• Tidak ada hasil yang ditemukan

Senyawa Metabolit Sekunder dan Aspek Farmakologi Peperomia pellucida

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Senyawa Metabolit Sekunder dan Aspek Farmakologi Peperomia pellucida"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 21

Senyawa Metabolit Sekunder dan Aspek Farmakologi Peperomia pellucida

Anggriana Novita Sari1 , Maria Elfiana Ina Kewa Helan2

123Akademi Farmasi Santo Fransiskus Xaverius Maumere, Flores, Nusa Tenggara Timur

E-mail: 1[email protected] 2[email protected] ABSTRAK

Peperomia pellucida atau tumpangan air merupakan tanaman obat tradisional di Indonesia.

Beberapa Senyawa metabolit sekunder telah diisolasi dari akar, batang dan daun tanama tersebut. Dari bagian akar, batang dan daun terdapat gugus falon dan gugus alkaloid. Selain itu, Peperomia pellucida juga memiliki aktivitas biologis seperti antioksidan, antikanker, antimikroba, Antiinflamasi, antimalaria dan antianalgesik. Review ini bertujuan untuk mengintegrasikan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas biologis dari Peperomia pellucida, sekaligus memberikan bukti ilmiah yang diperlukan pada penelitian lebih lanjut dari Peperomia pellucida.

Kata Kunci : Obat tradisional Indonesia, Peperomia pellucida, konstituen kimia ABSTRACT

Peperomia pellucida or tumpangan air is a traditional medicinal plant in Indonesia. The

secondary metabolite compounds have been isolated from the roots, stems and leaves of the plant. From the roots, stems and leaves have been falon groups and alkaloid groups. In addition, Peperomia pellucida also has biological activities such as antioxidants, anticancer, antimicrobial, Antiinflammatory, antimalarial and antianalgesic. This review aims to integrate the secondary metabolites compounds and the biological activity of Peperomia pellucida, as well as for providing scientific evidence which is needed for further the plant’s investigation.

Keywords: Indonesian traditional medicines, Peperomia pellucida, chemical constituents

(2)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 22 PENDAHULUAN

Peperomia pellucida (L.) termasuk Piperaceae, peperomia pellucida adalah sebuah tanaman herbal dengan batang sukulen, berkilau, bentuk hati, dedaunan segar dan kecil. Tanaman ini tersebar di Amerika Tengah dan Selatan, Afrika, Asia Tenggara dan Asia Australia, tumbuh subur di tanah lembab beriklim tropis hingga subtropis. Di Brazil timur, tanaman ini disebut sebagai coraçãozinho (Hua, dkk., 1999), sedangkan di Indonesia, disebut Susuruhan (Jawa), Sasaladaan (Sunda), Tumpangan air (Sumatera, Jakarta), Rangu-rangu, dan Gofu goroho (Ternate) (S.G.H.S.N.lP. 2010).

Belakangan ini, studi tentang obat tanaman telah menjadi fokus penelitian yang semakin luas di seluruh dunia, karena keragaman dan potensi obat yang dimiliki tanaman (Ahmad dan Beg, 2001). Tanaman peperomia pellucida dapat di manfaatkan sebagai obat tradisonal Peperomia pellucida digunakan dalam obat tradisional untuk pengobatan batuk, pitta, konstipasi, penyakit ginjal, infeksi saluran, kekurusan dan edema (Majumder, dkk., 2011), (Ngueguim, dkk., 2013), (Roslida dan Aini, 2009), (Narayanamoorthi, dkk., 2015). Di Indonesia tanaman ini digunakan untuk pengobatan demam, luka memar dan penyakit kulit (Susilawati, dkk., 2015), (Hartati, dkk., 2015), Kurniawan, dkk., 2016).

Umumnya, penelitian berkaitan dengan terapi tanaman bertujuan untuk mengkarakterisasi senyawa aktif dari menanam untuk bukti ilmiah sifat terapeutik mereka (Naidu, 1999).

Beberapa peneliti telah melakukan screening fitokimia dan membuktikan bioaktivitas tanaman tersebut. Senyawa yang terkandung di dalam Peperomia pellucida yaitu alkaloid, tanin, saponin, poifenol, dan minyak atsiri (Azmir, dkk., 2013). Keberadaan senyawa- senyawa tersebut memicu tanaman ini memiliki banyak bioaktivitas yang bermanfaat bagi manusia (Padua, dkk., 1999), (Bucar, dkk., 2013).

