LAPORAN KUNJUNGAN SPESIFIK KOMISI II DPR – RI
KE KANTOR REGIONAL (KANREG) VII BADAN KEPEGAWAIAN NEGARA (BKN) PALEMBANG-SUMATERA SELATAN TERKAIT PENGAWASAN TES
CPNS DAN PPPK TAHU 2021 DENGAN PROTOKOL KESEHATAN PADA MASA PERSIDANGAN I TAHUN SIDANG 2021 – 2022
TANGGAL 22 SEPTEMBER 2021
I. PENDAHULUAN
A. DASAR KUNJUNGAN SPESIFIK
Komisi II DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik ke Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang, Sumatera Selatan terkait pelaksanaan seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Non Guru Tahun 2021 yang diselenggarakan pada tanggal 2 September hingga 20 Oktober 2021. Kunjungan kerja spesifik Tim Komisi II DPR RI dalam rangka melaksanakan tugas konstitusional terhadap fungsi Dewan diantaranya yakni Fungsi kontrol (pengawasan) sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2019 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang No. 17 Tahun 2014 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat, Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (MD3).
Adapun pengawasan Kunjungan Spesifik yang dilaksanakan oleh Komisi II DPR RI adalah pengawasan terhadap pelaksanan Undang-undang Nomor 5 Tahun 20104 tentang Aparatur Sipil Negara dan pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil yang menyatakan bahwa setiap instansi pemerintah wajib menyusun kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS berdasarkan analisis jabatan dan analisis beban kerja.
Penyusunan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS tersebut dilakukan untuk jangka waktu 5 (lima) tahun yang diperinci per-1(satu) tahun berdasarkan prioritas kebutuhan. Berdasarkan penyusunan kebutuhan tersebut, Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) menetapkan kebutuhan jumlah dan jenis jabatan PNS secara nasional.
B. TIM KUNJUNGAN SPESIFIK
Tim kunjungan Komisi II DPR RI ke Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 14 Orang Anggota yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI Yth. Bapak DR. H. Syamsurizal, S.E, M.M/Fraksi PPP beserta Anggota Tim yang terdiri dari:
NO NO.
ANGGOTA N A M A K E T E R A N G A N
1. A-462 Dr. H. Syamsurizal, S.E., M.M.
Ketua Tim
Wakil Ketua Komisi II/ F-PPP
2. A-165 H. Yadi Srimulyadi Anggota/ F-PDIP
3. A-240 Drs. Cornelis, M.H. Anggota/ F-PDIP
4. A-259 Ir. Hugua Anggota/ F-PDIP
5. A-310 Agung Widyantoro, S.H., M.Si. Anggota/ F-PG 6. A-273
Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman,
MBA. Anggota/ F-PG
7. A-106 H. Rahmat Muhajirin, S.H. Anggota/ F-Gerindra 8. A-83 Ir. Irwan Ardi Hasman Anggota/ F-Gerindra 9. A-366
Drs. Tjetjep Muchtar Soleh,
M.M. Anggota/ F-P Nasdem
10. A-386 Drs. Y. Jacki Uly, M.H. Anggota/ F-P Nasdem 11. A-15 H. Yanuar Prihatin, M.Si. Anggota/ F-PKB
12. A-534 H. Zulkifli Anwar Anggota/ F-PD
13. A-528 Rezka Oktoberia Anggota/ F-PD
14. A-455 KH. Aus Hidayat Nur Anggota/ F-PKS
S E K R E T A R I A T
15. --- Mahmud, S.E. Kasubag Set. Komisi II DPR RI
16. --- Liman Sekretariat Komisi II DPR RI
17. --- Hanung Sekretariat Komisi II DPR RI
18. --- Eko Supriyanto, S.Kom. Protokol Komisi II DPR RI 19. --- Abrar Amir, M.AP Tenaga Ahli Komisi II DPR RI 20. --- Franditya Utomo Tenaga Ahli Komisi II DPR RI
21. ---
Natasya Amanda Prihandini,
S.Kom. Pemberitaan DPR RI
22. --- Bondan Imana TVR Parlemen DPR RI
Tim kunjungan kerja didampingi oleh 2 (Dua) tenaga ahli dan 4 (empat) staf dari Sekretariat Komisi II DPR RI, dan 2 (dua) reporter dan pemberitaan dari TV parlemen DPR RI.
C. TUJUAN KUNJUNGAN SPESIFIK
Kunjungan Kerja Spesifik Komisi II DPR RI terkait pelaksanaan Seleksi CPNS dan PPPK Tahun 2021 adalah dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi DPR, khususnya fungsi pengawasan. Untuk itu, terkait kunjungan kerja ini secara khusus dimaksudkan untuk menampung dan menindaklanjuti aspirasi dari instansi/pemerintah daerah dan stakeholder lainnya terkait dengan proses pelaksanaan Seleksi CPNS dan PPPK di Sumatera Selatan. Hal ini juga dilakukan untuk memastikan pelaksanaan seleksi CPNS 2021 dilakukan secara profesisonal, transparan, akuntabel, objektif, bebas dari praktik KKN dan memastikan tidak terjadi praktek percaloan dan penipuan.
D. WAKTU KUNJUNGAN SPESIFIK
Kunjungan spesifik dilaksanakan pada tanggal 22 September 2021. Komisi II DPR RI telah melakukan kunjungan spesifik ke Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang-Sumatera Selatan dalam rangka melaksanakan tugas dan fungsi dewan, dibidang pengawasan.
II. POKOK PERMASALAHAN
Dengan jumlah pelamar CPNS dan PPPK yang sangat banyak tentu membutuhkan persiapan dan kesiapan yang maksimal dari pemerintah (Panitia Seleksi Nasional) agar permasalahan-permasalahan yang biasanya terjadi pada proses penerimaan ASN sebelumnya tidak terulang, termasuk di antaranya adalah masalah perjokian, percaloan dan penipuan.
Berdasarkan hasil rapat dan kunjungan kerja dengan berbagai stakeholders terkait Penerimaan CPNS Tahun 2019-2020, Komisi II DPR RI menyimpulkan beberapa permasalahan yang muncul saat itu, antara lain:
1. Sebagian Pemerintah Daerah mengalami kesulitan menyediakan anggaran untuk pelaksanaan seleksi CPNS karena tidak teralokasi dalam APBD. Salah satu penyebabnya karena pemberitahuan terkait pembukaan penerimaan CPNS tahun 2019 diterima setelah selesainnya pembahasan APBD;
2. Penentuan jumlah dan jenis formasi yang ditetapkan pemerintah pusat tidak sesuai dengan kebutuhan PNS di daerah;
3. Kurangnya ketersediaan sumberdaya manusia, sarana dan prasarana dalam pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS terutama di daerah terpencil dan terdampak bencana alam;
4. Pemerintah Pusat dan Daerah belum memiliki mekanisme koordinasi yang efektif terkait proses rekrutmen ASN sehinga berdampak pada alokasi formasi yang tidak sinkron. Di beberap daerah, lemahnya koordinasi itu juga berdampak pada ketidaktersediaan alokasi anggaran seleksi CPNS di APBD;
5. Pelaksanaan seleksi penerimaan CPNS belum sepenuhnya terbebas dari praktik percaloan dan penipuan.
Pemerintah melaksanakan Seleksi Penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) tahun 2021. Saat ini penerimaan CASN telah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dimulai pada tanggal 2 September 2021.
