• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI HASIL PERANCANGAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB VI HASIL PERANCANGAN"

Copied!
37
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

71 5.1 Site Plan

Gambar 6.1 Site Plan Sumber : Dokumen Pribadi

Site plan pada projek Piano Centre menjelaskan posisi dan orientasi bangunan terhadap ligkungan sekitar. Pada site plan Piano Centre terlihat terdapat tiga massa bangunan yang terdiri dari bangunan eksisting serta bangunan hasil perancangan.

(3)

72

Gambar 6.2 Block Plan Sumber : Dokumen Pribadi

Pada Gambar 6.2 menunjukkan gambar block plan pada projek Piano Centre. Block plan menjelaskan akses menuju bangunan Piano Centre. Pada block plan Piano Centre terlihat terdapat tiga massa bangunan yang terdiri dari bangunan eksisting serta bangunan hasil perancangan.

(4)

73 5.2 Denah

5.2.1 Denah Lantai 1 (bangunan 1)

Gambar 6.3 Denah Lantai 1 Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut di atas terlihat gambar denah lantai 1 bangunan 1 yang banyak terdapat ruang-ruang yang berisi ruang display pada bagian galeri dan museum.

Pada bagian main entrance terdapat void yang dipenuhi oleh vegetasi sebagai bentuk harmoni dari konsep. Konsep harmoni yang dimaksud adalah bagaimana memuat harmonisasi antara bangunan dengan alam.

5.2.2 Denah Lantai 1 (bangunan 2)

(5)

74

Pada gambar tersebut di atas terlihat gambar denah lantai 1 bangunan 2 yang banyak terdapat ruang-ruang yang berisi ruang yang dipenuhi oleh rak-rak buku pada ruang perpustakaan dan ruang kolesi karya.

Pada bagian bangunan 2 entrance dapat di akses dari sky bridge yang mengkoneksikan bangunan 1 dan bangunan 2. Side entrance berada pada bagian ruang workshop. Side entrance dapat di akses oleh perajin alat musik piano dan juga

Gambar 6.4 Denah Lantai 1 Sumber : Dokumen Pribadi

5.2.3 Denah Lantai 2 (bangunan 1)

Pada denah lantai 2 banguan 1 terdapat ruang galeri yang berisi tentang alat musik piano.

(6)

75

Gambar 6.5 Denah Lantai 2 Sumber : Dokumen Pribadi

5.2.4 Denah Lantai 2 (bangunan 2)

Pada denah lantai 2 banguan 2 terdapat ruang kelas dan ruang baca. Pada ruang baca yang terletak di lantai 2 terdapat pula observation deck yang berfungsi untuk melihat area ruang luar dari ruang dalam. Hal tersebut bertujuan sebagai hal yang atraktif bagi pengunjung Piano Centre.

(7)

76

Gambar 6.6 Denah Lantai 2 Sumber : Dokumen Pribadi

5.2.5 Denah Lantai 1 (bangunan eksisting)

Pada denah lantai 1 bangunan eksisting terdapat museum yang berisi tentang artefak alat-alat piano. Pada bagian denah lantai sisi bangunan ditambahkan lantai untuk dapat melihat sekeliling bangunan eksisting. Akses utama bangunan tetap menggunakan tangga eksisting dan kemudian ditambahkan ramp agar dapat diakses oleh pengunjung disabilitas.

(8)

77

Gambar 6.7 Denah Lantai 1 Bangunan Eksisting Sumber : Dokumen Pribadi

5.2.6 Denah Lantai 2 (bangunan eksisting)

Pada denah lantai 2 bangunan eksisting terdapat museum yang berisi tentang artefak alat-alat piano. Akses menuju lantai dapat dicapai melalui tangga yang berada di bagian tengah dari bangunan eksisting.

(9)

78

Gambar 6.8 Denah Lantai 2 Bangunan Eksisting Sumber : Dokumen Pribadi

5.3 Tampak

5.3.1 Tampak T-01 (bangunan 1)

Pada bagian tampak depan bangunan terlihat tatanan massa yang memiliki ritme naik dan turun. Pada bagian main entrance terlihat penerapan siar dilatasi yang bertujuan untuk memisahkan struktur bangunan ruang konser dan ruang galeri. Hal tersebut dilakukan karena bentangan massa

(10)

79

bangunan yang terlalu panjang dan juga bentuk kontur yang menurun sehingga dengan penerapan siar dilatasi dapat menyesuaikan dengan konteks kontur.

Gambar 6.9 Tampak T-01 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.2 Tampak T-02 (bangunan 1)

Gambar 6.10 Tampak T-02 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.3 Tampak T-03 (bangunan 1)

Gambar 6.11 Tampak T-03 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.4 Tampak T-04 (bangunan 1)

(11)

80

Gambar 6.12 Tampak T-04 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.5 Tampak T-01 (bangunan 2)

Gambar 6.13 Tampak T-01 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.6 Tampak T-02 (bangunan 2)

Gambar 6.14 Tampak T-02 Sumber : Dokumen Pribadi

(12)

81 5.3.7 Tampak T-03 (bangunan 2)

Gambar 6.15 Tampak T-03 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.8 Tampak T-04 (bangunan 2)

Gambar 6.17 Tampak T-04 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.9 Tampak T-01 (bangunan eksisting)

(13)

82

Gambar 6.18 Tampak T-01 Sumber : Dokumen Pribadi

Pada bagian tampak depan bangunan eksisiting terlihat beberapa perubahan pada bagian elemen fasade bangunan eksising. Modifikasi dilakukan pada bagian-bagian bukaan bangunan. Hal tersebut dilakukan karena kondisi bukaan bangunan eksisting tidak layak digunakan lagi sehingga digantikan dengan bukaan yang baru. Konsep rumah panggung tetap dipertahankan pada bangunan eksisting.

5.3.10 Tampak T-02 (bangunan eksisting)

(14)

83

Gambar 6.19 Tampak T-02 Sumber : Dokumen Pribadi

Pada bagian tampak samping bangunan eksisiting terlihat beberapa perubahan pada bagian elemen fasade bangunan eksising. Modifikasi dilakukan pada bagian-bagian bukaan bangunan. Hal tersebut dilakukan karena kondisi bukaan bangunan eksisting tidak layak digunakan lagi sehingga digantikan dengan bukaan yang baru. Konsep rumah panggung tetap dipertahankan pada bagunan eksisting dan lebih terlihat dari tampak samping bangunan.

5.3.11 Tampak T-03 (bangunan eksisting)

(15)

84

Gambar 6.20 Tampak T-03 Sumber : Dokumen Pribadi

5.3.12 Tampak T-04 (bangunan eksisting)

Gambar 6.21 Tampak T-04 Sumber : Dokumen Pribadi

5.4 Potongan

5.4.1 Potongan A-A (bangunan 1)

(16)

85

Gambar 6.22 Potongan A-A Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar di atas terlihat potongan melintang dari bangunan 1. Pada bagian main entrance terlihat penerapan siar dilatasi yang bertujuan untuk memisahkan struktur bangunan ruang konser dan ruang galeri. Hal tersebut dilakukan karena bentangan massa bangunan yang terlalu panjang dan juga bentuk kontur yang menurun sehingga dengan penerapan siar dilatasi dapat menyesuaikan dengan konteks kontur. Struktur pondasi yang digunakan pada bagian kaki bangunan menggunakan pondasi bored pile yang berfungsi untuk mengokohkan bangunan karena kondisi tapak bangunan yang berada di area pegunungan yang rentan terhadap gempa.

5.4.2 Potongan B-B (bangunan 1)

(17)

86

Gambar 6.23 Potongan B-B Sumber : Dokumen Pribadi

5.4.3 Potongan A-A (bangunan 2)

Gambar 6.25 Potongan A-A Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar di atas terlihat potongan melintang dari bangunan 1. Pada bagian main entrance terlihat penerapan siar dilatasi yang bertujuan untuk

(18)

87

memisahkan struktur bangunan ruang konser dan ruang galeri. Hal tersebut dilakukan karena bentangan massa bangunan yang terlalu panjang dan juga bentuk kontur yang menurun sehingga dengan penerapan siar dilatasi dapat menyesuaikan dengan konteks kontur. Struktur pondasi yang digunakan pada bagian kaki bangunan menggunakan pondasi bored pile yang berfungsi untuk mengokohkan bangunan karena kondisi tapak bangunan yang berada di area pegunungan yang rentan terhadap gempa.

5.4.4 Potongan B-B (bangunan 2)

Gambar 6.26 Potongan B-B Sumber : Dokumen Pribadi

5.4.3 Potongan A-A (bangunan eksisting)

(19)

88

Gambar 6.27 Potongan A-A Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar di atas terlihat potongan melintang dari bangunan eksisting.

Struktur bangunan pada bagunan eksisitng tidak diubah karena memperthankan konteks bangunan heritage.

5.4.4 Potongan B-B (bangunan eksisting)

(20)

89

Gambar 6.28 Potongan B-B Sumber : Dokumen Pribadi

5.5 Detail

5.5.1 Detail Pondasi

(21)

90

Gambar 6.29 Detail Sumber : Dokumen Pribadi

Struktur pondasi yang digunakan pada bagian kaki bangunan menggunakan pondasi bored pile yang berfungsi untuk mengokohkan bangunan karena kondisi tapak bangunan yang berada di area pegunungan yang rentan terhadap gempa.

5.5.2 Potongan Prinsip

(22)

91

Gambar 6.30 Detail Sumber : Dokumen Pribadi

(23)

92

Gambar 6.31 Potongan Prinsip Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

Pada

5.7 Utilitas

5.6.1 Utilitas Listrik

(24)

93

Gambar 6.32 Utilitas Listrik Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar utilitas titik lampu pada bangunan 1 dan bangunan 2. Jenis lampu yang digunakan pada bangunan adalah jenis lampu LED downlight dan LED SMD box 1500 mm.

(25)

94

Gambar 6.33 Suasana Eksterior Bangunan 1 Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior dengan perkerasan pada tapak.

Gambar 6.34 Suasana Eksterior Bangunan 2 Sumber : Dokumen Pribadi

(26)

95

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang memperlihatkan area plaza menuju area observation deck

Gambar 6.35 Suasana Eksterior Bangunan Eksisting Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang meperlihatkan suasana bgnaunan 1 dengan konteks bangunan eksisting pda projek Piano Centre.

Gambar 6.36 Suasana Eksterior Musholla Sumber : Dokumen Pribadi

(27)

96

Gambar 6.37 Suasana Entrance Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang menunjukkan entrance ruang konser.

Gambar 6.38 Suasana Eksterior Musholla Sumber : Dokumen Pribadi

(28)

97

Gambar 6.39 Suasana Eksterior Ruang Perpustakaan Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 6.40 Suasana Selasar Main Entrance Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang menunjukkan area gate entrance setelah area drop off.

(29)

98

Gambar 6.41 Suasana Main Entrance Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang menunjukkan main entrance terdapat void yang dipenuhi oleh vegetasi sebagai bentuk harmoni dari konsep. Konsep harmoni yang dimaksud adalah bagaimana memuat harmonisasi antara bangunan dengan alam.

Gambar 6.42 Suasana Eksterior Observation Deck Sumber : Dokumen Pribadi

(30)

99

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif eksterior yang menunjukkan area observation deck. Area observation deck dibuat sebagai ekspresi struktur pada bangunan.

Gambar 6.43 Suasana Area Konser Outdoor Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 6.44 Suasana Area Akses Servis Sumber : Dokumen Pribadi

(31)

100

Gambar 6.45 Suasana Viewing Deck Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana eksterior yang menunjukkan area viewing deck. Viewing deck ini berfungsi sebagai tempat untuk memandang ke seluruh area projek Piano Centre.

Gambar 6.46 Suasana Viewing Deck

(32)

101

Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 6.47 Suasana Area Plaza Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana eksterior yang menunjukkan area plaza yang terdapat pada area belakang bagunan.

Gambar 6.48 Suasana Eksterior Bangunan Eksisting Sumber : Dokumen Pribadi

(33)

102

Gambar 6.49 Suasana Interior Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana interior yang meperlihatkan suasana interior ruang konser dengan konteks bangunan eksisting pada projek Piano Centre. Pada area ruang konser terdapat dua pintu untuk askses ke dalam ruang konser.

(34)

103

Gambar 6.50 Suasana Interior Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana interior yang meperlihatkan suasana interior ruang konser dengan konteks bangunan eksisting pada projek Piano Centre. Pada area ruang konser terdapat dua pintu untuk askses ke dalam ruang konser. Material yang digunakan pada area ruang konser adalah material panel akustik.

Gambar 6.51 Suasana Interior Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

(35)

104

Gambar 6.52 Suasana Interior Ruang Konser Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 6.53 Observation Deck Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana interior yang meperlihatkan suasana dari arah observation deck yang dapat melihat ke arah amphitheater.

(36)

105

Gambar 6.54 Observation Deck Sumber : Dokumen Pribadi

Gambar 6.55 Observation Deck Sumber : Dokumen Pribadi

Pada gambar tersebut diatas terlihat gambar perspektif suasana dari arah observation deck yang dapat melihat ke arah amphitheater dan reservoir.

Pada area observation deck suasana reflesksi dapat dirasakan dari pantulan elemen air yang terdapat pada reservoir.

(37)

106

Barron, M. (2009). Auditorium acoustics and architectural design. New York:

Routledge.

Martana, S.P. (2002). The impact of tourism on the development of Ubud painting art. ASEAN Journal on Hospitality and Tourism, 1(2), 117-132.

Isfiaty, T., & Natalia, T. W. (2017). Thematic Interior at the Indischetafel Café As a Media for Forming Bandung Tempo Dulu’s Athmosphere. Panggung, 27(4).

Susanti, A., & Natalia, T. W. (2018). Public space strategic planning based on Z generation preferences. In IOP Conference Series: Materials Science and Engineering (Vol. 407, No. 1, p. 012076). IOP Publishing.

Abioso, W. S. (2008, June). “IT” Approach To Sustainable Architecture. In Proceedings Knowledge Management International Conference.

Bekraf. (2018) Membenahi Musik Dan Film Indonesia, Jakarta: Bekraf Bekraf. (2019) Opus Creative Economy Outlook, Jakarta: Bekraf

Tribuawani, W. (2002) Pariwisata Berkelajutan Dan Ecotourism, Bandung:

Wacana

Juslin, P. N., & Sloboda, J. A. (2001). Music and emotion: Theory and research. Oxford: Oxford University Press.

Gambar

Gambar 6.18 Tampak T-01  Sumber : Dokumen Pribadi
Gambar 6.19 Tampak T-02  Sumber : Dokumen Pribadi
Gambar 6.20 Tampak T-03  Sumber : Dokumen Pribadi
Gambar 6.22 Potongan A-A  Sumber : Dokumen Pribadi
+7

Referensi

Dokumen terkait

mungkin sekali disebabkan adanya kekhawatiran yang kuat bahwa ketidak utuhan teks hadis dapat membawa bahaya yang besar, yakni terbukanya peluang yang lebih besar

Akuifer potensial yang ada di daerah Gabus adalah batupasir yang merupakan akuifer bebas(tidak tertekan) dengan nilai resistivitas 13.2 Ωm pada kedalaman 11 meter dari

Sedangkan menurut Manulang (2012, hal 45) dalam bukunya yang berjudul manajemen pesonalia mengungkapkan bahwa motivasi merupakan kegiatan memberikan dorongan kepada

Berdasarkan latar belakang dari permasalahan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah : Untuk mengetahui dan membuktikan secara empiris apakah ada

bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, yaitu Rata-rata hasil belajar Ilmu Bahan Bangunan antara siswa yang diajarkan dengan strategi pembelajaran kontekstual lebih

Pertama, pelayanan PDAM Tirta Mangutama dalam peningkatan kepuasan pelanggan di Kuta Selatan dilihat dari indikator kualitas pelayanan serta kepuasan pelanggan pada

Dalam bacaan Asmaul Husnah terdapat 99 Asma Allah dan doanya dari situlah Penerima Manfaat diajak untuk lebih bersyukur dan beriman untuk menjalani kehidupan

Untuk daerah Kabupaten Gorontalo Utara, penelitian dilakukan di desa Bohusami. Berdasarkan hasil pengukuran di desa Bohusami, diperoleh potensi rata-rata energy surya