• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kepemimpinan vs Manajemen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kepemimpinan vs Manajemen."

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Radar Bandung Selasa, 29 November 2011

KEPEMIMPINAN VS MANAJEMEN

Sinta Setiana

“Kepemimpinan” suatu kata yang kita sering dengar, tetapi cukup banyak yang tidak memahaminya. Setiap perusahaan memerlukan kepemimpinan yang dapat memberikan atmosfer yang membuat organisasi bisa berjalan dengan semestinya.

Apakah seorang akuntan juga perlu dibekali kepemimpinan? Seorang akuntan selain dia menguasai bidang akunting dalam perusahaan dimana dia bekerja tetap memerlukan adanya jiwa kepemimpinan dan manajemen untuk memberikan kinerja yang optimal kepada perusahaan. Untuk itu saya akan mencoba mengulas kepemimpinan dan manajemen yang dapat menambah wawasan para pembaca.

Cobalah untuk menanyakan kepada diri anda beberapa pertanyaan di bawah ini : - Apakah kepemimpinan itu ?

- Apakah perbedaan antara kepemimpinan dengan manajemen ?

- Karakteristik apakah yang harus dimiliki seorang pemimpin yang baik ?

Kepemimpinan adalah suatu seni, bukan suatu ilmu. Kepemimpinan merupakan seni mengekspresikan cinta dan kedisiplinan secara harmonis guna mencapai tujuan bersama, sehingga bawahan kita merasa dihargai. Adanya unsur cinta dan kedisiplinan inilah yang membuat kepemimpinan berbicara tentang pengaruh.

Jadi karena kepemimpinan itu merupakan suatu seni, maka setiap orang mempunyai gaya kepemimpinannya sendiri yang berbeda dengan yang lainnya. Setiap orang bisa menciptakan, mengubah, menambah, memperbaharui gaya kepemimpinan yg ada di dalam dirinya.

Coba bedakan artinya dengan istilah “manajemen” yang seakan sama tetapi sebenarnya mempunyai perbedaan yang jauh. Manajemen berbicara tentang kinerja, jadi dalam manajemen segala sesuatu harus terukur dan dikendalikan.

Manajemen adalah suatu ilmu yang dapat dipelajari oleh siapapun juga,

Perhatikan tabel di bawah ini untuk melihat perbedaan antara keduanya.

Manajemen Kepemimpinan

1. Membuat perencanaan 1. Membuat visi dan memperkuat sumber daya pekerja

2. Berada dalam hirarki perusahaan 2. Bekerja antar departemen

3. Menjalankan pengukuran dan kontinue 3. Memberikan inspirasi dan pengajuan

Kepemimpinan tanpa pengetahuan manajemen yg baik, akan menyebabkan pencapaian terhadap tujuan perusahaan terseok – seok, berjalan serampangan, bahkan akibat yg paling fatal akan keluar jalan dari visi dan misi perusahaan.

Sebaliknya, manajemen tanpa memiliki jiwa kepemimpinan yang baik, maka bawahan akan merasa seperti sapi perahan, karena sentuhan emosionalnya tidak ada.

Situasi yang ideal tidak cukup hanya kepemimpinan saja atau manajemen saja, tetapi penggabungan dari keduanya adalah yang paling baik. Istilah ini dikenal dalam bahasa inggrisnya “Manager Leader“ atau apabila dijabarkan dalam bahasa Indonesia berarti seorang manajer yang mempunyai ketrampilan kepemimpinan yang baik.

Lalu, apa karakteristik seorang “Manager Leader” yang dikagumi oleh bawahannya ? Menurut penelitian, ada empat hal besar yang membuat seorang “Manager Leader” dikagumi oleh bawahannya, yaitu apabila pribadi tersebut memiliki sifat :

1. Jujur

2. Mempunyai visi 3. Memberikan inspirasi 4. Kompeten dibidangnya

Empat hal di atas itulah yang disebut dengan kredibilitas seorang pemimpin

Referensi

Dokumen terkait

Kebolehan perempuan menjadi seorang pemimpin adalah karena pada hakikatnya manusia diciptakan di bumi ini adalah mempunyai hak dan kewajiban yang sama, akan

Sebagai fungsi manajemen, konsep kepemimpinan Jawa Ki Hadjar Dewantara dapat menjadi contoh atau pandangan bagi seorang pemimpin dalam menentukan tujuan pencapaiaan

Maka kualifikasi seorang pemimpin yang ada dilembaga pendidikan umum seperti sekolah harus juga dimiliki oleh seorang pemimpin dilembaga pendidikan seperti

Kepemimpinan adalah salah satu unsur yang paling penting bagi seorang pemimpin, oleh karenanya seorang pemimpin harus mampu berperan sebagai organisator bagi kelompoknya

Menjadi seorang pemimpin bukan berarti menjadi penguasa yang bebas melakukan apapun sesuai dengan keinginannya, pemimpin mempunyai tanggungjawab untuk memenuhi

Maka dari itu, hal yang paling mendasar dan terpenting bagi seorang ketika menjadi pemimpin adalah menanamkan rasa percaya kepada anggota atau bawahannya karena

Semua gaya kepemimpinan itu masing-masing memiliki ciri tersendiri dan itulah yang menjadikan seorang pemimpin dapat memimpin kelompoknya dengan caranya sendiri yang

Rahma, S.IP., mampu membuktikan bahwasannya perempuan mampu menjadi seorang pemimpin, dibuktikan dengan adanya pengakuan adanya seorang pemimpin perempuan yang tegas, berani, dan