Jadwal penerimaan CASN tahun 2021 mengalami beberapa kali pengunduran dan pelaksanaanya harus menunggu adanya surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Nasional. Pelaksanaan seleksi CASN tahun 2021 harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan tahun lalu. Hal ini diterapkan dengan mempertimbangkan tingginya minat pelamar yang akan mengikuti seleksi penerimaan CASN tahun ini.
Jumlah kebutuhan pegawai ASN tahun 2021 yang ditetapkan melalui Surat Menteri PANRB Nomor B/1379/M.SM.01.00/2020 dan Surat Menteri Keuangan Nomor S-49/MK.02/2021 adalah sebesar 1.275.387 formasi. Namun hingga masa pendaftaran berlangsung penetapan jumlah formasi CASN tahun 2021 masih mengalami perubahan. Pada tanggal 22 Juni 2021 jumlah formasi yang ditetapkan sebesar 701.590 formasi yang kemudian pada tanggal 28 Juni 2021 berubah menjadi 688.623 formasi. Penetapan jumlah formasi CASN tahun 2021 mengalami penurunan karena terdapat 23 instansi yang mengundurkan diri.
Minimnya ketersediaan anggaran akibat realokasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19 menjadi faktor utama 23 instansi tersebut tidak dapat melaksanakan seleksi penerimaan CASN tahun 2021.
Seleksi penerimaan CASN tahun 2021 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai ASN. Jumlah formasi CASN tahun 2021 yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 688.623 formasi masih jauh memenuhi jumlah kebutuhan pegawai ASN tahun 2021 sebesar 1.275.387 formasi. Pemerintah masih kekurangan 586.764 formasi untuk dapat memenuhi kebutuhan pegawai ASN tahun 2021. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama dalam hal memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal dengan sumber daya manusia yang tersedia.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tanggal 27 Juli 2021, jumlah pelamar CASN tahun 2021 yang telah mengisi formulir sebanyak 4.542.798 orang. Sementara pelamar yang telah melakukan submit atau finalisasi pendaftaran mencapai 4.030.134 orang. Beberapa hal yang menjadi perhatian Komisi II DPR RI dalam pelaksanaan penerimaan CASN tahun 2021 khususnya di Provinsi Sumatera Selatan antara lain:
1. Kesesuaian antara kebutuhan formasi dengan jumlah formasi yang akan ditetapkan
2. Ketersediaan formasi bagi tenaga pendidikan, guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis lainnya, tenaga administrasi, dan tenaga honorer (guru dan non guru) 3. Jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021
4. Jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi
5. Jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta permasalahannya
6. Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dalam pemanfaatan teknologi informasi
7. Ketersediaan sarana, prasarana, jaringan internet, dan server
8. Jumlah dan sebaran titik lokasi test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 9. Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dll.
Berdasarkan data Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kementerian PANRB) per tanggal 22 Maret 2021, Status instansi yang telah melaksanakan pengusulan kebutuhan ASN tahun 2021 sampai saat ini, sebagai berikut: 87% instansi telah mengusulkan formasi dan dokumen
lengkap (539 instansi yang terdiri dari 56 K/L, 34 pemerintah provinsi, 449 pemerintah kab/kota), 8% instansi telah mengusulkan formasi namun perlu melengkapi dokumen (49 instansi pemerintah kab/kota), dan 5% instansi tidak mengusulkan formasi (22 K/L dan 10 pemerintah kab/kota).
Rencana penetapan kebutuhan ASN tahun 2021 dan formasi yang ditetapkan sebagai berikut:
Instansi Jumlah Kebutuhan
Jumlah Rencana Penetapan
Penetapan Formasi
Pusat 83.669 69.684
Daerah 1.191.718 671.867
Guru PPPK 1.002.616 565.633
PPPK non guru 70.008 21.571
CPNS 119.094 84.663
Total pusat dan daerah
1.275.387 741.551 22 Juni 2021 sebesar 701.590 28 Juni 2021 sebesar 688.623 Penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021 semula rencananya akan dilaksanakan pada 31 Mei 2021 mengalami penundaan dan pengumuman penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021 baru resmi dibuka pada tanggal 31 Juni 2021. Berdasarkan Surat Edaran Kepala BKN Nomor 4761/B-Kp.03/SD/K/2021 menyatakan beberapa alasan penundaan yaitu:
a. Terdapat beberapa aturan pengadaan CPNS, PPPK non guru, dan PPPK guru tahun 2021 yang belum ditetapkan oleh pemerintah.
b. Terdapat beberapa instansi yang masih melakukan usulan serta revisi penetapan formasi CPNS dan PPPK.
c. BKN meminta kepada instansi daerah melaksanakan proses seleksi di titik lokasi seleksi mandiri di daerahnya masing-masing atau cost sharing dengan wilayah sekitarnya.
Masa pendaftaran CPNS dan PPPK tahun 2021 diperpanjang dari tanggal 30 Juni 2021 sampai dengan 21 Juli 2021 menjadi berakhir pada 26 Juli 2021.
Perpanjangan masa pendaftaran CPNS dan PPPK tahun 2021 diharapkan tidak menyebabkan kemunduran tahapan selanjutnya. Beberapa alasan dilakukannya perpanjangan masa pendaftaran PPPK tahun 2021 antara lain:
a. Terdapat permintaan reset sistem dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
b. Terdapat permohonan dari beberapa instansi untuk melakukan perpanjangan masa pendaftaran.
c. Kondisi PPKM darurat yang membuat banyak peserta yang terbatas ruang geraknya dalam menyiapkan data dukung pendaftaran.
d. Pendaftaran PPPK guru baru dapat dilakukan pada tanggal 1 Juli 2021, padahal pendaftaran sudah dibuka sejak 30 Juni 2021, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat yang mengakibatkan perpanjangan masa pendaftaran hingga 31 Juli 2021.
Jadwal tahapan seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021
No. Kegiatan Jadwal
1 Pengumuman Seleksi ASN 30 Juni s.d. 14 Juli 2021 2 Pendaftaran Seleksi ASN 30 Juni s.d. 21 Juli 2021 3 Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi 28 s.d. 29 Juli 2021
4 Masa Sanggah 30 Juli s.d. 1 Agustus 2021 5 Jawab Sanggah 30 Juli s.d. 8 Agustus 2021 6 Pengumuman Pasca Sanggah 9 Agustus 2021
7 Pelaksanaan SKD 25 Agust s.d. 4 Okt 2021 8 Pelaksanaan Seleksi Kompetensi PPPK
Nonguru
Setelah pelaksanaan SKD selesai di masing-masing titik 9 Pengumuman Hasil SKD 17 s.d. 18 Okt 2021
10 Persiapan Pelaksanaan SKB 19 Okt s.d 1 Nov 2021 11 Pelaksanaan SKB 8 s.d. 29 November 2021 12 Penyampaian Hasil Integrasi SKD dan
SKB serta Seleksi PPPK Nonguru 15 s.d. 17 Desember 2021 13 Pengumuman Kelulusan 18 s.d. 19 Desember 2021
14 Masa Sanggah 20 s.d. 22 Desember 2021
15 Jawab Sanggah 20 s.d. 29 Desember 2021
16 Pengumuman Pasca Sanggah 30 s.d. 31 Desember 2021
17 Pengisian DRH 1 s.d. 18 Januari 2022
18 Usul Penetapan NIP/NI PPPK 19 Januari s.d. 18 Februari 2022
Penyesuaian jadwal tahapan seleksi CPNS dan PPPK tahun 2021, sebagai berikut:
NO KEGIATAN TANGGAL
1 Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran 19 Juli 2021
2 Pendaftaran Seleksi CPNS 30 Juni s.d. 26 Juli 2021 3 Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi 2 s.d. 3 Agustus 2021
4 Masa Sanggah 4 s.d. 6 Agustus 2021
5 Jawab Sanggah 4 s.d. 13 Agustus 2021
6 Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi
Pasca Sanggah 15 Agustus 2021
Statistik pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021 beserta hasil verifikasi administrasi sementara berdasarkan dashboard SCASN tahun 2021 pada tanggal 27 Juli 2021 pukul 11.00 WIB.
Statistik Pendaftar CPNS dan PPPK tahun 2021
Statistik Verifikasi Sementara Pendaftar CPNS dan PPPK tahun
2021 Sudah mengisi
formulir 4.542.798
pelamar
Sudah submit 4.030.134
pelamar
Verifikasi Memenuhi
Syarat (MS) 2.258.864
orang
Verifikasi Tidak Memenuhi
Syarat (TMS) 470.504
orang
Belum Verifikasi 1.300.766
orang
Jenis Formasi Mengisi Formulir
Submit Verifikasi MS
Verifikasi TMS
Belum Verifikasi PPPK Guru 957.637
orang
921.405 orang
543.079 orang
0 orang 378.326 orang CPNS 3.482.989
orang
3.033.392 orang
1.689.174 orang
450.694 orang
893.524 orang PPPK Non Guru 102.172
orang
75.337 orang
26.611 orang
19.810 orang
28.916 orang Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menetapkan Keputusan Menteri PANRB No. 1023/2021 tentang Nilai Ambang Batas Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Pengadaan PNS Tahun Anggaran 2021.
III. HASIL KUNJUNGAN
Sambutan Bapak Dr. H Syamsurizal, Wakil Ketua Komisi II DPR RI
Pemerintah melaksanakan seleksi penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) yang terdiri dari seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CPPPK) Tahun 2021. Saat ini penerimaan CASN telah memasuki tahap Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) yang dimulai pada tanggal 2 September 2021.
Jadwal penerimaan CASN tahun 2021 mengalami beberapa kali pengunduran dan pelaksanaanya harus menunggu adanya surat rekomendasi dari Satgas Covid-19 Nasional. Pelaksanaan seleksi CASN tahun 2021 harus menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat dibandingkan tahun lalu. Hal ini diterapkan dengan mempertimbangkan tingginya minat pelamar yang akan mengikuti seleksi penerimaan CASN tahun ini.
Seleksi penerimaan CASN tahun 2021 merupakan salah satu upaya pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan pegawai ASN. Jumlah formasi CASN tahun 2021 yang telah ditetapkan pemerintah sebesar 688.623 formasi masih jauh memenuhi jumlah kebutuhan pegawai ASN tahun 2021 sebesar 1.275.387 formasi. Pemerintah masih kekurangan 586.764 formasi untuk dapat memenuhi kebutuhan pegawai ASN tahun 2021. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah, terutama dalam hal memastikan penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik tetap berjalan optimal dengan sumber daya manusia yang tersedia.
Berdasarkan data Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada tanggal 27 Juli 2021, jumlah pelamar CASN tahun 2021 yang telah mengisi formulir sebanyak 4.542.798 orang. Sementara pelamar yang telah melakukan submit atau finalisasi pendaftaran mencapai 4.030.134 orang. Beberapa hal yang menjadi perhatian Komisi II DPR RI dalam pelaksanaan penerimaan CASN tahun 2021 khususnya di Provinsi Sumatera Selatan antara lain:
1. Kesesuaian antara kebutuhan formasi dengan jumlah formasi yang akan ditetapkan
2. Ketersediaan formasi bagi tenaga pendidikan, guru, tenaga kesehatan, tenaga teknis lainnya, tenaga administrasi, dan tenaga honorer (guru dan non guru) 3. Jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021
4. Jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi
5. Jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta permasalahannya
6. Ketersediaan sumber daya manusia yang kompeten dalam pemanfaatan teknologi informasi
7. Ketersediaan sarana, prasarana, jaringan internet, dan server
8. Jumlah dan sebaran titik lokasi test Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) 9. Penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, dll.
Dengan pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang ASN saat ini di Komisi II DPR RI diharapkan menjadi pintu dalam menciptakan ASN yang berkelas dunia, hal ini senada dengan keinginan Presiden RI Joko Widodo. ASN di masa depan, lanjutnya, harus dapat memahami teknologi dan mengikuti perkembangan zaman. Melalui proses CAT, ia berharap dapat menjadi langkah awal pemerintah dalam bertranfromasi digital. Tentunya, perlu diiringi dengan kesiapan pemerintah dalam menyediakan seluruh fasilitas secara memadai. AKhirnya, semua jawaban ataupun masukan yang disampaikan kepada Komisi II DPR RI, akan menjadi bahan diskusi di internal Komisi II DPR RI, dan selanjutnya akan dijadikan sebagai bahan untuk ditindaklanjuti dalam Raker/RDP dengan kementerian/lembaga terkait.
Pemaparan-Pemaparan
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Sumatera Selatan
1. Jumlah formasi CPNS dan PPPK tahun 2021 yang diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
▪ Formasi CPNS yang diusulkan sebanyak 183 Formasi, disetujui oleh MENPAN RB sebanyak 164 formasi.
▪ Formasi PPPK NonGuru yang diusulkan sebanyak 211 formasi, disetujui oleh MENPAN RB sebanyak 197 formasi.
▪ Formasi PPPK Guru yang diusulkan sebanyak 8.238 formasi, disetujui oleh MENPAN RB sebanyak 7.400 formasi.
Adapun persoalan kebutuhan formasi pada prinsipnya sesuai kebutuhan ASN disetiap instansi berdasarkan skala prioritas Pemprov Sumaetra Selatan.
2. Jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021 di Provinsi Sumatera Selatan dan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi serta jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta permasalahannya.
Total jumlah pelamar dari pelamar CPNS sebanyak 4951 pelamar, pelamar PPPK NonGuru sebanyak 630 pelamar dan pelamar PPPK Guru sebanyak 10.080 pelamar dengan rincian sebagai berikut :
▪ Pelamar CPNS yang memenuhi syarat administrasi sebanyak 4501 pelamar dan yang tidak memenuhi syarat sebanyak 450 pelamar.
▪ Pelamar PPPK NonGuru yang memenuhi syarat administrasi sebanyak 279 pelamar, adapun yang tidak memenuhi syarakt sebanyak 351 pelamar.
▪ Pelamar PPPK Guru seluruhnya memenuhi syarat administrasi sebanyak 10.080 pelamar, seluruh proses seleksi dilaksanakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Ristek dengan Metode CAT UNBK.
Adapun dimasa sanggah terdapat 233 peserta yang melakukan sanggah, permasalahan sanggah yang sering terjadi adalah:
▪ Kesalahan input salah satu syarat administrasi pada saat proses pendaftaran yang dilakukan oleh yang bersangkutan.
▪ Peserta yang melamar tidak sesuai dengan kualifikasi Pendidikan yang dipersyaratkan.
▪ Surat keterangan honor pelamar tidak ditandatangani oleh Pejabat yang telah ditentukan.
3. Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan khususnya dalam tahap penerimaan pendafataran dan tahap seleksi administrasi.
Sejauh proses pelaksanaan seleksi dimulai dari proses pendaftaran hingga verifikasi data pelamar tidak ditemukan permasalahan yang berarti, karena panitia seleksi di Pemprov Sumsel telah bekerja sesuai pedoman teknis dari Permenpan RB dan BKN RI.
4. Hal yang dilakukan Pemprov Sumatera Selatan untuk memastikan ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dalam pemanfaatan teknologi informasi dan sejauhmana persiapan yang telah dilkaukan untuk memastikan ketersediaan sarana, prasarana, jaringan internet, dan server dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK tahun 2021.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memastikan pelaksanaan seleksi SKD ini berjalan secra baik dengan cara bekerja sama dengan pihak III untuk pengdaan sarana dan prasarana yang diperlukan, sedangkan server ditangani oleh BKN Pusat.
5. Kesiapan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021 dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Dalam pelaksanaan Pemprov Sumsel selalu berpedoman kepada Surat Edaran BKN Nomor 7 Tahun 2021 tanggal 17 Mei 2021 tentang prosedur penyelenggaraan seleksi dengan metode CAT BKN dengan Prokes pencegahan dan pengendalian Corona Diseasa 20019 (Covid 19). Apapun bila dalam hari pelaksanaanya ataupun sebelum pelaksanaannya terkonfirmasi ada peserta yang terkena Virus Covid 19, maka akan dilakukan penjadwalan ulang melalui pelaporan website BKN.go.Id dan selalu berkoordinasi dengan Tim Satgas covid 19 Sumsel.
6. Permasalahan yang dihadapi Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK tahun 2021.
Pelaksanaan test SKD yang dimulai tanggal 21 September 2021, dan saat ini Pansel Provinsi Sumsel dipastikan bellum menerima laporan permasalahan
baik itu dari peserta maupun dari internal pansel seleksi daerah (Pansel Provinsi Sumatera Selatan).
Kepala BKN Regional VII Palembang-Sumatera Selatan, Drs. Margi Prayitno, M. AP
A.
PendahuluanBeberapa hal tentang Seleksi CPNS dan PPPK NonGuru Tahun 2021 adalah sebagai berikut:
1. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru untuk mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional sebagaimana telah diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
2. Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Non Guru dilaksanakan ke arah terwujudnya manajemen Aparatur Sipil Negara berdasarkan sistem merit;
3. Masing-masing Instansi telah melaksanakan perhitungan jumlah dan Jenis kebutuhan pegawai per jabatan, redistribusi Pegawai Negeri Sipil serta proyeksi kebutuhan Pegawai Negeri Sipil untuk kurun waktu 5 (lima) tahun.
Dari hasil perhitungan kebutuhan pegawai tersebut, masih terdapat kekurangan pegawai pada jabatan-jabatan tertentu, yang angtara lain juga dikarenakan terdapat pegawai yang memasuki Batas Usia Pensiun dan pembentukan organisasi baru;
4. Badan Kepegawaian Negara sebagai bagian dari pemerintah yang mempunyai tugas pemerintahan di bidang manajemen kepegawaian negara sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan dan pengembangan sistem rekrutmen Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja.
5. Tujuan pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru adalah sebagai berikut:
a. Memperoleh Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru yang:
1) Memiliki karakteristik pribadi selaku penyelenggara pelayanan publik;
2) Mampu berperan sebagai perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia;
3) Memiliki Intelegensia yang tinggi untuk pengembangan kapasitas dan kinerja organisasi: dan
4) Memiliki keterampilan, keahlian, dan perilaku sesuai dengan tuntutan jabatan.
b. Mewujudkan sistem seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru yang kompetitif, adil, objektif, transparan, tidak dipungut biaya, bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme, serta bebas dari intervensi politik; dan
c. Memperoleh putra/putri terbaik bangsa sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru.
6. Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara sedang menyelenggarakan seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) NonGuru Formasi 2021 pada Tahun 2021 di wilayah kerjanya meliputi Provinsi Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Kepulauan Bangka Belitung.
B.
Dasar Pelaksanaan Seleksi CPNS dan PPPK NonGuru Tahun 2021Adapun Dasar Pelaksanaan Seleksi CPNS dan PPPK Non Guru Tahun 2021 adalah sebagai berikut :
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
2. Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2021 tentang Jenis Jabatan yang dapat Diisi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja;
3. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 27 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Negeri Sipil;
4. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pengadaan Pegawai Pemerintah
dengan Perjanjian Kerja untuk Jabatan Fungsional;
5. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 126 Tahun 2021 tentang Panitia Seleksi Nasional Pengadaan Aparatur Sipil Negara Tahun 2021;
6. Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 302 Tahun 2021 tentang kebutuhan pegawai Aparatur Sipil Negara secara Nasional Tahun Anggaran 2021;
7. Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN);
8. Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi Menggunakan Metode Computer Assisted Test (CAT) Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19.
9. Surat Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Nomor B-115/KA SATGAS/PD.01.02/8/2021 tentang Rekomendasi
10. Surat Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 800/4179/BKD.I/2021 tentang Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 di Kanreg VII BKN.
C.
Pelaksanaan Kegiatan Seleksi CPNS & PPPK NonGuru 2021Adapun beberapa Pelaksanaan kegiatan Seleksi CPNS dan PPPK Non Guru Tahun 2021 adalah sebagai berikut :
1. Rekomendasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19
Atas rekomendasi Satuan Tugas Penanganan COVID-19, pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar CPNS dan PPPK NonGuru dapat dilaksanakan.
Berikut adalah rincian rekomendasi tersebut:
a. Melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2 x 24 jam atau rapid test antigen kurun waktu maksimal 1 x 24 jam dengan hasil negative/non reaktif yang pelaksanaannya wajib sebelum mengikuti seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021;
b. Menggunakan masker kain 3 (tiga) lapis;
c. Jaga jarak (Physical Distancing) minimal 1 meter;
d. Cuci tangan dengan sabun/handsanitizer;
e. Ruang kegiatan maksimal diisi 30 persen dari kapasitas normal ruangan tempat pelaksanaan Seleksi CASN Tahun 2021 yang akan dilakukan;
f. Khusus bagi peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 di Pulau Jawa dan Pulau Bali wajib sudah divaksin dosis pertama.
2. Jumlah Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja NonGuru Berdasarkan Surat Penetapan Menpan
a. Calon Pegawai Negeri Sipil
Jumlah Formasi Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 2.283 Formasi (16 Instansi), dengan rincian Instansi Formasi Calon Pegawai Negeri Sipil sebagai berikut :
No Nama Instansi Formasi Wilayah
1 Pemerintah Provinsi Sumatera
Selatan 164 Sumsel
2 Pemerintah Kab. Musi Banyuasin 46 Sumsel 3 Pemerintah Kab. Ogan Komering
Ulu 113 Sumsel
4 Pemerintah Kab. Muara Enim 238 Sumsel
5 Pemerintah Kab. Lahat 186 Sumsel
6 Pemerintah Kab. Musi Rawas 163 Sumsel 7 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ilir 296 Sumsel 8 Pemerintah Kab. Banyuasin 205 Sumsel 9 Pemerintah Kab. Ogan Komering
Ulu Timur 206 Sumsel
10 Pemerintah Kab. Ogan Ilir 56 Sumsel 11 Pemerintah Kab. Empat Lawang 288 Sumsel 12 Pemerintah Kota Palembang 47 Sumsel 13 Pemerintah Kota Pagar Alam 44 Sumsel 14 Pemerintah Kota Lubuk Linggau 85 Sumsel 15 Pemerintah Kota Prabumulih 51 Sumsel 16 Pemerintah Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir 95 Sumsel
Jumlah 2283
b. Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja NonGuru
1)
Jumlah Formasi Provinsi Sumatera Selatan sebanyak 754 formasi (9instansi), dengan rincian Instansi Formasi Calon PPPK Non Guru sebagai berikut :
No Nama Instansi Formasi Wilayah
1 Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan 197 Sumsel 2 Pemerintah Kab. Musi Banyuasin 105 Sumsel 3 Pemerintah Kab. Ogan Komering Ulu 100 Sumsel 4 Pemerintah Kab. Muara Enim 13 Sumsel
5 Pemerintah Kab. Lahat 41 Sumsel
6 Pemerintah Kab. Musi Rawas 94 Sumsel 7 Pemerintah Kab. Banyuasin 15 Sumsel 8 Pemerintah Kab. Empat Lawang 87 Sumsel 9 Pemerintah Kab. Penukal Abab
Lematang Ilir 102 Sumsel
Jumlah 754
c. Instansi Menunda dan Tidak Mendapat Formasi Calon Aparatur Sipil Negara
▪ Tidak Mendapat Formasi : 1 Instansi
▪ Menunda Formasi : 1 Iinstansi
Adapun rincian Instansi Menunda Formasi Calon Aparatur Sipil Negara sebagai berikut :
No Nama Instansi Alasan Penundaan
1 Pemerintah Kab.
Musi Rawas Utara
Kesulitan dalam memenuhi beban anggaran gaji ASN dalam hal ini PPPK formasi tahun 2021
3. Data Pendaftaran Seleksi Kompetensi Dasar Calon Aparatur Sipil Negara a. Calon Pegawai Negeri Sipil sebanyak 68.574 Pelamar
b. Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja NonGuru sebanyak 2.520 Pelamar
4. Seleksi Kompetensi Dasar
Seleksi Kompetensi Dasar CPNS dan PPPK Non Guru instansi daerah di wilayah kerja Kantor Regional VII BKN sedang dilaksanakan mulai 2 September 2021 hingga 20 Oktober 2021.
Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dilaksanakan di 4 titik lokasi BKN, 3 (tiga) titik lokasi gabungan, dan 9 (sembilan) titik lokasi mandiri, yaitu:
a. Titik lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) BKN:
Titik lokasi BKN merupakan jaringan stasiun CAT (Computer Assisted Test) yang dimiliki oleh Badan Kepegawaian Negara. Titik lokasi ini diisi oleh peserta dari instansi pusat (Kementerian dan Lembaga Non Kementerian) serta instansi daerah yang berdomisili di sekitar lokasi BKN.
1) Calon Pegawai Negeri Sipil
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Instansi Pusat
Jumlah Instansi
Daerah
Jumlah Peserta Terjadwal
1
Kantor Regional VII BKN Palembang
02/09/2021 19/10/2021 33 148 24.923
2 UPT BKN Jambi 02/09/2021 17/10/2021 27 135 17.153
3 UPT BKN
Bengkulu
02/09/2021
08/10/2021 25 104 10.288
4 UPT BKN
Pangkalpinang
02/09/2021
04/10/2021 26 65 7.923
Jumlah 111 452 60.287
2) Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Instansi
Pusat
Jumlah Instansi Daerah
Jumlah Peserta Terjadwal
1
Kantor Regional VII BKN Palembang
20/10/2021 20/10/2021 7 9 449
2 UPT BKN Jambi 18/10/2021 18/10/2021 5 7 224
3 UPT BKN
Bengkulu 09/10/2021 09/10/2021 5 4 89
4 UPT BKN
Pangkalpinang 05/10/2021 05/10/2021 5 2 69
Jumlah 22 22 831
b. Titik lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) gabungan:
Titik lokasi gabungan merupakan titik lokasi mandiri yang diinisiasi oleh mandiri. Disebut gabungan karena dalam satu titik lokasi terdapat lebih dari satu instansi.
1. Calon Pegawai Negeri Sipil
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Peserta Terjadwal
1
The Sultan Convention Center Kota Palembang
04 Sept 2021
24 Sept
2021 24.923
Jumlah 24.923
2. Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Peserta Terjadwal
1
The Sultan Convention Center (Cost
Sharing)
15 Sept 2021
15 Sept
2021 380
2
The Sultan Convention Center (Mandiri
Banyuasin)
20 Sept 2021
20 Sept
2021 20
3
The Sultan Convention Center (Mandiri Prov. Sumatera
Selatan)
24 Sept 2021
24 Sept
2021 269
Jumlah 669
c. Titik lokasi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) mandiri
Titik lokasi mandiri adalah titik lokasi yang diinisiasi oleh masing- masing instansi.
1. Calon Pegawai Negeri Sipil
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Peserta Terjadwal 1
Gedung Takraw Kabupaten Muara
Enim
27 Sept
2021 7 Okt 2021 4.782
2
Gedung Dharma Wanita
Kabupaten Musi Banyuasin
12 Okt
2021 15 Okt 2021 960
3
Gedung Narapraja IT Lab.
Kabupaten Ogan Komering Ulu
18 Sept
2021 1 Okt 2021 5.196
4
SMPN 1 Martapura Kabupaten Ogan
Komering Ulu Timur
26 Sept
2021 11 Okt 2021 4.794
Jumlah 15732
2. Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
No Titik Lokasi Tanggal Mulai
Tanggal Selesai
Jumlah Peserta Terjadwal 1
Gedung Takraw Kabupaten Muara
Enim
8 Okt 2021 8 Okt 2021 54
2
Gedung Dharma Wanita
Kabupaten Musi Banyuasin
16 Okt
2021 17 Okt 2021 358
3
Gedung Narapraja IT Lab.
Kabupaten Ogan Komering Ulu
2 Okt 2021 2 Okt 2021 189
Jumlah 601
d. Progres Pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (Data per 17 September 2021)
1. Calon Pegawai Negeri Sipil
2. Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja
D.
Evaluasi Pelaksanaan 1. Luasnya titik lokasi UjianBanyaknya jumlah pelamar dengan titik lokasi yang tersebar luas, dengan sendirinya membutuhkan SDM yang banyak untuk menjangkau dan mengendalikan pelaksanaan ujian pada titik likasi ujian. Ketersediaan unit computer (CAT) yang dimiliki Kantor Regional VII BKN Palembang dengan titik lokasi di Palembang sebanyak 90 unit, Pangkal Pinang 50 unit, Jambi 90 Unit dan Bengkulu 50 unit (total 280 Unit PC), sedangkan jumlah peserta ujian yang mencapai 128.926 peserta CPNS dan sebanyak 2.713 peserta PPPK NonGuru. Hal ini mengakibatkan strategi dalam rekrutmen CPNS dan PPPK NonGuru Tahun 2021 dilakukan dengan melibatkan vendor penyedia PC dan optimalisasi stasiun CAT yang dimiliki beberapa Kota dan Kabupaten di wilayah Kerja Kantor Regional VII BKN.
Luasnya cakupan titik lokasi ujian inilah yang kemudian berdampak pada tuntutan koordinasi dan kebutuhan SDM yang besar untuk memastikan proses seleksi berjalan dengan baik dan lancar. Saran yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan ini adalah dengan menambah
kapasitas unit CAT BKN, baik yang ada di Kantor Regional maupun di UPT sehingga pegawai yang tersedia bisa fokus pada titik lokasi ujian strategis.
2. Perubahan Jadwal dan Lokasi Ujian (dampak Virus Covid 19)
Hal lain yang juga terdapat perubahan seiring dengan perubahan prosedur pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) adalah metode pemilihan lokasi seleksi bagi peserta. Untuk menekan penyebaran COVID- 19, peserta diharuskan memilih lokasi Ujian terdekat dengan lokasi domisili masing-masing. Hal ini mengakibatkan banyak peserta dari luar wilayah Kanreg VII BKN Palembang yang memilih lokasi ujian SKD di wilayah Kanreg VII BKN Palembang tanpa didampingi oleh panitia instansinya, sehingga BKN harus berusaha mengatur peserta-peserta tersebut dengan pegawai yang terbatas. Selain itu, kebijakan pemilihan lokasi sesuai domisili ini juga berdampak pada jadwal pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di lokasi BKN. Dampak yang paling nyata adalah adanya sesi yang diisi oleh lebih dari 5 instansi. Meski jumlah peserta hanya 1 atau 2 orang, tetapi Berita Acara dan Hasil yang dicetak tetap sama. Dengan adanya excessive workload seperti demikian maka human error sudah hampir pasti akan menghampiri. Tentu hal ini akan berdampak pada pelayanan baik kepada instansi penyelenggara seleksi maupun kepada peserta pula. Karena itu mohon untuk diadakan evaluasi dan perbaikan agar kedepannya dapat didapatkan hasil yang dapat membuat proses pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) menjadi lebih baik lagi.
3. Tidak Meratanya Coverage Jaringan Internet di Daerah
Aplikasi Computer Assisted Test (CAT) sebagai media pelaksanaan seleksi kompetensi dasar tahun 2021 telah menggunakan jaringan WLAN atau online by internet. Dengan begitu, pelaksanaan seleksi dilakukan secara terpusat dan sangat bergantung dengan ketersediaan dan kestabilan koneksi jaringan internet di daerah tersebut.
Adalah suatu permasalahan klasik bahwa ketersediaan jaringan internet masih belum merata, terlebih di daerah perbatasan atau terpencil.
Kalaupun ada, kecepatannya masih belum stabil. Fakta ini mohon agar dapat dijadikan catatan penting untuk dapat dilakukan evaluasi agar dapat
ditemukan solusi untuk pemerataan dan kestabilan jaringan internet di seluruh Indonesia tanpa terkecuali agar kualitas proses rekrutmen calon aparatur sipil negara dengan menggunakan CAT yang telah diakui bahkan secara internasional dapat terjaga dan bisa menjadi semakin baik lagi.
III. PERTANYAAN KOMISI II DPR RI SECARA TERTULIS
Adapun beberapa pertanyaan Komisi II DPR RI tentang pelaksanaan Tes CPNS dan PPPK Non Guruk yang dijawab oleh Kepala BKN Regional VII Palembang-Sumatera Selatan sebagai berikut
1. Jumlah kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan yang melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 dan berapa jumlah formasi CPNS dan PPPK di Provinsi Sumatera Selatan yang ditetapkan oleh pemerintah pusat.
a. Kami informasikan bahwa jumlah Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan yang melaksanakan penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 adalah 16 (enam belas) Kabupaten/Kota, ditambah Provinsi Sumatera Selatan maka menjadi 17 (tujuh belas) Instansi Daerah.
b. Jumlah formasi CPNS Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan adalah 2.119 (dua ribu seratus sembilan belas) formasi, ditambah formasi CPNS Provinsi Sumatera Selatan 164 (seratus enam puluh empat) maka jumlah formasi CPNS menjadi 2.283 (dua ribu dua ratus delapan puluh tiga) formasi.
c. Jumlah formasi PPPK (Guru dan Non Guru) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan adalah 18.950 (delapan belas ribu sembilan ratus lima puluh) formasi, ditambah formasi PPPK (Guru dan Non Guru) Provinsi Sumatera Selatan 7.597 (tujuh ribu lima ratus sembilan puluh tujuh) formasi maka jumlah formasi PPPK (Guru dan Non Guru) menjadi 26.547 (dua puluh enam ribu lima ratus empat puluh tujuh) formasi.
d. Jumlah keseluruhan formasi CPNS dan PPPK (Guru dan Non Guru) Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Selatan adalah 21.069 (dua puluh satu ribu enam puluh sembilan) formasi, ditambah formasi CPNS dan PPPK (Guru dan Non Guru) Provinsi Sumatera Selatan 7.761 (tujuh ribu tujuh ratus enam puluh satu) formasi maka jumlahnya menjadi 28.830 (dua puluh delapan ribu delapan ratus tiga puluh) formasi.
2. Jumlah pelamar CPNS dan PPPK tahun 2021 di Provinsi Sumatera Selatan dan jumlah pelamar yang lolos seleksi administrasi serta jumlah pelamar yang melakukan sanggah beserta apa saja permasalahannya.
Adapun jumlah pelamar CPNS dan PPPK NonGuru Tahun 2021 di Provinsi Sumatera Selatan adalah 71.094 (tujuh puluh satu ribu sembilan puluh empat) orang, dengan rincian 68.574 (enam puluh delapan ribu lima ratus tujuh puluh empat) orang pelamar CPNS dan 2.520 (dua ribu lima ratus dua puluh) orang pelamar PPPK NonGuru. Untuk Jumlah Pelamar PPPK Guru data ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI. Mengenai jumlah pelamar yang melakukan sanggah datanya ada pada Panitia Seleksi Instansi. Secara Umum pelamar CASN Tahun 2021 yang melakukan sanggah dikarenakan pelamar salah menggunggah berkas yaitu tidak sesuai dengan persyaratan yang sudah ditentukan/diumumkan oleh Panitia Instansi, diantaranya kesalahan mengunggah surat lamaran, foto dan ijazah dan lain- lain.
3. Permasalahan yang dihadapi Kanreg VII BKN Palembang khususnya dalam tahap seleksi administrasi serta upaya mengatasi berbagai permasalahan.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri Sipil pada pasal 21 point 2 huruf c kewenangan seleksi administrasi ada pada Panitia Seleksi Instansi. Dalam hal ini Panitia Seleksi Instansi melakukan seleksi administrasi terhadap berkas lamaran dan dokumen persyaratan lainnya sebagaimana tercantum dalam pengumuman.
Badan Kepegawaian Negara akan melakukan pengawasan dan monitoring terhadap hal tersebut.
4. Ketersediaan dan kesiapan sumber daya manusia yang kompeten dalam pemanfaatan teknologi informasi serta ketersediaan sarana, prasarana, jaringan internet, dan server dalam pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK tahun 2021.
Sumber Daya Manusia/Pegawai Kantor Regional VII BKN Palembang yang kami siapkan adalah yang kompeten dalam pelaksanaan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara, tentunya mampu/cakap dalam pemanfaatan teknologi Informasi dalam hal ini Aplikasi Computer Assistes Test (CAT) BKN dan yang berintegritas dalam melaksanakan tugas pelaksanaan Seleksi ini. Para pegawai yang bertugas sudah menandatangani pakta integritas untuk
melaksanakan tugas dengan jujur dan penuh tanggung jawab. Disamping itu pegawai yang bertugas dalam seleksi CASN ini melaksanakan tugas sesuai dengan Keputusan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 121.1 Tahun 2021 tanggal 20 Agustus 2021 tentang Tugas dan Tata Tertib Tim Pelaksana Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara dan Tim Pendukung Penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara.
Ketersediaan sarana, prasarana, jaringan internet dalam pelaksanaan tes SKD CPNS dan PPPK NonGuru tahun 2021 baik di titik lokasi Kantor Regional VII BKN Palembang maupun di titik lokasi Mandiri/Cost Sharing Instansi Daerah sudah memadai sesuai dengan standar yang tercantum dalam Peraturan Badan Kepegawaian Negara Nomor 2 Tahun 2021 tanggal 1 April 2021 tentang Prosedur Penyelenggaraan Seleksi dengan Metode Computer Assisted Test Badan Kepegawaian Negara. Kami informasikan bahwa di titik lokasi Kantor Regional VII BKN Palembang dan titik lokasi lainnya tidak tersedia server. Hal ini dikarenakan server dikelola secara terpusat di Kantor BKN Pusat Jakarta secara online.
5. Jumlah titik lokasi tes bagi peserta SKD CPNS dan PPPK tahun 2021 di Provinsi Sumatera Selatan dan jumlah titik lokasi mandiri serta sosialisasi yang dilakukan Kanreg VII BKN Palembang kepada peserta yang melakukan SKD di titik lokasi mandiri.
Titik lokasi SKD CPNS dan PPPK NonGuru tahun 2021 di Provinsi Sumatera Selatan berjumlah 5 Titik Lokasi Mandiri/Cost Sharing dan 1 Titik Lokasi di Kanreg VII BKN Palembang sehingga berjumlah 6 Titik Lokasi yaitu The Sultan Convention Center Palembang, Gedung Takraw Kabupaten Muara Enim, Gedung Dharma Wanita Kabupaten Musi Banyuasin, Gedung Narapraja IT Lab. Kabupaten Ogan Komering Ulu, SMPN 1 Martapura Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur dan Kantor Regional VII BKN Palembang.
Untuk Titik Lokasi Seleksi Kompetensi PPPK Guru di koordinasikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi R.I.
Kami sudah menginformasikan titik lokasi mandiri kepada para peserta Seleksi melalui website maupun media sosial resmi Kanreg VII BKN. Kami pun sudah berkoordinasi dengan Panitia Instansi Daerah agar mengumumkan titik lokasi mandiri kepada para peserta dengan alamat yang lengkap/jelas sehingga memudahkan para peserta datang ketempat lokasi tes tersebut.
6. Koordinasi Kanreg VII Palembang dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan Satgas Covid-19.
Kantor Regional VII BKN Palembang telah menyampaikan surat kepada Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Daerah Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 278/KR.VII/BKN.K/VII/2021 tanggal 6 Juli 2021 perihal pemberitahuan dan ijin penyelenggaraan Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 di Kanreg VII BKN Palembang. Kemudian kami memperoleh jawaban berupa Surat rekomendasi dan koordinasi lebih lanjut dari Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 800/4179/BKD.I/2021 tanggal 21 Juli 2021 perihal Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) Tahun 2021 di Kanreg VII BKN. Tim Satgas Penanganan COVID 19 telah melakukan survey lokasi dan memberikan masukan kepada kami agar menerapkan Protokol Kesehatan Pencegahan Penularan COVID-19 dalam pelaksanaan seleksi CASN ini. Kami pun melaksanakan saran tersebut dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 kepada para peserta dan panitia pelaksana seleksi CASN, antara lain:
a. Melakukan swab test RT PCR kurun waktu maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen
kurun waktu maksimal 1x24 jam dengan hasil negative/non-reaktif yang pelaksanaannya
wajib sebelum mengikuti seleksi CASN tahun 2021;
b. Menggunakan masker kesehatan 3 ply dan masker kain (2 rangkap) c. Jaga jarak (physical Distancing) minimal 1 meter;
d. Cuci tangan dengan sabun/hand sanitizer;
e. Tidak berkerumun
Tahapan-tahapan protokol kesehatan pencegahan/penularan COVID-19 ini juga kami umumkan/sosialisasikan kepada para peserta melalui website/media social resmi Kanreg VII BKN Palembang. Kami pun sudah menyampaikan hal tersebut kepada Panitia Seleksi Instansi Daerah di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
7. Upaya yang dilakukan Kanreg VII BKN Palembang untuk memastikan kesehatan para peserta dan kesiapan Kanreg VII BKN Palembang bagi peserta yang terindikasi Covid-19 pada hari pelaksanaan test.
Kami melakukan pengecekan suhu tubuh kepada para peserta didepan pintu masuk lokasi tes dengan menggunakan thermo gun. Apabila suhu tubuhnya dibawah 37,3 derajad celcius maka dipersilahkan masuk lokasi test. Kemudian di ruang tunggu peserta kami meminta peserta untuk menunjukkan bukti hasil negatif/non reaktif COVID-19 swab test RT PCR atau rapid test antigen. Bagi peserta yang hasil swab test RT PCR atau rapid test antigen negative/non reaktif dipersilahkan melakukan registrasi dan apabila diketahui ada peserta hasilnya positif maka akan ada pemeriksaan dari Tim Kesehatan apakah di rekomendasikan untuk mengikuti seleksi pada hari tersebut ataukah dijadwalkan ulang pada hari yang lain. Selama ini laporan yang positif/reaktif COVID-19 melalui Panitia Seleksi dan diusulkan untuk dijadwalkan ulang kepada Panselnas pusat. Kesiapan Kanreg VII BKN Palembang selalu siap dengan Petugas/Tim Kesehatan dan juga menyediakan ruangan khusus untuk test bagi peserta yang terindikasi COVID-19.
8. Pembagian waktu pelaksanaan SKD dalam pelaksanaan penerimaan CPNS dan PPPK tahun 2021 dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19.
Pembagian waktu pelaksanaan SKD dalam pelaksanaan penerimaan CPNS dan PPPK NonGuru tahun 2021 dengan penerapan protokol kesehatan Covid- 19 sesuai dengan Surat Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Nomor: 7787/B-KS.04.01/SD/E/2021 tanggal 23 Agustus 2021 perihal Penyampaian Jadwal SKD CPNS, Seleksi Kompetensi PPPK NonGuru Tahun 2021, dan Rekomendasi Ketua Satgas Covid-19 sebagai berikut :
a. Pembagian waktu/jadwal untuk Jumlah Peserta SKD CPNS setiap sesinya lebih dari 100 peserta menjadi 3 sesi setiap harinya (Hari Senin s.d. Kamis
& Sabtu, Minggu). Tilok Kanreg VII BKN Palembang menerapkan pembagian waktu ini.
b. Pembagian waktu/jadwal untuk Jumlah Peserta SKD CPNS setiap sesinya kurang atau sama dengan 100 peserta menjadi 4 sesi setiap harinya (Hari Senin s.d. Kamis dan Sabtu, Minggu)
c. Pembagian waktu/jadwal untuk Peserta SKD CPNS Hari Jumát hanya 2 sesi
d. Pembagian waktu/jadwal untuk Seleksi Kompetensi PPPK NonGuru semua lokasi dengan 3 sesi perharinya (Hari Senin s.d. Kamis, Sabtu dan Minggu)
e. Pembagian waktu/jadwal untuk Seleksi Kompetensi PPPK NonGuru semua lokasi dengan 2 sesi untuk hari Jumát
9. Permasalahan yang dihadapi Kanreg VII BKN Palembang dalam pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK tahun 2021 dan cara mengatasi permasalahan.
Permasalahan yang dihadapi Kantor Regional VII BKN Palembang selama Pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK NonGuru berlangsung sebagai berikut:
a. Pada hari Sabtu, 4 September 2021 di titik lokasi The Sultan Convention Center Palembang pada Sesi ke 3 (terakhir) terjadi gangguan koneksi ke server pusat, disamping itu ada beberapa laptop peserta yang tidak menyala. Ini dapat di atasi oleh Tim Pelaksana Kanreg VII BKN yang bertugas dan berlangsung kembali dengan lancar.
b. Pada hari Minggu, 5 September 2021 di titik lokasi Kantor Regional VII BKN Palembang terjadi gangguan internet dari pusat selama 30 menit, dan dapat
kembali normal sehingga pelaksanaan tes dapat berlangsung kembali dengan lancar.
c. Pada hari Sabtu, 18 September 2021 terjadi kendala pada sistem cloud (secara nasional) yang mengakibatkan penyelenggaraan seleksi tertunda selama 180 menit di titik lokasi Kanreg VII BKN Palembang dan beberapa titik lokasi di Indonesia. Berkenaan dengan kendala tersebut, telah dilakukan optimasi pada sistem cloud oleh tim teknis BKN, dan situasi penyelenggaraan seleksi berjalan (kembali) dengan lancar dan baik.
d. Pada hari Minggu, 19 September 2021 di titik lokasi Gedung Narapraja IT Lab. Kabupaten Ogan Komering Ulu terjadi penundaan sesi 3 dan 4karena gangguan koneksi jaringan internet akibat adanya bending di joint box daerah pekanbaru dan sudah teratasi, sehingga penyelenggaraan seleksi dapat berlangsung kembali dengan baik dan lancar.
Permasalahan yang dihadapi Kanreg VII BKN Palembang relatif bisa diselesaikan dengan upaya koordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik secara kebijakan maupun teknis. Kami tetap berpedoman pada peraturan perundangan-undangan yang mengatur tentang Pengadaan CASN/PNS maupun teknis pelaksanaan seleksi dengan CAT BKN.
10. Saran dan masukan dari Kanreg VII BKN Palembang untuk penerimaan CPNS dan PPPK yang lebih baik lagi di tahun berikutnya.
Perlu adanya peraturan perundang-undangan yang lebih jelas sebelum dilaksanakannya proses penerimaan CPNS dan PPPK, sehingga tidak terjadi kendala/permasalahan dikemudian hari. Contohnya kejelasan peraturan tentang beban pembayaran gaji PPPK, apakah dari Instansi Daerah atau Kementerian Keuangan/Instansi Pusat, sehingga tidak mengakibatkan penundaan penerimaan PPPK.
IV. CATATAN RAPAT
Adapun beberapa catatan Rapat kunjungan kerja spesifik ini yakni:
1. Komisi II DPR RI melihat masih ada permasalahan ketersediaan jaringan internet yang kurang memadai di daerah-daerah hal ini dikarenakan luasnya wilayah BKN Regional VII. Selain itu, kerusakan kabel laut milik Telkom dan Telkomsel yang terjadi beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu faktor yang menghambat proses pelaksanaan seleksi CASN.
2. Komisi II DPR RI menerima aspirasi masih banyaknya masyarakat yang mempersoalkan nilai ambang batas atau passing grade kelulusan CAT SKD yang dinilai terlalu tinggi. Kedepan yang perlu diperhatikan adalah adanya afirmasi passing grade yang disesuakan dengan kondisi daerah. Sehingga daerah-daerah yang ada di Sumatera kedepan tidak bisa disamakan passing grade kelulusan CAT SKD dengan Provinsi DKI Jakarta, yang merupakan ibukota negara memiliki kelebihan dalam segala faktor.
3. Melihat persiapan seleksi CPNS dan PPP NonGuru tahun 2021 di Palembang Sumatera Selatan ada beberapa permasalahan pada Sumber Daya Manusia (SDM) BKN Regional VII yang kurang banyak dalam segi kuantitas dan didominasi oleh ASN berjenis kelamin Perempuan yang terbatas waktu jika ditempatkan lokasi tes CPNS yang jauh. Hal ini dikarenakan banyaknya lokasi test yang jauh meliputi Provinsi Sumsel, Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung.
Sehingga BKN hanya bisa menempatkan maksimal 3 orang Pegawai yakni Koordinator, Petugas IT dan Pengawas.
4. Adanya suatau permasalahan tersendiri apabila ada formasi titipan dari Provinsi/Kab/Kota yang jauh kemudian dititipkan ke Palembang sehingga Penyelenggara kewalahan. Komisi II DPR RI juga masih melihat masalah Pendaftaran CPNS lintas instansi, lintas domisli dan lintas Provinsi masih menjadi suatu kendala dalam pelaksanaan teknisnya, ditambah juga tidak adanya Instansi/Provinsi lain yang menitipkan peserta test CPNS dan PPPK memberikan SDM pendampingan, sehingga jika ada permasalahan teknis, BKN Regional VII tidak memahaminya secara baik.
5. Dari sisi Anggraran pelaksanaan tes CPNS dan PPPK, Komisi II DPR RI melihat masih ada kekurangan anggaran dalam melaksanakan Dinas luar kota dan dinas dalam kota. Dinas luar kota, Penangung jawab pelaksanaan tes CPNS dan PPPK dalam hal ini Kepala BKN Reginoal VII tidak bisa melakukan
peninjauan kesiapan tes ke lapangan diluar Provisni Sumsel seperti peninjauan ke Bengkulu, Jambi dan Bangka Belitung. Sedangkan Dinas dalam Kota, Pegawai ASN BKN Regional VII tidak mendapatkan uang perjalanan dinas.
6. Komisi II DPR RI masih melihat adanya Problem tugas kewenangan dalam permaslaahan pelaksanaan Tes CPNS dan PPPK dalam lingkup BKN Regional VII, yakni Kepala BKN regional tidak dapat meinjau secara lansgung ke daerah lain diluar Sumsel tetapi Pejabat Eslon I BKN Pusat yang hanya dapat melaksanakan penijauan langsung dari Jakarta ke daerah tersebut.
7. Komisi II DPR RI melihat masih ada permasalahan pada aturan Prokes ruang tes CPNS dan PPPK yang hanya boleh diisi maksimal 30 % dari besar ruangan.
Sehingga ada kelemahannya yakni terjadi panjangnya jadwal dan waktu tes CPNS dan PPPK yang berakibat pada bertambahnya Anggaran yang dibutuhkan.
8. Komisi II DPR RI melihat ada indikasi Modus kecurangan dalam pelaksanaaan tes CPNS dan PPPK yang harus diteliti lebih lanjut. Hal ini dikarenakan ada nilai hasil test peserta mencapai 499 mendekati hasil hampir sempurna yakni 550. Padahal peserta yang mendapatkan nilai tersebut terdapat di salah satau Kabupaten teroencil dan tertinggal yang berbeda dengan Kota Palembang.
9. Komisi II DPR RI masih melihat permasalahan ada inikasi Provider dari penyedia tidak standar yang harusnya diujui dahulu kelayakan provider nya oleh Badan/Istansi Independen.
IV. PENUTUP
Demikian laporan hasil kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR RI di Kantor Regional VII Badan Kepegawaian Negara (BKN) Palembang-Sumatera Selatan pada tanggal 22 September 2021. Semoga dapat ditindaklanjuti dan bermanfaat bagi semua pihak. Kepada semua pihak yang membantu terselenggaranya kunjungan spesifik ini, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, September 2021 KETUA TIM KUNJUNGAN KOMISI II DPR RI
DR. H. SYAMSYURIZAL, S.E, M.M
PHOTO-PHOTO KEGIATAN KUNGKER SPESIFIK KOMISI II DPR RI KE BKN REGIONAL VII PALEMBANG-SUMATERA SELATAN
TANGGAL 22 SEPTEMBER 2021