• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONTRIBUSI PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KONTRIBUSI PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

KONTRIBUSI PELAYANAN GIZI RUMAH SAKIT

DALAM MENINGKATKAN ANGKA KESEMBUHAN MENURUNKAN LAMA RAWAT RISIKO MATI, DAN BIAYA PERAWATAN DI RUMAH SAKIT

Dr. Hamam Hadi

Centre for Health and Human Nutrition

Faculty of Medicine, University of Gadjah Mada

FROM THE SARMILLA STUDY Ambhara, 13 Oktober 2010

(2)

PENDAHULUAN

 Prevalensi malnutrisi rumah sakit masih tinggi

Malnutrisi rumah sakit dilaporkan berhubungan dengan lama rawat, biaya rumah sakit,

dan risiko komplikasi infeksi di rumah sakit

 Malnutrisi Rumah sakit merupakan malapetaka yang bisa dicegah/ diturunkan kejadiannya

 Di Indonesia belum ada data tentang dampak perubahan status gizi terhadap outcome

hospitalisasi

(3)

PENELITIAN SARMILA

TUJUAN

Mengetahui efek dari perubahan status gizi terhadap:

lama rawat inap di RS

biaya rawat di RS

angka kesembuhan

angka kematian di RS

(4)

CARA PENELITIAN

Rancangan : Concurrent prospective study

Subjek:

• Pasien dewasa (  18 tahun)

• Masuk rumah sakit untuk rawat inap

• lama rawat >= 7 hari

• Tidak hamil dan tidak menyusui

• Tidak mengalami gangguan jiwa

• Dari bangsal penyakit dalam dan p. syaraf

Lokasi : RS Sardjito, RS Djamil, RS Sangla

Waktu : Agustus 2002 – Agustus 2003

(5)

Prosedur Pengumpulan Data

 Status Gizi diukur dengan menggunakan

subjective global assessment (SGA) pada awal masuk dan pulang dari RS

 Asupan zat gizi dikumpulkan menggunakan form comstock dan recall 24 jam

 Diagnosa penyakit, lama rawat, ada tidaknya rawat inap 6 bulan terakhir, dan biaya

perawatan didapatkan dari catatan medis

(6)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%)

Jenis Kelamin Laki-laki

Perempuan

51 (52,6)

46 (47,4)

75 (50,3)

74 (49,7)

18 (47,4)

20 (52,6)

40 (52,0)

37 (48,0)

0,3510 0,950

Jumlah 97 149 38 77

(7)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%) Umur (Thn)

18-27 22

(22,7)

30 (20,1)

7 (18,4)

17 (22,1)

18,5919 0,233

28-37 16

(16,5)

20 (13,4)

8 (21,1)

8 (10,4)

36-47 13

(13,4)

29 (19,5)

5 (13,2)

10 (13,0)

48-57 21

(21,7)

27 (18,1)

6 (15,8)

25 (32,5)

58-67 18

(18,6)

20 (13,4)

8 (21,1)

13 (16,9)

 68 7

(7,2)

23 (15,4)

4 (10,5)

4 (5,2)

Jumlah 97 149 38 77

(8)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%)

Diagnosis Infeksi Noninfeksi

43 (44,3)

54 (55,7)

84 (56,4)

65 (43,6)

18 (47,4)

20 (52,6)

27 (35,1)

50 (69,4)

9,8670 0,02*

Jumlah 97 149 38 77

(9)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%)

Energi Awal

80%

<80%

33 (34,0)

64 (66,0)

65 (43,6)

84 (56,4)

8 (21,1)

30 (78,9)

18 (23,4)

59 (76,6)

12,7790 0,01*

Jumlah 97 149 38 77

(10)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%) Pernah

R.Inap 6 bl Terakhir

Ya Tidak

13 (13,4)

84 (86,6)

19 (12,8)

120 (87,2)

9 (23,7)

29 (76,3)

28 (36,4)

49 (63,6)

21,2811 0,00*

Jumlah 97 149 38 77

(11)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%)

9.Langsung Masuk RS

Ya Tidak

71 (73,2)

26 (26,8)

101 (67,8)

48 (32,2)

22 (57,9)

16 (42,1)

30 (39,0)

47 (61,0)

27,6305 0,00*

Jumlah 97 149 38 77

(12)

Karakteristik Subjek Pada Awal Penelitian

Perubahan Status Gizi Normal

®

Meningkat Tetap Menurun 2 p Variabel

n(%) n(%) n(%) n(%)

Lama R.Sblm Masuk RS

>7 hari

7 hari

10 (10,3)

87 (89,7)

26 (17,5)

123 (82,5)

8 (21,1)

10 (78,9)

24 (31,2)

53 (68,8)

11,8089 0,01*

Jumlah 97 149 38 77

(13)

Distribusi Status Gizi Subjek Pada Saat Masuk dan Pada Saat Keluar Rumah Sakit

Status Gizi Saat Keluar RS2

Baik Sedang Buruk 2 p Status Gizi

Saat Masuk

RS n(%) n(%) n(%)

Baik 97 32 12 32,7762 0,001

43,3 44,4 (18,5)

Sedang 102 18 33

45,5 25,0 (50,8)

Buruk 25 22 20

11,2 30,6 (30,8)

Jumlah 224 72 65

Keterangan:

1 = signifikan dengan p<0,05

(14)

Lama Rawat Inap di Rumah Sakit berdasarkan Empat Kategori Perubahan Status Gizi

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

Lama Rawat Inap (hari)

3

Baik ® 97 10,0

1

 1,7

Meningkat 149 12,2

2

 1,7

Tetap 38 13,9

2

 2,0

Menurun 77 14,9

2

 1,8

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(15)

Lama Rawat Inap di Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama

Rawat Inap (hari)

3

Baik Baik 97 10,1

1

 1,7

Baik Sedang 32 13,7

2

 2,0 Baik Buruk 12 17,5

2

 2,6

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(16)

Lama Rawat Inap di Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama

Rawat Inap (hari)

3

Baik Baik 97 10,1

1

 1,7

Sedang Baik 102 12,3

2

 1,7 Sedang Sedang 18 13,1

2

 2,3 Sedang Buruk 33 15,6

2

 2,0

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(17)

Lama Rawat Inap di Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama

Rawat Inap (hari)

3

Baik Baik 97 10,1

1

 1,7

Buruk Baik 25 12,2

 2,2 Buruk Sedang 22 12,9

 2,4 Buruk Buruk 20 14,9

2

 2,4

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(18)

Biaya Rumah Sakit berdasarkan

Empat Kategori Perubahan Status Gizi

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)

3

Baik-baik ® 97 1,481

1

 0,261 Meningkat 149 1,710

2

 0,254 Tetap 38 1,783

2

 0,302

Menurun 77 1,672

2

 0,260

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(19)

Biaya Rumah Sakit berdasarkan

Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)

3

Baik Baik 97 1,541

1

 0,261 Baik Sedang 32 1,565

 0,290 Baik Buruk 12 2,471

2

 0,373

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(20)

Biaya Rumah Sakit berdasarkan

Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)

3

Baik Baik 97 1,541

1

 0,261 Sedang Baik 102 1,712  0,256 Sedang Sedang 18 1,783

 0,352 Sedang Buruk 33 1,668

 0,285

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(21)

Biaya Rumah Sakit berdasarkan

Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)

3

Baik Baik 97 1,541

1

 0,261 Buruk Baik 25 1,676

 0,322 Buruk Sedang 22 2,102

2

 0,344 Buruk Buruk 20 1,924

2

 0,346

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(22)

Lama Rawat Inap dan Biaya Rumah Sakit berdasarkan

Empat Kategori Perubahan Status Gizi

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

Lama Rawat Inap

(hari)

3

Biaya Rumah Sakit

(Rp juta)

3

Baik ® 97 10,0

1

 1,7 1,481

1

 0,261

Meningkat 149 12,2

2

 1,7 1,710

2

 0,254

Tetap 38 13,9

2

 2,0 1,783

2

 0,302

Menurun 77 14,9

2

 1,8 1,672

2

 0,260

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(23)

Lama Rawat Inap dan Biaya Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama Rawat Inap (hari)

3

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)

