• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kerangka Acuan Kelas Ibu balita

N/A
N/A
Khanisyah Istiqomah

Academic year: 2022

Membagikan "Kerangka Acuan Kelas Ibu balita"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KABUPATEN PULANG PISAU DINAS KESEHATAN

UPT PUSKESMAS SEBANGAU

Jl. Siluang RT.02/RW.01 Kecamatan Sebangau Kuala Kode Pos 74874

KERANGKA ACUAN KELAS IBU BALITA PUSKESMAS SEBANGAU

NOMOR : 445.004/61/PKM-SBG/I-2019

A. PENDAHULUAN

Melalui SK No. 284 Tentang Buku KIA, Menteri Kesehatan memutuskan Buku KIA sebagai buku pedoman resmi yang berisi informasi dan catatan kesehatan ibu dan anak. Sebagai buku resmi KIA merupakan satu-satunya alat pencatatan pelayanan kesehatan Ibu dan Anak, sejak ibu hamil, melahirkan dan selama masa Nifas hingga bayi dilahirkan usia 5 tahun.

Secara umum buku KIA telah memperlihatkan hasil yang berarti dengan menigkatkan pemahaman buku terhadap kesehatan anak. Untuk meningkatkan pemanfaatan buku KIA tersebut perlu diadakan kelas ibu balita.

Kelas Ibu Balita adalah kelas dimana para ibu yang mempunyai anak berusia 0-5 tahun secara bersama-sama berdiskusi, tukar pendapat, tukar pengalaman akan pemenuhan pelayanan kesehatan, Gizi dan stimulasi pertumbuhan serta perkembangannya dibimbing oleh fasilitator, dalam ini digunakan Buku KIA.

B. LATAR BELAKANG

Anak balita merupakan salah satu populasi paling beresiko untuk terkena berbagai macam gangguan kesehatan (kesakitan) dan kematian. Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2007, Angka Kematian Balita di Indonesia sebesar 44/10.000 Kelahiran Hidup. Bila dihitung secara matematis, berarti dalam setiap jam terjadi 22 kematian balita di Indonesia, suatu jumlah yang tergolong fantastis untuk ukuran di era globalisasi. Oleh karena itu, Kementerian Kesehatan RI telah meluncurkan berbagai program kesehatan untuk menanggulangi hal ini, antara lain adalah kelas ibu balita.

C. TUJUAN

1. Tujuan Umum

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku ibu dengan meggunakan Buku KIA dalam mewujudkan tumbuh kembang Balita yang optimal.

2. Tujuan Khusus

a. Meningkatkan kesadaran ibu dalam pemberian ASI eksklusif.

b. Meningkatkan pengetahuan ibu akan pentingnya imunisasi pada bayi.

c. Meningkatkan keterampilan ibu dalam pemberian MP-ASI dan gizi seimbang pada Balita.

(2)

d. Meningkatkan kemampuan ibu memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita.

e. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara perawatan gigi Balita dan mencuci tangan yang benar.

f. Meningkatkan pengetahuan ibu tentang penyakit terbanyak,, cara pencegahan dan perawatan Balita`

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

1. Dilaksanakan kelas ibu balita sesuai jadwal di masing-masing posyandu setiap bulannya.

2. Melakukan evaluasi awal (pre-test) materi pertemuan sebelum dilakukan penyampaian materi oleh tenaga kesehatan (bidan) pada kelas ibu balita selama 10 menit.

3. Penyampaian materi/penyuluhan kelas ibu balita sesuai tema pertemuan. Adapun macam-macam temla/materi dalam kelas ibu balita :

a. pemberian ASI eksklusif.

b. Imunisasi pada bayi.

c. Pemberian MP-ASI dan gizi seimbang pada Balita.

d. Memantau pertumbuhan dan melaksanakan stimulasi perkembangan Balita menggunakan Buku KIA dan KMS

e. Cara perawatan gigi Balita dan mencuci tangan yang benar.

f. Penyakit terbanyak, cara pencegahan dan perawatan Balita`

4. Melakukan evaluasi akhir (post-test) untuk mengukur pengetahuan ibu balita setelah disampaikan materi oleh tenaga kesehatan (bidan).

E. CARA MELAKUKAN KEGIATAN

Penyuluhan atau penyampaian materi menggunakan metode ceramah, Tanya jawab, diskusi dan demonstrasi oleh fasilitator tenaga kesehatan.

F. SASARAN

Peserta kelas ibu balita adalah kelompok ibu-ibu yang mempunyai anak usia 0-5 tahun, dengan jumlah maksimum perkelas adalah 15 orang dan mengelompokkan :

1. Kelompok balita usia 0-1 tahun.

2. Kelompok balita usia 1-2 tahun.

3. Kelompok balita usia 2-5 tahun.

G. JADWAL KEGIATAN

Jadwal kegiatan kelas Ibu Balita dilakukan setiap bulan sesuai jadwal Posyandu.

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

Evaluasi dilakukan dengan cara observasi, wawancara, pengumpulan data sekunder, dengan berpedoman pada indikator keberhasilan yang telah di tetapkan sebelumnya yaitu ;

1. Indikator Input :

a. Fasilitator : bidan puskesmas yang telah mengikuti pelatihan kelas Ibu Balita, jumlah fasilitator, dengan kualitas tertentu.

(3)

b. Peserta : ibu yang mempunyai anak usia 0-5 tahun, peserta maksimal 15 orang.

c. Sarana dan prasana belajar 2. Indikator proses :

a. Fasilitator : manajemen waktu, penggunaan variasi metode pembelajaran, bahasa penyampaian, penggunaan alat bantu, kemampuan melibatkan peserta.

b. Peserta : frekuensi kehadiran, keaktifan bertanya dan berdiskusi, hasil pre dan post test.

c. Peyelenggaraan : tempat, sarana, waktu.

3. Indikator Output :

a. Jumlah Ibu yang memberikan ASI Eksklusif b. Jumlah ibu yang memberikan Imunisasi c. Tumbuh kembang anak

d. Penyakit terbanyak pada bayi

I. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Hasil kegiatan dilaporkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten.Pulang Pisau pada bulan pelaksanaan kegiatan penyuluhan dilakukan.

J. PENUTUP

Pelaksanaan program kelas Ibu Balita mengacu kepada tata nilai dan budaya yang ditetapkan oleh Puskesmas Sebangau. TATA NILAI Puskesmas Sebangau “ MANTAP” ( Mampu, Amanah, Niat,Tulus, Adil, dan Profesional). Peran Lintas Program KIA/KB terintregasi dengan Gizi Asi Eksklusif.

Ditetapkan di : Sebangau Kuala Pada Tanggal : 14 Januari 2019 KEPALA UPT PUSKESMAS SEBANGAU

ZAINUDDIN, A.Md.Kep NIP. 19660602 198901 1 003

Referensi

Dokumen terkait

Kriteria inklusi adalah ibu yang memberikan ASI secara Eksklusif pada anak yang berusia 0-6 bulan, ibu yang tinggal serumah bersama anaknya, ibu yang mempunyai anak usia lebih

Tujuannya untuk memperoleh gambaran pendapat ibu balita tentang manfaat hasil penyuluhan pemberian makanan balita yang meliputi persiapan, pengolahan, penyajian,

Populasi pada penelitian ini adalah ibu Balita yang memilki anak usia 0-59 bulan yang berada di Puskesmas Megaluh dan Puskesmas Jogoloyo wilayah Dinas Kesehatan

Dikelas ini, ibu hamil akan belajar bersama, diskusi dan tukar pengalaman tentang kesehatan ibu dan anak secara menyeluruh yang difasilitasi oleh bidan atau tenaga kesehatan dengan

Pada penelitian ini, model komunikasi pada pola asuh balita yang diterapkan oleh ibu-ibu kelompok sasaran dalam menunjang keberhasilan program bina keluarga balita

Semakin muda umur ibu pada saat mempunyai anak maka pengalaman yang dimiliki tentang pemenuhan gizi balita semakin sedikit karena ibu yang masih muda cenderung kurang peduli

Salah satu program kesehatan yang diharapkan dapat turut berperan aktif dalam menurunkan angka kesakitan dan kematian pada anak balita adalah buku Kesehatan Ibu dan Anak (buku

Kegiatan kelas ibu balita di Puskesmas Ketang Kabupaten Manggarai tahun