1 BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Dinas Pendidikan merupakan lembaga pemerintahan yang memiliki tugas pokok membantu Bupati dalam menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan daerah di bidang Pendidikan. Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik merupakan lembaga pemerintahan yang mengurusi urusan-urusan dalam bidang pendidikan. Hal ini tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 26 Tahun 2000 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Gresik. Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik bertugas membantu Bupati dalam menyelenggarakan urusan di bidang pendidikan, yang meliputi perumusan kebijakan, pembiayaan, kurikulum, sarana dan prasarana, pendidik dan tenaga kependidikan, dan pengendalian mutu pendidikan berdasarkan Organisasi Perangkat Daerah Dinas Pendidikan tertuang pada Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2016 tentang Pembentukan Perangkat Daerah Kabupaten Gresik yang kemudian dijabarkan melalui Peraturan Bupati nomor 46 tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik (Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 26 Tahun 2000 Tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, 2000).
Kebijakan ini tidak lepas dari hasil laporan yang dibuat setiap bagian maupun bidang- bidang di dalam dinas itu sendiri terutama di bidang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan dalam melakukan peningkatan kualitas kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasinya di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Bidang tenaga pendidik dan tenaga kependidikan atau (TENDIK) dan Kasi Peningkatan Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik ini juga melakukan kegiatan aplikasi uji mutu guru di Kabupaten Gresik sehingga dapat digunakan selain untuk pemetaan kompetensi guru yang dapat ditindaklanjuti dengan training juga untuk pengembangan karir guru dimasa mendatang (Maiyuli, Yusrizal, 2019).
Sumber daya manusia (SDM) adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi, baik institusi maupun perusahaan. Pada hakikatnya, SDM berupa manusia yang dipekerjakan di sebuah organisasi sebagai penggerak, pemikir dan perencana untuk mencapai tujuan organisasi (Annida, 2022). Sehingga secara menyeluruh,
2
pengertian sumber daya manusia adalah individu yang bekerja sebagai penggerak suatu organisasi, baik institusi maupun perusahaan dan berfungsi sebagai aset yang harus dilatih dan dikembangkan kemampuannya. Serta terkhusus bagi para Kepala Bagian/Bidang dan Kepala Dinas dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang harus dilakukan Dinas demi kemajuan pendidikan di daerah Kabupaten Gresik. Sesuai dengan hasil observasi di Bidang Tenaga Pendidik dan Tenaga Kependidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik banyak dari SDM pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan tenaga pendidik yang masih kurang menguasai dalam penggunaan teknologi informasi secara benar, contohnya cara mengoperasikan dan menghandle penggunaan sistem alat teknologi informasi dengan baik.
Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2020 Tentang Jabatan Fungsional Pranata Sumber Daya Manusia Aparatur. Dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi khususnya di bidang SDM aparatur terkait pendidikan perlu dilakukan serangkaian upaya yang terpadu di bidang pendayagunaan aparatur yang meliputi mindset dan kultur dari tenaga ASN khususnya pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang menekankan pada aspek revolusi mental untuk mewujudkan SDM aparatur yang lebih siap menghadapi era globalisasi, contohnya cara menggunakan atau mengoperasionalkan aplikasi yang terbaru yaitu aplikasi uji mutu guru (UMG) dengan benar (JDIHN RI, 2020).
Hal ini terdapat banyak kekurangan dari sumber daya manusia (SDM) antara lain efesiensi, efektif, ketelitian, dan penggunaan TI pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan pada saat ini dikerjakan secara manual dan sosialisasi tentang teknologi informasi sangatlah minim dalam penerapannya sehingga sering terjadi kekeliruan atau kesalahan pada pengisian data, oleh karena itu dengan adanya kegiatan workshop, pelatihan (training), pengembangan atau (development) diri terutama pada sumber daya manusia yang ada di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik bisa mengupgrade peningkatan kompetensi SDM yang lebih bagus kedepannya agar lebih tepat dan jelas dalam melakukan penginputan data serta penggunaan sistem alat teknologi informasi yang lebih professional dalam menyebarkan informasi terkait pendidikan yang ada di Kabupaten Gresik (Awaludin, 2019).
Dalam rangka acara kegiatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik merupakan salah satu faktor untuk meningkatkan kinerja
3
suatu organisasi atau instansi. Oleh karena itu, diperlukan sumber daya manusia yang mempunyai kompetensi tinggi karena keahlian atau kompetensi akan dapat mendukung peningkatan prestasi kinerja pegawai. Selama ini banyak instansi pemerintahan terutama pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang belum bisa mengenal apa artinya sistem alat teknologi yang sebenarnya, terdapat juga dari sumber daya manusia (SDM) itu sendiri mengalami penurunan dalam penggunaan tentang teknologi informasi, ada juga dari aparatur negara sipil memiliki keterampilan, pendidikan yang bagus dengan kompetensi kualitas SDM di tingkat atas rata-rata yang belum mendapatkan sertifikat menguasai penggunaan teknologi informasi akan tetapi terdapat juga kekurangan yang dimiliki oleh SDM ialah kurangnya dalam penggunaan sistem alat teknologi informasi. Hal ini dibuktinya rendahnya produktivitas pegawai dan sulitnya mengukur kinerja pegawai di lingkup Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Dalam interaksi antara pegawai dengan organisasi, pegawai memberikan kontribusi kepada organisasi berupa kemampuan, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki. Sedangkan organisasi diharapkan memberi imbalan dana penghargaan kepada pegawai secara adil sehingga dapat memberi kepuasan. Kompetensi pegawai memiliki peran melakukan pengelolaan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian perusahaan sehingga keberhasilan organisasi sangat tergantung pada fungsi tersebut. Peran pegawai atau SDM menjadi faktor yang sangat penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan pemerintah dalam mewujudkan visi, misi serta mempersiapkan diri menghadapi kebijakan nasional yang telah direncanakan. Dalam hal ketenagaan (SDM), rendahnya kualiatas SDM merupakan masalah mendasar yang dapat menghambat pembangunan dan perkembangan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, diperlukan SDM berkualitas yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk senantiasa meningkatkan kualitasnya secara terus menerus dan berkesinambungan (Maiyuli, Yusrizal, 2019).
Hambatan merupakan masalah yang tidak bisa dihindari oleh setiap seseorang, diantaranya masih ada sebagian kecil Sumber Daya Manusia (SDM) di instansi Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tidak ingin meningkatkan kemampuan pengetahuan serta kedisiplinan diri, banyak dari SDMnya masih rendah terutama dalam pengoperasional TI, dan didukung dengan kemampuannya ketika mengoperasikan. Selain itu, mereka lebih menyelesaikan tugas dibandingkan bekerja dengan sepenuh hati dan tidak memikirkan kualitas
4
pekerjaan yang dikerjakan. Kemudian, juga terdapat sebagian kecil pegawai yang masih kurang pengetahuan tentang teknologi serta cara penggunaannya, seperti diketahui sekarang teknologi menjadi faktor penting untuk memudahkan pelayanan masyarakat dan menyampaikan informasi akan tetapi banyak dari SDMnya mengabaikan hal-hal kecil seperti cara mengoperasionalkan, mengimplementasikan serta menerapkan karena dianggap hal yang sepele, karena ini tentu tidak dapat dibiarkan berkelanjutan mengingat perubahan zaman yang semakin cepat.
Saat ini tuntutan sebuah layanan dari masyarakat terus meningkat dan disatu sisi lain kemampuan pemerintah dalam memenuhi tuntutan tersebut sangat terbatas, maka dari itu pemerintah terus mengejar ketertinggalan pelayanan teknologi informasi tersebut sebagai bentuk kewajiban. Dalam mewujudkan hal tersebut lembaga Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai instansi lembaga daerah Kabupaten Gresik lebih mengutamakan pada SDM yang berkompeten wajib beradaptasi dengan teknologi informasi di tengah-tengah banyaknya tuntutan dari masyarakat serta sebagai lembaga yang mewadahi sarana kegiatan pelatihan, pengembangan, workshop atau human investasi perlu standar yang mencerminkan sebuah lembaga yang terakreditasi nasional.
Rendahnya kinerja yang masih memerlukan perbaikan tersebut diasumsikan karena adanya beberapa faktor-faktor yang dapat memperbaiki kinerja pegawai aparatur sipil negara (ASN), antara lain, keinginan, pengetahuan dan keterampilan, iklim, dukungan dan penghargaan, kompetensi, sikap etika kerja, tingkat penghasilan, dan tingkat pendidikan. Dari setiap faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, terdapat masalah-masalah yang cukup penting untuk disikapi antara lain, kurangnya kemampuan dan keterampilan pegawai yang masih memerlukan perbaikan dan pelatihan, pemberian motivasi dan dukungan yang kurang/rendah dari pimpinan, kurangnya perhatian pimpinan dalam memperhatikan suasana kekeluargaan, keharmonisan dan kesejahteraan pegawai, kurangnya keinginan dari pegawai untuk berubah agar menjadi lebih baik lagi, dan pimpinan kurang memberi penghargaan kepada pegawainya, pegawai sering menghabiskan waktu kerja dengan melakukan hal-hal yang tidak berhubungan dengan pekerjaannya, seperti ; bermain game, online facebook, mendengarkan musik, bermain whatapps di PC komputer.
Banyak ditemui pegawai-pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dari bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan tidak mau lagi mengoperasionalkan aplikasi uji mutu guru
5
(UMG) karena yang menjadi alasan mereka adalah faktor usia, tidak ada waktu luang untuk belajar mengoperasionalkan aplikasi uji mutu guru (UMG) yang sudah dilaksanakan oleh pihak Dinas Pendidikan Kab. Gresik, akan tetapai tugasnya diberikan ke pegawai PPPK atau honorer, kemampuan untuk belajar sudah tidak mampu lagi, sehingga dapat dilihat bahwa mereka tidak ingin berkembang demi peningkatan karir dan juga terutama dalam peningkatan kompetensi sumber daya manusia atau SDM dalam penggunaan teknologi informasi.
Untuk itu demi membantu lancarnya sistem yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik perlu adanya sistem informasi dan penggunaan teknologi informasi yang dimana sistem yang sangat membantu di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik khususnya pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan, contohnya dilaksanakan kegiatan pelatihan, pengembangan karir, workshop, dan seminar kepelatihan guna mempermudah dalam pengelolaan dan dalam penggunaan SDM terkait teknologi informasi yang baik, cepat, dan tanggap. Oleh karena itu dengan adanya kegiatan pelatihan sumber daya manusia bisa mengurangi terjadinya kesalahan yang tidak diinginkan sehingga meningkatkan kinerja lebih efisien dan kecepatan cara mengoperasional teknologi informasi (Azmi, Harun, 2021).
Dalam rangka peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) terutama pada sumber daya aparatur negara, maka dari itu salah satu upaya penting yang harus dilakukan adalah melakukan kegiatan diklat, kegiatan atau workshop. Hal itu merujuk pada Peraturan Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Negeri Sipil, bahwa pelaksanaan diklat aparatur merupakan bagian integral dari upaya mewujudkan aparatur negara yang memiliki kompetensi serta juga sebagai salah satu bentuk tanggung jawab instansi contohnya instansi Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai pembina diklat di daerah Gresik yakni melakukan diklat, kegiatan, workshop hingga seminar kepelatihan seputar teknologi informasi guna dari SDMnya sendiri bisa mengerti akan penggunaan sistem alat teknologi informasi yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah, contohnya dalam melaksanakan fungsi pelayanan publik di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik (Maiyuli, Yusrizal, 2019).
Sebagaimana yang dimaksud dari undang-undang peraturan pemerintah, maka sangatlah wajar apabila pemerintah pusat dan pemerintah daerah memberikan perhatian yang memadai terhadap pengembangan kompetensi kerja aparatur baik dari segi kualitas dan kuantitas baik pengetahuan, keahlian, keterampilan dan sikap sehingga dapat melaksanakan tugas dan jabatan
6
secara professional, terutama dalam mengoperasionalkan aplikasi uji mutu guru (UMG).
Penyelenggaraan seluruh kebutuhan publik hendaknya dimanajemeni dengan profesional. Dalam rangka pembenahan ini tidak saja membutuhkan teknologi yang akomodatif terhadap kemajuan zaman, akan tetapi masih harus dilengkapi dengan sumber daya manusia yang handal (Bayu Dwi Prasetyo, Erisza Pandu, Isa, Sya’diatul Jannah, Zainun Nur Fauzi, 2021).
Teknologi canggih tidak akan banyak berarti jika tanpa diimbangi dengan pegawai yang mampu mengoperasikan secara baik. Oleh karena itu, birokrasi memerlukan sumberdaya manusia yang berkualitas untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Peningkatan kemampuan atau kompetensi melalui non diklat dapat dilakukan dengan menciptakan situasi dan kondisi kerja yang kondusif untuk terjadinya peningkatan kemampuan, melakukan mutasi secara berkala, menciptakan hubungan antar personal yang harmonis, dan lain sebagainya. Eksistensi aparatur sipil negara (ASN) atau tenaga pendidik perlu mendapat perhatian khusus yang berkaitan dengan strategi peningkatan kompetensi SDM terutama dalam penggunaan teknologi informasi melalui pengukuran kapasitas softskill, kompetensi dan kinerja. Peningkatan kompetensi aparatur dalam mengemban tugas atau jabatan birokrasi melalui diklat adalah berorientasi pada standar kompetensi jabatan sesuai tantangan reformasi dan globalisasi yang tentu saja disesuaikan dengan kebutuhan stakeholder-nya.
Kompetensi SDM merupakan kemampuan untuk mengeksplorasi dalam menghadapi situasi teknologi baru untuk menganalisis, memilih, mengevaluasi data dan informasi untuk memanfaatkan potensi teknologi guna memecahkan masalah (Cahyarini, 2021). Dengan tuntutan masyarakat akan pelayanan prima, penggunaan teknologi dan kebijakan pemerintah mengupayakan reformasi birokrasi yang bersih dengan dukungan proses tata kelola yang efisien dan efektif yang dilakukan oleh sumber daya manusia (SDM) aparatur yang berkualitas dan memenuhi kompetensi. Kompetensi pada sumber daya manusia atau SDM dalam pengembangan peningkatan daya skill yaitu training, kebutuhan peningkatan kualifikasi skill, team building serta bimbingan teknis penggunaan teknologi informasi secara rutin termasuk pada saat terjadi perubahan regulasi atau kebijakan.
SDM menjadi komponen yang paling strategis, karena dengan SDM berkulitas dapat mendayagunakan komponen lainnya, sehingga tercapai efektifitas dan efisiensi endidikan.
Dimana SDM berkualitas dapat dicapai dengan pengembangan SDM. Sumber daya
7
manusia mempunyai andil yang sangat menentukan bagi pencapaian tujuan pendidikan.
Seluruh sumber daya pendidikan dan kependidikan dikendalikan oleh sumber daya manusia dalam suatu lembaga pendidikan. Peningkatan kapasitas SDM dalam beradaptasi dengan teknologi informasi ialah melakukan pengembangan yakni suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual, dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan dan Latihan (Larassati, Muammar Khadafie, 2021). Dalam era globalisasi yang semakin maju terbentuk persaingan yang semakin kompetitif, dimana setiap perusahaan dan para pelaku ekonomi hendaknya mampu menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi serta memanfaatkan peluang dan tantangan yang muncul.
Pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2020 mengenai sumber daya manusia atau SDM bahwa untuk pengembangan karir dan peningkatan profesionalisme tenaga ASN atau pegawai negeri sipil yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk melaksanakan kegiatan penataan administrasi pengelolaan dan pelayanan kepegawaian aparatur sipil negara. Pegawai negeri sipil Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik melakukan persiapan dalam rangka meningkatkan kompetensi, kapasitas softskill, mengasah daya ingat dan kemampuan, pengetahuan sehingga diharapkan kualitas SDM bisa kompeten, kompetitif, dan berintegritas serta sesuai dengan tujuan lembaga instansi Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik (JDIHN RI, 2020).
Dengan menggunakan strategi pengembangan e-government, Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik lebih mempermudah langkah dalam pengambilan keputusan serta upaya menyatukan keselarasan antara organisasi perangkat daerah dan sesuai dengan amanat UU No.
32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, pemerintah daerah berwenang untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahan menurut asas otonomi dan tugas pembantuan (Yohanes et.al, 2013).
8
Gambar 1.1 Pelaksanaan Uji Mutu Guru (UMG).
Sumber: http://dispendik-gresik.net/berita/detail/uji-mutu-guru-kab-gresik-tahun-2022 Sebagai implikasi Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 40 Ayat (2) menyatakan bahwa pendidik, dan tenaga kependidikan berkewajiban memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Demikian juga pemerintah memberikan perhatian yang serius untuk memberdayakan guru, terutama bagi mereka yang berdidikasi dan selalu meningkatkan kompetensi. Sejalan dengan era merdeka belajar memberikan kebebasan guru untuk selalu berinovasi dan bermutu tinggi serta siap berkompetisi baik di tataran nasional, regional, maupun internasional. Untuk mengetahui data tingkat kompetensi dan memacu guru, kepala sekolah berkompetensi tinggi perlu adanya kegiatan sistematis yang dapat menggali dan memetakan kompetensi yang dimiliki guru dan kepala sekolah. Kegiatan sistematis yang dimaksud adalah kegiatan Uji Mutu Guru tingkat Kabupaten Gresik.
Uji Mutu Guru Tingkat Kabupaten Gresik adalah sebuah kegiatan ujian untuk mengukur kompetensi Guru /Kepala Sekolah sesuai tugas pokok dim era merdeka belajar dan pengembangan keprofesionalannya. Program ini merupakan wujud perhatian Pemerintah Daerah dalam upaya pemetaan kompetensi guru dan kepala sekolah yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat pendidikan terhadap kinerja guru dan kepala sekolah. Berkas Uji Mutu Guru dapat diunduh pada laman berikut:
1. Surat Edaran Uji Mutu Guru Kab Gresik Tahun 2022
2. Pedoman Pelaksanaan Uji Mutu Guru Kab. Gresik Tahun 2022
9
Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan Tahun 2021 merupakan dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2016-2021. Pada Renstra Dinas Pendidikan sebagai dokumen perencanaan tahunan, Renja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2021 memuat tujuan, sasaran, kebijakan, uraian program dan kegiatan bidang pendidikan tahun 2021. Proses penyusunan Renja Dinas Pendidikan Tahun 2021 didasarkan pada penjaringan aspirasi yang secara formal diformulasikan melalui Forum OPD. Untuk mengakomodasikan berbagai aspirasi, pemerhati lingkungan, instansi terkait, kebutuhan masyarakat serta para pengusaha terutama dalam rangka meningkatkan konsistensi dan sinkronisasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh Pemerintah Daerah maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat (BAPPEDA, 2016).
Renja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2021 disusun berpedoman pada Rencana Strategis Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2016-2021. Renja Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2021 ini ditujukan untuk (1). Mendukung koordinasi antar pelaku pembangunan di bidang pendidikan pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, (2).
Menjamin terciptanya integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik antar instansi antar waktu, antar fungsi pemerintah daerah, provinsi, dan pusat, (3). Mengoptimalkan peran serta masyarakat Kabupaten Gresik di bidang pendidikan, (4). Menjamin tercapainya penggunaan sumber daya Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang efisien, efektif, keadilan dan berkelanjutan, (5).
Menjaga kesinambungan pembangunan Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang dilaksanakan setiap tahun (BAPPEDA, 2016).
Sementara itu pemanfaatan TIK sebagai media pembelajaran saat ini terutama dalam situasi pandemi Covid-19 yaitu menjembatani komunikasi dua arah pada jarak yang jauh. Selain itu, kemajuan TIK juga dipakai sekolah untuk merancang aplikasi sistem informasi yang dapat terintegrasi dengan ponsel pintar dan dengan melihat fenomena yang terjadi di Indonesia yang sangat dikhawatir adalah perkembangan teknologi itu membawa dampak buruk terhadap kehidupan sosial masyarakat Indonesia. Sehubungan dengan perkembangan ini, dibutuhkan juga peningkatan akan kesadaran masyarakat mengenai lingkungan sekitarnya. Permasalahan yang ada di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik adalah SDMnya yang masih kurang dalam
10
mengoperasikan aplikasi, kualitas kompeten dari SDM yang masih di bawah rata-rata dalam menghandle sistem alat teknologi informasi dan di masa pandemi covid-19 juga terdapat pegawai dari Dinas Pendidikan juga tak ikut pelatihan pengembangan diri atau softskill yang sudah diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik itu sendiri (Kadir, 2014).
Sumber daya manusia atau SDM yang dibutuhkan organisasi adalah SDM yang sanggup menguasai teknologi dengan cepat, adaptif, responsif,terhadap perubahan-perubahan teknologi dan memiliki sikap melayani serta berintegritas tinggi. Betapa pentingnya SDM dalam menghadapi era industri 4.0, sehingga mendorong pemerintah daerah Kabupaten Gresik bersegera menyiapkan sumber daya manusia berkualitas dan memiliki bakat tinggi. Peningkatan daya saing SDM merupakan topik yang menarik untuk dikaji dan dibicarakan termasuk dalam rangka mempersiapkan diri menjalankan era industri 4.0. Pemerintah Kabupaten Gresik telah mengoptimalkan tiga pilar percepatan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, tiga pilar tersebut mengacu pada penyiapan SDM yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Ketiga komponen tersebut menjadi dasar bagi seluruh pemangku kepentingan, agar pembangunan SDM kompeten ini sejalan dengan semangat pemerataan pembangunan ekonomi (Larassati, Muammar Khadafie, 2021).
Pada aplikasi terbaru yang sudah diterapkan oleh lembaga Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengenai pelatihan dan pengembangan softskill sumber daya manusia mengenai kegiatan pelatihan bagi pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan tenaga pendidik yang sudah membuat aplikasi uji mutu guru (UMG) berbasis web peneliti berharap masyarakat luas khsuusnya masyarakat Gresik dapat mengetahui informasi seputar Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik khususnya pada Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Peneliti mengambil Kabupaten Gresik sebagai obyek utama karena sektor pendidikan menjadi fokus utama dalam penelitian ini terdapat beberapa peningkatan kompetensi SDM yaitu pengembangan kualitas karir, pelatihan, workshop, peningkatan softskill, serta dalam mengaplikasikan sebuah aplikasi yang berbasis online.
Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sangat berkewajiban untuk melakukan penyiapan, perumusan, dan pelaksanaan kegiatan di bidang pendidikan yaitu dalam meningkatkan kompetensi SDM dalam mengembangkan diri dalam
11
penggunaan alat teknologi informasi serta judul yang diangkat oleh peneliti yaitu “Strategi Peningkatan Kompetensi SDM Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu “Bagaimana strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan Teknologi Informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dan apa faktor penghambat dari kompetensi SDM di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik?”
1.3 Tujuan Penelitian
a. Untuk mengetahui bagaimana strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
b. Untuk mengetahui apa saja faktor penghambat dari kompetensi SDM di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
1.4 Manfaat Penelitian A. Bagi Penulis
- Penelitian ini bermanfaat agar menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
B. Bagi Pembaca
- Penelitian ini diharapkan mampu menjadi bahan referensi bagi penelitian selanjutnya apabila dibutuhkan dalam mencari data informasi mengenai strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
C. Bagi Program Studi
12
- Penelitian ini dapat dijadikan sebagai media untuk mendapatkan ilmu yang bisa dimengerti, mudah paham dan sekaligus mendapatkan feedback dalam peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi program studi dan, juga sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S1) Program Studi Ilmu Pemerintahan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Malang.
D. Bagi Instansi
- Kehadiran Mahasiswa dapat memberikan dorongan dan masukan dalam menemukan berbagai permasalahan yang dihadapi dan agar juga sebagai salah satu acuan yang dapat digunakan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang selalu mengevaluasi setiap strategi peningkatan kompetensi SDM terkait teknologi informasi tersebut.
1.5 Definisi Konseptual
a. Strategi peningkatan kompetensi SDM pada Teknologi Informasi
Strategi merupakan landasan awal bagi sebuah organisasi dan elemen-elemen di dalamnya untuk menyusun langkah-langkah atau tindakan-tindakan dengan memperhitungkan faktor-faktor internal maupun eksternal dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sementara itu, Hills Mendefinisikan strategi merupakan gagasan, atau cara, metode yang dilaksanakan dalam organisasi atau instansi lainnya (Iriawan, 2021).
Kompetensi merupakan perpaduan dari pengetahuan, ketrerampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak (Mulyasa, 2013: 66).
Semua potensi sumber daya manusia berpengaruh terhadap upaya organisasi dalam mencapai tujuan. Betapa pun majunya teknologi, perkembangan informasi, tersedianya modal dan memadainya bahan, jika tanpa sumber daya manusia sulit bagi organisasi untuk mencapai tujuannya (Sutrisno, 2011). Sedangkan teknologi informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas yakni informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu.
13
Menurut Chandler dalam Rangkuti (2005:4) menjelaskan bahwa strategi adalah tujuan jangka panjang dari suatu perusahaan atau organisasi serta penyadagunaan dan alokasi semua sumber daya yang penting untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ward dan Peppard (2002) strategi sistem informasi merupakan strategi yang mendefinisikan kebutuhan organisasi atau perusahaan terhadap informasi dan sistem yang mendukung keseluruhan strategi bisnis yang dimiliki organisasi tersebut.
b. Teknologi Informasi Di Organisasi Publik
Teknologi informasi di organisasi publik adalah sistem informasi merupakan perpaduan antara orang dengan perangkat keras dan lunak, teknologi informasi dan data yang dikumpulkan, diolah dan disebarkan dalam sebuah organisasi (Triyuni & Wijaya, 2021). Hal ini bisa dilihat dengan diterbitkannya berbagai menyangkut dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam lingkungan pemerintahan dan implementasi teknologi informasi dan komunikasi yang telah dilakukan oleh berbagai lembaga di pemerintahan baik di pusat maupun di daerah.
Menurut Alter (1992), teknologi informasi mencakup perangkat keras dan perangkat lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemprosesan data seperti menangkap, mentransmisikan, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data. Pada lingkungan pemerintahan terutama di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik saat ini mengarah pada sistem teknologi informasi sebagai penggerak bisnis utama di dalam aktivitas pengelolaan dan penyelenggaraan program pembangunan daerah. Teknologi komunikasi menurut Rogers adalah sebagai peralatan perangkat keras, struktur-struktur organisasi, dan nilai-nilai rendah dengan nama individu mengumpulkan, mengolah, dan saling bertukar informasi dengan individu lain. Teknologi informasi juga dapat didefinisikan sebagai perangkat-perangkat teknologi yang terdiri dari hardware, software, proses dan sistem.
1.6 Definisi Operasional
Definisi operasional merupakan suatu petunjuk atau turunan yang berasal dari rumusan masalah dengan menjawab pertanyaan secara keseluruhan, sehingga mengambil indikator sebagai penilaian yang akan dibahas pada di pembahasan. Definisi operasional ini berupa langkah penting di dalam penelitian dikarenakan berperan sebagai alat untuk mengukur variabel dan dapat dilihat melalui indikator-indikator yang ada atau yang terjadi. Berdasarkan
14
pada definisi operasional penelitian ini yaitu terkait strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang kemudian dilihat dari beberapa indikator-indikator yang sebagai petunjuk pelaksanaan penelitian yaitu:
a. Perencanaan atau planning SDM.
b. Pelatihan atau training kompetensi SDM
c. Pengembangan SDM dalam penggunaan Teknologi Informasi.
d. Menentukan anggaran pendanaan SDM.
e. Faktor Penghambat Peningkatan Kompetensi SDM dalam Penggunaan Teknologi Informasi.
1.7 Metode Penelitian a. Jenis Penelitian
Berdasarkan penelitian tentang strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dimana jenis penelitian ini sangat bergantung pada informasi dari objek yang didalam ruang lingkupnya dan disertai dengan pertanyaan yang umum. Penelitian ini pada dasarnya mendeskripsikan dan menganalisis fenomena. peristiwa aktivitas sosial, sikap, kepercayaan, persepsi, pemikiran orang secara individu maupun kelompok. Pemecahan masalah yang ada pada penelitian diperlukan penyelidikan mendalam, teratur dan terus menerus, guna mengetahui bagaimana seharusnya langkah penelitian. Hal tersebut sangat penting keberadaannya di dalam proses penelitian yang dilakukan secara terencana dan sistematis (Iii, 2016). Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Penelitian deskriptif yaitu suatu penulisan yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya tentang objek yang diteliti, menurut keadaan yang sebenarnya pada saat penelitian langsung, data yang dikumpulkan bukan berupa angka-angka namun data tersebut berasal naskah, wawancara, catatan lapangan, dokumen pribadi, catatan memo, dan dokumen lainnya. Menggunakan protokol khusus untuk merekam data, menganalisis informasi melalui berbagai langkah analisis, dan menyebutkan pendekatan pendekatan untuk mendokumentasikan akurasi atau validasi data yang dikumpulkan (Creswell, 2014:245).
Model deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini guna mengetahui variabel Strategi
15
Peningkatan Kompetensi SDM dalam penggunaan Teknologi Informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik tanpa membandingkan variabel lain yang ada didalamnya.
b. Sumber Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan sumber data yakni data primer dan sekunder.
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari objek dan subjeknya dan diperoleh melalui wawanccara, observasi dengan informan dan keterangan yang diperoleh terakit dengan permasalahan yang dibahas melalui hasil wawancara dengan narasumber utama adalah Kasi Pendidikan, Bidang Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
2. Data Sekunder
Data sekunder dalam penelitian ini diperoleh dari sumber data yang sudah ada seperti dokumen, laporan atau arsip yang diperoleh dari instansi terkait, maupun dokumen yang berkaitan dengan pembahasan undang-undang, peraturan pemerintah dan dibantu dengan literatur jurnal-jurnal penelitian, buku, berita mengenai tempat lokasi penelitian, artikel, media online yang memiliki hubungan dengan permasalahan yang dikaji yaitu strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Data-data sekunder ini dapat diperoleh melalui studi literatur atau kajian kepustakaan yang dilakukan secara langsung di perpustakaan pribadi dan memperoleh data yang berasal dari narasumber sendiri yang berkaitan dengan penelitian. Data sekunder ini sangat membantu dalam memberikan data dan informasi pada kajian penelitian terutama tentang strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
Adapun sumber data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1). Pemerintah Nomor 101 tahun 2000 Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Negeri Sipil. 2). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gresik Tahun 2020. 3). Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 16 Tahun 2005 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Gresik. 4). Undang-Undang Nomor 32 Tahun
16
2004 tentang Pemerintah Daerah sesuai dengan amanat UUD 1945. 5).
dispendik.gresikkab.go.id. 6). Rencana Kerja (Renja) Dinas Pendidikan Tahun 2021 merupakan dokumen perencanaan tahunan yang merupakan penjabaran dari Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Tahun 2016-2021. 7). Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2020 mengenai sumber daya manusia atau SDM.
c. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Creswell pengumpulan data adalah suatu proses pengambilan data yang diperoleh dari peneliti terhadap peserta atau objek/responden dalam penelitian. Kemudian dalam penelitian kualitatif pengumpulan data yang dapat dilakukan dengan beberapa cara, peneliti akan mengumpulkan data yang diperoleh dari tiga sumber yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi:
a. Observasi
Berdasarkan menggunakan observasi, peneliti terjun lapang langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik yang termasuk dalam sampel penelitian.
Alhasil dari melihat lembaga Dinas Pendidikan yang sedang melakukan kegiatan peningkatan kualitas SDM dalam adaptasi sistem informasi dikantor ataupun dilapangan. Dalam konteks penelitian ini Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik juga turut ikutsertaan dalam melakukan observasi masalah bersama-sama. Peneliti juga juga melakukan observasi di sekolah-sekolah untuk mempunyai batas-batas yang akan diobservasi. Dan juga peneliti juga turut ikut andil dalam mengelola sistem informasi di media sosial bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik dalam pelayanan publik guna ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat umum.
b. Wawancara
Dalam wawancara kualitatif, peneliti dapat melakukan face to face interview (wawancara berhadap-hadapan) dengan informan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik (Creswell, 2016) mewawancarai mereka dengan telephone atau terlibat langsung dalam focus group interview yang terdiri atas enam sampai delapan partisipan per-kelompok. Dalam konteks penelitian ini untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan penelitian, peneliti melakukan
17
wawancara dengan Kasi Pendidikan, Kepala Bidang Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dan pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik mengenai strategi peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan teknologi informasi di era digital pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Hal ini untuk menjaga validitas data dan untuk memperoleh informasi yang lengkap.
c. Dokumentasi
Dokumentasi adalah pengumpulan dokumen-dokumen publik seperti koran, makalah, laporan kantor atau dokumen privat seperti buku harian dan dokumentasi merupakan bukti bahwa peneliti benar terlihat langsung dalam proses mengkaji permasalahan yang dibahas serta untuk menambah keabsahan data yang digunakan dalam penelitian. Dokumentasi kali ini dilaksanakan dengan cara melakukan pengambilan berupa foto-foto fasilitas sarana dan prasarana yang ditemukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dokumen-dokumen serta arsip ataupun rekaman audio wawancara dengan informan terkait tentang Strategi Peningkatan kompetensi SDM dalam penggunaan Teknologi Informasi Di Era Digital Pada Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
d. Lokasi Penelitian
Kegiatan penelitian ini dilakukan di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Jl. Arif Rahman Hakim No. 2 Sidokumpul, Kecamatan Gresik, Kramatandap, Gapurosukolilo, Kec. Gresik, Kabupaten Gresik, Jawa Timur 61111.
e. Subyek Penelitian
Dalam penelitian ini menjadi narasumber ialah Kasi (kepala seksi), pegawai Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, dan Kepala Bidang Tendik Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik. Kasi, pegawai dan Kepala Bidang Tendik atau Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik sebagai narasumber yaitu sebagai membimbing adanya pengembangan teknologi informasi teknologi. Para guru dari PGRI, Kepala Sekolah Paud, TK, SD, SMP, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik menjadi narasumber yaitu orang yang sedang melaksanakan peningkatan kualitas softskill SDM dalam penggunaan teknologi informasi di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
f. Analisis Data
18
Penulis kualitatif menggunakan prosedur yang umum dan langkah-langkah khusus dalam analisis data. Menurut Creswell (2013) mengajak penulis kualitatif untuk melihat analisis data kualitatif sebagai suatu proses penerapan langkah-langkah dari yang spesifik hingga umum dengan berbagai level analisis yang berbeda. Lebih lanjut Creswell (2013:
276-284) menjabarkan lebih detail dalam langkah-langkah analisis data berikut ini:
a. Reduksi Data
Pada tahap ini terdapat kegiatan merangkum, menseleksi data yang diperoleh pada saat penelitian dan menseleksi ini merupakan untuk memilah data yang diperlukan sesuai dengan rumusan masalah supaya nantinya pembahasan tidak keluar dari rumusan masalah yang sudah ditentukan. Dalam reduksi data ini juga akan memilah data yang valid dengan yang tidak valid karena bisa menimbulkan pengaruh kepada panarikan kesimpulan dalam laporan skripsi akhir penelitian.
b. Penyajian Data/Display Data
Penyajian data ini merupakan metode penelitian yang digunakan dalam melakukan penelitian kualitatif deskriptif maka data-data yang sudah direduksi penyajian datanya akan dibuat teks naratif untuk menjelaskannya. Pada tahapan ini juga akan memudahkan peneliti dalam memperoleh kesimpulan yakni data dari lembaga Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
c. Panarikan Kesimpulan/Verifikasi
Dan untuk tahapan akhir dalam analisis data yaitu panarikan/verifikasi.
Panarikan kesimpulan ini akan dilakukan dengan cara menyusun data yang sudah disajikan dan sudah disusun sesuai dengan urutan yang sistematika dalam kepenulisan laporan dan kesimpulan yang akan diisi laporan yaitu hasil dari argumentasi peneliti selama melakukan penelitian dalam pengolahan data Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.