MAKNA PENGISIAN JABATAN HAKIM AGUNG YANG DAPAT MENUJU KUALIFIKASI PERADILAN PADA MAHKAMAH AGUNG REPUBLIK INDONESIA YANG KOMPETEN DAN BERINTEGRITAS
Teks penuh
Dokumen terkait
KEDUDUKAN SURAT KEPUTUSAN BERSAMA KETUA MAHKAMAH AGUNG DAN KETUA KOMISI YUDISIAL TENTANG KODE ETIK DAN PEDOMAN PERILAKU HAKIM adalah benar-benar hasil karya
Pengawasan kode etik hakim yang dilakukan oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial sudah terlalu luas, oleh karena itu.. pembahasan penulisan ini dibatasi hanya
Kewenangan DPR untuk memilih calon Hakim Agung seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang tentang Komisi Yudisial dan pada dan Undang-Undang tentang Mahkamah Agung
Dengan perkataan lain, Pedoman Teknis Pelaksanaan Seleksi Calon Hakim Agung ini didesain sedemikian rupa sebagai sistem dan metode untuk mencari dan menemukan calon hakim agung
Di dalam persyaratan administrasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Komisi Yudisial ini, pendaftaran Calon Hakim ad hoc HI harus melampirkan data pendukung
Sejalan dengan itu, Pasal 19 UU 22Tahun 2004 menggariskan bahwa DPR telah menetapkan calon Hakim Agung untuk diajukan kepada Presiden dalam jangka waktu paling lama 30 (tiga
Karena hal tersebut maka sudah pasti apabila Mahkamah Agung merasa terganggu dengan adanya kehadiran Komisi Yudisial dalam melakukan rekruitmen Hakim tingkat pertama,
Mahkamah Agung yang selanjutnya disebut Seleksi Calon Hakim ad hoc HI adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan Komisi Yudisial dalam rangka mengisi lowongan jabatan