• Tidak ada hasil yang ditemukan

PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2008 dan 2007 (Dalam Rupiah Penuh)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PT SIERAD PRODUCE Tbk DAN PERUSAHAAN ANAK NERACA KONSOLIDASIAN Per 31 Desember 2008 dan 2007 (Dalam Rupiah Penuh)"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2008 2007

Rp Rp

ASET

ASET LANCAR

Kas dan Setara Kas 2.c, 2.d, 3 46.047.313.376 9.051.640.386

Piutang Usaha

(Setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar Rp 127.160.995.225 dan Rp 116.758.758.756

masing-masing pada 31 Desember 2008 dan 2007) 2.f, 4 244.167.364.028 202.598.411.661

Piutang Lain-lain 5 12.258.264.348 8.578.849.947

Persediaan 2.g, 6 292.498.954.027 312.630.912.658

Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek 2.h, 7 55.715.491.575 55.938.118.580

Biaya Dibayar di Muka 3.324.067.425 3.133.951.379

Pajak Dibayar di Muka 2.o, 8 13.796.256.767 7.747.470.021

Uang Muka Pembelian 9 84.433.391.133 51.205.335.436

Jumlah Aset Lancar 752.241.102.679 650.884.690.068

ASET TIDAK LANCAR

Investasi pada Perusahaan Asosiasi - Bersih 2.e, 10 -- --

Investasi Jangka Panjang Lainnya - Bersih 2.e, 11 -- --

Piutang Hubungan Istimewa 29 42.073.275.777 42.423.468.210

Aset Pajak Tangguhan 2.o, 12.b 57.858.432.436 74.664.125.084

Aset Tetap

(Setelah dikurangi akumulasi penyusutan sebesar Rp 402.792.314.569 dan Rp 365.924.320.292

masing-masing pada 31 Desember 2008 dan 2007) 2.i, 2.l, 13 479.497.193.994 485.503.960.070

Uang Muka Pembelian Aset Tetap 18.258.251.169 3.582.885.251

Aset Tetap yang Tidak Digunakan 2.j, 14 34.350.637.619 37.446.931.719

Uang Jaminan yang Dapat Diterima Kembali 427.723.716 266.698.000

Jumlah Aset Tidak Lancar 632.465.514.712 643.888.068.334

JUMLAH ASET 1.384.706.617.390 1.294.772.758.402

(5)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2008 2007

Rp Rp Rp

KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR

Hutang Usaha 2c, 15 86.973.868.761 150.708.261.985

Biaya yang Masih Harus Dibayar 16 18.458.701.018 14.900.304.146

Hutang Pajak 2.o, 12.c 10.521.002.698 9.607.455.878

Kewajiban Jangka Panjang yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun

Hutang Bank 17 199.892.148.061 83.781.591.393

Hutang Sewa Pembiayaan 2.k, 18 1.645.570.583 1.165.476.934

Kewajiban Lancar Lainnya 11.886.631.753 10.381.405.004

Jumlah Kewajiban Lancar 329.377.922.874 270.544.495.340

KEWAJIBAN TIDAK LANCAR

Kewajiban Jangka Panjang Setelah Dikurangi Bagian yang Jatuh Tempo dalam Waktu Satu Tahun

Hutang Bank 17 -- 35.598.892

Hutang Sewa Pembiayaan 2.k, 18 2.191.362.905 2.438.513.293

Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja 2.p, 19 19.847.867.262 15.718.293.246

Jumlah Kewajiban Tidak Lancar 22.039.230.167 18.192.405.431

JUMLAH KEWAJIBAN 351.417.153.041 288.736.900.771

HAK MINORITAS 224.992.064 224.916.218

EKUITAS Modal Saham

Modal dasar: 73.099.900 saham seri A nominal Rp 5.000 per saham, 650.686.609 saham seri B nominal Rp 3.000 per saham dan 65.140.785.747 saham seri C nominal Rp 100 per saham Ditempatkan dan disetor penuh 73.099.900 saham

seri A; 650.686.609 saham seri B dan

8.667.321.984 saham seri C 1.d, 20 3.184.291.525.400 3.184.291.525.400

Tambahan Modal Disetor - Bersih 21 237.474.479.595 237.474.479.595

Selisih Penilaian Kembali Aset Tetap 22 -- 347.703.892.066

Defisit (2.388.701.532.710) (2.763.658.955.648)

Jumlah Ekuitas 1.033.064.472.285 1.005.810.941.413

JUMLAH KEWAJIBAN, HAK MINORITAS DAN EKUITAS 1.384.706.617.390 1.294.772.758.402

0 0

(6)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2008 2007

Rp Rp

PENJUALAN BERSIH 2.m, 23 2.331.686.331.402 1.632.453.613.659

BEBAN POKOK PENJUALAN 2.m, 24 2.115.923.956.080 1.473.863.801.507

LABA KOTOR 215.762.375.322 158.589.812.152

BEBAN USAHA

Beban Penjualan 2.m, 25 27.834.180.121 21.372.770.915

Beban Umum dan Administrasi 2.m, 26 113.474.960.012 88.300.173.413

Jumlah Beban Usaha 141.309.140.133 109.672.944.328

LABA USAHA 74.453.235.189 48.916.867.824

PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN

Penjualan Lain-lain 27 3.293.938.634 3.219.941.254

Keuntungan (Kerugian) Penjualan Aset Tetap dan

Aset Tetap yang Tidak Digunakan 13,14 891.582.843 (464.949.722)

Penghasilan Bunga Deposito dan Jasa Giro 605.159.974 370.795.502

Keuntungan (Kerugian) Selisih Perhitungan dan

Perolehan Persediaan 6, 30.b 32.091.944 (1.311.275.439)

Rugi Sehubungan dengan Penghapusan Investasi 1.c -- (326.505.809)

Biaya Restrukturisasi -- (930.666.054)

Kerugian Selisih Pembayaran (126.461.357) (149.594.680)

Laba (Rugi) Selisih Kurs Mata Uang Asing - Bersih 2.c, 33 (1.743.242.278) (1.010.087.335) Beban Penghapusan Langsung dan Penyisihan

Piutang Ragu-ragu 2.f, 4 (10.912.363.483) (805.127.380)

Beban Keuangan 17 (25.224.774.181) (4.701.443.158)

Lain-lain - Bersih 2.790.132.084 4.023.294.774

Beban Lain-Lain - Bersih (30.393.935.820) (2.085.618.047)

LABA SEBELUM PAJAK PENGHASILAN 44.059.299.369 46.831.249.777

BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2.o, 12.a

Kini -- --

Tangguhan (16.805.692.651) (25.632.022.624)

Jumlah Beban Pajak Penghasilan (16.805.692.651) (25.632.022.624)

LABA SEBELUM HAK MINORITAS 27.253.606.718 21.199.227.153

HAK MINORITAS ATAS BAGIAN RUGI BERSIH

PERUSAHAAN ANAK (75.846) (2.784.591)

LABA BERSIH 27.253.530.872 21.196.442.562

LABA PER SAHAM DASAR 2.q, 28

Laba Bersih 2,90 2,26

(7)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

(Dalam Rupiah Penuh)

Modal Saham Tambahan Selisih Penilaian Selisih Kurs Karena Defisit Jumlah

Modal Disetor Kembali Penjabaran Laporan Ekuitas

Aset Tetap Keuangan

Rp Rp Rp Rp Rp Rp

SALDO PER 31 DESEMBER 2006 3.184.291.525.400 237.474.479.595 347.703.892.066 (34.433.888) (2.784.855.398.210) 984.580.064.963

Laba Bersih -- -- -- -- 21.196.442.562 21.196.442.562

Dampak Penghapusan Investasi

pada Myanmar Sierad Ltd. -- -- -- 34.433.888 -- 34.433.888

SALDO PER 31 DESEMBER 2007 3.184.291.525.400 237.474.479.595 347.703.892.066 -- (2.763.658.955.648) 1.005.810.941.413

Dampak Penerapan PSAK 16

(Revisi 2007) mengenai Aset Tetap -- -- (347.703.892.066) -- 347.703.892.066 --

Laba Bersih -- -- -- -- 27.253.530.872 27.253.530.872

SALDO PER 31 DESEMBER 2008 3.184.291.525.400 237.474.479.595 -- -- (2.388.701.532.710) 1.033.064.472.285

`

(8)

