• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dasar-dasar Remote Sensing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dasar-dasar Remote Sensing"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

Dasar-dasar Remote Sensing

Perkembangan

Cahaya

Sensor

Citra Digital

Contoh Aplikasi

2

PERKEMBANGAN REMOTE SENSING

1839 – Photograph Pertama

1858 - Photo pertama dari balon udara

1903 - Pesawat pertama

1909 Photo pertama dari pesawat

1903-4 – Photo infrared film

WW I and WW II

1960 - Program Ruang angkasa

3

1. Sumber Energi (A) 2. Radiasi dan atmosfer (B) 3. Interaksi dengan target (C) 4. Perekaman energi oleh sensor (D) 5. Transmisi, penerimaan dan Processing (E) 6. Interpretasi dan Analysis (F)

7. Applikasi (G)

PROSES TRANSMISI, PEREKAMAN DAN ANALISIS DATA CITRA

4

SUMBER ENERGI (A)

Karakter gelombang dapat dilihat dari panjang gelombang/frekuensi

• Panjang gelombang

• Frekuensi

• Amplitudo

Time (t)

c Panjang gelombang,

= Frekuensi, C = Kecepatan cahaya

Spektrum Elektromagnetik

(2)

7

•Red : 0.620 - 0.7 m

•Orange : 0.592 - 0.620 m

•Yellow : 0.578 - 0.592 m

•Green : 0.500 - 0.578 m

•Blue : 0.446 - 0.500 m

•Violet : 0.4 - 0.446 m CAHAYA TAMPAK/

VISIBLE LIGHT

8

Berkaitan dengan energi panas yg dipantulkan obyek (bumi)

9 10

Formula Matematika Cahaya

Hubungan panjang gelombang dan frekuensi secara matematis dapat disajikan sbb:

c

Panjang gelombang, = Frekuensi, C = Kecepatan cahaya

Formula tsb dapat diartikan bahwa bila panjang gelombang besar, frekuensi akan kecil, dan sebaliknya :

X-ray sangat pendek, tapi punya frekuensi tinggi

Mikrowaves sangat panjang, tapi frekuensi kecil

11

Energi cahaya berkaitan dengan frekuensi :

E =h

E Energy, = Frekuensi, h= a Konstanta, 6.626 x 10-34

Cahaya dengan panjang gelombang besar mempunyai gelombang yg panjang, energi rendah.

Sinar X, gelombangnya pendek, energinya besar

Gelombang mikro (Microwaves), gelombangnya panjang, berenergi rendah

Formula Matematika Cahaya

12

2. RADIATION AND ATMOSPHERE (B)

Perpendaran (Scattering) : Partikel atau molekul gas di atmosfir yg berukuran besar berinteraksi dengan cahaya dan menyebabkan perubahan arah dari cahaya

(3)

13

PERPENDARAN (SCATTERING)

Raleigh scattering

Partikel debu yg sangat kecil, molekul Nitrogen dan Oksigen.

Dominan di upper atmosphere

Partikel lebih kecil dari panjang gelombang cahaya

Gelombang pendek lebih banyak berpendar

Pada Siang hari (arah datang sinar tegak lurus), lebih banyak sinar biro (gelombang pendek), yang samapi ke bumi.

Sebaliknya waktu sore/pagi (sudut datang matahari miring) : lebih banyak gelombang panjang (kuning/merah), sampai di bumi

14

PERPENDARAN (SCATTERING)

Non-Selective Scattering

Partikel besar (titik-titk air, debu berukuran besar)

Semua panjang gelombang berpendar (Scattered)

Mie Scattering

Partikel berukuran sama dengan gelombang cahaya (Debu, tepung sari, asap, uap air)

Gelombang panjang lebih terpengaruh

15

ABSORPSI (ABSORPTION)

Mekanisme lain yang terjadi bila gelombang cahaya melewati atmosfer :

Ozone

Menyerap ultraviolet radiasi dari

Carbon dioxide(CO2) Menyerap radiasi infrared jauh

Water vapor (Uap air)

(menyerap gelombang panjang infra merah dan gelombang pendek mikrowave)

16

Daerah yang tidak dipengaruhi oleh absorbsi amosfer, sehingga sangat berguna untuk Remote Sensing :

atmospheric windows

ATMOSPHERIC WINDOWS

Light Blocked Or Absorption

INTERAKSI CAHAYA DENGAN OBYEK (C)

Cahaya berinteraksi dengan obyek dalam berbagai bentuk

Incident (I) : Cahaya datang :

Absorption (A);

Transmission (T); and Reflection (R).

