• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN ENERGI BARU & TERBARUKAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN ENERGI BARU & TERBARUKAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN ENERGI BARU & TERBARUKAN

(SUBSEKTOR PERKEBUNAN)

Disampaikan Pada FGD Penguatan Kebijakan Pengembangan EBT Jakarta, 29 Januari 2022

DIREKTORAT JENDERAL PERKEBUNAN

KEMENTERIAN PERTANIAN

(2)

TUGAS KEMENTERIAN PERTANIAN

“Indonesia Green Energy Action Plan”

Mengintegrasikan kegiatan pengembangan dan kegiatan pascapanen tanaman BBN

Penyediaan benih dan bibit tanaman BBN

Penyuluhan pengembangan tanaman untuk BBN

Penyediaan tanaman bahan baku Bahan Bakar Nabati (BBN)

PERAN KEMENTERIAN PERTANIAN DALAM RENCANA UMUM ENERGI NASIONAL (RUEN)

SESUAI PERPRES 22 TAHUN 2017

(3)

RENSTRA KEMENTAN 2020-2024

Proyek Prioritas Strategis Nasional (Major Project) (RPJMN 2020-2024)

Pembangunan Energi Terbarukan Green Fuel Berbasis Kelapa Sawit

Strategi

Produksi Bahan Bakar Nabati Berbasis Sawit Dipenuhi melalui Pemberdayaan Perkebunan Kelapa

Sawit Rakyat

Arah Kebijakan Pembangunan Pertanian

Pemenuhan Kebutuhan Energi dengan

Mengutamakan Peningkatan Energi Baru Terbarukan

(4)

PEMBANGUNAN ENERGI TERBARUKAN GREEN FUEL BERBASIS KELAPA SAWIT

(5)

NO PROGRAM KEGIATAN STATUS KEGIATAN DALAM RENSTRA 2020-2024

1. Peningkatan nilai tambah sumber daya energi dan sumber energi sebagai bahan bakar serta bahan baku industri nasional.

Menjamin ketersediaan Crude Palm Oil (CPO) untuk memenuhi

kebutuhan CPO sebagai bahan bakar nabati (BBN) dalam negeri

• Hasil penelitian beberapa komoditas pertanian yang dapat diolah menjadi sumber energi dari BBN adalah kelapa sawit, jagung, ubi kayu, tebu, kemiri sunan, jarak pagar dan kotoran ternak.

• Kelapa sawit, Kemiri sunan, Tebu sudah dimasukkan dalam RENSTRA Ditjen Perkebunan.

• Usaha untuk menjamin ketersediaan CPO telah dirumuskan dalam Program Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan Berkelanjutan, Program Peningkatan Ekspor dari Tanaman Tahunan dan Penyegar.

• Indikator yang ingin dicapai adalah produksi CPO mencapai 43,72 juta ton pada tahun 2020 dan 47,33 juta ton pada tahun 2024.

DUKUNGAN KEGIATAN KEMENTERIAN PERTANIAN PADA RUEN (1)

(6)

NO PROGRAM KEGIATAN STATUS KEGIATAN DALAM RENSTRA 2020-2024 2. Peningkatan produksi dan

pemanfaatan BBN

Menyusun peta jalan penyiapan jenis tanaman prioritas untuk bahan baku BBN

• Kegiatan ini telah diakomodir di dalam Renstra Kementan 2020-2024 pada BAB III Arah Kebijakan, Strategi, Kerangka Regulasi dan Kerangka Kelembagaan.

• Roadmap kelapa sawit telah disusun oleh Ditjen Perkebunan.

• Tindak lanjut berikutnya adalah penyusunan peta jalan pengembangan komoditas prioritas untuk bahan baku BBN.

3. Penggunaan jenis tanaman di luar kebutuhan pangan untuk BBN

Memprioritaskan penggunaan bahan baku BBN dari sumber baru di luar produk tanaman pangan prioritas

• Pemanfaatan tanaman untuk BBN sudah terakomodir di Renstra Ditjen Perekebunan.

• Kemiri sunan dan jarak pagar mempunyai prospek

dikembangkan, namun jaminan pasar belum ada sehingga perlu kerjasama dengan Kementerian ESDM dan

Perindustrian untuk mengolah sebagai bahan industri.

4. Pembangunan PLT Bioenergi Menggalakkan budi daya

tanaman-tanaman biomassa non- pangan

Kementerian Pertanian mendukung 3 Major Project, salah satunya proyek Pembangunan Energi Terbarukan Green Fuel Berbasis Kelapa Sawit.

Kementan mendukung dalam hal akselerasi, replanting, penerapan GAP dan pengolahan sawit rakyat.

• Usaha menggalakkan budi daya telah dirumuskan dalam Program Peningkatan Produksi Komoditas Perkebunan Berkelanjutan, pada kegiatan Pengembangan Tanaman Tahunan dan Penyegar.

DUKUNGAN KEGIATAN KEMENTERIAN PERTANIAN PADA RUEN (2)

(7)

PRODUKSI KELAPA SAWIT MENURUT PROVINSI, 2016 - 2020

Sumber: Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementan Keterangan: *) Angka sementara

**) Angka estimasi

(8)

8

*) Sumber: Ditjen. Perkebunan tahun 2019 (Angka Sementara)

PRODUKTIVITAS SAWIT 2014-2019*

(9)

Peningkatan produktivitas Pengembangan hilirisasi

Penguatan ekosistem, tata kelola dan capacity building berkelanjutan

Kebijakan Pengembangan Kelapa Sawit

PENDANAAN:

• APBN

• Perbankan/Kredit

• BLU-BPDPKS

• Investasi Swasta,

• Bantuan/Hibah

PENGUATAN REGULASI

• Kepastian Hukum Berusaha

• Sustainability

• Akses pendanaan

• Jaminan pemasaran produk

Penelitian dan Pengembangan

Penguatan

SDM

(10)

1. Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) 540.000 Ha selama 3 tahun (2020-2022) di 21 Provinsi, 106 Kab/Kota sentra sawit;

2. Intensifikasi, perbaikan jalan kebun, alsintan pascapanen, unit pengolahan hasil;

3. Penyediaan benih unggul siap tanam dengan produktivitas tinggi (5-6 ton/ha setara CPO; saat ini 3,6 ton/ha) oleh produsen benih/penangkar di wilayah sentra

peremajaan sawit;

4. Pengembangan integrasi sawit-sapi melalui kemitraan perkebunan besar;

5. Pengembangan korporasi petani sawit;

6. Peningkatan kapaspitas SDM pekebun (pendidikan, pelatihan, magang dll);

7. Pembiayaan KUR.

1. Dukungan regulasi untuk kepastian berusaha;

2. Penyelesaian kebun sawit di kawasan hutan secara bertahap (koordinasi dengan instansi terkait;

3. Pengembangan bioenergi → B30, POME dan Biohidrokarbon;

4. Mendorong daya saing dan hilirisasi bagi industri sawit → insentif tax holiday atau tax allowance

5. Mendorong industri sawit memanfaatkan limbah padat/cair dan produk samping → Biomassa dan integrasi sawit sapi.

Perkebunan Rakyat

Perkebunan Besar

STRATEGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS DAN MUTU PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

(11)

POTENSI PEREMAJAAN SAWIT RAKYAT (PSR) MENDUKUNG ENERGI BARU TERBARUKAN (EBT)

LUAS SAWIT DAN POTENSI PEREMAJAAN

a. Total luas sawit : 16,38 juta ha b. Luas sawit rakyat : 6,94 juta ha

c. Potensi peremajaan sawit rakyat: 2,8 juta ha

• Plasma dan swadaya 2,29 juta ha

• Plasma PIRBUN 0,14 juta ha

• Plasma PIR-TRANS/PIR-KKPA 0,37 juta ha

2017 20,780

Ha

2018 185,000

Ha

2019 180,000

Ha

2020 180,000

Ha

2021 180,000

Ha

2022 180.000

Ha

Target PSR 2020-2022: 540 ribu ha

DASAR HUKUM

• UU No.39 Tahun 2014 Tentang Perkebunan;

• PP No.24 Tahun 2015 Tentang Penghimpunan Dana Perkebunan;

• Perpres No.66 Tahun 2018 jo. No.61 Tahun 2015 Tentang

Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit;

• Permentan No.18 Tahun 2016 Pedoman Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit;

• Permenkeu No.84 Tahun 2017 Tentang Penggunaan Dana Peremajaan Perkebunan Kelapa Sawit BLU BPDPKS;

• Permentan No. 07 Tahun 2019 jo. No.15 Tahun 2020 Tentang

Pengembangan SDM, Penelitian dan Pengembangan, Peremajaan, serta Sarana dan Prasarana Perkebunan Kelapa Sawit

• Peraturan Dirut BPDP-KS No.9/DPKS/2019.

• Kepdirjenbun No.208/Kpts/KB.120/7/2019 jo. No.202/Kpts/KB.120/6/2020

(12)

SARANA PRASARANA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

Benih, Pupuk dan Pestisida (Ekstensifikasi)

Pupuk dan Pestisida (Intensifikasi)

Alat pascapanen dan Unit Pengolahan Hasil

Peningkatan Jalan dan Tata Kelola Air

Alat Transportasi

Mesin Pertanian

Infrastruktur Pasar

Verifikasi Teknis (ISPO)

Pasal 49 Permentan No. 07/2019:

Sarana dan prasarana diberikan kepada Pekebun untuk peningkatan produksi, produktivitas, nilai tambah, dan

mutu hasil Perkebunan Kelapa Sawit

(13)

Pendidikan

Pemberian Beasiswa dan Penguatan lembaga Pendidikan

di Bidang Kelapa Sawit

Pelatihan

Dalam bentuk pelatihan teknis, managerial, kewirausahaan dan

pelatihan lainnya

Pengembangan SDM Perkebunan

Kelapa Sawit

Berdasarkan Permentan No. 07 Tahun 2019, pasal 4:

Pengembangan sumber daya manusia Perkebunan Kelapa Sawit dilakukan untuk:

a) Meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, profesionalisme, kemandirian, dan daya saing; dan

b) meningkatkan kemampuan teknis,

manajerial, dan kewirausahaan.

(14)

TERIMA KASIH

Kementerian Pertanian

Jl. Harsono RM No. 3

Jakarta 12550

(15)

Pengembangan jalur hilirisasi biofuel complex akan menghasilkan berbagai macam jenis produk biofuel/energi yang berkelanjutan untuk memenuhi kebutuhan nasional maupun global.

Produk biofuel yang dapat dihasilkan terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu:

(1) biofuel generasi pertama seperti biodiesel/FAME dan produk biohidrokarbon yang terdiri dari green diesel (diesel kelapa sawit), green gasoline (bensin kelapa sawit) dan green avtur (avtur kelapa sawit);

(2) biofuel generasi kedua yaitu bioethanol dari bahan kering sawit; dan

(3) biofuel generasi ketiga seperti biogas dan biodiesel algae berbasis POME.

Proyeksi Kontribusi Industri Kelapa Sawit untuk

Ketersediaan Energi Secara Berkelanjutan

(16)

Total ketersediaan produk biofuel untuk memenuhi kebutuhan nasional pada tahun 2030 mencapai sebesar 68,95 juta ton dengan rincian biofuel generasi pertama sebesar 32,55 juta kiloliter, biofuel generasi kedua sebesar 36,26 juta ton dan biofuel generasi ketiga (biodiesel algae) sebesar 0,11 juta kiloliter. Perhitungan ini telah termasuk potensi dari Peremajaan Sawit Rakyat sebesar 500.000 ha.

PROYEKSI KONTRIBUSI INDUSTRI KELAPA SAWIT UNTUK KETERSEDIAAN ENERGI SECARA BERKELANJUTAN

Sumber : Peta Panduan Industri Kelapa Sawit menuju 2045

(17)

Uraian Satuan 2020 2021 2022 2023 2024

Kebutuhan CPO untuk Biodiesel Juta KL 12,60 13,61 14,56 15,58 16,67 Kebutuhan CPO untuk Industri Juta KL 5,15 5,30 5,46 5,63 5,80

Ekspor CPO Juta KL 25,22 21,93 19,07 16,58 14,42

Kebutuhan CPO Total Juta KL 42,97 40,84 39,09 37,79 36,89

Produksi CPO Juta KL 45,15 47,41 49,78 52,27 54,88

Surplus/Defisit Juta KL 2,18 6,57 10,69 14,48 17,99

PENGGUNAAN CPO UNTUK BIODIESEL B30-B100, INDUSTRI DAN EKSPOR

Pada 2020:

• Kebutuhan CPO untuk Biodiesel, industri dan ekspor 42,97 juta kilo liter .

• Produksi CPO 45,15 juta kilo liter.

• Surplus 2,18 juta kilo liter .

Sumber: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI)

(18)

KAPASITAS BIODIESEL

Sumber: Ditjen EBTKE

(19)

4 PT Dabi Biofuels 413,793kL USD 31,770,370 5 PT Intibenua Perkasatama

442,529kL USD 55,555,556 6 PT Ciliandra Perkasa

287,356kL USD 46,581,449 7 PT Pelita Agung Agrindustri

229,885kL USD 32,135,257 8 PT Cemerlang Energi Perkasa

689,655kL USD 22,933,333 9 PT Wilmar Bioenergi Indonesia

1,603,448 kL USD 53,472,377 10 PT Bayas Biofuels

862,069kL USD 85,000,000

11 PT Musim Mas (Batam) 896,552 kL USD 203,703,704

Sumatera Utara

Riau

Kepulauan Riau

Banten

14 PT Alpha Global Cynergy Bali

12,000 kL USD 3,000,000

Jawa Timur

KAPASITAS AKTIF INDUSTRI BIODIESEL

REGION KAPASITAS (kL) INVESTASI (USD)

Sumatera 7,222,356 695,242,713

Jawa 3,098,195 360,410,780

Kalimantan 1,262,356 144,210,173

Sulawesi 475,862 32,620,407

TOTAL 12,059,369 1,232,484,073

USD 222,222

26 PT Multi Nabati Sulawesi 475,862kL USD 32,620,407 25 PT Sukajadi Sawit Mekar

402,299kL USD 52,222,222 1 PT SintongAbadi

35,000kL USD 2,444,000 2 PT Musim Mas (Medan)

459,770kL USD 203,703,704 3 PT Permata Hijau Palm Oleo

417,241kL USD 56,165,185

22 PT Bali Hijau Biodiesel 360 kL USD 222,222

Jawa Barat 18 PT AnugerahintiGemanusa

Kalimantan Selatan

23 PT SMART Tbk

440,517kL USD 59,677,951

Kalimantan Timur

160,920kL USD 48,984.354

Lampung

15 PT Sinarmas Bio Energy 19 PT Batara Elok SemestaTerpadu 455,400kL USD 111,678,349 287,356kL USD 38,000,000

12 PT LDC Indonesia 16 PT Sumiasih 20 PT Wilmar Nabati Indonesia

482,759 kL USD 78,518,519 114,943kL USD 26,666,667 1,665,517kL USD 67,859,188

13 PT Tunas Baru Lampung 17 PT Darmex Biofuels 21 PT EnergiBaharu Lestari 24 PT Kutai Refinery Nusantara 402,299 kL USD 26,962,963 287,356kL USD 57,629,630 114,943kL USD 6,370,370 419,540kL USD 32,310,000

Kalimantan Tengah

Sulawesi Utara

Sumber : Ditjen EBTKE, Kemen ESDM

(20)

2017-2021

• Rekomendasi Teknis : 245.494 Ha

• Transfer oleh BPDPKS : Rp6,4 triliun

Target dan Realisasi (ha)

REALISASI PSR 2017-2021

Sumber : Kementan dan Aplikasi PSR online Realisasi per 13 Desember 2021

*) Ditjenbun

**) PT. Surveyor Indonesia

Pekebun

(Org) (Ha) (%) Ha Rp

2017 20.780 7 Prov / 20 Kab 41 5.829 13.206 63,55 2.932 334.375.545.000 2018 185.000 16 Prov / 45 Kab 175 15.497 35.196 19,02 12.524 858.461.455.000 2019 180.000 20 Prov / 79 Kab 503 38.618 88.339 49,08 90.207 2.208.153.972.500

104.900* 500 39.491 91.523 87,25 75.100** 6 219 543 0,72

2021 180.000 21 Prov / 108 Kab 85 7.013 16.686 9,27 38.032 306.697.423.500 1.310

106.667 245.494 237.728 6.448.108.155.000 Transfer dari BPDPKS

Total

Tahun Target (ha) Provinsi / Kabupaten

Poktan/

Koperasi (Unit)

2020 21 Prov/ 106 Kab 94.033 2.740.419.759.000

Realisasi Rekomtek

20,780

185,000 180,000 180,000 180,000

13,206

35,196

88,339

92,066

16,620

2017 2018 2019 2020 2021

63,55%

19,02%

49,08% 51,15%

9,23%

Keterangan :

• Terdapat tren peningkatan penerbitan rekomendasi teknis setiap tahun rata-rata

45,7% per tahun

.

• Salah satu tantangan, terdapat rekomendasi BPK RI untuk dapat menyertai pernyataan bebas kawasan hutan dan bebas dari perizinan perusahaan perkebunan dan validasi NIK.

(21)

31,440

21,893

10,383

28,706

18,041

47,343

1,027

10,998

2,015 1,258

16,395 15,845

3,630

7,042

655

14,827

6,764

2,436 2,086

664 2,045

16,574

15,023

8,118

15,518

9,051

30,573

274

7,489

916 1,089

10,163 10,901

2,739

5,147

8

3,851

2,101 1,497 1,496

- 359

Aceh Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Babel Bengkulu Lampung Banten Kalbar Kalteng Kalsel Kaltim Kaltara Sulbar Sulsel Sulteng Sultra Papua Papua Barat Rekomtek (Ha) Chipping (Ha) Tanam (Ha)

PERKEMBANGAN PENANAMAN 2017-2021

Rekomtek : 245.494 Ha

Transfer dana : 237.728 Ha (Rp.6,4 T)

Tumbang Chipping : 171.331 Ha (69,79%)

Tanam : 142.886 Ha (58,2%)

Keterangan : Data sampai dengan 13 Desember 2021

Referensi

Dokumen terkait

Usahatani tanaman tahunan seperti pada komoditas perkebunan dan hortikultura, dukungan keberhasilan sangat ditentukan pada kualitas bibit. Penanaman bibit dengan kualitas yang

1775 Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Tanaman Rempah dan Penyegar (PALA) 1779 Dukungan Perlindungan Perkebunan (CENGKEH).

• Mewujudkan peningkatan produksi tanaman perkebunan secara berkelanjutan. • Mewujudkan pelayanan prima dan berkualitas dibidang manajemen dan kesekretariatan. • Mewujudkan

Dukungan pengembangan tanaman perkebunan berkelanjutan dilaksanakan dalam rangka mendukung peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman perkebunan berkelanjutan

Pengembangan PLTS rooftop di daerah-daerah mela lui sinergi dengan Pemprov ataupun Pemkab/Pemko t antara lain melalui program eko wisata, klaster eko nomi, khususnya Program

9 Energi baru terbarukan yang belum dimanfaatkan: energi arus laut energi angin dan energi biofuel. arus laut, energi angin dan

Meskipun konservasi energi telah tercantum pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 90 Tahun 2019 tentang Klasifikasi, Kodefikasi, dan Nomenklatur Perencanaan Pembangunan dan

Petunjuk Pengisian Formulir 8 Rekapitulasi Luas Areal dan Produksi Perkebunan Rakyat Tanaman Tahunan Kabupaten/Kota - Kolom 1 : Cukup jelas - Kolom 2 : Diisi jenis komoditas yang