makalah pendidikan
Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Minat Baca Anak BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Menurut survey yang dikeluarkan unesco menunjukkan minat anak indonesia untuk membaca masih 0,001%. Dengan angka tersebut menempatkan posisi indonesia di urutan 60 dari 61 negara paling terpelajar dimana di posisi pertama di tempati negara Finlandia selanjutnya disusul negara Nerwegia dan Islandia. Perkembangan tekonologi turut menyumbang rendahnya minat anak untuk membaca, yang mana dalam sehari semalam mereka bisa menghabiskan waktu lebih dari 8 jam untuk mengoprasikan phonsel pintar yang mereka miliki, baik untuk sekedar bermain
social media
maupun bermaingame online
yang tentunya sangat tidak bermanfaat untuk tumbuh kembang-nya anak.Perkembangan tekonologi yang semakin pesat membuat informasi yang beredar susah untuk dibendung/ dikendalikan baik media internet, televisi, maupun media lainnya, hal ini tentunya membuat anak-anak dibanjiri informasi maha dasyat.
Disatu sisi banyaknya informasi yang didadapat dari berbagai media tersebut tentu saja dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta perubahan sikap pada anak. Sisi postif lainnya ada banyak yang menawarkan/program pembelajaran yang dapat diakses serta situs-situs bermanfaat yang menyajikan program pengembangan berbagai kompetensi anak.
Namun disisi lain dampak informasi yang kian tidak terbendung dapat mempengaruhi dan merusaka anak karena konten (isi) mengandung banyak unsur yang tidak pantas diakses anak. Internet merupakan dunia tanpa batas yang artinya semua informasi dapat diakses melalui internet tanpa terkecuali situs-situs yang tidak layak bagi anak seperti kekerasan dan Fornograpi.
Berangkat informasi diatas maka penulis memutuskan menulis makalah ini dengan judul
Pengaruh Perkembangan Teknologi Terhadap Minat Baca
Anak.
1.2 Rumusan Masalah
Berangkat dari latar belakang diatas maka penulis membuat rumusan masalah sebagai berikut:
Bagaimana Perkembangan Tekonlogi Internet Di Indonesia Faktor Yang Mempengaruhi Minat Baca Anak
1.3 Tujuan
Pada dasarnya tujuan penulisan makalah ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu tujuan umum
dan khusus. Tujuan umum dalam penyusunan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu
tugas dari mata kuliah (sebutkan mata kuliah apa). Adapun tujuan khusus pembuatan makalah
Untuk mengetahui dan memahami apa itu perkembangan teknologi
Selain perkembangan teknologi apa saja faktor yang mempengaruhi minat baca anak
Untuk mengetahui pengaruh perkembangan tekonologi terhadap minat baca anak
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Perkembangan Teknologi Internet
Intenet telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia komputer serta dua komunikasi yang mana tidak pernah diduga sebelumnya. Dengan media internet seseorang dapat mendistribusikan informasi hampir keseluruh negara yang terkoneksi dengan jaringan internet. Tentu hal tersebut membawa dampak positif sebagai media komunikasi antara individu maupun suatu kelompok.
Perkembangan internet di indonesia cukup signifikan, itu ditandai dengan pengguna internet dari tahun ke tahun terus meninggkat. Di tahun 2014 pengguna internet indonesia mencapai 83,7 juta jiwa, angka ini berlaku setiap orang yang mengakses internet setidaknya sekali dalam satu bulan. Dengan jumlah pengguna sebesar 83,7 juta menempatkan posisi ke 6 terbesar dunia yang menggunakan teknologi internet. Sementara survey terakhir yang dilakukan eMarketer memperkirakan jumlah pengguna internet mencapai 112 juta menempatkan indonesia ke posisi ke 5 dan peringkat ke tiga se-asia mengalahkan jepang yang berada di posisi 6 terbedar dunia.
Secara keseluruhan pengguna internet didunia diproyeksikan di tahun 2018 bakal mencapai 3,6 meliyar dari semulua di tahun 2015 sebesar 3 meliyar. Perkembangan internet di indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan jumlah pengguna internet yang besarnya bisa mencapai dua digit untuk setiap tahun. Indonesia saat ini memiliki posisi ke lima negara penggunan internet terbesar, dimana posisi pertama ditempat negeri tiongkok, disusul amerika, india, brazil dan jepang. Jumlah pengguna internet di tiongkok saat ini mencapai 643 juta , lebih besar dua kali lipat dari pengguna internet amerika sebesar 252 juta.
jumlahnya mencapai Rp.396 Triliun. Usaha e-comers yang terdiri dari strart-up dan UKM yang menjadi faktor terbesar dalam mobilisasi transaksi tersebut.
2.2 Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Internet.
Pemerintah sendiri ikut mendorong perkembangan teknologi internet ditanah air dengan membuat pelatihan khusus untuk pelaku usaha kecil menengah maupun start up yang ingin menjalankan bisnis di bidang e-comers. Selain itu berikut faktor penting yang mempengaruhi perkembangan internet di indonesia.
Infrasturuktur dan lingkungan institusi.
Infrasturuktur dan lingkungan institus memegang peran penting dalam kekondusifan perkembangan internet pada suatu negara. Kesamaan sturuktur (modernization dan postindustrialization)
Kesamaan struktur mencakup infrastruktur, persentase pekerja, lingkungan politik serta persentase jumlah pekerja, lingkungan politik dll.
Perdagangan dan investasi asing.
Pentingnya investasi asing terletak pada pertukaran informasi dalam alur perdagangan yang berlanjut kesamaan permintaan pada teknologi komunikasi.
Pembangaunan perkotaan
Pembangunan perkotaan umum diikuti dengan perkembangan industri dan kemjuaan infrasturuktur yang menjadi dasar internet. Dimana pembangunan kota memacu perkmbangan internet.
Keberadaan industri
Perkembangan dibidang industri turut menjadi penyumbang dalam perkembangan teknologi internet, seperti industri tekstil, rekreasi bahkan judi.
Selain faktor diatas dari segi harga serta kemudahan dalam memiliki phonsel cukup mudah, dengan harga yang bisa dikatakan cukup murah membuat hampir semua kalangan dapat menjangkau internet. Bila meliriik 6 tahun kebelakang bisa dibayangkan berapa banyak yang memiliki phonsel, dan orang yang memiliki hanya kalangan tertentu saja, berbeda dengan zaman sekarang yang mana hampir setiap orang memiliki bahkan dalam satu orang memiliki lebih dari satu HP.
2.3 Minat membaca buku anak indonesia
menyenangi buku sebagai sumber informasi yang layaknya berita dari internet, koran maupun majalah sebagai berikut:
Sistem pembalajaran indonesia belum mebuat siswa/mahasiswa harus membaca buku lebih banyak dari apa yang diajarkan dan mencari informasi atau pengetahuan lebih dari apa yang di ajarkan dikelas
Banyaknya hiburan TV dan permainan dirumah atau diluar rumah yang membuat perhatian anak untuk menjauhi buku. Sebenarnya hadirnya internet dapat membawa dampak terhadap peningkatan minat baca masyarakat, kerana internet merupakan sarana viisual yang dapat disinosimkan dengn sumber informasi yang lebih uptodate, tetapi hal ini disikapi lain karena yang dicari di internet kebanyakan berupa visual yang kurang tepat untuk dikonsumsi anak-anak.
Banyaknya tempat-tempat hiburan seperti taman reakreasi, karaoke, mall maupun supermarket.
Budaya baca masih belum diwariskan oleh nenek moyang kita, hal ini terlihat dari kebiasaan ibu-ibu yang sering mendongeng kepada putra-putrinya sebelum tidur dan ini hanya diaplikasikan secara verbal atau lisan saja dan tidak dibiasakan mencapai pengetahuan melalui membaca
Buku dirasakan masih barang yang mahal begitu juga jumlah perpustakaan masih tergolong sedikit bila dibandingkan dengan jumlah masyarakat (khususnya anak-anak) dan terkadang letaknya masih jauh untuk dijangkau.
2.4 Pengaruh Perkembangan Tekonlogi Terhadap Minat Baca
Inovasi tekonologi bergembang begitu pesat. Kini era informasi telah merambah segala dimensi kehidupan. Laju informasi yang beredar sudah tidak bisa dibendung ( dan dikendalikan) baik jumlah maupun jenis dan dampak ikutannya. Melalui media elektronik (televisi, internet dan lain-lain), anak anak kita dihantam tsunami yang maha dashat.
Disatu sisi , informasi itu barmanfaat untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan serta sikap anak. Secara positif, cukup banyak situs-situs yang menawarkan program atau modul pembelajaran yang bisa di akses anak dengan mudah. Ruang belajar anak tidak dibatasi dinding tembok kelas karena proses pembelajaran melalui dunia maya tidak dibatas ruang dan waktu.
namun dilain pihak menghasilkan gejala buta huruf jenis baru, yaitu buta huruf fungsional.
Buta huruf fungsional ialah sebuah keadaan dimana kapasitas dan kemampuan paling dasar dalam berekpresi dan berpikir menjadi mandeg. Membanjirnya informasi membuat kemampuan membaca, menulis, menghitung dan mengingat lumpuh. Para pelajar menjadi fasif dan miskin perbendaharan kata. Melimpahnya data memposisikan manusia sebagai sekedar keranjang sampah informasi semata sehingga kemampuannya mengelola dana dan membuat refleksi secara sistematis dan tergarap dengan makin menurun.
Matinya budaya budaya baca dan tulis membuat masyarakat kita terjerumus sekedar masyarakat penonton yang dijejali berbagai macam data, imajinasi, yang kebenarannya tak dapat diandalkan. Masyarakat menjadi tak tahu lagi mana yang isu, berita sungguhan, fitnah atau rekaan.
Disatu sisi, akses pada pengetahuan semakin mudah, namun dilain sisi kita kesulitan mendefinisikan batas-batas yang berkaitan dengan data itu. Ada semacam anonimitas dalam dunia internet. Dunia maya yang ditawarkan internet bisa membuat orang terkecoh, salah data dan kemampuannya memandang kenyataan berpotensi terdistorsi.
2.5 Cara Menumbuhkan Minat Baca Pada Anak
Untuk menumbuhkan minat baca kepada anak dan menjadikan buku menjadi bagian kebutuhan tidak lepas dari peran keluarga, pemerintah dan lingkungan sekolah.
Peran Keluarga
Untuk mensiasati agar anak kita gemar membaca serta membaca menjadi suatu kebutuhan sehari-hari, maka tidak jalan lain peranan orang tua sangat dibutuhkan dengan cara membiasakan anak-anak usia dini untuk mengenal apa yang dinamakan buku dan membiasakan untuk membaca serta bercerita terhadap buku yang telah dibaca. Hal ini harus dilakukan secara terus menerus dengan harapan agar terbentuk keperibadian yang kuat dalam diri anak sampai dewasa, sehingga membaca adalah suatu kebutuhan bukan sekedar hobi.
Peran Pemerintah
Peran Lembaga Pendikan