3

Baik Baik 97 10,1

1  1,7

1,541

1  0,261

Baik Sedang 32 13,7

2  2,0

1,565

 0,290

Baik Buruk 12 17,5

2  2,6

2,471

2  0,373

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(24)

Lama Rawat Inap dan Biaya Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama Rawat Inap (hari)3

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)3

Baik Baik 97 10,11  1,7 1,5411  0,261 Sedang Baik 102 12,32  1,7 1,712  0,256 Sedang Sedang 18 13,12  2,3 1,783  0,352 Sedang Buruk 33 15,62  2,0 1,668  0,285

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(25)

Lama Rawat Inap dan Biaya Rumah Sakit berdasarkan Sembilan Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

Lama Rawat Inap (hari)3

Biaya Rumah Sakit (Rp juta)3

Baik Baik 97 10,11  1,7 1,5411  0,261 Buruk Baik 25 12,2  2,2 1,676  0,322 Buruk Sedang 22 12,9  2,4 2,1022  0,344 Buruk Buruk 20 14,92  2,4 1,9242  0,346

Keterangan:

1

= Baik-baik sebagai reference

2

= signifikan dengan p<0,05 (analisis regresi)

3

= mean  standard error.

(26)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan Tidak Sembuh berdasarkan 4 Kategori Perubahan Status Gizi

Outcome: Tdk Sembuh Vs Sembuh

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik-baik ® 97 1

Meningkat 149 1,47 0,666 - 3,255

Tetap 38 3,71 1,154 - 11,971

Menurun 77 3,27 1,165 - 9,164

Keterangan:

=

Baik-baik

sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(27)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan Tidak Sembuh berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Sembuh Vs Sembuh

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik 97 1

Baik Sedang 32 4,42 1,187 - 16,474 Baik Buruk 12 6,79 1,190 - 38,790

Keterangan:

=

Baik-baik

sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(28)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan Tidak Sembuh berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Sembuh Vs Sembuh

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik 97 1

Sedang Baik 102 1,98 0,812 - 4,815 Sedang Sedang 18 2,01 0,499 - 8,119 Sedang Buruk 33 2,06 0,579 - 7,322

Keterangan:

=

Baik-baik

sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(29)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan Tidak Sembuh berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Sembuh Vs Sembuh

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik 97 1

Buruk Baik 25 1,18 0,356 - 3,909 Buruk Sedang 22 0,77 0,186 - 3,148 Buruk Buruk 20 7,57 1,472 - 38,915

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(30)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan

Tidak Membaik berdasarkan 4 Kategori Perubahan Status Gizi

Outcome: Tdk membaik Vs Membaik

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik-baik ® 97 1

Meningkat 149 1,09 0,286-4,151

Tetap 38 6,76 1,755-26,060

1

Menurun 77 3,21 0,906-11,346

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(31)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan

Tidak Membaik berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Membaik Vs Membaik

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR 1 95%CI

Baik Baik 97 1

Baik Sedang 32 2,50 0,590-10,608 Baik Buruk 12 5,87 1,090-31,632

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(32)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan

Tidak Membaik berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Membaik Vs Membaik

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik 97 1

Sedang Baik 102 1,53 0,386-6,053 Sedang Sedang 18 2,53 0,371-17,316 Sedang Buruk 33 3,22 0,758-13,658

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(33)

Risiko Pulang dari Rumah Sakit dalam Keadaan

Tidak Membaik berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Tdk Membaik Vs Membaik

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik  97 1

Buruk Baik 25 0,60 0,03-5,42 Buruk Sedang 22 0,65 0,060-7,304 Buruk Buruk 20 12,08 2,603-56,109

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(34)

Risiko Mati di Rumah Sakit dalam

berdasarkan 4 Kategori Perubahan Status Gizi

Outcome: mati vs tdk mati

Perubahan Status Gizi

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik-baik ® 97 1

Meningkat 149 1,18 0,099 - 14,163

Tetap 38 11,15 1,100 - 113,090

Menurun 77 12,48 1,347 - 115,528

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(35)

Risiko Mati di Rumah Sakit

berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Mati Vs Tdk Mati

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR 1 95%CI

Baik Baik  97 1

Baik Sedang 32 6,68 0,530-84,130 Baik Buruk 12 24,03 1,716-336,492

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(36)

