• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN. dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN. dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

30

BAB III

METODE PENELITIAN & PENGEMBANGAN

A. Model Penelitian & Pengembangan

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan atau Research and Development (R&D). Penelitian dan pengembangan atau Research and Development adalah “metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut” (Sugiyono, 2013: 407). Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan dan mengetahui hasil dari penerapan media KOTAR (Kotak Putar) pada pembelajaran tematik tema 1 “Diriku” subtema 4 “Aku Istimewa” Pembelajaran ke 3 kelas 1.

Penelitian dan pengembangan ini mengguakan model ADDIE (analysis, design, development, implementation, and Evaluation). Branch (2009:2) menyatakan “ADDIE is an acronym from Analyze, Design, Develop, Implement, and Evaluate. ADDIE is a product development concept. The ADDIE concept is being applied here contructing performance-based learning.” Dalam bahasa Indonesia berarti “ADDIE adalah singkatan dari menganalisis, merancang, mengembangkan, melaksanakan, dan mengevaluasi. ADDIE adalah konsep pengembangan produk. Konsep ADDIE diterapkan dalam membangun pembelajaran berbasis kinerja”.

Pemilihan model ADDIE ini didasari beberapa alasan yaitu disetiap tahapan-tahapan model pengembangan ADDIE selalu terdapat evaluasi dan revisi

(2)

secara terus menerus. Sehingga setiap langkah yang dilakukan selalu mengacu pada tahapan sebelumnya yang sudah diperbaiki guna mendapatkan hasil media yang valid, efektif dan praktis. Tahapan-tahapan yang terdapat di model ini bersifat sederhana tapi implementasinya menyeluruh dan lengkap sehingga desain model ini mudah dipahami dan diimplementasikan untuk mengembangkan suatu produk.

Adapun kerangka ataupun konsep model pengembangan ADDIE sebagai berikut:

Gambar 3.1 Konsep Pengembangan ADDIE (Robert Marie Branch, 2009:2)

Berdasarkan skema diatas, model desain sistem pembelajaran ADDIE dengan komponen-komponennya dapat dijelaskan dari tabel berikut ini secara singkat.

(3)

Tabel 3.1 Rangkuman Aktifitas Model ADDIE

Tahap Pengembangan Aktifitas

Analyze

1. Pra perencanaan : pemikiran tentang produk (model, metode, media bahan ajar) baru yang akan dikembangkan.

2. Mengidentifikasi produk yang sesuai dengan sasaran peserta didik, tujuan belajar.

3. Mengidentifikasi materi pelajaran.

4. Mengidentifikasi lingkungan belajar dan strategi penyampaian dalam pembelajaran.

Design

1. Merancang konsep produk baru diatas kertas.

2. Merancang perangkat pengembangan produk baru.

3. Rancangan ditulis untuk masing-masing unit pembelajaran.

4. Petunjuk penerapan desain atau pembuatan produk ditulis secara rinci.

5. Validasi rancangan produk.

Develop

1. Mengembangkan perangkat produk (materi/bahan dan alat) yang diperlukan dalam pengembangan.

2. Berbasis pada hasil rancangan produk, pada tahap ini mulai dibuat produknya (materi/bahan dan alat) yang sesuai dengan struktur model.

3. Membuat instrument untuk mengukur kinerja produk.

4. Melakuakan evaluasi formatif berupa uji kelompok kecil dan besar.

5. Melakukan revisi untuk setiap pengujian

Implementation

1. Memulai menggunaka produk baru dalam pembelajaran atau lingkungan yang nyata.

2. Melihat kembali tujuan-tujuan pengembangan produk, interaksi antar peserta didik serta menanyakan umpan balik awal proses evaluasi.

Evaluation

1. Melihat kembali dampak pembelajaran dengan cara yang kritis.

2. Mengukur ketercapaian tujuan pengembangan produk.

3. Mengukur apa yang telah mampu dicapai oleh sasaran.

Dari bagan konsep pengembangan ADDIE diatas, dapat dilihat bahwa evaluasi bisa terjadi pada setiap empat tahapan diatas, dengan tujuan untuk kebutuhan revisi.

B. Prosedur Pengembangan

Prosedur Penelitian dan Pengembangan model ADDIE memiliki 5 tahap, yaitu:

(4)

1. Analyze (analisis)

Pada bagian ini dilakukan pada tahap ini yaitu menvalidasi kesenjangan kinerja, menetapkan tujuan, menganalisis peserta didik, sumber daya yang tersedia, dan rencana kerja.

a) Menvalidasi kesenjangan kinerja

Analisis kinerja dalam penelitian ini, bertujuan untuk mengetahui dan mengklarifikasi masalah dasar yang dihadapi dalam pembelajaran materi pokok sistem koordinat. Permasalahan yang dihadapi pada pembelajaran materi sistem koordinat adalah guru yang masih jarang menggunakan media pembelajaran tematik dalam proses pembelajaran di kelas 1 SDN Purwosekar 2. Solusi dari permasalahan tersebut dapat dilakukan dengan cara penyediaan fasilitas pembelajaran yang memadai, misalnya media KOTAR (Kotak Putar) pada pembelajaran tematik Tema 1 Diriku, Subtema 4 Aku Istimewa, Pembelajaran ke-3 pada kelas 1 SD yang mengutamakan aktivitas siswa.

a) Menetapkan tujuan

Setelah menemukan masalah maka langkah selanjutnya dari tahapan analisis ini adalah menetapkan tujuan. Merumuskan tujuan berdasarkan kesenjangan kerja secara nyata dan tujuan yang diharapkan sehingga diambil suatu prioritas tindakan. Dalam hal ini penulis mengambil tindakan dengan mengembangkan media KOTAR (Kotak Putar) pada pembelajaran tematik Tema 1 Diriku, Subtema 4 Aku Istimewa, Pembelajaran ke-3 pada kelas 1 SD.

(5)

b) Analisis peserta didik

Untuk mengetahui karakteristik peserta didik SDN Purwosekar 2 yaitu dengan melakukan wawancara kepada guru yang mengajar pembelajaran tematik dikelas tersebut. Selain itu juga dilakukan observasi dikelas secara langsung, dengan analisis tersebut diketahui bagaimana karakter peserta didik, sehingga pengembangan media menyesuaikan kebutuhan peserta didik pada pembelajaran tema 1

“Diriku” subtema 4 “Aku Istimewa” pembelajaran ke 3.

c) Sumber daya yang tersedia

Pada bagian ini ada empat jenis sumber daya yang harus diketahui yaitu sumber konten, sumber daya teknologi, fasilitas pengajaran dan sumber daya manusia sendiri. Semua jenis sumber daya itu harus diketahui agar dapat menyelesaikan proses ADDIE.

1) Sumber daya isi

Sumber daya isi dalam penelitian ini meliputi buku guru dan buku siswa tematik kelas 1 SD.

2) Sumber daya teknologi

Penggunaan sumber daya teknologi dalam pembelajaran tematik kurang maksimal maka harus terdapat alternatif penggunaan media pembelajaran terbaru.

3) Fasilitas pengajaran

Fasilitas pengajaran pembelajaran meliputi kelas yang diperlukan dalam proses penelitian model ADDIE, siswa dan jadwal mata pelajaran tematik kelas 1 SDN Purwosekar 2.

(6)

4) Sumber daya manusia

Sumber daya manusia yang mempengaruhi design, pengembangan, dan penerapan pada lingkungan belajar perlu diidentifikasi, sumber daya manusia tersebut adalah peneliti, guru tematik, ahli media, dan ahli materi pada desain media KOTAR (Kotak Putar).

5) Rencana kerja

Pada tahap ini peneliti membuat rencana kerja yang menegaskan tentang gambaran produk yang dihasilkan oleh peneliti pada tahap akhir pengembangan.

Adapun rencana kerja pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

(a) Mebuat desain untuk pengembangan media KOTAR (Kitak Putar) tematik Tema 1 Diriku, Subtema 4 Aku Istimewa, Pembelajaran ke-3 kelas 1 di SD.

(b) Menyusun tujuan pelaksanaan atau pengembangan.

(c) Menghasilkan strategi pengujian.

(d) Menvalidasi media pembelajaran. Media pembelajaran ini divalidasi oleh ahli materi dan ahli media.

(e) Uji coba.

(f) Evaluasi.

2. Design (Perancangan)

Pada bagian ini (tujuan dari desain adalah untuk menverifikasi kinerja dan pemilihan metode tes yang sesuai). Langkah-langkah umum yang ditempuh dalam mendesain pembelajaran adalah:

(7)

a) Menyusun daftar tugas-tugas b) Menyusun tujuan kinerja c) Menyusun strategi tes

d) Menghitung investasi/biaya yang dikeluarkan (R.M Branch, 2009:60)

Tahap kedua adalah tahap pemilihan materi, desain awal media dan instrumen-instrumen yang digunakan dalam tahap pengembangan. Pada tahap perancangan materi disesuaikan dengan hasil analisis yaitu analisis kompetensi, analisis karakteristik peserta didik dan analisis kebutuhan.

Design dilakukan setelah perencanaan materi selesai sehingga bentuk design yang akan dibuat akan sesuai. Media yang dipilih adalah KOTAR (Kotak Putar) yang terdapat pembelajaran tematik dengan menyusun kata, penjumlahan dan pengurangan. Kemudian dilakukan pengumpulan alat dan bahan yang akan digunakan untuk membuat media KOTAR (Kotak Putar). Setelah melalui tahap design tahap selanjutnya adalah tahap development.

3. Development (Pengembangan)

Tahap pengembangan media pembelajaran ini dilakukan dengan melaksanakan rencana yang telah dirancang pada tahap design, yaitu:

mengimport rancangan materi, design ke bentuk media KOTAR (Kotak Putar). Kemudian mengonsultasikan kepada dosen pembimbing untuk melakukan tindak lanjut yang dilakukan. Pada tahap pengembangan dilakukan validasi oleh ahli materi dan ahli media. Selanjutnya pelaksanaan validasi terhadap materi dan media pembelajaran KOTAR

(8)

(Kotak Putar) kepada validator yaitu dosen-dosen. Validasi bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan media terhadap proses pembelajaran.

Validator memberikan penilaian, saran, dan komentar tentang media yang sudah dikembangkan dan materi yang sudah dibuat. Dari hasil tersebut digunakan untuk acuan revisi dalam memperbaiki produk agar media pembelajaran yang dikembangkan menjadi layak untuk digunakan dalam proses pembelajaran dari segi tampilan maupun segi materi. Tahap pengembangan produk media KOTAR (Kotak Putar) dapat dilihat pada gambar 3.2 sebagai berikut:

Gambar 3.2 Produk Media KOTAR (Kotak Putar)

(9)

4. Implementation (Implementasi)

Setelah dilakukan pengembangan media KOTAR (Kotak Putar) Kotak Putar melalui proses pengembangan, dan memperoleh hasil layak berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media maka tahapan selanjutnya adalah pelaksanaan uji coba media KOTAR (Kotak Putar) kepada peserta didik untuk mengetahui pengaruh terhadap kualitas pembelajaran. Implementasi dilakukan oleh peserta didik dengan mengisi angket respon yang dilaksanakan di kelas 1 SDN Purwosekar 2 dengan jumlah 6 peserta didik.

5. Evaluation (Evaluasi)

Tahap evaluasi merupakan tahap akhir dari langkah-langkah pengembangan di atas. Evaluasi adalah proses untuk menganalisis pada tahap implementsi, produk yang telah dikembangkan untuk diperbaiki apabila masih terdapat kekurangan-kekurangan. Apabila tidak terdapat revisi lagi maka media KOTAR (Kotak Putar) layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran karena telah melalui proses pengembangan secara bertahap dan tepat.

C. Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian pengembangan Media KOTAR (kotak putar) pada pembelajaran tematik tema 1 Diriku subtema 4 Aku Istimewa Pembelajaran 3 di kelas 1 SDN Purwosekar 2 dilaksanakan pada semester Ganjil 2020/2021.

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian pengembangan media KOTAR (Kotak Putar) adalah sebagai berikut :

(10)

1. Observasi

Observasi adalah kegiatan mengamati suatu kegiatan atau aktivitas yang digunakan sebagai sumber data penelitian (Sugiyono, 2016: 145). Observasi penelitian ini akan mengamati proses pembelajaran di kelas dengan membuat instrumen observasi untuk menganalisis kebutuhan pada siswa kelas 1, berupa materi pembelajaran, karakteristik siswa dan media pengembangan yang dibutuhkan dan diangkat untuk penelitian. Disini peneliti memilih SDN Purwosari 2 karena sudah menggunakan kurikulum 2013 dan masalah yang terjadi di lapangan menyangkut kurangnya penggunaan media pembelajaran.

Observasi ini dilakukan secara langsung di SDN Purwosekar 2 yaitu pada saat proses pembelajaran dengan melihat interaksi komunikasi antara guru dengan peserta didik dan mengamati sarana dan prasarana yang digunakan pada saat kegiatan pembelajaran. Tujuan utama dari observasi yaitu untuk mengetahui permasalahan dan analisis kebutuhan bahan ajar yang digunakan oleh guru dan peserta didik. Sedangkan tujuan dari observasi saat penggunaan media yang dikembangkan oleh penulis yaitu untuk melihat motivasi peserta didik, karakteristik peserta didik terkait dengan media yang dikembangkan, karena beberapa peserta didik belum bisa menghubungkan huruf menjadi kata dengan baik.

2. Wawancara

Wawancara adalah salah satu teknik penghimpun data yang dilakukan dengan pertanyaan dan tanya jawab, baik secara langsung maupun tidak langsung (Arifin, 2014: 232). Berdasarkan hal tersebut, maka apabila seorang penulis ingin mendapatkan informasi dalam hal berbagai sumber informasi,

(11)

maka sebagai teknik atau cara pengumpulan data tersebut dapat dilakukan dengan cara wawancara. Kegiatan wawancara awal dilaksanakan secara individual dengan guru kelas 1 SDN Purwosekar 2, serta wawancara secara kelompok dengan beberapa peserta didik di kelas 1 SDN Purwosekar 2.

Adanya kegiatan pelaksanaan penelitian di SDN Purwosekar 2 ini, tujuannya dari teknik wawancara digunakan untuk memperoleh informasi terkait dengan proses pembelajaran di kelas, kesulitan saat proses pembelajaran, kesulitan saat proses belajar mengajar, serta menganalisis kebutuhan untuk menunjang pembelajaran.

3. Angket

Angket adalah serangkaian pertanyaan atau pernyataan untuk menjaring data atau informasi yang dijawab responden secara bebas dan sesuai dengan pendapat responden (Arifin, 2014: 228). Angket yang digunakan pada penelitian ini yaitu angket untuk respon siswa, angket validasi ahli media, ahli materi tematik.

Angket respon siswa ini bertujuan untuk mengetahui kemenarikan media yaitu sejauh mana produk pengembangan dapat membuat lingkungan dan suasana belajar yang menyenangkan, menantang, dan memotivasi belajar siswa setelah belajar dengan menggunakan media pembelajaran KOTAR (Kotak Putar) (Tegeh dkk, 2014: 43) dan kebermanfaatan media pembelajaran.