Lihat Catatan atas Laporan Keuangan Konsolidasian yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Laporan ini

(Dalam Rupiah Penuh)

Catatan 2008 2007

Rp Rp

ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI

Penerimaan Kas dari Pelanggan 2.292.099.748.850 1.613.725.865.307

Pembayaran Kas kepada Pemasok dan Pihak

Ketiga Lainnya (2.222.821.178.730) (1.609.666.868.463)

Pembayaran kepada Karyawan (80.956.776.299) (62.026.356.888)

Pembayaran Pajak - Bersih (12.944.089.265) (7.420.753.935)

Pembayaran Bunga - Bersih (26.342.294.490) (4.670.674.837)

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Operasi (50.964.589.935) (70.058.788.816) ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI

Penjualan Aset Tetap dan Aset Tetap yang

Tidak Digunakan 1.851.837.712 659.645.143

Perolehan Aset Tetap (32.056.396.787) (22.059.493.443)

Pelepasan Investasi -- 1.245.890.840

Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (30.204.559.075) (20.153.957.460) ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN

Penerimaan Pinjaman Bank 116.323.375.372 185.314.569.222

Pembayaran Hutang Bank dan Hutang Sewa Pembiayaan (2.569.783.489) (102.585.597.622) Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Pendanaan 113.753.591.883 82.728.971.600 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 32.584.442.873 (7.483.774.676) LABA SELISIH KURS YANG BELUM DIREALISASI

ATAS KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 4.411.230.117 7.656.084 KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN SETARA KAS 36.995.672.990 (7.476.118.592) KAS DAN SETARA KAS PADA AWAL TAHUN 9.051.640.386 16.679.001.980 Penyesuaian Saldo Sehubungan dengan Penghapusan /

Penjualan Perusahaan Anak -- (151.243.002)

KAS DAN SETARA KAS PADA AKHIR TAHUN 2.c, 2.d, 3 46.047.313.376 9.051.640.386 Jumlah Kas dan Setara Kas pada Akhir Tahun terdiri dari:

Kas 576.428.975 877.151.389

Bank 14.804.876.853 5.340.488.997

Deposito 30.666.007.548 2.834.000.000

Jumlah 46.047.313.376 9.051.640.386

(9)

1. Umum

1.a. Pendirian Perusahaan

PT Sierad Produce Tbk (selanjutnya disebut APerusahaan@) didirikan dengan akta No. 17 tanggal 6 September 1985 dari Raden Santoso, notaris di Jakarta dan diubah dengan akta No. 27 tanggal 16 April 1986 dari Notaris yang sama. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. C2-4506.HT.01.01.TH.86 tanggal 26 Juni 1986.

Anggaran dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir pada tanggal 25 Juli 2008, berdasarkan akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No. 265, dari notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH, Msi, mengenai perubahan anggaran dasar Perseroan dan susunan pengurus Perusahaan. Akta ini telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keputusannya No. AHU-73659.AH.01.02.Tahun 2008 tanggal 14 Oktober 2008.

Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan bergerak di bidang peternakan ayam bibit induk untuk menghasilkan ayam niaga, industri pemotongan dan pengolahan ayam terpadu dengan cold storage, industri pakan ternak dan industri pengeringan jagung.

Kantor pusat Perusahaan terletak di Plaza Citiview, Kemang Jakarta Selatan, dengan tempat usaha tersebar di Bogor, Sukabumi, Tangerang, Lampung, Sidoarjodan Magelang. Hasil produksi dipasarkan di dalam negeri. Perusahaan mulai berproduksi secara komersial sejak tahun 1985.

Pada tahun 2007, Perusahaan telah mengoperasikan kembali kegiatan produksi pengeringan jagung yang berlokasi di Lampung, yang sebelumnya telah dihentikan sejak tahun 2005.

1.b. Komisaris, Direksi dan Karyawan

Berdasarkan akta pernyataan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan No.326, dari notaris Dr. Irawan Soerodjo, SH, Msi, pada tanggal 26 Juni 2008, telah disetujui pengunduran diri Albert Sitorus selaku direktur Perusahaan dan telah mengangkat Sri Sumiyarsi sebagai direktur Perusahaan.

Susunan anggota komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, adalah sebagai berikut:

2008 2007

Dewan Komisaris

Komisaris Utama (Komisaris Independen) : Antonius Yunus Supit Antonius Yunus Supit

Komisaris (Independen) : Djohan Effendy Djohan Effendy

Komisaris : Sri Lestari Anwar Sri Lestari Anwar

Komisaris : Fransiscus Xaverius

Awi Tantra

Fransiscus Xaverius Awi Tantra

(10)

2008 2007 Dewan Direksi

Direktur Utama : Budiardjo Tek Budiardjo Tek

Wakil Direktur Utama

(Direktur tidak Terafiliasi) : Rodolfo Paquia Pantoja Rodolfo Paquia Pantoja

Direktur : Erik Harimurti Surono Erik Harimurti Surono

Direktur : Sri Sumiyarsi Albert Sitorus

Direktur : Sik Wei Tjien Sik Wei Tjien

Direktur : Helena Megawati Wardoyo Helena Megawati Wardoyo

Susunan Komite Audit per 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

2008 2007

Ketua Komite Audit : Antonius Yunus Supit Antonius Yunus Supit

Anggota : Eman Achmad Sulaeman Eman Achmad Sulaeman

Anggota : -- Wawat Sutanto (*)

(*) Mengundurkan diri

Jumlah karyawan tetap Perusahaan pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, adalah sejumlah 1.784 dan 1.571 karyawan (tidak diaudit).

1.c. Struktur Perusahaan Anak

Perusahaan memiliki baik secara langsung maupun tidak langsunglebih dari 50% saham perusahaan anak dan atau mempunyai kendali atas manajemen perusahaan-perusahaan anak sebagai berikut:

Jumlah Aset

Perusahaan Anak Domisili Bidang Usaha

Persentase Pemilikan (Langsung dan Tidak Langsung)

Tahun Operasi Komersial

2008

Rp

2007

Rp PT Sierad Industries Jakarta Industri peralatan

peternakan ayam 99,00% 1996 18.295.738.904 16.245.313.193

PT Dwipa Mina Nusantara Bali Industri tepung ikan 100,00% 1996 2.102.551.877 1.826.349.493 PT Sierad Pangan

Nusantara

Jakarta Industri makanan dan minuman

99,99% Pra-Operasi 7.495.176.821 7.495.176.821

PT Sierad Corporation Jakarta Distribusi dan perdagangan peralatan peternakan ayam, bahan baku pakan ternak dan produk lainnya

99,99% Operasi dalam penghentian

5.408.414.874 5.408.414.874

PT Transpasifik

Niagareksa Jakarta Perdagangan 100,00% 1995 8.390.435.048 5.631.882.564

(11)

Pada tahun 2003, sesuai dengan pernyataan keputusan rapat pemegang saham PT Sierad Corporation (SC) dengan akta No. 25 tanggal 21 Oktober 2003 dari Notaris Diah Guntari Listianingsih Soemarwoto, SH, notaris di Jakarta telah disetujui usulan direksi SC untuk melakukan penghentian kegiatan (operasional) SC dan melakukan tindakan hukum yang dianggap perlu dan penting untuk penghentian kegiatan (operasional) SC sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, belum ada rencana dari manajemen SC mengenai kelanjutan atas penghentian kegiatan (operasional) SC tersebut.

Menimbang bahwa aset, kewajiban, pendapatan serta beban SC pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007, tidak material, tidak dilakukan pengungkapan terpisah dalam "Operasi dalam Penghentian" pada laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan PSAK 58, mengenai "Operasi dalam Penghentian", juga pengungkapan terpisah tidak dilakukan oleh Perusahaan secara rinci dalam laporan laba rugi konsolidasian.

Sampaidengan tanggal 31 Desember 2008, PT Sierad Pangan Nusantara, perusahaan anak, masih dalam tahap pengembangan, non aktif dan pra-operasi, serta tidak ada transaksi yang signifikan dalam perusahaan tersebut. Sementara itu, PT Transpasifik Niagareksa, perusahaan anak, pada tahun 2008 sudah mulai beroperasi kembali.

Pada tahun 2007, Perusahaan telah melakukan penghapusan atas investasinya pada Myanmar Sierad Ltd.

sebesar Rp 9.149.035. Penghapusan ini dilakukan berdasarkan pertimbangan manajemen Perusahaan bahwa izin operasional Myanmar Sierad Ltd. sudah berakhir sejak tanggal 26 Pebruari 1998 dan tidak diperpanjang lagi.

1.d. Penawaran Umum Efek Perusahaan

Pada tanggal 29 Nopember 1996, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan suratnya No. S-1946/PM/1996 untuk melakukan penawaran umum atas 250.000.000 saham kepada masyarakat dengan nilai nominal Rp 500 per saham. Sejak saat itu, Perusahaan telah melakukan hal-hal sebagai berikut :

Jumlah Saham Beredar

Tahun Keterangan Setelah Transaksi

(Lembar) 1997 Penerbitan 76.436.000 lembar saham seri A dengan nilai

nominal Rp 500 dari konversi obligasi

726.436.000

1998 Konversi obligasi 730.999.000

2001 Penerbitan saham seri B sejumlah 6.506.866.083 saham dengan nominal Rp 300, sehingga saham beredar menjadi:

seri A 730.999.000

seri B 6.506.866.083

2004 Penggabungan saham (reversed stock) sebesar 10 kali, sehingga saham yang beredar menjadi

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

2005 Konversi Hutang Obligasi Konversi dan Hutang Jangka Panjang, sehingga saham yang beredar menjadi

seri A 73.099.900

seri B 650.686.609

seri C 8.667.321.984

(12)

Peningkatan modal disetor Perusahaan, terakhir dilakukan pada tahun 2005, sehubungan dengan pelaksanaan konversi hutang obligasi konversi dan hutang jangka panjang menjadi modal saham Perusahaan, dengan mengeluarkan sebanyak 8.667.321.984 lembar saham seri C, dengan nilai nominal Rp 100 per saham.

2. Ikhtisar Kebijakan Akuntansi

2.a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan konsolidasian ini disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang antara lain adalah Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia, Peraturan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dan Pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik Industri Manufaktur dan Peternakan yang ditetapkan oleh Bapepam.

Dasar pengukuran laporan keuangan ini adalah konsep perolehan (historical cost) kecuali investasi dalam efek tertentu yang dicatat sebesar nilai wajarnya, dan persediaan yang dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan nilai realisasi bersih(the lower of cost or net realizable value). Laporan keuangan disusun dengan metode akrual kecuali laporan arus kas.

Laporan arus kas disajikan dengan metode langsung dan arus kas diklasifikasikan menjadi kegiatan operasi, investasi dan pendanaan.

Mata uang pelaporan yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah rupiah.

2.b. Prinsip-prinsip Konsolidasi

Laporan keuangan konsolidasian meliputi akun-akun dari Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak sebagaimana yang disajikan dalam Catatan 1.c.

Penyajian laporan keuangan konsolidasian dilakukan berdasarkan konsep satuan usaha (entity concept).

Seluruh akun, transaksi dan laba signifikan antara perusahaan yang dikonsolidasikan telah dieliminasi untuk mencerminkan posisi keuangan dan hasil usaha sebagai satu kesatuan.

2.c. Transaksi dan Saldo dalam Mata Uang Asing

Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal neraca, aset dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut.

Pada tanggal 31 Desember 2008 dan 2007 kurs yang digunakan adalah:

2008 2007

Rp Rp

1 USD 10.950,00 9.419,00

1 SGD 7.607,36 6.502,38

1 EUR -- 13.759,76

1 HKD 1.412,89 --

Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian tahun yang bersangkutan.

(13)

2.d. Setara Kas

Setara kas meliputi deposito dan investasi jangka pendek lainnya yang jatuh tempo kurang dari atau sama dengan 3 (tiga) bulan sejak tanggal penempatan dan tidak dijadikan jaminan.

2.e. Investasi

Efek Tersedia untuk Dijual

Investasi dalam efek tersedia untuk dijual dicatat sebesar nilai wajarnya. Keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dari kepemilikan efek ini pada tanggal neraca dikreditkan (didebit) pada akun Laba (Rugi) Belum Direalisasi dari Efek Tersedia untuk Dijual di bagian ekuitas di neraca konsolidasian.

Investasi dalam Bentuk Saham

Investasi dalam bentuk saham di mana Perusahaan secara langsung atau tidak langsung mempunyai pemilikan saham 20% sampai 50% dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, di mana biaya perolehan dari penyertaan ditambah atau dikurangi dengan bagian atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan serta dikurangi dengan pendapatan dividen. Bagian Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi disesuaikan dengan amortisasi atas perbedaan antara biaya perolehan penyertaan dan bagian pemilikan atas nilai wajar aset bersih pada tanggal akuisisi, dengan menggunakan metodegaris lurus selama 5 (lima) sampai 20 (dua puluh) tahun. Selisih bagian harga wajar dengan bagian pemilikan Perusahaan atas nilai buku aset tetap didepresiasikan sesuai dengan sisa taksiran umur aset yang bersangkutan.

2.f. Penyisihan Piutang Ragu-ragu

Penyisihan piutang ragu-ragu ditetapkan berdasarkan penelaahan yang mendalam terhadap kondisi masing-masing debitur pada akhir tahun. Saldo piutang dihapuskan melalui penyisihan piutang ragu-ragu yang bersangkutan atau langsung dihapuskan dari akun tersebut pada saat manajemen berkeyakinan penuh bahwa piutang tersebut tidak dapat ditagih.

2.g. Persediaan

Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah (the lower of cost or net realizable value). Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata. Kerusakan atau kehilangan yang ditemukan berdasarkan observasi fisik persediaan berkaitan dengan aktivitas produksi dibebankan pada beban pokok produksi, sedangkan yang tidak berkaitan dengan aktivitas produksi Perusahaan, diakui sebagai keuntungan (kerugian) atas selisih perhitungan persediaan tahun berjalan pada penghasilan (beban) lain-lain.

2.h. Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek

Ayam bibit induk dinyatakan berdasarkan biaya perolehan, ditambah biaya-biaya yang terjadi sampai dengan umur produksi optimal, dan setelah umur tersebut, biaya perolehan dan biaya-biaya yang terjadi tersebut dikurangi deplesi yang dihitung berdasarkan masa produktifnya dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method).

2.i. Aset Tetap

Aset tetap menggunakan model biaya yang dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi rugi penurunan nilai. Hak atas tanah tidak disusutkan dan disajikan sebesar biaya perolehan. Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:

Bangunan dan Prasarana : 10 - 28 tahun

Mesin dan Peralatan : 10 tahun

Peralatan dan Perabot Kantor : 3 - 10 tahun

Kendaraan Bermotor : 5 tahun

(14)

Tanah tidak disusutkan, kecuali :

(a) Kondisi kualitas tanah tak layak lagi untuk digunakan dalam operasi utama perusahaan;

(b) Sifat operasi utama meninggalkan tanah dan bangunan begitu saja apabila proyek selesai; dan (c) Prediksi manajemen atau kepastian bahwa perpanjangan atau pembaharuan hak kemungkinan besar

atau pasti tidak diperoleh.

Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi pada saat terjadinya, pemugaran dan peningkatan daya guna dalam jumlah besar dikapitalisasi. Aset tetap yang sudah tidak digunakan lagi atau yang dijual, dikeluarkan dari kelompok asettetap berikut akumulasi penyusutannya. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laporan laba rugi pada tahun yang bersangkutan.

2.j. Aset Tetap yang Tidak Digunakan

Asettetap yang tidak digunakan direklasifikasi ke aset tetap yang tidak digunakan terpisah dari aset tetap, asetini tidak disusutkan dan disajikan berdasarkan nilai terendah antara jumlah tercatat atau nilai realisasi bersih.

2.k. Sewa

Suatu sewa dikelompokkan sebagaisewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa dikelompokkan sebagai sewa operasi jika sewa tersebut tidak mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.

Pada awal masa sewa, lessee mengakui sewa pembiayaan sebagai aset dan kewajiban dalam neraca sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Penilaian ditentukan pada awal kontrak. Tingkat diskonto yang digunakan dalam perhitungan nilai kini dari pembayaran sewa minimum adalah tingkat suku bunga implisit dalam sewa, jika dapat ditentukan dengan praktis, jika tidak, digunakan tingkat suku bunga pinjaman inkremental lessee.

Biaya langsung awal yang dikeluarkan lessee ditambahkan ke dalam jumlah yang diakui sebagai aset.

Kebijakan penyusutan aset sewaan adalah konsisten dengan aset tetap yang dimiliki sendiri.

2.l. Aset dalam Penyelesaian

Aset dalam penyelesaian merupakan biaya-biaya yang berhubungan secara langsung dengan pembangunan fasilitas dan persiapan aset tetap. Biaya-biaya tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari hutang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Aset dalam penyelesaian dipindahkan ke aset tetap pada saat selesai dan siap digunakan.

2.m. Pengakuan Pendapatan dan Beban

Penjualan diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan dan hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan. Beban diakui sesuai manfaatnya pada tahun yang bersangkutan (accrual basis).

2.n. Informasi Segmen

Segmen usaha ditetapkan sebagai bentuk pelaporan segmen primer dan segmen geografis berdasarkan lokasi aset sebagai bentuk pelaporan segmen sekunder.

Segmen yang dilaporkan telah memenuhi uji 10% signifikansi.

2.o. Pajak Penghasilan

Seluruh perbedaan temporer antara jumlah tercatat aset dan kewajiban dengan dasar pengenaan pajaknya diakui sebagai pajak tangguhan dengan metode kewajiban (liability). Tarif pajak yang berlaku atau secara substansial telah berlaku digunakan dalam menentukan besarnya jumlah pajak penghasilan tangguhan.

(15)

Saldo rugi fiskal yang dapat dikompensasi diakui sebagai aset pajak tangguhan apabila besar kemungkinan bahwa jumlah laba fiskal mendatang akan memadai untuk dikompensasi. Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui saat surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan dan banding, pada saat keputusan atas keberatan dan banding tersebut telah ditetapkan.

Pajak penghasilan kini dihitung dari laba kena pajak, yaitu laba yang telah disesuaikan dengan peraturan pajak yang berlaku.

2.p. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja

Imbalan kerja jangka pendek diakui sebesar jumlah tak terdiskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi.

Imbalan pasca kerja diakui sebesar jumlah yang diukur dengan menggunakan dasar diskonto ketika pekerja telah memberikan jasanya kepada perusahaan dalam suatu periode akuntansi. Kewajiban dan beban diukur dengan menggunakan teknik akutaria yang mencakup pula kewajiban konstruktif yang timbul dari praktik kebiasaan perusahaan. Dalam perhitungan kewajiban, imbalan harus didiskontokan dengan menggunakan metode projected unit credit.

Pesangon pemutusan kontrak kerja diakui jika, dan hanya jika, perusahaan berkomitmen untuk:

(a) memberhentikan seorang atau sekelompok pekerja sebelum tanggal pensiun normal; atau

(b) menyediakan pesangon bagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkan diri secara sukarela.

2.q. Laba per Saham Dasar

Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba atau rugi bersih residual (laba atau rugi setelah pajak dikurangi dividen saham utama) yang tersedia bagi pemegang saham biasa dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa dalam satu periode pelaporan.

3. Kas dan Setara Kas

2008 2007

Rp Rp

Kas

Rupiah 564.920.525 867.412.143

US Dolar (2008: USD 1,051.00; 2007: USD 1,034.00) 11.508.450 9.739.246 Bank

Rupiah

PT Bank Central Asia Tbk 9.877.573.086 1.157.143.941

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 3.715.781.621 342.784.949

PT Bank Permata Tbk 269.650.387 3.596.153.536

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk 67.101.982 66.657.237

PT Bank Sinar Mas 2.338.163 --

PT Bank International Indonesia Tbk -- 967.704

US Dolar

PT Bank Central Asia Tbk (2008: USD 67,525.07; 2007: Nihil) 739.399.517 -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (2008: USD 12,149.05;

2007: USD 614.44) 133.032.098 5.787.410

PT Bank Permata Tbk (2007: USD 18,154.18) -- 170.994.220

(16)

2008 2007

Rp Rp

Deposito Berjangka Rupiah

PT Bank Permata Tbk -- 1.218.000.000

PT Bank Central Asia Tbk -- 1.616.000.000

US Dolar

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (2008: USD 2,800,548.63) 30.666.007.548 --

Jumlah 46.047.313.376 9.051.640.386

Tingkat Bunga Deposito Berjangka per Tahun:

Rupiah -- 3,6% - 6,3%

US Dolar 1% - 2% --

Jangka Waktu

Rupiah -- 1 bulan

US Dolar 1 bulan --

Tidak terdapat penempatan pada bank yang memiliki hubungan istimewa.

4. Piutang Usaha

Piutang usaha berdasarkan jenis penjualan/kegiatan usaha adalah:

2008 2007

Rp Rp

Piutang Penjualan - Pakan Ternak 176.863.143.100 161.398.289.344

Piutang Penjualan - Ayam Umur Sehari 96.614.659.023 95.108.513.309

Piutang Penjualan - Ayam Beku dan Makanan Beku 86.421.451.101 48.632.668.245

Piutang Penjualan - Lainnya 11.429.106.030 14.217.699.519

Jumlah 371.328.359.253 319.357.170.417

Dikurangi: Akumulasi Penyisihan Piutang Ragu-ragu (127.160.995.225) (116.758.758.756)

Jumlah 244.167.364.028 202.598.411.661

Mutasi Penyisihan Piutang Ragu-ragu:

2008 2007

Rp Rp

Saldo Awal 116.758.758.756 117.202.212.826

Penambahan 11.022.655.246 249.001.870

Pengurangan (620.418.777) (692.455.940)

Saldo Akhir 127.160.995.225 116.758.758.756

(17)

Rincian umur piutang dihitung sejak tanggal faktur:

2008 2007

Rp Rp

Sampai dengan 1 bulan 107.354.963.604 133.860.434.337

> 1 bulan - 2 bulan 41.579.512.345 2.014.506.565

> 2 bulan - 3 bulan 30.005.454.662 3.535.334.473

> 3 bulan 192.388.428.642 179.946.895.042

Saldo Akhir 371.328.359.253 319.357.170.417

Seluruh piutang usaha adalah kepada pihak ketiga, dan tidak terdapat piutang usaha kepada pihak hubungan istimewa. Seluruh piutang usaha dalam mata uang rupiah.

Berdasarkan hasil penelaahan terhadap keadaan piutang masing-masing pelanggan pada akhir tahun, manajemen Perusahaan berpendapat bahwa penyisihan piutang ragu-ragu yang dibentuk cukup untuk menutup kemungkinan tidak tertagihnya piutang usaha.

Pada tahun 2008, Perusahaan menerima pembayaran atas piutang usaha tak tertagih sebesar Rp 110.291.763.

Pada tahun 2007, Perusahaan telah melakukan penghapusan langsung atas piutang usaha sebesar Rp 556.125.510 karena berdasarkan analisa Perusahaan atas piutang ini sudah tidak mungkin bisa tertagih lagi dikemudian hari.

5. Piutang Lain-lain Piutang lain-lain terdiri dari :

2008 2007

Rp Rp

Piutang Karyawan 5.431.481.984 1.828.157.609

Piutang lainnya pada Wendy International Corporation 4.470.000.000 4.470.000.000 Piutang Lainnya (masing-masing dibawah Rp 200 juta) 2.356.782.364 2.280.692.338

Jumlah 12.258.264.348 8.578.849.947

Manajemen berkeyakinan bahwa seluruh piutang lain-lain dapat ditagih sehingga tidak perlu membentuk penyisihan piutang ragu-ragu.

(18)

6. Persediaan

2008 2007

Rp Rp

Barang Jadi :

Pakan Ternak 23.305.734.512 12.134.044.369

Ayam Beku dan Makanan Beku 9.593.338.926 1.826.491.217

Vaksin, Obat-obatan Ternak dan Lainnya 6.136.628.048 4.998.662.178

Alat-alat Peternakan 1.365.429.315 978.203.928

Sub Jumlah 40.401.130.801 19.937.401.692

Barang Dalam Proses 23.123.087.783 14.412.570.734

Bahan Baku dan Pembantu :

Bahan Baku 196.771.653.930 244.462.964.154

Bahan Kemasan 4.507.457.782 4.696.674.884

Suku Cadang dan Bahan Pembantu Lainnya 27.695.623.731 27.337.350.068

Sub Jumlah 228.974.735.443 276.496.989.106

Barang dalam Perjalanan -- 1.783.951.126

Jumlah 292.498.954.027 312.630.912.658

Persediaan telah diasuransikan secara gabungan dengan aset tetap (lihat Catatan 13) terhadap segala risiko, khusus untuk persediaan, masing-masing dengan jumlah pertanggungan sebesar USD 35,000,000 dan Rp 70.443.000.000 pada tahun 2008 serta sebesar USD 30,518,900 dan Rp 7.517.000.000 pada tahun 2007.

Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul.

Perusahaan mencatat keuntungan (kerugian) karena selisih perhitungan persediaan terutama karena susut dan hilang sebesar Rp 32.091.944 dan (Rp 1.311.275.439), masing-masing pada tahun 2008 dan 2007, yang dicatat dan diakui dalam laporan laba rugi konsolidasian pada penghasilan (beban) lain-lain.

7. Hewan Ternak Produksi - Berumur Pendek Hewan ternak produksi berumur pendek terdiri dari :

2008 2007

Rp Rp

Telah Menghasilkan :

Saldo Awal, Ayam Pembibit - Induk 28.674.731.103 18.513.355.554

Reklasifikasi dari Ayam Belum Menghasilkan 83.813.393.384 64.587.261.348

Beban Deplesi (82.503.188.765) (54.425.885.799)

Saldo Akhir, Ayam Pembibit - Induk 29.984.935.722 28.674.731.103

Belum Menghasilkan:

Saldo Awal, Ayam Pembibit - Induk 27.263.387.477 19.895.393.833

Kapitalisasi Biaya 82.280.561.760 71.955.254.992

Reklasifikasi ke Ayam Telah Menghasilkan (83.813.393.384) (64.587.261.348)

Saldo Akhir, Ayam Pembibit - Induk 25.730.555.853 27.263.387.477

Jumlah 55.715.491.575 55.938.118.580

(19)

Beban deplesi dari ayam pembibit induk yang telah menghasilkan sebesar Rp 82.503.188.765 dan Rp 54.425.885.799 masing-masing untuk tahun2008 dan 2007 dibebankan dalam tahun berjalan sebagai beban pokok penjualan.

8. Pajak Dibayar di Muka

2008 2007

Rp Rp

Pajak Penghasilan Perusahaan

Pajak Penghasilan Pasal 22 8.714.488.592 2.683.396.439

Pajak Penghasilan Pasal 23 27.448.247 884.958

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 2.851.434.732 2.851.434.732

PT Sierad Industries 121.000.054 121.000.054

PT Dwipamina Nusantara 3.028.458 3.028.458

Pajak Pertambahan Nilai

Perusahaan 2.070.571.684 2.029.242.567

Perusahaan Anak

PT Transpasifik Niagareksa 8.285.000 --

PT Sierad Industries -- 58.482.813

Jumlah 13.796.256.767 7.747.470.021

Pada tahun 2007, Perusahaan telah memperoleh pengembalian pembayaran pajak atas keberatan yang telah diajukan pada tahun 2006 (lihat Catatan 12.c) sebesar Rp 6.530.359.741 dan memperoleh pendapatan bunga sebesar Rp 1.767.911.532.

9. Uang Muka Pembelian

2008 2007

Rp Rp

Uang Muka Pembelian Persediaan

Import (2008: USD 4,924,507.39, HKD 1,593,774.00;

2007: USD 2,195,271.47) 56.175.183.278 20.677.262.017

Lokal (Rupiah) 14.876.423.287 15.541.554.031

Uang Muka Pembelian Lain-lain (Rupiah) 13.381.784.568 14.986.519.388

Jumlah 84.433.391.133 51.205.335.436

Uang muka pembelian persediaan merupakan uang muka pembelian persediaan bahan baku dari pemasok pihak ketiga melalui import dan lokal antara lain berupa yellow crown, soyabean meal, corn glutten meal, jagung lokal, jagung Argentina dan SBM Argentina.

(20)

10. Investasi Pada Perusahaan Asosiasi

Akun ini merupakan investasi PT Sierad Pangan Nusantara (SPN), perusahaan anak, dalam bentuk saham PT Bridor Indonesia sebesar Rp 1.300.839.000 atau ekuivalen 25% dari modal disetor PT Bridor Indonesia.

PT Bridor Indonesia bergerak dalam bidang industri dan distribusi makanan. Perusahaan tidak mempunyai pengaruh yang cukup signifikan dalam PT Bridor Indonesia karenanya investasi dicatat sebesar harga perolehan.

Pada tahun 2003 atas permohonan SPN, Pengadilan Negeri Bekasi menunjuk akuntan independen dengan penetapan No. 105/Pdt.P/2002/PN.BKS untuk melakukan special audit atas laporan keuangan PT Bridor Indonesia untuk tahun buku 1998,1999, 2000, 2001 dan sebagian 2002, sehubungan adanya kelalaian PT Bridor Indonesia dalam memberikan laporan keuangan tahunan kepada SPN selaku pemegang saham sehingga kinerja PT Bridor Indonesia tidak dapat dipantau. Berdasarkan laporan akuntan tersebut dalam laporannya tanggal 16 Juli 2003, PT Bridor Indonesia sejak awal beroperasi sampai dengan pertengahan tahun 2002 mengalami kerugian yang mengakibatkan defisiensi modal, yang pada gilirannya akan berdampak pada kelangsungan usahanya. Sejak tahun 2003, investasi ini diturunkan nilainya menjadi nihil.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak terdapat transaksi material dan belum ada rencana manajemen Perusahaan yang signifikan terkait dengan investasi pada perusahaan asosiasi ini.

11. Investasi Jangka Panjang Lainnya

Akun ini merupakan efek yang tersedia untuk dijual, terdiri dari :

2008 2007

Rp Rp

Surat Berharga Komersial yang Diterbitkan oleh

PT Perkebunan Nusantara XI 49.150.000.000 46.450.000.000

Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Permanen (49.150.000.000) (46.450.000.000)

Bersih -- --

Portofolio Investasi pada:

Merril Lynch International Bank Limited, Singapura 38.120.551 38.120.551 Dikurangi : Penyisihan Penurunan Nilai Permanen (38.120.551) (38.120.551)

Bersih -- --

Jumlah -- --

Surat berharga komersial yang diterbitkan oleh PT Perkebunan Nusantara XI melalui Eraska Grup, sebagai agen penerbit, merupakan hasil pengalihan piutang Perusahaan, kepada PT Sietek Nusantara Finance (SNF) pada tahun 1998 sesuai dengan perjanjian tanggal 16 Pebruari 1998. Menurut manajemen Perusahaan, surat berharga komersial tersebut sebelumnya dimiliki oleh SNF dan tidak dapat direalisasikan pelunasannya saat jatuh tempo pada tanggal 26 Desember 1997. Selain itu, Perusahaan juga memiliki investasi portofolio surat berharga yang diterbitkan oleh Merril Lynch International Bank Limited, Singapura.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, tidak ada rencana manajemen Perusahaan yang signifikan untuk perolehan kembali investasi ini. Manajemen Perusahaan juga telah membentuk penyisihan penurunan nilai permanen atasnya.

(21)

12. Pajak Penghasilan a. Beban Pajak

2008 2007

Rp Rp

Kini -- --

Tangguhan

Berasal dari Perbedaan Temporer (14.424.669.713) (25.632.022.624)

Berasal dari Perubahan Tarif Pajak (2.381.022.938) --

Jumlah Pajak Tangguhan (16.805.692.651) (25.632.022.624)

Beban Pajak Penghasilan - Bersih (16.805.692.651) (25.632.022.624) Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba (rugi) fiskal secara konsolidasian adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Laba Sebelum Pajak Penghasilan Menurut Laporan

Laba Rugi Konsolidasian 44.059.299.369 46.831.249.777

Perbedaan Waktu :

Penyusutan Aset Tetap dan Aset Sewa Pembiayaan

Serta Amortisasi Aset Tak Berwujud (11.319.933.011) (14.523.935.055)

Imbalan Kerja 4.129.574.017 2.760.988.701

Penyisihan Piutang 10.912.363.483 805.127.380

Angsuran Sewa Pembiayaan (1.591.298.176) (619.577.105)

Jumlah 2.130.706.313 (11.577.396.079)

Perbedaan Tetap :

Penghasilan Tidak Kena Pajak (428.071.380) (370.795.502)

Beban yang Bukan Merupakan Pengurang Pajak 11.622.262.380 8.795.689.935

Jumlah 11.194.191.000 8.424.894.433

Laba Fiskal Konsolidasian 57.384.196.682 43.678.748.131

Rincian rugi fiskal konsolidasian, adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Laba Fiskal Konsolidasian 57.384.196.682 43.678.748.131

Kompensasi Kerugian Konsolidasian (90.473.930.187) (170.475.923.048) Kompensasi Kerugian Konsolidasian yang

Tidak Dapat Dimanfaatkan -- 30.183.931.202

Penyesuaian Kompensasi Kerugian berdasarkan

Surat Ketetapan Pajak (7.171.257.991) (535.285.401)

Akumulasi Rugi Fiskal Konsolidasian

yang Dapat Dimanfaatkan (40.260.991.496) (97.148.529.116)

(22)

Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum pajak penghasilan menurut laporan laba rugi konsolidasian dengan laba (rugi) fiskal Perusahaan adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Laba Konsolidasian Sebelum Pajak Penghasilan menurut

Laporan Laba Rugi Konsolidasian 44.059.299.369 46.831.249.777

Dikurangi: Laba (Rugi) Perusahaan Anak 6.187.369 309.826.089

Laba Komersil Perusahaan 44.053.111.999 46.521.423.688

Perbedaan Waktu

Penyusutan Aktiva Tetap dan Aktiva Sewa Pembiayaan (11.416.290.050) (14.585.526.173)

Penyisihan Uang Jasa 4.048.004.158 2.694.573.501

Beban Sewa Pembiayaan dengan Hak Opsi (1.587.302.621) (619.577.105)

Penyisihan Piutang/Penghapusan Hutang 10.912.363.483 805.127.380

1.956.774.970 (11.705.402.397) Perbedaan Tetap

Penghasilan Tidak Kena Pajak (421.412.595) 8.450.440.618

Beban yang Bukan Merupakan Pengurang Pajak 11.439.812.799 (366.687.283) 11.018.400.204 8.083.753.335

Laba Fiskal Perusahaan 57.028.287.174 42.899.774.626

Kompensasi Kerugian Perusahaan (90.019.219.003) (169.066.884.927)

Kompensasi Kerugian Perusahaan yang Tidak Dapat

Dimanfaatkan -- 29.641.988.924

Penyesuaian Kompensasi Kerugian berdasarkan

Surat Ketetapan Pajak (7.046.407.848) --

Akumulasi Rugi Fiskal Perusahaan yang Dapat

Dimanfaatkan (40.037.339.677) (96.525.121.377)

Rincian rugi fiskal perusahaan anak, adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Laba (Rugi) Fiskal Perusahaan Anak 355.909.509 778.973.505

Kompensasi Kerugian Perusahaan Anak (454.711.184) (1.409.038.121)

Kompensasi Kerugian Perusahaan Anak yang Tidak Dapat

Dimanfaatkan -- 541.942.278

Penyesuaian Kompensasi Kerugian berdasarkan

Surat Ketetapan Pajak (124.850.143) (535.285.401)

Akumulasi Rugi Fiskal Perusahaan Anak

yang Dapat Dimanfaatkan (223.651.818) (623.407.739)

(23)

Rekonsiliasi antara beban pajak dengan hasil perkalian laba (rugi) konsolidasian sebelum pajak penghasilan dan tarif pajak yang berlaku adalah sebagai berikut :

2008 2007

Rp Rp

Laba Konsolidasian Sebelum Beban Pajak Penghasilan 44.059.299.369 46.831.249.777 Pajak Penghasilan Dihitung dengan Tarif Pajak yang Berlaku (13.217.789.811) (14.049.374.933) Beban yang Tidak Dapat Menjadi Pengurang Pajak (3.486.678.714) (2.638.706.980)

Penghasilan Tidak Kena Pajak 128.421.414 111.238.650

Kompensasi Kerugian yang Tidak Dapat Direalisasi 2.151.377.397 (9.055.179.361)

Pajak Tangguhan dari Perubahan Tarif Pajak (2.381.022.938) --

Jumlah Beban Pajak (16.805.692.651) (25.632.022.624)

b. Aset (Kewajiban) Pajak Tangguhan

31 Des 2006 Dikreditkan 31 Des 2007 Dikreditkan 31 Des 2008

pada Laporan pada Laporan

Laba (Rugi) Laba (Rugi)

Rp Rp Rp Rp Rp

Aset Pajak Tangguhan Perusahaan

Kerugian yang Dapat Dikompensasi 50.720.064.664 (21.762.529.065) 28.957.535.599 (17.747.080.489) 11.210.455.110 Penyisihan Piutang 35.160.663.848 241.538.214 35.402.202.062 3.055.461.775 38.457.663.838 Perbedaan Penyusutan antara

Komersial dan Fiskal 9.965.792.575 (4.561.530.983) 5.404.261.592 (3.196.561.214) 2.207.700.378 Kewajiban Diestimasi atas

Imbalan Kerja 3.997.161.433 808.372.050 4.805.533.483 1.133.441.164 5.938.974.648

99.843.682.520 (25.274.149.784) 74.569.532.736 (16.754.738.765) 57.814.793.973 Perusahaan Anak

PT Sierad Industri 556.894.128 (172.182.013) 384.712.115 (69.154.165) 315.557.950

PT Transpasifik Niagareksa -- -- -- 13.590.124 13.590.124

556.894.128 (172.182.013) 384.712.114 (55.564.041) 329.148.074 Jumlah Aset Pajak Tangguhan

Konsolidasian 100.400.576.648 (25.446.331.797) 74.954.244.850 (16.810.302.806) 58.143.942.047 Kewajiban Pajak Tangguhan

Perusahaan Anak (104.428.939) (185.690.827) (290.119.766) 4.610.155 (285.509.611)

c. Hutang Pajak

2008 2007

Rp Rp

Pajak Penghasilan Perusahaan

Pasal 21 2.630.817.362 1.893.268.650

Pasal 22 -- 9.538.676

Pasal 23 131.244.807 69.140.067

Pasal 26 95.897.943 28.622.280

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 2.162.226.376 2.162.226.376

PT Transpasifik Niagareksa 307.494.459 307.749.859

PT Dwipamina Nusantara 53.554.078 121.500

PT Sierad Industri 5.334.466 5.138.295

5.386.569.491 4.475.805.703

(24)

2008 2007

Rp Rp

Pajak Pertambahan Nilai Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 5.131.650.175 5.131.650.175

PT Sierad Industries 2.783.032 --

5.134.433.207 5.131.650.175

Jumlah 10.521.002.698 9.607.455.878

Pada tanggal 18 Juli 2006, Perusahaan menerima Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB), Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dan Surat Tagihan Pajak (STP) dari Kantor Pelayanan Pajak Perusahaan Masuk Bursa (KPP PMB) untuk jenis pajak PPh pasal 29, PPh pasal 21, PPh pasal 23, PPh Final dan PPN untuk tahun pajak 2004 dengan jumlah kurang bayar keseluruhan bersih sebesar Rp 7.224.384.399 dan jumlah tersebut telah dibayar oleh Perusahaan. Dari jumlah kurang bayar keseluruhan bersih tersebut, pada tanggal 17 Oktober 2006, Perusahaan mengajukan keberatan atassebagian SKPKB, SKPLB dan STP sebesar Rp 6.651.578.267.

