• Tidak ada hasil yang ditemukan

Menag Lantik Prof Sagaf Jabat Rektor UIN Datokarama Palu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Menag Lantik Prof Sagaf Jabat Rektor UIN Datokarama Palu"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

LANGGANAN: RP.100.000,-

|

ECERAN: RP.5000,- 12 HALAMAN

|

Perekat Rakyat Sulteng

SABTU, 2 OKTOBER 2021

INTERNASIONAL

INFO Berlangganan Koran & Iklan

0852 8251 1266 (0451) 4012 445

www.sultengraya.com

Hapus 6 Angka Nol, Venezuela Kenalkan

Mata Uang Baru

► Baca | LISTRIK | Hal. 7

Baca | PROLEGNAS | Hal. 7

Baca | MENAG LANTIK | Hal. 7

Menag Lantik Prof Sagaf Jabat Rektor UIN Datokarama Palu

MENTERI AGAMA Yaqut Cholil Qoumas melantik Prof. Dr. H. Sagaf S Pettalongi., M.Pd sebagai Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu secara via virtual, Jumat (1/10/2021). FOTO: HUMAS IAIN PALU

SULTENG RAYA - Men- teri Agama Yaqut Cholil Qoumas melantik Prof. Dr.

H. Sagaf S Pettalongi., M.Pd untuk menjabat sebagai

Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Jumat (1/10/2021).

Pelantikan terhadap Prof Sagaf Pettalongi MPd

dilakukan secara virtual bersama sejumlah pejabat lainnya.

Ketersediaan Listrik Tunjang Peningkatan

Investasi di Sulteng

WAGUB SULTENG Ma'mun Amir menyampaikan sambutan pada acara tatap muka bersama Komisi VII DPR dan pihak PT Poso Energy dan Jusuf Kalla, di Palu. FOTO: ANTARA/HO-BIRO ADMINISTRASI PIMPINAN SETDA PEMPROV SULTENG

SULTENG RAYA - Pe- merintah Provinsi Sulawesi Tengah mengemukakan ketersediaan fasilitas dan sarana menyangkut energi listrik yang memadai men- jadi salah satu faktor yang berdampak pada pening- katan investasi di wilayah Sulteng.

"Listrik penting bagi in- vestor untuk kelancaran dan kesinambungan inves- tasi," kata Wakil Gubernur Sulteng Ma'mun Amir, di Palu, Jumat.

Untuk menunjang ke- tersediaan fasilitas dan sa- rana energi listrik di wila- yah Sulteng, kata Wagub Ma'mun Amir, Pemprov Sulteng berharap PT Poso Energy sebagai perusahaan yang berinvestasi dalam

Ini Daftar Perubahan Prolegnas Prioritas 2021

SULTENG RAYA - Ra- pat Paripurna DPR yang digelar, Kamis (30/9) telah menyetujui perubahan se-

jumlah rancangan undang- undang (RUU) yang masuk dalam program legislasi nasional (Prolegnas) prio-

ritas 2021.

Hasil rapat menyepakati tiga RUU usulan pemerintah dan satu RUU usulan DPR,

masuk dalam Prolegnas

Prioritas 2021. Ketiga RUU pengembangan PLTA di

Kabupaten Poso, dapat memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Sulteng.

"Poso Energy menjanji- kan Sulawesi Tengah jadi

KPU Palu Respon Usulan Tertib Adminduk di Huntap Tondo

KETUA KPU KOTA PALU, Agussalim Wahid menyerahkan berita acara Rakor Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan periode September 2021 kepada perwakilan Dinas Dukcapil Kota Palu, Kamis (30/9/2021).

FOTO: HUMAS KPU PALU

SULTENG RAYA - Komi- si Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu mendapat se- jumlah saran dan masukan dari mitra kerjanya saat pe- laksanaan Rakor Pemutakhi- ran Data Pemilih Berkelanju- tan periode September 2021, Kamis (30/9/2021).

Salah satu masukan yang diterima KPU Kota Palu terkait perlunya tertib admi- nistrasi kependudukan (ad- minduk) bagi warga Hunian Tetap (huntap) di Kelurahan Tondo. Sejumlah mitra kerja yang hadir di kegiatan rakor itu diantaranya Polres Palu, Bawaslu Palu, Dinas Dukca- pil Palu dan partai politik.

“Peserta yang hadir me- nyampaikan beberapa ma-

sukan dan saran, termasuk meminta agar sosialisasi tertib Adminduk bagi warga hunian tetap Kelurahan Tondo. Peserta meminta agar warga Huntap Tondo memperoleh dokumen ke- pendudukan yang sama dengan tempat tinggal me- reka sekarang,” kata komisi- oner Kota Palu, Idrus, Kamis (30/9/2021).

Usulan peserta rakor langsung direspon oleh KPU Kota Palu dan Dinas Dukca- pil dengan mengendakan pelaksanaan sosialisasi se- kaligus rencana perekaman KTP Elektronik tanggal 14 Oktober 2021 mendatang.

Bupati Banggai Resmikan Menara Telekomunikasi di

Ondo-Ondolu

BUPATI BANGGAI, Amirudin Tamoreka meresmikan menara telekomunikasi Desa Ondo-Ondolu, Kecamatan Batui, Kamis (30/9/2021) siang. FOTO: PROKOPIM SETDA BANGGAI

SULTENG RAYA - Bu- pati Banggai, Amirudin Ta- moreka meresmikan menara telekomunikasi Desa Ondo- Ondolu, Kecamatan Batui, Kamis (30/9/2021) siang.

Bupati Banggai menga- takan, peresmian ini di- rangkaikan juga dengan

vaksinasi massal yangdi- tangani langsung Dr. Anang bersama tim.

“Antusias warga ondo- ondolu cukup besar dalam pelaksanaan vaksinasi mas- sal, ini bertujuan untuk SULTENG RAYA - Pemerintah Venezuela

memulai debut mata uang terbarunya, Jumat (1/10) waktu setempat. Mata uang baru ini akan menampilkan angka nol yang lebih sedikit dalam mata uang nasionalnya.

Peluncuran mata uang baru ini dilakukan demi mengurangi dampak hiperinflasi serta memudah- kan warga untuk menggunakan uang bolivar.

Denominasi tertinggi bolivar Venezuela sebe- lumnya adalah uang kertas satu juta bolivar, yang saat ini bernilai sedikit kurang dari 0,25 dolar AS.

Nominal itu sekarang akan menjadi satu bolivar.

Seperti dilansir laman Aljazirah pada Jumat (1/10), mata uang baru ini merupakan denomi- nasi tertinggi yakni 100 bolivar bernilai sedikit kurang dari 25 dolar AS. Setelah mengumumkan perubahan mata uang pada September, bank sen- SATU KILOGRAM WORTEL senilai 3 juta bolivar atau setara 0.46 USD di Venezuela. Peluncuran mata uang baru dilakukan demi mengurangi dampak hiperinfl asi Venezuela.

FOTO: CARLOS GARCIA RAWLINS/ANTARA

► Baca | BUPATI | Hal. 7

► Baca | UANG BARU | Hal. 7

Baca | KPU PALU | Hal. 7

(2)

warta sulteng

2 SABTU, 2 OKTOBER 2021 SULTENG RAYA

Cv. Risky Pratama

Menerima Carteran / Perorangan Rental Car Tujuan Palu Ke Luwuk, Toli-Toli, Gorontalo, Manado, Morowali, Makassar, Kendari.

Contact Person

0813-3333-9550/ 0823-4586-9955 Jl. Kelinci – Depan Penginapan/

Guest House Paradise

TUKANG

AHLI GIGI

EXPRESS

H. Sudirman H. Abd. Rahman

* Pasang Gigi Satu Set * Cuci Gigi (Scaling)

* Tambal Gigi Hitam Jadi Putih * Format Gigi & Ratakan

* Gigi Rusak Tanpa Cabut Boleh Pasang * Sambung Gigi Patah

* Service Gigi/Lem Gigi * Tambal Gigi Leser Jl. Tombolotutu No. 60 Kav.7

(Samping kanan Apotik DIFHAS dekat lampu merah) Kota Palu Buka CABANG

Jl. Sungai Lariang N0.40 Palu Barat

Contak Person

0852 4987 2786 (0451) 4768081

ORENNA

L

TRAVEL AGENT & EXPEDITION

Untuk yang berlangganan rental MOBIL LORENNA akan mendapatkan FREE MINERAL WATER & SNACK 7x Keberangkatan Palu-Tolis gratis 1 tiket Toko Sempurna Baru

Jl. Syarif Mansur No.111 Tolitoli

Telp/WA: 0812 3333 2318 Cabang Palu:

Jl. Juanda No. 78 Telp: 0813 4124 2003 WA : 0852 3255 2003

Kepuasan & Kenyamanan Anda Prioritas Utama Kami

SULTENG RAYA - Aksi mogok kerja yang terus digelar para guru dan para staf di lingkungan SMA Ne- geri 3 Poso, masih berlanjut hingga pekan ketiga, Jumat (1/10/2021).

Dalam aksi mogok kerja itu, para guru menggelar doa bersama yang diikuti oleh para guru dari SMA Negeri 1 Poso.