TAKSONOMI DAN BOTANI.

Tumpangan air ( Peperomia pellucida ) adalah tumbuhan yang berasal dari Amerika tropis.

Tumbuh liar di tempat yang lembab, seperti pekarangan rumah, saluran air dan taman dengan ukuran 20-40 cm. Tumpangan air berasal dari kingdom Plantae, Ordo: Piperales, family:

Piperaceae, genus: Peperomia, species:

Peperomia pellucida (Manokari, dkk., 2016).

SENYAWA METABOLIT SEKUNDER Akar, Batang, Daun ( Keseluruhan tanaman)

Isolasi senyawa juga di lakukan pada bagian keseluruh tanaman (daun, batang, akar) kering (500 g) diekstraksi dengan EtOH (2,5 L 3) pada suhu kamar dengan bantuan mesin supersonik dan menghasilkan sekitar 32 g residu. Isolasi menggunakan metode NMR dan MS, sehingga di peroleh senyawa sebagai berikut [1] 2-Methylene- 3-[(3′,4′,5′-trimethoxyphenyl)(5′′-methoxy-3′′,4′′- methylenedioxyphenyl)methyl]butyrolactone, [2]

2,3-trans-2-Methyl-3-[(3′-hydroxyl-4′,5′-

dimethoxyphenyl)(5′′- methoxy-3′′,4′′- methylenedioxyphenyl)methyl]butyrolactone, [3]

7,8-trans-8,8′-trans-7′,8′-cis-7-(5-Methoxy-3,4- methylenedioxyphenyl)-7′-(4-hydroxy-3,5- dimethoxyphenyl)-8-acetoxymethyl-8′-

hydroxymethyltetrahydrofuran, [4] 7,8-trans-8,8′- trans-7′,8′-cis-7,7′-(4-Hydroxyl-3,5-

dimethoxyphenyl)-8,8′-

diacetoxymethyltetrahydrofuran, [5] 5,6,8- Trimethoxy-4-(2,4,5-trimethoxyphenyl)-3,4-

dihydro-1(2H)- naphthalenone (Su Xu , dkk., 2006):

(3)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 23

H3CO

OCH3

R3

OCH3

O R1

H O R2

O O

2 1

4 5

3 6

1"

3"

2"

4"

5'

2' 1' 3'

4' 6'

5"

6"

1 R1 : CH3 R2 :CH3 R3 : OCH3 2 R1 : H R2 :CH3 R3 : OH

OCH3

HO

H3CO

O

R1

R2

OCH3

R3O OAc

1 3 2

4

5 7 6

8

9 1'

3' 4'

5' 6'

7'

8' 9' 2'

3 R1 : OCH3 R2 :OH R3 : H 4 R1 : OCH3 R2 :OH R3 : Ac

O

H3CO

OCH3 OCH3

OCH3

H3CO OCH3

1' 2'

3' 4' 5'

1 2

4 3 5 6 7

8 9

10

6'

5

Daun dan Batang

Isolasi senyawa di lakukan pada bagian daun dan batang tanaman kering P. pellucida (3,5 Kg) diekstraksi tiga kali selama 3 hari, pertama dengan heksana (20 L), kemudian diklorometana (20 L) dan akhirnya metanol (20 L) pada suhu kamar (22

± 2 ° C). Isolasi menggunakan metode NMR dan MS, sehingga di peroleh senyawa sebagai berikut [6] Dillapiole (Rojas-Martínez, dkk., 2013):

Daun

Isolasi senyawa juga di lakukan pada bagian daun kering (4,5 kg) dari P. pellucida secara berturut-turut diekstraksi dalam peralatan Soxhlet dengan n-hexane, EtOAc, n-BuOH dan EtOH.

Isolasi menggunakan metode spektroskopi dan perbandingan dengan senyawa terkait yang

dilaporkan sebelumnya. Sehingga diperoleh senyawa [7] (S)-2-methyl-2-(4-methylpent-3-enyl)- 6-(propan-2-ylidene)-3,4,6,7-tetrahydropyrano[4,3- g]chromen-9(2H)-one, [8] pellucidin A, [9]

Pheophytin, [10] β-sitostrol-D-glicopyran, [11]

3’,4’, Dihydroxy-3-5-dimethoxy flavone7-O-β- rhamnose (Susilawati, dkk., 2015), (Bayma, dkk., 2000), (Hartati, dkk., 2015), Kurniawan, dkk., 2016).

O

O

O

7

8 8a 2

6'

1' 3'

4' 7'

5' 4

4a 5 6

9 7 1"

2"

3" 4"

5"

NH H H

H

H

N

H

HN

O O

N H

O O

H A

B C

D

E

9

O O

H3CO H3CO

H2C CH

CH3

6

MeO

OMe

H H H H

H

H OMe

OMe OMe OMe

8

(4)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 24

H

O

OH OH

HO H

HO H

H

H

10

O HO

H3C

HO OH H

OCH3 O

O

H OH

OH

H OCH3

H H

11 FARMAKOLOGI Aktivitas Antioxidant

Antioksidan merupakan molekul yang dapat menstabilkan radikal bebas atau menghentikan reaksi radikal bebas dalam tubuh makhluk hidup, dengan cara memberikan elektronnya (Wahlqvist, 2019), (Molyneux, 2004), (Bondet, 1997).

Antioksidan dapat dilakukan secara kuantitatif menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2- pikrilhidrazil) (Sharma dan Tej, 2009), (Mishra, dkk., 2012). Ekstrak metanol P. pellucida dengan menggunakan metode DPPH memiliki aktivitas Pada konsentrasi 0.625 ppt, ekstrak tumbuhan ditemukan untuk menghambat 30% DPPH, radikal bebas (Mutee, dkk., 2010), (Wei, dkk., 2012). Pada konsentrasi 1 mg/ml LC50 ekstrak metanol, fraksi n-heksan, fraksi EA, fraksi butanol dan air masing- masing 0.0907, 0.2138, 0.4525, 0.1261 dan 0.2019μg/ml. Sedangkan kontrol positif asam askorbat, BHA dan α-tocopherol masing-masing 0.0843, 0.0370 dan 0.6800 μg/ml. Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak maupun fraksi. Pada konsentrasi 0,8 mg/ml ekstrak metanol, fraksi n-heksan, fraksi EA, fraksi butanol dan air masing-masing 0.341, 0.478, 0.420, 0.495dan 0.297μg/ml. Sedangkan kontrol positif asam askorbat, BHA dan α-tocopherol masing- masing 0.173, 0.326dan 0.133μg/ml. Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak

79.0±0.50, 87.3±0.11, 74.0±0.52 μg/ml. Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak maupun fraksi (Phongtongpasuk dan Poadang, 2011).

Aktivitas Antimikroba

Antimikroba berfungsi melawan pertumbuhan baik pada bakteri, jamur maupun mikroba jenis lainnya (Zasioff, 2002), yang kebanyakan diperoleh dari tanaman (Rıos dan Recio, 2005), (Cowan, 1999). Pengujian antimikroba dapat dilakukan secara in vitro dengan metode difusi agar (Zaidan, dkk., 2005). Ekstrak metanol tanaman P. pellucida Pada konsentrasi 200mg/ml, Staphylococcus aureus 10 mm, Escherichia coli 10 mm, Bacillus subtilis 10 mm, Pseudomonas Aeruginosa 12 mm, Klebsiellae pneumonae 10 mm, Salmonella typhi 10 mm, Candida albicanas 16 mm, Aspergillus nige 14 mm, Rhizopus 18 mm, Penicillum notatum 12 mm. kontrol positif {Gentamicin pada 10 mg / ml untuk bakteri atau Tioconazole, dengan masing- masing bakteri Staphylococcus aureus 38 mm, Escherichia coli 34 mm, Bacillus subtilis 36 mm, Pseudomonas Aeruginosa 36 mm, Klebsiellae pneumonae 34 mm, Salmonella typhi 30 mm, Candida albicanas 26 mm, Aspergillus nige 24 mm, Rhizopus 22 mm, Penicillum notatum 22 mm.

Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak.

Ekstrak n Heksan padatanaman P. Pellucida dengan konsentrasi 200mg/ml, Staphylococcus aureus 16 mm, Escherichia coli 16 mm, Bacillus subtilis 16 mm, Pseudomonas Aeruginosa 18 mm, Klebsiellae pneumonae 16 mm, Salmonella typhi 18 mm, Candida albicanas 20 mm, Aspergillus nige 18 mm, Rhizopus 14 mm, Penicillum notatum 12 mm. kontrol positif {Gentamicin pada 10 mg / ml untuk bakteri atau Tioconazole, dengan masing- masing bakteri Staphylococcus aureus 38 mm, Escherichia coli 36 mm, Bacillus subtilis 34 mm, Pseudomonas Aeruginosa 36 mm, Klebsiellae pneumonae 34 mm, Salmonella typhi 36 mm, Candida albicanas 24 mm, Aspergillus nige 26 mm, Rhizopus 24 mm, Penicillum notatum 26 mm.

Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak.

Ekstrak EA Pada tanaman P. Pellucida dengan konsentrasi 200mg/ml, Staphylococcus

(5)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 25 maupun fraksi (Oloyede, dkk., 2011). Pada

konsentrasi 1 mg/ml LC50 ekstrak metanol, ekstrak klorofom, ekstrak petroleum eter masing-masing 0,083000, 0,160333, 0,829000 μg/ml. Sedangkan kontrol positif BHT 0,027000 μg/ml. Hal ini menunjukan bahwa ekstrak > dari kontrol positif (Ajila, dkk., 2012). Pada konsentrasi 1 mg/ml LC50

ekstrak metanol, fraksi butanol, fraksi EA, 150±5.60 , 240±24.30, 110±10.60 μg/ml.

Sedangkan kontrol positif masing-masing

Pseudomonas Aeruginosa 36 mm, Klebsiellae pneumonae 34 mm, Salmonella typhi 36 mm, Candida albicanas 24 mm, Aspergillus nige 26 mm, Rhizopus 24 mm, Penicillum notatum 26 mm.

Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak.

Ekstrak butanol Pada tanaman P. pellucida dengan konsentrasi 200mg/ml, Staphylococcus aureus 14 mm, Escherichia coli 22 mm, Bacillus subtilis 12mm, Pseudomonas Aeruginosa 20 mm, Klebsiellae pneumonae 14 mm, Salmonella typhi 16 mm, Candida albicanas 20 mm, Aspergillus nige 14mm, Rhizopus 20 mm, Penicillum notatum 18 mm. kontrol positif {Gentamicin pada 10 mg / ml untuk bakteri atau Tioconazole, dengan masing- masing bakteri Staphylococcus aureus 38 mm, Escherichia coli 36 mm, Bacillus subtilis 34 mm, Pseudomonas Aeruginosa 36 mm, Klebsiellae pneumonae 34 mm, Salmonella typhi 36 mm, Candida albicanas 24 mm, Aspergillus nige 26 mm, Rhizopus 24 mm, Penicillum notatum 26 mm.

Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak.

Ekstrak Air pada tanaman P. Pellucida dengan konsentrasi 200mg/ml, Staphylococcus aureus 14 mm, Escherichia coli 12 mm, Bacillus subtilis 10mm, Pseudomonas Aeruginosa 18 mm, Klebsiellae pneumonae 20 mm, Salmonella typhi 14 mm, Candida albicanas 14 mm, Aspergillus nige 16mm, Rhizopus 12 mm, Penicillum notatum 12 mm. kontrol positif {Gentamicin pada 10 mg / ml untuk bakteri atau Tioconazole, dengan masing- masing bakteri Staphylococcus aureus 38 mm, Escherichia coli 36 mm, Bacillus subtilis 34 mm, Pseudomonas Aeruginosa 36 mm, Klebsiellae pneumonae 34 mm, Salmonella typhi 36 mm, Candida albicanas 24 mm, Aspergillus nige 26 mm, Rhizopus 24 mm, Penicillum notatum 26 mm.

Hal ini menunjukan bahwa kontrol positif > dari ekstrak (Oloyede, dkk., 2011). Nilai konsentrasi penghambatan minimum (MIC) berkisar dari 31,25

aureus 14 mm, Escherichia coli 10 mm, Bacillus subtilis 16 mm, Pseudomonas Aeruginosa 14 mm, Klebsiellae pneumonae 18 mm, Salmonella typhi 14 mm, Candida albicanas 14 mm, Aspergillus nige 16 mm, Rhizopus 18 mm, Penicillum notatum 20 mm. kontrol positif {Gentamicin pada 10 mg / ml untuk bakteri atau Tioconazole, dengan masing- masing bakteri Staphylococcus aureus 38 mm, Escherichia coli 36 mm, Bacillus subtilis 34 mm,

P. Aeruginosa (10.2mm – 12.24mm). Ekstrak etanol menunjukkan penghambatan tertinggi di P.

aeruginosa (13.4mm – 19.6mm) diikuti oleh Proteus mirabilis (10.2mm – 18.2mm) dan yang paling sedikit ada di Escherichia coli (0.0 mm – 12.2mm). Hasilnya menunjukan bahwa ekstrak etanol lebih baik dari pada air sebagai pelarut untuk ekstraksi P. Pellucida, ekstrak air menunjukan aktivitas penghambatan tertinggi pada Proteus mirabilis dan P.aeruginosa, ekstraksi P. pellucida menunjukkan aktivitas penghambatan tertinggi pada E. Coli (Akinnibosun dan German, 2008).

Ekstrak metanol P. pellucida menunjukan kista Acanthamoeba, terdeteksi oleh pewarna pewarna toluidine ditunjukkan di bawah cahaya mikroskop, di IC50 29,28 ± 3,64% (Sangsuwon , dkk., 2015).

Aktivitas Antikanker

Antikanker merupakan obat dengan kandungan senyawa yang dapat mencegah dan mengobati jaringan sel dalam tubuh (Beljanski, dkk., 2005). Pengujian antikanker dapat dilakukan secara in vitro menggunakan metode MTT (3-[4,5- dimethylthiazol-2-yl]-2,5- dipheniltetrazolium bromide) (Liu, dkk., 1997), (Abe dan Matsuki, 2007), dengan menentukan aktivitas mitokondria (eerloo, dkk., 2011). Ekstrak metanol P. pellucida pellucida memiliki aktivitas antikanker dengan konsentrasi penghambatan setengah maksimal (IC50) 10,4 ± 0,06 μg / ml(Wei, dkk., 2011).

Aktivitas Analgesik

Aktivitas analgesik diuji dengan (n = 10) menggunakan asam asetat. Ekstrak air P. pellucida pellucida memiliki aktivitas Analgesik dengan tes hot plate dosis terbaik adalah 100 mg / kg LD50 menunjukkan toksisitas rendah (Blank, dkk., 2004).

Ekstrak metanol P. Pellucida memiliki aktivitas analgesik Secara oral saat memulai dosis dari 70 hingga 210 mgrkg, menunjukkan aktivitas

(6)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 26 hingga 125 mg / l di mana ekstrak tumbuhan

ditemukan untuk menghambat pertumbuhan Edwardsiella tarda, Escherichia coli, Flavobacterium sp., Pseudomonas aeruginosa dan Vibrio cholerae pada 31,25 mg / l; Klebsiella sp., Aeromonas hidrofila dan Vibrio alginolyticus pada 62,5 mg / l; dan itu mampu mengendalikan pertumbuhan Salmonella sp. dan Vibrio parahaemolyticus pada 125 mg / l (Wei, dkk., 2011). Ekstrak air menunjukkan bahwa E. coli (17,4 mm-21,2 mm) P. Mirabi lis (12,4 mm-15 mm) dan mg / kg of water extract, but highest at a concentration of 400 mg / kg (Blank, dkk., 2004).

Aktivitas Antimalaria

Aktivitas antimalaria terhadap Plasmodium falciparum dan analisis fotokimia consituen dari ekstrak P. pellucida. Uji aktivitas antimalaria menggunakan metode Desjardin. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan maseration wuth methanol sebagai pelarut dan fraksinasi menggunakan metode partisi. Aktivitas antimalaria ekstrak n-heksana, etil asetat dan air menunjukkan nilai IC50 masing-masing adalah 12,80, 2,90 dan 10,74 mg / mL (Bialangi, dkk., 2016) .

SIMPULAN

Tanaman P. pellucida merupakan tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di beberapa daerah di Indonesia. Senyawa metabolit sekunder dari tanaman ini telah diisolasi dari akar, batang dan daunnya. Beberapa aktivitas biologis yang dilaporkan telah memperkuat fakta–fakta ilmiah bahwa tanaman ini memiliki aspek farmakologi yang baik. Penelitian lebih lanjut terkait keamanan dan penggunaan dosis yang tepat perlu dilakukan. Selain itu, penelitian mengenai isolasi senyawa metabolit sekunder lain, masih perlu dilanjutkan guna mengetahui senyawa - senyawa yang berpotensi memiliki fungsi dalam aspek farmakologi.

analgesik yang signifikan pada asam asetat yang diinduksi pada tikus (Aziba, dkk., 2001).

DAFTAR PUSTAKA

HuaYX, SFLiu, ZQ Yang.Chinese Bencao.

Shanghai: Shanghai Science & Technology Press, 1999 : 422.

Speciesin Gunung Halimun Salak Nationa lPark, West Java, A Check listIncluding Sundanese Names, Distribution, and Use. Bogor Barat, Indonesia : CIFOR, 2010 : 143.

Ahmad, I., Beg, A.Z., 2001. Antimicrobial and phytochemical studies on 45 Indian medicinal plants against multi-drug resistant human pathogens. Journal of Ethnopharmacology 74 (2), 113-123.

P. Majumder, P. Abraham and V. Satya, Ethno- medicinal, phytochemical and pharmacological review of an amazing medicinal herb Peperomia pellucida (L.) HBK. Res. J. Pharm.

Biol. Chem. Sci., 2, 358–364 (2011).

Ngueguim, Khan Parvez, Donfack, , Tewar Deepshikha, Dimo Theophile, Kamtchouing Pierre, Maurya Rakesh, Chattopadhyay Naibedya, Ethanol extractof Peperomia pellucida (Piperaceae) promotes fracture healing by ananabolc effect onosteoblasts.

Journal of Ethnopharmacology, 2013.

Roslida AH and Aini Noor, Evaluation of gastroprotective effects of the ethanolic extract of peperomia pellucida (L) kunth.

Pharmacology online 2: 678-686 (2009).

V. Narayanamoorthi, K.Vasantha2, R. C. Rency and A. Maruthasalam , GC MS determination of bioactive components of Peperomia pellucida (L.) Kunth. Bioscience Discovery, 6(2):83-88, July – 2015.

Yasmiwar Susilawati, Ricky Nugraha , Ahmad Muhtadi, Supriyatna Soetardjo and Unang Supratman, (S)-2-Methyl-2-(4-methylpent-3- enyl)-6-(propan-2-ylidene)-3,4,6,7

tetrahydropyrano[4,3-g]chromen-9(2H)-one.

Molbank 2015, M855; doi:10.3390/M855.

Sri Hartati, Marissa Angelina, Indah D. Dewiyanti, Lia Meiliawati, Isolation and Characterization Compounds From Hexane and Ethyl AcetateFractions of Peperomia pellucida The journal of tropical life science vol. 5, NO. 3, pp. 117-122, September, 2015

(7)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 27 Agus Kurniawan, Fadlina Chany Saputri, Rissyelly,

Islamudin Ahmad, and Abdul Mun’im, Isolation of Angiotensin Converting Enzyme (ACE) Inhibitory Activity Quercetin from Peperomia pellucida. International Journal of PharmTech Research Vol.9, No.7, pp 115-121, 2016

Naidu, G.R.K., Denschlag, H.O., Mauerhofer, E., Porte, N., Balaji, T., 1999. Determination of macro, micronutrient and trace element concentrations in Indian medicinal and vegetable leaves using instrumental neutron activation analysis. International Journal of Applied Radiation and Isotopes 50, 947e953.

Azmir J, Zaidul ISM, Rahman MM, Sharif KM, Mohamed A, Sahena F, et al. Techniques for extraction of bioactive compounds from plant materials: A review. J Food Engin 2013; 117:

426–436.

L.S. de Padua, N. Bunyapraphatsara and R.H.M.J.

Lemmens (Edits.). Plant Resources of South- East Asia, 12(1). Medicinal and poisonous plants 1, Backhuya Publishers, Leiden (1999).

Bucar F, Wube A, Schmid M. Natural product isolation-how to get from biological material to pure compounds. Nat Prod Rep 2013; 30: 525–

545.

Manokari M, Ravindran CP, Mahipal S Shekhawat, Biosynthesis and characterization of zinc oxide nanoparticles using plant extracts of Peperomia pellucida L. and Celosia argentea L.

International Journal of Botany Studies, 2016 Su Xu, Na Li, Meng-Meng Ning, Cai-Hong

Zhou, Qiao-Rong Yang, and Ming-Wei Wang, Bioactive Compounds from Peperomia pellucida. J. Nat. Prod. 2006, 69, 247-250.

Raúl Rojas-Martínez , Jesús Arrieta 1, Leticia Cruz-Antonio , Daniel Arrieta-Baez, Antonio Magdiel Velázquez-Ménde, and María Elena Sánchez-Mendoza, Dillapiole, Isolated from Peperomia pellucida, Shows Gastroprotector Activity against Ethanol-Induced Gastric Lesions in Wistar Rats. Molecules 2013, 18, 11327-11337.

Joaquim de C. Bayma, Mara Silvia P. Arruda, Adolfo H. MuÈ ller, Alberto C.

Arruda,Williams C. Canto, A dimeric ArC2 compound from Peperomia pellucida.

Phytochemistry 55 (2000) 779-782.

M. L. Wahlqvist “Antioxidant relevance to human health,” Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition Mini Review, vol. 22, pp. 171-176, 2013.

P. Molyneux, “The use of the stable free radical diphenylpicrylhydrazyl (DPPH) for estimating antioxidant activity,” Journal of Science Technology, vol. 26, pp. 211-219, 2004.

V. Bondet, W. B. Williams, and C. Berset,

“Kinetics and mechanisms of antioxidant activity using the DPPH free radical method”

Lebensmittel-Wissenschaft and Technologie, vol. 30, pp. 609-615, 1997.

Om. P. Sharma, and Tej K. Bhat, “DPPH antioxidant assay revisited,” Journal of Food Chemistry, vol. 113, pp. 1202-1205, 2009.

K. Mishra, Ojha, and N. K. Chaudhury,

“Estimation of antiradical properties of antioxidants using DPPH Assay: A critical review and results,” Food Chemistry, vol. 130, pp. 1036- 1043, 2012.

Mutee, A.F., Salhimi, S.M., Yam, M.F., Lim, C.P., Abdullah, G.Z., Ameer, O.Z., Abdulkarim, M.F., Asmawi, M.Z., In vivo anti-inflammatory and In vitro antioxidant activities of Peperomia pellucida, Int. J. Pharmacol., Vol. 6, pp. 686- 690, 2010.

Lee Seong Wei, Wendy Wee, Julius Yong Fu Siong, and Desy Fitrya Syamsumir, Characterization of Anticancer, Antimicrobial, Antioxidant Properties and Chemical Compositions of Peperomia pellucida Leaf Extract. 2011.

Ganiyat K.Oloyede, Patricia A. Onocha and Bamidele B. Olaniran, Phytochemical, toxicity, antimicrobial and antioxidant screening of leaf extracts of Peperomia pellucida from Nigeria.

Advances in Environmental Biology, 5(12):

3700-3709, 2011.

J.M. Ajila, G.K. Oloyede,Vernonia amygdalina leaf extracts : a source of non-cytotoxic antioxidant agents. 2012.

Siriporn Phongtongpasuk , and Sarinya Poadang, Extraction of antioxidants from Peperomia pellucida L. Kunth. Research Article.

M. Zasioff, “Antimicrobial peptides of multicellular organisms,” Nature, vol. 415, pp.

389-395, 2002

(8)

JURNAL ILMU KESEHATAN DAN FARMASI Vol. 1 No. 1 Page 28 J. L. Rıos, and M. C. Recio, “Medicinal plants and

antimicrobial activity,” Journal of Ethnopharmacology, vol. 100, pp. 80- 84, 2005.

M. M. Cowan, “Plant products as antimicrobial agents,” Clinical Microbiology Reviews, vol.

12, pp. 564-582, 1999.

M. R. S. Zaidan, A. N. Rain, A. R. Badrul, A.

Adlin, A. Norazah, and I. Zakiah, “In vitro screening of five local medicinal plants for antibacterial activity using disc diffusion method,” Tropical Biomedicine, vol. 22, pp.

165–170, 2005.

H. A. Akinnibosun, E. B. German, Antibacterial activity of aqueous and ethanolic laef extracts of peperomia pellucida (L.) H. B. Dan K ( Piperaceae) on three gram-nagative bacteria isolates. Science world journal vol 3 (no 4) 2008.

Chanyapat Sangsuwon, Weena Jirujchariyakul, and Kosol Roongruangchai, Chemical constituents and antiamoebic of methanolic fraction from Peperomia pellucida (Linn.)Kunth. Applied Mechanics and Materials Vol 709 (2015).

V. Beljanski, L. G. Marzilli, and P. W. Doetsch,

“DNA damage-processing pathways involved in the eukaryotic cellular response to anticancer DNA cross-linking drugs,” Molecular Pharmacology, vol. 65, pp. 1496-1506, 2005.

Y. Liu, D. A. Peterson, H. Kimura, and D.

Schubert, “Mechanism of cellular 3-(4,5- dimethylthiazol-2-yl)- 2,5-diphenyltetrazolium bromide (MTT) reduction,” Journal of Neurochemistry, vol. 69, pp. 581-593, 1997.

K. Abe and N. Matsuki, “Measurement of cellular 3-(4,5- dimethylthiazol-2-yl)-2,5- diphenyltetrazolium bromide (MTT) reduction activity and lactate dehydrogenase release using MTT,” Neuroscience Research, vol. 38, pp.

325–329, 2000.

J. van Meerloo, GJ. Kaspers, and J. Cloos, “Cell sensitivity assays: the MTT assay,” Methods Molecular Biology, vol. 731, pp. 237-245, 2011.

Koster, R., Anderson, M., De Beer, E.J., 1959.

Acetic acid for analgesic screening. Federation Proceedings 18, 412–416.

Maria de Fátima Arrigoni-Blank, Elena G.

Dmitrieva, Elaine Maria Franzotti, Angelo Roberto Antoniolli, Márcio Roberto Andrade, Murilo Marchioro, Anti-inflammatory and

analgesic activity of Peperomia pellucida (L.)HBK (Piperaceae). Journal of Ethnopharmacology 91 (2004) 215–218.

Peter I. Aziba , A. Adedeji, M. Ekor, O. Adeyemi, Analgesic activity of Peperomia pellucida aerial parts in mice. Fitoterapia, vol.72, 57-58, 2001.

Nurhayati Bialangi, Moh. Adam Mustapa2, Yuszda K. Salimi, Ari Widiantoro ,dan Boima Situmeang, Antimalarial activity and phitochemical analysis from Suruhan (Peperomia pellucida) extract. Vol. 8, No. 3, Desember 2016, 183-187.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penggantian pasir dengan limbah marmer dan pengantian PC dengan serbuk zeolit terhadap kuat tekan, penyerapan air

Analisis pemerintahan dalam pelayanan publik dengan sistem informasi desa dan kawasan pemalang (SIDEKEM) studi kasus di Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang

Puji Syukur kehadirat Allah SWT penulis ucapkan, atas berkat dan rahmat-Nya yang telah melimpahkan kepada penulis, sehingga penulis dapat menyusun dan

Justeru pentafsiran makna secara batin (dalaman) digunakan supaya dapat merungkai makna yang sebenar bagi sesuatu istilah yang disampaikan. Manakala keabsahan sesuatu ejaan

Sikap positif ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum ringan 15 (62,5%), emesis gravi- darum sedang 6 (25%) dan emesisi gravidarum berat 3 (12,5%) sedangkan sikap negative ibu

Setelah dilakukan penelitian terhadap pompa air tenaga termal menggunakan membran, maka dapat diketahui nilai maksimum dari rata – rata efisiensi evaporator sebesar 49,13 %

memahami. 2) Jika harga sig (2-tailed) <0,05, terdapat perbedaan yang signifikan antara skor posttest kelompok kontrol dan kelompok eksperimen dengan kata

Target utama fase inception adalah memahami cakupan dan tujuan proyek serta memperoleh cukup informasi yang bisa mengkonfirmasi bahwa kita harus jalan terus (atau