PANTULAN/REFLEKSI

Specular reflection

Permukaan yg halus : Semua/hampir semua energi dipantulkan kembali

Specular or mirror-like reflection

(4)

19

Diffuse

PANTULAN/REFLEKSI

Diffuse reflection

Apabila permukaan kasar, gelombang cahaya dipantulkan ke segala arah.

20

INTERAKSI CAHAYA DENGAN OBYEK

DAUN:

Chlorophyll menyerap banyak radiasi Merah dan Biru, tapi memantulkan hijau.

Pada saat pertumbuhan sempurna, daun tampak hijau karena banyak kandungan khloropilnya VEGETASI

21

Air bening Air keruh

AIR :

Gelombang panjang (merah) di sinar tampak lebih bayak diserap dibandingkan dengan gelombang pendeknya (biru), sehingga Air kelihatan biru.

Bila ada suspensi terlarut, maka akan lebih banyak refleksinya, sehingga air yang keruh kelihatan lebih terang.

Sediment (S) akan sangat membingungkan, karena air keruh akan mempunyai nilai refletansi yang mirip dengan air dangkal.

INTERAKSI DENGAN OBYEK

AIR

22

Dengan memahami sifat reflektansi setiap benda kita bisa membedakan benda tsb, hanya dengan membandingkan reflektansinya pada gelombang tertentu.

Misal air akan susah dibedakan dengan vegetasi bila hanya menggunakan daerah tampak, namun akan dengan mudah dibedakan bila memakai infra red.

INFRA RED REGION VISIBLE LIGHT

REGION

MEMBEDAKAN OBYEK YG BERBEDA

23

PANTULAN DAN PANJANG GELOMBANG

Objects berbeda memantulkan panjang gelombang yg berbeda.

Ex. T-shirt merah.

No blue or green, just red light reflected.

Ex. vegetasi

no blue.

some green.

no red.

lots of near IR.

Note:

Mata memiliki keterbatasan untuk melihat spectrum cahaya, namun dapat diukur dengan sensor

24

TEKNOLOGI REMOTE SENSING

Teknologi Remote Sensing Images

Aerial Photographs

Satellite Images

(5)

25

TEKNOLOGI REMOTE SENSING

PASIF REMOTE SENSING AKTIF REMOTE SENSING

LANDSAT, SPOT, NOAA, IKONOS

RADAR

26

PASIF REMOTE SENSING : LANDSAT

Satelit LANDSAT pertama diluncurkan tahun 1972

Bertugas sampai 1978

Ada 7 generasi Landsat sampai saat ini.

LANDSAT-4 and -5 still operational T.M

LANDSAT -6 experienced launch failure

Landsat 7 (ETM)

27

1. 0.45 - 0.52 m blue

2. 0.52 - 0.60 m green

3. 0.63 - 0.69 m red

4. 0.76 - 0.90 m near IR

5. 1.55 - 1.75 m mid IR

6. 10.4 - 12.5 m thermal IR

7. 2.08 - 2.35 m mid IR B G R Near IR Mid IR Thermal IR

1 2 3 4 5 7 6

LANDSAT’s Thematic Mapper Sensor

Merekam panjang gelombang yg berbeda

28

Digital Images

Data digital direkam dalam bentuk regular grid of PICTURE ELEMENTS or PIXELS

Disimpan dalam layer terpisah (or CHANNELS or BANDS), mewakili panjang gelombang yg berbeda

Tiap layer adalah gradasi warna hitam ke putih,

Kombinasi 3 layer dapat memunculkan gambar berwarna (RGB).

PEREKAMAN DATA

Data direkam per band

Komputer dengan kemampuan 8 bit data, maka :

Data terkecil/nilai pixel terkecil : 0 Data terbesar/nilai pixel terbesar : 255

(6)

31

Spatial Resolution

Resolusi SPATIAL : ukuran obyek yg terkecil yg dapat direkam sensor

LANDSAT image, satu pixel mewakili 30 m by 30 m of the Earth’s surface.

