• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II LANDASAN TEORI"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

6

LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Web 2.1.1 Pengertian Web

Menurut Yuhefizar (2008:159) “Web adalah Suatu metode yang menampilkan informasi di internet, baik berupa teks, gambar, suara maupun video interaktif dan mempunyai kelebihan untuk menghubungkan (link) suatu dokumen dengan dokumen lainnya (hyperteks) yang dapat di akses melalui sebuah browser”. Di dalam sebuah website, ada beberapa komponen pendukung agar sebuah website dapat di akses oleh pemakai, diantaranya :

1. Internet

Menurut Sibero (2011:10), “Internet adalah (Interconnected Network) adalah jaringan komputer yang menghuhubungkan antar jaringan secara global, internet dapat juga disebut jaringan dalam suatu jaringan yang luas. Seperti halnya jaringan komputer local maupun jaringan komputer area”.

2. Web Browser

Menurut Sibero (2011:12) Web Browser “Aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web”.

3. Web Server

Menurut Sibero (2011:11), “Web Server adalah sebuah komputer yang terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak. Secara bentuk fisik dan cara kerjanya, perangkat keras web server tidak berbeda dengan komputer rumah atau PC, yang membedakan adalah kapasitas dan kapabilitasnya”.

(2)

2.1.2 Bahasa Pemograman

Bahasa Pemograman yang digunakan diantaranya adalah:

1. PHP

Menurut Sibero (2011:49) “PHP adalah pemograman interprenter yaitu proses penerjemahan baris kode sumber menjadi kode mesin yang dimengerti komputer secara langsung pada saat baris kode dijalankan”.

2. HTML (Hyper Text Markup Language)

Menurut Anhar (2010:40) memberikan pengertian bahwa: “HTML (HyperText Markup Language) adalah sekumpulan simbol-simbol atau tag-tag yang dituliskan dalam sebuah file yang digunakan untuk menampilkan halaman pada web browser”.

3. Java Script

Menurut Sibero (2011: 150) “Java Script adalah bahasa skrip (Scripting Language) yaitu kumpulan instruksi perintah yang digunakan untuk mengendalikan beberapa bagian dari sistem operasi. Bentuk bahas skrip dari javascript mengambil model penulisan pada pemograman C dan java, yang terdiri dari variabel dan fungsi lainnya.”

4. CSS (Cascading Style Sheet)

Menurut Saputra dan Feni Agustin (2012:5) memberi pengertian bahwa “CSS atau yang memiliki kepanjangan Cascading Style Sheet, merupakan suatu bahasa pemrograman web yang digunakan untuk mengendalikan dan membangun berbagai komponen dalam web sehingga tampilan akan lebih rapih, terstruktur dan seragam”.

(3)

2.1.3 Basis Data

Menurut Irawan (2009:37) memberikan pengertian bahwa: ”Database adalah struktur data tempat menyimpan informasi yang terorganisir. Database terbentuk dari susunan beberapa tabel yang terdiri dari banyak baris dan kolom”.

Menurut Saputra dan Feni Agustin (2012:7) “MYSQL merupakan salah satu database popular dan mendunia, MySQL bekerja menggunakan SQL Language (Structure Query Lnguage). Itu dapat diartikan bahwa MySQL merupakan standar pengguna database didunia untuk pengolahan data”.

2.1.4 Model Pengembangan Perangkat Lunak

Menurut A.S. Rosa dan M.Shalahudin (2016:28) “Model SDLC (Software Development Life Cycle) air terjun (Waterfall) sering juga di sebut model sekuensi linier (Sequential liniar) atau alur hidup klasik (classic life cycle). Model air terjun menyediakan pendekatan alur hidup perangkat lunak secara sekuensial atau terurut dimulai dari analisis, desain, pengkodean, pengujian, dan tahap pendukung (support)”. Berikut adalah gambar model air terjun:

Sumber: A.S. Rosa dan M.Shalahudin Gambar II.1.

Ilustrasi Model Waterfall

(4)

2.2. Teori Pendukung 2.2.1. Struktur Navigasi

Menurut Binanto (2010:268) “Struktur navigasi adalah gabungan dari struktur referensi informasi situs web dan mekanisme link yang mendukung pengunjung untuk melakukan penjelajahan situs”. Ada empat macam bentuk dasar struktur navigasi, Berikut ini struktur navigasi yang sering digunakan:

1. Linear

Menurut Binanto (2010:269) menjelaskan bahwa “Struktur navigasi linear Pengguna akan melakukan navigasi secara berurutan, dari frame atau byte informasi yang satu ke yang lainnya”.

Sumber: Binanto (2010:269)

Gambar II.2.

Struktur Navigasi Linear 2. Hierarchi

Struktur Hierarchi (bercabang) untuk menampilkan data berdasarkan kriteria tertentu. Informasi pada halaman utama disebut parent dan informasi pada cabangnya disebut child.“Struktur dasar ini disebut juga struktur linear dengan percabangan karena pengguna melakukan navigasi di sepanjang cabang pohon struktur yang terbentuk oleh logika isi” (Binanto, 2010:269).

(5)

Sumber: Binanto (2010:269)

Gambar II.3.

Struktur Navigasi Hierarchi

3. Non-Linear

Pada struktur ini diperkenankan membuat navigasi bercabang tidak terikat pada jalur yang ditentukan sebelumnya. “Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas melalui isi proyek dengan tidak terikat dengan jalur yang sudah ditentukan sebelumnya” (Binanto, 2010:269).

Sumber: Binanto (2010:270)

Gambar II.4.

Struktur Navigasi Non-Linear 4. Composite

Menurut Binanto (2010:270) struktur navigasi composite “Pengguna akan melakukan navigasi dengan bebas (secara non-linear), tetapi terkadang

(6)

dibatasi presentasi linear film atau informasi penting dan pada data yang paling terorganisasi secara logis pada suatu hierarchi”. Struktur Navigasi Composite (campuran) merupakan gabungan dari ketiga struktur sebelumnya.

Sumber: Binanto (2010:270)

Gambar II.5.

Struktur Navigasi Composite

2.2.2. Enterprise Relationship Diagram

1. ERD ( Entity Relationship Diagram)

Menurut Fathansyah (2007:79) Entity Relationship Diagram (ERD) merupakan “model yang berisi komponen-komponen Himpunan Entitas dan Himpunan Relasi yang masing-masing dilengkapi dengan atribut-atribut yang merepresentasikan seluruh fakta dari dunia nyata”.

2. Komponen Entity Relationship Diagram (ERD)

Komponen simbolik di dalam Diagram E-R yang dapat digunakan menurut Fathansyah (2007:79) adalah :

a. Persegi panjang, menyatakan Himpunan Entitas b. Lingkaran / elip, menyatakan Atribut

c. Belah ketupat, menyatakan Himpunan Relasi

(7)

d. Garis, sebagai penghubung antara Himpunan Relasi dengan Himpunan Entitas dan Himpunan Entitas dengan Atributnya.

e. Kardinalitas dapat dinyatakan dengan banyaknya garis cabang atau dengan pemakaian angka.

Tabel II.1

Notasi-notasi Simbolik Diagram ER

Notasi Keterangan

Entitas

Relasi

Atribut

Penghubung

Sumber : Fathansyah (2007:79)

Entity set direpresentasikan dalam bentuk tabel dan nama yang unik. Setiap tabel terdiri dari sejumlah kolom. Masing-masing kolom diberi nama yang unik pula. Entity set terbagi atas :

1. Strong entity set, entity set yang satu atau lebih atributnya digunakan oleh entity set lain sebagai key.

2. Weak entity set. Entity set yang dependent terhadap strong entity set.

Keberadaan entity tersebut tergantung keberadaan entity lain. Entity lain

(8)

tersebut disebut identifying owner dan relationship nya disebut identifying relationship.

3. Derajat Relationship

Menurut Fathansyah (2007:79) “Relasi jumlah entity yang berpartisipasi di dalam suatu relationship.”

Ada tiga derajat Relationship dalam ERD, yaitu:

a. Unary (Derajat Satu )Yaitu satu relationship yang dihubungkan dengan satu entity, dimana penghubungnya ada dua.

Sumber : Fathansyah (2007:79)

Gambar II.6. Derajat Satu

b. Binary (Derajat Dua) Yaitu satu relationship dihubungkan dengan dua entity yang berbeda.

Sumber : Fathansyah (2007:79)

Gambar II.7. Derajat Dua

c. Ternary (Derajat Tiga) Yaitu satu relationship menghubungkan tiga entity yang berbeda satu sama lain.

(9)

Sumber : Fathansyah (2007:79)

Gambar II.8. Derajat Tiga

4. LRS (Logical Record Structure)

Menurut Frieyadie (2007 : 13) “ LRS merupakan hasil dari pemodelan Entity Relation (ER) beserta atributnya sehingga bisa terlihat hubungan-hubungan antar entitas”.

Contoh :

<Nama Field Kunci Utama>

<Nama Field 2>

<Nama Field 3>

…..

…..

<Nama Field N>

(Sumber : Frieyadie, 2007)

Gambar II.9. Logical Record Srtucture Dalam pembuatan LRS terdapat 3 hal yang dapat mempengaruhi yaitu :

a. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada satu (one-to-one), maka di gabungkan dengan entitas yang lebih kuat (strong entity), atau digabungkan dengan entitas yang memiliki atribut yang lebih sedikit.

(10)

b. Jika tingkat hubungan (cardinality) satu pada banyak (one-to-many), maka hubungan relasi atau digabungkan dengan entitas yang tingkat hubungannya banyak.

c. Jika tingkat hubungan (cardinality) banyak pada banyak (many-to-many), maka hubungan relasi tidak akan digabungkan dengan entitas manapun, melainkan menjadi sebuah LRS.

2.2.3. Pengujian Web (black box testing)

Menurut Rizky (2011:264) “Black box testing adalah yang memperlakukan perangkat lunak yang diketahui kinerja internalnya. Sehingga para tester memandang perangkat lunak seperti layaknya sebuah “kotak hitam” yang tidak penting dilihat isinya, tapi cukup dikenal proses testing dibagian luar jenis testing ini hanya memandang perangkat lunak dari”. Beberapa testing yang tergolong dalam Black Box Testing antara lain:

1. Equvalence Partition Pada teknik ini, tiap inputan data dikelompokan kedalam grup tertentu yang kemudian dibanddingkan dengan outputnya.

2. Boundary Value Analysis Merupakan teknik yang sangat umum digunakan pada saat awal sebuah perangkat lunak selesai dikerjakan. Pada teknik ini, dilakukan inputan yang melebihi dari batasan sebuah data.

3. Cause Effect Graph Dalam teknik ini, dilakukan proses testing yang menghubungkan sebab dari sebuah inputan dan akibatnya pada output yang dihasilkan.

(11)

4. Random Data Selection Seperti namanya, teknik ini berusaha mellakukan proses inputan data dengan menggunakan nilai acak. Dari hasil tersebut kemudian dibuat sebuah tabel yang menyatakan validasi dari output yang dihasilkan.

5. Feature Test Pada teknik ini dilakukan proses testing terhadap spesifikasi dari perangkat lunak yang telah selesai dikerjakan.

Gambar

Ilustrasi Model Waterfall
Gambar II.2.
Gambar II.4.
Gambar II.5.
+4

Referensi

Dokumen terkait

Memberikan petunjuk bagi dosen dan mahasiswa tentang pelaksanaan ujian tengah semester dan ujian akhir pada Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan

1) Dependent variable (Y) atau variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas (Sugiyono, 2012:62). Variabel terikat dalam penelitian ini adalah

Menyajikan hasil pengamatan tentang hasil-hasil kebudayaan dan pikiran masyarakat Indonesia pada masa Praaksara, masa Hindu-Budha, dan masa Islam dalam aspek geografis,

Gambar sket di bawah adalah denah rumah tinggal, menggunakan konstruksi dinding batu bata dengan tebal pasangan satu bata dan setengah bata. S1 s/d S6 adalah titik-titik

Jenis tumbuhan bawah yang berasosiasi adalah Imperata cylindica, tumbuhan merambat, semak berdaun lebar dan sempit (daun pita) antara lain, pakis, jelatang dan beberapa jenis

Sebaliknya individu yang memiliki tingkat pe- ngetahuan tentang agama yang rendah akan melakukan perilaku seks bebas tanpa berpikir panjang terlebih dahulu sehingga

Kemampuan speaking adalah kemampuan siswa dalam menghasilkan suara, kata, dan ucapan. Oleh karena itu, speaking menjadi salah satu aspek yang dominan dalam pembelajaran

(2017b) developed a constrained integrated total Kalman filter (CITKF) as a solution to DEIV model since a quadratic constraint may appear the navigation