4. Dokumentasi

Dokumentasi adalah data langsung dari tempat penelitian meliputi, foto- foto, film dan dokumenter (Sudaryono dkk, 2013: 41). Dokumentasi pada penelitian ini menggunakan foto untuk mendokumentasikan aktivitas Guru,

(12)

Peneliti dan siswa pada proses pembelajaran tematik tema 1 Subtema 4 Pembelajaran 3 di kelas 1 SD. Alat yang digunakan peneliti berupa kamera untuk mengambil foto tentang kegiatan selama proses uji coba produk di lapangan.

E. Instrumen Penelitian

Pada bagian ini instrumen penelitian terdapat dua poin pokok yang memberikan dampak kualitas hasil penelitian yaitu kualitas instrumen penelitian dan kualitas penghimpunan data. Penelitian perlu menggunakan teknik pengumpulan data yang tepat, karena teknik pengumpulan data merupakan poin utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapat data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka penelitian tidak akan mendapat data yang melengkapi standar data yang ditetapkan.

Instrumen penelitian pengembangan yang digunakan untuk mengumpulkan data pada pengembangan media KOTAR (Kotak Putar) pada pembelajaran tematik tema 1 subtema 4 pembelajaran 3 kelas 1 SD yaitu sebagai berikut : 1. Lembar observasi

Lembar observasi ini diisi oleh peneliti pada saat observasi awal yang berisi tentang keadaan awal observasi. Teknik penggunaan oservasi dalam penelitian ini berstruktur dan mengamati peserta didik ketika kegiatan pembelajaran. Selain itu lembar observasi juga digunakan pada saat proses penggunaan media KOTAR (kotak putar).

(13)

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Instrumen Observasi

No. Kategori

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Peserta didik antusias dalam mengikuti pembelajaran tematik Pembelajaran berpusat pada peserta didik

Pembelajaran menggunakan bahan ajar

Bahan ajar yang digunakan dibuat oleh guru kelas Bahan ajar yang diringkas dan kaya tugas untuk berlatih

Bahan ajar yang digunakan bisa meminimalkan peran peserta didik namun lebih mengaktifkan peserta didik

Bahan ajar dapat memotivasi peserta didik lebih kreatif

Peserta didik antusias saat pembelajaran menggunakan bahan ajar Bahan ajar yang digunakan memudahkan peserta didik dalam belajar Bahan ajar yang digunakan memudahkan interaksi antara guru dengan peserta didik

Sumber: Olahan Peneliti

2. Daftar wawancara

Wawancara pada penelitian ini digunakan untuk pengumpulan data awal sebelum penerapan media pembelajaran di kelas salah satu studi pendahulu dalam menemukan sebuah permasalahan yang harus diteliti lebih dalam, dan untuk mengetahui hal-hal yang lebih mendetail dari responden (Sugiyono, 2016:

137). Daftar pertanyaan ini digunakan untuk analisis kebutuhan. Instrumen wawancara ini diajukan untuk wali kelas 1. Hasil dari wawancara ini digunakan sebagai masukan untuk pengembangan media yang akan dibuat. Adapun kisi- kisi wawancara yang dilakukan oleh penulis sebagai berikut.

Tabel 3.3 Kisi-Kisi Instrumen Wawancara Awal Aspek Indikator

Guru 1. Karaketiristik peserta didik 2. Proses pembelajaran

3. Kendala pembelajaran tematik pada kelas 1 4. Penggunaan media

5. Materi

6. Metode pembelajaran.

(Sumber: olahan peneliti)

(14)

Peneliti juga melakukan wawancara dengan siswa kelas 1 SDN Purwosekar 2. Wawancara yang dilakukan terkait dengan penggunaan alat peraga dan kesulitan belajar yang dialami dalam pembelajaran tematik Tema 1 Subtema 4. Adapun garis besar rencana wawancara dengan guru ditulis dalam beberapa poin dapat dilihat pada tabel 3.3 sebagai berikut:

Tabel 3.4 Garis Besar Wawancara Peserta Didik

No Pertanyaan

1. Tanggapan terhadap pembelajaran tematik yang selama ini terjadi?

2. Kesulitan belajar yang dialami peserta didik dalam pembelajaran tematik?

3. Penggunaan alat peraga dalam pembelajaran?

(Sumber: olahan peneliti)

3. Angket

Angket atau kuesioner adalah salah satu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara menyerahkan seperangkat pernyataan maupun pertanyaan tertulis kepada responden untuk dijawab (Sudaryono dkk, 2013:30).

Angket evaluasi pada penelitian ini akan digunakan untuk mengumpulkan data kelayakan produk media pengembangan pembelajaran tematik yang diisi oleh dosen ahli media.

a) Instrumen Untuk Ahli Media

Instrumen yang diberikan untuk ahli media bersifat angket tertutup.

berisikan pertanyaan dengan poin-poin tertentu pada aspek yang berhubungan dengan media pembelajaran yaitu kriteria warna, materi dan desain media. Berikut kisi-kisi angket validasi ahli media.

(15)

Tabel 3.5 Kisi-kisi Validasi Ahli Media

No. Aspek Penilaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Media sesuai dan menarik

Warna dan isi konten media sesuai Ukuran media sesuai

Terdapat pedoman penggunaan media Bentuk dan ukuran buku pedoman sesuai Kejelasan dalam penyajian gambar/ konten Ketetapan dalam tata letak konten media Media efektif dan mudah untuk dibawa

Muatan sesuai dengan tingkatan siswa sekolah dasar Media tahan lama

Media tidak berbahaya

Isi materi dan muatan media sesuai

Kejelasan padan petunjuk didalam kegiatan pembelajaran Materi telah disesuaikan dengan KD dan Indikator Materi telah diuraikan dengan jelas

Kesesuaian antara gambar dan materi

Kemudahan menggunakan alat dan bahan yang ada di dalam buku Kemudahan kegiatan untuk dilakukan siswa

Kreatif dan dinamis

Ukuran sesuai dengan standar

Sumber: Olahan Peneliti

a) Instrumen Untuk Ahli Materi

Instrumen atau angket yang diberikan untuk ahli materi bersifat tertutup. Bermuatan poin-poin tentang aspek yang berkaitan dengan materi pembelajaran berupa RPP yang meliputi dari aspek pembelajaran, materi dan kebenaran isi. Poin-poin dalam aspek ini disesuaikan dengan kebutuhan penelitian pengembangan. Berikut kisi-kisi angket validasi ahli materi.

(16)

Tabel 3.6 Kisi-Kisi Validasi Ahli Materi

No. Aspek Penilaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Kesesuaian indikator dengan KD Kesesuaian tujuan dengan indikator Kesesuaian materi dengan tujuan Kesesuaian soal dengan indikator

Kesesuaian materi dengan tingkat perkembangan siswa Kelengkapan materi

Keluasan materi Kedalaman materi

Kemampuan mendorong berfikir kritis Kemudahan siswa untuk belajar mandiri

Sumber: Olahan Peneliti

b) Data Respon Peserta Didik

Data peserta didik yang digunakan untuk mengumpulkan pendapat dari peserta didik terhadap produk yang sudah dibuat oleh peneliti. Angket ini diisi siswa di akhir kegiatan implementasi. Instrumen ditinjau dari aspek kemenarikan, kebermanfaatan penggunaan media, reaksi pemakaian, dan fasilitas pendukung atau tambahan.

Angket respon yang ditunjukan kepada peserta didik digunakan peneliti untuk mengetahui keberhasilan setelah menggunakan modul yang sudah dikembangkan oleh peneliti.

Tabel 3.7 Kisi-Kisi Angket Respon Peserta Didik

No. Aspek Penilaian

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Media menarik untuk media belajar Gambar dalam media jelas

Ketertarikan menggunakan media

Penyajian materi mendorong untuk berdiskusi dengan teman kelompok Bahasa dalam buku pedoman dapat digunakan dan mudah dipahami Dapat mengikuti kegiatan belajar tahap demi tahap dengan baik Media dapat menyampaikan materi dengan jelas

Lebih mudah belajar dengan menggunakan media Lebih tertarik dalam belajar tematik

Dapat memahami materi pada tema 1 subtema 4 pembelajaran 3

Sumber: Olahan Peneliti

(17)

b) Dokumentasi

Dokumentasi yang diambil dalam penelitian pengembangan media berupa pengambilan gambar atau foto saat proses uji coba produk media KOTAR (kotak Putar). Adapun pedoman dokumentasi dapat dilihat pada tabel 3.8 sebagai berikut:

Tabel 3.8 Pedoman Dokumentasi

No Aspek Indikator

1. Pembelajaran a. Dokumentasi saat melakukan proses pembelajaran menggunakan media KOTAR (Kotak Putar) b. Dokumentasi saat peserta didik

mengerjakan soal

(Sumber: olahan peneliti)

F. Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data dengan cara analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Analisis Data Kualitatif

Analisis data kualitatif diperoleh dari hasil observasi, wawancara, kritik dan saran dari para ahli. Saran dan masukan digunakan peneliti untuk melakukan revisi terhadap rancangan produk.

2. Analisis Data Kuantitatif

Analisis data kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil pengumpulan data dari evaluasi para ahli validator menggunakan pendekatan kualitatif dengan melakukan penyebaran angket sebagai berikut:

a) Analisis Angket Validitas Ahli

Angket validasi akan diulas dengan skala likert yang menggunakan skala 1 sampai 4. Skala likert digunakan untuk menghitung sikap, pendapat,

(18)

dan persepsi seseorang tentang suatu fenomena Menurut Sugiyono (2016:

93). Kategori skor dalam skala likert dijabarkan pada tabel berikut : Tabel 3.9 Pedoman penilaian angka angket validasi

Skala Kriteria terhadap produk

1 Kurang setuju/kurang sesuai/kurang baik/kurang menarik/kurang paham/ kurang mengerti/kurang mudah/kurang aktif/kurang memotivasi/kurang layak/kurang bermanfaat.

2 Cukup setuju/ cukup sesuai/cukup baik/cukup menarik/cukup paham/

cukup mengerti/ cukup mudah/cukup aktif/cukup memotivasi/cukup layak/cukup bermanfaat.

3 Setuju/ sesuai/ baik/ menarik/ paham/ mengerti/ mudah/ aktif/

memotivasi/ layak/ bermanfaat.

4 Sangat Setuju/ Sangat sesuai/ Sangat baik/ Sangat menarik/ Sangat paham/ Sangat mengerti/ Sangat mudah/ Sangat aktif/ Sangat memotivasi/ Sangat layak/ Sangat bermanfaat.

sumber: Sugiyono (2016)

Pedoman presentase data dari hasil penilaian validator dianalisis dengan rumus dibawah ini :

P = x 100 Keterangan:

P : Presentasi skor yang diperoleh dari tiap validator Σ : Jumlah jawaban dari setiap kriteria yang diperoleh N : Skor maksimal

Hasil validasi oleh para ahli digunakan untuk mengetahui analisis terhadap pengembangan media KOTAR (kotak putar) pembelajaran tematik dengan menggunakan interpretasi skor.

(19)

Tabel 3.10 Interpretasi skor angket validasi produk No Tingkat

pencapaian

Kualifikasi Keterangan

1 81≤ x ≤100 % Sangat baik Sangat baik, tidak perlu direvisi

2 61≤ x ≤80 % Baik Layak, tidak perlu direvisi

3 41≤ x ≤60 % Cukup baik Kurang layak, perlu direvisi

4 21≤ x ≤40 % Kurang baik Tidak layak, perlu direvisi

Sumber: Arikunto (2013)

Sebuah media pembelajaran yang dikembangkan akan dikatakan layak diterapkan sebagai media pembelajaran apabila presentase yang diperoleh dari hasil validasi lebih dari 61%. Apabila presentasi kurang dari 60% maka perlu dilakukan revisi lebih mendalam dari produk yang dikembangkan.

b) Analisis Angket Respon Siswa

Dalam mengolah data kuesioner (angket) respon siswa, jawaban- jawaban yang hasilkan diukur menggunakan skala Guttman, seperti pada tabel berikut :

Tabel 3.11 Penilaian skala Guttman

Keterangan Skor

Ya 1

Tidak 0

Sumber: Sudaryono, dkk (2013)

(20)

Pedoman presentase data dari hasil penilaian validator dianalisis dengan rumus dibawah ini :

P = x 100 Keterangan:

P : Presentasi skor Σ : Jumlah jawaban N : Skor maksimal

Hasil analisis respon siswa digunakan untuk mengetahui kemenarikan dan kebermanfaatan produk dengan reaksi siswa terhadap produk yang dikembangkan dengan menggunakan interpretasi skor berikut :

Tabel 3.12 Interprestasi skor angket respon siswa No Tingkat

pencapaian

Kualifikasi Keterangan

1 81≤ x ≤100 % Sangat baik Sangat baik, tidak perlu direvisi

2 61≤ x ≤80 % Baik Layak, tidak perlu direvisi

3 41≤ x ≤60 % Cukup baik Kurang layak, perlu direvisi

4 21≤ x ≤40 % Kurang baik Tidak layak, perlu direvisi

Sumber: Arikunto (2013)

Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan, kemenarikan media KOTAR (Kotak Putar) tema 1 subtema 4 dikatakan menarik apabila skor yang diperoleh antara 61≤ x ≤80 %. Namun, jika hasil skor yang diperoleh antara 41≤ x ≤60 % maka pengembangan media KOTAR (Kotak Putar) tema 1 subtema 4 dikatakan kurang/tidak menarik.

Referensi

Dokumen terkait

Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengumumkan bahwa telah menemukan adanya penyalahgunaan dana Otonomi Khusus Papua dan Papua Barat senilai Rp 4,281 triliun dari

Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dukungan sosial dan implementasi RAB Value terhadap work engagement pada Civitas Akademika yang bekerja di

OMAR BIN MOKTI AL-HAFIZ MUHAMMAD ZIKRI BIN HAMISAN @ KHAIR SITI INTAN DAHLIA BINTI MOHAMMAD HARUN.. USTAZ ROSLI BIN BAHARI USTAZ MOHD HAZWAN BIN

Terdapat juga 2 perusahaan dari 21 perusahaan retail di Indonesia yang terdaftar di BEI yang mengalami cenderung akan bangkrut sepanjang tahun 2015 – 2017 dengan

Fenologi pembungaan dua varietas jambu air S.boerlagei dimulai dari terbentuknya kuncup induksi (inisiasi) hingga bunga mekar dan menjadi bakal buah, waktu yang

Upaya mengnyinergikan pariwisata dan budaya dalam pengembangan dan pemasaran sektor pariwisata telah menjadi praktek yang sering dilakukan. Sebagian besar daerah tujuan

Persamaan regresi (Gambar 6.) menunjukkan Jumlah biji merah tertinggi ada pada kemiringan lereng (8-16), dalam hal ini kemiringan lereng tidak berpengaruh nyata

Tidak jelas apakah perlakuan dalam suatu siklus dilakukan secara terus-menerus selama periode tertentu, sampai data pengamatan bersifat jenuh (menunjukkan pola yang menetap)