PEMBUATAN PELET KARBON AKTIF Kelompok A.01.3.01
Eko Wiharto Setiawan dan Ade Lukman Dosen Pembimbing
Dr.Ir. Tri Partono Adhi
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung (ITB), LABTEK X, Jalan Ganesha 10,
Bandung 40132, Indonesia
ABSTRAK
Penelitian pembuatan pelet karbon aktif untuk kekerasan yang tinggi dan aktivitas yang memadai dilakukan dengan menerapkan "fractional factorial design' dan membentuk model matematis untuk memperkirakan kondisi variabel yang memberikan hasil optimal.
Variabel proses yang dievaluasi pengaruhnya terhadap karakteristik pelet yaitu, komposisi molase dalam binder, komposisi binder, waktu dan temperatur kalsinasi. Hasil percobaan menunjukkan bahwa variabel komposisi molase dalam binder dan komposisi binder merupakan variabel kunci yang memiliki perngaruh besar terhadap kekerasan dan penurunan aktivitas pelet. Variabel waktu atau temperatur kalsinasi menjadi penting karena interaksi antara keduanya. Dengan menetapkan komposisi molase minimum (0%), temperatur konstan pada 700
oC, model matematis diperoleh dengan menggunakan analisa regresi. Berdasarkan model tersebut, kondisi optimum proses adalah komposisi binder 70%-b karbon, waktu kalsinasi 34 menit diperkirakan menghasilkan pelet dengan karakteristik ketinggian jatuh beban, untuk menyatakan kekerasan, sebesar 6.02 cm, dan penurunan aktivitas 43 %. Hasil percobaan verifikasi menunjukkan pada kondisi optimum tersebut ketinggian jatuh beban adalah 5.85 cm dengan penurunan aktivitas sebesar 38 %.
Pendahuluan
Karbon aktif adalah karbon amorf (amorphous form of carbon) yang memiliki daya adsorbsi. Dilihat dari struktur karbon, karbon aktif termasuk kelas grafit [Dubinin, 1957]. Secara fisik karbon aktif memiliki pori-pori yang sangat banyak jumlahnya, sehingga luas total permukaannya sangat besar pula, yaitu 300 – 2000 m
2/g [Othmer, 1963] atau 500 – 2500 m
2/g [Yan et.al, 1996]. Faktor utama yang menyebabkan karbon memiliki daya adsorbsi yang besar adalah jumlah pori-pori internal yang besar serta strukturnya yang unik.
Karbon aktif dikenal sebagai adsorben universal. Karbon aktif mampu mengadsorp, mengkatalisis dan memisahkan berbagai macam bahan-bahan organik serta anorganik dalam cairan maupun gas. Berdasarkan kegunaannya tersebut, karbon aktif dibedakan menjadi karbon aktif fasa gas dan fasa cairan. Kedua jenis karbon aktif itu secara luas telah digunakan dalam berbagai bidang industri. Beberapa industri makanan, seperti industri gula, industri alkohol, industri asam sitrat, industri lemak nabati dan hewani, industri gelatin, dan industri pengolahan air, menggunakan karbon aktif untuk menghilangkan warna, bau, atau rasa dalam produknya. Proses adsorbsi-desorbsi untuk memekatkan dan memisahkan produk konsentrasi rendah, seperti enzim, vitamin, hormon, dan farmakologi. Beberapa kegunaan karbon aktif lain diantaranya adalah sebagai adsorber produk minyak dan gas bumi, pemurnian gas, sebagai katalis maupun support katalis pada industri ferosulfat, sodium arsenat, potasium nitrat, dan potasium ferosianida.
Mengingat luas dan intensifnya penggunaan karbon aktif, maka perlu diadakan suatu
penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk sehingga penggunaannya menjadi
lebih ekonomis dan menguntungkan. Salah satu usaha meningkatkan kualitas produk karbon aktif
adalah dengan membuat karbon aktif dalam bentuk pelet yang memiliki kekerasan dan aktivitas
memadai. Keunggulan utama karbon aktif yang memiliki kekerasan tinggi adalah tidak mudah
mengalami abrasi dan tahan terhadap tekanan serta beban mekanik yang destruktif.
TK-470 Penelitian I - 2 Dalam penelitian ini, diamati efek pengunaan kombinasi binder organik dan anorganik, temperatur kalsinasi terhadap kekerasan dan aktivitas pelet karbon aktif serta pengaruh waktu dan temperatur kalsinasi. Secara umum penelitian ini dilakukan untuk menentukan komposisi variabel yang memberikan nilai maksimum bagi kualitas produk karbon aktif.
Percobaan pendahuluan dilaksanakan dengan menerapkan fractional factorial design untuk menentukan pengaruh variabel-variabel proses serta menetapkan kondisi proses pada percobaan utama. Pemodelan matematika dari hasil percobaan utama digunakan untuk memperkirakan kondisi percobaan yang menghasilkan karakteristik pelet optimum yang kemudian diuji pada percobaan verifikasi.
Metodologi Penelitian
Bahan Baku. Bahan baku karbon yang digunakan adalah serbuk karbon yang sudah diaktivasi dengan ukuran partikel 50% lolos screen mesh 225. Bentonite clay yang digunakan merupakan campuran dengan perbandingan 1:1 ukuran 200 dan 250 mesh. Molase berasal dari limbah pabrik gula tanpa pengolahan pendahuluan apapun, sedangkan air yang digunakan untuk proses pencampuran adalah air demineralisasi.
Percobaan Pendahuluan. Percobaan pendahuluan (screening) merupakan percobaan tahap pertama dari tiga tahap percobaan yang dilaksanakan dalam penelitian ini. Percobaan pendahuluan dilakukan dengan menerapkan mixed level fractional factorial design.Variabel yang dievaluasi dalam tahap ini adalah komposisi molase dalam binder, komposisi binder, temperatur dan lamanya kalsinasi. Tujuan tahap pendahuluan adalah untuk mengetahui pengaruh variabel- variabel tersebut terhadap karakteristik pelet. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk merancang percobaan utama.
Percobaan Utama. Percobaan utama dirancang dan dilaksanakan berdasarkan informasi yang telah didapat pada percobaan pendahuluan. Tujuan percobaan utama adalah untuk mengevaluasi variabel-variabel yang paling berpengaruh terhadap karakteristik pelet sehingga diperoleh kondisi variabel yang memberikan hasil optimum. Kondisi optimum diperoleh dari model matematis yang sesuai. Model matematis diturunkan menggunakan analisa regresi yang kemudian dievalusi menggunakan analisa variansi.
Percobaan Verifikasi. Percobaan verifikasi dilakukan untuk menguji kondisi optimum yang didapatkan dari percobaan utama.
Prosedur Pembuatan Pelet. Skema pembuatan pelet karbon aktif disajikan pada Gambar 1. Karbon aktif yang sudah halus dicampur dengan bentonit, dan molase sesuai dengan variasi percobaan. Air ditambahkan hingga konsistensi campuran baik untuk pencetakan. Pelet hasil pencetakan dikeringkan dalam oven pada temperatur 80 - 90
oC selama 30 - 60 menit. Pelet kering dipotong-potong dan dikeringkan kembali pada temperatur 200
oC selama ± 3 jam.
Perlakuan dilanjutkan dengan kalsinasi pada temperatur dan waktu yang telah ditentukan.
Kalsinasi dilakukan pada kondisi inert. Pelet yang sudah dikalsinasi dianalisa aktivitasnya
menggunakan analisa bilangan iodin, sedangkan kekerasannya dinyatakan dalam ketinggian jatuh
beban yang menyebabkan pelet hancur.
TK-470 Penelitian I - 3
Pencampuran
Extruding
Pengeringan
Kalsinasi Serbuk Karbon Aktif
Binder Air
Pelet Karbon Aktif
Gambar 1. Skema Pembuatan Pelet Karbon Aktif
Hasil dan Pembahasan
Percobaan Pendahuluan. Hasil percobaan pendahuluan disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Percobaan Pendahuluan (screening)
Variabel Proses Karakteristik
Tempuhan
Komposisi Molase
dalam Binder
(%-b carbon)
Komposisi Binder
(%)
Temperatur Kalsinasi
(
oC)
Waktu Kalsinasi
(menit)
Tinggi*
(cm) Iodine Number
1 0 50 700 15 1.81 468
2 0 50 1000 45 1.51 497 3 0 75 700 45 4.84 332 4 0 75 1000 15 3.32 344 5 50 50 700 45 1.61 409 6 50 50 1000 15 1.23 482 7 50 75 700 15 2.59 405 8 50 75 1000 45 1.15 466 9 70 50 700 15 1.16 472 10 70 50 1000 45 1.66 496 11 70 75 700 45 1.13 414 12 70 75 1000 15 1.25 333
Keterangan* = Sampel dikenai beban dengan berat 2 gram Iodine Number bahan baku : 609
Ukuran Sampel : diameter : ± 2mm, panjang = 2-5 mm
Ketinggian jatuh beban produk pembanding = 6.36 cm
TK-470 Penelitian I - 4
Term
%binder Temp.*Time
%binder*Time
%molase*%binder
%binder*Temp.
Temp.
%molase
%molase*Time Time
%molase*Temp.
