• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

48 3.1 Tipe Penelitian

Penelitian ini menggunakan tipe penelitian eksplanatif. Hal tersebut berkaitan dengan tujuan penelitian yang telah ditetapkan sebelumnya yaitu untuk mengetahui hubungan antara pengalaman dalam mengkonsumsi produk terhadap sikap konsumen pada produk Pocari Sweat. Selain itu, penggunaan penelitian eksplanatif dipilih karena dalam penelitian ini terdapat pengujian hipotesis secara spesifik mengenai hubungan kausal dua variabel melalui pengujian hipotesis.

Jalaluddin Rakhmat (2001:8) menjelaskan, dalam bahasa Inggris penelitian disebut research. Research artinya mencari lagi, melihat kembali, meneliti lagi. Selanjutnya dijelaskan, penelitian ilmiah adalah rangkaian pengamatan yang sambung-bersambung, berakumulasi, dan melahirkan teori-teori yang mampu menjelaskan dan meramalkan fenomena-fenomena.29 Teori dapat dipandang sebagai permulaan proses penelitian ilmiah. Tetapi teori melewati berbagai tahap. Pada bentuknya yang elementer, teori adalah hasil pengamatan yang tidak formal. Teori elementer ini diubah kedalam konsep yang dapat diukur (dari konseptualisasi ke operasionalisasi). Teori berada pada “pikiran” ilmuwan.

Teori ini, dalam bentuk yang operasional, diuji bukan pada “pikiran”, tetapi di dunia nyata (observasi)30.

29Jalaluddin Rakhmat. 2001. Metode Penelitian Komunikasi – Dilengkapi Contoh Analisis Statistik. Cetakan ke-9. Bandung: Remaja Rosdakarya hal. 8

30 Ibid, hal. 9

(2)

Penelitian menurut tingkat eksplanasinya adalah penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain (Singarimbun dan Effendi 2005 dalam Sangadji dan Sopiah (2010:29). Penelitian eksplanasi (penelitian penjelasan) merupakan penelitian yang menggunakan data yang sama, di mana penelitian tersebut menjelaskan hubungan kausal antara variabel-variabel melalui pengujian hipotesis31. Singarimbun dan Effendi (1995:5) juga menjelaskan hal serupa yaitu apabila peneliti menjelaskan hubungan kausal antara variabel- variabel melalui pengujian hipotesa, maka penelitian tersebut dinamakan penelitian pengujian hipotesa atau penelitian penjelasan (explanatory research).

Jadi perbedaan pokok antara “penelitian deskriptif” dan “penelitian penjelasan”

(eksplanatif) tidak terletak pada sifat datanya, melainkan pada sifat analisanya32.

3.2 Metode Penelitian

Metode penelitian pada dasarnya merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu (Babbies, E., 2004 dalam Sangadji & Sopiah 2010). Pada penelitian ini, peneliti memutuskan untuk menggunakan metode penelitian kuantitatif. Metode ini dipilih karena dianggap sesuai dengan case penelitian yang mencakup populasi yang besar. Menurut E.G.

Carmines, dan R.A. Zeller (2006) dalam Sangadji dan Sopiah (2010:26), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang datanya dinyatakan dalam angka dan

31 Iqbal M. Hasan. 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia hal 14

32 Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metodologi Penelitian Survai –Analisa Data. Edisi Revisi.

Jakarta: LP3ES, 1995 hal.5

(3)

dianalisis dengan teknik statistik33. Pada umumnya penelitian kuantitatif lebih menekankan pada keluasan informasi (bukan kedalaman) sehingga metode ini cocok digunakan untuk populasi yang luas dengan variabel terbatas. Selanjutnya, data yang diteliti adalah data sampel yang diambil dari populasi tersebut dengan teknik probability sampling (random). Berdasarkan data dari sampel tersebut, selanjutnya peneliti membuat generalisasi (kesimpulan sampel diberlakukan ke populasi dimana sampel tersebut diambil)34.

Selanjutnya peneliti juga menggunakan metode survei bertujuan untuk memperoleh informasi dari sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Penggunaan metode survei ini dipilih oleh peneliti karena penelitian ini melibatkan banyak responden dan mencakup area yang luas dibandingkan dengan metode lain. Penelitian survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpulan data yang pokok35.

