• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODOLOGI PENELITIAN"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

14

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

Pada bab ini dibahas mengenai proses yang dilakukan pada penelitian TA mulai dari persiapan sampai dengan pelaksanaan penelitian, dan hasil yang sesuai dengan tujuan penelitian.

III.1 Persiapan Penelitian

Persiapan penelitian yang dilakukan mencakup lokasi, sejumlah data yang diperlukan, dan peralatan pendukung yang sesuai dengan metode dan teknik yang dilakukan.

III.1.1 Lokasi Penelitian

Lokasi pada penelitian TA ini berada di Kabupaten Pesawaran yang merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Secara geografis Kabupaten Pesawaran terletak pada posisi 104⁰ 55‟ 12” - 105⁰ 20‟ 24”

Bujur Timur dan 5⁰ 7‟ 12” - 5⁰ 50‟ 24” Lintang Selatan. Kabupaten Pesawaran memiliki 11 Kecamatan (Lihat Tabel III.1). pada penelitian ini peta Administrasi disajikan pada skala 1:50.000.

Tabel III. 1 Kecamatan Kabupaten Pesawaran

No Kecamatan

1. Gedong Tataan

2. Kedondong

3. Marga Punduh

4. Negeri Katon

5. Padang Cermin

6. Punduh Pidada

7. Tegineneng

8. Teluk Pandan

9. Way Lima

10. Way Khilau

11. Way Ratai

Batas administratif setiap Kecamatan dapat dilihat pada Gambar III.1.

(2)

15

Gambar III. 1 Peta Administrasi Kabupaten Pesawaran III.1.2 Data Penelitian

Adapun data yang digunakan dalam penelitian TA ini terdiri dari data sekunder baik data dengan format vektor, format raster maupun data tabular yang diperoleh dari instansi-instansi terkait. Pada Tabel III.2 dapat dilihat data yang dimaksud.

(3)

16

Tabel III. 2 Data Penelitian No Data Bentuk

Data

Sumber Data Tahun

1. Batas Administrasi

Vektor Badan Informasi Geospasial 2020

2. Jenis Tanah Vektor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten

Pesawaran

2016

3. Penggunaan Lahan

Vektor BAPPEDA dan updating tahun 2020 menggunakan landsat.

2020

4. Sungai Vektor Badan Informasi Geospasial 2020 5. DEMNAS Raster Badan Informasi Geospasial 2021 6. Curah Hujan Tabular Badan Meteorologi, Geofisika,

dan Klimatologi (BMKG) Stasiun Klimatologi Pesawaran, Stasiun Meteorologi Radin Inten

II, Stasiun Meteorologi Maritim Panjang

2011- 2020

III.1.2. Peralatan Penelitian

Adapun peralatan pendukung yang digunakan dalam pengolahan data pada penelitian TA ini terdiri dari perangkat lunak dan perangkat keras.

1. Perangkat Lunak

a) Software berbasis SIG ArcMap 10.3 (Trial Version) untuk pengolahan data.

b) Microsoft Excel 2010 (aplikasi pengolah angka).

c) Microsoft Word 2010 (aplikasi pengolah kata).

2. Perangkat Keras

a) Seperangkat komputer.

b) Alat Navigasi (GPS Handheld).

(4)

17

III.2 Pelaksanaan Penelitian

Pelaksanaan penelitian yang dilakukan adalah proses pengolahan dan analisis data dan parameter yang terkait dengan faktor-faktor penyebab kerawanan banjir dan untuk memperoleh peta rawan banjir.

III.2. Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian Pembuatan Peta Daerah Rawan Bencana Banjir Berbasis Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kabupaten Pesawaran) terdiri dari dua bagian yaitu penentuan skoring pada setiap parameter untuk mengetahui tingkat dominasi untuk setiap parameter. Kedua metode overlaying (tumpang susun) pada ArcMap 10.3 untuk melakukan analisis spasial agar supaya diperoleh informasi sebaran dan luasan tingkat kerawanan banjir.

Adapun rangkaian proses penelitian yang dilakukan dapat dilihat pada Gambar III.2 berupa diagram alir penelitian.

Gambar III. 2 Tahapan Pengolahan Data

(5)

18

Gambar III.2 Tahapan Pengolahan Data (Sambungan) III.2.1 Studi Literatur

Studi literatur dilakukan dengan cara mengumpulkan sejumlah referensi baik dari bukumau maupun penerbitan, laporan penelitian pada jurnal ilmiah, artikel resmi, penelitian terdahulu. Referensi yang diperoleh digunakan untuk memahami teknik pengolahan data maupun konsep-konsep dasar serta hitungan yang diperlukan untuk digunakan dalam penelitian TA ini.

III.2.2 Pengumpulan Data

Pada tahap pengumpulan data dilakukan pengumpulan data dasar yaitu data DEMNas, data curah hujan, data sungai, data jenis tanah, dan data penggunaan lahan. Lihat pada Tabel III.2.

III.2.3 Pengolahan Data Spasial

Pada proses pengolahan data spasial dilakukan untuk semua data yang digunakan pada penelitian TA ini dengan jumlah faktor penyebab rawan banjir.

(6)

19 1. Pembuatan Peta Ketinggian

Peta ketinggian dibuat dari data dasar yaitu DEMNas yang diperoleh dari BIG. Dalam membuat peta ketinggian digunakan ataupun memanfaatkan fitur Reclassify pada software ArcMap 10.3.

Data DEMNas yang terdiri dari 12 scane harus dipotong dan di mozaik sesuai dengan poligon Administrasi Kabupaten Pesawaran.

Berdasarkan data tersebut kemudian dilakukan klasifikasi sesuai dengan referensi yang tercantum pada Tabel III.3. Selanjutnya hasil dari pengolahan parameter ketinggian disimpan dalam bentuk/format vektor peta tematik ketinggian dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.2.

Tabel III. 3 Pengkelasan Ketinggian

No Kelas (mdpl) Skor

1. 0 – 20 5

2. 21 – 50 4

3. 51 – 100 3

4. 101 – 300 2

5. > 300 1

Sumber: (Sholahuddin, 2015)

2. Pembuatan Peta Kemiringan Lereng

Peta kemiringan lereng dibuat dari data dasar yaitu DEMNas yang diperoleh dari BIG. Untuk membuat peta kemiringan lereng digunakan software ArcGIS 10.3 dan menggunakan fitur slope spatial analyst. Data DEMNas yang terdiri dari 12 scane harus dipotong dan di mozaik sesuai dengan poligon Administrasi Kabupaten Pesawaran.

Kemudian dilakukan klasifikasi untuk kemiringan lereng dengan referensi yang tercantum pada Tabel III.4. Parameter kemiringan lereng disimpan dalam bentuk/format vektor peta tematik kemiringan lereng dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.4.

(7)

20

Tabel III. 4 Pengkelasan Kemiringan Lereng

No Kemiringan (%) Deskripsi Skor

1. 0-8 Datar 5

2. 9-15 Landai 4

3. 16-25 Agak curam 3

4. 26-45 Curam 2

5. >45 Sangat curam 1

Sumber : Kurnia Darmawan (2017)

3. Pembuatan Peta Jenis Tanah

Data jenis tanah pada penelitian TA ini berupa data spasial dalam format vektor jenis tanah tahun 2016 yang berasal dari BAPPEDA Kabupaten Pesawaran. Data jenis tanah yang disajikan menginformasikan bahwa Kabupaten Pesawaran memiliki tiga jenis tanah, yaitu Ultisol, Inceptisol, dan Entisol. Berdasarkan data tersebut kemudian dilakukan klasifikasi sesuai dengan referensi yang tercantum pada Tabel III.5. Parameter jenis tanah disimpan dalam bentuk/format vektor peta tematik jenis tanah dengan skala 1:50.000.

Lihat Gambar III.5.

Tabel III. 5 Pengkelasan Jenis Tanah No Kelas Jenis Tanah Skor

1 Ultisol 7

2 Inceptisol 5

3 Entisol 1

Sumber : (Kusumo, Probo, dkk., 2016)

4. Peta Penggunaan Lahan

Data penggunaan lahan pada penelitian TA ini berupa data spasial yaitu data vektor penggunaan lahan tahun 2016 yang berasal dari BAPPEDA Kabupaten Pesawaran. Kemudian data tersebut dilakukan klasifikasi sesuai dengan referensi yang tercantum pada Tabel III.6.

Parameter penggunaan lahan disimpan dalam bentuk/format vektor

(8)

21

peta tematik penggunaan lahan dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.6.

Tabel III. 6 Pengkelasan Penggunaan Lahan

No Kelas Penggunaan Lahan Skor

1. Hutan campuran 1

2. Hamparan pasir, waduk, pelabuhan antar pulau, hutan bakau, rawa, sungai, tambak ikan

2

3. Belukar, tanah kosong, pemakaman umum 3

4. Ladang, perkebunan, sawah 4

5. Permukiman 6

Sumber : (Primayuda, 2006)

5. Peta Curah Hujan

Data curah hujan diperoleh dari BMKG. Untuk membuat peta curah hujan digunakan software ArcGIS 10.3 dengan memanfaatkan fitur thiessen polygon. Kemudian dilakukan klasifikasi untuk curah hujan sesuai dengan referensi yang tercantum pada Tabel III.7. Parameter curah hujan disimpan dalam bentuk/format vektor peta tematik curah hujan dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.7.

Tabel III. 7 Pengkelasan Curah Hujan

No Deskripsi Kelas (mm/tahun) Skor

1. Sangat basah >2500 5

2. Basah 2001 – 2500 4

3. Cukup basah 1501 – 2000 3

4. Kering 1000- 1500 2

5. Sangat kering < 1000 1

Sumber: (Sholahuddin, 2015)

6. Peta Buffer Sungai

Peta buffer sungai dibuat dengan menggunakan software ArcMap 10.3 dengan memanfaatkan fitur multiple ring buffer. Berdasarkan data di

(9)

22

atas kemudian dilakukan kalsifikasi sesuai referensi yang tercantum pada tabel III.8. Parameter buffer sungai disimpan dalam bentuk/format vektor peta tematik buffer sungai dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.8.

Tabel III. 8 Nilai skor buffer sungai No Kelas buffer Skor

1. 25 m 7

2. 50 m 5

3. 75 m 3

4. 100 m 1

Sumber : Probo Kusumo, Evi Nursari (2016)

III.2.4 Skoring dan Pembobotan

Pada tahap ini dilakukan proses pemberian skor dan bobot untuk setiap parameter, pemberian skor dan bobot ini mengacu pada ketentuan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian TA ini. Kemudian dilakukan perkalian antar skor dan bobot yang akan menghasilkan nilai dari perkalian tersebut. Untuk pembobotan parameter yang digunakan pada penelitian ini bereferensi pada jurnal mengenai Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis Untuk Kajian Tingkat Kerentanan Banjir di Kecamatan Tirto Kabupaten Pekalongan (Nur Rokhayati, 2018), untuk nilai pembobotannya dapat dilihat pada Tabel III.9.

Tabel III. 9 Nilai bobot parameter

No Parameter Bobot (%)

1 Ketinggian wilayah 30

2 Kemiringan Lereng 25

3 Jenis tanah 15

4 Tutupan lahan 15

5 Curah hujan 10

6 Buffer sungai 5

Sumber : (Nur Rokhayati, 2018)

(10)

23 III.2.4 Skoring dan Pembobotan

Pada tahap ini dilakukan proses pemberian skor dan bobot untuk setiap parameter, pemberian skor dan bobot ini mengacu pada ketentuan dari penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian TA ini. Kemudian dilakukan perkalian antar skor dan bobot yang akan menghasilkan nilai dari perkalian tersebut. Untuk pembobotan parameter yang digunakan pada penelitian ini bereferensi pada penelitian (Nur Rokhayati, 2018). Klasifikasi dan pembobotan yang dihasilkan dapat dilihat pada Tabel III.10.

Tabel III. 10 Nilai bobot parameter

No Parameter Bobot (%)

1 Ketinggian wilayah 30

2 Kemiringan Lereng 25

3 Jenis tanah 15

4 Tutupan lahan 15

5 Curah hujan 10

6 Buffer sungai 5

Sumber : (Nur Rokhayati, 2018)

III.2.5 Overlay (Tumpang Susun)

Proses yang dilakukan pada tahap ini yaitu penggabungan semua parameter penyebab rawan banjir yang masing-masing memiliki skor/bobot dan telah dibuat peta yang kemudian menghasilkan peta rawan banjir yang kemudian dilakukan dianalisis. Menurut Muhammad Mahfuz (2016) untuk mendapatkan bobot total digunakan persamaan III.1:

BT =([a*Tp)] +[ b*E] + [c*Lu] +[ d*Ch] + [e*Si) +[ f*Jt])...III.1

Keterangan :

BT : Bobot Total

a, b, c, d, e, f : Bobot masing-masing parameter Tp : Skor Kemiringan Lereng

E : Skor Elevasi/ Ketinggian Lu : Skor Tutupan lahan

(11)

24

Ch : Skor Curah hujan

Si : Skor Buffer sungai Jt : Skor Jenis tanah

III.2.6 Analisis Tingkat Kerawanan Banjir

Pada tahap ini dilakukan konversi nilai-nilai hasil pengolahan data ke dalam beberapa tingkatan rawan banjir menggunakan rumus penentuan interval untuk rawan banjir dan dilakukan perhitungan luas sebaran rawan banjir menggunakan calculate geometry pada ArcMap 10.3. Untuk tingkat kelas kerawanan banjir telah ditetapkan dalam SNI 8197 tentang pemetaan rawan banjir tahun 2015 yang terdapat tiga kelas kerawanan yaitu rendah, sedang, dan tinggi. Nilai interval kelas rawan banjir ini dapat dilihat pada Tabel III.11. Kemudian selanjutnya, berdasarkan tingkat rawan banjir Kabupaten Pesawaran ini dapat dilakukan visualisasi menjadi peta digital rawan banjir Kabupaten Pesawaran dengan skala 1:50.000. Lihat Gambar III.9. Perhitungan dari penentuan interval digunakan persamaan III.2:

...III.2 Keterangan :

I : Lebar interval

R : Selisih skor maksimum dan skor minimum n : Jumlah kelas kerawanan banjir

Tabel III. 11 Kisaran Interval Kelas Rawan Banjir No Kelas Tingkat Rawan Banjir Bobot

Total

1 Rendah 135 - 255

2 Sedang 256 - 375

3 Tinggi 376 - 495

(12)

25 III.2.7 Validasi Lapangan

Penelitian ini dilakukan validasi lapangan dengan memvalidasi data penggunaan lahan dan melakukan wawancara kepada beberapa warga di Kabupaten Pesawaran dengan menggunakan kuesioner untuk mengetahui tingkat kerawanan banjir pada Kecamatan yang berada di Kabupaten Pesawaran.

Untuk menentukan titik validasi penggunaan lahan dilakukan perhitungan dengan menggunakan persamaan (II.1) yang telah disesuaikan dengan luas wilayah kajian, maka didapatkan jumlah titik sampel minimal pada penelitian ini yaitu sebanyak 108 titik. Kemudian sampel tersebut tersebar secara acak pada tiap 11 Kecamatan yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Hasil validasi yang dilakukan dengan wawancara menggunakan kuesioner dapat dilihat pada Tabel III.12.

Tabel III. 12 Hasil Wawancara Rawan Banjir Kabupaten Pesawaran

Kecamatan Rawan Tidak Rawan

Negeri Katon

Gedongtataan

Way Ratai

Way Khilau

Punduh Pedada -

Marga Punduh -

Kedondong

Padang Cermin

Way Lima

Teluk Pandan

Tegineneng

Gambar

Tabel III. 1 Kecamatan Kabupaten Pesawaran
Gambar III. 1 Peta Administrasi Kabupaten Pesawaran  III.1.2 Data Penelitian
Tabel III. 2 Data Penelitian  No   Data  Bentuk
Gambar III. 2 Tahapan Pengolahan Data
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola-pola pembingkaian dan penekanan penyelesaian yang ditawarkan dalam pemberitaan mengenai pelayanan dasar

Puji dan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus atas segala berkat, rahmat, serta penyertaan- Nya sehinga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini dengan baik Pada kesempaan ini

Hasil penelitian tersebut di dukung oleh penelitian – penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa pengetahuan lingkungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat

Sementara pertanyaan dengan respon paling rendah adalah model pembelajaran berdasarkan masalah (PBL) yang dilaksanakan memotivasi siswa untuk belajar (75,86%),

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi KLB DBD dan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, sikap, rencana tanggap

Adapun manfaat dan sistem pengukuran kinerja yang baik menurut Lynch dan Cross (Yuwono dkk, 2002) antara lain: (1) Menelusuri kinerja terhadap harapan pelanggan

SP (Surat Peringatan) diberikan kepada nasabah jika setelah dikonfirmasi nasabah tersebut belum melakukan pembayaran cicilan kredit. Hal ini juga dapat berupa

Teknik analisis yang digunakan adalah metode analisis deskriptif dengan menggunakan distribusi frekuensi untuk menggambarkan pengaruh pelayanan dan fasilitas terhadap