• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

11

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian 1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian secara umum terdapat tiga jenis penelitian yaitu, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, dan kombinasi atau gabungan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

a. Penelitian Kualitatif

Dalam penelitian kualitatif bertujuan untuk menyusun teori, dan melihat hasil proses induksi dari pengamatan terhadap kumpulan informasi sebagai teori. (Indriantoro & Supomo, 2018)

b. Penelitian Kuantitatif

Penelitian kuantitatif bertujuan untuk membuktikan sebuah teori, dan menjadikan teori sebagai landasan dalam penemuan dan pemecahan masalah. (Indriantoro & Supomo, 2018)

c. Penelitian Kombinasi

Penelitian kombinasi adalah penelitian yang menggabungkan penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Berdasarkan pengertian ketiga penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa penulis menggunakan jenis penelitian kuantitatif dikarenakan jenis penelitian tersebutlah yang paling sesuai dengan kegiatan penelitian yang penulis lakukan. Penelitian kuantitatif pada Apotek Sukma Sari Banjarmasin adalah pencatatan dan penilaian persediaan barang dagang pada periode Bulan Januari 2021.

2. Pendekatan Penelitian

Pendekatan penelitian meliputi pendekatan eksploratif, deskriptif dan pengujian hipotesis.

a. Pendekatan Eksploratif

Indriantoro & Supomo (2018: 85) mengatakan bahwa

(2)

“pendekatan eksploratif pada dasarnya untuk memahami karakteristik fenomena atau masalah yang diteliti karena belum banyaknya literatur hasil penelitian yang membahas masalah tersebut atau masalah sejenis.”

b. Pendekatan Deskriptif

“Pendekataan deskriptif menjelaskan karakteristik suatu fenomena yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan untuk memecahkan masalah-masalah bisnis” (Indriantoro & Supomo, 2018:

85)

c. Pengujian Hipotesis

“Bertujuan untuk menguji hipotesis (hypotheses testing) umumnya merupakan penelitian yang menjelasakan fenomena dalam bentuk hubungan antar variabel.” (Indriantoro & Supomo, 2018: 87)

Berdasarkan pengertian ketiga pendekatan penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa penelitian yang dilakukan penulis termasuk kedalam kategori pendekatan deskriptif. Pendekatan deskriptif yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data-data dari Apotek Sukma Sari Banjarmasin, seperti data transaksi penjualan, data transaksi pembelian serta saldo awal persediaan 10 sampel obat pada Bulan Januari 2021 yang kemudian akan dilakukan analisis data.

B. Variabel Penelitian

1. Pencatatan dan Penilaian Persediaan Barang a. Pencatatan Persediaan Barang

1) Sistem Periodik (Physical)

Dalam pencatatan persediaan berdasarkan sistem periodik, mutasi barang tidak ditelusuri lebih lanjut. Pada saat pembelian, barang dicatat dalam akun Pembelian Barang sebesar biaya perolehannya, sedangkan pada saat penjualan, barang dicatat dalam akun Penjualan Barang sebesar harga jualnya.(Purwaji et al., 2016: 97)

Dalam metode ini mutasi persediaan barang tidak diikuti dalam buku-buku, setiap pembelian barang dicatat dalam rekening

(3)

pembelian. Karena tidak ada catatan mutasi persediaan barang maka harga pokok penjualan juga tidak dapat diketahui sewaktu- waktu. Harga pokok penjualan baru dapat dihitung apabila persediaan akhir sudah dihitung.(Baridwan, 2015: 151)

2) Sistem Perpetual (Buku)

Pada saat terjadi pembelian barang dagang, hal tersebut dicatat di posisi debit akun Persediaan Barang sebesar biaya perolehanya dan posisi kredit akun Utang Usaha atau Kas. Pada saat penjualan barang, hal tersebut dicatat dalam dua jurnal.

Jurnal pertama mencatat akun Penjualan Barang di posisi kredit sebesar nilai penjualan dan posisi debit akun Piutang Usana atau Kas, sedangkan jurnal kedua mengkredit akun Persediaan Barang dan mendebit akun Beban Pokok Penjualan.(Purwaji et al., 2016: 98)

b. Penilaian Persediaan Barang

Yang dimaksud dengan penilaian persediaan barang adalah menentukan nilai persediaan yang dicampur dalam neraca. Ada 3 metode penilaian persediaan yaitu : metode harga pokok, metode harga pokok atau realisasi bersih yang lebih rendah, dan nilai realisasi bersih atau disebut juga metode harga jual.

1) Metode Harga Pokok

Harga pokok persediaan akhir akan dicantumkan dalam neraca.

Harga pokok persediaan barang dapat ditentukan dengan cara MPKP (FIFO), rata-rata tertimbang, MTKP (LIFO) atau yang lain dan hasilnya dicantumkan dalam neraca tanpa perubahan.

2) Metode Harga Pokok atau Nilai Realisasi Bersih yang Lebih Rendah

Menurut PSAK No. 14 nilai realisasi bersih (net realizable value) adalah taksiran harga penjualan dalam usaha normal dikurangi teksiran biaya penyelesaian dan taksiran biaya yang diperlukan utuk melaksanakan penjualan.

3) Metode Harga Jual

Penyimpangan dari harga pokok untuk penilaian persediaan yaitu dengan mencantumkan persediaan dengan harga jual bersihnya dapat diterim asalkan dipenuhi syarat-syaratnya: (1) ada kepastian bahwa barang-barang itu akan dapat segera dijual dengan harga yang telah ditetapkan dan (2) merupakan produk standar, yang pasarnya mampu menampung serta sulit untuk menentukan harga pokoknya. Apabila persediaan dicantumkan dalam neraca sebesar harga jual bersihnya maka metode penilaian yang digunakan hendaknya dijelaskan dalam neraca.(Baridwan, 2015: 181-192)

(4)

2. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama (MPKP/FIFO)

Dalam metode ini, biaya perolehan barang per unit yang dibeli pertama kali (masuk pertama) digunakan sebagai dasar untuk menentukan besarnya nilai barang yang pertama kali dijual (keluar pertama)- sebagai beban pokok penjualan. Besarnya biaya perolehan barang dagag akhir periode dianggap berasal dari biaya perolehan per unit barang dagang yang terakhir dibeli. Untuk menghitung besarnya biaya perolehan persediaan barang akhir periode dilakukan dengan mengalikan perhitungan jumlah fisik barang akhir dengan biaya perolehan barang per unit yang terakhir dibeli. (Purwaji et al., 2016 : 102)

C. Jenis dan Sumber Data

1. Jenis data penelitian meliputi data kualitatif dan data kuantitatif a. Data Kualitatif

“Data kualitatif adalah data yang berbentuk kata-kata, bukan dalam bentuk angka.”(Siyoto & Sodik, 2015: 59)

b. Data Kuantitatif

“Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka atau bilangan.”(Siyoto & Sodik, 2015: 59)

Data kualitatif dalam penelitian ini adalah berupa struktur organisasi, sejarah singkat Apotek Sukma Sari Banjarmasin serta Surat Ijin Apotek (SIA). Dan data kuantitatif dalam penelitian ini adalah data persediaan awal, data transaksi penjualan serta data transaksi pembelian pada Apotek Sukma Sari Banjarmasin pada periode Januari 2021.

2. Sumber Data

a. Sumber Data Primer

“Data primer adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh peneliti secara langsung dari sumber datanya.”(Siyoto & Sodik, 2015: 58) b. Sumber Data Sekunder

“Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan peneliti dari berbagai sumber yang terlah ada (peneliti sebagai tangan kedua).”(Siyoto & Sodik, 2015: 58)

(5)

Data primer didalam penelitian ini merupakan hasil wawancara dengan pemilik Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Adapun data tersebut berupa sejarah Apotek Sukma Sari Banjarmasin, nota pembelian, nota penjualan, Surat Ijin Apotek (SIA) dan struktur organisasi yang dimiliki Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Dan tidak terdapat sumber data sekunder dalam penelitian ini.

D. Metode Pengumpulan Data

Metode-metode yang penulis lakukan untuk pengumpulan data-data dalam penelitian ini berupa metode kepustakaan dan metode lapangan.

1. Metode Kepustakaan

Penulis mengumpulkan data-data penelitian dengan metode kepustakaan yaitu dengan mengumpulkan bahan-bahan referensi dan literatur seperti buku, artikel dan jurnal terdahulu yang berkaitan dengan teori-teori dan topik yang relevan dengan penelitian tugas akhir ini.

2. Metode Lapangan a. Metode Wawancara

Dengan menggunakan metode wawancara kegiatan mengumpulkan data penelitian didapat dengan cara mengajukan pertanyaan secara lisan kepada responden untuk dijawab. (Surahman et al., 2016: 149)

3. Metode Dokumentasi

Dengan metode dokumentasi kegiatan mengumpulkan data penelitian adalah dengan mencatat data yang tersedia, umumnya metode dokumentasi digunakan untuk menggali informasi yang sudah lampau.(Surahman et al., 2016: 154)

Dalam penelitian ini penulis menggunaan metode wawancara untuk mendapatkan data-data seperti sejarah singkat Apotek Sukma Sari Banjarmasin serta sistem pencatatan persediaan barang dagang di Apotek Sukma Sari Banjarmasin. Adapun dengan menggunakan metode dokumentasi data-data yang diperoleh adalah data-data persediaan awal,

(6)

transaksi penjualan, transaksi pembelian serta bukti nota pembelian Apotek Sukma Sari Banjarmasin.

E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam yang penulis lakukan dalam penelitian ini adalah:

1. Mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan persediaan seperti, data persediaan awal, data transaksi penjualan, data transaksi pembelian 10 macam obat pada Apotek Sukma Sari Banjarmasin.

2. Membuat kartu persediaan serta membuat perhitungan harga pokok penjualan dengan rumus biaya masuk pertama-keluar pertama (MPKP) menggunakan data transaksi-transaksi penjualan dan pembelian yang telah diperoleh.

3. Membuat jurnal pembelian dan jurnal penjualan persediaan barang dagang berdasarkan transaksi-transakasi yang ada. Serta menentukan hasil perhitungan persediaan akhir barang dagang dengan menggunakan rumus biaya masuk pertama-keluar pertama (MPKP) yang akan disajikan didalam laporan posisi keuangan pada akun pembelian.

4. Membuat laporan posisi keuangan untuk 10 jenis obat. Serta membuat kesimpulan hasil penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menerapkan metode pembelajaran yang terintegrasi dengan teknologi komputer (seperti SPC) akan memberikan suatu model yang berbasis unjuk kerja, hal ini

Dengan demikian proses penelitiannya tidak hanya mencari makna yang terdapat pada sebuah teks, melainkan menggali lebih dalam wacana apa yang terdapat di balik naskah

Berdasarkan hasil penelitian didapati sebanyak 63,33% masyarakat sudah memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan yang tidak memiliki IMB sebanyak 36,67%. Maka dengan ini

Contoh dari penerimaan asli daerah adalah penerimaan dari pungutan pajak daerah, dari retribusi daerah, hasil dari perusahaan daerah, dan lainnya yang merupakan sumber

Ini berarti bahwa informan yang dipilih adalah yang mengetahui secara mendalam permasalahan yang dikaji, orang yang dapat bercerita secara mudah, paham terhadap

Dengan perpanjangan keikutsertaan peneliti pada latar penelitian memungkinkan peningkatan derajat kepercayaan data yang dikumpulkan, karena peneliti dapat mempelajari

Dengan di tandatangani surat persetujuan ini, maka saya menyatakan bersedia / tidak bersedia untuk berperan serta menjadi responden dalam penelitian dengan judul “Gambaran

Dengan mengamati berbagai gambar benda, siswa dapat memilih alat ukur yang sesuai untuk mengukur panjang benda yang diukur dengan tepat1. Dengan diskusi kelompok, siswa