Kata survei terdiri atas suku kata sur yang merupakan turunan kata Latin super yang berarti diatas atau melampaui. Sedangkan suku kata vey berasal dari

kata kerja Latin videre yang berarti melihat. Jadi, kata survey berarti melihat diatas atau melampaui (Leedy: 1980 dalam Soehartono:2004)36. Metode survei merupakan metode pengumpulan data primer yang menggunakan pertanyaan lisan

33 Etta Mamang Sangadji dan Sopiah. Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi, 2010 hal 26

34 Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta hal12

35 Etta Mamang Sangadji dan Sopiah. Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi, 2010 hal hal.3

36 Irawan Soehartono. Metode Penelitian Sosial – Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004 hal. 53

(4)

dan tertulis. Metode ini memerlukan adanya kontak atau hubungan antara peneliti dengan subyek (responden) penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan37.

Penelitian survei adalah penelitian yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual, baik tentang institusi sosial, ekonomi, atau politik dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Dalam penelitian survei ini, dikerjakan evaluasi serta perbandingan-perbandingan terhadap hal-hal yang telah dikerjakan orang dalam menangani situasi atau masalah yang serupa dan hasilnya dapat digunakan dalam pembuatan rencana dan pengambilan keputusan di masa datang38.

Selain itu, metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode korelasi berdasarkan penelitian survei. Tujuan penggunaan metode korelasi dijelaskan oleh Jalaluddin Rachmat (2001:27) yaitu untuk meneliti sejauh mana variasi pada satu faktor berkaitan dengan variasi pada faktor lain. Jika dua variabel saja yang digabungkan, maka korelasinya disebut korelasi sederhana (simple correlation). Sedangkan jika lebih dari dua, maka yang digunakan adalah korelasi berganda (multiple correlation).

3.3 Populasi dan Sample

Dalam sebuah penelitian, seorang peneliti diperbolehkan untuk tidak meneliti semua populasi jika jumlah populasi tersebut terlalu banyak. Sebagian populasi yang diambil disebut dengan sampel. Banyak faktor yang bisa menjadi alasan seorang peneliti memilih untuk menggunakan sampel, diantaranya yaitu

37 Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta, hal 171

38 Iqbal. M. Hasan 2002. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya. Bogor: Ghalia Indonesia hal 13

(5)

objek penelitian yang homogen, penghematan biaya dan waktu, hingga ukuran populasi yang terlalu besar seperti yang telah dijelaskan sebelumnya. Jika sampel yang diambil cukup representatif dan memadai, maka peneliti pun dapat mempelajari sebagian objek tersebut untuk kemudian hasil yg diperoleh dijadikan kesimpulan yang cukup menggambarkan populasi secara keseluruhan.

a. Populasi Penelitian

Dijelaskan oleh Jalaluddin Rakhmat (2001:78), salah satu hal yang menakjubkan dalam penelitian adalah kenyataan bahwa kita dapat menduga sifat-sifat suatu kumpulan objek penelitian hanya dengan mempelajari dan mengamati sebagian dari kumpulan itu. Bagian yang diamati itu disebut sampel, sedangkan kumpulan objek penelitian disebut populasi.

Penentuan SMA Negeri 70 Jakarta sebagai populasi dalam penelitian ini adalah karena peneliti melihat fenomena pemilihan girlband sebagai endorser produk Pocari Sweat saat ini cukup mampu menerpa target sasaran

usia sekolah. Hal tersebut akan dilihat kembali apakah akan terlihat adanya hubungan antara pengalaman mengkonsumsi produk dan evaluasi konsumen terhadap informasi yang diperoleh dari iklan sehingga mampu mempengaruhi sikap konsumen terhadap produk yang diiklankan juga.

