MENGEMBANGKAN UMKM MELALUI MARKETPLACE DI MASA PANDEMI COVID-19
Manajemen operasional 1
Disusun oleh
202028074 AFRIANA SEPRIN TASANE 202028078 NUR ASMA KWAIKAMTELAT
202028120 DESI DEANINGSIH INDRIANY WATLOLY 202028004 IRNA WIJANA IMRAN
202028234 ANIATI SIOMPO 202028096 WINDI RAHAYU
202028214 THERESA OLIVIA KRISTI
201928276 RIO MAULANA ILHAM RUMAKEFING 202028146 LA SIBATRA
202028218 BEATRIX GRESILIA NOVIA PATTY 201728168 NANDIA FIDELA PATTINASARANY
PROGRAM STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS
PATTIMURA 2022
ABSTRACT
The rapid development of information technology will dominate all activities in this world.
Business people are increasingly making use of the Internet. Then came the name e-business which revolutionized sales from manual or conventional systems to digital or modern
systems. In connection with the outbreak of the corona virus, the government is carrying out quarantine, isolation, social distancing and lockdown efforts to reduce the spread of this dangerous virus.This type of research uses descriptive qualitative research according to (Sugiyono, Understanding Qualitative Research, 2005)Tokopedia invites people to start a business. This can be seen from Tokopedia''s frequent campaigns, one of which is
#MulaiAjaDulu. Tokopedia wants to invite people to start their own business and break the notion that only old people can do business, but young people can also start their own business easily.During the corona virus pandemic, SMEs must be able to continue running their business. With social restrictions in place, MPMI actors cannot market their products offline as before. With the digitalization era, MSMEs have shifted from marketing their products from offline or traditional to online or digital.
Keywords : Digital Marketing, UMKM, Tokopedia, Covid-19 ABSTRAK
Pesatnya perkembangan teknologi informasi akan mendominasi segala aktivitas di dunia ini.
Para pebisnis semakin memanfaatkan internet. Kemudian muncul nama e-business yang merevolusi penjualan dari sistem manual atau konvensional menjadi sistem digital atau modern. Sehubungan dengan merebaknya virus corona, pemerintah melakukan upaya karantina, isolasi, social distancing dan lockdown untuk menekan penyebaran virus berbahaya ini. Jenis penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kualitatif menurut (Sugiyono, Pengertian Penelitian Kualitatif, 2005) Tokopedia mengajak masyarakat untuk memulai sebuah bisnis. Hal ini terlihat dari kampanye yang sering dilakukan Tokopedia, salah satunya #MulaiAjaDulu. Tokopedia ingin mengajak masyarakat untuk memulai bisnis sendiri dan mendobrak anggapan bahwa hanya orang tua saja yang bisa berbisnis, tapi anak muda juga bisa memulai bisnis sendiri dengan mudah. Di masa pandemi virus corona, UKM harus bisa tetap menjalankan usahanya. Dengan adanya pembatasan sosial, para pelaku MPMI tidak bisa lagi memasarkan produknya secara offline seperti sebelumnya. Dengan era digitalisasi, UMKM telah bergeser dari memasarkan produknya dari offline atau tradisional menjadi online atau digital.
Kata Kunci: Digital Marketing, UMKM, Tokopedia, Covid-19
I. PENDAHULUAN
II. Pesatnya perkembangan teknologi informasi akan mendominasi segala aktivitas di dunia ini. Pengguna internet telah meningkat secara dramatis di seluruh dunia. Hal ini menunjukkan bahwa telah terjadi kemajuan di segala bidang. Tidak hanya di bidang komunikasi dan informasi, masyarakat Indonesia juga memanfaatkannya untuk
mengakses layanan online, seperti chatting, browsing, download dan masih banyak lagi. Seiring berjalannya waktu, perkembangan teknologi ini juga telah mempengaruhi aspek kehidupan masyarakat seperti ekonomi, sosial, budaya dan masih banyak lagi.[2]
III.Para pelaku bisnis semakin memanfaatkan Internet. Berkat Internet, bisnis dapat dilakukan secara
lebih luas tanpa dibatasi oleh jarak.
Kemudian muncullah nama e-business yang merevolusi penjualan dari sistem manual atau konvensional menjadi sistem digital atau modern. E-bisnis mencakup spektrum yang lebih luas daripada e-commerce, perusahaan dapat berinteraksi langsung dengan pelanggan atau mitra bisnisnya. Hal ini memberikan kemudahan bagi berbagai pihak. Apalagi dengan latar belakang pandemi virus corona yang telah menjadi wabah global di seluruh dunia.
[4]
IV. Sehubungan dengan merebaknya virus corona, pemerintah melakukan upaya karantina, isolasi, social distancing, dan lockdown untuk mengurangi penyebaran virus berbahaya ini. Setiap orang, termasuk pelanggan, wajib mematuhi peraturan pemerintah ini.
Saya harus. Untuk memenuhi peraturan pemerintah tersebut, perusahaan mengimbau karyawannya untuk bekerja dari rumah atau biasa disebut work from home (WFH).
Disarankan juga untuk tidak pergi ke tempat umum dan menjauhi keramaian untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun karena kebutuhan untuk mengurangi mobilitas, masyarakat juga perlu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan memilih opsi lain untuk memenuhi kebutuhannya menggunakan media digital. Salah satunya adalah e- commerce.[3]
V.
VI. Industri usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia juga terkena dampak pandemi virus corona.
Dengan banyaknya pusat perbelanjaan, restoran, dan industri, kita perlu mengurangi mobilitas untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona.
Dalam kondisi perekonomian negara yang terpuruk akibat dampak virus corona, para pelaku ekonomi UMKM harus tetap bertahan dalam kondisi
beralih ke digital marketing untuk memasarkan produknya. Di masa pandemi virus corona, penggunaan media sosial dan platform digital lainnya meningkat, yang dapat mendukung peningkatan transaksi penjualan di platform e-commerce seperti Tokopedia. Hal ini menunjukkan bahwa para pemain MPMI juga telah mampu mengembangkan diri dengan menggunakan platform digital yang tersedia.[1]
VII.
VIII. Perkembangan UMKM di era digitalisasi ini tidak hanya sebatas peralihan dari pemasaran produk offline ke media online tetapi juga menerima hal lain seperti pembayaran digital atau bahkan membayar tagihan hutang atau yang sekarang disebut
paylater. Sehingga dapat
mengembangkan UMKM di Indonesia tidak hanya di platform digitalnya saja, tetapi juga dapat mendorong UMKM bertahan di pasar digital dalam waktu yang lama. Selain itu, para pelaku digital MPMI juga harus berkolaborasi dalam inovasi untuk meningkatkan proses pengolahan produk hingga proses pemasaran. Karena dengan berkembangnya dunia digital, persaingan di hadapan kita juga sangat ketat mulai dari kualitas produk hingga harga produk yang menjadi salah satu hal utama yang menarik orang untuk membeli produk tersebut.[1]
IX.
X. LANDASAN TEORI XI. Pengertian Digital Marketing XII. Pemasaran digital, menurut Wsi
(2013) dalam Todor (2016) adalah "The practice of promoting products and services in an innovative way, using primarily database-driven distribution channels to reach consumers and customers in a timely, relevant personal and cost-effective manner".
Berdasarkan definisi inimaka pemasaran digital merupakan suatu cara inovatif yang menggunakan database dan menjangkau konsumen secara individu, hemat biaya dan lebih tepat waktu. Sedangkan Todor (2016) sendiri menyatakan bahwa "Digital marketing is a blanket term for the targeted, measurable, and interactive marketing of goods or services using digital technologies in order to reach and convert leads into customers and preserve them. The main objective is to promote brands, shape preference and boost sales through several digital marketing techniques.”
XIII. Digital marketing menurut Urban (2004) adalah menggunakan internet dan teknologi informasi untuk
memperluas dan meningkatkan fungsi marketing tradisional. Definisi ini berkonsentrasi pada seluruh marketing tradisional. Kita juga dapat
menyatakan bahwa pendapat seperti
"interactive marketing", one-to-one marketing dan "e- marketing" erat kaitannya dengan "digital marketing".
Digital marketing menurut Ridwan Sanjaya & Josua Tarigan (2009) adalah kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media berbasis web seperti blog, website, e- mail, adwords, ataupun jejaring sosial.
Tentu saja digital marketing bukan hanya berbicara tentang marketing internet.
XIV.
XV. Pengertian UMKM
XVI. saha mikro kecil dan menengah adalah bentuk kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dan memenuhi kriteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan sebagaimana diatur dalam Undang- undang. Usaha kecil dapat
didefinisikan sebagai berikut (Primiana, 2009:11):
XVII. a. Pengembangan empat kegiatan ekonomi utama (core business) yang menjadi motor penggerak
pembangunan, yaitu agribisnis, industri manufaktur, sumber daya manusia, dan bisnis kelautan. Mempercepat.
XVIII. b. Pengembangan kawasan andalan, untuk dapat pemulihan perekonomian melalui pendekatan wilayah atau daerah, yaitu dengan pemilihan wilayah atau daerah untuk mewadahi program prioritas dan pengembangan sektor-sektor dan potensi.
XIX. c. Peningkatan upaya-upaya pemberdayaan masyarakat.
XX. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini menggunakan penelitian Deskriptif kualitatif menurut (Sugiyono, Memahami Penilitian Kualitatif, 2005) dalam (Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D., 2016) mengemukakan bahwa
“ penelitian kualitatif yaitu penelitian yang digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul Sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi”.
XXI. PEMBAHASAN
XXII. Tokopedia yang merupakan salah satu perusahaan teknologi kebanggaan Indonesia kini menjadi platform digital yang beranggotakan lebih dari 10 juta penjual, bahkan sebagian besar
penjualnya adalah UMKM. Perusahaan Tokopedia membuat platform media digital berdasarkan website yang beralamat di www.tokopedia.com.
Platform tersebut dibuat dengan tujuan untuk menyediakan platform bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia agar para pelaku bisnis tersebut dapat
memasarkan, mengembangkan, dan
digital saat ini. Untuk mencapai tujuan awal, strategi komunikasi pemasaran yang tepat dan akurat harus dijalankan.
Memiliki departemen pemasaran memiliki peran yang sangat penting dalam proses perencanaan yang sukses dan dapat meningkatkan volume penjualan para pemain MPMI ini.
Menurut buku Manajemen Pemasaran Philip Kotler, ada langkah-langkah untuk menyelesaikan proses strategi komunikasi pemasaran. Dengan strategi pemasaran yang cukup matang dan didukung oleh peran bagian pemasaran, efektifitas proses pemasaran dapat tercapai.
XXIII. Di masa pandemi virus corona, pelaku UMKM merasakan banyak dampak, dan sebelumnya pelaku UMKM bisa berjualan secara offline, dengan adanya pembatasan sosial hal tersebut sulit dilakukan. Karena jika hal itu dilakukan, bisa menimbulkan keramaian. Oleh karena itu, para pelaku MPMI beralih ke digital marketing untuk dapat melanjutkan aktivitas bisnisnya, salah satunya dengan berpindah ke Tokopedia.
Padahal, banyak keuntungan bagi UMKM dengan beralih dari penjualan langsung ke penjualan melalui
pemasaran digital, antara lain:
XXIV.
XXV. 1. Jika berjualan secara langsung maka penggugat MPMI membutuhkan tempat usaha atau stan yang
membutuhkan biaya sewa, sedangkan jika penggugat MPMI menjual melalui marketplace seperti Tokopedia tidak memerlukan tempat untuk berjualan sehingga dapat menekan biaya tempat komersial
XXVI. 2. Dengan menjual ke pasar, para pelaku MPMI dapat berjualan tanpa terhambat oleh batasan waktu. UMKM mungkin memiliki waktu yang
fleksibel untuk menjalankan bisnisnya XXVII. 3. Dengan berjualan secara
online di tempat seperti Tokopedia,
target pasar yang lebih luas
dibandingkan dengan berjualan secara langsung di tempat tertentu yang membuat pembeli harus mengorbankan waktu untuk mencapai tempat tersebut.
Namun jika berjualan di pasar, pembeli bisa membeli barang kapan saja dan dimana saja.
XXVIII. 4. Melakukan transaksi di marketplace seperti tokopedia, pembeli bisa mendapatkan berbagai macam promo yang di adakan oleh pihak tokopedia. Promo tersebut dapat menarik minat beli customer dibandingkan dengan hanya bertransaksi secara offline.
XXIX. 5. Tokopedia juga bekerja sama dengan berbagai macam perusahaan pengiriman barang. Dengan hal itu, pelaku UMKM dimudahkan untuk melakukan pengiriman barang jika pembeli berada di luar daerah atau bahkan diluar pulau. Semua bisa di jangkau dengan mudah.
XXX.
XXXI.
XXXII. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berperan penting dalam pemulihan perekonomian negara. Karena itu tim Tokopedia terus berupaya membantu dan
mensosialisasikan kepada UKM agar tetap bertahan atau bahkan mampu bersaing di masa pandemi ini. Tokopedia tidak hanya menyediakan platform digital bagi UMKM untuk memasarkan
produknya, Tokopedia juga menyediakan banyak perusahaan edukasi bagi UMKM.
produsen dan pengecer dididik melalui berbagai saluran Tokopedia, media cetak, atau media online.
XXXIII. Tokopedia mengajak masyarakat untuk memulai bisnis. Hal ini terlihat dari kampanye Tokopedia yang sering dilakukan, salah satunya
#MulaiAjaDulu. Tokopedia ingin mengajak masyarakat untuk memulai bisnis sendiri dan mematahkan anggapan bahwa hanya orang tua yang bisa
berbisnis, tetapi anak muda juga bisa memulai bisnis sendiri dengan mudah.
XXXIV.
XXXV. PENUTUP 1. Kesimpulan
Berdasarkan hasil analisa data tentang pemanfaatan digital marketing PT Tokopedia dalam mengembangkan UMKM melalui marketplace di masa pandemi ini , maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut:
a. Di masa pandemi virus corona, UKM harus bisa tetap menjalankan usahanya.
Dengan adanya pembatasan sosial, para pelaku MPMI tidak dapat
memasarkan produknya secara offline seperti sebelumnya. Dengan era digitalisasi, para pelaku UMKM telah beralih dari memasarkan produknya dari offline atau tradisional ke online atau digital.
b. Perusahaan Tokopedia telah membuat platform media digital berdasarkan situs web yang terletak di
www.tokopedia.com yang bertujuan untuk menyediakan platform bagi usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Indonesia sehingga perusahaan adalah protagonis dari pemasaran, pengembangan, dan kenikmatan ini. . teknologi digital yang canggih saat ini.
Manfaat yang didapatkan oleh pelaku UMKM dengan beralih dari yang sebelumnya berjualan secara langsung menjadi berjualan melalui digital
marketing, seperti Tokopedia diantaranya adalah :
1. Memasarkan produk secara online tidak membutukan tempat, sehingga dapat mengurangi biaya sewa tempat/lapak tersebut.
2. Dengan berjualan melalui online, maka para pelaku UMKM memiliki waktu yang lebih flexible dalam mengembangkan dan menjalankan usahanya sendiri.
3. Dengan berjualan dimarketplace seperti Tokopedia, maka para pelaku UMKM dapat menjangkau target pasar
yang lebih luas jika dibandingkan dengan berjualan secara langsung di tempat tertentu.
4. Melakukan transaksi dimarketplace seperti tokopedia, pembeli bisa mendapatkan berbagai macam promo menarik yang di adakan oleh pihak tokopedia. Promo tersebut dapat menarik minat beli customer dibandingkan dengan hanya bertransaksi secara offline.
5. Tokopedia juga bekerja sama dengan berbagai macam perusahaan pengiriman barang. Dengan hal itu, pelaku UMKM dimudahkan untuk melakukan
pengiriman barang jika pembeli berada di luar daerah atau bahkan diluar pulau.
Semua bisa di jangkau dengan mudah.
2. Saran
a. Bagi Tokopedia
Dengan adanya pandemi virus corona yang memaksa masyarakat untuk mengurangi mobilitasnya untuk beraktivitas di luar rumah yang dapat mendorong masyarakat untuk
berbelanja online, Tokopedia dapat meningkatkan promosi, untuk meningkatkan minat beli masyarakat terhadap produk UMKM on line di pasar Tokopedia agar meningkat. Salah satunya dengan menawarkan promo menarik.
b. Bagi pelaku UMKM
Di era digital yang sedang booming saat ini, UKM harus dapat
memanfaatkan perkembangan teknologi yang sangat menguntungkan ini.
Pemanfaatan marketplace penjualan digital marketing Tokopedia dapat mendukung kemajuan bisnis karena para pelaku MPMI mendapatkan banyak keuntungan seperti peningkatan target pasar, efisiensi biaya untuk menyewa ruang dan promosi menarik yang dapat menarik pembeli untuk menarik pembelian produk yang dipasarkan.
XXXVII.
XXXVIII. [1]F. A. Nbi, “Pemanfaatan Digital Marketing Pt Buka Lapak Dalam Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya Tahun 2021,” 2021.
XXXIX. [2]M. T. Febriyantoro and D. Arisandi, “Pemanfaatan Digital Marketing Bagi Usaha Mikro, Kecil Dan Menengah Pada Era Masyarakat Ekonomi Asean,” JMD J.
Ris. Manaj. Bisnis Dewantara, vol. 1, no. 2, pp. 61–76, 2018, doi:
10.26533/jmd.v1i2.175.
XL. [3]B. Arianto, “Pengembangan UMKM Digital di Masa Pandemi Covid- 19,” ATRABIS J. Adm. Bisnis, vol. 6, no. 2, pp. 233–247, 2020, [Online]. Available:
https://www.jurnal.plb.ac.id/index.php/atrabis/article/view/512.
XLI. S. Supangat, “E-Bisnis & Dunia Maya,” 2022