• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMANFAATAN MEDIA PEMBELAJARAN DI ERA TEKNOLOGI INFORMASI UNTUK PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN."

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

DAFTAR}3'

Halaman '1

.

Pengembangan Kultur pembelajaran lnovatif dan Kreattf Melalui

Pemanfaatan Sumber Belajar Berbasis ICT

Oleh:

R.

Mursid

2

Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Penelitian Tindakan Kelas

Oleh

:

Sahat S1a91an...

3.

Media pembelajaran yang Menyenangkan

Seh

:

Xq6ar

Pagahitlan...

4.

Pemanfaatan Media Pembelajaran di Era Teknologi tnformasi untuk

Feningkahn

Mutu Pembelajaran

Oleh

:

Juaksa Manurung,...

5.

Pengaruh Strategi Pernbelaiaran dan Kebiasaan Belajar

Te#adap

Hasil Belajar Dasar Seni dan Desain

Oleh

:Dwi Oiar

Estellita.-...

6.

Pengaruh Strategi Pembelajaran dan Konsep diri Terhadap Hasil Belajar Bimbingan

Konseling

Mahasisl,rE. Sekolah TiSnggi

AganE

Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung Kabupaten Tapanuli Utard

Oleh Hulu

Adiani

7.

Pengaruh Strategi Model Pembelajaran Kooperatif dan keterampilan Social terhadap Hasii Belaiar Sosiologi Mahasiswa Sernester

$l

Seholah Tinggi

Agama

Kristen Protestan (STAKP) Negeri Tarutung Kabupaten Tapanuli

Utara

Oleh

:

Elvri Teresia Simbolon-....

8.

Pengaruh

Sffiegi

Pembelalaran

dm

Kernarnpuan

BerfikirTerhadqo

Hasil Belajar Organ Mahasiswa Jurusan Musik Gerejawi Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan (STAKP) Negeri Tarutung

Oleh

:

Eben

Ha

ezarni..

104

115

127

169

(3)

PEMAHEA,ATAT* MEDTA PEU}AE!A}A*A}* D} E*A TE*H}EES} $S{ESAS} U}ITU*

PENINGKATAN MUTU PEBELATARAN

,silca

llancrdEg

Abstrak

nedia

pabd,aiara*

Fda

Hi*atlya

n:€{$Sa':-

s*rar

ata$ ierBbetalI

&r!

pesa(ryesan pembelajaran (rnessoges) yang disampaikan oleh sumber pesan

(guru) kepada penerima pesan (siswa) dengan maksud agar pesan

-

pe5an

terlebut

dapat drse€p derlga*

.€pat

d?,? tepat sEJtJaj dengat tailla*nya. Fungsi

utama media

pembelajaran,

yaitu

sebagai sarana Bantu untuk

rnewut'udkan situasi pembelajaran yang lebih efektif. Dengan fungsi itu, media

Fer*Idaisra+

!'*us.

driadika*

b€En

:{}teB}rat

dari

kesE}uyutE} FJo6:9 pembelajaran

itu

sendiri- Oalam penggunaannya

harus

relevan de*gan tujuan/kompetensi yang ingin dicapai dan bahan ajar, tidak diperkenankan

. no€ngunakannya hanya iekeda!' untuk permainan atau memancl:ng.pertatian

gsura semata. Fungsi lain yaitu untuk m€mpercepat proses belajar sehingga

diharapkan

dapat

rneningkatkan

kualitas proses

pembelajaran dan mengurang! ver-bal.'lsme [salab penatsiran!,

Kdtd kunci : Media, Teknologi lnformdsi,

Pembelajaran-,*

Pendahrkran

Heinich

dkk

(1993)

mengatakan, media merupa&an alat saluran komunikasi.

Suatu haei! pe$.elitian

ter'.rqg

kompcs'.'i

perolehan

informasi

meblui

media

merunjukkan bahw.a

rata-rata

iurnlah infolmesi yang diperoleh seseor3ng melslsi

indera penciurnan sebanyak

6

%,

mehlui

indera

sentuhan sebanyak

6

%,

melalui

'trde'a

Flldrng3faa

sebanya-k,

1"

96 dan melalui indela penglihatan sebanyak 75 %

(Asep Hery Hernawan dalam Sri Anitha W,

dkk 2r],o,91

Harll

penelitian Dwayer

dalam Sutikno

Sobry

(2007),

tentang

pengaruh

hertuk gen-v'alian

pe=n

dengan kemampuan mengingat dikatakan: (1) suatu pesan yanB

disajikan secara

verbal,

ditemukan

kemampuan

mengingat

selama

3

_iam

terdapat

70%

sedangkan

kemampuan mengingat

3

hari terdapat 10%;

{2)

suatu

pesan yanE disa_iikan seeara yisual ditemukan

kemampuan mengingat 3 lam sebanyak 72%

sedanghn

kemampuan rnenginEat

3

hari sebanyak

2O%;

l3l

suatu

pesan

yang

disaiikan secara verbal dan visual ditemukan

kernampua*

r::engi'.'€at

selarea

I

ia!y!

sebanyak

85%,

sedangkan kernampuan

mengingat selarna 3 hari terdapat 65/0, atau

delam bentuk metrik hasi!

penelitien tersebut dapat dilihat seperti di bawah ini:

fabel : Pengaruh Bentuk PenyaiiaA pesan

dan Kernarnpuan Nlengingat

BantukPeni€jiaa

(€mampuar'r&{aigir€ai

P€san

3 japn

Verbal

70%

visnal.

7l%

Verbaldanvlsual

85%

Jika

diFerhitikan h--sil

penelitien

t€rsebut,

rnaka

dapat

ditarik

kesimpulan bahwa informasi

atau

pengetahuan yang

diterlm*.

s--cara

yerbd

deng?*

hany" mengandalkan pendengaran.

saja

adalah

3 hari

t0%

(4)

paling 3edikit

'.er.tir,ggal atau

menSendap

dalam

inSatan

seseorang.

sehingga apabila hal

itu

dikaitkan dengan

p!'r5es

pembelajater

ma,t€

sebaikc!'; penyampaian bahan aiar diberikan lebih baik

melalui pendengaran .rnaupun penglihatan

seksllgus, bahkan apab-{a [.^€Inu'.'€'-Linkan

dan dipertukan iuga memberi rangsangan rnetaluyl indera lainnya.

Dalam Froses Pembelaiaran, med!3

telah dikenal sebagai alat Eantu mengajar

yang

seharusnya dimanfaatkan

oleh

gengalar. namua ketag kali terabsikin. Ti4ak

dimanfaatkannya

media dalam

proses

pembelajaran, pada umumnya disehabkan

oleh

berbagai alasan,

seperti

waktu

persiapan mengajar terbataq sulit mencari

media yang tepat, blaya tidak tersedi4 atau

alasan lain, Hal tersebut sebenarTya tidak

pertu muncu[ apabila pengetahuan akan

ragam media,

karakteristik,

serta

kemampuan masing-masl4E diketahui oleh

para penga.iar. Media sebagai

alat

bantu

mengajar berkembang demlkian pesatnya

sesuai dengan kemaiuan teknologi. Ragam

dan jenis media pun cukup banYak sehingga

dapat dimanfaatkan sesuai dengan kondisi,

waktu, keuangan, maupun materi yang akan

disampaikan. Setiap jenis media memiliki

karakteristik

dan

kemampuan dalam

menayangkan (kemp.1985).

Sesan

dan

informasi

Karakteristik

dan

kemampuan

masing-masing

media

perlu

mendapat perhatian

dari para

pengajar sehingga

mereka dapat memilih media yang sesuai

dengan kondisi

yang

dihadapi. Dengan

memahami pentin8nya media dalam proses

pembelajaran, maka kita tidak menganggap

bahwa

media

pembelajaran

itu

hanya

terbatas sebagai

alat

bantu semata yang

boleh diabaikan manakala media tersebut

tidak

tersedia. Sehubungan dengan hal

tersebut melalui tulisan

ini

dipaparkan

tentang pengertian dan funSsi media dalam

pembelajaran, jenis dan karakteristik media,

prin:ip-prirsiF pernilihan

rr'edia

dalsrn

pembelajaran,

serta

media dalam

era teknologi informasi.

B.

Pembahasan

,-

P€ng€rtian

dan

Fungsl

Media

dalam DdlsLi.ran

tvledia herasal

dati

bahasa latiltt

yang

mempunyai

arti

dntorn.

Makna

tersebut

dapa!

dlzrtlk-an seba&ai

,lzt

komunikasi yang digunakan untuk membawa

suatu informasi dari suatu sumber kepada generima. Seilrmlah pakar merbuat batalan

tentang media,

diantaranYa

Yang

dikemukakan. oleh Associotion

al

Educotion

ond

CommuDicotion Technologrr {AECfl

Amerika. Menurut AECr,

media

adalah

segala bentuk dan saluran yang digunakan

ur*uk

meEyalurlan pesan dlau intormasi.

Apabila dikaitkan dengan

kegiatan pembelaiaran maka media dapat diartikan sebaSai

alat

kamunikosi

Wnq

digunakon

dolom proses pembeloiordn untuk membowo

inlormosi

ddri

pengoior

ke

peserto didik (Heioich.

et

ol.,

1996).

Hal

Yang sama

dikemukan sebelumnYa oleh Br,qqs (1970)

yang

menvatakan bahwa

media

adalah

segala

bentuk

fisik

YanB

dapat

menyampaikan pesan

serta

merangsang peserta didik untuk belajar sedangkan Pupuh

Faturrahman

&

M.

Sobry Sutikno (2007), menyebutkan

bahwa dalam

aktivitas

pembelajaran, media

dapat

didefinisikan

sebagai sesuatu

yang

dapat

membawa informasi dan pengetahuan dalam interaksi yang berlangsuang antara pendidik dengan peserta diditc

oari batasan yang telah disampaikan

oleh

para

ahli

mengenai media, dapat disimpulkan bahwa pengertian media dalam

pembelalaran adalah segala

bentuk

alat komunikasi yang dapat digunakan untuk

menyampaikan informasi

dari

sumber ke

peserta didik yang bertujuan merantsang

mereka

untuk

mengikuti

kegistan

pembelajaran. Media selaih digunakan untuk

(5)

m+€ar.taiL.an pe*lhelajaEa!!

s€aie

utu!-., .

dapat juga

dirnanfaatkan

untuk

menyampaikan,bagian tertentu.dari kegiatan

pexcbelajtran,

rnen:berikan

penguar.rn

malpun motivasi.

Dalam

peningkatan

mutu

pembslaiar:& harus diy3!.jn!

bah\B

rnedi3

pembelaJaran akan memberikan kontribusi

yang

sangat

besar bag!

tercapainya ko:apetensl/

tr4uar

Oemb€kJaran yang

diharapkan. Sehingga media pembel4aran

dapat berfungsi:

{1)

sebagai sarana bantu uDtuk m€wl-.+udkan

stuasr

p€rlrlelalararr yang tebih efektif,

(2)

merupakan bagian

integrat

dari

keseluruhan

prosess

perabelajaran- .ArtllnlE, media pembelalaran

merupakan salah satu komponen yang tidak

berdiri sendiri

tetapi

saling berhubungan

dengan komponen lainnya. dalam ranglr.a menciptakan situasi belaiar yang diharapkan,

(3|

media

pembelajaran

bukan

hanya

.sebqgai alat hiburan derEan demikian tidak diperkenankan diguoakan hanya sekedar

untuk permainan atau memancing perhatian

siswa

sefl\ata,

(41 untuk

mempercepat

proses belajar. Artinya bahwa dengan media pembelaiaran

siswa

dapat

menangkap

tujuan dan bahan ajar lebih mudah dan lebih

cepat,

(5)

untuk

meningkatkan kualitas proses belajar mengajar sehingga hasil

belaiar siswa

akan

tebih tahan

lama mengendap sehingga kualitas pembelajaran

memiliki nilai yang tinggi,

(6)

meletakkan

dasar-dasar yang konkrit untuk berpikir. Oleh

karena

itu

dapat

mengurangi terjadinya

penyakit verbalisme.

Dengan demikian

media

pembelajaran akan memitiki nitai dan manfaat sebagai berikut:

a.

Membuat konkret konsep-konsep yang

abstral. Konsep-konsep yang dirasakan

masih

bersifat

abstrak

dan

sulit

diielaskan secara langsung kepada siswa

bisa dikonkretkan atau disederhanakan

melalui

pemanfaatan

media

pembelajaran.

Misalnya,

untuk

;:'.=::idaka+ tenta*e

+*eI:r

-Fredara$

darah

rnanusi4

arus

listrik,

berhernbusnya- angin bisa menggJnakan rnedia garrbar

=teu begrn s.-derhaE.

b.

Menghadirkan objek-objek yang terlalu .bahaya

atau

sukar

didapatJGn dalam

!,rngkurE+s

belaFr,

Mlsel$ye,

B!,r$

menjelaskan

dengan

m€nggunakan gambar atau prograrn telavisi tentang

bioatang-br.natang brJaq sepertJ harirna,I dan beruang atau hewantewan lainny4

seperti gajah, jerapah. dinosaurus.

c-

M€nampllkan. ohl€k yan$. r_eda!r.r.

hsar

atau

kecil-

Misalnya,

guru

akan

menyarngaikan gambaran mengerrai

sebuah kapal laut pesawat udira, pasar,

candi,

atau

menampilkan objek-objek yang terialu tecil, seperti bakteri,

virus,

semut! nynmuk atau.he,r,ranlbenda kecil

lainnya-d.

Memperlihatkan gerakan Vang tedalu

cepat atau lambat

Dengan

menggunakan teknik gerakan lambat

lslow

motionl dalam media

film

bisa

memDcltihatkan tentang lintasan Deluru,

rnelesatnya

anak

panah

atau

memperlihatkan

suatu

ledakan. Demikian

juga

gerakangerakan yang

terlalu lambat

seperti

pertumbuhan kecambah, mekarnya

bunga

wijaya

kusumah-2.

.lenls dan Karalteristik Media

Jenis media yang

dimanfaatkan

dalam proses pembelajaran cukup beragam,

mulai dari media yang sederhana sampai

?:da,medaa yang cukup rumit dan canggih.

Untuk

mempermudah mernpelajari jenis

1gdia,

karaktel

dan

kemampuannva,

dilakukan

pengklasifikasian

atau penggolongan. Media pembelajaran

pada

umumnya dapat dikelompokkan ke dalam 3

ienis, vaitu:

(a)

Media Visual,

(bl

Media

Audio, dan (cl Media Audiovliuat. Jenis_jenis

media tersebut digambarkan dalam gambar

berikut.

(6)

tt, lpe gqerr !{e|,tevtt€w,tor EtJE6 ct/EUsc

dn)tn, Suel nluauol up.BuEnJ uplqnuqurauJ

uep lulsll us4lP

uqgn$quau.,

r^^^.r^r Glal^r,{ rErv'r--rA.'/a,,^6^'r,l rrrYv,v+ !,4erse

IeJoa

Jeqrlret e^uleslul

'leJat

lqaloJd qpau.r rrzP

$2,w)rl fil$)

uJep

r€qure8 D.r'D. rr,'rr6rh re5l^r.l 6r^5rrr

eslq

!u!

!$talord

elpan'(uaarrs,

ralPl

eped

leduel

ueipl

n€le lggure8 ESSulqas I ,'ll1ar^Mtl r<y:l^rl r'l, r'DvqrnlAJAtu eUpA

elpsu qelepp eluresep eped

uqlqslordlp

ledep

SueA

lPns!^

elpahl

{pns^

pep4ou)

uetlqa^ordiO Sue/l lensl^

elpau!

.

:

ylgaq

le8eqas pq3sr3l PlpauJ

lrtu

qlqa'l :rrprs.r .papafortl aouJ uel!$lalojdlp

ledep

leprl

Suel

qlpau,

uep

fiDns!

popalud) us4slalordlp ]e!ep

tu€l

plpaur

sele Ulpral rur lens!^ elpanl 'uelelelaquFd

!.lalaur

nele !s!

uolledueluaur

nluequraur

lnun

ruM-runt

qato

ueleunSlp Suues

tuel

qelur elpaur sluaf

'uetPqll8uad eJpu! uelpunt8uau uetuap lpU{lp lpdep plueq Buel e|pau qelppP tensl

Plpaur 'P^uEUPu ue8uap lEnsids

lensl^elpaN

'e

'ueje(Eiaquuad

elpau,

lltspaUerel uep slual

leue9uau]

lseurolul u")ileslp iu! mlpaq 'e^ussF[ qlqal

arr+ufl c,vutct ucouo? t,lEt spsYJEY ,uc^

Sulseu-Eulseu

lllsuaueJel

llllluau

sele

!p uereleFquad elpau, s!ua! dellas

.q'rD^rrrlvr'r^ -h r{,9^r^rr!.r vg!\t*v,Fvl rtue+ leelevle{

uep nurl! euelas tuns8uep3q uE)p lul luadas

lslpuo)l't3trrell^il

lnFpru

6[puaJaJuo,

Eaa,llttlh

' !D9,,5^

piuuqnpnpq

resa&al .066I unqet pppd uelpnu.ra4 .;derar '(9 66T':p )a 'qttulaH t8ilulr 8u,pd 8u€A 6otou)3t rle8uap e,lpaur tEeeqas

uEltuoloElp

ralnduof

'lnqasJal eseu eped

'relnduro: elpauJ uellpeqa{ uetuep J3satJaq

lnq3slal elpaut O86I/0L6I unqel era eped

uelpntlal ldelal '!8:lu!l leoloDlauaq elpaur

le8eqas ue)Uo8alBlllp ast^alat glpau 056I

unqet era ur€lEp 'e^ulesll^t 'nUp/r

al

nUe^l

liep

qcqruaq tedep elpauj ueBuopBrluad

'uelllurap uetuao ltoloulot uetuequauad qato Lqrue8uadlp le8ues e^uueSuoloSSuad eIeu.r 'ue)leunSlp 3uEl, rroloqat pep nelulup

elpau.r uetuolot3uad ellqedv

'(

bolouqxa)

q6lq) |BEUD

FoloDlat

uqBunSSuau Suel Elpaur eped ledulPs {I6olouryat /uot) r.lspua.r

elulSoloulet Suel elpaul

lelnt!

'ueleun8lp

tue^ ltoloqal

eped uelJpsepJeq qelepe elpauJ ueleeJueurad urelep uenre uellpellp

ledEp

SueA

ulel

ue8uotoSSuad
(7)

dacreh

perkotaan

yar€

memilikl

kemampuan

untuk

mengadakan media

proyeksi.

ini

tentu

sangat meRguntungkan

sebob bis-. ditate lebih m€nsnk perhatiin dibandinglen dengan

media

yang tidak diproyeksikan, Namun, pada umumnya di

Indoresi3

rBsih

bsnyak

yang

belurn

memungkinkan untuk mengadakan media

proyeksi

ini

sebab dianggap cukup mahal

lrerganya, disamping

itu

diperlukan Juga

kemampuan yang memadai dari para guru

untuk menggunakan dan memelihara alat

proyeksi tersebutr lenis alat proyeksi yanE

saat

ini

bisa digunakan

untuk

kegiatan

pembelajaran diantaranya adalah opaque Projectio,l, overheod projection lOHPl, don slide prolection. Ketiga ienis alat proyeksi

tersebut, yaltu untuk menampilkan gambar

diam (stifl pictures). Opoaue [baca: ooek)

ialah

proyektor

yang

mampu

memproyeksikan

benda-benda

dan

gambar/huruf

dari

halaman

buku

atau majalah atau lembar kertas biasa. Berbeda

dengan proyektor OHP dan slide projector yang memproyeksikan gambaraambar dan huruf-huruf melalui lembar plastic yang

tembus cahaya (transparan).

Untuk menampilkan gambar hidup

(motion pictutes) bisa menggunakan alat

proyeki

yang disebut

,/mstrips

etau lilm projection. Dengan adanya perkembangan yang sangat pesat dalam dunia media visual

yang diproyeksikan, saat

ini di

sekolah-sekolah

yang sudah modern

sudah

digunakan

alat

proyeki

LCD

dengan

berbantuan computer. Pada sekolah-sekolah

yang

memitiki

kemampuan

untuk

mengadakan alat proyeksi LCD ini tentu bisa

menata pemb€lajaran secara lebih menarik

lagi karena bisa menampilkan berbagai hal

yang terkait

dengan

pencapaian

kompetensi/turuan pembelajaIan dibandingkan dengan alat proyeksi lainnya.

r

r*edkYiiGtyidakD'rpoyekstkaa{iJo+ proleded Visual)

Jenis

media visual

tidak

diproi€kikan irang eka* dijelcskan dchm

kegiatan

belaiar

ini

mencakup

g@h

fotoeraflk. erafis. dan rnedia tiEa dimensi. [image:7.553.90.511.63.659.2]

s-

CssbcIrctogrsFk

Gambar fotografik ini termasuk ke dalam

gambar.

diarn/mati

(still

pictures),

rnisalnya

gernbar tentang

man,Jsla,

binatan&

tempat atau

objek lainnya

yang ada kaitannya dengan isi/bahan

pembelaiara

n

yang a&.an d'lsampai!-an

kepada siswa. Dalam pelaksanaanny4

guru dapat melibatkan para siswa untuk

mencari gambar

diam.

GaBtrar

fotografik ini ada yang tunggal dan ada

pula yang berseri, misalnya fotonovela,

yaitu

sekumpulan gambar fotografik yang saling berhubungan satu dengan lainnya.

Keuntungan

yang dapat

diperoleh

dengan menggunakan media gambar

fotografik dalam pembelajaran, adalah :

(1) dapat meneriemahkan ide/gagasan

yang

sifatnya abstrak menjadi lebih

realistic; (2)banyak tersedia dalam

buku-buku {termasuk buku teks}, majalah,

surat kabar, kaiender, dan sebagainya;

(3) mudah menggunakannya dan tidak

memerlukqan p€ralatan tain; (4) tidak

mahal,

bahkan mungkin

tanpa

mengeluarkan

biaya

untuk

pengadaannya; dan (5) dapat digunakan

pada setiap tahap pembelajaran dan

semua mata pela.iaran/disiplin ilmu.

Selain b€berapa keuntungan

di

atas,

terdapat juga sedikit keterbatasan dari media gambar fotografik ini, yaitu : (1)

terkadang ukuran ga mba r-gambarnya

terlalu kecil jika digunakan pada suatu

kelas yang memiliki banyak siswa; dan

(2) gambar fotografik merupakan media

dua

dimensi

Wng tidak

bisa

menimbulkan kesan gerak.

(8)

b.

Gmlis (graphici

Media grafis merupakan media pandang

dua

dimensi (bukan fotografik) yang

u(ark,E

mengkomunikasikan

pesan

pembelajaran. Unsur-unsur

yang [image:8.536.64.459.61.623.2]

terdapf. Fada media grafis.ini adalah

gambar dan tulisan. Media

ini

dapat digunakan untuk mengungkapkan fakta

m6l.h'i

^66dt'hr.h

l,ri.-kata,

angka,

dan

bentuk

symbol

(lamblngl. Karakteristik

dari

media ini

yaitu

sederhana,

menv.k

perh3tbn,

murah,

dan

mudah

disimpan atau

dibawa. lenis rnedia grafis yang sering

dlpergunakalr

dalam

kegiatan

pembelajaran

di

antaranya: glgEL

hrri,

diarram-kaBunrkarlkatur. dan

!g!$ts

lll

Grafik (graph)

Grafik

merupakan gambar yang

sederhana

untuk

menggambarkan

data

kuantitatif yang akurat dan

mudah

untuk

dimengerti. Pada

umumrn;a grafik ini digunakan untuk menerangkan perkembangan dan

perbandingan sesuatu secara singkat dan jelas den8an menggunakan data

statistlk. Bentuk dan jenis grafik saat

ini sudah banyak dikembangkan dan

sudah tersedia dalam

fasilitas-fasilitas komputer. Beberapa contoh

ienis grafik yang dapat digunakan

sebagai

media

pembelajaran di

sekolah dasar

di

antaranya:

g!e!i!

batene

lb

omphd.

eraflk llnckaran (circ&e/ofu croohsl. dan

*alik

zarls (llne oruphsl.

c?atlk

balans

lbor

oruohst

merupakan

jenis

yang

paling sederhana

dan

mudah

dibuat.

Sekelompok

data

yang

akan

disaiikan

digambarkan

dengan

sejumlah batang

yang

ukuran

lebarnya sama, bisa secara vertikal

fiiaupijn

ronzomar.

?afiiaig

pendeknya

suatu

batang

menggambarkan

banyaknya

persentase datE. Akan lebih menarik

kalau

batang-batang

tersebut dibedakan dengan menggunakan

!flarna-tHarna yang kontrag, Hal ini diperlukan

juga

karena biasanya

batang{atangnya

berdempetan

.;hi^dd.

"r}|,L ;.aha,l.!.^^w-bisa digunakan warna yang berbeda.

c/eflk

ol&orlal

lpldorlal

omphsl

ada!1h.ber'!-uk gratik dr mitna lunrlah

data yan8 dipertunjukkannya dalarn

bentuk gambar-gambar. Banyak hal v:no mpnarik nen.lan,rn mrta

melalui bentuk-bentuk gambar yang

ditampilkan gr.afik

inl

apalagi kalau

b€ntuk-benluk gambarnya dibBntuk

seolah-olah

tiga

dimensi dengan

perpaduan warna yang sedefiana,

Jenis grafik.

ini

banyak ditampilkan pada majalah-majalah

atau

surat kabar. Siswa akan

lebih

tertarik

karefla bentuk

yan8

ditamDilkan

lebih mudah dibaca dengan adanya

pemakaian bentuk-bentuk gambar

yang nyata.

ctalik

lingj,.eran lcirdelpie dmohs)

dipergunakan

untuk

memperlihatkan bagiaFbaBian dari

keseluruhan dalam bentuk Iingkaran.

Bilamana Anda

akan

memperkenalkan tentang operasi

pecahan maka grafik lingkaran lebih tepat di8unakan.

Grafik qads

{line

,llnofisl

adalah

jenis grafik yang paling

teliti

dan

akurat

dari

semua

jenis

grafilg

terutama dalam

meoghubungkan dua rangkaian data. Grafik ini berupa

suatu garis lurus dan garis patah,

arahnya

bisa turun, naik

atau kombinasinya. Grafik ini digunakan
(9)

terutarne apablla

data

yang kita

lukiskan berkelanjutan. (2) Bagan (chort)

Bagan bissanya .dirdncang untuk menggambarkan atau menunjukkan

. suatu lde atau gagasan melalui garis,

symbol,.

g3mbar,

dan

kata-kata. singkat. Fungsi utama dari bagan ini

adalah

menunjukkan. hubungan,

pertJandingan,

perkembaagan,

klasif,kasl,

dan

organisasi. Jenis

bagan

lnl

banyak macamnya, di

antaranya

haeas.

pdron

,tr€e drortsl rbaean arus

/flow

ciortsl, baean

tabel

/toburor cfiortsl_ dan

buan

orzanlsasi

lomontzotlon

d,,,tsl.

BaPan pohon

ftree crrortl

sesuai

dengan namarrya

ibaEt

sebuah

pohon.

tumbuh

bercabang dan beranting. lenis bagan inl digunakan

untuk menjelaskan bahwa sesuatu

dapat diuraikan meniadi berbagai bagian yang saling berkaitan.

Baran

afirs

(llowchortl

dapat

digambarkan sebagai arus sungai

yang mengalir dari hulu ke muara

untuk m€njelaskan terxpat-tempat yanB dilaluinya. Bagan

ini

cocok

untuk

menjelaskan

atau

mempertuniukkan

suatu

fungsi,

hubungan, dan suatu proses.

BaEa?

leb{

ltdbulor

chdrtt

merupakan daftar nama-nama yang

disusun secara berurutan untuk

perbandlngao kronologis, biasanya

dibuat

datam kotom-kolom yang tegak

lurus

untuk mempermudah

melihat

perbandingan

secara

langsung poin-poin yang ada dalam kolom-kolom tersebut.

Nilai

unik dari bagan ini, yaitu kemampuannya

dalam mempertuniukkan hubungan,

misalnya

tabel

mempertunjukkan tentang

waktu atau tabet

mengenai tarif angkutan.

Bapan

organisasl

/orcorrzot.on

crlrrt

menggambarkan struktu!.

suatu organisasi, misalnya struktur

organisasi

badan

pemefintah,

perkurnpulan per,nud+ erga".jsesr kelas, OSIS, Pramuka. Melalui bagan organisasi. ini dapat dilihat d€ngan

Jetas bidang-bidang

ata!

hagian-bagian yang terdapat didalamnya,

siapa yang bertar)ggung javrab, garis

kooEd'lnasi,

garir

perintah, garis

konsultasi, serta otoritas

masing-masing bidang

yang ada

dalam organisasi itu.

(3) Diagram

Diagram

rnerupakan

suatu gambaran sedertnna yang dirancang

untuk memperllhatkan tentang tata

kerja

dari

suatu benda, terutama dengan Earjsflaris- Sebuah diagram

yang baik adalah yang sederhana

yaitu harya

menunjukkan bagian_

bagian

terpentinE

saia

yanB

diperlihatkan dari suatu benda yang

digambarkan dengan menggunakan sebuah garis atau sebuah garis besar

dari

objek yang sebenarnya atau

merupakan

sketsa

penampang

memotong dari suatu obiek seperti

silinder

dari

suatu

kendaraan

bermotor, bel listrik, penyaringan air

bersih, organ

tubuh

manusia,

belahan

bumi, dan

sebagainya.

Nampaknya diagram

ini

memiliki kelebihan bita dibandingkan dengan bagan.

(4) Poster

Poster merupakan suatrr kombinasi

visual yang terdiri atas gambar dan pesan/tulisan,

biasanya

dengan

menggunakan

warna

yang

mencolok. Poster dapat dagunakan

sebagai

pemberitahuanlnformasL

yang garis

,URll/AL TEXNOLOGI PgtlDtDt(A

(10)

perintatan

per€gugah

seiefa

memotirasi, peringatan

atau

menangkap perhatian siswa yang

Yralaupun

dilihat

sekilas namun mampu menanamkan Sagasan yang berarti dalam ingatannya.

(5) Kartufi {.ertoo,l)

Kartun merupakan penggambaran

dalam bentuk lukisan atau karikatur

tentang orang, gagas:rn atau situasi

yang dirancang untuk membentuk

opini siswa. Bentuknya bisa kartun

turlggal

atau

bereJseri- Kartun mempunyai manfaat dalam kegiatan

pemb€lajaran

untuk

rnenjelaskan

rangkaian

isi

.bahan .dalam suatu

urutan yang logis dan mengandung makna secara mudah, menarik, dan cepat dribaca ol€h siswa.

Media Tigo Oimensi

Media tiga dimensi dalarn hal ini terdiri atas media realia dan model. Media

realia

merupakan

alat

Bantu visual

dalam

Fembelaiaran

yang

berfungsi

memberikan

pengalaman

secara

langsung kepada

para siswa

(direct experiencesl- Realia merupakan model

dan.

objek

nyata

dari

suatu

benda,

contohnya

seperti

mata

uang

antarnegara, tumb^ihan^

binatang.

Model adalah media tlga dimensi yang

serinS

digunakan

dalam

kegiatan

pembelajaran.

Media model

ini

merupakan tlruan dari beberapa objek nyata, seperti objek yang terlalu besar,

obiek yang tedatu iauh, obiek yang

tertalu kecil, objek yang terlalu mahal,

objek yang ,arang ditemukan atau objek

yang terlalu rumit untuk

dibawa

kedalam kelas dan sulit dipelajari siswa

wuiud

aslinya.

Model

terdiri

atas

beberapa lents, yaltu modet padat (solid

model), model penampang fcutowoy

model), model susun (buitd

-

up model),

mode| keria frlerking modeij, rnoek

-

up

dan diorama.

b, Medla Audi,E

Media audio adalah media yang

mengandung pesan dalam bentuk auditif

{ha$ya

dapat

didengar}

yang

dapat

merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan para slswa untuk mempelaiari

bahan ajar. ,enis media audio terdiri atas

program kaset sua|. (audio cossette), CD

Audio,

dan

program

radio.Penggunaan

media aud're dalarn kegaiata$ pembelaiaraB

pada umumnya untuk melatih keterampilan

yang berhubungan dengan aspek

-

aspek

keterampilan mendengarlGn. (elebihan lain dari media audio ini, yaitu : harganya relative cukup murah, bersifat mobire, program

relative mudah diproduksi daB beNaflas'L

merangsang partisipasi

aktif

pendengar,

melatih daya

imajinasi

dan

sensitifitas,

sumher

belilar

didalam

kelas,

dan khususnya

media

radio

yang

dapat menjangkau

sasaran

yang

luas

dan

mengaiiLan

tapoian pedsiiwa

secara

langsung. Dari sifatnya yang auditif. media

ini

mengandung kelemahan

yang

harus

diatasi de[gan cara memaniaatkzn alat dan

medla lainnya.

Terdapat beberapa pertimbangan

apabila

guru akan

menggunakan media

audio ini, diantaranya adalah: (1) media ini

hanya akan mampu melayani secara baik

mereka yang sudah mempunyai kemampuan

dalam berpikir

abstrak;

(2)

media

ini

memerlukan pemusatan perhatian yang

tebih ting,gi dibarding media hinnya, oteh karena

itu

dibutuhkan

teknik

-

teknik

tertentu dalam belajar melalui media ini; (3)

karena sifatnya

yang

auditif,

jika

ingin memperoleh

hasil

belajar

yang

baik diperlukan juga pengalaman

-

pengalaman secara visuat, sedangkan mntrot betaiar bisa

dilakukan

melalui

penguasaan
(11)

pembendaharaan kata

-

kata, bal'asa dan

susunan kalimat.

c. Media Ar:dioYtssal

Sesuai dengan namanya, media ini merupakan kombinasi audio dan visual atau

baisar'Ja &s€but med'ia pa*dang dengar.

Sudah

barang

tentu

apabila

Anda

menggunaka

media

ini

akan

semakin

lengkap dan optimal p€nyajian bahan ajar kepada para siswa, selain dari itu rnedia ini

dalam

batas-batas

tertentu dapat

juga menggantikan peran dan tugls guru. Dalam

hal ini, guru tidak selalu berperan sebagai

penyaji materi (teoched, tetapi penyajian

materi bisa diganti oleh media audiovisual

maka

peran

guru

bisa

beralih menjadi

fasilitator belajar,

yaitu

memberikan kemudahan. bagi para sisra

rJ(uk

betaiar.

Contoh dari media audiovisual diantarnya

program

video/televisi

pendidikan,

video/televisi instrukionaL program slide

suara

(sound

slidel,

dan

program CD

interaktif.

3.

Prinsip-Prinsip Pemilihan Media dalam Pembelalaran

Dalam

menggunakan

media pengajaran, hendaknya guru memperhatikan

sejurnlah

prinsip-prinsip

tertentu

agar penggunaan media dapat mencapai hasi{

yang baik.

prinsip-prinsip

dimaksud

dikemukakan Nana Sudjana (1991) sebagai

berikut:

a.

Menentukan .ienis media dengan tepat. Artinya, sebaiknya guru memilih terlebih

dahutu media maaakah yang sesuai den8an tujuan dan bahan pelajaran yang

diajarkan;

b.

Menetapkan

atau

mempertimbangkao

subyek dengan

tepat.

Artinya, perlu diperhitungkan

apakah

penggunaan

media

itu

sesuai dengan

tingkat

kematangan/kemampuan anak di.dik;

c.

l',te*yajikan media dengarl

tcFt-

Artinye

teknik dan metode penggunaan media

dalam

pengajaran

harus

disesuaikan

Cengan tujuax, bahan, metode waktu

dan sarana;

d.

Menempatkan

atau

memperlihatkan

rnedia pada wakt$, tempst da* situasi

yang tepat. Artiny4 kapan dan dalam

situasi mana pada

waktu

mengajar

rnedh digunakan. Tentu tjdak setiap saat menggunakan media pengajaran, tanpa kepentingan yang ielas.

Keempat prinsip yang diuraikan di

atas, hendaknya diperhatikan oleh guru pada

wattu

menggunakan

media

pengajaran-Yang

perlu

diperhatikan bahwa, media

pembelaiaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat- Media pemhelaiaran harus meningkatkan

motivasi peserta

diditc

Penggunaan

media

mempunyai tuiuan memberikan mouvasi kepada peserta didik Penggunaan

media

mempunyai tuiuan

memberikan motivasi kepada pesrta didik.

Selain

itu,

*\edia iuga harus merangsang

peserta didik mengingat apa yang sudah

dipelajari selain memberikan rangsangan

belajar baru. Media yang baik juga akan

mengaktifkan

peserta

didik

dalam

memberikan tanggapan, umpan balik dan

luga

mendorong

peserta

didik

untuk

melakukan praktek-praktek dengan benar.

4.

Penggunaan

Media lnternet

{dunia

maya) dalam

Meningkatkan Mutu

Pembelajaran

Perkembangan teknologi informasi

.telah

memberiakan pengaruh terhadap

dunia pendidikan khususnya dalam proses

pembelajaran. lnteraksi antara guru dan

siswa

tidak

hanya

diiakukan

melalui

hubungan tatap muka tetapi juga dilakukan

dengan menggunakan media. Demikian pula

siswa dapat memperoleh informasi dalam

lingkup

yang

luasdari berbagai sumber
(12)

rnelalui ruane maya detgan mengguanakan

internet.

lnternet

adalah kependekan dari

inter-wo*-

Secara

harfiah

meilgandung pengertian sebagai laringan computer yang

menghubungkan

beberapa

rangkaian

{www.sikipedia;com):

Jaring"n

internet juga didefinisikan sebagai iaringan computer

yang

mampu menghubungkan

€omputer di seluruh dunia selringga bedagai

ienis dan

bentuk injormasi

dapat dikomunikasikan antar belahan dunia secara

instart

dan gtobal; intemet mefiyediakan

akses

untuk

layanan telekomunikasi dari

sumber

daya

informasi

untuk

jutaan pemakainya yang tersebar di seluruh dunia.

Hal

yang

paling

mutakhir

adalah

berkembangnya apa yang disebut "cyber teaching{

atau

pengaiarafi maya, yaitu proses pengaiaran yang dilakukan dengan

menggunakan internet (Mohamad Surya, 20061. lstilah lain yang makin popular saat ini

adalah

e-learning.

Menurut

Rosenberg

(2ool;

281, e-leqrning merupakan suatu

penggunaan

teknologi

internet

dalam

penyar,lpaian pembetaiaran

dalam

iangkauan

luas yang

berlandaskan tiga

rriteria

yaltu:

lal

e-leamlng merupakan

jaringan dengan

kemampuan

untuk

memperbaharui, menyimpan, mendistribusi dan membagi rnated aiar arau intormasi, (b) pengiriman sampai

ke

pengguna terakhir

melalui computer dengan menggunakan

teknolo8i

internet yang

standar,

(c)

memfokuskan pada pandangan yang paling

luas

tentang

pembelajaran

di

balik

paradigma sefirbelaiarattradisionat.

Lebih

lanjut,

Mohammad Surya

(2006) menjelaskan bahwa dengan bantuan

teknologi informasi dapat mengubah peran

guru dan siswa dalam pembelajaran. Peran

guru telah

berubah

dari:

(a)

sebagai

penyampar pengetahuan,

$rmb€r

utama

informasi, akhli materi, dan sumber segala

jawaban, meniadi fasititator pembelajaran,

p€latih, leataboratori navig€tar pengetah{raB,

dan mitra betaiar; (b) dari mengendalikan

dan

mengarahkan

semua

aspek

pembetaiaran,

rnsnjadi

lebih

banlak memberikan lebih banyak alternative dan tanggung jawab kepada setiap siswa dalam

proses pembelaFrar!. S€metltaf

itu

petatl

siswa dalam pembelaiaran telah mengalami

perubahan yaitu:

(a) dari

informasi yang

pasif meniadi partislpan

akif

dalam proses

pembelajaran,

{b)

dari

mengungkapkan

kembali

pengetahuaqn

meniadi

rnenghasilkan dan berbagai Setlg€tatEran, te)

dari

pembelajaran

sebagai

aktivitas

individual

meniadi

pembelaiaran

berkolaboratif dengan siswa

laln.

Dengan

demikian, pemanfaatan teknologi informasi

dalam

kegiatan pendidikan

sudah

seharusnya

mendapat

tempat

untuk menunjang kegiatan belaiarmengajar di

kelas.

Di

tengah

kemajuan teknologi

inform?Ei

yang begitu pesat,

sudah

seharusnya

guru

menguasai kompetensi

global, bukan

justru

menjadi orang yang gagap teknologi (Gaptek).

Popularitas internet sebagai salah

satu media dalam pembelajaran meningkat.

Akhir€khir ini

di

internet terdapat

alamat-alamat Web yang

telah

menggabungkan konsep multimedia, yang bisa diakses kapan

saia. Mehlu( i$ternet 9es€rta didik da$at

mengakses berbagai literatur dan referensi

ilmu pengetahuan yang dibutuhkan dengan

cepat,

sehingga

daPat

memPermudah

proses

studinya.

Oleh

karena

itu, pemanfaatan

Teknologi lnformasi

dan

Komunikasi

harus

diperkenatkan kepada

siswa agar

mereka

mempunYai bekal

pengetahuan

dan

Pengalaman Yang

memadai

untuk

blsa

meneraPkan dan

menggunakannya dalam kegiatan belaiar,

bekeria serta berbagai aspek kehidupan

sehari-hari.

C. Penutup

(13)

Media

pembelajaran pada

hakikatnya merupakan

saluran

atau

jembatan dari pesan

-

pesan pembelajaran

(messages) yang disampaftan oleh sumber

pesan (guru) kepada penerima pesan (siswa)

dengan makud agar pesan

-

pesan tersebut dapat diserap al€ngan cepat dan tepat sesuai

dengan tujuannya. Fungsi utama media pembelajaran, yaitu sebagai sarana Bantu

untuk

mewulrdkan situasi pembelajaran yang leblh efektlf. Dengan fungsi ltu, media pembelajaran

harus

diiadikan

bagian

integaral

dari

keseluir*ran

proses

pembelajaran

itu

sendiri.

Dalam

penggunaannfa harus relevan dengan tuiuan ,/ kompetensi }€ng ingin dicapai dan hahan

ajar, tidak diperkenankan menggunakannya

hanya

sekedar

untuk

permalnan atau memancinB pethatian sist&a setnata. Fungsi lain yaitu untuk mempercepat proses betajar

sehingga diharapkan dapat meningkatkan

kualitas

pft,ses

pembelajaran

dan

mengurangi verbalisme (salah penafsiran).

Daftar Pustaka

Anitah

W,

Sri,

dkk.

2008.

Srrqtegi

PembelaJaron

di

SD,

Jakarta

: Universitas Terbuka.

Fathurohman, Pupuh & Sutikno, M. Sobry.

2m7.

Strct€gi 8€lalor

M€ngdjor.

Bandung: Refika.

Hamalik, Oemar, 1986. Media pendldikon.

Bandung ; Alumni.

RobeG Heinich., Molenda, Michael., and

Russel, James D, 1982. lnstructional

M€d.ia dnd The New Technologies

ot

lnstruction. New york : John Wiley &

Son.

S, Sudjarwo (Ed). 1989- Bebempa Aspek Pmgembongon Sumber Belolat.

Jakarta

:

Medyatama

Sarana perkasa.

Sadiman,

Arif

S, dkk

1990.

,t/,tsdr,

Pmdidiko4

pengcrtion

Perryembongffi, dott

Pemanloatannya, lakarta : Rajawali. Satuan Tugas Defenlsi dan TerminologiAECT.

1986. Delentst

Teknotogi

Pendidikdn. Jakafta : Rajawali.

Sudjana, Nana

&

Rifai Ahmad. LggO. Medio

Fentdirror. Bandung: Sftar Baru:

Sudjan4 Nana & Suvrari4wari. 199f. Model

-

Modet Mengojdt. Bandung : Sinar

8aru Algesiado.

Surya, Mohamad H. Makalah dalam Seminar

" Pemonlaotdn Teknologl ln1omost

fu

,lsmnScas, untuk perdtCttsan

tarak lduh

daldm

Rangko

Penlngkdtcn Mutu pembelajrrono,

disele{garakan

oleh

prJstetkom

Depdiknas, tanggal

12

Desember 2006 di.,akarta.

$ltikno,

M,

Sobry-

2007.

Menggog,os

Pembelaloron

Efeltilt

don

Sermokna. Mataram : NTp press.

Uno, Hamzah B. 2OO8. kolesl lGpendidikan Problemo, Solusl,

ddn

Relarmdsl

Pendldlkon

dl

tndonesid,

lakaia

i

Bumi Aksara.

JURNAT TEI(NOTOGI PENOIDIKAN

Gambar

Gambar CssbcIrctogrsFkfotografik ini termasuk ke dalamgambar. diarn/mati (still pictures),
gambar dan tulisan. Media ini dapatdigunakan untuk mengungkapkan fakta

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Muaro Jambi 2006 - 2025 disebutkan bahwa salah satu misi pembangunan Kabupaten Muaro

8 Penelitian terbaru Justin et al tahun 2014 pada subjek dewasa menunjukkan bahwa asupan protein total, nabati dan hewani berkorelasi negatif dengan tekanan darah

Materi dan media merupakan salah satu elemen penting dalam memberikan layanan bimbingan konseling Islam agar lebih efisien dan efektif. Namun, dalam pemberian materi

Hasil penelitian keanekaragaman karang jamur (Fungiidae) pada empat stasiun penelitian di perairan Pulau Siladen, Sulawesi utara ditemukan 13 jenis karang jamur

Dalam rangka Persiapan Pencairan dana Tunjangan Profesi Guru TW IV (Oktober s/d Desember) Tahun 2017, dengan ini diminta kepada Saudara untuk menirimkan :. ....surat lengkap

Pemerintah daerah dapat menggunakan hasil studi ini sebagai bahan pertimbangan dalam perencanaan pemanfaatan lahan khususnya pemanfaatan lahan untuk kegiatan permukiman

Judul-judul modul yang disusun sebagai berikut; (1) Karakteristik Anak Usia Dini, (2) Teori Bermain dan Merancang Kegiatan Bermain di Taman Kanak-kanak, (3) Kurikulum dan

Tugas Kepala Bagian ini adalah melakukan perancangan teknik yang akan digunakan dalam setiap proyek dan melakukan penyusunan laporan kegiatan yang berkaitan dengan pelaksanaan