Menurut Sangadji dan Sopiah (2010:185), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas subjek atau objek dengan kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan

(6)

kemudian ditarik kesimpulan39. Populasi sasaran peneliti adalah para siswa- siswi SMA Negeri 70 Jakarta yaitu sejumlah 1141 orang berdasarkan data dari google.com pada situs Wikipedia yang diakses tahun 2013. Populasi dalam penelitian ini berstatus sebagai objek penelitian karena populasi ini ditempatkan sebagai substansi yang diteliti – dalam hal ini yaitu perilaku konsumen, bukan sebagai sumber informasi.

b. Sampel Penelitian

Selanjutnya Sangadji dan Sopiah (2010:186) menjelaskan, sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi cukup besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua karena adanya keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi. Untuk itu, sampel yang yang diambil dari populasi harus betul-betul representative (mewakili)40.

Sementara penentuan ukuran sampel pada penelitian ini menggunakan rumus Yamane (1967:99 dalam Rakhmat, 2001:82) sebagai berikut :

= + 1

Keterangan :

n = ukuran sampel yang diinginkan N = jumlah populasi

d = tingkat presisi

39 Etta Mamang Sangadji dan Sopiah. Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi, 2010 hal 185

40 Ibid, hal 186

(7)

c. Jumlah Sample

Berdasarkan rumus di atas dengan tingkat presisi 10%, maka diperoleh ukuran sampel sebagai berikut :

= 1141

1141(0.1) + 1

= 1141

1141(0.01) + 1

= 1141 11.41 + 1

= 1141

12.41 = 91.94

Dari perhitungan tersebut didapat hasil 91.94 orang, maka dibulatkan menjadi 92 orang. Jadi, jumlah sampel yang diteliti sebanyak 92 responden.

d. Teknik Penarikan Sample

Teknik yang digunakan dalam penarikan sampel pada penelitian ini adalah non probability sampling tipe Purposive Sampling. Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi

peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel41 . Sementara purposive Sampling (judgement sampling) yaitu suatu teknik penetapan sampel dengan cara memilih sampel

diantara populasi sesuai dengan kehendak peneliti (tujuan/ masalah dalam penelitian), sehingga sampel tersebut dapat mewakili karakterisik populasi

41 Sugiyono. Metode Penelitian Bisnis. Cetakan kelima belas. Bandung: Alfabeta. 2010 hal 120- 121

(8)

yang telah dikenal sebelumnya42. Teknik ini dipilih untuk menghilangkan kemungkinan bias. Pengambilan sampel dari anggota populasi dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditentukan yaitu pernah mengkonsumsi produk – dalam penelitian ini produknya adalah Pocari Sweat.

3.4 Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep 3.4.1 Definisi Konsep

Pada penelitian ini, konsep yang diambil diantaranya yaitu konsep pengalaman mengkonsumsi, perilaku konsumen, dan sikap konsumen terhadap produk. Pengalaman konsumsi merupakan kesadaran dan perasaan yang dialami konsumen selama memakai produk atau jasa.

Sementara perilaku konsumen adalah studi tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih, membeli, menggunakan dan bagaimana barang, jasa, ide atau pengalaman memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka. Aspek sikap diartikan sebagai suatu evaluasi konsep secara menyeluruh yang dilakukan oleh seseorang.

3.4.2 Operasional Konsep

Definisi operasional adalah penentuan suatu construct (hal yang sulit diukur) sehingga ia menjadi variabel atau variabel-variabel yang dapat di ukur43. Definisi dari operasional menjadikan konsep yang masih

42 Nursalam, Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan – Pedoman Skripsi, Tesis, dan Instrumen Penelitian Keperawatan. Edisi Kedua. Jakarta:Salemba Medika. 2008 hal 94

43 Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survai. Edisi Revisi. Jakarta:LP3ES.

1995. hal 149

(9)

bersifat abstrak menjadi operasional yang mudahkan pengukuran variabel tersebut. Pengalaman mengkonsumsi adalah kesadaran dan perasaan yang dialami konsumen selama pemakaian produk atau jasa yang meliputi pemakaian produk, konsumsi kinerja, dan dampak suasana hati serta perasaan terhadap pengalaman konsumsi secara keseluruhan.

Perilaku konsumen pada hakikatnya untuk memahami “why do consumer do what they do”. Namun, yang dimaksud perilaku konsumen

pada penelitian ini adalah sikap konsumen pada produk yang timbul pada existing konsumen yang sudah memiliki pengalaman dalam mengkonsumsi produk. Sikap konsumen terhadap produk pada penelitian ini dilihat berdasarkan tiga komponen utama teori sikap yatu kognitif, afektif dan konatif.

Pada tahap selanjutnya peneliti akan membuat serangkaian pertanyaan dalam bentuk kuisioner yang kemudian akan dibagikan kepada siswa-siswi SMA Negeri 70 Jakarta. Penelitian diadakan di luar lingkungan SMA Negeri 70 Jakarta, berlangsung 7 hari diluar jam pelajaran di kelas. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua variabel, yaitu pengalaman mengkonsumsi (X1), dan sikap konsumen pada produk (Y1).

Variabel independen Variabel dependen Gambar 10. Model Konseptual Penelitian

Pengalaman Mengkonsumsi (x)

Sikap konsumen pada produk (y)

(10)

Variabel Dimensi Subdimensi Skala Likert Pengalaman

mengkonsumsi Pemakaian produk

Frekuensi konsumsi

Sangat setuju, Setuju, Ragu-ragu,

Tidak setuju, Sangat Tidak

Setuju.

Tujuan konsumsi

Konsumsi kinerja

Kinerja yang dikontrakkan

Keadaan suasana hati (afektif)

Keadaan yang tercipta selama proses konsumsi Evaluasi konsumen atas produk

Sikap terhadap

produk Kognitif

Pengetahuan tentang produk Kepercayaan tentang produk

Afektif

Penilaian atau reaksi positif tentang produk Penilaian atau reaksi negatif tentang produk

Konatif

Perilaku maksud pembelian oleh konsumen

Tabel 2. Operasionalisasi Konsep dan Variabel Penelitian

(11)

3.5 Validitas dan Reabilitas 3.5.1 Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sampai sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang dimaksud44.

Ada empat langkah dalam menguji validitas instrumen menurut Singarimbun dan Effendi (1995:132-137)45, yaitu :

1. Konsep yang akan diukur didefinisikan secara operasional

2. Melakukan uji coba skala pengukur tersebut kepada sejumlah responden

3. Mempersiapkan tabel tabulasi jawaban

4. Menghitung korelasi antara masing-masing pertanyaan dengan skor total

Taraf signifikansi penelitian ini adalah 0,05, rumus korelasi yang digunakan adalah yang dikemukakan oleh Pearson yang dikenal dengan rumus korelasi Product Moment ( Arikunto, 2006: 170) yaitu :

44 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta:

Rineka Cipta, 2006 hal 168-169

45 Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. Metode Penelitian Survai. Edisi Revisi. Jakarta:LP3ES, 1995 hal. 132-137)

(12)

Rumus 1 : dengan angka simpangan

= )( )

Dengan pengertian : x = X – X1

y = Y – Y1

X = skor rata-rata dari X Y = skor rata-rata dari Y Rumus 2 : dengan angka kasar

= { )}{ )}

3.5.2 Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada satu pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena istrumen tersebut sudah baik 46 . Menurut Bilson Simamora (2004:63) reliabilitas adalah tingkat keandalan kuesioner. Kuesioner yang reliabel adalah kuesioner yang apabila dicobakan secara berulang-ulang kepada kelompok yang sama akan menghasilkan data yang sama.

Uji reliabilitas pada dasarnya dapat dilakukan dengan dua cara (Santoso, 2000: 225):

46 Suharsimi Arikunto. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi VI. Jakarta:

Rineka Cipta, 2006 hal178

(13)

1. Repeated Measure atau ukur ulang

Responden akan diberikan diberikan pertanyaan yang sama pada waktu yang berbeda (sebulan sekali, lalu dua bulan lagi dan seterusnya) kemudian dilihat apakah responden tetap konsisten dengan jawabannya.

2. One Shot atau ukur sekali saja

Pengukuran hanya dilakukan sekali saja selanjutnya hasilnya dibandingkan dengan hasil pertanyaan yang lain.

Pengukuran uji reliabilitas dapat dilakukan dengan menggunakan uji statistik Cronbach Alpha ( ) dengan bantuan SPSS versi 16.0. Variabel dikatakan reliabel apabila memberikan nilai Cronbach Alpha ( ) > r tabel Penelitian ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha ( ) dengan bantuan SPSS versi 16.0 dan dilakukan dengan cara one shot.

3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Data Primer

Data primer merupakan sumber data penelitian yang diperoleh secara langsung dari sumber asli (tidak melalui perantara). Data primer dapat berupa opini subjek (orang) secara individu maupun kelompok, hasil observasi terhadap suatu benda (fisik), kejadian atau kegiatan, dan hasil pengujian47. Data primer pada penelitian ini berasal dari pengumpulan data

47 Etta Mamang Sangadji dan Sopiah. Metodologi Penelitian – Pendekatan Praktis dalam Penelitian. Yogyakarta: Andi, 2010 hal 171

(14)

dengan metode survei yang diperoleh peneliti melalui penyebaran kuisioner kepada responden-responden sebagai sampel terpilih.

Kuisioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawab48. Tipe pertanyaan bisa bersifat terbuka atau tertutup.

1. Pertanyaan terbuka, adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal.

2. Pertanyaan tertutup, adalah pertanyaan yang menghrapkan jawaban singkat atau mengharapkan responden untuk memilih salah satu alternative jawaban dari setiap pertanyaan yang telah tersedia.

Setiap pertanyaan dalam kuisioner yang mengharapkan jawaban berbentuk data nominal, ordinal, interval, dan ratio adalah bentuk pertanyaan tertutup. Pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab lebih cepat dan memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh kuisioner yang telah terkumpul49. Pada penelitian ini jumlah kuisioner dibagikan sebanyak 92 eksemplar.

3.6.2 Data Sekunder

Data sekunder yang digunakan pada penelitian ini adalah data yang diperoleh melalui studi kepustakaan. Menurut M. Iqbal Hasan (2002: 45) dalam studi kepustakaan ini, kepustakaan yang digunakan harus

48 Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta hal 142

49 Ibid, hal 142

(15)

memenuhi minimal tiga kriteria yaitu relevansi, kelengkapan dan kemutakhiran. Hal tersebut biasanya didapat dari sumber-sumber lain seperti majalah, literatur dan jurnal yang berhubungan dengan topik penelitian. Penggunaan data sekunder ini bertujuan untuk melengkapi data primer.

3.7 Teknik Analisa Data

Analisis hubungan adalah prosedur statistik untuk mengetahui derajat hubungan diantara variabel-variabel (dua atau lebih). Kekuatan hubungan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut koefisien asosiasi (korelasi). Prosedur untuk menghasilkan koefisien korelasi kita sebut saja ukuran asosiasi. Jenis ukuran asosiasi harus sesuai dengan jenis data (skala pengukuran) (Rakhmat, 2001:134).

Pada metode ini, pencarian hubungan (korelasi) antara dua variabel menggunakan koefisien korelasi atau koefisien determinasi. Koefisien korelasi disimbolkan “r”, digunakan untuk menentukan jenis/arah dan kuat atau tidaknya hubungan dari dua variabel atau lebih. Nilai koefisien korelasi ini terletak antara - 1 sampai 1 (-1 r 1).

a. Jika r bernilai positif, maka variabel-variabel berkorelasi positif. Makin dekat nilai r ke +1, makin kuat korelasinya, demikian pula sebaliknya.

b. Jika r bernilai negative, maka variabel-variabel berkorelasi negative. Makin dekat nilai r ke -1, makin kuat korelasinya, demikian pula sebaliknya.

c. Jika r bernilai 0, maka variabel-variabel tidak menunjukkan korelasi.

(16)

d. Jika r bernilai +1 atau -1, maka variabel-variabel menunjukkan korelasi yang positif atau negative sempurna50.

Pada penelitian ini, peneliti penggunakan teknik statistik Pearson product coeficient correlation. Koefisien korelasi diartikan Guilford (1956:145) dalam Rachmat (2001:29) adalah sebagai berikut:

Interval Koefisien Tingkat Hubungan 0 < 0,20 Rendah sekali; lemah sekali 0,20 – 0,40 Rendah tetapi pasti

0,40 – 0,70 Cukup berarti

0, 70 – 0,90 Tinggi; kuat

> 0,90 Sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan

Tabel 3. Tabel Tingkat Hubungan Nilai r

3.7.1 Skala Likert

Teknik pengukuran data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala Likert. Skala ini disebut juga method of summated ratings karena nilai peringkat setiap jawaban atau tanggapan dijumlahkan sehingga mendapat nilai total. Skala likert ini merupakan skala paling

50 Iqbal. M. Hasan. Pokok-Pokok Materi Metodologi Penelitian & Aplikasinya. Bogor. Ghalia Indonesia, 2002 Hal 23-24

(17)

popular karena mudah penerapannya dan sederhana dalam menafsirkan hasilnya51.

Pada peneltian ini semua pertanyaan yang diajukan bersifat positif.

Maka, untuk keperluan analisis kuantitatif, pemberian nilai atas pertanyaan yang bersifat positif akan diberi poin besar untuk pernyataan sangat setuju hingga poin kecil untuk pernyataan tidak setuju. Maka jawaban itu dapat diberi skor, sebagai berikut:

a. Sangat setuju 5

b. Setuju 4

c. Ragu-ragu 3

d. Tidak setuju 2

e. Sangat tidak setuju 1

3.7.2 Hipotesis

Ho : Tidak ada hubungan antara pengalaman mengkonsumsi produk terhadap sikap konsumen pada produk

Ha : Ada hubungan antara pengalaman mengkonsumsi produk terhadap sikap konsumen pada produk

3.7.3 Uji hipotesis

Terdapat hipotesis asosiatif (hubungan) yang perlu di uji dalam penelitian ini. Penggunaan data pada penelitian ini adalah data interval,

51 Irawan Soehartono. Metode Penelitian Sosial – Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2004 hal. 77

(18)

dan dari sumber yang sama. Untuk itu, pada uji hipotesis ini digunakan teknik Korelasi Pearson Product Moment.

= ( )( )

= ( )( )

{ ( ) }{ ( ) }

Rumus uji signifikansi korelasi product moment :

= 2

Hasil t hitung tersebut selanjutnya akan dibandingkan dengan t tabel dengan taraf kesalahan 5%. Ketentuan yang digunakan pada teknik ini yaitu bila r hitung lebih kecil dari r tabel, maka Ho diterima, dan Ha ditolak. Tetapi sebaliknya jika r hitung lebih besar r tabel maka Ha diterima.

Gambar

Tabel 2. Operasionalisasi Konsep dan Variabel Penelitian
Tabel 3. Tabel Tingkat Hubungan Nilai r

Referensi

Dokumen terkait

Dengan penubuhan ISDA, antara tunggak utama yang boleh dibangunkan untuk langkah seterunya ialah satu gagasan yang dicadangkan dengan nama Wawasan Induk Kedah sejahtera 2030

Profil Kesehatan Kabupaten Kolaka Tahun 2016 merupakan gambaran pencapaian pembangunan bidang kesehatan dalam rangka pencapaian visi dan misi Dinas Kesehatan

Sejauh mana analisa differential cost dapat digunakan sebagai alat bantu dalam pengambilan keputusan membeli atau membuat frame sendiri pada perusahaan

Menjelaskan hasil evaluasi ketercapaian Renstra, tindak koreksi dan pencegahan serta perubahan yang mempengaruhi Sistem manajemen Mutu (SMM) Belum sinkron penjelasan

Terdapat perbedaan penurunan kadar kolesterol total pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol.Ada pengaruh perencanaan diet diabetes mellitus dengan model

Dalam penelitian ini dimaksudkan untuk membandingkan hasil perhitungan perpindahan panas pada rectangular duct dengan cara mengetahui temperatur pada tiap node antara

Jika pada putaran kedua menunjukan keberhasilan siswa maka pada putaran ketiga guru akan menggunakan alat bantuan kepada siswa dalam melakukan gerakan guling belakang dengan

Pada intinya, komunitas dunia menyatakan bahwa: (a) negara-negara harus melindungi rakyatnya dari pemusnahan massal, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan