• Tidak ada hasil yang ditemukan

BALI SKATEPARK DI BADUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BALI SKATEPARK DI BADUNG."

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

BALI

SKATEPARK

DI BADUNG

Oleh :

A.

A. GEDE RAKA FAJAR RADITYA

1204205093

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)

(2)

LANDASAN KONSEPTUAL PERANCANGAN TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Melengkapi Tugas-Tugas Dalam Memenuhi Syarat-Syarat Guna Mencapai Gelar Sarjana Teknik Arsitektur

Periode Februari 2016

BALI

SKATEPARK

DI BADUNG

Oleh :

A.

A. GEDE RAKA FAJAR RADITYA

1204205093

Dosen Pembimbing:

1. Dr. Ir. Widiastuti, MT.

2. Ir. I Nyoman Surata, MT.

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK

JURUSAN ARSITEKTUR (REGULER)

(3)

TUGAS AKHIR BALI SKATEPARK DI BADUNG A. A. GEDE RAKA FAJAR RADITYA

(4)
(5)
(6)

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI, DAN PENDIDIKAN TINGGI

UNIVERSITAS UDAYANA

FAKULTAS TEKNIK - JURUSAN ARSITEKTUR

Jalan Kampus Bukit Jimbaran - Bali

 (0361) 703384, 703320 Fax : 703384 www.ar.unud.ac.id

PERNYATAAN

Judul Tugas Akhir : Bali Skatepark di Badung

Nama : A. A. Gede Raka Fajar Raditya

NIM : 1204205093

Program Studi : Arsitektur

Periode : Pebruari 2016

Dengan ini saya menyatakan bahwa Tugas Akhir ini tidak terdapat karya pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi. Sepanjang pengetahuan saya tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain, kecuali secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Denpasar, 20 April 2016

(7)

ABSTRAK

ABSTRACT

A building will have to own a characters which describes the atmosphere in

indicating an impression of the building function, it indicates that the

architectural drawing is insepareble from the theme which is used to interpret the

impression that conveyed from the building itself. As in Bali Skatepark building

with the theme “the Beauty of Extreme” which conveys an extreme impression

contained in the function of the building namely skatepark, it is described through

the view which takes an extreme from of skateboard arena, yet has the value of

beauty within. The application of this theme to the building will describe the

atmosphere and impression illustrated from the building function itself.

Keywords:architecture, skatepark, theme, extreme

ABSTRAK

Sebuah bangunan tentunya harus mempunyai karakter yang menggambarkan

suasana dalam menunjukkan kesan dari fungsi bangunan, hal tersebut

menunjukkan bahwa penggambarang arsitektur tidak lepas dari tema yang

dipakai untuk mengartikan kesan yang akan disampaikan dari sebuah bangunan

tersebut. Seperti dalam bangunan Bali Skatepark dengan tema “The Beauty of Extreme“ yang menyampaikan suatu kesan ekstrim yang terdapat dalam fungsi

bangunannya yaitu skatepark, yang digambarkan melalui tampilan yang

mengambil bentuk ekstrim dari arena skateboard namun mempunyai nilai

keindahan didalamnya. Penerapan tema ini terhadap bangunan nantinya akan

menjadi suasana dan kesan yang digambarkan dari fungsi bangunan itu sendiri.

(8)

Bali Skatepark di Badung i KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Waça/Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan Laporan Seminar Tugas Akhir tepat pada waktunya.

Tersusunnya Laporan ini tidak lepas dari bimbingan, petunjuk, informasi dan bantuan dari berbagai pihak, sehingga pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat :

1. Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Gede Suardana, MT.,PhD, selaku Dekan Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

2. Ibu Ir. Anak Agung Ayu Oka Saraswati, MT., selaku Ketua Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

3. Bapak Ir. I Wayan Gomudha, MT.,selaku Dosen Pembimbing Akademis.

4. Bapak Dr. Ir. Syamsul Alam Paturusi, MSP., selaku Dosen Koordinator Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

5. Bapak Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain, MSi., Bapak Ir. Ciptadi Trimarianto, Ph.D., Bapak Ir. Ida Bagus Ngurah Bupala, MT., Bapak Prof. Ir. Ngakan Putu Sueca, MT., Ph.D., dan Ibu Ni Made Swanendri, ST., MT. selaku Team Dosen Pengampu Seminar Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

6. Bapak Ir. Ida Bagus Ngurah Bupala, MT., selaku Dosen Koordinator Studio Tugas Akhir, Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Udayana.

7. Dr. Ir. Widiastuti, MT., selaku Dosen Pembimbing I. 8. Ir. Nyoman Surata, MT., selaku Dosen Pembimbing II

9. Dan semua pihak yang terlibat secara langsung maupun tak langsung dalam penyusunan tugas ini yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

(9)

Bali Skatepark di Badung ii

Akhir kata, semoga Laporan Seminar Tugas Akhir ini dapat memberikan manfaat sesuai dengan tujuannya.

Denpasar, 22 Januari 2015 Penulis

(10)

Bali Skatepark di Badung iii

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi... iii

Daftar Gambar ... vii

Daftar Tabel ... xi

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang ... 1

1.2Rumusan Masalah ... 3

1.3Tujuan ... 4

1.4Teknik Penulisan ... 4

1.4.1 Teknik PengumpulanData ... 4

1.4.2 Teknik Analisis Data ... 5

1.4.3 Teknik Penyimpulan Data ... 5

BAB II TINJAUAN TEORI 2.1Tinjauan Pustaka ... 6

2.1.1 Pemahaman Judul... 6

2.1.2 Pengertian dan Sejarah Skateboard ... 7

2.1.3 Pengertian Skatepark ... 8

2.1.4 Jenis Pemainan Skateboard ... 9

2.1.5 Unsur-Unsur Dalam Permainan Skateboard ... 9

2.1.6 Teknik Bermain dan Trik Dasar Permainan Skateboard... 12

2.1.7 Standar Nasional Arena Olahraga Skateboard ... 15

2.1.8 Fasilitas-Fasilitas Penunjang Skatepark ... 26

(11)

Bali Skatepark di Badung iv

2.2.1 Donkey Skateboarding ... 27

2.2.2 Motion Skatepark ... 32

2.2.3 Elevate Skatepark Jimbaran ... 34

2.2.4 Kesimpulan Objek Sejenis ... 35

2.3Spesifikasi Umum Proyek ... 37

2.3.1 Pengertian Skatepark ... 37

2.3.2 Tujuan dan Sasaran ... 37

2.3.3 Fungsi ... 38

2.3.4 Tujuan Pengadaan ... 39

2.3.5 Persyaratan Lokasi ... 39

BAB III STUDI PERANCANGAN SKATEPARK DI BADUNG 3.1Tinjauan Umum Lokasi ... 40

3.1.1 Kondisi Fisik Kabupaten Badung ... 41

3.1.2 Kondisi Non Fisik Kabupaten Badung ... 43

3.1.3 Struktur Tata Ruang dan Tata Bangunan Kabupaten Badung ... 49

3.2 Analisis S.W.O.T ... 50

3.3 Spesifikasi Khusus Bali Skatepark di Badung ... 52

3.3.1 Pengertian ... 52

3.3.2 Fungsi ... 52

3.3.3 Tujuan dan Sasaran ... 54

3.3.4 Civitas ... 54

3.3.5 Aktivitas ... 54

3.3.6 Sistem Pengelolaan ... 55

3.3.7 Persyaratan Lokasi ... 56

BAB IV TEMA DAN PEMROGRAMAN 4.1Tema perancangan ... 57

(12)

Bali Skatepark di Badung v

4.1.2 Rumusan Tema... 59

4.1.3 Penjabaran Tema ... 59

4.2 Program Fungsional ... 60

4.2.1 Fungsi Bali Skatepark di Badung ... 60

4.2.2 Jenis Kegiatan ... 61

4.2.3 Pelaku Kegiatan ... 62

3.2.4 Jenis dan Alur Kegiatan ... 63

4.3 Program Performansi ... 68

4.4 Program Arsitektural ... 72

4.4.1 Studi kapasitas peminat ... 72

4.4.2 Besaran Ruang ... 75

4.4.3 Hubungan ruang ... 81

4.4.4 Sirkulasi Ruang ... 84

4.4.5 organisasi Ruang ... 85

4.5 Program Tapak ... 86

4.5.1 Analisa Kebutuhan Luas Tapak ... 86

4.5.2 Analisa Pemilihan Tapak ... 86

4.5.3 Analisa Tapak ... 89

BAB V KONSEP DAN PERANCANGAN BALI SKATEPARK DI BADUNG 5.1Konsep Perancangan Tapak ... 101

5.1.1 Konsep Entrance ... 101

5.1.2 Konsep Zoning ... 104

5.1.3 Konsep Siskulasi ... 106

5.1.5 Konsep Bentuk Massa ... 108

5.1.6 Konsep Pola dan Orientasi Massa ... 109

5.1.7 Konsep Ruang Luar... 111

5.1.8 Konsep Utilitas Tapak ... 114

(13)

Bali Skatepark di Badung vi

5.2.1 Konsep Entrance Bangunan ... 117

5.2.2 Konsep Zoning Bangunan ... 118

5.2.3 Konsep Sirkulasi Bangunan ... 120

5.2.4 Konsep Tampilan Bangunan ... 121

5.2.5 Konsep Ruang Dalam ... 122

5.2.6 Konsep Struktur ... 123

5.2.7 Konsep Utilitas Bangunan ... 126

(14)

Bali Skatepark di Badung vii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Size Skateboard ... 10

Gambar 2.2 Pengaman Dalam Permainan Skateboard ... 12

Gambar 2.3 Goofy Stance ... 13

Gambar 2.13 Zonning Standart Obstacle ... 23

Gambar 2.14 Alternatif Zonning Standar Obstacle ... 24

Gambar 2.15 Side View Skatepark Harpenden ... 24

Gambar 2.16 Plan View Skatepark Harpenden ... 25

Gambar 2.17 Perspektif Skatepark Harpenden ... 25

Gambar 2.18 Donkey Skateboarding ... 27

Gambar 2.19 Layout Donkey Skateboarding ... 27

(15)

Bali Skatepark di Badung viii

Gambar 2.26 Layout Motion Skatepark ... 32

Gambar 2.27 Motion Skatepark ... 32

Gambar 2.28 Motion Skateshop ... 33

Gambar 2.29 Layout Elevate Skatepark Jimbaran ... 34

Gambar 2.30 Elevate Skatepark Jimbaran ... 35

Gambar 3.1 Peta Provinsi Bali ... 41

Gambar 3.2 Peta Kabupaten Badung ... 41

Gambar 3.3 Sanggoe Meraih Juara Ketiga Pada KIA World X-treme Games di Shanghai ... 47

Gambar 3.4 Kompetisi KIA World X-treme Games di Shanghai ... 47

Gambar 3.5 Sanggoe Meraih Juara Kedua pada FISE World Malaysia di Langkawi... 47

Gambar 3.6 Kompetisi FISE World Malaysia di Langkawi ... 47

Gambar 4.1 Pelaku Kegiatan Bali Skatepark di Badung ... 63

Gambar 4.2 Hubungan Ruang Makro ... 82

Gambar 4.3 Hubungan Kelompok Ruang Kegiatan Utama ... 82

Gambar 4.4 Hubungan Kelompok Ruang Pengelola ... 83

Gambar 4.5 Hubungan Kelompok Ruang Servis ... 83

Gambar 4.6 Sirkulasi Ruang ... 84

Gambar 4.7 Organisasi Ruang ... 85

Gambar 4.9 Alternatif 1 ... 87

Gambar 4.10 Alternatif 2 ... 88

Gambar 4.11 Peta Lokasi Tapak ... 90

Gambar 4.12 Bentuk, Dimensi, dan Luas Tapak ... 91

Gambar 4.13 Tata Guna Lahan dan BUA ... 92

Gambar 4.14 Topografi, Geologi, dan Iklim ... 93

Gambar 4.15 Sirkulasi Tapak ... 94

Gambar 4.16 Utilitas pada Tapak ... 95

(16)

Bali Skatepark di Badung ix

Gambar 4.18 Vegetasi pada Tapak ... 98

Gambar 4.19 View pada Tapak ... 99

Gambar 5.1 Entrance Tapak... 103

Gambar 5.2 Main Entance ... 103

Gambar 5.4 Zona Kebisingan Tapak ... 104

Gambar 5.5 Zonning Alternatif 1 ... 105

Gambar 5.6 Zonning Alternatif 2 ... 105

Gambar 5.7 Sirkulasi Tapak... 107

Gambar 5.8 Jalur Pejalan Kaki dan Kendaraan ... 107

Gambar 5.9 Alternatif Bentuk Massa ... 108

Gambar 5.10 Bentuk Massa Bangunan ... 109

Gambar 5.11 Alternatif Pola Massa ... 110

Gambar 5.12 Pola Massa dan Orientasi Massa ... 111

Gambar 5.13 Pola Parkir 45o... 112

Gambar 5.14 Pola Parkir 90o... 112

Gambar 5.15 Elemen Softscape dan Hardscape pada Taman ... 113

Gambar 5.16 Skema Pengulahan Jaringan Air Bersih ... 115

Gambar 5.17 Skema Pengulahan Jaringan Air Kotor ... 115

Gambar 5.18 Skema Pengulahan Jaringan Listrik ... 116

Gambar 5.19 Skema Pengulahan Jaringan Telepon... 116

Gambar 5.20 Skema Pembuangan Sampah ... 116

Gambar 5.21 Konsep Entrance Bangunan ... 118

Gambar 5.22 Konsep Zonning Bangunan ... 119

Gambar 5.23 Konsep Sirkulasi Dalam Bangunan ... 120

Gambar 5.24 Konsep Tampilan Bangunan ... 121

Gambar 5.25 Konsep Ruang Dalam pada Ruang Utama ... 122

Gambar 5.26 Pondasi Tiang Pancang ... 123

Gambar 5.27 Struktur Rangka ... 124

(17)

Bali Skatepark di Badung x

Gambar 5.29 Struktur Rangka Ruang ... 125

Gambar 5.30 Lampu Fluorescent ... 126

Gambar 5.31 Lampu Down Light ... 126

Gambar 5.32 Penghawaan Alami ... 127

Gambar 5.33 Penghawaan Buatan ... 127

Gambar 5.34 Sistem Akustik ... 128

Gambar 5.35 Sistem Penyediaan Air Bersih ... 129

Gambar 5.36 Konsep Jaringan Listrik ... 129

Gambar 5.37 Sistem Telekomunikasi ... 130

Gambar 5.38 Fire Hydrant ... 130

Gambar 5.39 Portable Fire Protection... 131

Gambar 5.40 Heat Detektor ... 131

Gambar 5.41 Fire Sprinkler ... 131

Gambar 5.42 Penangkal Petir ... 132

(18)

Bali Skatepark di Badung xi

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Kesimpulan Studi Objek Sejenis ... 35

Tabel 3.1 Jumlah Penduduk Berumur 15-24 di Badung Tahun 2011 ... 44

Tabel 3.2 Cabang Komunitas PSB di Bali ... 45

Tabel 3.2 Komunitas di Luar PSB ... 45

Tabel 3.3 Analisa SWOT ... 50

Tabel 4.1 Jenis Kegiatan Bali Skatepark di Badung ... 64

Tabel 4.2 Program Performansi Bali Skatepark di Badung ... 68

Tabel 4.3 Jumlah Kapasitas Panitia Penyelenggara Lomba ... 74

Tabel 4.4 Jumlah Kapasitas Pengelola Bali Skatepark di Badung ... 74

Tabel 4.5 Studi Kebutuhan Ruang Kegiatan Utama pada Bali Skatepark di Badung ... 75

Tabel 4.6 Studi Kebutuhan Ruang Pengelola pada Bali Skatepark di Badung ... 77

Tabel 4.8 Studi Kebutuhan Ruang Servis pada Bali Skatepark di Badung ... 79

Tabel 4.9 Rekapitulasi Besaran Ruang Dalam (Tanpa Parkir) ... 81

(19)

Bali Skatepark di Badung 1

BAB I

PENDAHULUAN

Pada bab ini akan dijelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan, metode penelitian mengenai teknik pengumpulan data dan teknik pengolahan data serta terkait dengan sistematika penulisan.

1.1Latar Belakang

Olahraga merupakan suatu kegiatan yang membuat tubuh menjadi sehat secara jasmani. Ada berbagai jenis olahraga mulai dari olahraga yang ringan sampai jenis olahraga berat yang tergolong jenis olahraga ekstrim seperti olahraga

skateboard. Menurut Yudhis (2013) jenis olahraga skateboard sedang menjadi trend

di kalangan anak muda maupun dewasa. Masa kini makna skateboarding sudah

bertambah bukan hanya sebagai permainan belaka tetapi juga sudah menjadi lifestyle

(20)

Bali Skatepark di Badung 2

dengan olahraga ini para pemain tidak hanya sekedar berolahraga namun saling berkumpul dan saling berinteraksi satu sama lain guna memperluas pergaulan.

Skateboard merupakan jenis olahraga ekstrim yang pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring dengan perkembangan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul, skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang digabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungakan oleh trucks dari sepatu roda juga yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal nama skateboard, melainkan sidewalk surfing.

Skateboard sendiri baru masuk ke Indonesia pada tahun 1970 dan membooming pada tahun 2000an di beberapa daerah seperti Bandung, Jakarta dan Sulawesi selatan. Pada tahun 2003 International Association of SkateboardCompanies atau IASC membukukan sebuah hari khusus untuk skateboarder, yaitu tanggal 21 Juni. IASC menciptakan Go Skateboarding Day untuk seluruh skateboarder di dunia. (Steve, dkk., 2011)

Perkembangan olahraga skateboard di Bali banyak mendapat antusias dari masyarakat yang kebanyakan adalah anak muda. Dapat dilihat dari banyaknya komunitas skateboard di Bali yang tersebar disetiap daerah, dan data PSB (Persatuan

Skateboard Bali) terdapat 269 orang dari 11 komunitas skateboard, jumlah tersebut tidak termasuk dari komunitas yang berada diluar naungan PSB. Banyaknya peminat olahraga skateboard disebabkan pengadaan event penyelenggara olahraga

skateboard. Kompetisi yang sering diadakan setiap tahunnya oleh PSB pada tanggal 21 Juni karena ditetapkan sebagai hari Skateboard sedunia yang dikenal dengan sebutan Go Skateday.

Banyaknya antusias dari peminat olahraga ini ternyata tidak diimbangi dengan fasilitas yang ada. Dengan minimnya fasilitas yang ada, para skateboarder kesulitan mencari arena untuk mereka bermain dan belatih. Dapat dilihat dari banyaknya

skateboarder yang menggunakan fasilitas umum sebagai arena bermain skateboard

(21)

Bali Skatepark di Badung 3

Sehingga bakat yang sebenarnya dimiliki oleh skateboarder tidak dapat berkembang, padahal jika tersedia fasilitas yang lengkap dan memadai tentu dapat mengasah skill

yang dimiliki skateboarder.

Dengan adanya skatepark yang mewadahi permainan skateboard dan memberikan fasilitas lengkap yang dibutuhkan para skateboarder, diharapkan dapat meningkatkan prestasi dan mengembangkan bakat para skateboarder dan juga meningkatkan jumlah peminat olahraga skateboard. Beriringan dengan itu sejumlah sisi positif dan olahraga skateboard pun dapat dikenalkan pada masyarakat dengan lebih baik dan dipandang sebagai olahraga yang bermanfaat.

Lokasi yang dipilih menjadi pertimbangan pembangunan skatepark dilihat dari letak yang strategis. Badung merupakan kabupaten yang paling maju di Bali, akses-akses yang terdapat di Badung mudah diketahui karena Badung merupakan wilayah wisata yang banyak dikunjung oleh wisatawan atau pun orang lokal. Dengan pemilihan lokasi yang strategis dan adanya fasilitas yang lengkap diharapkan peminat olahraga skateboard makin bertambah.

1.2Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, terdapat beberapa permasalahan yang dapat diangkat yaitu sebagai berikut :

1. Fasilitas apa saja yang diperlukan dalam merancang bangunan untuk olah raga skateboard?

2. Apa tema yang digunakan pada Bali Skatepark di Badung?

3. Bagaimana program fungsional, performansi, dan arsitektural dalam perancangan Bali Skatepark di Badung?

4. Dimana lokasi yang tepat untuk pengadaan fasiltas Bali Skatepark?

(22)

Bali Skatepark di Badung 4

1.3Tujuan

Secara umum tujuan yang diharapkan adalah:

Perancangan Bali Skatepark untuk mewadahi para skateboarder yang akan bermain agar mendapatkan fasilitas yang layak agar dapat mengembangkan bakat dan mengenalkan olahraga skateboard pada masyarakat sehingga meningkatkan minat bagi masyarakat untuk bermain skateboard.”

Dalam mencapai tujuan umum tersebut terdapat tujuan khusus diantaranya: 1. Menentukan fasilitas apa saja yang diperlukan dalam merancang

bangunan untuk olah raga skateboard.

2. Menentukan tema yang digunakan pada Bali Skatepark.

3. Menentukan program fungsional, performansi, dan arsitektural dalam perancangan Bali Skatepark di Badung

4. Menentukan lokasi yang tepat untuk pengadaan fasiltas Bali Skatepark

5. Menentukan konsep perancangan pada Bali Skatepark agar dapat mendukung semua proses kegiatan

1.4Teknik Penulisan

1.4.1 Teknik Pengumpulan Data

1. Mencari data, literatur, dan mentabulasikannya

 Data sesuai konteks dikumpulkan dari berbagai sumber, seperti media cetak maupun elektronik, literatur, studi kasus, dan wawancara. Data terhimpun kemudian ditabulasikan secara ilmiah.

 Data terdiri dari:

i. Data primer, merupakan data yang dihimpun secara langsung oleh penulis melalui observasi lapangan. Data primer meliputi, data literatur, observasi lapangan, foto, dan kutipan spesifikasi dari objek skatepark.

(23)

Bali Skatepark di Badung 5

1.4.2 Teknik Analisis Data

1. Mengkaji sumber data (analisis)

 Data terhimpun kemudian dikaji (analisis) sesuai konteks dan sesuai dengan teori arsitektur dan acuan yang relevan.

 Analisis terhadap data dibagi menjadi:

i. Kualitatif, analisis kualitatif merupakan analisis data yang tidak bisa diukur atau dinilai dengan angka secara langsung. Penelitian kualitatif pada dasarnya merupakan suatu proses penyelidikan, yang menghimpun data-data utama dan sekaligus data tambahannya mengenai perancangan fasilitas Skatepark. Analisa data melalui proses deskriptif dan kemudian ditransformasikan ke dalam skala yang mudah dimengerti, seperti dalam bentuk diagram maupun skema.

ii. Kuantitatif, analisis kuantitatif pada dasarnya merupakan analisis terhadap semua data yang terukur dan dinyatakan dalam angka-angka, kuantitatif bersifat penilaian objektif terhadap suatu masalah, pengambilan keputusan yang menggunakan model-model matematika dengan menggunakan hitungan dan tabel.

1.4.3 Teknik Penyimpulan Data

1. Memperoleh sintesa, membuat program, dan mentransformasikan konsep.

 Hasil kajian data (analisis) kemudian dikembangkan ke tahap sintesis (pada studi perancangan) untuk menjadi spesifik dan dapat dilanjutkan ke tahap pemrograman dan ditransformasikan menjadi konsep desain.

2. Menarik kesimpulan dan solusi yang berwujud konsep usulan desain sesuai konteks.

(24)

Bali Skatepark di Badung 6

BAB II

PEMAHAMAN TENTANG BALI

SKATEPARK

Dalam bab ini akan dijabarkan pemahaman teori-teori yang dijadikan acuan untuk perancangan dengan standar-standar skatepark, studi proyek sejenis tehadap fasilitas olahraga skateboard.

2.1 Tinjauan Pustaka

Pada tinjauan pustaka diperlukan gambaran umum agar mengetahui apa yang akan dibangun dan memiliki satu pandangan terhadap proyek. Pembahasan yang terdapat pada tinjauan pustaka ini memberikan sumber pemahaman yang dapat menjadi acuan umum dalam perancangan proyek.

2.1.1 Pemahaman Judul

(25)

Bali Skatepark di Badung 7

dengan kebudayaan dan gaya arsitektur khas bali. Skatepark yang berarti suatu wadah yang dibuat untuk permainan skateboard, atau juga yang berarti taman bermain untuk

skateboard dimana wadah untuk memainkan skateboard menggunakan media menyerupai taman sebagai arena bermainnya, rintangannya juga ditata agar terlihat seperti medan jalanan dan taman. Jadi pengertian dari Judul Bali Skatepark ini adalah suatu tempat permainan skateboard yang memiki gaya arsitektur bali dalam tampilah bangunannya.

2.1.2 Pengertian dan Sejarah Skateboard

Papan luncur atau yang dikenal dengan skateboard adalah sebuah papan yang memiliki empat roda dan digunakan untuk aktivitas meluncur. Papan ini memiliki tenaga yang dipacu dengan mendorong menggunakan satu kaki sementara kaki yang satunya berada di atas papan. Bisa juga sang pengguna berdiri di atasnya sementara papan ini meluncur ke bawah pada sebuah turunan yang curam dan dengan ini menggunakan gaya gravitasi sebagai pemacu.

Menurut (Steve, dkk., 2011) Skateboard pertama kali ditemukan pada pertengahan tahun 1950, seiring dengan perkembangan era surfing di daerah California, Amerika Serikat. Pertama kali muncul, skateboard masih diciptakan oleh tangan manusia dan terbuat dari kayu yang digabungkan dengan ban sepatu roda dan disambungkan oleh trucks dari sepatu roda juga yang sangat tebal dan berat. Pada saat itu orang juga belum mengenal nama skateboard, melainkan sidewalk surfing. Masa-masanya dimulai ketika Marty McFly menggunakannya dalam sebuah film

yang berjudul “Back To The Future”, disini Marty menggunakan media skateboard

sebagai alat transportasinya.

Semenjak boomingnya skateboard di Indonesia di awal tahun 2000an perkembangan skateboard di Indonesia semakin berkembang, di dominasi oleh

skateboarder-skateboarder Jakarta dan Bandung sekarang sudah ada diberbagai kota di Indonesia seperti di Sulawesi-Sealatan sendiri diperkirakan komunitas skateboard

(26)

Bali Skatepark di Badung 8

puluhan komunitas disebabkan olah raga extreme ini baru dimulai pada tahun 2007. olah raga yang satu ini memang berbeda dengan olah raga lainnya, perlu ketekunan,kesabaran dan tekat yang kuat untuk mahir bermain skateboard, semakin dalam kita mempelajari semakin tinggi level kita untuk dicoba, tantangan mulai berkembang dari hanya bermain di jalan mulai beralih di tangga tangga, Handrail dan

Gap.

2.1.3 Pengertian Skatepark

Sebuah skatepark, adalah suatu wadah yang dibuat untuk permainan

skateboard, atau juga yang berarti taman bermain untuk skateboard dimana wadah untuk memainkan skateboard menggunakan media menyerupai taman sebagai arena bermainnya, rintangannya juga ditata agar terlihat seperti medan jalanan dan taman yang berisi tangga, pagar, bangku, kebun mini. Sebuah skatepark juga berisi rintangan-rintangan seperti half-pipes, quarter pipes, spine transfers, handrails, funboxes, vert ramps, pyramids, banked ramps, full pipes, pools, bowls, snake runs,

stairsets, dan beberapa objek lain. Skatepark mewadahi tempat untuk berkumpul, bermain dan meningkatkan kemampuan dalam suatu lingkungan yang aman dan nyaman (Putra, 2013)

Skatepark ada yang dimiliki secara pribadi dan juga milik publik atau yang disebut privat skatepark dan publik skatepark :

a. Privat skatepark biasanya dimiliki pribadi atau pihak swasta. Privat skatepark juga digunakan untuk mencari keuntungan sehingga untuk bermain di privat

skatepark yang dimiliki oleh pihak swasta pengunjung diharuskan membayar atau menyewa arena. Privat skatepark biasanya dibangun didalam ruangan (indoor), hal tersebut dimaksudkan agar skatepark dapat disewakan setiap waktu walau pun sedang terjadi hujan.

(27)

Bali Skatepark di Badung 9

2.1.4 Jenis Permainan Skateboard

Menurut Yudhis (2008) Skateboard dibagi kedalam dua jenis permainan yaitu :

a. Street

Street atau bisa di artikan jalanan, adalah jenis permainan skateboard yang menggunakan jalan sebagai tempat untuk memainkan papannya, seperti meloncati meja, bangku, box, meloncati anak tangga dan lain-lain yang dianggap bisa sebagai media untuk melakukan trik-trik. Street merupakan permainan skateboard paling bebas karena setiap pemain dapat menentukan dimana tempat bermain dan tidak hanya terpaku oleh satu tempat saja, namun belakangan ini banyak mendapat tentangan terutama para pejalan kaki yang merasa terganggu oleh aktivitas skateboard ini, dengan demikian unsur street dibuat dalam skatepark dimana medianya menyerupai elemen yang ada di jalanan seperti tangga, meja, bangku, box, dll.

b. Vert

Vert merupakan jenis permainan yang menggunakan suatu tempat khusus yang biasa di sebut Skatepark atau taman bermain skateboard. Vert

mempunyai bentuk seperti setengah lingkaran pipa atau biasa di sebut (halfpipe). Berbagai macam ukuran halfpipe diantaranya dari ukuran tinggi 6 kaki sampai 12 kaki. Halfpipe ini terbuat dari lapisan kulit kayu yang sangat kuat. Skateboarder berdiri diantara ujung yang satu dan meluncur ke ujung yang lainnya hingga dapat meloncat melebihi ujung vert dan melakukan trik.

2.1.5 Unsur-Unsur Dalam Permainan Skateboard

A. User (Pemain)

(28)

Bali Skatepark di Badung 10

B. Arena

Tempat bermain skateboard di sebut juga skatepark, ada dua buah macam

skatepark yaitu indoor dan outdoor. Jika tidak ada skatepark maka lahan yang luas yang berbahan beton / aspal dapat di jadikan tempat bermain skateboard.

C. Alat

Dalam bermain skateboard terdapat tata cara dan peralatan yang sesuai dengan olahraga ini yang harus dilakukan dalam memainkannya, diantaranya :

1. Skateboard

Skateboard yang baik adalah papannya berbahan kayu yang masih baik, tidak terdapat retakan atau patahan pada papan skateboard dan mempunyai double nose dan dilengkapi komponen yang menghubungkan roda dengan papan dan dapat digerak-gerakkan (truck) serta ban dan

bearing. Berikut gambar pemilihan ukuran papan skateboard berdasarkan user:

Gambar: 2.1

(29)

Bali Skatepark di Badung 11

a. Sizes Mini: – bagi anak umur antara 5 dan 10 tahun. skateboards kecil sebaiknya dipasang dengan truk yang kira-kira ukuran yang kecil seperti GrindkingMinis.

b. 7,5 “- ukuran ini bagus untuk mengajak anak memakai papan yang lebih besar. Enak juga diajak skater yang gemar melakukan banyak

technical trick seperti manual, flip trick diledges dll. Tinggi skater

antara: 5 kaki sampai 5 kaki 4 inci tinggi atau antara 150 sampai 160 cm (ini tidak diharuskan).

c. 7,75″ -ukuran ini adalah yang paling biasa.tinggi skater: 5 kaki 5 inci tinggi sampai 6 ft atau tinggi antara 160 sampai 180 cm (ini tidak diharuskan).

d. 8,0″ – ukuran ini bagus untuk stabilitas. Ada lebih banyak tempat kaki di sini. papan ukuran ini baik untuk: handrails, slow stylish flip tricks down stairs dan over gaps, mini-ramp, dan kadang-kadang meluncur dikolam renang. tinggi skater: diatas 6ft atau tinggi antara 180 sampai 200cm (ini tidak diharuskan).

diatas 8,0″ – ada pun papan skateboard yang lebarnya diatas 8 inci biasanya dimaksudkan untuk vert, bowl, park atau meluncur dikolam(pool). papan ini lebih besar dan lebih berat. Tetapi, mereka lebih stabil. (Zaldy, 2015)

2. Sepatu

(30)

Bali Skatepark di Badung 12

2. Pengaman

a. Helm, menjaga kepala agar terlindung dari benturan jika terjatuh. Helm skateboard berbentuk setengah lingkaran dengan banyak ruang ventilasi udara dan dengan bahan yang ringan dan kuat.

b. Pelindung lutut kaki (knee pads) alat ini berbentuk setengah lingkaran yang dilengkapi pada bagian luar material plastik yang kuat namun ringan dan lapisan busa tebal pada bagian setengah lingkaran di dalam dengan repeat sebagai tali untuk mengaitkan knee pads pada lutut.

c. Pelindung sikut dan tangan (elbow pads) alat ini berbentuk setengah lingkaran yang di lengkapi pada bagian luar material plastik yang kuat namun ringan dan lapisan busa tebal pada bagian setengah lingkaran di dalam dengan repeat sebagai tali untuk mengaitkan

elbow pads pada siku.

2.1.6 Teknik Bermain dan Trik Dasar Permainan Skateboard

Menurut Steve, dkk., (2011), Skateboard mempunyai beberapa teknik dasar. Sebelum memulai bermain atau mempelajari teknik dasar, pertama kali yang harus diketahui dan dipahami adalah NOON PD (Niat, Otak, Otot, Nyali, dan Percaya Diri) selanjutnya barulah mulai mencoba. Dalam bermain skateboard terdapat tatacara yang harus dilakukan dalam permainannya:

A. Teknik Bermain Skateboard

a. Cara berdiri diatas papan skateboard

Cara berdiri di atas papan yaitu pijakan kaki depan tepat berada diatas lubang baut dibagiat atas papan dan kaki belakan merada pada ujung papan

Gambar: 2.2

Pengaman dalam permainan skateboard

(31)

Bali Skatepark di Badung 13

bagian belakang. Dengan demikian dapat melatih keseimbangan badan dengan baik diatas papan.

Ada dua cara berdiri diatas papan skateboard yaitu Goofy stance dengan menggunakan kaki kanan didepan

Regular stance dengan menggunakan kaki kiri dibagian depan papan.

b. Menggerakkan papan/ meluncur

Letakkan satu kaki kiri atau kanan diatas papan bagian depan, kemudian dorong perlahan papan skateboard menggunakan kaki satunya, lalu letakkan kaki pendorong keatas papan bagian belakan seketika papa skateboard akan meluncur perlahan, kendalikan dengan posisi badan yang seimbang.

c. Berbelok dan mengerem

Untuk membelokkan papan skateboard dapat dilakukan dengan cara mengendalikan bagian belakang dari papan skateboard dengan salah satu kaki kiri atau kaki kanan yang berada pada bagian belakang. Untuk

Gambar: 2.3

goofy stance

Sumber: www.tupperware.co.id

Gambar: 2.4

(32)

Bali Skatepark di Badung 14

mengerem atau memberhentikan papan caranya dengan menurunkan kaki yang berada di belakang papan skate.

B. Trik Dasar Permainan Skateboard a. Ollie

Ollie menjadi trik paling dasar untuk melakukan kombinasi trik-trik lainnya. Teknik Ollie ditemukan oleh Alan Gefland pada tahun 1978, berikut bagimana cara melakukan trik ollei.

1. Kedua kaki diletakkan diatas papan sesuai dengan sikap berdiri diatas papan skateboard.

2. Ambil ancang-ancang untuk melompat lalu tekan tail menggunakan kaki belakang skeras mungkin hingga bagian depan papan atau nose

terangkat.

3. Kaki depan mengikuti arah naiknya nose, kemudian sapu atau tendang nose dengan kaki depan.

4. Jika papan skateboard sudah terangkat, kaki mengikuti arah gerak papan, lalu jaga tail agar terangkat seimbang dengan naiknya nose 5. Kedua kaki diposisikan pada ujung papan (nose dan tail) hingg

papan mendarat dengan seimbang kembali

Gambar: 2.5

ollie

(33)

Bali Skatepark di Badung 15

b. Grind

Grind merupakan bagian dasar trik skateboard

dimana papan melaju diatas objek pipa besi maupun objek yang bisa dijadikan tempat untuk

grind. Dalam trik grind terdapat beberapa macam trik, namun yang dijelaskan adalah Boardslide.

1. Arahkan papan menuju pipa besi, atur kecepatan dari papan skateboard.

2. Lakukan trik Ollie dan arahkan bagian tengah papan diatas pipa besi

3. Papan diseimbangkan diatas pipa besi dengan kedua tangan direntangkan

4. Ketika papan sudah berada di ujung pipa besi segera papan diputas sejajar agar tidak terjatuh.

2.1.7 Standar Nasional Arena Olahraga Skateboard A. Dasar Perancangan Skatepark

Pada dasarnya semua skatepark harus mempunyai area untuk pemula. Area pemula adalah bagian dimana seseorang yang belum bisa bermain papan luncur atau belum berpengalaman dapat berlatih dalam lingkungan yang lebih terkontrol. Sangat penting bagi seorang pemula untuk berada di luar area untuk kelas menengah dan mahir demi keselamatan bersama. Ukuran untuk area pemula kira-kira antara 464.51sampai 743.22 m2 dengan lereng landai yang memiliki hips kecil, moguls, banks, curbs dan rail slides dengan ukuran mulai dari 8 inch sampai 2.43 m.

Semua skatepark harus memiliki elemen-elemen jalan yang membentuk sebuah street course. Street course dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai obstacle dan elemen-elemen yang dapat ditemukan di

Gambar: 2.6

(34)

Bali Skatepark di Badung 16

jalanan. Elemen-elemen tersebut antara lain berupa ledge, tangga dan rail

yang berupa pagar atau pegangan tangga. Ukuran street course kira-kira antara 929.03-1858.06 m2. Sebuah street course yang dirancang dengan baik

terdiri dari beberapa bagian dan memiliki range kecepatan dari lambat hingga sangat cepat. Bagian-bagian ini dapat terdiri dari transition, vert walls, large banks dan banks dengan permukaan rata yang memiliki ledge, tangga, rail

dan curbs. Desain skatepark harus memiliki ruang yang cukup sehingga seorang skater dapat dengan leluasa untuk mulai melakukan manuver dan memiliki setidaknya 8-10 kemungkinan untuk mengakhiri manuver tersebut. Kesalahan yang paling sering terjadi dalam merancang skatepark adalah membangun terlalu banyak dalam luasan tempat yang terlalu kecil.

B. Dasar-dasar Desain Tambahan Perancangan Skatepark

Dasar-dasar desain tambahan lainnya yang juga harus diperhatikan yaitu :

a. Permukaan Rata

Semua skatepark harus memiliki minimal 3 meter permukaan rata antara satu

obstacle dengan obstacle lainnya. Skateborader melakukan gerakan pumping

naik turun pada transition sehingga mendapatkan kecepatan tertentu saat meluncur pada permukaan rata. Permukaan rata yang cukup membuat seorang rider dapat meluncur leluasa dan memperkecil kemungkinan kecelakaan. Rider dapat lebih leluasa mengakhiri sebuah trick dan bersiap untuk trick

selanjutnya jika tersedia permukaan rata yang cukup. Rancangan yang baik harus menghindari penempatan dua dinding yang berdekatan karena tidak memberikan ruangan yang cukup untuk menghindari kecelakaan.

b. Transitions

Transitions atau bidang transisi antara permukaan rata dengan bidang miring dapat dibangun dengan dua cara yaitu dengan dikelilingi lereng yang menyerupai kolam renang atau dikelilingi pinggiran yang menyerupai selokan atau saluran air. Tinggi dinding dari lantai sampai ke puncak lip

(35)

Bali Skatepark di Badung 17

melebihi 50O. Sebuah transition kecil dengan tinggi 1.22 m setidaknya

memiliki bidang miring sepanjang 1.52 sampai 2.13 m.

c. Lips, Edges dan Coping (Pinggiran Dinding)

Lips, edges dan coping pinggiran dinding, transition dan kolam harus keras dan layak grind karena saat berada di puncak transition, rider akan melakukan trik seperti slide atau grind. Pinggiran yang menjorok keluar akan membuat rider dapat menempatkan posisi dengan baik dan aman. Coping (pipa besi minimal 2 inci pada pinggir transition) yang menonjol keluar akan mempermudah slide atau grind dan melindungi material transition.

d. Curbs, Blocks, Dinding dan Tangga

Elemen jalan seperti ini sudah menjadi bagian dari skatepark modern.

Elemen-elemen ini menjadi lebih maksimal jika digabungkan dengan obstacle

lainnya, misalnya curbs (obstacle yang menyerupai pinggiran jalan) digabungkan dengan banks. Cara lainnya adalah membangun block (obstacle

yang berbentuk kotak menyerupai elemen jalan seperti pedestrian) yang dikombinasikan dengan beberapa anak tangga mengelilingi pinggir skatepark

yang dapat berfungsi sebagai obstacle maupun tempat duduk.

C. Standar Peralatan a. Box

Gambar: 2.7

(36)

Bali Skatepark di Badung 18

Box adalah salah satu obstacle standar. Ukuran tinggi box mulai dari 20cm - 50cm. Sebagai obstacle standar box digunakan untuk berbagai macam trik mulai dari trik ollie up dan drop in, flip up dan out, shove-it up dan out,

berbagai trik manual, slide in dan out sampai grind in dan out. Box dapat digabungkan dangan beberapa obstacle lain seperti rail dan launch ramps

sehingga membentuk sebuah obstacle baru dengan kemungkina trik dan tingkat kesulitan yang bervariasi. (lihat gambar 2.2)

b. Launch Ramp

Launch ramp adalah sebuah bidang miring yang berfungsi sebagai peluncur dimana rider-nya mengambil ancang-ancang dari jarak retentu kemudian menaiki launch ramp untuk meluncur melewati obstacle yang lebih jauh atau lebih tinggi. Tinggi standar launch ramp sekitar 60 cm dengan panjang sisi miringnya kurang lebih 175 cm atau disesuaikan dengan sudut kemiringan yang tidak melebihi 50°. Ukuran ini disesuakan karena sudut kemiringan tidak boleh terlalu curam dan bidang miringnya tidak boleh terlalu panjang untuk menghindari kehilangan momen pada saat akan meluncur di atasnya. Selain

Gambar: 2.8

(37)

Bali Skatepark di Badung 19

digunakan sebagai peluncur untuk melewati obstacle dalam ukuran tertentu,

launch ramp juga dapat dikombinasikan dengan obstacle yang lain misalnya

rail dan box sehinga dapat membentuk piramid lengkap atau fun box. (lihat gambar 2.3)

c. Fun Box

Fun box sederhana setidaknya terdiri dari 2 buah box, 1 buah rail atau flat bar, 1 buah kink rail dan 8 buah launch ramp. Bentuk perletakannya secara sederhana seperti yang tampak pada gambar rangka fun box di atas sedangkan contoh variasi kombinasi yang lain seperti pada gambar di bawah ini. (lihat gambar 2.4)

d. Half Pipe Ramp

Half pipe ramp umumnya diperuntukkan bagi vert rider. Tinggi standarnya mulai dari 3 m sedang lebarnya dua kali ukuran lebar selembar papan plywood. Half pipe yang berdiri sendiri biasanya diletakkan pada salah satu sisi dinding dan biasanya digunakan sebagai starting point, karena biasanya pada bagian puncaknya tersedia ruang sekitar 1,5 m

Gambar: 2.9

(38)

Bali Skatepark di Badung 20

sebagai tempat ancang-ancang atau drop-in. Jika half pipe ramp lebih digunakan oleh vert rider maka bagi street rider tersedia ramp yang lebih kecil yaitu mini ramp. Tinggi mini ramp antara 1,8m – 3m atau setengah dari half pipe sehingga biasa disebut quarter pipe. Mini ramp lebih mengakomodasi trik-trik street riding seperti flip, slide dan grind dan tidak terlalu ditekankan pada trik vert seperti aerial karena saat hang time

(melayang) di atas mini ramp tidak selama di atas half pipe sehingga berbahaya untuk melakukan trik-trik aerial yang membutuhkan waktu

hang time lebih lama. (lihat gambar 2.5)

e. Vert Ramp

Vert ramp adalah arena untuk vert rider yang sebenarnya terdiri dari gabungan beberapa buah half pipe ramp sehingga membentuk arena vert yang menyerupai huruf U. Tinggi vert standar sama dengan tinggi half pipe ramp

sedang lebar standarnya mulai dari 4.5m karena trik-trik vert riding dan

Gambar: 2.10

(39)

Bali Skatepark di Badung 21

manuver aerial-nya membutuhkan ruang gerak yang lebih lebar agak dapat bergerak dengan lebih aman dan leluasa. Sebagai variasi di atas vert bisa juga dikombinasikan dengan rail atau flat bar. Obstacle ini memungkinkan seorang rider dapat melakukan trik combo yaitu melakukan beberapa trik beruntun sebelum landing, misalnya setelah melakukan trik aerial bisa dilnjutkan dengan slide atau grind di atas rail sebelum turun kembali ke vert.

(lihat gambar 2.6)

f. Bowl / Pool

Pool atau Bowl adalah obstacle yang berbentuk kolam renang dengan dasar berbentuk mangkuk dan bukan kolam yang dasarnya berbentuk peregi. Penggunaan kolam renang sebagai obstacle sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 1977. Pada waktu itu permainan papan luncur masih menggunakan maneuver surfing sehingga skater saat itu terpikir untuk main di kolam renang

Gambar: 2.11

(40)

Bali Skatepark di Badung 22

rumahan yang dikeringkan karena parmukaan kolam yang menyerupai mangkuk dapat menghasilkan suasana seperti ombak. Ukuran standar untuk

pool / bowl bervariasi sesuai ukuran standar kolam renang yang sebenarnya. Pada pinggiran permukaan kolam dipasang besi profil berdiameter 2 inch yang disebut coping untuk melindungi sudut permukaan kolam dari manuver seperti slide dan grind.

g. Detail Coping

Coping biasanya diletakkan pada pinggiran di ujung ramps atau edge. Coping

terbuat dari besi profil berdiameter mulai dari 2 inci dan berfungsi ganda yaitu sebagai tempat slide atau grind dan sebagai pelindung material ramps atau

edge. Selain itu dengan adanya coping maka ketika seorang rider sedang

Gambar: 2.12

(41)

Bali Skatepark di Badung 23

meluncur di atas ramps atau edge dia akan mengetahui batas atau ujung ramps

atau edge tersebut saat papan , wheels atau truck-nya menyentuh coping. (lihat gambar 2.7)

h. Zonning Standar Obstacle

Sebuah skatepark standar dengan tipe street course menggunakan semua

obstacle yang telah dibahas sebelumnya. Obstacle ini bisa bervariasi dalam bentuk dan ukuran namun tidak keluar dari standar yang ada. Sebagai contoh sederhana untuk site yang berbentuk persegi panjang, maka pada kedua sisi site yang melebar atau lebih kecil basanya diletakkan mini ramps dan quarter pipe yang dipasang terpisah atau bisa juga single half pipe. Obstacle ini berfungsi sebagai sarting point. Pada bagian tengah site dapat diletakkan

pyramid lengkap atau fun box sedang pada sisi-sisinya dapat divariasikan dengan rail dan box. Rail yang dipasang bisa berupa single handrail ataupun

kink rail disesuaikan dengan bentuk permukaan site. Begitu pula dengan box yang dapat tersedia dalam beberapa bentuk dan ukuran sehingga dapat menghasilkan suasana jalanan yang lebih nyata.

Gambar: 2.13

(42)

Bali Skatepark di Badung 24

Sebagai contoh perletakan obstacle untuk street course adalah seperti pada gambar-gambar di atas. Pada proposal skatepark Harpenden, perletakan

obstaclenya sederhana namun mampu mengakomodasi obstacle utama untuk

street course dengan penataan yang telah memenuhi syarat.

Gambar: 2.14

alternatif zonning standar obstacle Sumber: Putra, 2013

Gambar: 2.15

(43)

Bali Skatepark di Badung 25

Gambar: 2.16

Plan View Skatepark Harpenden Sumber: Putra, 2013

Gambar: 2.17

(44)

Bali Skatepark di Badung 26

2.1.8 Fasilitas - Fasilitas Penunjang Skatepark

Menurut (Brown, 1978) Skatepark mempunyai prasarana berupa fasilitas– fasilitas penunjang, dalam hal ini fasilitas–fasilitas tersebut berguna dan berhubungan dengan permainan tersebut. Karena secara tidak langsung fasilitas– fasilitas tersebut sangat dibutuhkan oleh para pengguna fasilitas skatepark.

Adapun fasilitas primernya antara lain:

- Loker/ tempat penitipan barang - Ruang ganti

- Tempat perawatan pemain - Tempat pemain pemula - Kantor pengelola - Toilet

Fasilitas sekundernya antara lain:

- Cafe

- Skateshop

- Toko peralatan - Hot Spot

- Event center

(45)

Bali Skatepark di Badung 27

2.2 Tinjauan Fasilitas Sejenis 2.2.1 Donkey Skateboarding

Donkeyskateboarding adalah tempat untuk para skater bermain skateboardnya di arena skatepark, tujuan pendirian skatepark ini untuk mengembangkan minat dan hobby masyarakat akan kecintaannya terhadap permainan skateboard. Permainan

skateboard ini sangat berdampak positif karena telah memberikan kesempatan terhadap minat seseorang terhadap hobbynya sehingga menjauhkan orang tersebut dari hal yang negatif seperti menggunakan obat-obatan terlarang (narkoba). Secara tidak langsung meraka pasti akan mendapat kan teman ketika sedang bermain

skateboard dan saling mengajari trik satu sama lain. Tidak hanya para remaja yang menyukai permainan ini, banyak anak-anak yang sudah mahir memainkan permainan

skateboard dan peran orang tua sangat mendukung bakat anaknya tersebut.

Gambar: 2.19

Layout Donkey Skateboarding

Gambar: 2.18

Donkey Skateboarding

(46)

Bali Skatepark di Badung 28

a. Luas Lahan

Areal keseluruhan Donkey Skateboarding ini yaitu 750 m2 yang diperuntukkan

- Bangunan, meliputi

Skatepark

Bangunan skatepark yang mencakup 50 orang untuk bermain di dalam arena.

Skateshop

Menjual tiket dan peralatan yang digunakan oleh skater

 Kantin

Menjual makanan dan minuman untuk para pengunjung yang memiliki luas + 15 m2

 Toilet

Memiliki luas + 6 m2

 Gudang

- Areal Parkir Kendaraan, berkapasitas

 10 mobil

 30 sepeda motor

b. Peralatan dan Sarana Utama Kegiatan - Half Pipe

Gambar: 2.20

Half pipe

(47)

Bali Skatepark di Badung 29

Bentuk arena ini adalah setengah pipa, dimana bagian kiri dan kanannya melengkung, pada bagian tengah terdapat lintasan lurusnya.

- Ramp

Arena ini berbentuk lengkungan yang digunakan untuk meluncur dari atas dan mendapatkan kecepatang yang maksimal

- Kicker Ramp

Gambar: 2.21

Ramp

Sumber : Observasi lapangan, 6 Oktober 2015

Gambar: 2.22

Kicker ramp

(48)

Bali Skatepark di Badung 30

Kicker ramp ini adalah alat bantu yang digunakan untuk melompat agar lompatan lebih tinggi, biasanya para skater menggunakan kicker ramp untuk membantunya agar dapat mepompati suatu benda yang tinggi, yaitu ketinggian lebih dari 1 meter.

- Box or Grind Ledge

Skater menggunakan box atao grind ledge untuk mempertunjukkan aksi meluncur menggunakan skateboard di atas box.

- Pyramids

Gambar: 2.23

Box or Grind Ledge

Sumber : Observasi lapangan, 6 Oktober 2015

Gambar: 2.24

Pyramids

(49)

Bali Skatepark di Badung 31

Piramida memungkinkan skater untuk mengubah arah aliran saat melakukan trik dan menghasilkan kecepatan. Memanfaatkan piramida dalam desain skatepark untuk membuat skater yang lebih menantang.

- Stair Grind

Rintangan ini membutuhkan kebernian yang ekstra karena skater meluncur diatas besi atau railing tangga. Biasanya skater yang sudah pro/mahir yang sudah biasa memakai rintangan ini, dan bagi yang masih begener/pemula dapat memakai Box atau Grind Ledge

c. Spesifikasi Gedung

Bangunan skatepark memakai struktur rangka ruang yang memiliki bentang 25 meter dan jarak antar tiangnya 4 meter, panjang dari bangunan ini adalah 40 meter dan ketinggiannya 15 meter. Penerangan dari skatepark ini memakai pencahayaan alami pada siang harinya karena disetiap sisinya terbuka sehingga cahaya matahari dapat masuk dan menerangi ruang didalamnya, pada malam hari penerangan memakai lampu TL. Untuk penghawaannya pun menggunakan penghawaan alami, selain udara dapat masuk dari setiap sisi bangunan, terdapat juga exhouse diatasnya sehingga udara yang masuk menjadi maksimal.

Gambar: 2.25

Stair Grind

(50)

Bali Skatepark di Badung 32

2.2.2 Motion Skatepark

Motion Skatepark yang beralamat di Jalan Café Legong Sunset Road dibuka pada tahun 2009, dengan luas skatepark 150 m2 (15x10 m) yang dapat menampung kapasitas 40 orang. Motion skatepark buka setiap hari dan jam operasional Motion skatepark mulai dari pukul 9 pagi – 10 malam. Motion skatepark sering mengadakan

event-event seperti Go Skateday, walikota cup, dan pernah juga mengadakan event

besar seperti FORNAS (Festival Olahraga Rekreasi Nasional)

Gambar: 2.26

Layout Motion Skatepark

Gambar: 2.27

Motion Skatepark

(51)

Bali Skatepark di Badung 33

Biaya masuk untuk menikmati fasilitas skatepark pada motion skatepark berfariasi sesuai dengan warga Negara dan juga jenis papan luncur yang digunakan, seperti:

 Jika warga Indonesia menggunakan papan skateboard merek “motion” maka dikenakan biaya masuk 15 ribu rupiah, tetapi

 jika warga Indonesia tidak menggunakan papan skateboard merek “motion” maka dikenakan biaya masuk 25 ribu rupiah.

Sedangkan untuk warga Negara asing

 Jika warga asing menggunakan papan skateboard merek “motion” maka dikenakan biaya masuk 20 ribu rupiah, tetapi

 jika warga asing tidak menggunakan papan skateboard merek “motion” maka dikenakan biaya masuk 30 ribu rupiah.

Fasilitas yang ada pada arena skatepark berupa:

- Quarter - Bank

Gambar: 2.28

Motion Skateshop

(52)

Bali Skatepark di Badung 34

- Ramp - Down ramp - Pyramid - Box

sedangkan untuk fasilitas penunjang motion skatepark:

- Toilet - Tiketing - Cafeteria - Skate shop - Ruang pengelola

2.2.3 Elevate Skatepark Jimbaran

Gambar: 2.29

(53)

Bali Skatepark di Badung 35

Elevate Skatepark Jimbaran yang berlokasi di Jalan Kauripan no.9 Jimbaran, Badung, dengan luas skatepark 120 m2 (8 x 15 m) yang dapat menampung kapasitas 40 orang. Elevate skatepark buka setiap hari dan jam operasional mulai dari pukul 10 pagi – 9 malam. Elevate skatepark sering mengadakan event-event dengan fasilitas seadanya. Fasilitas skatepark yang disediakan hanyalah vert ramp, box, dan

jumping.Hal ini membuat para skateboard jenuh. Fasilitas penunjang yang di sediakan adalah cafeteria, ticketing, penyewaan papan, toilet.

2.2.4 Kesimpulan Objek Sejenis

Berasarkan dari studi obserfasi objek sejenis didapatkan informasi mengenai fasilitas-fasilitas yang disediakan dan aktifitas yang dilakukan. Kesimpulan dari studi objek sejenis (lihat tabel 2.1)

Tabel 2.1

Kesimpulan dari Studi Objek Sejenis

(54)

Bali Skatepark di Badung 36

Luasan 750 m2 225 m2 440 m2

Kapasitas + 50 orang + 40 orang + 40 orang

Pengelola Swasta Swasta Swasta

(55)

Bali Skatepark di Badung 37

Pada spesifikasi umum ini akan dijelaskan secara umum tentang Skatepark itu sendiri mulai dari pengertian, tujuan, sasaran, fungsi, tujuan pengadaan, fasilitas hingga persyaratan lokasi sesuai dengan hasil kajian yang sebelumnnya dilakukan.

2.3.1 Pengertian Skatepark

Berdasarkan tinjauan teori di atas maka dapat disimpulan pengertian dari

Skatepark adalah suatu tempat untuk mewadahi permainan skateboard dimana di dalamnya mencakup beberapa fungsi bangunan yang memiliki fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh skateboarder untuk berlatih mengasah kemampuan yang terencana, terkoordinasi, terprogram dengan baik.

2.3.2 Tujuan dan sarana

(56)

Bali Skatepark di Badung 38

2.3.3 Fungsi

Bali Skatepark memiliki 2 fungsi yaitu fungsi utama dan fungsi penunjang, dimana kedua fungsi tersebut akan menentukan kebutuhan ruang pada Bali skatepark

ini, berikut adalah fungsi-fungsi tersebut :

A. Fungsi Utama a. Edukasi

Permainan skateboard ini dapat memberikan pembelajaran motoric dan konsentrasi secara tidak langsung kepada para skateboarder atau orang yang baru ingin belajar skate.

b. Hobby

Sebagai wadah untuk para skateboarder menyalurkan kegemarannya, dan berlatih untuk memperlancar kemahiran permainan skateboardnya

c. Event

Sebagai sarana hiburan kepada para skateboarder maupun para olahragawan ekstrim lainnya melihat berbagai macam akrobatik yang dilakukan para skateboarder yang sudah handal. Menjadi tempat untuk perlombaan antar skateboarder dari berbagai daerah untuk saling mempertunjukan kebolehannya dalam berakrobat dengan papan skate

tersebut. B. Fungsi Penunjang

a. Bisnis

Sebagai para pemula yang baru mau mengenal dunia skate, dapat menjadi tempat untuk mencari beberapa perlengkapan dan pernak – Pernik yang biasa digunakan untuk para skateboarder, contohnya papan skate, t-shirt skater, dll.

(57)

Bali Skatepark di Badung 39

Melayani setiap pengunjung yang datang ke areal skateboard untuk memberikan rasa aman dan nyaman. Sehingga semua kebutuhan pengunjung dapat terpenuhi.

c. Service

Dalam pelestarian dan pemeliharaan setiap fasilitas yang ada di arena

skateboard, guna menjaga kenyamanan para pengunjung.

2.3.4 Tujuan Pengadaan

­ Memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan skatepark yang memadai, banyak terdapat bakat terpendam, pemain skateboarder semakin bertambah.

­ Menepis anggapan masyarakat bahwa skateboard menganggu kenyamanan masyarakat.

2.3.5 Persyaratan Lokasi

Persyaratan lokasi untuk Bali Skatepark di Badung antara lain sebagai berikut :

1. Lokasi terletak di dalam wilayah administrasi Kabupaten Badung yang sesuai dengan Rencana Tata Ruang dan Wilayah di Kabupaten Badung yaitu pada kawasan yang diperuntukkan sebagai fasilitas komersial.

2. Lokasi mudah diakses yang dapat dilalui berbagai jenis kendaraan baik pengunjung, bahan baku, dan juga emergency.

3. Lokasi mudah dicapai dan dikenali sesuai dengan fungsi komersialnya.

Gambar

Gambar: 2.9  fun box
Gambar: 2.13
Gambar: 2.30

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian menggunakan 60 sampel feses sapi bali yang diawali dengan isolasi bakteri pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), kemudian pewarnaan Gram dan

BAB VIII PENUTUP 8.1 Kesimpulan Perancangan Pusat Edukasi Seni Akulturasi dengan Pendekatan Extending Tradition mewadahi sebuah seni akulturasi budaya Islam dan Hindu di Bali

Kami berharap agar Bali’s Best Eats akan memotivasi industri kuliner dan bakat-bakat di Bali, untuk berpacu dalam memberikan penawaran dan pengalaman bersantap

Penelitian menggunakan 60 sampel feses sapi bali yang diawali dengan isolasi bakteri pada media Eosin Methylen Blue Agar (EMBA), kemudian pewarnaan Gram dan

ƒ Perencanaan dan perancangan Pusat Pengembangan Minat dan Bakat Anak-Anak di Semarang dengan fasilitas yang memadai, lengkap dan representatif untuk mewadahi seluruh aktivitas

Dalam perancangan basis data untuk Sistem Informasi Pengolahan Data Kriminalitas di Polres Badung Bali menggunakan ER Diagram, dengan melibatkan beberapa entitas yaitu

Dalam perancangan basis data untuk Sistem Informasi Pengolahan Data Kriminalitas di Polres Badung Bali menggunakan ER Diagram, dengan melibatkan beberapa entitas yaitu

Zentner, 2001 dalam Sariyati 2016 bebas transportasi yang aksesnya mudah serta terintegrasi  Terdapat fasilitas untuk mengembangkan bakat serta cita cita, bermain, dan