Bergabungnya para guru dari SMA Negeri 1 Poso ini bukan tanpa alasan. Hal itu terkait rasa solidaritas para guru, karena sebelumnya Kepala SMA Negeri 1 Poso telah dieksekusi sebagai terpidana dalam perkara ko- rupsi dana komite sekolah.

Sebelum digelarnya doa bersama tersebut, koordi- nator aksi Putu Sudama dalam orasinya mengata- kan, dengan adanya doa bersama ini, sebagai bentuk keyakinan kalau harapan itu tidak akan pernah sirna akan dantangnya keadilan sejati.

"Doa bersama para guru dari dua sekolah ini, semoga memberi efek pada lahirnya keadilan bagi para kepala se- kolah," kata Pak Putu sapaan akrabnya.

Aksi Mogok Kerja Guru di Poso Masih Berlanjut

Selain itu kata Putu Suda- ma, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendatangi Komnas HAM RI. "Sembari mengetuk pintu-pintu langit untuk datangnya keadilan sejati, kami juga berencana akan sowan ke pihak Kom- nas HAM sebagai bentuk

ikhtiar," jelas Putu.

Aksi mogok kerja yang digelar para guru di ling- kungan SMA Negeri 3 Poso ini, ternyata mendapat du- kungan secara moril oleh sebagian besar para guru yang ada di Poso. "Sebagai pendidik, kami prihatin atas

apa yang menimpa kepala sekolah SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Poso," ujar salah seorang guru kepada Sulteng Raya.

Diketahui, aksi mogok kerja para guru di ling- kungan SMAN 3 Poso ini dilatarbelakangi paskah

ditetapkannya Kepala SMA Negeri 3 Poso Drs. Suha- riono sebagai terpidana oleh Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA), karena ter- bukti telah melakukan tin- dak pidana korupsi dana komite sekolah pada tahun 2017 silam. SYM

PARA GURU yang sedang menggelar doa bersama, Jumat (1/10/2021). FOTO: ISTIMEWA

SULTENG RAYA - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Banggai mengamankan dua pria kerena terlibat penyalahgunaan narko- tika jenis sabu-sabu.

Mereka diringkus di salah satu rumah warga di Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk, Ka- bupaten Banggai, Kamis (23/9/2021).

Kedua pria ini berini- sial FH alias F (32) warga Kelurahan Karaton, Kecamatan Luwuk dan MH alias H (34) warga Kelurahan Nambo Lem- pek, Kecamatan Nambo, Kabupaten Banggai.

“Iya benar, kemarin dua pria diamankan petugas terlibat tindak pidana narkoba. Penang- kapan itu berdasarkan laporan warga kepada anggota bahwa mereka berdua akan mela- kukan pesta sabu," kata Kasat Narkoba Polres Banggai, Iptu Makmur kepada media ini, Sabtu (25/9/2021).

Ia mengatakan, kedu- anya dibekuk di dalam kamar tidur milik ter- sangka bernisial FH alias F, di Kelurahan Karaton, sekira pukul 22.55 Wita bersama barang bukti yang diduga narkoba jenis sabu.

"Barang bukti yang diamankan tiga saset be- ning berisi kristal bening diduga sabu, ponsel dan alat hisap sabu," terang Iptu Makmur.

Ia menjelaskan, tiga sa- set sabu yang diamankan tersebut dua saset berat bruto 1,27 gram meru- pakan milik tersangka FH dan satu saset berat bruto 1,19 gram milik tersangka MH. "Total be- rat bruto seluruh barang bukti narkoba jenis sabu 2,46 gram," tutur Iptu Makmur.

Saat ini kedua ter- sangka telah diamankan di sel tahanan Mapolres Banggai guna menja- lani pengembangan dan pemeriksaan lebih lanjut.

*/MAN

Polisi Gagalkan Pesta Sabu di

Luwuk

SALAH SEORANG tersangka saat memperlihatkan sabu miliknya.

FOTO: DOK SATRESNARKOBA POLRES BANGGAI

SULTENG RAYA - Seba-

nyak sembilan pelajar di Ke- camatan Batui, Kabupaten Banggai, diamankan aparat kepolisian, akibat terlibat ta- wur yang dipicu saling sin- dir di media sosial (Medsos), Sabtu (25/9/2021).

"Tawuran ini terjadi ka- rena salah paham saja di Medsos," kata Kapolsek Batui, Iptu I Kadek Yoga Widata kepada awak media, Ahad (26/9/2021).

Iptu Yoga menjelaskan,

Polsek Batui Amankan

Sembilan Pelajar Akibat Tawur

aksi tawur terjadi di depan SMA Negeri 1 Batui antara dua orang pelajar.

"Saat perkelahian itu terja- di warga sekitar sempat me- lerai mereka dan langsung membubarkan diri," kata Iptu Yoga.

Namun, karena diduga masih terbawa emosi, kedua pelajar yang adu jotos itu membawa rekan-rekannya.

"Dan tawuran itu pun kem- bali pecah di depan kantor PLN Batui," terang Iptu Yoga.

Ketika tawur itu terjadi, sejumlah pelajar diamankan ke Mapolsek Batui sedang- kan pelajar lainnya sem- pat melarikan diri. "Orang tua yang terlibat perkela- hian itu, kita undang ke Mapolsek Batui untuk di- mediasi," kata Yoga.

Dari hasil mediasi dengan cara kekeluargaan, akhirnya semuanya memahami dan saling memaafkan. "Orang tua mereka juga berterimak- asih atas upaya Polri yang sigap menyelesaikan masa- lah ini," jelas Iptu Yoga. */MAN

SULTENG RAYA - Aparat Polsek Toili men- gamankan tiga unit sepeda motor karena mengguna- kan knalpot brong (bogar) atau racing saat mengge- lar patroli malam, Sabtu (25/9/2021).

Tiga unit sepeda motor yang menggunakan knal- pot bogar itu, diamankan saat Polisi menyambangi sekelompok pemuda yang tengah nongkrong dan ber- kumpul di empat lokasi di Kecamatan Toili.

“Saat anggota patroli, menemukan sejumlah pe- muda berkumpul di lapan- gan, deker, pinggiran jalan dan tribun lapangan,” kata Kapolsek Toili, AKP Can- dra, Ahad (26/9/2021).

Dari hasil pemeriksaan

terhadap para pemuda di empat lokasi tersebut, di- temukan tiga diantaranya menggunakan sepeda mo- tor dengan knalpot bogar.

“Para pemuda ini kita bubarkan, sedangkan se- peda motor knalpot brong diamankan ke Polsek Toi- li,” terang AKP Candra.

Ia menyebutkan, para pemuda itu dibubarkan ka- rena tidak memiliki tujuan yang jelas dan menganti- sipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan serta mencegah penyebaran CO- VID-19.

“Kegiatan seperti ini rutin dilakukan, demi menjaga dan menciptakan kondusifitas kamtibmas dj daerah ini,” tegas AKP Candra. */MAN

Polsek Toili Amankan Tiga

Unit Motor Berknalpot

Bogar

APARAT Polsek Batui saat mengamankan salah seorang pelajar saat aksi tawur, Sabtu (25/9/2021). FOTO: DOK POLSEK BATUI

(3)

warta pendidikan SULTENG RAYA

3

SABTU, 2 OKTOBER 2021

Adapun para pejabat yang dilantik pada pelantikan tersebut masing-masing, dr. Sumarni, M.Kes., Sp.GK sebagai PLT Wakil Dekan Bi- dang Akademik, mengganti- kan Dr. dr. Muh Ardi Munir, M.Kes., Sp.OT., FICS., M.H., Dr.drg. Try Setyawati, M.Sc., sebagai Wakil Dekan Bidang

Umum dan Keuangan, Elli Yane Bangkele, M.Kes seba- gai PLT Wakil Dekan Kema- hasiswaan menggantikan, dr. Sarifuddin, Sp.P.

Pada kesempatan itu, Rektor dalam sambutan- nya, menyampaikan sela- mat kepada ketiga Wakil Dekan terpilih yang dilan- PENANDATANGANAN berita acara pelantikan Para Wadek Kedokteran Untad Lobi Rektorat Untad,

Jumat (01/10/21). FOTO: JANE LESTARI PARABAK

Rektor Untad Lantik

Tiga Wakil Dekan Fakultas Kedokteran Untad

SULTENG RAYA- Rektor Untad, Prof. Dr. Ir.

Mahfudz, MP., melaksanakan pelantikan dan serah terima jabatan terhadap tiga Wakil De- kan di lingkup Fakultas Kedokteran Untad, yang dilaksanakan di Lobi Rektorat Untad, Jumat (1/10/2021).

tik tesebut, dirinya juga menyampaikan harapan dan keinginannya agar ketiga Wadek tersebut bersinergi bersama demi kemajuan Fakultas Kedokteran, selain itu dirinya juga berpesan Kepada Dekan Fakultas Kedokteran, Dr. dr. Moh.

Ardi Munir, M.Kes., Sp.OT, FICS, FAACT, MH, agar membangun Komunikasi dan Koordinasi yang baik bersama ketiga Wakilnya untuk kemajuan Fakultas.