Risiko Mati di Rumah Sakit

berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Mati Vs Tdk Mati

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR 1 95%CI

Baik Baik  97 1

Sedang Baik 102 0,87 0,051-14,832 Sedang Sedang 18 13,78 1,077-176,390 Sedang Buruk 33 19,82 1,657-237,21

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(37)

Risiko Mati di Rumah Sakit

berdasarkan 9 Kategori Perubahan Status Gizi

Status Gizi Outcome: Mati Vs Tdk Mati

Masuk RS Keluar RS

Jumlah Subjek

OR

1

95%CI

Baik Baik 97 1

Buruk Baik 25 1,87 0,020-27,8 Buruk Sedang 22 4,39 0,237-81,507 Buruk Buruk 20 7,96 0,519-122,196

Keterangan:

= Baik-baik sebagai reference

1 = Odds Ratio didapat dari analysis Logistik Regresi berganda dengan mengendalikan faktor jenis kelamin, umur,

diagnosa penyakit, langsung masuk RS, lama rawat sebelum masuk RS, dan asal RS

(38)

Asupan energi berdasarkan kategori perubahan status gizi

1300 1350 1400 1450 1500 1550 1600 1650 1700

Baik-baik Meningkat Tetap Menurun Perubahan status gizi

Asupan energi (kkal / hr)

(39)

Hubungan Antara Asupan Energi 3 Hari Pertama

dan Asupan Energi Selama di RS

(40)

Kesimpulan

1. Pasien yang mengalami penurunan status gizi mempunyai lama rawat lebih panjang 2. Pasien yang mengalami penurunan status

gizi menanggung biaya RS lebih tinggi

3. Pasien yang mengalami penurunan status gizi mempunyai risiko tidak sembuh lebih tinggi

4. Pasien yang mengalami penurunan status

gizi mempunyai risiko mati di RS lebih tinggi

(41)

PELAYANAN MAKANAN/ GIZI RUMAH SAKIT DAN KELUARANNYA

Selera Pasien Meningkat

Intake Nutrisi Pasien Meningkat

Kemungkinan Terpenuhinya Kebutuhan Nutrisi

Meningkat

More Desireable Outcome:

Kesembuhan, LOS,Biaya

Selera Org Lain Meningkat

Kepuasan:

•Pasien

•Keluarga Pasien

•Pegawai lainnya Kemungkinan

Kembali ke RS tsb apabila diperlukan

Meningkat Pemasukan Rumah Sakit

Meningkat Pelayanan Makanan di Rumah Sakit

yang baik

Referensi

Dokumen terkait

Tahap ketiga peneliti meminta bantuan untuk melakukan penilaian ( expert judgment ) kepada dua penguji ahli yaitu dosen Bimbingan dan Konseling, Dr. Awaludin Tjalla

Hal ini dikarenakan karena metode RSA menggunakan 2 kunci untuk melakukan proses persandian data yang dimana kunci pertama (public key) yang digunakan untuk melakukan

Dalam hal ini tingkat kesegaran jasmani pada siswa putra kelas V SD Negeri Gugus Raden Ajeng Kartini Kecamatan Reban Kabupaten Batang Tahun Pelajaran 2009 tersebut masih

Komunikasi non verbal adalah setiap bentuk perilaku manusia yang langsung dapat diamati oleh orang lain dan yang mengandung informasi tertentu tentang pengirim

Perilaku ingestif meliputi makan dan minum, termasuk perilaku mematuk (yang dikategorikan sebagai salah satu bentuk perilaku makan). Burung di alam pada umumnya

Inpres tersebut, selanjutnya diperkuat dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 15 tahun 2012 tentang Harga Jual Eceran dan Konsumsi Pengguna Jenis BBM tertentu, yang

Tugas Akhir dengan judul OPTIMALISASI BIAYA PERAWATAN MESIN DENGAN METODE RANTAI MARKOV telah diuji dan dipertahankan dihadapan Dewan penguji Tugas Akhir sebagai

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan mikoriza sebagai agen bioremediasi pada tanah tercemar logam berat yaitu: (1) tingkat toleransi MA terhadap logam berat, (2)