• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis perbandingan unjuk kerja TCP pada koneksi wired dan wireless dengan dan tanpa sack option.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis perbandingan unjuk kerja TCP pada koneksi wired dan wireless dengan dan tanpa sack option."

Copied!
101
0
0

Teks penuh

I. Pendahuluan

Bagian pendahuluan ini membahas latar belakang penelitian yang relevan dengan tujuan pembelajaran. Latar belakang menjelaskan pentingnya menganalisis kinerja TCP, terutama dalam konteks jaringan nirkabel yang rentan terhadap kehilangan paket. Penelitian ini memiliki nilai akademis tinggi karena menjembatani teori jaringan komputer dengan praktik empiris. Secara pedagogis, studi kasus ini memberikan pemahaman praktis tentang TCP dan SACK option, yang penting bagi mahasiswa untuk memahami kinerja dan pengoptimalan jaringan. Rumusan masalah didefinisikan dengan jelas dan terukur, terfokus pada perbandingan kinerja TCP pada koneksi wired dan wireless dengan dan tanpa SACK option. Tujuan penelitian dijabarkan secara spesifik, meliputi perbandingan kinerja TCP, pemahaman fungsi SACK option, dan analisis parameter yang mempengaruhi unjuk kerja TCP. Batasan masalah memberikan kerangka kerja yang terkontrol, memastikan hasil penelitian dapat diinterpretasikan dengan akurat. Metodologi penelitian dijelaskan secara detail, meliputi studi literatur, perancangan, pengujian, dan analisis data. Sistematika penulisan memberikan gambaran umum struktur laporan, memudahkan pembaca untuk memahami alur argumen.

1.1 Latar Belakang

Bagian ini menekankan pentingnya efisiensi dan kelancaran pengiriman data dalam jaringan komunikasi, menjelaskan peran TCP sebagai protokol kunci dan mengintroduksi SACK option sebagai mekanisme koreksi kehilangan paket. Pentingnya penelitian ini dikaitkan dengan tantangan khusus pada jaringan wireless yang sering mengalami kehilangan paket. Nilai akademis ditunjukkan dengan pembahasan tentang bagaimana studi ini dapat memperluas pengetahuan tentang perilaku TCP dalam berbagai kondisi jaringan. Nilai pedagogis terletak pada penerapan langsung konsep-konsep teoritis dalam studi kasus yang dapat diulang dan diinterpretasikan oleh mahasiswa.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah diformulasikan untuk mengarahkan penelitian dan menjamin fokus pada aspek-aspek terpenting. Perumusan masalah ini, yang berkaitan dengan kinerja TCP pada jaringan wired dan wireless dalam kondisi statis dan dinamis dengan dan tanpa SACK option, memiliki nilai akademis karena identifikasi masalah yang tepat dan relevan dengan bidang studi. Secara pedagogis, perumusan masalah yang jelas dan terarah akan melatih mahasiswa dalam merumuskan pertanyaan penelitian yang efektif dan terukur.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian dijabarkan secara rinci dan terukur, dengan penekanan pada perbandingan kinerja TCP pada berbagai skenario, pemahaman fungsi SACK option, dan analisis parameter kunci. Tujuan ini memberikan arah yang jelas bagi penelitian dan memastikan hasil yang relevan. Dari sudut pandang akademis, tujuan yang spesifik dan terukur akan memastikan kevalidan dan keabsahan penelitian. Secara pedagogis, tujuan yang terstruktur akan membantu mahasiswa untuk memahami proses perencanaan dan pelaksanaan penelitian yang sistematis.

1.4 Batasan Masalah

Batasan masalah mendefinisikan ruang lingkup penelitian untuk memastikan kelayakan dan ketepatan hasil. Dengan batasan yang jelas, penelitian menjadi lebih terfokus dan terkelola. Nilai akademis ditunjukkan oleh kemampuan peneliti untuk membatasi variabel dan fokus pada aspek-aspek penting. Secara pedagogis, batasan masalah akan mengajarkan mahasiswa untuk melakukan penelitian dengan sumber daya yang terbatas dan menghasilkan output yang bermakna.

1.5 Metodologi Penelitian

Penjelasan detail tentang metodologi penelitian, termasuk studi literatur, perancangan eksperimen, pengumpulan data, dan analisis data, memastikan reproduksibilitas penelitian dan transparansi metode. Nilai akademisnya terletak pada detail metodologi yang memungkinkan replikasi dan verifikasi hasil oleh peneliti lain. Secara pedagogis, metodologi penelitian yang jelas akan melatih mahasiswa untuk merancang dan melaksanakan penelitian secara sistematis dan ilmiah.