“Selamat kepada ketiga Wadek terpilih yang semu- anya adalah perempuan, ini memberikan warna baru bagi kita, silahkan bersinergi untuk meningkatkan fakul- tas, saya harapkan ini dapat

meningkatkan akreditasi dari prodi kedokteran dan D3 Keperawatan,” katanya Rektor.

“Saya menunggu kinerja- nya empat tahun kedepan, saya kira ini menjadi pemicu bagi kita untuk bersama-sa- ma bahu membahu dalam rangka peningkatan kiner- ja, tetaplah kerjasama kita diperkuat, tentu apa yang sama-sama kita harapkan jauh dari hambatan, tolong Pak dekan agar bisa berko- munikasi dan berkoordinasi dengan baik bersama den- gan wakil-wakilnya, untuk membuat komitmen yang sejalan dalam rangka ke- lanjutan fakultas yang lebih baik,” ucap Rektor.JAN

SULTENG RAYA - Se- kolah Menengah Akhir (SMA) Labschool Untad Palu bersama Politeknik Kesehatan (Poltekes) Palu, menggelar vaksinasi co- vid-19 secara gratis dan terbuka untuk umum, Jumat (1/10/21).

Kegiatan Vaksinasi ini berlangsung di Ruang Aula SMA Labschool Untad Palu, mulai pukul 07:00 WITA sampai selesai.

"Kami bekerja sama den- gan Poltekes Palu untuk melaksanakan vaksinasi di sekolah kami. Dengan sas- arannya adalah masyarakat umum, dan terkhusus kepa- da siswa kami," kata Kepala SMA Labschool Untad Palu, Elvina Trisyawati, saat dite- mui di ruangannya, Jumat (1/10/21).

Ia juga mengatakan, ke- giatan ini dilakukan untuk

melakukan percepatan vak- sinasi, sesuai surat edaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Abdul Hafid, yang merupakan turunan dari Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Rusdi Mastura.

"Sesuai dengan surat eda- ran dari Pemerintah Kota Palu. Disitu kita diminta un- tuk melakukan percepatan vaksinasi. Jadi di situ juga tidak ada penekanan untuk mengharuskan. Tapi, kami tetap mengedukasi kepada seluruh guru dan siswa un- tuk melakukan vaksinasi,"

ungkapnya.

Sebelum menggelar vak- sinasi, pihak sekolah telah memberikan surat pernya- taan kepada masing-masing orang tua peserta didik, bahwa mereka telah mengi- zinkan anaknya untuk men- SEORANG peserta didik SMA Labschool Untad Palu sedang menerima vaksinasi dari pihak Poltekes Palu, Jumat (1/10/21).

FOTO: SINTA DWI PUTRI

SMA Labschool Untad Palu Bersama Poltekes Palu Adakan Vaksinasi untuk Umum

gikuti vaksinasi di sekolah.

"Apabila ada orang tua peserta didik yang belum memberikan izin kepada anaknya untuk di vaksin.

Kami tetap memberikan toleransi kepada mereka.

Namun, banyak juga peserta didik kami yang telah mela- kukan vaksinasi di tempat lain," harapnya.

Elvina Trisyawati juga menyampaikan, pelaksa- nakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di SMA Lab- school Untad Palu akan dimulai pada tanggal 11 Oktober 2021.

"Pelaksanaan PTM di- perbolehkan paling cepat 4 Oktober 2021. Tapi, karena di kalender pendidikan, itu merupakan waktu pe- laksanaan Penilaian Tengah Semester (PTS). Sementara dalam pelaksanaan PTM ini kan secara terbatas, jadi tidak bisa keseluruhan ikut tatap muka di kelas. Jadi, kami tetap laksanakan PTS sepenuhnya daring. Ins- yaAllah, 11 Oktober 2021 baru akan kami laksanakan PTM," ungkapnya.

"Nah, 11 Oktober 2021 sampai 29 Oktober 2021, yang boleh mengikuti PTM di sekolah hanya kelas 12 saja. Itupun, satu kelasnya juga cuman 18 orang pe- serta didik saja. Novem- ber baru bisa keseluruhan kelas. Kami juga sekarang masi mengumpulkan surat pernyataan dari orang tua peserta didik. Dan itu harus ada, entah itu mereka setuju atau tidak setuju untuk anak mengikuti PTM. Tapi, kem- bali lagi seperti vaksinasi, kami akan tetap memberi- kan toleransi kepada siswa yang belum diizinkan orang tuanya," lanjutnya menam- bahkan.

Kini, meraka masi semen- tara menyusun untuk pem- bagian-pembagian kelas di SMA Labschool Untad Palu, untuk november menda- tang. MG2

SULTENG RAYA-Dalam rangka kegiatan Survey In- vestigasi dan Desain (SID), Pemda Donggala yang diha- diri Wakil Bupati Donggala bersama LPPM Untad pada Kamis (30/09/2021) Pagi melaksanakan Seminar Akhir terkait Kawasan Pengemban- gan Peternakan Skala Mini Ranch Sapi Donggala bertem- pat di Aula Fapetkan Untad.

Dalam sambutannya, Dr.

Ardin Taiyeb, SE, MT selaku Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Ka- bupaten Donggala menutur- kan tujuan dilaksanakannya Seminar Akhir kali ini.

Kegiatan ini katanya di- laksanakan dengan tujuan untuk melakukan pening- katan pertumbuhan ekono- mi di Kabupaten Donggala, Kecacamatan Sindue, khu- susnya di Desa Pumbasa.

Dimana kegiatan tersebut rencana akan dilaksanakan pada tahun 2019, namun karena pandemi, anggaran difokuskan untuk mengurus pandemi.

“Alhamdulilah pada tahun ini baru dapat dilaksanakan, setelah melalui proses di lapangan bersama tim dari Untad. Hal ini terjadi kare- na pemotongan anggaran sehingga 2 kegiatan SID dan Detail Engineering desain tetap dilaksanakan meski dengan dana terbatas,”u- jarnya.

Dua dokumen yang telah dihasilkan, nantinya akan di- berikan ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk pembiakan/pemurnian dari genetik Sapi Donggala untuk menambah populasi Sapi Endemik Donggala.

“Donggala adalah kabupa- ten yang memiliki sapi den- gan standar nasional seperti Sapi Aceh, Madura, Bali.

Oleh karena itu,dokumen ini disusun untuk menyahuti hasil MoU dengan pemerin-

SULTENG RAYA- Sebagai upayah untuk meningkatkan literasi di lingkungan sekolah, SMPN 7 Palu melaksa- nakan In House Training (IHT) penulisan artikel bagi Guru dan Kepsek, yang dipelopori oleh salah seorang Guru SMPN 7 Palu, atas nama Sohoriah Gaus, S.Pd,M.Pd., Jumat (1/10/2021).

Kegiatan IHT tersebut mendapat dukungan Kepsek dan pihak sekolah sebagai bentuk apresiasi

kepadanya atas keberha- silannya terpilih sebagai salah satu guru literasi, saat mengikuti kegiatan Guru Motivator Literasi (GML) yang di adakan oleh Forum Indonesia Menulis (FIM), beberapa waktu lalu.

“Saya Sebagai penu- lis dan Guru Motivator Literasi sangat bangga dan terharu atas apresiasi yang begitu besar diberi- kan kepada saya, semoga apa yang saya lakukan bisa menginspirasi semua

SUASANA pelaksanaan In House Training (IHT) penulisan artikel bagi Guru dan Kepsek, yang di- pelopori oleh salah seorang Guru SMPN 7 Palu, atas nama Sohoriah Gaus, S.Pd,M.Pd., (Kiri ujung) Jumat (1/10/2021). FOTO: IST

TINGKATKAN LITERASI

SMPN 7 Palu Laksanakan IHT Penulisan Artikel bagi Guru dan Kepsek

orang, jangan pernah malu untuk mencoba, menulislah, tebarkan ke- bahagiaan lewat tulisan,”

katanya kepada Sulteng Raya.

Melalui kegiatan terse- but, Kepala SMPN 7 Palu, Masaat berharap agar se- mangat literasi di sekolah- nya semakin meningkat, terutama di kalangan Guru dan Peserta Didik.

“Tentunya kami ha- rapkan semangat literasi terus maju di sekolah kami, sehingga mampu

menghasilkan penulis-pe- nulis yang kreatif dan in- ovatif, dari guru-guru dan peserta didik kami,” kata Kepsek. Senada dengan itu, Kepala Bidang Pem- binaan SMP Disdikbud Kota Palu, Ambotuwo, S.Pd,M.Si, juga berharap melalui kegiatan tersebut dapat menghasilkan karya sebuah buku kumpulan karya tulis Siswa,Guru dan Kepsek yang akan menjadi kebanggaan sekolah juga Pemerintah Kota Palu.JAN

WAKIL Bupati Donggala, Moh Yasin.S.Sos saat menyampaikan smabutan pada Seminar Akhir terkait Kawasan Pengembangan Peternakan Skala Mini Ranch Sapi Donggala bertempat di Aula Fapetkan Untad. FOTO: DOK UNTAD

Pemda Donggala - LPPM Untad Bakal Kembangkan Sapi Donggala

tah Kota Balikpapan dalam rangka untuk memberi suplai sapi dan Daging Donggala dan daerah lain di Kabupaten Donggala,” jelas Dr. Ardin.

