• Tidak ada hasil yang ditemukan

MASALAH GIZI (KEP & GAKI)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MASALAH GIZI (KEP & GAKI)"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

MASALAH GIZI (KEP & GAKI)

DIAN KHOLIKA HAMAL Sesi 14

(2)

• Mahasiswa mampu menjelaskan penyebab masalah gizi (GAKY & KEP)

• Mahasiswa mampu menjelaskan prevalensi masalah gizi (GAKY &

KEP)

• Mahasiswa mampu menjelaskan indikator masalah gizi (GAKY & KEP)

• Mahasiswa mampu menjelaskan cut off point masalah gizi (GAKY &

KEP)

• Mahasiswa mampu menjelaskan kelompok rentan masalah gizi (GAKY

& KEP)

• Mahasiswa mampu menjelaskan pencegahan & program penanggulangan masalah gizi (GAKY & KEP)

(3)
(4)
(5)

KEP

• Suatu keadaan kekurangan gizi yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi energi dan protein dalam makanan sehari-hari

• Konsumsi energi dan zat gizi tdk memenuhi AKG sehari

(6)

Penyebab KEP

• Langsung  Asupan makanan yang tdk cukup

• Sekunder

Penyekit infeksi

Malabsorbsi

Gangguan utilisasi

Kebutuhan yang meningkat

(7)

Penyebab

• Host (anak)

Kemampuan anak belum sesuai

Kebutuhan gizi/kg BB meningkat

Penularan penyakit

Sosial budaya

• Agent

Infeksi

Campak

Diare, dll

• Environment

Sosial ekonomi rendah

Faktor biologis ibu sewaktu hamil

(8)
(9)
(10)

Cara Menilai Status Gizi

• Biofisik

• Biokimia

• Klinik

• Antropometri

(11)

Cara Penentuan KEP

• Klasifikasi Gomez

• