kunci— Sistem Pakar, Forward Chaining, Knowledge Base.

1. PENDAHULUAN

eknologi informasi turut berkembang sejalan dengan perkembangan peradaban manusia.

Perkembangan teknologi informasi meliputi perkembangan infrastruktur, seperti hardware, software, teknologi penyimpanan data (storage), dan teknologi. Perkembangan TI mempengaruhi banyak bidang seperti pertanian, kesehatan, pendidikan, pemerintahan, dan lain- lain.

Dalam dunia pertanian banyak sekali hal yang harus dipelajari agar dapat menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Begitu banyaknya hal yang harus diingat seperti media tanam yang berbeda bagi tiap jenis tanaman, takaran pupuk, hama dan penyakit tanaman, dan banyak sekali cara agar tanaman yang ditanam dapat menghasilkan hasil yang lebih baik. Tetapi, manusia pasti mempunyai sifat pelupa yang memungkinkan hal-hal tersebut di atas dan berakibat pada hasil pertanian yang kurang memuaskan dan tidak stabil. Untuk mengatasi hal di atas, salah satunya dibutuhkan suatu teknologi yang dapat membantu kita.

Sistem pakar merupakan suatu pemodelan dari proses penalaran seorang pakar yang memiliki domain pengetahuan tertentu, agar kepakarannya dapat dimanfaatkan oleh orang- orang non pakar. Penggunaan sistem pakar antara lain untuk: konsultasi, melakukan analisis dan diagnosis, membantu pengambilan keputusan, dan lain-lain. Umumnya sistem pakar dirancang untuk berinteraksi langsung dengan pemakai dalam format dialog (tanya-jawab). Dialog tersebut dapat memberikan keputusan sesuai penalaran. Oleh karena itu, sistem pakar (expert system) mempunyai kemampuan untuk memudahkan masalah-masalah praktis pada saat sang pakar berhalangan. Dan salah satu implementasi sistem pakar pada bidang pertanian yaitu untuk mengidentifikasi penyebab penyakit tanaman.

Banyak sekali ragam hama dan penyakit tanaman dan beragam pula nama dan akibat

T

(2)

2.1 Sistem Pakar

Sistem pakar adalah sistem yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang dirancang untuk memodelkan kemampuan menyelesaikan masalah seperti layaknya seorang pakar [1].

Sistem pakar merupakan program komputer untuk dapat meniru proses pemikiran dan pengetahuan pakar untuk menyelesaikan suatu masalah yang spesifik. Implementasi sistem pakar banyak digunakan untuk kepentingan masyarakat karena sistem pakar dipandang sebagai cara penyimpanan pengetahuan pakar dalam bidang tertentu ke dalam suatu program, sehingga dapat memberikan keputusan dan melakukan penalaran secara cerdas. Sistem pakar merupakan cabang dari kecerdasan buatan dan juga merupakan bidang ilmu yang muncul seiring perkembangan ilmu komputer saat ini. Sistem ini bekerja untuk mengadopsi pengetahuan manusia ke komputer yang menghubungkan dasar pengetahuan dengan sistem inferensi untuk menggantikan fungsi seorang pakar dalam menyelesaikan suatu masalah [2].

Sistem pakar adalah suatu program komputer cerdas yang menggunakan knowledge(pengetahuan) dan prosedur inferensi untuk menyelesaikan masalah yang cukup sulit sehingga membutuhkan seorang yang ahli untuk menyelesaikannya. Pengetahuan adalah sebuah kekuatan yang dapat memecahkan suatu masalah yang kita temui sehari-hari. Sistem pakar adalah program Artificial Intellenge yang menggabungkan pangkalan pengetahuan (knowledge base) dengan sistem inferensi. Kecerdasan buatan atau Artificial Intellenge (AI) dapat didefinisikan sebagai sub bidang pengetahuan komputer yang khusus ditujukan untuk membuat software dan hardware yang sepenuhnya biasa menirukan beberapa fungsi otak manusia.

Karena itu diharapkan komputer bisa membantu manusia didalam berbagai masalah yang sangat rumit [3].

Sistem pakar bila dikaitkan dengan kemampuan seorang ahli pertanian khususnya ahli tanaman umbi-umbian, dapat dihasilkan suatu system computer yang berfungsi untuk mengetahui dan menganalisis penyebab gangguan penyakit pada tanaman singkong dan kemudian memberikan suatu solusi secara langsung tentang bagaimana cara penanggulangan dari penyakit yang ada.

Dalam penyusunannya, sistem pakar mengkombinasikan kaidah-kaidah penarikan kesimpulan (inference rules) dengan basis pengetahuan tertentu yang diberikan oleh satu atau lebih pakar dalam bidang tertentu. Kombinasi dari kedua hal tersebut disimpan dalam komputer, yang selanjutnya digunakan dalam proses pengambilan keputusan untuk penyelesaian masalah tertentu. Sistem pakar dibuat dengan mendapatkan pengetahuan dari seorang pakar, kemudian dilakukan pengkodean ke bentuk yang dapat diproses oleh komputer untuk menyelesaikan persoalan yang sejenis. Sistem pakar sangat tergantung pada suatu bidang dalam menyusun penyelesaian persoalan yang dihadapi oleh sistem. Konsep dasar sistem pakar dapat dilihat pada Gambar 1 [4].

(3)

Gambar 1 Konsep Sistem Pakar

2.2 Arsitektur Sistem Pakar

Sistem pakar disusun oleh dua bagian utama, yaitu lingkungan pengembangan (development environment) dan lingkungan konsultasi (consultation environment) [5].

Lingkungan pengembangan sistem pakar digunakan untuk memasukan pengetahuan pakar ke dalam lingkungan sistem pakar [6]. Lingkungan konsultasi (consultation environment) digunakan oleh pengguna yang bukan pakar guna memperoleh pengetahuan pakar. Arsitektur sistem pakar dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2. Arsitektur Sistem Pakar

2.3 Forward Chaining

Bagian sistem pakar yang bertugas melakukan proses penelusuran adalah mesin inferensi. Secara umum ada dua cara yang dapat di kerjakan dalam melakukan inferensi yaitu Forward Chaining (penalaran maju) dan Backward Chaining(Penalaran mundur) pembahasan selanjutnya fokus pada Fordward Chaining.

Forward Chaining adalah tehnik pencarian yang dimulai dengan program dengan fakta yang diketahui kemudian dicocokkan fakta-fakta tersebut dengan IF dari rules IF-THEN. Bila

(4)

Gambar 3. Diagram Forward Chaining 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Untuk menghasilkan sistem pakar diagnosapenyebab penyakit singkong yang baik diperlukan pembuatan basis aturan dan basis pengetahuan yang lengkap dan baik agar proses inferensi berjalan dengan baik. Mekanisme inferensi pada sistem pakar ini adalah melakukan penalaran maju dengan menggunakan aturan berdasarkan urutan dan pola tertentu. Selama proses konsultasi antar sistem dan pemakai mekanisme inferensi menguji penyebab sesuai dengan aturan demi satu untuk memperoleh hasil diagnosa berupa penyakit tanaman singkong yang dimaksud.

Berikut ini kami jelaskan mengenai rule-rule atau aturan-aturansistem pakar yang kami rancang dengan menggunakan metode Forward Chaining.

R1 = If P01AND PS2 AND P03 AND P04 AND P05 AND P06 Then PS-01.

R2 = If P07 Then PS-02.

R3 = If P08AND P09 AND P010 AND Then PS-03.

R4 = If P011AND P012 AND P013 AND P014 Then PS-04.

R5 = If P014AND P015 AND P016 ThenPS-05.

Sedangkan berikut ini adalah gambaran mengenai tabel hubungan kode penyebab penyakit dapat dilihat pada Tabel 1, tabel data penyebab penyakit dapat dilihat pada Tabel 2.

(5)

Keterangan :

(√) : Penyebab penyakit PS : Penyakit

PS-01 : Jamur akar putih PS-02 : Layu Bakteri PS-03 : Hawar Bakteri, PS-04 : Bercak Coklat

PS-05 : Bercak daun konsentris

(6)

Form yang dihasilkan untuk mendiagnosis penyebab penyakit tanaman singkong dapat dilihat pada Gambar 9.

Gambar 4. Tampilan Form Diagnosa

Gambar 9 adalah tampilan form untuk diagnosa penyebab penyakit tanaman singkong.

Langkah pertama yang harus dilakukan yaitu dengan memasukkan data penyakit, setelah itu mesin inferensi Forward Chainingakan memproses sesuai aturan yang berlaku. Maka hasil yang tampil, dapat dilihat pada Gambar 5.

(7)

Gambar 5. Hasil Diagnosa

Hasil yang didapat dalam pengujian sistem ini adalah : 1. Penyakit dari penyebabyang diinputkan

2. Solusi dari penyakit dan penyebab yang terdiagnosa.

4. KESIMPULAN

Berdasarkan uraian pembahasan diatas yaitu tentang diagnosa penyebab penyakit singkong, maka dapat diambil kesimpulan bahwa :

a Sistem ini dibangun untuk menyimpan keahlian seorang pakar penyakit tanaman umbi- umbian, sehingga sistem ini dapat dijadikan sebagai asisten pandai di bidangnya sebagai sumber pengetahuan oleh user

b Diagnosa penyebab penyakit singkong memberikan informasi hasil konsultasi berupa penyebab penyakit serta cara mengatasinya

DAFTAR PUSTAKA

[1] Andri, Saputra, 2011, Sistem Pakar Identifikasi Penyakit Paru-paru Pada Manusia,Jurnal Teknologi dan Informatika (TEKNOMATIKA),Vol. 1, No. 3

[2] Prista, Amanda, Putri, and, Hindayati, Mustafidah, 2011, Sistem Pakar untuk Mendiagnosa Penyakit HatiMenggunakan Metode Forward Chaining, JUITA, Vol. 1, No. 4.

[3] Veriana, Wiwi, 2015, Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Mendeteksi Penyakit THT,Jatisi, Vol. 1, No. 2.

[4] Gusti, Ayu, Kadek, tutik, A., and, Rosa, Delima, 2009, Penerapan Forward Chaining Pada Program Diagnosa Anak Penderita Authisme, Jurnal Informatika,Vol. 5, No. 2.

[5] Veriana, Wiwi, 2015, Penerapan Metode Forward Chaining Untuk Mendeteksi Penyakit THT,Jatisi, Vol. 1, No. 2.

[6] Level, Perdana, Didik, Nogroho, and, Kustanto, Sistem Pakar Untuk Diagnosis Penyakit Ginjal Dengan Metode Forward Chaining, Jurnal TIKomSiN, ISSN: 2338-4018.

Gambar

Gambar 1 Konsep Sistem Pakar
Gambar 3. Diagram Forward Chaining  3. HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 4.  Tampilan Form Diagnosa
Gambar 5. Hasil Diagnosa

Referensi

Dokumen terkait

Manfaat yang diharapkan setelah dilakukannya penelitian tentang strategi guru dalam pembelajaran tadabur alam pada mata pelajaran Aqidah Akhlak untuk

Skor rata-rata pada indikator ini adalah sebesar 39,17. Di mana hasil skor rata- rata menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa dalam menyusun analisa dan sintesa beberapa kasus

Perkembangan tekonologi turut menyumbang rendahnya minat anak untuk membaca, yang mana dalam sehari semalam mereka bisa menghabiskan waktu lebih dari 8 jam

Hasil uji hipotesis 2 yang ditunjukkan pada tabel 4.12, variabel tenaga kerja mempunyai tingkat signifikasi sebesar 0,979 dan nilai t sebesar 0,27. Hal ini

Menginsert file gambar untuk tambahan background, penulis menggunakan gambar cartoon Islami sebagai background halaman daftar menu Al- Ma’tsurat dengan proses klik

Jumlah PTS di Jakarta ini belum termasuk PTS yang ada disekitar Tangerang, Bekasi, Depok yang jumlahnya terus bertambah.Dalam memilih perguruan tinggi swasta

Garis atau benang itulah arah kiblat untuk tempat yang bersangkutan Berbagai metode-metode di atas adalah menunjukan dalam penentuan arah kiblat dengan langkah yang berbeda-beda