SPOT : 15 m x 15 m

NOAA : 1.1 km x 1.1 km

SPOT VEGETATION : 1 x 1 km

Ikonos 1 m x 1m

32

FOTO UDARA : P.RAMBUT

33

IKONOS (KALIMANTAN TIMUR)

34

LANDSAT (Kebun Raya dan sekitarnya))

35

IKONOS (Kebun Raya)

36

IKONOS (Kebun Raya)

(7)

37

IKONOS (Kebun Raya)

38

IKONOS (Kebun Raya)

39

IKONOS (Kebun Raya)

40

IKONOS (Kebun Raya)

JERS RAWA DANAU LANDSAT TM RAWA DANAU

(8)

43 44

45 46

SPOT VEGETATION 4 BANDS :

•BLUE

•RED

•NIR

•SWIR

47

SPECTRAL REFLECTANCE OF SPOT VEGETATION BANDS

48

(NIR – SWIR)/(NIR + SWIR) (3-4)/(3+4)

LOCAL MAXIMUM FILTER

MONTHLY MAXIMUM NDWI

(9)

49

RESULT FOR 1998 FOREST FIRE

50

APRIL 1998

51

MAY 1998

52

JUNE 1998

JULY 1998 AUGUST 1998

(10)

55

SEPTEMBER 1998

56

OCTOBER 1998

57

TOTAL AFFECTED AREAS IN 1998 3.589 MILLION HECTARE

58

TOTAL BURNED AREAS 2000 1.586 MILLION HECTARE

59

Comparison of 1998 and 2000 forest fire affected areas

60

LANDSAT KAB.KOLAKA

(11)

61 62

63 64

(12)

67

(Geographic Information System)GIS Satellite Remote sensing

< Application > Monitoring of vegetation condition Detection of landuse changes … etc.

<Application>

Car navigation system Forest management … etc.

1. Selection of optimum Change Detection method 2. Identification of Landuse change related to social reason.

68 3. Study Area

Watershed (22,000ha) Lower wetland (7,000ha) Protected area (3,680ha)

Topographic map (1:25,000)

CiDanau watershed

69 4. Data

Contour map

GIS dataset

DEM ( Digital Elevation Model )

70

Danau rivers Villages’ distribution GIS dataset

71

MSS 1972/10/01 MSS 1977/05/30 MSS 1983/06/19 TM 1991/10/23

TM 1994/08/28 TM 1995/05/27 TM 1997/07/19 TM 1998/05/19

Satellite data (LandsatMSS/TM , 1972 – 1998 )

72

Ground truth data

Field observation

in August 1999 and September 2000

Mixed forest Natural forest

wetland forest

(13)

73

Wetland forest and cultivation area

Rubber plantation Construction of chicken

farm

Fuel wood

74 Land use maps

1972/10/01 1977/05/30 1983/06/19 1991/10/23

1994/08/28 1995/05/27 1997/07/19 1998/05/19

5. Grass land(including cultivation)

6. Bare land(villages, paddy field) 7. Abandoned(including paddy field)

1. Forest 1 (wetland forest) 2. Forest 2 (light side of mountain) 3. Forest 3 (dark side of mountain )

4. Water surface(paddy field)

Dry season From rainy to Dry season

Rainy season Rainy season

From rainy to Dry season Dry season From rainy to Dry season Dry season

Gambar

FOTO UDARA : P.RAMBUT

Referensi

Dokumen terkait

Vianne and Sophie and Antoine followed the others down a cobblestoned street and into a charming village that looked like most small communes in Touraine.. How was

Collected variables included social and demography data (sex, education background, occupation, residential areas, economic quintile), behaviour health risks (smoking, fruits

karyawan, seperti ketika akan mewarnai ulang dinding rumah sakit 2.42 16 Ruang kerja yang panas membuat saya cepat letih ketika melayani pasien 2.77. 27 Penataan ruang-ruang

Konsentrasi TDI yang dibutuhkan oleh asam lemak bebas hasil oksidasi melalui proteksi metilasi lebih besar dari pada tanpa perlakuan, hal ini sesuai dengan gugus –OH

4) Memberikan pengobatan cepat terhadap kasus baru yang ditemukan sesuai dengan standar pendelegasian program pengobatan (bekerja sama dengan dokter) dan memonitor efek samping

Berdasarkan dari pembahasan bab-bab sebelumnya pendidikan akhlak sangat berguna bagi peningkatan moral bangsa, namun pendidikan ini sayangnya bukan merupakan pendidikan

Dalam pengertian noise sebagai suatu nilai yang berbeda dengan semua tetangganya maka dapat dikatakan noise merupakan nilai-nilai yang berada pada frekwensi tinggi, untuk

Kelas komposit struktural yang terdiri dari 2 lembaran luar yang kuat dan ditengah/inti dengan material ringan yang memiliki kekakuan dan kekuatan yang lebih rendah.