oo. 4ii ~t}Qr
PENINGKATAN FUNGSI ADMINISTRASI AKADEMIK
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM ( PAI)
(Suatu AnalisaDeskriptifTentang
Peningkatan Fungsi Administrasi Akaderaik dalam Proses Belajar Mengajar
Pendidikan Agama Islam di SLTP PGRI Ujungberung-Bandung)
TESIS
Dajikan Unruk Memenuhi Sebagian Dari Syarat
"Memperoleh Ge-lar Magister Pendidikan
Program Studi Administrasi Pendidikan
**J±Bj«
Okh:
JAMALUDDIN
999554
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
PENINGKATAN FUNGSI ADMINISTRASI AKADEMIK
DALAM PROSES BELAJAR MENGAJARPENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI)
(Suatu AnalisaDeskriptifTentang
Peningkatan Fungsi Administrasi Akademik dalam Proses Belajar Mengajar
Pendidikan Agama Islam di SLTP PGRI Ujungberung-Bandung)
TESIS
Dajikan Untuk Memenuhi Sebagian Dari Syarat
Memperoleh Gelar Magister PendidikanProgram Studi Administrasi Pendidikan
Oleh: JAMALUDDIN
999554
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA
BANDUNG
DISETUJUI DAN DIS AHKAN
OLEH:
l/pWfbtc^
Prof. Dr. H. Abdul Azis Wahab, M.A.
Pembimbing I
Prof. Dr. Idochi Anwar, MJPd.
DISETUJUI DAN DISAHKAN OLEH :
KETUA PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PENDIDIKAN
PROGRAM PASCASARJANA UPI BANDUNG
PENINGKATAN FUNGSI ADMINISTRASI AKADEMIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
( Sfudi Kasus di lingkungan SLTP PGRI Ujungberung Bandung)
Abstrak
Penelitian tesis ini mendeskripsikan dan menganalisis peningkatan fungsi administrasi kademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam di SLTP
PGRI Ujungberung. Penelitian ini akan mengetahui efektipitas peninktan fungsi
administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam.
Pelaksanaan penelitian melalui tigatahap, yaitu 1) tahap orientasi, tahap ini memperoleh gambaran datayang lengkap sesuai dengan masalah yang hendak diteliti, dimulai dengan penjajagan lapangan untuk menentukan fokus penelitian; 2) tahap eksplorasi, yaitu
mengumpulkan data dari
sumber-sumber informasi yang relevan melalui: observasi,
wawancara, dan studi dikumentasi; 3) tahap member check, yaitu melakukan triangulasi terhadap pihak-pihak yang relevan.Penelitian ini menggunakan pendekatan yang bersifat deskriptif analitik yang menitik beratkan pada perekaman situasi yang terjadi dalam konteks yang dibahas.
Dengan demikian padapenelitian ini alat utama bagi pengumpulan data yang diperlukan adalali melalui observasi, wawancara, dan studi dikumentasi.
Penelitian ini dilandasi oleh teori-teori fungsi administrsai akademik, manajemen
proses berlajarmengajar, konsep belajar- mengajar. Berdasarkan konsep-konsep tersebut maka penelitian ini membahas visi dan misi SLTP PGRI Ujungberung, program kerja, sarana dan prasarana, dalam peningkatan proses belajar mengajar.
Untuk mendapatkan keabsahan/kesahihan hasit penelitian maka dilakukan
triangulasi, membicarakannya dengan pelaksana pendidikan dengan teori-teori yang tepat serta member check. Kasil temuan penelitian menunjukan bahwa peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam masih
DAFTAR ISI
Halaman
KATAPENGANTAR i
UCAPAN TERIMA KASIH iv
DAFTAR ISI ix
DAFTARTABEL xv
DAFTAR GAMBAR xvi
ABSTRAK xvii.
BAB LPENDAHULUAN 1
A Latar Belakang Masalah 1
B. Masalah Penelitian 11
1. Identifikasi Masalah 11
2. Rumusan dan Masalah Penelitian 12
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian 13
1. Tujuan Penelitian 13
2. Manfaat Penelitian 14
D. Kerangka Penelitian 14
E. Hipotesis 18
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA : PENINGKATAN FUNGSI ADMINIS TRASI AKADEMIK DALAM PROSES BELAJAR MENGAJAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (PAI) 19
A. Administrasi Akademik Sebagai Penunjang Learning Proses ... 19
1. Pengertian peningkatan fungsi administrasi akademik 28
2. Fungsi, Ruang lingkup dan tujuan administrasi akademik... 37 B. Pengertian Proses Belajar Mengajar dan Unsur-Unsur
Yang Terlibat Didalamnya 64
1. Pengertian proses belajar mengajar 64
D. Strategi Peningkatan Fungsi Administrasi Akademik dalam
ProsesBelajarMengajar Pendidikan Agama Islam (PAT).... 77
E. BeberapaHasil PenelitianTerdahulu 80
F. RangkumanKajianPustaka 84
BAB IE. PROSEDUR PENELITIAN 85
A. Metodologi Penelitian 85
1. Metode penelitian 85
2. Objek dan subjek penelitian 87
3. Populasi dan sampel 88
4. Macam dan sumber data 89
5. Teknik pengumpulan data 89
B. Tahap-Tahap Penelitian 90
1. Persiapan Penelitian 90
2. Pelaksanaan Penelitian 91
3. Pengolahan dan analisis datahasil penelitian 92
3. Penyusunan Laporan Penelitian 94
5. Validitas Penelitian 94
BABIV. ANALISIS HASIL PENELITIAN 97
A. Temuan Penelitian 97
1. Kondisi peningkatan fungsi administrasi akademik dalam
Proses belajar mengajar pendidikan agama Islam 97 2. Tingkat keberhasilan peningkatan fungsi administrasi
Akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan
Agama Isalam 100
3. Upaya-upayapeningktan fungsi administrasi akademik dalam
Proses belajar mengajar pendidikan agamaIslam 100
4. Tindak lanjut peningkatan fungsi admnistrasi akademik
5. Faktor-faktor penunjang dan penghambal peningkatan
Fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar
Pendidikan agama Islam 107
B. Pembahasan 108
1. Produktivitas pelaksanan peningkatan fungsi administarsi
akademi k dalam proses belajar mengajar PAI 109
2. Pelaksanaan peningkatan fungsi administrasi akademik
dalam proses belajar mengajar Ill
3. Tehinik, metode, pendekatan, dan mekanisme pelaksanan peningkatan fungsi administarsi akademik dalam proses
belajar mengajarpendidikan agamaIslam 114
. C. Resume Hasil Penelitian 116
BAB V. KE SIMP ULAN DAN IMPLIKASI 125
A Kesimpulan 125
B. Implikasi 130
C. Rekomendasi 131
PUSTAKAAN 134
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1-1 Fungsi-fungsi administrasi 6
Tabel 2-1 Unsur-unsur Pendidikan 68
Tabel 4-1 Gambaran murid, guru, ruang dan kelas
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1-1 Siklus Fungsi Administrasi
Berpola Input-process-output 8
Gambar 1-2 PeningkatanFungsi Administrasi Akademik Dalam
Proses Belajar mengajar PAI 16
Gambar 1-3 Kriteria PerangkatSistem Pengembangan Fungsi
Administarsi Akademik Sekolah 17
Gambar 2-1 Hubungan Antara Fungsi Administrasi dan
Ruang Lingkup Administrasi Pendidikan 61
Gambar 5-1 Kedudukan Manajemen dan Fungsi Administarsi
Akademik dalam Proses Belajar Mengajar di sekolah 110
Gambar 5-2 Mekanisme Peningkatan Fungsi Administrasi
Akademik dalam Proses Belajar Megajar 112
Gambar 5-3 Hirarkis Peningkatan Fungsi Administrasi Akademik
Dalam Proses Belajar Mengajar 113
Gambar 5-4 Program Strategis Pengembangan
[image:10.595.78.500.159.570.2]BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalali
Peningkatan mutu Sumber Daya manusia (SDM), merupakan satu di antara dua
isu besar yang mewamai arah kebijakan pembangunan bangsa Indonesia pada pelita VI
dan PJPT IL Isu besar lainnya adalah pengetasan kemiskinan, yang pada dasarnya
merupakan suatu hal yang keberadaannya dipersyarati sumber daya manusia yang
bermutu. Pada bangsa yang sumber dayanya tidak bermutu, sukar diharapkan
kemiskinan dapat dientaskan. Sebalaiknya negara yang miskin sumber daya alam dan
sempit daerahnya, akan menjadi kayadan terhindar dari kemiskinan para penduduknya,
bila sumber daya manusianya (SDM) bermutu. Banyak faktor dan bentuk kegiatan bagi
peningkatan mutu sumber daya manusia Namun apakah faktor dan bentuk
kegiaiannya, dapat dipastikan di dalam terdapat upaya pendidikan. Pendidikan merupakan upaya strategis bagi peningkatan mutu sumber daya manusia, baik dalam liputan masyarakat kecit maupun masyarakat besar suatu negara. Bahkan dikatakan
pula bahwa maju mundurnya suatu bangsa ditentukan oleh maju mundumya pendidikan
bangsa itu. Dalam UUSPN No. 2 tahun 1989, pendidikan adalah usaha sadar untuk
menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan pelatihan bagi
masa yang akan datang.
Pendidikan merupakan sarana pembinaan sumber daya manusia untuk
pengembangan bangsa, sehinggaberwujud dikeluarkannya ketentuan mengenai wajib
belajar pendidikan dasar sebagaimana Instruksi Presiden nomor 1 tahun 1994 dan
dikeluarkannya pedoman wajib belajar pendidikan dasar. Butir 8b dan 9a pedoman
satuan pendidikan menjadi tanggung jawab penyelenggara satuan pendidikan yang
bersangkutan(8b). Pelaksanann wajib belajar pendidikan dasar menjadi tanggung jawab
bersama antara pemerintah, orang tua dan masyarakat (9a).
Penjelasan ini berimplikasi terhadap tuntutan manajemen proses belajar
mengajar di sekolah untuk mampu berupaya mengikut sertakan masyarakat secara
efektif, terlaksananya wajib belajar di sekolah dan pendidikan umunya
Masyarakat sebagai mitra penyelenggara pendidikan, dalam era globalisasi ini
semakin menyadari pula peran pendidikan, dan mereka kelihatannya sudah lebih siap
menerima penyesuaian dan upaya keselarasan pelaksanan pendidikan untuk mencapai
tujuannya secara etektif.
Peran sekolah SLTP juga semakin diperhitungkan, dalam rangka menyiapkan
peserta didik yang beriman, berakhlak, berkepribadian bangsa, dan memiliki sikap
positif terhadap perkembangan dan kemajuan yang ada, sebagaimana tertuang dalam
Peraturan Pemerintah tahun 1990 pasal yang intinya bahwa SLTP merupakan
kelanjutan sekolah dasar dituntut untuk memberikan bekal keraampuan dasar peserta
didik untuk mengembangkan kehidupannya secara pribadi, anggota masyarakat, warga
negara dan anggota ummat manusia serta mempersiapkan peserta didik untuk
mengikuti pendidikan menengah. Secara rinci dijelaskan tujuan tersebut pada kutipan
di bawah ini.
a Pengembangan kehidupan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup
upaya untuk:
1. Memperkuat dasar keimanan dan ketaqwaan
2. Membiasakan untuk berprilaku yang baik;
3. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar, 4. Memeliharakesehatanjasmani;
6. Memberikan kepribadian yang mantap dan mandiri.
b. Mengembangkan kehidupan peserta didik sebagai anggota masyarakat
sekurang-kurangnya menyangkut upaya untuk :
1. Kesadaran untuk hidup beragam dalam masyarakat:
2. Menumbuhkan rasa tanggungjawab dalam lingkungan hidup;
3. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk
berperan serta dalam kehidupan bermasyarakat.
c. Pengembangan kehdupan peserta didik sebagai warganegara sekurang-kurangnya
mencakup uapaya untuk:
1. Mengembangkan perhatian dan pengetahuan tentang hak dan kewajiban sebagai
warga negara Republik Indonesia;
2.Menanamkan rasa ikut bes tanggungjawab terhadap kemajuan bangsa dan negara; 3. Memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar yang diperlukan untuk berperan
serta dalam kehidupan berbangsa dab nemegara
d. Pengembangan kehidupan peserta didik sebagai anggota ummat manusia mencakup
upaya untuk:
1. Meningkatkan harga diri sebagai bangsayang merdeka dan berdaulat; 2. Meningkatkan kesadaran tentang hak azasi manusia;
3. Memberikanpengertian tentang tentang ketertiban dunia; 4. Meningkatkan kesadaran pentingnya persahabatanantar bangsa
Produktivitas proses belajar mengajar di sekolah diukur dari adanya ciri-ciri
pengembangan diatas. Proses belajar mengajar di sekolah yang mampu mengakses
tuntutan tersebut cenderung mendapat perhatian masyarakat, untuk membantu perkembangannya Peran satuan pendidikan di sekolah diharapkan mampu
mencantisipasi kecenderungan tersebut, sehingga memungkinkan terciptanya
kerjasama yang harmonis, serta dapat membina peluang kerjasama dengan
mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki.
Dalam kaitan ini kepala sekolah dan guru sangat berperan untuk terciptanya
harapan diatas, melalui wewenang kepemimpinannya yang dapat menciptakan kinerja
manajemen kearah pengembangan tersebut Paraturan Pemerintah nomor 28 tahun 1990
"Kepala sekolah bertanggung jawab ataspenyelenggaraan kegiatan pendidikan,
administrasi sekolah pembinaan tenaga pendidikan lainnya dan pendayagunaan serta pemeliharaan saranadan prasarana'.
Tugas kepala sekolah sebagai admnistrator memiliki dimensi tanggungjawab mutlak pengembangan sekolah melalui pelaksanan fungsi-fungsi admninistratif
sekolah.
Menurut Hadan Nawawi (1985:16) fimgsi administratiftersebut secara praktek
sulit untuk dipisahkan, tetapi secara teoritis dapat digolongkan dalam bagian-bagian di
bawah ini.
1. Administrasi kesiswaan;
2. Administrasi Proses Belajar Mengajar 3. Administrasi perbekalan sekolah
4. Administrasi keuangan sekolah 5. Administrasi personil seklah
6. Administrasi ekstra dan ko-kurikuler; 7. Kepemimpinan kepala sekolah;
8. Supervisi kepala sekolah
Selanjutnya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Pendidikan dasar
dan Menengah Direktorat Pendidikan Dasar (1995/1996 : 18 -40) memberikan petunjuk mengenia pengelolaan sekolah dasar dan SLTP tersebut dalam ruang lingkup administrasi sekolah terdiri dari komponen administrasi kesiswaan, kepegawaian
(personil sekolah), kesejahteran guru, program pengajaran/kurikulum, sarana dan
prasarana, keuangan, tata usaha, hubungan sekolah dan masyarakat, serta pengelolaan
lingkungan sekolah.
Selanjutnya Keputusan Menteri pendidikan dan Kebudayaan Republik
Indonesia nomor 0487/U/1992 pasal 28 menggambarkan ruang lingkup administrasi
Kepala sekolah dan guru bertanggungjawab atas.
1. Pengelenggaraan kegiatan pendidikan meliputi;
a Penyusunan program pengajaran sekolah;b. Pengaturan kegiatan belajar mengajar dan bimbingan penyuluhan;
c. Penyusunan rencana anggaran dan pendapatan dan belanja sekolah;
d Pendayagunan buku perpustakaan sekolah2. Pembinaan siswa;
3. Pelaksanaan bimbingan dan penyuluhan bagi guru;
4. Pembinaan tenaga pendidikan lainnya; 5. Penyelengaraan administrasi sekolah;
6. Pemanfaatan dan pemeliharaan saranadan prasarana sekolah;
7. Pelaksanan hubungan sekolah dengan lingkungan, orang tuaatau masyarakat;
8. Pelaporan pelaksanan pendidikan.
Ketentuan diatas menggambarkan tugas dan tanggungjawab kepala sekolah dan
guru yang komplek, dan seyoyanya mampu melaksanakan tugas di atas dalam upaya
mengembangkan manajemen proses belajar di
sekolah. Tugas tersebut dapat
digolongkan dalam komponen-komponen admnistrasi sekolah antara lain : (a)
kesiswaan; (b) pengajaran atau kurikuler, (c) keuangan; (d) sarana dan Prasarana; (e)
kepegawaian sekolah; dan (f) hubungan sekolah dan masyarakat.
Kepala sekolah diharapkan mampu mengembangkan manajemen sekolah dalam
ruang lingkup administrasi tersebut untuk mencapai tujuan proses belajar mengajar
secara produktif, efektif dan efesien.
Keberhasilan manajemen pengembangan proses belajar mengajar di sekolah
sebagai tujuan jangka panjang seyogyanya selalu dibinabagi menjamin produktivitas
manajemen sekolah. Dalam kaitan ini. J. Allan Thomas (1972) mangalisis bahwa
produktivitas sekolah terdiri dari 3 (tiga) fongsi yaitu (a) fungsi admnistratif atau
membina fungsi pelayanan yang memberikan kepuasan kepada konsumer (peserta
didik, masyarakat, atau stakeholder); (b) fungsi psikologis yaitu terbinanyaprilaku
fongsi ekonomis, yaitu peserta didik memiliki akases untuk memperoleh pekerjaan
yang lebih baik dari hasil pendidikan yang diteriamnya. Ketiga fungsi tersebut
terintegrasi pada aspirasi masyarakat terhadap sekolah.
Keberhasilan manajemen pengembangan proses belajar mengajar yang
berwujud pada produktivitas sekolah diatas diwujudkan melalui pengelolaan fungsi
administrasi, untuk menjamin langkah-langkah kerja yang selalu berorientasi kepada
pencapaian tujuan di atas.
Beberapa ahli merumuskan fungsi administrasi sebagai titik tolak pelaksanan
[image:16.595.84.498.298.703.2]manajemen, sebagaimana digambarkan pada tabel dibawah ini.
Tabel 1-1
FUNGSI-FUNGSI ADMINISTRASI
No. George R Henry H. Koontz & WillianH
Terry Fayol C. O'donei Newman
1. Planning Planning Planning Planning
2. Organizing Organizing Organizing Organizing
3. Actuating Commanding Staffing Assembling
resources
4. Controlling Coordinating Directing Communicating
5. Controling Controling
Controlling
No. LGullick John F. Mee Edward A Lit
Harold Koonts & Chiefield H. Weichrich
1. Planning Planning Decission making
Planning 2. Organizing Organizing Programming Organizing
3. Staffing Motivating Directing Staffing
4. Directing Controlling Controlling Leading 5. Coordinating
6. Reporting —
- Controling
7. Controlling
Berdasarkan gambaran diatas dapat dicermati bahwa fungsi administrasi harus
terlaksana secara efektif, bagi terwujudnyapencapaian tujuan proses belajar mengajar
secara efektif dan oiesien.
Sejalan dengan uraian diatas, maka administrasi pendidikan mempunyai fungsi
yang integral dalam proses belajar mengajar di sekolah terutama dalam pengelolaan
pelaksanan proses belajar mengajar di sekolah. Oleh karenanya fungsi administrasi di
sekolah meliputi : (1) fungsi perencanan, (2) fungsi organisasi, (3) fungsi koordinasi,
(4) fungsi komunikasi, (5) fungsi supervisi, (6) fungsi kepengawasan, (7) fungsi
pembiayaan, dan (8) Fungsi evaluasi.
Urgensi fungsi administrasi pendidikan berimplikasi kepada pemberdayaan
manajemen proses belajar mengajar di sekaolah, Fungsi administrasi pendidikan
sesungguhnya merupakan media untuk menciptakan situasi yang menguntungkan bagi
suatu lembaga
atau sekolah. Sebab tanpa fungsi tersebut lembaga atau sekolah
sessusngguhnya hanya melaksanakan
ritinitas-iutinitas kegiatan prcses belajar
mengajar, tanpa dapat mengendalikan situasi. Fungsi administrasi berperan
mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan organisasi kepada tujuan dan maksud yang
dibatasi serta mengurangi perbuatan yang disfungsionai atau untung-untungan. Dengan
demikian keberhasilan manajemen pengembangan proses belajar mengajar di
lembaga'sekolah adalah adanya wujud persiapan-persiapan untuk melakukan kegiatan
yang akan dilaksanakan dimasa datang melalui fungsi administarasi. Semua kegiatan
proses belajar mengajar di lembaga/sekolah akan dapat berjalan lancar dan berhasil
baik jika pelaksanaannya melalui proses-proses yang menuruti garis fongsi-fungsi
Input
Dari uraian diatas dapat dipahami bahwafungsi administrasi sebaeaFjterasgiw: ^
operational yang matang untuk melaksanakan kegiatan pelaksanan, pengendalian,
pemanfaatan potensi sumber-sumber yang tersedia baik manusia maupun fasilitas,
peluang-peluang lingkungan mencapai tujuan pendidikan yang produktif
Fungsi administrasi pendidikan juga berfungsi sebagai sarana penyatuan
berbagai potensi yang ada termasuk upaya melibatkan masyarakat dalam manajemen
proses pendidikan di lembaga/sekolah. Agar proses pendidikan di lembaga/sekolali
dapat lebih aspiratif terhadap nilai-nilai masyarakat. Dalam kaiatan ini fungsi
[image:18.595.86.448.296.590.2]administrasi pendidikan jugamenggunakan pola input - process - output sebagaimana
gambar di bawah ini
Instrumen
(program + 3 M)
I
r^ t Output
Prot!(3>C W + • monitor. Lingkungan Aktivator Evaluasi
A.
s t a n d a r dSumber : Sistem dan mekanisme fungsi administrasi tahunan terpadu danperencanan makro serta mikro pembangunan pendidkan (Depdikbud 1989:8)
Gambar 1-1
Upaj'a pengembangan proses pendidikan terutama dalam era globalisasi ini
ditandai dengan kemampuan mengadakan kamunikasi secara efektif pihak terkait
melalui kerativitas selungga mampu menciptakan kommitmen kerja, pengawasan,
pengendalian dan pembinaan proses pendidikan.
Sehubungan dengan itu fungsi administrasi pendidikan berkaiatan erat dengan
strategi manajemn proses belajar mengajar perlu diupayakan melalui kemampuan
identifikasi posisi manajemen proses belajar mengajar di lembaga'sekolah berupa
kekuatan dan kelemahan
yang dimiliki, mengetahui tantangan perkembangan
manajemen proses belajar mengajar di lembaga pendidikan. Secarakeseluruhan kondisi
tersebut dilaksanakan melalui fungsi adminsitasai pendidikan yang memungkinkan
penerapan langkah-langkah kerja yang efektif kepadapencapaian tujuan pendidikan.
Upaya tersebut di lembaga pendidikan dilaksanakan melalui langkah-langkah
pencapaian casaran-sasaran dalam BHP (Bidang Hasil Pokok) dalam komponen
administrasi pendidikan.
Keberhasilan fungsi administarasai akademik dalam proses belajar mengajar
berkaitan erat dengan manajemen pendidikan yang dapat dilihat dari aspek-aspelc
perkembangan perangkat komponen sistem proses belajar mengajar dan
perangkat-perangkatnya dalam ruang lingkup administrasi proses belajar mengajar. Setiap
komponen proses belajar mengajar mempunyai Bidang Hasil Pokok (BHP) yang
merupakan sasaran-sasaran pokok yang haras dicapai.
Dalam kaitan ini Abin Syamsuddin Makmun (1996 :8) menjelaskan perlunya
penetapan secara objektif BHP sebagai upaya mengambil langkah-langkah strategis
'Tada tingkat unit kerja/sistem pendidikan yang paling sederhana sekalijl
variabelnya itu cukup rumit (Complex). Oleh karena itu perlu dilakukan ]
tepat, mana diantaranya yang dipandang paling bernilai strategis untuk diikut-sertakan
kedalam BHP atau KRA".
BHP komponen adminsitarasi sekolah dapat diidentifikasi sebagai berikut:
a Admimstrasi kesiswaan yaitu mengoptimalkan kelengkapan data siswa untuk membantu kelancaran pelaksanaan tugas pendidikan dan pengajaran, bimbingan
siswa, dan keaktifan pembinaan siswa dan keterlaksanaan kegiatan ekstra kurikuler
sekolah.
b. Administrasi pengajaran, adalah terbinanya kegiatan proses belajar mengajar secara
efektif, disiplin administratif dan operasional sekolah.
c. Administrasi kepegawaian (personil sekolah) yakni terlaksananya pelayanan
hak-hak kepegawaian di sekolah seperti kelancaran dalam urusan pi omosi kepangkatau,
pengajian, kesejahteraan, dan dukungan bagi pengembangan profesi.
d. Administrasi keuangan sekolah, yakni terlaksananya tanggung jawab pengelolaan
keuangan sekolah secara efektif dan efeisien menunjang keberhasilan manajemen
sekolah
e. Administrasi sarana dan prasarana sekolah, yakni terlaksananya pemanfaatan,
pemeliharaan, dan upaya melengkapinya sesuai dengan kebutuhan dan anggaran
yang tersedia
f Administrasi hubungan sekolah dan masyarakat, adalah mengupayakan terbinanya
11
tua siswa, intansi pemerintah, dunia usaha, dan tokoh masyarakat, serta lembaga
pendidikan lainnya.
Bidang Hasil Pokok tersebut merupakan arah manajemen sekolah yang harus
dijabarkan dalam langkah-langkah kerja sekolah, untuk mencapai keberhasilannya
Para pelaksana (praktisi) satuan pendidikan di sekolah SLTP diharapkan
mampu menerapkan langkali-langkah di atas, dalam rangka pengembangan sekolah,
aspiratif terhadap kemajuan lingkungan dan tuntutan masyarakat, dan perkembangan
teknologi yang
telah membawa dampak terhadap kecenderungan peningkatan
kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang semakin baik, sehingga tuntutan terhadap
pendidikan dan mutu sekolah semakin besar. Hal ini merupakan isu penting, bahwa
sekolali dapat menyerap aspirasi masyarakat, cenderung memperoleh perhatian yang
lebih baik. dan merupakan akses untuk bekerjasama dalam mengembangkan fungsi
administrasi akademik manajemen sekolah mengantisipasi tuntutan yang berkembang
tersebut.
B. Masalah Penelitian 1. Identifikasi Masalah
Berdasarkan pembahasan diatas, maka permasalahan yang dipaparkan dalam
penelitian ini adalah bagaimana potret peningkatan fungsi administrasi akademik dalam
proses belajar mengajar Pendidikan Agama Islam di SLTP PGRI Ujungberung Proses
belajar mengajar sebagai suatu sistem sudah lebih terbuka dengan kemajuan-kemajuan
12
yang berkualitas. Bagaimana kemampuan manajerial parapelaksana satuan pendidikan
di sekolah SLTP PGRI Ujungberung terhadap tantangan situasi demikian khususnya
proses belajar mengajar pendidikan agama Islam?, dan bagaimana kretaivitas mereka
mengupayakan penyesuaian langkah pengelolaan, menjawab tantangan tugas tersebut/.
Pembahasan ini pada pokoknya menjawab sekitar pertanyaan diatas, dan yang
menjadikan masalah penelitian, yang perlu ditemukan jawabannya, dalam upaya
menambah wawasan pengembangan peningkatan fungsi administarsi akademik dalam
proses belajar mengajar di sekolah bagi peneliti sendiri dan kiranya dapat memberi
masukan pula pada pihak yang terkait untuk membina sistem proses belajar mengajar
yang lebih efektif
2. Rumusan dan Masalah Penelitian
Sebagaimana pokok masalah diatas, maka masalah penelitian secara umum
dirumuskan manyangkut : (a) bagaimana peningkatan fungsi admnistrasi akademuk
dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam ?; (b) Apakah peningkatan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama islam
sudah efektif?: (c) Sejauhmana tingkat keberhasilan peningkatan fungsi admmistrasi
akademik dalam prosesbelajar mengajar pendidikan agamaIslamyang di capai saat ini
(kelayakan sistem dan kinerja sistem proses belajar mengajar)?: (d) Upaya-upaya apa
yang dilaksanakan administrator pendidikan selama ini dalam upaya meningkatkan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama
Islam?:(e) Bagaimana tindak lanjut mengupayakan peningkatan fungsi administarsi
akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islamtersebut? dan(f) Apa
13
agama Islam? Pertanyaan ini akan dikembangkan pada kajian pembahasan penelitian
dalam tesisi ini.
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
1. Tujuan Umum
Secara umum penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang
proses fongsi administrasi akademik SLTP PGRI Ujungberung dalam mencapai
missi/tujuan institusionalnya sebagaimana tercantum dalam dalam buku program kerja
sekolah.
2. Tujuan Khusus
Dalam hal ini penelitian lebih ditujukan pada evaluasi
proses fongsi
administrasi akademik pada hal yang menyangkut:
(a)
Gabaran mengenai kondisi peningkatan fungsi administrasi akademik
dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam; (b) efektifitas peningkatan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam
selama ini; (c) keberhasilan peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses
belajar mengajar pendidikan agamalslam yang dicapai saat ini; (d) Upaya-upaya yang
dilaksanakan administrator dalam peningkatan fungsi administrasi akademik dalam
proses belajar mengajar pendidikan agama, (e) Tindak lanjut upaya-upaya peningkatan
fongsi admimstrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam
dan (f) Faktor penujang dan penghambat dalam pelaksanaan fungsi administrasi
kademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam di SLTP PGHRI
I f
3. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan atau
sumbangan pemikiran kepada kepala sekolah, guru/pendidik dan piliak yang terkait
terhadap aspek-aspek: (a) Peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses
belajar mengajar pendidikan agama Islam; (b) kinerja peningkatan fungsi administrasi
akademik dalam proses proses belajar mengajar pendidikan agama Islam; (c)
Upaya-upaya peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses pendidikan agama
Islam, (d) Fotret alternatif peningkatan fungsi administrasi akademik yang berpotensi
untuk dikembangkan dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam; (konerja
peningkatan fongsi
administrasi akademik yang efektif dan efeisien ke arak
pengembangan proses pendidikan yang diharapkan.
D.Kerangka Penelitian
Kerangka acuan penelitian
merupakan suatu landasan pemikiran yang
dipergunakau untuk membahas permasalahan penelitian. Landasan pemikiran meliputi
beberapakonsep bahaaan teoritis mengenai rnasalah penelitian ini.
Kajian ini berbentuk studi kasus kualitatif deskriptif analitik. Lincoln dan Guba
(1985), Bogdan dan Biklen (1989) dan Maleong dalam Manap Sumantri (1993 :93)
mengemukakan bahwa studi tersebut bercirikan:
a mempunyai latar ilmiah (natural setting)
b. Manusia sebagai alat atau instrumen penelitian, sehingga memungkinkan
adabtabilitas;
c. Menggunakan metode kualitatif; d Analisis data secara induktif;
e. Teori dari dasar(grounded theary) melalui analisis secara induktif; f Lapaorannyabersifet deskriptif
g. Lebih mementingkan proses dari padahasikl
h. Adanya"batas" yang ditentukan olehfokus penelitian;
15
j. Desain bersifat sementara;
k. Hasil penelitian dirundingkan dan disepakati bersama.
Sesuai dengan pembaliasan diatas baliwa peningkatan fungsi administrasi
akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam dilaksanakan dalam
setiap komponen administarasi akademik mempunyai sasaran-sasaran secara logis yang
lianis dicapai sebagai BHP (Bidang Hasil Pokok) sebagaimana yang diuraikan diatas,
secara integral nienunjukan gambaran produktivitas peningkatan fungsi adaministrasi
akademik yang dapat dinilai secara kualitatif. Malta pola penelitian dan kerangka
beriikir yang digimakan yaitu infiit - proses - outfut sebagai suatu sistem dalam
Instrumental Input
Fungsi Administrasi Akademik sebagai berikut
a Planning (Perencanaan)
b. Decision Making (Pengambilan keputusan
c. Organizing (Pengorganisasian)
d Staffmg( Penysunan Staf) e. Communicating (Komunikasi)
f Motivating(Motifasi)
g. Leading (kepemimpinan)
h. Controling (Pengawasan)
Faktor Penunjang
Q
Raw infut Faktor penghambatDalam Proses Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam
1. Tujuan
2. Materi
3. Pendekatan dan Metode 4. Media pembelajaran
Evaluasi
Hasil Yang dicapai
Environmental
input
Gamabar 1-2
Peningkatan Fungsi Administrasi Akademik
DalamProses Belajar Mengajar PAI
Tingkat keberhasilan peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses
belajar pendidikan agama Islam merupakan hasil atau produktivitas manajemen
pengembangan proses belajar mengajar yang dilihat dari kriteria-kriteria
pengembangan (1) perangkat sistem proses belajar mengajar (tujuan, materi, metode,
17
kinerja sistem proses belajar mengajar (produktivitas, efisiensi, efektivitas, relevansi,
akuntabilitas sekolah) yang digambarkan di bawah ini.
MASUKAN PERSYARATAN AMBANG (Norma, Standard) Akuntabilitas Internal Efi PROSES Siensi TUJUAN E f e k t i v i t a s Aspirasi Produk
^ IKELUARAN
tivitas Pihak Yang berkepen-tingan/ stake-halder Rele A P r e s i a s i DAMPAK vansi [image:27.595.81.493.139.560.2]Sumber :Abin Syamsuddin Makmun (Analisis posisi pendidikan 1996 : x)
Gambar 1-3
KRITERIA PERANGKAT SISTEM PENGEMBANGAN FUNGSI ADMINISTRASI
AKADEMIK SEKOLAH
Produktivitas peningkatan fungsi administrasi akademik dalam pembahasan ini
pada prinsipnya menunjukkan suatu ukuran tingkat daya hasil setiap program dan/atau
keseluruhan perangkat program yang menjadi tugas/ fongsi BHP (Bidang Hasil Pokok)
yang menjadi tanggung jawab sekolah sebagaimana dipaparkan pada halaman 4
18
akademik sekolah diungkapkan pula dengan mencari parameternya, ialahangkarasio
jumlah lulusan dengan jumlah satuan waktu studi (student year) yang digunakan
seluruh peserta didik yang terdaftar pada suatu kurun waktu yang sama (1991).
E. Hipotesis
Sebagaimana latar belakang dan masalah yang
dikemukakan diatas,
menyangkut pengkajian peningkatan fungsi administrasi akademik sebagai faktor
penunjang keberhasilan manajemen peningkatan proses belajar mengajar pendidikan
agama Islamdi sekolah. Maka hipotesis penelitian ini dirumuskan baliwa" Peningkatan
Fungsi Administrasi Akademik dalam proses belajar mengajar merupakan faktor
penunjang keberhasilan manajemen pengembangan proses pendidikan dalam wilayah
BABV.
/ ' » ' .
Va
KESIMPULAN DAN IMPLIKASI
j( &y <
*
\\ 5 -A'<^
A. Kesimpulan ",
Kesimpulan berikut didasarkan atas basil penelitian dan pembf
tinjauan kepustakaan yang relevan maupun temuan selama penelitian beriangsung.
Secara umum dapat disimpulkaii bahwa peningkatan fungsi administrasi akademik
dalam proses belajai mengajar pendidikan agama Islam di sekolah merupakan suatu
konsep pemikiran pemberdayjtan yang mendukung pula konsep upaya mandiri satuan
pelaksanaan proses belajar mengajar dalam pendidikan disekolah mengembangakan sistem proses belajar mengajai., seiring dengan semakin kompleksnya tuntutan
manajemen proses oelajar mengajar, akibat perkembangan lingkungan. Kemampuan
antisipatif, kemandiriaii berusaha, menciptakan kerjasama dan integritas dengan semua pihak yang berkepentingan dalam manajemen proses belajai" mengajar pendidikan a^ama Islam di sekolah.
Kemandiriaii berarti tnampu menciptakan aktivitas (create) kommitmen kerja
melalui kciiuuiikati yang intensif. Admmistratoi sekolah dalam era keterbukaan ini
Neriiakiii dituutui. mi'uk member dayafeaa manaje-rneu melalui kerjasama-kerjasam
yang mungkin dengan semua pihak secara internal maupun eksternal, mampu
rnengidentifikasi dan memanfaatkan semua sumber daya baik manusia, dana, sarana,
12b
pendidikan agama Islam di sekolali memegang peranan penting untuk terlaksananya
hal tersebut. Visi timbul dari interast (kemauan) dan keyakinan (confident) terhadap
prospek peningkatan funni administrasi akademik dalam proses belajar mengajar
pendidikan agama Islam, diukur berdasarkan indikator keberhasilan keinerja
nianajemen proses belajar mengajar secara kualitaiif.
Keberhasilan manajemen proses belajar mengajar di sekolah diukur dari
produktivitas manajemennya antara lain: (a) intensitas kinerja manajemen proses
belajai mengajar PAI di sekolali; (b) pencapaian secara optimal Bidang Hasil Pokok
(BHP) pada setiap komponen pengelolaan fungsi administrasi akademik dalam proses
belajar mengajar pendidikan agama Lslam di sekolah, diukur berdasarkan indikator
keberhasilan kinerja manajemen proses belajarmengajar secarakualitatif
Dari penjelasan diatas dapat kiranya dipahami bahwa manajemen peningkatan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajai- pendidikan agama Islam
adalah suatu tujuan atau cita-cita yang harus terus diupayakan agar proses belajar
mengajar di sekolah dapat berperan secara efektif dan efesien melaksanakan
fungsinya dalain suasana dinamis dan kompetitif Peningkatan fungsi adininistrasi
akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam semakin
dihadapkan pada tuntutan mutu dan pelayanan sekolali yang dinilai memuaskan oleh
pihak terkait (emloyees, consumers, suppliers, stakeholder, goverments, community).
Fenomena prilaku masyarakat di daerah ini terhadap sekolah yang cenderung
nienunjukan sikap : (a) selektif memilih sekolah yang dianggap mampu memberi
pelayanan memuaskan dan nilai-nilai yang memiliki daya saing; (b) setiap tahun
127
padahal ditinjau dari segi denografis, geagrafis sekolah sama-sama memiliki nilai-nlai
strategis; (c) biaya sekolah yang ditetapkan pada sekolah relatiftidak terlalu tinggi,
sama dengan sekolah-sekolah lain yang sama-sama swasta yang berada di bandung
timur, seperti biaya masuk atau pendaftaran, maupun biaya sekolah rutin sekolah
seperi uang sekolah atau BP^.
Selain itu dengan kemajuan informasi dan teknologi, komunikasi yang terjadi
dalam masyarakat ini, telah menciptakan pula kesadaran arti pentingnyapertahanan
diri secaia teologis dari dampak negatif perkembangan tersebut, maupun secara
ekonomis mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu berkompetisi yang
tertuang dalam moto berprestasi tinggi yang didasari Iman dan Taqwa. Dalam hal ini
peran sekolali semakin diperliatikan.
Selektifilas masyarakat memilih sekolah semakin nyata sehingga sekolali
hams mampu meiigantisipasi kondisi tersebut dengan terus benipaya membenaiii
perangkat sistem dan kinerja manajemen proses belajar mengajar di sekolah.
Faktor-faktor penting yang mendukung atau menunjang keterlaksanaan mai<ajemen proses
belajar mengajai- yang mampu menyerap aspirasi masyarakat adalah faktor : (a)
kepemimpinan sekolali, terutama menyangkut kemampuan manajerial operasional
sekolali; (b) semangat kerja atau akuntabilitas para guru; (c) faktor lingkungan yang
memberikan perhatian terhadap sekolah secara nyata.
Keberhasilan manajemen belajai- mengajar pendidikan agama Islam di sekolah
dilihat dari mutu sekolali yang ditandai dengan prestasi tinggi dan kepribadian belajar
siswa yang baik. Dilain hal kualitas sekolah juga diukur sejauhmana murid sehari-hari
128
ketekunan, kerajinan, menjanhi sikap negatif, yang secara nyata diakui sebagai bagian
produk atau hasil pembeiajaran di sekolah.
Untuk mencapai tujuan sekolali secara efektif, maka kinerja peningkatan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar pendidikan agama Islam
harus semakin mengarah kepada ciri pengembangannya seperti: (1) sistem manajerial
harus dibina; (2) kinerja peningkatan fungsi administrasi akademik harus semakin
mengarah kepada sasaran kerja yang jelas; (3) relevansi sasaran-sasaran tersebut
senantiasa dievaluasi guna menj'elaraskan langkah-langkah kinerja tersebut; (4)
mampu melaksanakan fungsi administrasi akademik secara efektif
Dalam kaitan ini kepala sekolah dan pendidik dituntut untuk memiliki (1)
semangat pengabdian kepada tugas atau profesi pendidikan, (2) kepemimpinan
administratif vans mampu mendorong terlaksananya fungsi manajemen yang efektif;
dan (j?) mampu menerapkan strategi manajemen melalui peningkatan fungsi
administrasi akademik di sekolali.
Wewenang adininistrasi sekolah memiliki dimensi yang penting untuk
mengatur potensi-potensi sekolali dan mengambil kebijakan-kebijakan mengupayakan
manajemen peningkatan fungsi administrasi akademik yang diharapkan. Kewenangan
tersebut tercennin dalam Undang-undang RI nomor 2 taliun 1989 tentang Sistem
Pendidikan Nasional pada penjelasan umum butir f menjelaskan bahwa Pendidikan
Nasional mengatur secara terpusat (sentralisasi), namun penyelenggaraan satuan dan
I £ ?
Dapat
dipahami
baliwa administrator sekolah harus mampu berperan
memasyarakatkan pendidikan melalui kinerja manajerial peningkatan fungsi
administrasi akademik dengan visi dan misi dalam proses belajai- mengajar dan
pengembangan yang aspiratif terhadap lingkungan.
Upaya tersebut sebagaimana digambarkan pada hasil penelitian untuk saat ini,
efektif dilaksanakan olehSLTP PGRI Ujungberung. Kandisi tersebut disebabkan oleh
manajemen peningkatan fungsi administrasi akademik proses belajai- mengajar dalam
pendidikan. Manajemen sekolali diupa}'akan melalui kebijaksanaan dan
langkah-langkah yang dinimuskan secara bersama (shared dicission making) dalam rapat kerja yang melibatkan guni dan masyarakat melalui Dewan Sekolali. Intensitas forum rapat kerja menentukan langkah-langkah manajemen peningkatan fungsi administrasi alcademik yang efektif Sebab peningkatan fungsi administrasi akademik di sekolali
selain dapat merumuskan sasaran pokok,juga mengandung kommitmen tugas berupa
langkah-langkah pelaksanaan dan pengendaJian yang efektif.
Kegunaan peningkatan fungsi administrasi akademik di sekolah yang diiaksanakan secaia efektif mampu niengkomunikasikan berbagai sumber diliiigkunga.il sekolah. Peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajai- di sekolali merupakan tanggung jawab bersama. baik kepala sekolah, guru-guru, staf dan masyarakat..
menciptakan kommitmen, iklim kerja yang kondusif, khususnya melalui peningkatan
fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar di sekolah.
B. Implikasi
Berdasarkan temuan dan bahasan diatas dapat melahirkan implikasi yang
dapat ditingkatkan mengenai pembinaan, pemahaman, dan penghayatan yang harus ditempuh oleh praktisi satuan pendidikan di sekolah, maupun pembina pendidikan di lokasi penelitian ini khususnya bahwa manajemen peningkatan fungsi admimstrasi akademik dalam proses belajar mengajar di sekolah perlu diupayakan secara terus menerus dan berkelanjutan (continuos) dengan memantapkan peningkatan fungsi
administrasi dalam proses belajar mengajar di sekolah.
Permasalahan tersebut timbul disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:
(1) Terbatasnya sarana dan fasilitas yang tersedia di lembaga pendidikan, (2) kemampuan profesinalisme yang di miliki oleh para pendidik. Temuan tersebut memiliki implikasi baik bagi pimpinan lembaga pendidikan, maupun para guru. Implikasi tersebut secara singkat sebagai berikut:
1. Implikasi bagi pimpinan lembaga pendidikan
Kebijakan yang berhubungan dengan penimngkatan fungsi admimstrasi
akademik dalam proses belajar mengajar hendaknya dijabarkan dalam
operasionalisasi teknis pelaksanaannya Adanya teknis tersebut diharapkan
peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar dapat
si*'" -<X.
2. Implikasi bagi para pendidik.
I $& A
.Afth
Imformasi yang lengkap sangat diperlukan bagi kepenting?
fungsi administarasi akademik dalam proses belajar mengajar yanj
berkaiatan dengan kebijakan umum dan teknis operasional peningkatan proses
pendidikaa
Lembaga pendidikan secara ideal hendaknya dikelola oleh praktisi satuan
pendidikan yang memiliki profesionalisme. Sehingga praktisi satuan pendidikan
senantiasa dapat meningkatkan dirinya baik melalui latihan (training), penataran,
setadium general, lokakarya dalan lain sebagainya
C. Rekomendasi
Berdasarkan temuan dan bahasan diatas dirumuaskan beberapa rekomendasi
mengenai pembinaan, pemahaman, dan penghayatan yang harus ditempuh olek
praktisi satuan pendidikan di sekolah, maupun pembina p[endidikan di lokasi
penelitian ini khususnya bahwamanajemen peningkatan fungsi administrasi akademik
dalam proses belajar mengajar di sekolah perlu diupayakan secara terus menerus dan
berkelanjutan (continuos) dengan memantapkan peningkatan fungsi administrasi
akademik dalam proses belajar menagajr disekolah, melalui langkah-langkah
dibawah ini.
1. Mempersiapkan kemampuan manajerial pendidikan yang dibekali dengan
pemantapan peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses belajar
mengajar dalam upaya terlaksananya aktivitas bagi akses pemberdayaan
manajemen proses belajar mengajar di sekolah, dan terwujudnya sekolah yang
materi mengenai fungsi guru sebagai administrator, agar mampu menerapkan
peningkatan fungsi administrasi akademik dalam proses belajar mengajar di sekolah yang strategis guna membantu terwujudnya upaya pemberdayaan manajemen proses belajar mengajar di sekolah, dan merealisasikan tugas pemberdayaan manajemen proses belajar mengajar di sekolah melalui peran, fungsi, tugas, dan tanggungjawab sebagai pendidik.
2. Kepada instansi yang tekait seperti pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan atau
Kantor Depdikbud Kecamatan dan jajarannya kiranya dapat mencari alternatif
bagi terciptanya manajemen peningkatan fungsi admimstrasi akademik dalam
proses belajar mengajar di sekolah. Diantaranya dapat melihat sekolah yang
memiliki potensi personil dalam pemberdayaan manajemen peningkatan fungsi
administrasi akademik dalam proses belajar mengajar di sekolah, untuk diberikan
semacam pengakuan atau penghargaan kepada kepala sekolah dan guru yang diliai
mencapai tingkat keberhasilan manajemen peningkatan fungsi administrasi
akademi dalam upaya mendorong sekolah lainnya berkcmpetisi dalam pelayanan
dan mutu sekolah..
3. Memanfaatkan secara optimal wadah profesi guru maupun kepalasekolah seperti
PGRI sebagai wadah pembinaan, pemahaman, penghayatan untuk meningkatkan
kemampuan manajemen peningkatanfungsi administrasi akademik dalam proses
belajar mengajar di sekolah dengan mengembangkan analisisSWOT atau KKPA
sebagai langkah nyata mengantisipasi kemajuan sekolah.
4. Memberikan kesempatan kepadakepalasekolah maupun guru mengikuti training,
1,5.5
meningkatkan pengetahuan khusunya yang menunjang terhadap kompetensi
keguruan yang ia harus memahaminya.
5. Mempertimbangkan kepala sekolah dan guru yang diakui memiliki keredibihtas
kepemimpinan dan manajemen peningkatan fungsi administrasi adakemik dalam
proses belajar mengajar yang baik di sekolah, untuk mendapatkan penghargaan
134
DAFTAR PUSTAKAAN
Aziz A. Wahab. (19? /) Educational Management KIP Bandung.
Abdur Rahman Shalih Abdullah. (1991). Landasan Dan Tujuan Pendidikan Menunit
AlQur'an Serta Implementasinya Dipenogoro. Bandung.
A Toto Suryana, (1997) Pendidikan Agama Islam. Tiga MutiaraBandung.
Banghart Frank W. Albert Trull. Jr. (1973) Educational Planning. Collier-Macmillan
Limited: London.
Depdikbud (1996) Analisis Misi dan Visi Pembangunan Pendidikan. Biro
Perencanaan Pendidikan Depdikbud: Jakarta
(1996) Pengendalian Strategi dan Pengendalian Terpadu dan Perencanaan Mikro Pembangunan Pendidikan., Biro Perencanaan Pendidikan Depdikbud.
(1988) Sistem dan Mekanisme Perencanaan Tahunan Terpadu dan Perencanaan Tahunan Terpadu dan Perencanaan Mikro Pembangunan
Pendidikan., Biro Perencanaan Depdikbud: Jakarta
Castette, WB. (1981), The Personel Function on in Education Administration Ed. 3. New York. MacnilJar Publishing co.. ine
Echol M John dan Hasar. Sadili. (1993). Kamus Inggris Indonesia Penerbit
Gramedia. Jakarta
Engkoswara (1987). Dasar-Dasar. Administrasi Pendidikan. Jakarta Dirjen Dikti P2LPTK.
Gaffar M. Fakry. (1987). Perencanaan Pendidikan Teori dan Metodologi Bandung.
FPSIKIP Bandung.
Kunfuman, Roger A, Educational System Planning, Florida State University, Prentice Hall. Inc. Englewood Clefls. NS.
Madee Pidarta (1988) Manajemen Pendidikan Indonesia Aksara Jakarta
Maleoang, Lexy J. (1989). Metodologi Penelitian Kualitatif. Yogyakarta Rkae
Moleong, LJ. (1990). Metodologi Pendidikan Kualitatif RemajW
Bandung.
\\ ^-^-—•^sr
Muhatnnn. 2001. Paradigma Pendidikan IslaiaRemajaRosd£.^arya Bandur
efcNU«w N*. S'*&
Nawawi Hadari. (1987). Administrasi Pendidikan. CV. Haji Masagung: Jakarta
Nasution, S. (1987), Metode Research (Penelitian Ilmiah), Eda. Bandung.
Teny, George R. (1991) Prinsip-Prinsip Manajemen. Radar Jaya: Jakarta
Ttiornas. J. Alan. (1971). The Productive School. A. System Analysis Approach to
Educational Administration: United Stated OfAmerica
Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. (1990) IKIP Bandung.
Supiana, (2001) Materi Pendidikan AgamaIslam. RemajaRosdakarya Bandung
Sanusi Achmad, (1990), BeberapaDimensi Mutu Pendidikan FPS Ikip Bandung
Sutisna Oteng, (1987) Administrasi Pendidikan Dasar Teoritis Untuk Praktek
Profesional, Cetakan4. Bandung Angkasa