Pada kesempatan yang sama, Dr. Muh Rusydi H, M.Si selaku Ketua LPPM Untad berharap kedepannya agar setiap penelitian yang dilakukan dapat teraplikasi- kan ke masyarakat dan tidak berakhir sebagai jurnal dan laporan saja.

“Kegiatan hari ini adalah acara yang sebenarnya sudah dirancang sebelumnya antara Untad dan Pemda Donggala.

Saat ini bentuk MoU kita ba- nyak ke arah peternakan yang tidak menutup kemungkinan untuk mengarah ke bidang teknik, karena akan muncul bio energi yang dibutuhkan seperti biogas,”ujarnya.

Tidak menutup kemung- kinan katanya, masyarakat membutuhkan gas dari hasil limbah peternakan yang diha- silkan sehingga masyarakat tidak perlu membeli gas lagi kedepannya jika hal tersebut telah dikembangkan.

Pupuk juga katanya po- tensial disana yang mungkin bisa melibatkan pula pihak pertanian. Oleh karenanya,

LPPM hadir untuk mewadahi semua kemungkinan terse- but. “Kemudian di LPPM banyak juga anggaran dari kementerian yang bisa kita kolaborasikan. LPPM juga ge- ncar untuk mensosialisasikan kegiatan kami karena melihat banyak sekali penelitian yang dilakukan tapi berhenti di laporan dan jurnal. Jika bisa diaplikasikan dengan masy- arakat akan lebih baik. Kami akan mencoba agar semua hasil penelitian yang telah di- lakukan dapat dapat tersam- piakan ke pihak pemda dan teraplikasikan ke masyara- kat,”ujarnya menambahkan.

Moh Yasin.S.Sos selaku Wakil Bupati Donggala me- nuturkan bahwa Sapi Dong- gala berpotensi menjadi branding Donggala dari sisi Peternakan. “Kita tau bahwa Sapi Donggala merupakan branding yang punya poten- si, namun belum terkelola dengan baik dan maksimal.

Apalagi kita sudah MoU dengan Balikpapan yang jika kita menyetujui mengirimkan sapi kita tanpa melakukan pengembangbiakan, maka sapi endemik kita bisa habis dalam kurun waktu terten- tu. Sehingga penting untuk

mengetahui teknologi atau ilmu yang dapat memaksi- malkan pengembangbiakan sapi ini. Banyak Negara yang maju peternakannya karena melibatkan teknologi. Jan- gan sampai penelitian ini dokumen semata tapi bisa dikembangkan untuk kese- jahteraan masyarakat dan pengembangan ekonomi.”

Papar Moh Yasin.

Dr. Ir. Rusdin, MP selaku Dekan Fakultas Peternakan dan Perikanan (Fapetkan) Untad memaparkan bahwa peningkatan kualitas sapi donggala masih terus dila- kukan dengan harapan agar mendapatkan kualitas yang baik sehingga mampu men- jadi treading sector.

“Penelitian ini sudah me- masuki tahun kedua dan saat ini Pemda Donggala terus mendorong sapi donggala menjadi komoditi unggulan.

Saat ini dari 23 ciri yang dimi- liki Sapi Donggala, masih 16 ciri yang jelas terkait dengan Sapi Donggala. Dengan de- mikian, 17 ciri yang belum terungkap, perlu tindakan lanjut khusus yang dilakukan oleh LPPM dan Pemda Dong- gala terkait sapi endemik lokalny,”ujarnya. */ENG

(4)

WARTA UMUM

4 SABTU, 2 OKTOBER 2021 SULTENG RAYA

Jokowi menyampaikan ti- dak boleh ada satu pun yang tertinggal dalam pemban- gunan. Ia ingin setiap warga mendapat pelayanan yang

setara dalam pembangunan.

"Membangun Indonesia tidak bisa hanya memban- gun Jawa. Membangun In- donesia adalah membangun

PRESIDEN Joko Widodo. Jokowi mengingatkan bahwa membangun Indonesia harus merata dari Sabang sampai Merauke. FOTO:ANT

Jokowi: Membangun Indonesia tak Cukup Pulau Jawa

SULTENG RAYA-Presiden Joko Widodo mengatakan pembangunan Indonesia tak bisa hanya difokuskan di Pulau Jawa. Dia berpendapat pembangunan harus dilakukan secara merata hingga tempat-tempat teriso- lasi.

seluruh Tanah Air Indonesia dari Sabang sampai Merau- ke, dari Miangas sampai Pulau Rote," kata Jokowi dalam peringatan hari ulang tahun ke-17 DPD RI, Jumat (1/10/2021).

Jokowi berkata negara harus memberi pelayanan, akses pendidikan, akses kesehatan, dan pekerjaan yang layak bagi seluruh masyarakat. Menurutnya, hak-hak itu harus diberikan tanpa pengecualian.

Mantan Wali Kota Solo itu mengajak DPD RI dalam memperbaiki pelayanan kepada setiap warga negara.

Ia percaya DPD punya posisi strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Saya mengajak DPD RI dan lembaga-lembaga lain- nya untuk terus meningkat- kan eksistensinya. Harapan dan ekspektasi masyarakat di seluruh penjuru Tanah Air semakin tinggi, ini mem- butuhkan respons kelem-

bagaan yang cepat," ujar Jokowi.

Jokowi menilai DPD bisa mendorong pemerintah dae- rah untuk bekerja lebih baik dalam memberi pelayanan.

Ia meminta DPD menyo- kong pelayanan pemerintah daerah yang lebih inovatif.

"Sehingga mampu mem- berikan pelayanan yang inklusif untuk mempercepat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh Indo- nesia," ucapnya.CNN

SULTENG RAYA-Pene- liti Indonesia Ocean Justice Initiative (IOJI) Imam Pra- koso mengatakan kapal riset milik Pemerintah China, Hai Yang Di Zhi 10, terdeteksi berada di Laut Natuna Utara sejak akhir Agustus lalu.

Dari pola pergerakannya, kapal itu diduga tengah me- lakukan riset. "Mulai pada tanggal 31 Agustus, Tingkok

mengirimkan kapal Hai Yang Di Zhi 10, itu mulai melakukan riset di Natuna Utara.

Lumayan lama juga hing- ga terakhir kapal riset itu meninggalkan Laut Natuna Utara itu tanggal 29 Sep- tember," kata Imam kepada CNNIndonesia.com, Kamis (30/9/2021).

"Dia bentuk pola (pergera-

kan) seperti sawah ya. Men- gindikasikan sangat kuat dia sedang lakukan riset di situ,"

ucapnya menambahkan.

Imam mengatakan, kapal riset itu tergolong bagus dan baru. Dilengkapi dengan se- jumlah laboratorium. Kapal itu kata dia, juga memiliki kemampuan untuk men- gambil sampel batuan dan biota dasar laut.

Ia menyebut, kapal itu dikawal oleh Kapal Coast Guard Cina dengan nomor lambung CCG 4303. "Kapal Hai Yang Di Zhi itu dikawal oleh coast guard 4303, paling tidak antara 8 Agustus sam- pai September, paling tidak ada 2 coast guard tiongkok di laut natuna utara, yaitu 5305 dan 4303," katanya.

Imam menyatakan, atas

S U L T E N G R A Y A – SMPN 19 Palu, melaksana- kan vaksinasi pada Jumat (1/10/2021) bekerja sama dengan Puskesmas Panto- loan dan Puskesmas Nosa- rara, yang diikuti oleh 75 Peserta Didik SMPN 19 Palu.

Wakil Kepala Sekolah Bi- dang Kesiswaan (Wakasek Kesiswaan) SMPN 19 Palu,

Sri Usdalifat mengatakan, jumlah peserta didiknya yang divaksin tersebut su- dah cukup banyak, dari total jumlah keseluruhan peserta didiknya sebanyak 283 orang.

“Alhamdulillah jumlah itu sudah cukup banyak, antusias peserta didik cukup tinggi, ini dapat dilihat dari SULTENG RAYA-Pe- merintah mewajibkan penggunaan Nomor In- duk Kependudukan (NIK) dan/atau Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dalam setiap pelayanan publik. Untuk itu, pemer- intah meminta masyarakat mulai menghafal NIK ma- sing-masing.

"Berobat ke rumah sakit ingat NIK, mengurus SIM ingat NIK, mengurus kartu prakerja ingat NIK, bantu- an sosial ingat NIK,” kata Zudan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pen- catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri (Dukcapil Kemendagri) Zudan Arif Fakrulloh dalam keteran- gan tertulisnya, Kamis (30/9/2021).

Ketentuan tersebut ter- cantum dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 83 Tahun 2021 tentang Pen- cantuman dan Pemanfaat- an NIK dan/atau NPWP dalam Pelayanan Publik.

Ke depan, NIK digunakan sebagai kunci akses dalam pelayanan publik.

“Ini memang ada proses membiasakan mengin- gat NIK dan nama. Kalau dulu kan hanya mengingat nama. Tapi nama banyak yang sama, sekarang ha- nya mengingat NIK,” ujar dia.Zudan juga mengatakan, kebijakan ini sebagai inter- vensi kepada warga yang belum mengurus NIK.

Sebab, warga yang belum memiliki NIK tidak bisa mendapatkan pelayanan publik.

Selain itu, menurut Zu- dan, masyarakat yang be- lum mempunyai NPWP dapat mencantumkan NIK. Dia mengatakan, Kemendagri akan me- mastikan tidak ada lagi nomor-nomor yang lain selain NIK sebagai single identity number. Zudan menuturkan, Kemendagri juga harus memperkuat in- frastruktur pusat data ke- pendudukan agar proses validasi tidak terhambat.

Saat ini, Zudan juga men- gungkapkan sejumlah tan- tangan dalam menjalankan kebijakan tersebut seperti belum semua lembaga, institusi, badan, korpo- rasi, atau penyelenggara pelayanan publik sudah bisa mengakses data NIK di Dukcapil Kemendagri.

Padahal, akses integra- si data kependudukan

penting pada saat proses validasi, yakni apakah NIK yang dicantumkan warga sebagai penerima layanan sudah benar atau tidak. “Semua harus te- rintegrasi nanti karena kita ingin menuju satu data Indonesia. Untuk NIK satu data kependudukan.

Sebab kalau enggak ada validasi orang nulis NIK- nya nanti ngawur. Bisa saja nulis NIK-nya asal,”

kata Zudan.

Lalu, dia juga mengakui masih banyak penyeleng- gara publik yang belum memiliki alat pembaca KTP elektronik atau card reader sehingga masih mensyaratkan fotokopi KTP. Padahal, dengan card reader itu bisa memudah- kan kerja penyelenggara dan mencegah tercecernya identitas kependudukan.

Pengamat kebijakan publik, Agus Pambagio, mendukung kewajiban penggunaan NIK dalam pelayanan publik ini.

Menurutnya, warga nega- ra memang wajib memiliki NIK dan negara wajib me- menuhi hak mereka seperti pelayanan publik.

“Supaya bisa dilayani pemerintah diberikan ban- tuan sosial dan sebagainya harus punya NIK, betul kan, di negara yang bera- dab ya begitu,” tutur Agus saat dihubungi Republika, Kamis.

Agus mengatakan, men- genai kesiapan pemerintah dalam hal infrastruktur dan keamanan data dapat dilakukan secara beririn- gan. Paling penting, tidak ada hak warga negara yang dilanggar atau pe- merintah lalai menjalan- kan kewajibannya untuk memberikan hak kepada warga negara.

“Mau dibolak-balik sama saja yang penting penuhi semua itu. Mau keamanan data kalau KTP elektronik enggak ada, terus NPWP-nya enggak diurus, sama saja enggak jalan. Kan harus semua jalan,” kata dia.

Di sisi lain, Agus menin- gatkan negara harus men- jamin kerahasiaan data pribadi warga sebagaima- na diamanatkan peraturan perundangan-undangan maupun Perpres 83/2021.

Agus pun kerap menagih Undang-Undang tentang Perlindungan Data Pribadi agar segera diterbitkan. ROL

SEORANG transpuan menunjukkan KTP Elektronik miliknya FOTO: ANT

Masyarakat Harus Hafal NIK

SUASANA Vaksinasi SMPN 19 Palu, jumat (1/10/2021). FOTO:SELVI

75 Peserta Didik SMPN 19 Palu Terima Vaksinasi

persentase peserta, yang mana sebagian peserta didik masih berada dibawa umur dan juga ada yang tidak boleh melakukan vaksin karena adanya penyakit bawaan,” ucapnya kepada Sulteng Raya.

Adapun persyaratan dalam pelaksanaan vaksin tersebut kata dia, para pe- serta didik terlebih dahu- lu mengisi formulir, yang mana dalam formulir terse- but berisi beberapa syarat, diantaranya persetujuan orangtua, membawa Kartu Keluarga(KK), mengisi ri- wayat penyakit, dan sebe- lum pelaksaan vaksin peser- ta disarankan untuk sarapan pagi terlebih dahulu.

“Untuk tenaga pendidik SMPN 19 Palu sendiri, saat ini semua telah selesai vak- sinasi” katanya mengakhiri.

MG5

KAPAL Coast Guard China-4301 di utara pulau Natuna. FOTO: ANT

Kapal Riset China Mondar-Mandir Sebulan di Laut Natuna Utara

terdeteksinya kapal asing tersebut, TNI lalu mengi- rimkan KRI Bontang untuk melakukan bayang-bayang.

KRI Bontang membayangi Hai Yang Di Zhi selama dua hari pada 15 dan 16 September.

KRI Bontang, kata dia, bukan tipe kapal patroli, namun merupakan kapal tanker yang bertugas men- yalurkan pasokan bagi kapal-kapal patroli yang berada di tengah laut.

"Langkah ini menurut kami yang moderat dari TNI, memang betul-betul moderat, karena tidak kirim kapal frigate atau corvette yang lebih khusus untuk patroli. Jadi sekitar dua hari KRI Bontang bayang-ba- nyangi kapal riset Hai Yang Di Zhi," katanya.CNN

(5)

OPINI SABTU, 2 OKTOBER 2021 5 SULTENG RAYA

ORUPSI sejatinya punya banyak pintu masuk. Di setiap pintu, idealnya ada penjaga. Dia yang akan mem- bunyikan lonceng alarm jika terdapat indikasi-indikasi yang mengarah ke korupsi. Kemudian meneruskannya ke penegak hukum untuk memastikan apakah betul indikator itu merupakan bibit korupsi atau tidak. Salah satu pintu masuk korupsi yang kita kenal ialah mel- alui transaksi keuangan. Penjaga pintunya ialah Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Mereka yang memonitor dan menghimpun temuan terkait rekening gendut pejabat, transaksi keuangan mencurigakan, tindak pencucian uang, dan macam-macam modus lain yang sebagian san- gat mungkin merupakan sumber atau ekstensi dari praktik korupsi. Penjaganya sudah bagus, tetapi yang masih menjadi persoalan saat ini ialah adanya sumbatan aliran antara temuan dan tidak lanjut dari pelaporan atas temuan itu.

Ibarat jembatan yang punya banyak lubang, banyak laporan dari temuan itu yang lolos dan tidak ditindaklanjuti penegak hukum. Celakanya, kadang-kadang laporan yang tak tersentuh itu jumlahnya lebih banyak ketimbang yang disentuh.

Data terbaru PPATK yang disampaikan saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR, Rabu (29/9), mengonfi rmasi hal tersebut. Disebutkan bahwa selama periode 2016 hingga September 2021, PPATK telah menyerahkan 2.606 laporan hasil analisis (LHA) dan 240 laporan hasil peme- riksaan (LHP) yang diindikasikan mencurigakan dan berpotensi merugikan negara kepada aparat penegak hukum.

Akan tetapi, dari laporan sebanyak itu, tidak sampai 30% yang ditindaklanjuti. Sisanya mungkin belum dibaca, mungkin dianggap tidak kuat untuk diteruskan, mungkin ada pesanan agar temuan itu dipetieskan, atau barangkali penegak hukum keha- bisan sumber daya dan anggaran untuk meninda- klanjutinya.

Entahlah. Laporan PPATK tidak menerangkan- nya secara detail. Gap yang teramat jauh antara laporan yang diserahkan kepada aparat penegak hukum dan tindak lanjutnya semestinya tak boleh dibiarkan terjadi. Jangan lupa, ada potensi kerugi- an negara yang timbul dari dugaan tindak pidana terkait ekonomi tersebut. Pun ada ketersambungan yang erat antara tidak pidana terkait ekonomi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Karena itu, pengungkapan perkara dan penega- kan hukum atas keduanya seharusnya dilakukan secara paralel agar dapat mengungkap seluruh hasil kejahatan yang dilakukan seseorang. Apala- gi, prinsip penyelidikan keduanya pada dasarnya sama, yakni ikuti aliran uangnya (follow the money), bukan mengejar orangnya. Ini artinya, persepsi antarlembaga negara harus disamakan.

Koordinasi pun mesti dikuatkan. Jika ada laporan terkait transaksi mencurigakan dari PPATK ke lem- baga penegak hukum (kepolisian/kejaksaan) mam- pat, misalnya, saat itu juga mesti ada sokongan dari lembaga lain, seperti DPR. Tidak boleh masing-ma- sing dibiarkan jalan sendiri tanpa dukungan.

DPR bisa memberikan dukungan pada bidang legislasi. Sudah saatnya Rancangan Undang-Un- dang Perampasan Aset Tindak Pidana dan RUU Pembatasan Uang Kartal masuk Program Legis- lasi Nasional Prioritas 2022. Pada akhirnya harus ada titik kesepakatan di antara lembaga-lembaga negara dengan paradigma berpikir yang baru demi mengencangkan upaya pencegahan dan pemberan- tasan tindak pidana ekonomi secara keseluruhan.

Memang, ini tak sepenuhnya akan mampu membe- rangus praktik korupsi yang di Republik ini sudah menjadi masalah endemik dan sistemis.

Akan tetapi, jika pemahaman berpikir tentang tidak pidana ekonomi sudah sama, koordinasi an- tarinstitusi bisa dilakukan, sinergi dijalankan, kerja sama terus dikuatkan, setidaknya satu pintu ma- suk terjadinya korupsi sudah berhasil kita tutup.