1.6 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan memberikan gambaran keseluruhan struktur laporan, memudahkan pembaca untuk memahami alur argumen dan isi setiap bab. Hal ini penting untuk memastikan alur logika penelitian yang koheren. Nilai akademisnya adalah struktur laporan yang sistematis dan mudah dipahami. Secara pedagogis, sistematika penulisan yang baik akan melatih mahasiswa untuk menyusun laporan penelitian yang terstruktur dan mudah dibaca.

II. Landasan Teori

Bagian landasan teori memberikan dasar teoritis yang kuat bagi penelitian. Pembahasan tentang TCP, termasuk congestion control, slow start, congestion avoidance, dan SACK option, memberikan konteks bagi analisis. Penjelasan tentang TCP RTT, RTO, throughput, retransmission, dan byte in flight menyediakan kerangka kerja untuk interpretasi data. Pembahasan tentang jaringan wired dan wireless memberikan pemahaman tentang perbedaan karakteristik kedua jenis koneksi tersebut. Nilai akademisnya terletak pada penjelasan yang komprehensif tentang konsep-konsep teoritis yang relevan. Nilai pedagogisnya adalah memberikan pemahaman mendalam tentang teori-teori dasar jaringan dan protokol TCP yang diperlukan dalam analisis.

2.1 Transmission Control Protocol (TCP)

Bagian ini membahas konsep dasar TCP, termasuk mekanisme kontrol aliran (flow control) dan kontrol kemacetan (congestion control). Penjelasan tentang mekanisme error control, khususnya SACK option, menjadi fokus utama. Nilai akademisnya adalah pembahasan tentang aspek teknis TCP yang detail dan komprehensif. Nilai pedagogisnya terletak pada kemampuan mahasiswa untuk memahami cara kerja TCP, terutama dalam menangani kehilangan paket dan memastikan pengiriman data yang handal.

2.2 TCP Aplikasi (FTP Server)

Bagian ini menjelaskan peran FTP server dalam penelitian. Pembahasan tentang bagaimana FTP server menggunakan TCP untuk transfer file memberikan konteks yang penting bagi analisis kinerja TCP. Nilai akademisnya adalah pemahaman tentang interaksi antara aplikasi dan protokol jaringan. Nilai pedagogisnya adalah membantu mahasiswa memahami aplikasi praktis dari TCP dalam konteks transfer file.

2.3 Wired dan Wireless

Bagian ini membandingkan karakteristik jaringan wired dan wireless, menekankan perbedaan dalam hal stabilitas, kecepatan, dan kerentanan terhadap gangguan. Pemahaman ini penting untuk menginterpretasikan hasil penelitian. Nilai akademisnya adalah perbandingan komparatif antara dua jenis teknologi jaringan yang berbeda. Nilai pedagogisnya adalah memberikan pemahaman yang komprehensif tentang perbedaan antara jaringan wired dan wireless.

III. Metode Penelitian

Bagian metode penelitian menjelaskan secara rinci desain dan prosedur penelitian. Diagram alir memberikan gambaran visual tentang langkah-langkah penelitian. Spesifikasi alat dan perangkat lunak memastikan reproduksibilitas penelitian. Penjelasan tentang skenario pengujian memberikan informasi yang cukup untuk memahami desain eksperimen. Nilai akademisnya adalah detail dan kejelasan metode penelitian yang memungkinkan replikasi. Nilai pedagogisnya terletak pada kemampuan mahasiswa untuk merancang dan melakukan eksperimen yang terstruktur dan sistematis.

3.1 Diagram Alir Perancangan

Diagram alir visualisasi alur penelitian, dari menentukan spesifikasi alat hingga analisis data. Ini memastikan kejelasan dan transparansi proses penelitian. Nilai akademisnya adalah representasi visual dari metodologi penelitian. Nilai pedagogisnya adalah membantu mahasiswa untuk memahami dan merepresentasikan proses penelitian secara sistematis.

3.2 Spesifikasi Alat dan Perangkat Lunak

Penjelasan detail tentang spesifikasi hardware dan software yang digunakan dalam penelitian. Ini memastikan reproduksibilitas penelitian dan menghindari ambiguitas. Nilai akademisnya adalah transparansi dan detail spesifikasi alat dan software yang memastikan replikasi penelitian. Nilai pedagogisnya adalah membantu mahasiswa memahami pentingnya spesifikasi alat dan perangkat lunak dalam penelitian.

3.3 Skenario Pengujian

Penjelasan detail tentang enam skenario pengujian yang dirancang, mencakup koneksi wired dan wireless, serta kondisi SACK on dan off, memastikan keragaman kondisi pengujian. Nilai akademisnya adalah desain eksperimen yang komprehensif dan terstruktur. Nilai pedagogisnya adalah melatih mahasiswa dalam merancang eksperimen yang mampu menguji hipotesis secara efektif.

IV. Pengambilan Data dan Analisis

Bagian ini menjelaskan proses pengumpulan dan analisis data. Penjelasan tentang konfigurasi alat, termasuk konfigurasi klien, server, dan access point, memastikan akurasi data. Analisis data meliputi interpretasi grafik dan data numerik dari parameter yang telah ditentukan, seperti throughput, RTT, RTO, retransmission, dan byte in flight. Nilai akademisnya terletak pada analisis data yang ketat dan metodologi yang tepat. Nilai pedagogisnya adalah membantu mahasiswa memahami bagaimana menginterpretasikan data dan menarik kesimpulan yang valid.

4.1 Konfigurasi Alat Pengujian

Penjelasan detail tentang konfigurasi klien, server, dan access point, memastikan bahwa proses pengambilan data dilakukan dengan tepat dan konsisten. Nilai akademisnya adalah detail konfigurasi yang memastikan reproduksibilitas hasil penelitian. Nilai pedagogisnya adalah melatih mahasiswa dalam melakukan konfigurasi sistem jaringan yang akurat dan efektif.

4.2 Analisis TCP SACK Option

Analisis dampak SACK option terhadap kinerja TCP, baik pada koneksi wired maupun wireless, memberikan wawasan yang penting bagi pemahaman tentang optimasi pengiriman data. Nilai akademisnya adalah analisis yang terfokus pada dampak SACK option terhadap kinerja TCP. Nilai pedagogisnya adalah membantu mahasiswa memahami peran SACK option dalam meningkatkan efisiensi dan kehandalan pengiriman data.

4.3 Analisa Data dan Grafik

Interpretasi grafik dan data numerik dari parameter kunci (throughput, RTT, RTO, retransmission, byte in flight) memberikan pemahaman yang komprehensif tentang kinerja TCP dalam berbagai skenario. Nilai akademisnya adalah interpretasi data yang tepat dan analisis yang mendalam. Nilai pedagogisnya adalah melatih mahasiswa untuk menganalisis data secara kritis dan menarik kesimpulan yang bermakna.

V. Kesimpulan dan Saran

Bagian kesimpulan merangkum temuan penelitian dan menjawab rumusan masalah. Saran memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya dan implikasi praktis dari temuan. Nilai akademisnya adalah kesimpulan yang ringkas dan konsisten dengan temuan penelitian. Nilai pedagogisnya adalah menunjukkan bagaimana menarik kesimpulan dan memberikan saran berdasarkan temuan penelitian.

5.1 Kesimpulan

Kesimpulan penelitian dirumuskan secara ringkas dan jelas, menjawab rumusan masalah dan memberikan jawaban atas pertanyaan penelitian. Nilai akademisnya adalah kesimpulan yang didukung oleh data dan analisis yang kuat. Nilai pedagogisnya adalah menunjukkan bagaimana menarik kesimpulan yang valid dan terdukung oleh data.

5.2 Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya dan implikasi praktis dari temuan penelitian, memberikan arah bagi penelitian masa depan dan manfaat praktis bagi pembaca. Nilai akademisnya adalah saran yang relevan dan bermakna untuk pengembangan penelitian di masa depan. Nilai pedagogisnya adalah menunjukkan bagaimana memberikan saran yang konstruktif dan bermanfaat berdasarkan temuan penelitian.

Gambar

Gambar 3.1 diagram alir
Tabel 3.1. spesifikasi linksys
Tabel 3.3 spesifikasi server
Gambar 3.2 Wireshark
+7

Referensi

Dokumen terkait

Bagaimana melakukan analisis perbandingan TCP Vegas, dan UDP pada data streaming dengan parameter uji utilisasi bandwidth, packet loss, latency dan jitter

Sementara itu nilai end to end delay dan packet loss lebih tinggi ketika berada pada packet error karena pengaruh packet loss untuk TCP Vegas tidak sebesar TCP

Penjelasan : CWND pada jaringan mobile akan mengalami banyak hambatan atau koneksi timeout ini diakibatkan dari ketidakstabilan jaringan wireless yang membuat suatu ketika CWND akan

Hasil analisis dari perbandingan unjuk kerja protokol TCP, UDP dan SCTP ini terhadap data VOIP dan IPTV yaitu Parameter Latency pada TCP mempunyai nilai yang

Hasil yang didapat dalam simulasi ini adalah TCP Veno mempunyai performansi yang lebih bagus dari pada TCP Vegas.. TCP Veno menghasilkan throughput yang lebih besar dan delay yang

Hasil analisis dari perbandingan unjuk kerja protokol TCP, UDP dan SCTP ini terhadap data VOIP dan IPTV yaitu Parameter Latency pada TCP mempunyai nilai yang

Secara keseluruhan hasil simulasi dari keempat skenario, protocol routing AODV lebih baik diterapkan pada Wireless Sensor Network dilihat dari nilai delay yang

Pada penelitian ini penulis telah menentukan beberapa parameter kinerja yang dapat digunakan untuk mengukur unjuk kerja dari layanan aplikasi yang akan diteliti menggunakan