Orthog Estimate -7.2416667 4.1298789 3.0512402 2.1994481 -1.8250000 1.6083333 1.5993413 1.4696938 0.9545942 -0.9482820
.2 .4 .6 .8
Gambar 2. Pareto Plot of Estimates of Activity
Term
%molase
%molase*%binder
%binder Temp.
%binder*Temp.
%molase*Temp.
%binder*Time
%molase*Time Temp.*Time Time
Orthog Estimate -11.362400 -7.993876 7.741667 -4.741667 -2.691667 2.474025 -2.366468 -2.296397 -1.075370 -1.031197
.2 .4 .6 .8
Gambar 4.3 Pareto Plot of Estimates of Hardness
Komposisi molase dalam binder. Kenaikan komposisi molase dalam binder akan mengurangi kekerasan pelet dan memperbesar pengurangan aktivitas pelet karbon aktif tetapi tidak signifikan.
Komposisi molase dalam binder merupakan variabel yang paling berpengaruh (signifikan) terhadap kekerasan.
Komposisi binder dalam karbon aktif. Kenaikan komposisi binder dalam karbon aktif akan meningkatkan kekerasan pelet tetapi memperbesar penurunan aktifitas pelet karbon aktif. Efek variabel komposisi binder terhadap kekerasan dan penurunan aktivitas pelet karbon aktif cukup signifikan.
Waktu kalsinasi. Kenaikan waktu kalsinasi akan meningkatkan penurunan aktivitas dan menurunkan kekerasan pelet. Efek perubahan level variabel waktu kalsinasi terhadap aktivitas dan kekerasan pelet karbon aktif tidak signifikan sedangkan interaksi antara variabel waktu dan variabel temperatur kalsinasi memiliki efek yang signifikan.
Temperatur kalsinasi. Perubahan variabel temperatur kalsinasi dari level rendah ke level tinggi mengakibatkan penurunan aktivitas bertambah, tetapi tidak signifikan, sedangkan kekerasan pelet akan menurun secara signifikan.
Berdasarkan hasil analisa di atas, kondisi kerja variabel yang digunakan pada percobaan utama adalah sebagai berikut :
a. Daerah kerja variabel % binder : 60% - 90 % berat karbon
b. Daerah kerja variabel temperatur kalsinasi : 700
oC
c. Daerah kerja variabel waktu kalsinasi : 30 menit - 60 menit
TK-470 Penelitian I - 5 Percobaan Utama. Hasil percobaan utama disajikan pada Tabel 2 berikut ini.
Tabel 2. Hasil Percobaan Utama
Variabel Proses Karakteristik
Tempuhan
Komposisi Bentonit (%-b carbon)
Temperatur Kalsinasi
(
oC)
Waktu Kalsinasi
(menit)
Tinggi*
(cm)
Iodine Number
1 60 700 30 5.14 424
2 60 700 60 4.29 421
3 90 700 30 6.13 315
4 90 700 60 3.63 335
5 54 700 45 2.9 360
6 96 700 45 5.87 308
7 75 700 24 4.37 336
8 75 700 67 5.24 363
9 75 700 45 5.17 324
10 75 700 45 5.32 325
11 75 700 45 4.88 339
Keterangan
* = Sampel dikenai beban dengan berat 5 gram Iodine Number bahan baku : 638
Ukuran Sampel : diameter : 0.4 - 0.6 cm, panjang = 0.7 - 1.2 cm
Melalui analisa regresi diperoleh model matematis untuk kekerasan dan penurunan aktivitas karbon aktif sebagai berikut :
Penurunan aktivitas,
=
yˆ 10402.41( x
1)
4–32667.65( x1)
3+37918.25( x1)
2-129220.97 x1–0.00685( x2)
2+0.55 x2+3614.6 Kekerasan,
)
2-129220.97 x1–0.00685( x2)
2+0.55 x2+3614.6 Kekerasan,
)
2+0.55 x2+3614.6 Kekerasan,
=
yˆ 301.92( x
1)
3 – 692.8( x1)
2 + 531.71 x1 + 0.0003( x2)
3 - 0.044 ( x2)
2 + 2 x2 – 0.18( x1x
2)
2 - 156 Kondisi proses : diameter pelet = 0.4 - 0.6 cm, panjang pelet = 0.7 - 1.2 cm, temperatur pengeringan awal = 80-100
oC, waktu pengeringan awal = 30-60 menit, temperatur pengeringan = 200
oC, waktu pemanasan = ±3 jam, temperatur kalsinasi = 700
o C, bentonit = 60%-90%-berat carbon, waktu kalsinasi = 20-70 menit. Model yang didapatkan di atas diplot dalam contour plot yang disajikan pada Gambar 4 dan Gambar 5.
+ 0.0003( x2)
3 - 0.044 ( x2)
2 + 2 x2 – 0.18( x1x
2)
2 - 156 Kondisi proses : diameter pelet = 0.4 - 0.6 cm, panjang pelet = 0.7 - 1.2 cm, temperatur pengeringan awal = 80-100
oC, waktu pengeringan awal = 30-60 menit, temperatur pengeringan = 200
oC, waktu pemanasan = ±3 jam, temperatur kalsinasi = 700
o C, bentonit = 60%-90%-berat carbon, waktu kalsinasi = 20-70 menit. Model yang didapatkan di atas diplot dalam contour plot yang disajikan pada Gambar 4 dan Gambar 5.
)
2+ 2 x2 – 0.18( x1x
2)
2 - 156 Kondisi proses : diameter pelet = 0.4 - 0.6 cm, panjang pelet = 0.7 - 1.2 cm, temperatur pengeringan awal = 80-100
oC, waktu pengeringan awal = 30-60 menit, temperatur pengeringan = 200
oC, waktu pemanasan = ±3 jam, temperatur kalsinasi = 700
o C, bentonit = 60%-90%-berat carbon, waktu kalsinasi = 20-70 menit. Model yang didapatkan di atas diplot dalam contour plot yang disajikan pada Gambar 4 dan Gambar 5.
x
2)
2- 156 Kondisi proses : diameter pelet = 0.4 - 0.6 cm, panjang pelet = 0.7 - 1.2 cm, temperatur pengeringan awal = 80-100
oC, waktu pengeringan awal = 30-60 menit, temperatur pengeringan = 200
oC, waktu pemanasan = ±3 jam, temperatur kalsinasi = 700
oC, bentonit = 60%-90%-berat carbon, waktu kalsinasi = 20-70 menit. Model yang didapatkan di atas diplot dalam contour plot yang disajikan pada Gambar 4 dan Gambar 5.
Keterangan model :
yˆ = perkiraan respon penurunan aktivitas (%)
x
1= komposisi bentonit (%-berat karbon)
x
2= waktu pemanasan (menit)
Tabel 3. Analisa Variansi Model Matematis Penurunan Aktivitas Response: % Penurunan Aktivitas
Summary of Fit
RSquare 0.979873 RSquare Adj 0.949682
Root Mean Square Error 1.389808 Mean of Response 45.14091 Observations (or Sum Wgts) 11
Analysis of Variance
Source DF Sum of Squares Mean Square F Ratio
Model 6 376.14183 62.6903 32.4557
Error 4 7.72626 1.9316 Prob>F
C Total 10 383.86809 0.0024
TK-470 Penelitian I - 6 Tabel 4. Analisa Variansi Model Matematis Kekerasan
Response: Kekerasan Summary of Fit
Rsquare 0.971263 Rsquare Adj 0.904211
Root Mean Square Error 0.294574 Mean of Response 4.812727 Observations (or Sum Wgts) 11
Analysis of Variance
Source DF Sum of Squares Mean Square F Ratio
Model 7 8.7984964 1.25693 14.4851 Error 3 0.2603218 0.08677 Prob>F C Total 10 9.0588182 0.0253
Hasil analisa variansi (Analysis of Varians, ANOVA) untuk model penurunan aktivitas dan kekerasan disajikan pada Tabel 3 dan 4. Nilai R-squared model matematis untuk penurunan aktivitas dan kekerasan sebesar 0.9799 dan 0.9713. Nilai ini cukup tinggi dan dapat diterima.
Berdasarkan pengalaman beberapa peneliti, nilai penerimaan R-squared yang paling kecil adalah 0.75 [Haaland, 1989]. Nilai tingkat ketidaktentuan ( α ) yang dihasilkan oleh uji F , untuk mengevaluasi R-squared, sebesar 0.0024 dan 0.0253 untuk penurunan aktivitas dan kekerasan.
Nilai ini cukup signifikan, tidak melebihi batas yang telah ditentukan, α = 0 . 05 . Hal ini menunjukkan bahwa hasil regresi cukup memadai.
0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 0.85 0.9
25 30 35 40 45 50 55 60 65 70
Komposisi Bentonite (w/w-C)
Waktu kalsinasi (menit)
Gambar 4 Contour Plot Respon % Penurunan Aktivitas Pelet Karbon Akti
35 40 40 35
40 40
4545 45
45
5050 50
50
50 555560
0 . 5 0 . 6 0 . 7 0 . 8 0 . 9
2 5 3 0 3 5 4 0 4 5 5 0 5 5 6 0 6 5 7 0
K o m p o s is i B e n t o n it e (w / w -C )
Waktu kalsinasi(menit)
G a m b a r 5 C o n t o u r P lo t R e s p o n K e k e ra s a n P e le t K a rb o n A k t i
0 1
2
2
2
2
3
3
3
3 3
4
4
4
5 5 5
5
5 6