Pada tanggal 19 Oktober 2007, Perusahaan kembali mengajukan banding atas SKPKB PPN tanggal 18 Juli 2006, sebesar Rp 1.758.241.416.Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan, proses banding ini masih dalam proses.

13. Aset Tetap

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Harga Perolehan Pemilikan Langsung

Tanah 147.868.176.586 809.328.000 -- -- 148.677.504.586

Bangunan dan Prasarana 287.714.159.861 2.110.451.655 -- 5.451.916.830 295.276.528.347 Mesin dan Peralatan 311.788.134.037 9.049.107.750 327.137.370 5.717.063.314 326.227.167.731 Perlengkapan dan Perabotan 63.523.048.686 8.006.279.837 213.152.250 597.130.373 71.913.306.646 Kendaraan Bermotor 23.869.135.124 2.391.307.910 1.248.714.956 (260.990.000) 24.750.738.078 Aset Sewa Pembiayaan

Kendaraan Bermotor 6.672.306.569 1.470.440.000 615.614.000 -- 7.527.132.569

Aset dalam Penyelesaian

Bangunan dan Prasarana 4.548.461.381 9.689.921.635 -- (6.321.252.409) 7.917.130.607

Mesin dan Peralatan 5.444.858.118 -- -- (5.444.858.118) --

Jumlah 851.428.280.362 33.526.836.787 2.404.618.577 (260.990.009) 882.289.508.563 Akumulasi Penyusutan

Pemilikan Langsung

Bangunan dan Prasarana 116.552.020.795 11.450.529.019 -- -- 128.002.549.814

Mesin dan Peralatan 174.168.873.928 19.211.906.761 201.286.994 222.180.337 193.401.674.032 Perlengkapan dan Perabotan 51.391.318.606 5.378.614.306 214.765.526 8.349.365 56.563.516.751 Kendaraan Bermotor 22.357.742.554 853.894.070 1.028.311.188 184.861.419 22.368.186.855

Aset Sewa Pembiayaan --

Kendaraan Bermotor 1.454.364.409 1.374.100.810 -- (372.078.103) 2.456.387.116

Jumlah 365.924.320.292 38.269.044.966 1.444.363.708 43.313.019 402.792.314.569

Jumlah 485.503.960.070 479.497.193.994

2008

(25)

Saldo Awal Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Saldo Akhir

Rp Rp Rp Rp Rp

Harga Perolehan Pemilikan Langsung

Tanah 138.640.151.586 -- -- 9.228.025.000 147.868.176.586

Bangunan dan Prasarana 293.579.548.527 1.103.981.762 -- (6.969.370.428) 287.714.159.861 Mesin dan Peralatan 284.979.070.875 5.454.530.706 212.230.948 21.566.763.404 311.788.134.037 Perlengkapan dan Perabotan 59.635.850.347 4.287.942.189 34.915.798 (365.828.052) 63.523.048.686 Kendaraan Bermotor 26.288.492.452 802.539.147 1.891.393.381 (1.330.503.094) 23.869.135.124 Aset Sewa Pembiayaan

Kendaraan Bermotor 1.244.206.560 4.767.000.000 -- 661.100.009 6.672.306.569

Aset dalam Penyelesaian

Bangunan dan Prasarana 1.213.353.950 4.501.933.038 -- (1.166.825.607) 4.548.461.381

Mesin dan Peralatan -- 5.908.566.601 -- (463.708.483) 5.444.858.118

Jumlah 805.580.674.297 26.826.493.443 2.138.540.127 21.159.652.749 851.428.280.362 Akumulasi Penyusutan

Pemilikan Langsung

Bangunan dan Prasarana 114.601.261.287 11.162.009.268 -- (9.211.249.760) 116.552.020.795 Mesin dan Peralatan 172.956.373.945 16.564.327.285 126.901.993 (15.224.925.309) 174.168.873.928 Perlengkapan dan Perabotan 46.809.108.453 5.039.255.727 16.447.968 (440.597.606) 51.391.318.606 Kendaraan Bermotor 23.636.276.211 1.038.908.413 1.844.382.329 (473.059.741) 22.357.742.554

Aset Sewa Pembiayaan --

Kendaraan Bermotor 497.874.772 706.399.645 -- 250.089.992 1.454.364.409

Jumlah 358.500.894.668 34.510.900.337 1.987.732.290 (25.099.742.424) 365.924.320.292

Jumlah 447.079.779.629 485.503.960.070

2007

Beban penyusutan dibebankan pada:

2008 2007

Rp Rp

Beban Produksi tidak Langsung/Beban Pokok Penjualan 30.324.068.482 29.063.658.303

Beban Penjualan, Umum dan Administrasi 7.944.976.485 5.447.242.034

Jumlah 38.269.044.966 34.510.900.337

Pengurangan aset tetap merupakan penjualan aset tetap dengan rincian sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Harga Jual 1.851.837.712 659.645.143

Nilai Buku 960.254.869 150.807.837

Laba Penjualan 891.582.843 508.837.306

Pada tahun 2007, Perusahaan telah menghapus asettetap milik Myanmar Sierad Ltd., anak perusahaan, sebesar nilai buku Rp 53.145.549 sehubungan dengan penghapusan investasi Perusahaan pada anak perusahaan tersebut (lihat Catatan 1.c).

Tanah dan aset tetap lainnya yang tidak digunakan dalam operasi disajikan sebagai akun Aaset tetap yang tidak digunakan@ pada aset tidak lancar (lihat Catatan 14).

(26)

Asettetap termasuk aset tetap yang tidak digunakan milik Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak, kecuali tanah, telah diasuransikan secara gabungan dengan persediaan Perusahaan (lihat Catatan 6) terhadap segala risiko masing-masing untuk tahun 2008 dan 2007 dengan jumlah pertanggungan sebesar Rp 538.496.700.000 danRp 518.033.000.000 untuk bangunan, Rp 52.923.008.000 dan Rp 52.423.008.000serta USD 53,742,700 dan USD52,287,700 untuk mesin, Rp 10.221.000.000 dan Rp 13.218.000.000 untuk perlengkapan dan perabot serta Rp 13.463.000.000 dan Rp 15.808.275.000 untuk kendaraan.

Beberapa bidang tanah dan bangunan milik Perusahaan dijadikan jaminan atas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (lihat Catatan 17).

Manajemen berpendapat bahwa jumlah pertanggungan tersebut di atas cukup untuk menutup kerugian yang mungkin timbul.

14. Aset Tetap yang Tidak Digunakan

2008 2007

Rp Rp

Perusahaan Nilai tercatat

Tanah dan Bangunan 15.882.709.962 16.625.875.660

Mesin dan Peralatan Pabrik 13.684.031.660 15.907.383.290

Peralatan Kantor 3.048.248 18.365.019

Kendaraan -- 114.460.001

Sub Jumlah 29.569.789.870 32.666.083.970

Perusahaan Anak

PT Sierad Corporation 4.780.847.749 4.780.847.749

Jumlah 34.350.637.619 37.446.931.719

Aset tetap yang tidak digunakan milik Perusahaan dan perusahaan-perusahaan anak, kecuali tanah, telah diasuransikan secara gabungan dengan aset tetap Perusahaan terhadap segala risiko (lihat Catatan 13).

Pada tahun 2007, Perusahaan telah mengakui penjualan aset tetap yang tidak digunakan berupa tanah dan bangunan dengan perincian sebagai berikut:

2007 Rp

Harga Jual 1.380.000.000

Nilai Buku 2.353.787.028

Rugi Penjualan (973.787.028)

Aset tetap yang tidak digunakan milik Perusahaan sebesar Rp 29.569.789.870 dan Rp 32.666.083.970 masing- masingper 31 Desember 2008 dan 2007 terutamaberupa mesin, peralatan pabrik, bangunan gudang serta tanah yang terletak di Desa Jabon Bogor, Lampung dan Mojokerto.

Sementarasisa aset tetap yang tidak digunakan milik perusahaan anak per 31 Desember 2008 dan2007 adalah berupa tanah yang berada di Pontianak milik PT Sierad Corporation.

Aset-aset tetap yang tidak digunakan tersebut direncanakan untuk dimanfaatkan di masa yang akan datang.

(27)

15. Hutang Usaha

Akun ini merupakan kewajiban yang timbul atas pembelian bahan baku dan bahan pembantu, dengan rincian sebagai berikut :

2008 2007

Rp Rp

Pihak Ketiga 86.973.868.761 150.708.261.985

Jumlah 86.973.868.761 150.708.261.985

Rincian hutang menurut mata uang adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Rupiah 58.573.076.605 41.012.528.046

US Dollar (2008: USD 2,593,679.65 ; 2007: USD 11,613,297.21) 28.400.792.156 109.385.646.372

Sing Dollar (2008: Nihil ; 2007: SGD 3,000.11) -- 19.507.855

Euro (2008: Nihil ; 2007: Eur 21,118.08) -- 290.579.712

Jumlah 86.973.868.761 150.708.261.985

16. Biaya yang Masih Harus Dibayar

2008 2007

Rp Rp

Professional Fee (termasuk 2008: USD 322,691.89 dan SGD 8,807.11

2007: USD 148,753.30 dan SGD 28,157.89) 3.906.120.350 2.007.178.305

Taksiran Kewajiban Sehubungan dengan

Stock Financing Agreement (lihat Catatan 30.b) 3.886.628.610 2.187.416.800

Ongkos Angkut 2.401.142.642 2.666.524.009

Listrik, Air dan Telepon 1.980.844.099 1.616.325.958

Iklan dan Promosi 1.373.462.185 1.829.923.684

Asuransi dan Jamsostek 1.300.378.258 589.624.320

Gaji dan Tunjangan 359.179.207 460.596.541

Diskon Progresif 245.768.750 612.919.589

Lainnya (masing-masing dibawah Rp 200 juta, termasuk

2008: Nihil; 2007: USD 7,957.58) 3.005.176.917 2.929.794.940

Jumlah 18.458.701.018 14.900.304.146

(28)

17. Hutang Bank

2008 2007

Rp Rp

Hutang Bank

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk 199.892.148.061 83.604.812.379

PT Bank Permata Tbk -- 212.377.906

Jumlah 199.892.148.061 83.817.190.285

Dikurangi : Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun (199.892.148.061) (83.781.591.393)

Bagian Jangka Panjang -- 35.598.892

Perusahaan memperoleh pinjaman dari PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berupa pinjaman kredit modal kerja dengan jumlah maksimum sebesar Rp 225.000.000.000 yang terdiri dari Rp 200.000.000.000 digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi pakan dan Rp 25.000.000.000 digunakan untuk meningkatkan kapasitas populasi hasil produksi mitra. Pinjaman ini dikenakan bunga mengambang sesuai dengan tingkat suku bunga yang berlaku di bank. Pinjaman ini dijamin dengan beberapa bidang tanah dan bangunan milik Perusahaan (lihat Catatan 13).

Atas pinjaman ini juga dikenakan biaya provisi sebesar 0,5% per tahun yang dihitung dari jumlah maksimum fasilitas pinjaman, yang dihitung secara proporsional berdasarkan jangka waktu pinjaman yang dibulatkan dalam bulan penuh.

Pinjaman ini jatuh tempopada 24 September 2009 dan dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakatan tertulis.

Sampai dengan 31 Desember 2008 dan 2007, saldo pinjaman masing-masing adalah sebesar Rp 199.892.148.061 dan Rp 83.604.812.379.

18. Hutang Sewa Pembiayaan

Perusahaan Jenis 2008 2007

Sewa Pembiayaan Aktiva Rp Rp

PT Orix Indonesia Finance Kendaraan 2.442.936.106 1.962.273.234

PT BCA Finance Kendaraan 1.238.122.901 1.421.355.756

PT Dipostar Finance Kendaraan 139.843.245 121.049.229

PT Adira Finance Kendaraan 16.031.237 45.476.822

PT Astra Credit Company Kendaraan -- 53.835.186

3.836.933.489 3.603.990.227 Dikurangi: Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun (1.645.570.583) (1.165.476.934)

Bagian Jangka Panjang 2.191.362.905 2.438.513.293

Hutang sewa pembiayaan ini dijamin dengan aset sewa pembiayaan yang bersangkutan.

(29)

Pembayaran sewa minimum masa datang (future minimum lease payment) dalam perjanjian sewa pembiayaan per 31 Desember 2008 dan 2007 adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

-- 1.165.477.253

1.645.570.583 958.637.649 1.350.734.464 845.403.129 715.206.263 541.344.202

125.422.178 93.127.994

Jumlah 3.836.933.489 3.603.990.227

Dikurangi: Bagian yang Jatuh Tempo Dalam Satu Tahun (1.645.570.583) (1.165.476.934)

Bagian Jangka Panjang 2.191.362.905 2.438.513.293

2010 2011 2012 Tahun

2008 2009

19. Kewajiban Diestimasi atas Imbalan Kerja

Perusahaan telah menghitung kewajibannya sehubungan dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun 2003. Tidak ada pendanaan yang dilakukan sehubungan dengan program manfaat karyawan tersebut.

Saldo kewajiban program manfaat karyawan pada tahun 2008 dan 2007 merupakan hasil perhitungan aktuaria sesuai dengan penerapan PSAK 24 (Revisi 2004) mengenai Imbalan Kerja.

Beban manfaat karyawan pada tahun berjalan adalah sebagai berikut:

2008 2007

Rp Rp

Beban Jasa Kini 2.205.462.113 1.768.576.985

Beban Bunga 1.910.781.084 1.605.087.972

Amortisasi Biaya Jasa Masa Lalu (Non Vested) 96.771.498 96.771.497

Efek Penurunan (695.562.329) (1.056.109.112)

Amortisasi Laba (Rugi) Aktuaria 101.367.638 346.661.359

Penyesuaian/Koreksi 1.188.480.039 --

Jumlah Beban Manfaat Karyawan 4.807.300.043 2.760.988.701

Perubahan pada kewajiban yang diakui di neraca:

2008 2007

Rp Rp

Kewajiban Awal Tahun 15.718.293.246 13.514.729.586

Pembayaran Manfaat Karyawan Selama Tahun Berjalan (677.726.027) (557.425.041) Beban Manfaat Karyawan yang Diakui pada Tahun Berjalan 4.807.300.043 2.760.988.701

Kewajiban Akhir Tahun 19.847.867.262 15.718.293.246

Gambar

Tabel Mortalita : 100% tabel mortalita Indonesia 1999 : 100% tabel mortalita Indonesia 1999

Referensi

Dokumen terkait

Gasifikasi adalah proses pengubahan materi yang mengandung karbon seperti batubara, minyak bumi, maupun biomassa ke dalam bentuk karbon monoksida (CO) dan hidrogen (H 2 )

Dalam penelitian eksperimen dengan rancangan one group pre end post test ini, peneliti memberi perlakuan terhadap kelompok sampel yaitu melakukan proses filtrasi dengan

Para invsetor akan tertarik minatnya untuk menginvestasikan dananya pada suatu perusahaan, apabila perusahaan tersebut setiap tahun selalu memperoleh laba yang

Tim pelaksana terjun langsung melakukan pendampingan pada peserta bagaimana cara penggunaan kartu edukasi IUFD modifikasi Dwi Maryanti (IUFD MOBIDITI CARD) sehingga diharapkan

Pada unit ini anda akan mempelajari tentang konsep dasar keperawatan gerontik, selanjutnya materi yang akan disajikan dalam bab ini adalah tentang pengertian dari

Hasil dari penelitian ini adalah dengan sistem informasi ini dapat membantu pengelolaan data penjaminan mutu untuk mendukung benchmarking perguruan tinggi, mempermudah bagian

Saat ini Indonesia juga masih impor etilen dikarenakan produksi dalam negeri (1.675.000 ton/tahun) masih dibawah kebutuhan etilen yang mencapai lebih dari

Menurut Kasmir (2008:25) “Bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk