PROFIL KABUPATEN / KOTA
KOTA SUKABUMI
JAWA BARAT
KOTA SUKABUMI
ADMINISTRASI
Profil Wilayah
Kota Sukabumi berkembang menjadi kota transit bagi pendatang yang ingin menikamti keindahan alam dan kesejukan udara di sekitarnya. Lokasi Kota Sukabumi yang dikelilingi gunung, rimba, laut, dan pantai (gurilap) memang strategis dijadikan tempat peristirahatan dan tujuan wisata.
Tabel 1. LUAS WILAYAH KOTA SUKABUMI
Kota Sukabumi terdiri dari 7 kecamatan yaitu Kecamatan Baros, Citamiang, Warudoyong, Gunung Puyuh, Cikole, Lembur Situ, dan Cibeureum, seluas 48,02 km2 dengan jumlah penduduk keseluruhan sejumlah 252.420 jiwa (tahun 2000).
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Kecamatan dengan luas wilayah terbesar yaitu Kecamatan Lembur Situ (8,89 km2) sedangkan kecamatan dengan luas terkecil yaitu Kecamatan Citamiang (4,07 km2).
Orientasi Wilayah
Secara geografis wilayah Kota Sukabumi mempunyai luas wilayah 48,02 km2 dengan batas-batas sebagai berikut :
Batas Utara : Kabupaten Sukabumi
Batas Selatan : Kabupaten Sukabumi
Batas Timur : Kabupaten Sukabumi
Batas Barat : Kabupaten Sukabumi
Wilayah Kota Sukabumi merupakan lereng selatan dari Gunung Gede dan Gunung Pangrango, berada pada ketinggian 550 meter di atas permukaan laut pada bagian selatan dan 770 meter di atas permukaan laut bagian utara. Sedangkan di bagina
No. Kecamatan Luas (Km²)
1. Baros 6,11
2. Citamiang 4,07
3. Warudoyong 7,60
4. Gunung Puyuh 5,50
5. Cikole 7,07
6. Lembur Situ 8,89
7. Cibeureum 8,78
Total 48,02
tengah ketinggian rata-rata 650 meter dari permukaan laut. Bentuk bentangan alam Kota Sukabumi berupa perbukitan bergelombang dengan sudut lereng beragam.
Keadaan tata air Kota Sukabumi pada umumnya cukup baik karena wilayahnya merupakan bagian dari Gunung Gede, dan diapit oleh dua buah sungai besar yaitu Sungai Cipelang Gede dan Cisuda, yang kesemuanya bermuara di Samudera Indonesia. Sungai lainnya (sungai kecil) yang mengalir di wilayah ini adalah Sungai Cipelangleutik dan Cimuncang yang keduanya bermuara di Sungai Cimandiri.
Kawasan terbangun di wilayah Kota Sukabumi ini sebesar 39% dan lainnya merupakan lahan pertanian (tidak terbangun). Dari luas lahan terbangun yang ada, seluas 86,4% merupakan kawasan perumahan sedangkan lainnya merupakan kawasan terbangun non perumahan.
Tabel 2. PENGGUNAAN LAHAN TERBANGUN KOTA SUKABUMI TAHUN 2000 No. Penggunaan Lahan Luas (Km²)
1. Perumahan 1.634,09 2. Olahraga dan rekreasi 8,76 3. Peribadatan 18,35 4. Perkantoran 32,03 5. Pendidikan 118,69
6. Kesehatan 13,67
7. Perdagangan 31,50
8. Hotel 2,52
9. Industri 31,59
TOTAL 1.891,20
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
PENDUDUK
Jumlah dan Pertumbuhan Penduduk
Perkembangan dari tahun ke tahun di antara kecamatan-kecamatan yang termasuk ke dalam wilayah Kota Sukabumi, yang mempunyai perkembangan penduduk terbesar adalah Kecamatan Gunung Puyuh dan yang terkecil adalah kecamatan Cikole dan Warudoyong.
Tabel 3. JUMLAH PENDUDUK KOTA SUKABUMI TAHUN 2000
Jumlah penduduk terbanyak di Kota Sukabumi terdapat di Kecamatan Cikole, yaitu sejumlah 52.429 jiwa, sedangkan penduduk terkecil terdapat di Kecamatan Cibeureum, yaitu sebanyak 24.239 jiwa.
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Berdasarkan hasil rekapitulasi registrasi penduduk tahun 2002, penduduk Kota Sukabumi meningkat menjadi 259.045 jiwa (data termuat dalam Renstra Kota Sukabumi tahun 2003-2008).
No. Kecamatan Jumlah (jiwa)
1. Baros 24.416
2. Citamiang 42.137
3. Warudoyong 45.895
4. Gunung Puyuh 35.657
5. Cikole 52.429
6. Lembur Situ 27.647
7. Cibeureum 24.239
Total 252.420
Sebaran dan Kepadatan Penduduk
Tabel 4. SEBARAN DAN KEPADATAN PENDUDUK DI KOTA SUKABUMI TAHUN 2000
Penduduk No. Kecamatan
Jumlah (Jiwa) Kepadatan (Jiwa/Km²)
1. Baros 24.416 3.996
2. Citamiang 42.137 10.353
3. Warudoyong 45.895 6.039
4. Gunung Puyuh 35.657 6.483
5. Cikole 52.429 7.416
6. Lembur Situ 27.647 3.110
7. Cibeureum 24.239 2.761
Total 252.420 5.257
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2003
Kecamatan dengan tingkat kepadatan tertinggi yaitu Kecamatan Citamiang (10.430 jiwa/ km2), sedangkan kecamatan dengan tingkat kepadatan terendah yaitu Kecamatan Cibeureum (2.764 jiwa/ km2).
Tenaga Kerja
Bidang perdagangan yang pada tahun 2001 mampu menyerap 37% usia kerja ini menjadi pilihan Kota Sukabumi, meskipun harus menghadapi permasalahan yang komplek.
Tabel 5. JUMLAH PENDUDUK MENURUT MATA PENCAHARIAN TAHUN 2000 Kecamatan
No. Mata Pencaharian Citamiang W. Doyong G. Puyuh Cikole Bbaros Jumlah 1. Petani 528 1.378 1.863 414 7.243 11.426 2. Pegawai Negeri 1.518 1.119 1.410 2.704 1.513 8.264
3. TNI-POLRI 399 150 233 328 124 1.234
4. Pensiunan 1.009 902 725 1.138 751 4.525 5. Pegawai Swasta 1.619 2.411 1.207 2.770 3.466 11.473 6. Buruh 5.697 2.406 2.949 6.121 6.769 23.942 7. Pedagang 5.952 5.720 3.153 7.519 10.886 33.230 8. Masih Sekolah 10.168 10.662 11.274 12.770 13.242 58.116 9. Lainnya 13.881 18.844 12.311 19.730 26.209 90.975
Jumlah 40.771 43.592 35.125 53.494 70.203 243.185
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Tabel 6. PROSENTASE ANGKATAN KERJA MENURUT JENIS KEGIATAN DAN JENIS KELAMIN TAHUN 2000
Jenis Kelamin Kegiatan Penduduk
Laki-laki Perempuan Jumlah Penduduk berumur 10 tahun ke atas 100 100 100 1. Angkatan Kerja
Bekerja
Mencari Pekerjaan
68,20 54,72 13,80
34,79 27,46 7,33
50,98 40,67 10,31 2. Bukan Angkatan Kerja
Sekolah
Mengurus Rumah Tangga Lainnya
31,80 22,01 1,17 8,62
65,21 23,07 37,61 4,53
49,02 22,56 19,95 6,51 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja 68,52 34,79 50,98 Tingkat Pengangguran Terbuka 20,14 21,07 20,22
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
EKONOMI
Kondisi Perekonomian Daerah
Secara umum tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi pada 4 tahun terakhir (1997-2000) yang diwujudkan dalam laju pertumbuhan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) menunjukkan kemajuan yang relatif lambat. Pada awal terjadinya krisis ekonomi pertengahan tahun 1997 tingkat pertumbuhan ekonomi Kota Sukabumi masih relatif normal yaitu 3,86%, tetapi pada tahun 1998 sebagai puncak dari krisis ekonomi tingkat pertumbuhannya merosot tajam sampai minus 17,15%.
Dari data tahun 2001, kontribusi yang cukup signifikan membangun perekonomian Kota Sukabumi yaitu sektor perdagangan, hotel, dan restoran (45,77%) dari total ekgiatan ekonomi kota sebesar Rp 1,2 triliun, kemudian diikuti oleh sektor jasa-jasa
(16,97%), sektor pengangkutan dan komunikasi (14,99%).
Sedangkan sektor lainnya (22,27%) meliputi sektor bangunan, listrik, gas, dan air bersih, industri pengolahan, keuangan,
pertanian, dan pertambangan dan penggalian.
Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Sukabumi, 2002
Keuangan Daerah
Tabel 7. APBD KOTA SUKABUMI TAHUN 2003
PENDAPATAN JUMLAH (Rp)
1. Pendapatan Asli Daerah 21.536.796.000
2. Dana Perimbangan 146.291.849.000
3. Lain-lain Pendapatan yang Sah 17.029.291.000
TOTAL 184.857.936.000
BELANJA
1. Aparatur Daerah 36.720.066.000
2. Pelayanan Publik 134.077.774.000
Pos DPRD 5.403.582.000
3. Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan 9.567.031.000 4. Belanja Tidak Tersangka 651.823.000
TOTAL 181.016.694.000 SURPLUS 3.841.242.000 PEMBIAYAAN
1. Penerimaan Daerah 6.976.719.000
2. Pengeluaran Daerah 10.817.961.000
TOTAL -3.841.242.000
Sumber : Pemerintah Kota Sukabumi, 2003
DISTRIBUSI PERSENTASE KEGIATAN EKONOMI KOTA SUKABUMI TAHUN 2001
Perdagangan, Hotel, dan
Restoran 45,77%
Bangunan 5,77%
Listrik Gas, dan Air Bersih
1,33%
Pengangkutan dan Komunikasi
14,99%
Keuangan 7,22%
Jasa – jasa 16,97%
Pertanian 4,07%
Pertambangan dan Penggalian
0,01%
Industri Pengolahan
3,88%
FASILITAS UMUM DAN SOSIAL
Pendidikan
Dalam meningkatakan peningkatan kualitas SDM, pemerintah kota melaksanakan apa yang disebut penataan ulang SD. Dari jumlah SD 177 sekolah diharapkan pada tahun 2003 menjadi 121 sekolah yang merupakan jumlah ideal dibandingkan dengan jumlah murid di Kota Sukabumi. Beberapa SD yang tidak efektif, misalnya karena kekurangan guru atau murid, akan dialihkan ke sekolah lain atau dijadikan satu sekolah binaan dengan sistem manajemen berbasis sekolah.
Kota Sukabumi juga memiliki sarana pendidikan yang memadai, terutama untuk pendidikan dasar dan menengah, dengan 177 SD, 46 SLTP, dan 41 SLTA.
Sayangnya, pendidikan tinggi yang ada secara kualitas dan kuantitas belum memadai untuk menampung lulusan SLTA. Siswa yang ingin menempuh pendidikan tinggi harus melanjutkan ke perguruan tinggi di Bandung, Bogor, dan Jakarta.
Dengan potensi sekitar 5.000 lulusan SLTA dari Kota Sukabumi dan 12.000 lainnya dari kabupaten, perguruan tinggi berkualitas sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Fasilitas Kesehatan
Faslitas kesehatan yang dimiliki oleh Kota Sukabumi tahun 2000 terdiri dari Rumah Sakit 4 unit, Puskesmas Pembantu 16 unit, Posyandu, Klinik Bersalin 1 unit, Tempat Praktek Dokter, Bidan dan Apotek 19 unit serta toko obat 26 unit.
SARANA DAN PRASARANA PERMUKIMAN
Komponen Air Bersih
Penyediaan air bersih dengan sistem perpipaan dikelola oleh PDAM Kota Sukabumi dengan menggunakan tiga jenis sumber air yang terdiri dari air permukaan, sumur dalam, dan mata air untuk mensuplai daerah pelayanannya. Berikut adalah gambaran pengelolaan air bersih di Kota Sukabumi :
Tabel 8. DATA PENGELOLAAN AIR BERSIH KOTA SUKABUMI No Uraian Satuan Besaran I. Pelayanan Penduduk
1 Jumlah penduduk Jiwa 259.045 2 Jumlah pelanggan Jiwa -
3 Penduduk terlayani % - II. Data Sumber
1 Nama pengelola : PDAM Kota Sukabumi 2 Sistem : -
3 Sistem sumber : Sumur dalam dan sumber air permukaan 4 Kapasitas sumber l/det 507 III. Data Produksi
1 Kapasitas Produksi l/det 150 2 Kapasitas Desain l/det 3 Kapasitas Pasang l/det 150 4 Kapasitas Produksi Aktual m³/th 6.891.183 IV. Data Distribusi
1 Sistem Distribusi : Gravitasi dan Perpompaan 2 Kapasitas Distribusi l/det 150 3 Air Terjual m³/th 2.743.376 4 Air Terdistribusi m³/th 6.891.183 5 Asumsi kebutuhan air l/org/hr 25.904.500 No Uraian Satuan Besaran
6 Total penjualan air Rp 3.887.509.780 7 Cakupan pelayanan air % 24,2
8 Cakupan penduduk Jiwa - 9 Jumlah mobil tangki Unit - V. Data Kebocoran
1 Kebocoran Administrasi % - 2 Kebocoran Teknis % 13,80
Pelayanan air bersih di Kota Sukabumi masih belum maksimal, terbukti dari cakupan palayanan air masih 24,2 %. Sedangkan untukkebutuhan air bersih kota Sukabumi dapat dilihat dari tabel berikut :
Tabel 9. DATA KEBUTUHAN AIR BERSIH KOTA CIREBON Kapasitas Produksi
Eksisting Jumlah
Penduduk (jiwa) l/det l/hr
Kebutuhan Ideal Kota
Sedang (lt/org/hr) Kebutuhan Total
(l/hr) Selisih (l/hr)
259.045 150 12.960.000 100 25.904.500 12.944.500
Sumber: analisis
Dari data diatas, diketahui bahwa kebutuhan air bersih kota Sukabumi adalah sebesar 25.904.500 l/hr. Angka ini didapatkan dari perkalian antara jumlah penduduk kota Sukabumi (259.045 jiwa) dengan kebutuhan ideal air bersih untuk kota sedang (100 l/org/hr). Dan dari angka kebutuhan tersebut, yang bisa dilayani oleh PDAM Kota Sukabumi baru 12.960.000 l/hr. Jadi, kebutuhan air bersih yang masih harus dilayani di Kota Sukabumi ini sebesar 12.944.500 l/hr atau 149,82 l/det.
Tabel 10. DATA PELAYANAN AIR BERSIH DI KOTA SUKABUMI
NO. URAIAN SATUAN BESARAN
I. Pelayanan Penduduk
1. Jumlah penduduk Jiwa 259.045 2. Jumlah pelanggan Jiwa
3. Penduduk terlayani % II. Data Tarif
1. Rumah tangga Rp 1.250,-
2. Niaga Rp 3.000,-
3. Industri Rp 3.900,-
4. Instansi Rp 2.100,-
5. Sosial Rp 960,-
Tarif rata-rata Rp 350,-
III. Data Konsumen
1 Jumlah sambungan rumah Unit 14.064 2 Jumlah sambungan rumah tangga Unit 12.754 3 Jumlah sambungan niaga Unit 781 4 Jumlah sambungan industri Unit 12 5 Jumlah sambungan sosial Unit 312 6 Jumlah sambungan instansi Unit 205
7 Terminal air Unit -
8 Hidran umum Unit -
9 Kran umum Unit 57
10 Konsumsi rumah tangga Jiwa - 11 Konsumsi non rumah tangga Jiwa - 12 Jumlah jiwa/sambungan rumah Jiwa/SR - 13 Jumlah jiwa/hidran umum Jiwa/unit - 14 Tingkat pelayanan umum % 24 IV. Administrasi
1. Keuangan Rp -
2. Efisiensi penagihan % -
NO. URAIAN SATUAN BESARAN
IV. Administrasi
3. Jumlah pegawai Orang -
4. SLA Rp -
5. RPD Rp -
6. Jangka waktu pinjaman SLA Tahun - 7. Jangka waktu pinjaman RPD Tahun -
Sumber : data
Sampai dengan tahun 2001, PDAM Kota Sukabumi telah memasang 14.064 sambungan rumah (SR) dan 57 kran umum (KU), jadi tingkat pelayanannya baru mencapai 24,2%.
Tabel 11. TINGKAT PELAYANAN PDAM KOTA SUKABUMI Jumlah Penduduk Tingkat Pelayanan No. Lokasi Kecamatan
KK Jiwa SR KU % thd KK 1. Gunung Puyuh 8.579 36.079 1.790 13 24 2. Cikole 12.733 53.479 3.861 4 31 3. Citamiang 9.637 40.776 3.248 18 37 4. Warudoyong 10.362 43.480 2.361 14 25 5. Baros 5.269 21.826 1.677 1 32 6. Lembur Situ 6.180 25.942 1.069 5 19 7. Cibeureum 5.337 22.425 58 2 2
JUMLAH 58.097 244.007 14.064 57 24,2%
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Tabel 12. SISTEM DAN SUMBER AIR BERSIH PDAM KOTA SUKABUMI No. Nama
Sumber Jenis Lokasi Kondisi Sumber
Debit Max ( l/dt )
Debit Min ( l/dt )
Sistem Pengolahan
1. Cigunung Air Permukaan
Gede Pangrango Kec.
Kadudampit Kab. Sukabumi
Baik 250 250 Pengolahan lengkap di WTP Cibunar
2. Batu Karut Mata Air Pasir Halang Kec. Sukaraja
Kab. Sukabumi Baik 150 60 Desinfeksi 3. Cigadog Mata Air Desa Cigadog
Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi
Baik 50 20 Desinfeksi
4. Selabintana Sumur Dalam
Desa Selabintana Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi
Baik 6 5 -
5. Sukalarang Sumur Dalam
Desa Sukalarang Kec. Sukabumi Kab. Sukabumi
Baik 20 20 -
6. Bhayangkara Sumur
Dalam Kec. Cikole
Kota Sukabumi Baik 8 Desinfeksi
7. Danalaga Sumur
Dalam Kec. D.Luhur Kota Sukabumi
Masih Dalam
Pemantauan 8 -
8. Cisuda Sumur
Dalam Kec. Citamiang Kota Sukabumi
Masih Dalam
Pemantauan 7 Desinfeksi
JUMLAH 507 ± 355
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Berdasarkan hasil laporan administrasi keuangan dan teknik PDAM Kota Sukabumi per 31 juli 2004, besarnya rugi laba sebelum penyusutan adalah sebesar Rp 310.909.209,26,-.
Komponen Pengolahan Sampah
Peralatan persampahan yang dimiliki oleh Dinas Kebersihan Kota Sukabumi ditampilkan sebagai berikut :
Tabel 13. FASILITAS PERSAMPAHAN MILIK DINAS KEBERSIHAN KOTA SUKABUMI Fasilitas Persampahan Jumlah Keterangan 1. Sarana Pengumpulan
Gerobak sampah 93 unit 2. Sarana Pemindahan/Transfer
TPS Tertutup
TPS Terbuka
TPS Bukittinggi
27 unit 135 unit 20 unit 3. Sarana Pengangkutan/Transportasi
Truk Terbuka
Arm-Roll Truck dan Kontainer
Pick Up
18 unit 1 unit 4 unit
8 unit masih baik Baru
3 unit semi baik, 1 unit tidak baik 4. Sarana pembuangan/Final Dumping
TPA
Buldozer
Lokasi di Desa Cikundul Kec. Baros, Luas lahan 5,3 Ha Lahan efektif 5,1 Ha
Lahan terpakai 3,6 Ha 2 unit
Sistem penimbunan terkendali (control landfill)
1 unit baru, 1 unit rusak
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Sistem pengolahan persampahan di Kota Sukabumi meliputi : 1. Pewadahan
Penduduk :tong kayu, keranjang bekas, drum bekas, kantong plastik
Perkotaan : bin (fiber, drum bekas, ember plastik) Pasar-pasar : kantong plastik, keranjang bambu Perkantoran : bin fiber, drum, plastik
Tempat umum : bin fiber, drum, plastik 2. Pengumpulan
Pemukiman : door to door dengan gerobak Jalan-jalan utama : door to door dengan dump truck
Perkantoran : dari TPS/transfer depo dengan dump truck Pasar : dari TPS/transfer depo dengan dump truck Fasilitas umum : dari TPS/transfer depo dengan dump truck 3. Pemindahan
Dilaksanakan di TPS/transfer depo tipe II 4. Pengangkutan
Menggunakan dump truck dan pick up 5. Pembuangan Akhir
Menggunakan sistem urugan tanah terkendali (control landfill), lokasi di Desa Cikundul Kecamatan Baros dengan luas lahan 5,1 Ha
Perincian timbunan/volume sampah yang dihasilkan di Kota Sukabumi dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 14. JUMLAH TIMBUNAN/VOLUME SAMPAH DAN PENGANGKUTANNYA
Timbunan/Volume Sampah Sampah Terangkut No. Sumber Sampah
m³/hari % m³/hari % 1. Permukiman 364,5 66,0 291,6 80,0 2. Komersial 136,0 25,0 136,0 100,0 3. Kawasan Industri 17,0 3,0 17,0 100,0 4. Fasilitas Umum 25,5 5,0 25,5 100,0
5. Perkantoran 8,5 1,5 8,5 100,0
JUMLAH 551,5 100,0 478,6 87,0
Sumber : RTRW Kota Sukabumi, 2001
Tabel 15 . DATA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN KOTA SUKABUMI No Uraian Satuan Besaran I. Tingkat Pelayanan Persampahan
1 Asumsi timbulan sampah l/org/hr 3 2 Jumlah penduduk perkotaan Org 259.045 3 Asumsi produksi sampah m³/hari 777,14 4 Jumlah sampah m³/hari 551,50 5 Jumlah sampah terlayani m³/hari 478,60 6 Cakupan daerah layanan Ha 2.593,16 II. Sarana Operasional Sampah
1 Dump truck (6 m³) Unit 22 2 Arm roll truck Unit 4
3 Gerobak Unit 308
4 Pick up truck (4 m³) Unit 6
5 Container Unit 1
6 Transfer depo Unit -
7 Loader unit 1
8 Buldozer unit 2
9 Wheel Loader unit -
10 Back Hoe unit -
11 TPS unit 285
III. TPA
1 Nama : Ds. Cikundul, Kec.Baros 2 Status : Milik Pemda
3 Sistem pengelolaan : Controlled Landfill
4 Luas ha 5,3
5 Jumlah Pelayanan m³/hari 478,60
6 Kapasitas m³/hari -
7 Umur Th -
8 Jarak ke permukiman Km - IV. Sarana Pengolahan
1 Incenerator Unit -
Tabel 16. DATA KEBUTUHAN PELAYANAN SAMPAH KOTA CIREBON Jumlah
Penduduk (jiwa)
Asumsi Timbulan Sampah (lt/org/hr)
Asumsi Total Timbulan Sampah
(m³/hr)
Jumlah produksi aktual sampah
(m³/hr)
Jumlah sampah terangkut
(m³/hr)
Selisih (m³/hr)
259.045 3 777,14 551,50 478,60 72,9
298,54*
Keterangan : * Selisih jumlah sampah terangkut dengan asumsi total timbulan sampah Sumber: analisis
Dengan melihat jumlah produksi sampah yang dihasilkan dan sampah yang terangkut, maka untuk saat ini masih terdapat 72,9 m³/hr yang belum terlayani.
Namun, untuk antisipasi kebutuhan di masa yang akan datang, dengan memperhitungkan asumsi sampah yang dihasilkan per orang per hari sebesar 3 lt/org/hari dan jumlah penduduk sebesar 259.045 jiwa, maka besarnya sampah yang masih harus diangkut adalah sebesar 298,54 m³/hr.
Komponen Sanitasi / Limbah Cair
Pengelolaan air limbah/air buangan di Kota Sukabumi dilakukan secara on-site, yaitu secara individual pada masing-masing rumah tangga dan komunal dengan memanfaatkan fasilitas umum seperti jamban umum, MCK dengan tangki septik dan cubluk serta saluran lainnya seperti sungai dan kolam.
Selain itu pengolahan air limbah WC dan toilet berupa tangki septik atau cubluk, sementara itu untuk air limbah bekas cuci dan limbah dapur belum dilakukan pengolahan dan langsung dibuang ke saluran drainase dan saluran sungai terdekat.
Berdasarkan tingkat pelayanan, kondisi sistem pengolahan air limbah Kota Sukabumi dibagi ke dalam :
a. Tingkat Masyarakat
Air limbah yang dihasilkan oleh masyarakat di Kota Sukabumi pada umumnya berasal dari buangan kotoran rumah tangga berupa kotoran dari WC/jamban keluarga dengan cara ditampung dalam cubluk atau tangki septik atau langsung dibuang ke sungai atau kolam tanpa melalui tangki septik.
Untuk air limbah dari kamar mandi dan dapur disalurkan melalui saluran drainase, sungai, kolam, atau langsung dibuang ke alhan kosong dan pesawahan yang terdapat di sekitar permukiman.
b. Tingkat Jaringan Kota
Pengelolaan air limbah pada jaringan kota menyangkut tugas atau wewenang yang dikelola oleh pemerintah. Dalam hal pengelolaan lumpur tinja dari tangki septik (pengangkutan dan pengolahannya/IPLT) pada saat ini Kota Sukabumi telah memiliki dua unit Vacum Truck (truk tinja) dan satu unit IPLT (Instalasi Pengolahan Limbah Tinja) yang dikelola oleh Dinas Kebersihan.
c. Tingkat Pelayanan Umum
Pada saat sekarang penyediaan prasarana air limbah di tempat umum seperti di pasar dan terminal telah tersedia cukup memadai dan baik. Penyediaan dan operasi pemeliharaan (O&M) MCK yang ada, khususnya di pasar dan terminal dilakukan oleh Dinas Pengelolaan Pasar dan bekerja sama dengan pihak swasta. Pengelolaan pihak swasta tiap tahunnya memberikan retribusi ke Dinas Pengelolaan Pasar rata-rata sebesar Rp 18 juta/tahun. Kondisi MCK yang terdapat di pasar dan terminal dikelola oleh instansi tertentu yang menanganinya, tetapi kondisi prasarana MCK/jamban tersebut kurang terpelihara baik dalam segi fisik bangunannya, ketersediaan air bersih, maupun kebersihan lingkungannya.
Penggunaan fasilitas pembuangan air limbah yang ada tersebar di seluruh wilayah Kota Sukabumi. Sarana air limbah secara on-site yang dimiliki tiap keluarga pada umumnya dilakukan pengurasan secara berkala setiap dua tahun sekali.
Untuk daerah pasar dan terminal serta permukiman kumuh saat ini telah dilayani oleh sarana jamban dan MCK, yang pengurasan lumpur limbahnya diharapkan dapat disedot oleh truk tinja.
Jamban keluarga yang terdapat di Kota Sukabumi berjumalh 2.801 unit, sedangkan MCK berjumlah 309 unit. Untuk pembuangan/pengolahan lumpur limbah rumah tangga dapat dilakukan pada instalasi limbah air kotor yang ada, umumnya dilakukan dua tahun sekali.
Permasalahan yang ada meliputi :
Tata letak dan konstruksi saran pembuangan air kotor yang ada masih belum memenuhi persyaratan teknis baik dilihat dari bidang resapan dan pipa udara,
penempatan cubluk dan tangki septik mempunyai jarak yang terlalu dekat dengan sumur gali/sumber air bersih.
Masih kurangnya fasilitas jamban umum/MCK dan jamban pribadi. Untuk menangani pembuangan lumpur tinja hasil penyedotan dipergunakan IPLT lokasinya dekat TPA Desa Cikundul Kecamatan Baros dengan luas 0,5 Ha.
Tingkat pelayanan air limbah sistem setempat (on-site sanitation) yang dikelola oleh Dinas Kebersihan ini mencapai 31% penduduk.
Komponen Jalan
Untuk pelayanan didang perhubungan dan kebinamargaan di Kota Sukabumi dijalankan oleh Dinas Binamarga Kota Sukabumi. Secara umum, sistem dan pelayanan prasarana jalan kota sampai saat ini telah menjangkau sebagian besar wilayah perkotaan, hanya sebagian kecil wilayah perluasan kota yang belum terlayani oleh sistem jaringan jalan kota..
Sejak tahun 2000, panjang jalan arteri dan kolektor tidak mengalami perubahan (tetap). Masing-masing sepanjang 7,140 km untuk jalan arteri dan 20,480 km untuk jalan kolektor. Sedangkan untuk jalan total mengalami peningkatan sebesar 17,92 %, dari 131,124 km (2000) menjadi 154,62 di tahun 2003.
Di Kota Sukabumi, berdasarkan data RTRW tahun 2001, memiliki 1 buah terminal dan 2 buah sub terminal, yaitu :
1. Terminal bus yang terletak di jalan Jendral Sudirman merupakan terminal lokal dan regional. Melayani penumpang untuk trayek antar kota, antar propinsi dan antar kota dalam propinsi.
2. Sub terminal Lembur Situ yang terletak di jalan Pelabuhan merupakan terminal pengganti dari sub terminal Cikondang adalah terminal regional untuk kendaraan umum, baik bus maupun non-bus yang melayani antar kota dan dalam kota.
3. Sub terminal Bungbulang yang terletk di jalan pembangunan merupakan terminal regionalnon-bus yang melayani antar kota dan dalam kota.