Jika itu terjadi, tidak ada lagi laporan PPATK yang dipetieskan.***(Sumber:-

Media Indonesia)

K

PENERBIT:

PT. Trimedia Sulteng Mandiri

No. Rek. Bank Sulteng, An. PT. Trimedia Sulteng Mandiri Acc. 0010107770011

Rek. Bank Mandiri, No. 151-00-1205223-6 An. PT. TRIMEDIA SULTENG MANDIRI

PERWAKILAN JAKARTA: Jl. Tebet Timur IV F No. 6 Jakarta Selatan (Ahmad Averus Toana, Sudarsono, Syafi i, Agung Ramadhan)

PERCETAKAN: TRIMEDIA GROUP (Isi di luar tanggung jawab percetakan)

WARTAWAN HARIAN

SULTENG RAYA

,

DIBEKALI KARTU PERS/SURAT TUGAS

DAN NAMANYA TERCANTUM DALAM

BOX REDAKSI

PENDIRI/PIMPINAN UMUM: Tri Putra Toana. DEWAN MANAJEMEN TRIMEDIA : Tri Putra Toana, Temu Sutrisno, Mahmud Matangara.

PIMPINAN PERUSAHAAN: Suyanto. PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Irwan.

REDAKTUR: Amiluddin, Andi Nurhidayat, Hangga Nugracha. STAF REDAKSI: Irwan, Andi Hidayat, Amiluddin, Hangga Nugracha, Rafi q,

Rahmat Kuniawan, Nindhya Shinta Dewi, Jane Lestari Parabak, Ruth Damayanti, Helmy Jatmika. SEKRETARIS REDAKSI: Rahmawati. LITBANG: A. Madukelleng.

BIRO DONGGALA: Wahid Agus, Andika Pratama. BIRO SIGI: Feri Fadli. BIRO PARMOUT: Aslan Laeho. BIRO TOUNA: Budi.

BIRO POSO: Syamsuyadi. BIRO BALUT: Subianto. BIRO MOROWALI: Bambang Sumantri. BIRO MOROWALI UTARA: Ivan Tagora. BIRO TOLITOLI: Rustam.

BIRO BANGKEP: Pariaman Tambunan (Kepala Biro) Rizal Saenong (Pemasaran). BIRO BANGGAI: Pariaman T, Reynold Sitorus.

DESIGN & ARTISTIC: Azwar Anas (Manajer), Feryanto, Wiwis. PEMASARAN/SIRKULASI: Wanto, Zainuddin Ladoe. KEUANGAN: Ratmin. EMAIL:

[email protected], [email protected] TARIF IKLAN: Warna (FC) Rp. 45.000/mmk. Hitam Putih (BW) Rp.30.000/mmk.

ALAMAT REDAKSI: Jl. Rusa No. 36 TLP: 0451 4012 445 ALAMAT PERCETAKAN: Jl. Rusa No.36 Palu.

Menelisik KKB di Papua

SERANGKAIAN aksi teror yang nyaris tanpa jeda oleh kelompok kriminal bersen- jata (KKB) di Papua dalam beberapa waktu terakhir, seolah-olah menegasikan eksistensi negara. Padahal, negara harus selalu hadir untuk melindungi setiap warga negaranya.

Aksi-aksi teror berupa kekerasan dan pem- bunuhan terhadap warga sipil yang tidak berdosa, maupun perusakan fasilitas publik masih terus terjadi hingga saat ini tanpa bisa dicegah atau diantisipasi oleh aparat negara.

EPERTI pada Kamis (8/4), dua guru har- us kehilangan nyawa ditembak KKB di Distrik Beoga, Ka- bupaten Puncak, Papua.

Mereka adalah Oktavianus Rayo (42) dan Yonathan Renden (28). Oktavianus ditembak di Kampung Ju- lukoma, Distrik Beoga, pada Kamis (8/4), lalu Yonathan ditembak pada Jumat (9/4) di Kampung Ongolan, Dis- trik Beoga. KKB pun me- lakukan aksi-aksi kriminal seperti membakar SD, SMP, SMA di wilayah Kampung Julukoma, Distrik Boega, Kabupaten Puncak, Papua.

Bahkan pada sore harinya.

KKB juga membakar satu helikopter.

Berlanjut pada Rabu (14/4) KKB juga membunuh se- orang tukang ojek di wi- layah Kampung Eromaga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Lalu, KKB juga me- nembak seorang pelajar SMA di Kampung Tagaloa, Kabupaten Puncak Ilaga hingga korban meninggal di tempat kejadian perkara

(TKP).

Peristiwa itu terjadi Ka- mis (15/4) dengan korban bernama Ali Mom, pelajar kelas 1 SMAN I Ilaga. Ti- dak berhenti sampai di situ, KKB masih melakukan aksi kriminalnya dengan menye- rang dan membakar kantor kas Bank Papua, puskesmas, sekolah (SD Inpres), dan pasar, pada Senin (13/9).

Lalu, pada Selasa (14/9) juga telah melakukan ter- or dan kekerasan berupa penyerangan dan pemba- karan puskesmas, sekolah (SD dan SMP), sejumlah rumah para nakes dan guru di Distrik Kiwirok, Kabupa- ten Pegunungan Bintang.

Dampak penyerangan yang terakhir tidak hanya berupa kerugian harta benda, tetapi juga korban jiwa, luka-luka, dan bahkan beberapa orang dinyatakan hilang.

Fakta-fakta di atas dapat dikaji dalam perspektif hu- kum humaniter dan hukum HAM. Hukum humaniter justru semakin menegaskan bahwa kelompok bersenjata di atas (KKB), hanyalah berstatus sebagai kelompok

S

kriminal (banditry), bukan kelompok pemberontak yang berstatus belligerent.

Terlebih lagi, karena KKB melaksanakan aksinya se- cara insidental, tidak di wi- layah tertentu yang berada dalam pengawasannya. Aksi tersebut pun dilakukan den- gan taktik 'serang' (hit) dan 'sembunyi' (run).

Perbedaan mendasar Jika dianalisis lebih jauh, KKB berbeda dengan ke- lompok bersenjata yang berstatus sebagai belligerent yang dikategorikan sebagai pemberontak (dissident)—

misalnya seperti Gerakan Aceh Merdeka/GAM—.

Pasal 1 ayat (1) Protokol Tambahan II 1977 mensya- ratkan bahwa pemberontak harus mampu untuk me- laksanakan operasi militer secara berkelanjutan dan bersama-sama (as to enable them to carry out sustained and concerted military ope- rations).

Kata berlanjut (sustain- ed) berarti bahwa opera- si-operasi militer yang di- lakukan harus berlangsung secara kontinu. Penekanan- nya adalah kontinuitas (con- tinuity) dan terus- menerus (persistence). Kata bersa- ma-sama (concerted) berarti menyetujui, merencanakan dan menyusun suatu pers- etujuan sesuai rencana. Lalu, dalam perspektif hukum HAM, fakta-fakta di atas ses- ungguhnya mengkonfi rmasi adanya persoalan HAM yang sangat serius; dalam hal ini, yaitu terlanggarnya hak atas keamanan pribadi (right to security of person) yang berdampak terhadap hak untuk hidup (right to life).

Warga Papua sebagai pe- megang hak-hak tersebut (rights holder) adalah pihak yang berhak mendapatkan

Andrey Sujatmoko

Laporan PPATK Dipetieskan

perlindungan, penghor- matan, dan pemenuhan atas hak-hak itu dari negara.

Sebaliknya, negara adalah pemegang kewajiban (duties holder) yang harus mewu- judkan ketiga hal itu dalam kenyataan. Kewajiban ne- gara sebagaimana di atas, tidak saja bersifat konsti- tusional, tapi juga bersifat internasional. Dikatakan bersifat konstitusional, ka- rena bagian ke-4 Preambul UUD 1945 telah mengama- natkan secara tegas kepada negara untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.

Lalu, bersifat internasio- nal, karena Indonesia telah meratifikasi International Covenant on Civil and Poli- tical Rights/ICCPR melalui UU No 12 Tahun 2005 se- hingga Indonesia menjadi pihak pada Kovenan itu dan terikat secara hukum untuk melaksanakan se- mua kewajiban yang diatur oleh ICCPR. Pasal 2 ayat (1) ICCPR mengatur bahwa setiap negara pihak pada Kovenan ini berjanji untuk menghormati dan menjamin hak-hak yang diakui dalam Kovenan ini bagi semua orang yang berada dalam wilayahnya, dan tunduk pada wilayah hukumnya, tanpa pembedaan apapun seperti ras, warna kulit, jenis kelamin, bahasa, agama, politik atau pendapat lain, asal-usul kebangsaan atau sosial, kekayaan, kelahiran atau status lainnya.

Terkait hal di atas, lantas apa yang wajib dilakukan oleh negara? Negara ber- kewajiban untuk melaku- kan pemulihan (reparati- ons), yaitu; dari sisi pelaku, negara harus melakukan upaya penegakan hukum, termasuk melakukan pro-

ses hukum terhadap setiap orang/pihak yang terlibat dengan kekerasan yang ter- jadi di Papua (dalam hal ini terutama anggota KKB).

Lalu dari sisi korban, negara harus memberikan pemu- lihan kepada para korban, baik berupa kompensasi, restitusi, maupun bantuan (dalam hal ini para warga sipil korban tindak kriminal KKB). Mengenai pemulihan korban, hal tersebut sesung- guhnya sudah diatur diatur di dalam UU No 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU No 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Sak- si dan Korban. Kemudian aturan pelaksanaanya diatur dalam PP No 35 Tahun 2020 tentang Perubahan atas PP No 7 Tahun 2018 tentang Pemberian Kompensasi, Restitusi, dan Bantuan ke- pada Korban.

Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) adalah lembaga negara yang bertugas dan berwenang untuk menangani korban menurut ketentuan itu.

Warga sipil di Papua yang telah menjadi korban tin- dak kriminal KKB di atas, berdasarkan peraturan pe- rundang-undangan tersebut pada prinsipnya berhak atas pemulihan berupa; kom- pensasi, restitusi maupun bantuan. Oleh karena itu, LPSK seyogyanya dapat secara proaktif segera men- gambil langkah-langkah nyata untuk mewujudkan ketiga hal itu sebagai bentuk pertanggungjawaban negara terhadap para korban terse- but.***(Sumber:Media Indonesia)

Penulis adalah Dosen FH, Ketua Bagian Hukum Internasional, Sekretaris Pusat Studi Hukum Huma- niter dan HAM (terAs) FH Universitas Trisakti

Hendarman

melamar dari 506.247 for- masi yang tersedia. Formasi kosong di ujian seleksi per- tama, kebanyakan di daerah terpencil. Daerah itu meli- puti Nias Utara, Halmahera Utara, Barito Selatan, Timor Tengah Selatan, Halmahera Tengah, Maluku Barat Daya, Halmahera Barat dan Sela- tan, Nias, Maluku Tengah, Pulang Pisau, Barito Timur, Lombok Barat, Kutai Barat, Halmahera Timur, Sangihe, dan Tanimbar.

Tercatat bahwa Forma- si kosong 179.771 orang.

Yang menarik bahwa pada tahun 2021, calon guru PPPK dapat mengikuti ujian selek- si hingga tiga kali. Artinya, ketidakberhasilan pada uji- an pertama, tetap akan memberikan kesempatan dua kali lagi. Hal lain yang transparan ialah terkait pe- meringkatan, pengumuman dan masa sanggah, serta, pemberkasan yang lulus ujian. Selama ini, dalam sebuah seleksi tidak pernah ada masa sanggah. Semua informasi, sudah diumum- kan secara terbuka jauh hari sebelum dilaksanakan seleksi. Dengan mekanisme seleksi yang ada, kemung- kinan adanya ‘titipan’ tidak dimungkinkan. Mekanisme ini terpusat pada hanya me- reka yang memiliki kualitas dan kompetensi yang akan terpilih sehingga, dapat mengatasi permasalahan mutu pendidikan yang se- lalu marak dari waktu ke waktu.

CATATAN MUTU PENDI- DIKAN

Kritik terhadap mutu pendidikan tidak pernah berhenti. Berbagai hasil pe- nelitian juga menunjukkan indikator permasalahan mutu pendidikan. Mengutip publikasi terbaru dari INO- VASI dan Puslitjak (2021) Learning Recovery-Time For Action, Policy Brief, August 2021, bahwa terjadi kehi- langan kemajuan selama

5-6 bulan setelah 12 bulan belajar dari rumah. Hal itu, didasarkan perkembangan literasi berhitung sebelum dan selama pandemi pada kelas 1 dan 2 sekolah dasar.

Hal lain yang mempri- hatinkan, adalah temuan semakin melebarnya kesen- jangan belajar antara yang ditetapkan oleh kurikulum dengan apa yang dipelajari siswa. Secara sederhana, siswa tidak menguasai apa yang seharusnya diperoleh selama satu tahun pelajaran.

Data estimasi analisis Bank Dunia berdasarkan data PISA 2015 (OECD, 2016) dalam Indonesia Economic Quarterly (June, 2018) berju- dul Learning More, Growing Faster menunjukkan bahwa lebih dari 55% orang Indo- nesia yang menuntaskan pendidikan secara funsional adalah nonliterat.

Angka ini sangat besar jika dibandingkan dengan Vietnam (14%) dan nega- ra-negara the Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), yaitu 20%. Sebanyak 93,52%

penggunaan media sosial dan 65,34% penggunaan internet berada di usia 9-19 tahun. Umumnya, anaka- nak menggunakan internet untuk mengakses media sosial, gim, dan Youtube.

WHO telah mengeluarkan International Classifi cation of Disease (ICD) edisi ke-11 yang menyebutkan kecan- duan main games sebagai gangguan kesehatan jiwa, yang masuk sebagai gaming disorder (Kemkominfo, 2018). Laporan Bank Dunia (2018), Growing Smarter:

Learning and Equitable De- velopment in East Asia Paci- fi c menunjukkan bahwa ada lima domain kebijakan yang memengaruhi kesuksesan sistem pendidikan.

Pertama, menyinkronkan lembaga-lembaga pendidi- kan yang dapat menjamin kondisi dasar untuk belajar.

Kedua, mengimplementasi- kan penganggaran pendidi-

kan yang efektif dan fokus pada kesetaraan pendidikan dasar. Ketiga, memastikan bahwa anak-anak siap untuk belajar di sekolah. Keempat, menyeleksi dan mendukung guru-guru yang berkualitas menjalani profesi guru, serta fokus kepada pembelajaran.

Kelima, mengevaluasi siswa dengan mendiagno- sis masalah-masalah yang dialami siswa, dan mengin- formasikan kepada berbagai pemangku kepentingan.

Alternatif solusi Sejum- lah perubahan agresif dan progresif, telah dilakukan kementerian yang mengurus pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi. Konsep Merdeka Belajar dicanang- kan dengan target yang jelas, yaitu mencari solusi cepat terhadap berbagai kenda- la mutu pendidikan yang sudah tumbuh-kembang selama puluhan tahun.

Secara teoretis, proses pembelajaran untuk mem- benahi mutu pendidikan akan sangat dipengaruhi oleh kualitas guru. Pertan- yaannya, apakah kita siap terhadap implikasi pembe- rian kelonggaran dengan mengurangi persyaratan batas atas kelulusan PPPK?

Apakah kita sudah men- yiapkan mitigasi untuk mengontrol mutu guru yang diluluskan karena ingin menghormati keadilan atas bentuk dedikasi yang sudah lama? Padahal, salah satu kemampuan teknis yang wajib dimiliki guru ialah ramah terhadap penggun- aan teknologi. Apabila di- sepakati atas nama keadilan, seyogianya ada anggaran khusus untuk meningkat- kan kompetensi para guru PPPK. Penganggaran terse- but harus masuk dalam alo- kasi program prioritas tahun 2022.***(Sumber:Media Indonesia)

Penulis adalah Analis Kebijakan Ahli Utama/Plt Kepala Pusat Penguatan Karakter, Kemendikbudris- tek

Guru PPPK, Antara Mutu dan Keadilan

TANTANGAN untuk memenuhi tuntutan kualitas pendidikan yang bermutu tampak- nya akan menjadi lebih besar karena kompe- tensi guru yang layak ternyata harus mem- pertimbangkan aspek keadilan. Keputusan penundaan pengumuman hasil seleksi guru pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), sesungguhnya dilema antara mutu dan ‘keberpihakan akan keadilan’.

MPLIKASI dari keputusanpen- undaan tersebut harusnya tidak menjadi tang- gung jawab pemerintah saja. Semua pihak yang men- gusulkan seyogianya ikut bertanggung jawab, apabila mutu pendidikan masih tetap stagnan walaupun sudah dilahirkan berbagai terobosan melalui episode Merdeka Belajar.

AKUNTABILITAS Seleksi yang dilakukan merupakan suatu proses yang sangat sistematis dan terukur. Penentuan forma- si merupakan rekonsiliasi antara Kemendikbud, Ke- menpan-R ebiro, dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Dinas Pendidikan. Formasi final

yang ditetapkan oleh Ke- menpan-Rebiro, juga hasil sinkronisasi formasi oleh BKN, serta validasi pemda dan Kemendikbud. Terd- apat 36 pemerintah daerah yang tidak mengajukan usu- lan guru PPPK, termasuk dari Sumatra Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Ka- limantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Bali, Papua, Bengkulu, Maluku Utara, dan Bangka Belitung.

Jumlah formasi untuk pe- rekrutan guru ASN kali ini merupakan yang terbesar, yaitu 506.247 orang, diban- dingkan dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2017, hanya tersedia formasi 6356 orang, 2018 sebanyak 77.484 orang, 2019 sebanyak 90.444 orang (Sumber: Kemen- dikbudristek, 2021). Yang cukup mengherankan ha- nya diperoleh 326.476 yang

I

(6)

SABTU, 2 OKTOBER 2021

6 WARTA SULTENG SULTENG RAYA

"Sebagaimana diketahui operasi dilaksanakan setiap tiga bulan," ujar Kasat- gas Humas Operasi Ma- dago Raya, Kombes Pol Didik Supranoto, Jumat (1/10/2021).

Menurut Didik, per- panjangan operasi ini te- lah dimulai sejak tanggal

1 Oktober 2021 kemarin hingga akhir Desember 2021 mendatang. Dalam operasi ini tidak ada penambahan personel dari TNI maupun Polri.

"Belum ada penambahan personel, sedangkan perso- nel yang terlibat di Madago Raya sekitar 1.500 personel,"

KASATGAS Humas Operasi Madago Raya, Kombes Pol Didik Supranoto saat memperlihatkan sele- baran berisi foto empat DPO teroris Poso. FOTO: BID HUMAS POLDA SULTENG

Operasi Pengejaran Teroris Poso Diperpanjang

SULTENG RAYA - Operasi pengejaran ter- hadap Daftar Pencarian Orang (DPO) Muja- hidin Indonesia Timur (MIT) Poso, Sulawesi Tengah dengan sandi Operasi Madago Raya diperpanjang hingga akhir Desember 2021 mendatang. Operasi tersebut kini telah me- masuki tahap keempat pada tahun 2021.

jelasnya.

Tim Satgas Madago Raya yang terbagi beberapa ke- lompok masih terus mela- kukan tugas dan fungsinya menanggulangi permasala- han terorisme yang terjadi di wilayah Poso, Parigi Mou- tong dan Sigi.

"Kemudian tim tetap me- lakukan kegiatan sesuai dengan jobnya. Tim Kejar melakukan pengejaran ter- hadap sisa DPO teroris yang masih ada di pegunungan, kemudian Tim Sekat me- lakukan penyekatan agar mereka tidak bisa turun dan simpatisan tidak bisa naik memberikan bantuan, dan tim lain memberikan edukasi kepada masyara-

kat agar tidak terpengaruh dengan ajakan untuk mela- kukan tindak radikalisme,"

jelas Didik. Hingga kini, masih ada empat orang sisa DPO Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso pascate- wasnya Ali Kalora dan Jaka Ramadhan. Keempatnya masing-masing, Askar alias Jaid alias Pak Guru, Muh- klas alias Galuh alias Nae, Ahmad Gazali alias Ahmad Panjang dan Suhardin alias Hasan Pranata.

TNI-Polri terus menye- rukan kepada empat DPO Teroris Poso untuk sege- ra menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum. */YAT

SULTENG RAYA - Ka- polda Sulteng, Irjen Pol Drs Rudy Safahriadi mengi- kuti upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2021 Tingkat Nasi- onal secara virtual, Jumat (1/10/2021) pagi di ruang rupatama.

Turut hadir dalam upa- cara tersebut, seluruh para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulawesi Tengah.

Sementara, di waktu yang sama, Presiden Joko Wi- dodo bertindak sebagai in- spektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta.

Mengawali upacara, Pre- siden RI pimpin prosesi mengheningkan cipta untuk mengenang pahlawan re- volusi. “Untuk mengenang jasa pahlawan dan pejuang bangsa, utamanya pahla- wan-pahlawan revoluasi, mengheningkan cipta dimu- lai,” ujar Jokowi.

Kemudian, pembacaan teks Pancasila oleh Ketua DPD RI La Nyalla Mattaliti.

Dilanjutkan dengan pemba- caan pembukaan UUD 1945 oleh Ketua MPR Bambang Soesatyo. Sedangkan Ketua DPR RI Puan Maharani membacakan dan menanda- tangani naskah ikrar.

Dan terakhir, Menteri Agama Yaqut Cholil Qou- mas membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian upacara kesaktian Pancasila.

*/YAT

KAPOLDA Sulteng, Irjen Pol Drs Rudy Sufahriadi saat mengikuti upacara hari Kesaktian Pancasila Tahun 2021 secara virtual, Jumat (1/10/2021) pagi di Rupatama. FOTO: BID HUMAS POLDA SULTENG

Kapolda Sulteng Ikuti Upacara Kesaktian Pancasila Secara Virtual

SULTENG RAYA - Apa- rat Polsek Luwuk rutin menggelar patroli dan pen- gamanan di sejumlah rum- ah-rumah ibadah di Kota Luwuk yang melaksanakan ibadah kebaktian minggu.

“Ini adalah kegiatan ru- tin setiap Minggu untuk memberikan rasa aman bagi warga yang melaksanakan

ibadah minggu,” kata Ka- polsek Luwuk, AKP Pino Ary, Ahad (26/9/2021).

AKP Pino menjelaskan, patroli yang rutin dilakukan itu demi memberi ketenan- gan dan memastikan keama- nan masyarakat dalam be- ribadah serta memastikan protokol kesehatan (prokes) COVID-19 tetap dipatuhi.

APARAT Polsek Luwuk saat berjaga-jaga di salah satu Gereja, Ahad (26/9/2021). FOTO: DOK POLSEK LUWUK

Polsek Luwuk Rutin Patroli di Gereja

“Patroli dan pengamanan ini juga untuk mengantisi- pasi terjadinya hal-hal yang dapat mengganggu kam- tibmas selama pelaksanaan ibadah Minggu,” sebut AKP Pino.

Pada kesempatan itu lan- jutnya, petugas juga men- gimbau kepada pengurus gereja dan para majelis agar tetap menjaga kerukunan antar umat beragama serta tidak mudah terpancing dengan isu SARA yang dapat memecah belah per- satuan dan kesatuan bangsa.

“Para jemaat diimbau sel- alu menjaga tali silaturahmi antar umat beragama serta tidak mudah terprovokasi dengan berita tidak benar atau hoax,” terang AKP Pino.

Dirinya berharap, dengan adanya patroli dan pen- gamanan ini, masyarakat dapat melaksanakan ibadah dengan aman dan nyaman tanpa adanya rasa takut.

“Kami meminta agar se- mua pihak tetap menjaga ke- tentraman dan kenyamanan serta menjauhi perbuatan yang melanggar hukum,”

tegas AKP Pino. */MAN

SULTENG RAYA - Polsek Pagimana mengamankan seorang pengendara sepeda motor yang membawa puluhan liter minuman keras (miras) tradisional jenis cap tikus, Jumat (24/9/2021).

Pengendara motor berinisial IA (51) warga Desa Ampera, Kecamatan Pagimana, Kabupa- ten Banggai itu, diamankan saat melintas di lokasi razia di Jalan Trans Sulawesi Desa Tong- konunuk, Pagimana.

“Dia kedapatan membawa dua jerigen ukuran lima liter isi cap tikus yang disembun- yikan dalam tas punggungnya warna hitam,”

kata Kapolsek Pagimana, AKP Syukri Larau usai kegiatan itu.

Polisi kemudian mengamankan pelaku bers- ama barang bukti ke Mapolsek Pagimana guna dimintai keterangan lebih lanjut asal minuman terlarang itu.

“Pelaku sudah kita amankan dan sementara dimintai keterangan lebih lanjut oleh anggota,”

jelas AKP Syukri.

Dikatakannya, dalam menjaga kondusifi tas kamtibmas dan mengantisipasi masuknya barang-barang terlarang, pihaknya intens me- laksanakan KRYD berupa razia serta patroli.

“KRYD ini rutin kita lakukan setiap harinya, mulai pagi hingga malam hari,” terang AKP Syukri.

Kapolsek berharap, dengan intensnya dila- kukan KRYD dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat serta memeni- malisir terjadinya tindak pidana.

“Ini sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk menciptakan kondusitas kamtibmas di daerah ini,” tegasnya. */MAN APARAT Polsek Pagimana saat memeriksa barang bawaan warga yang terjaring membawa miras, Jumat (24/9/2021). FOTO: DOK POLSEK PAGIMANA

Pembawa Miras di Desa Ampera Diamankan

Referensi

Dokumen terkait

74 Saya selalu menerima apa yang dikatakan oleh atasan atau RM lain 75 Menganggap bahwa suatu masalah di tempat kerja tidak

Hasil studi ini mengkonfirmasi hasil studi Suprapti, dkk (2007) yang menyatakan bahwa kualitas jasa berpengaruh pada niat pemakaian ulang pelanggannya. Secara lebih

Saya kira kita sudah berdemokrasi ini lebih dari 20 tahun ya artinya di era reformasi demokrasi menjadi jalan yang sudah kita pilih dalam bernegara, jangan sampai

Terkait dengan hal tersebut, Pemerintah daerah berusaha merumuskan kebijakan daerah yang bersifat spesifik dalam urusan pemerintah di bidang lingkungan hidup yang

HASIL PENILAIAN PLPG KEMENTERIAN AGAMA TAHUN 2012, MAPEL MATEMATIKA RAYON 142, UNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA.. Keterangan : L = LULUS M

Dari uraian yang telah dijabarkan, maka persoalan atau pertanyaan yang ingin dipecahkan dalam penelitian ini adalah bagaimana profil kemiskinan di Kabupaten Kebumen dan bagaimana

metanil yellow yang digunakan dalam makanan jelly yang beredar di pasar-pasar tradisional di Kecamatan Jebres Kotamadya Surakarta, dimana sudah diketahui bahwa kedua

Ruang lingkup masalah dari penulisan ini adalah pengaturan perlindungan hukum tentang pelaku usaha kecil yang terdapat dalam Pasal 50 huruf h di dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun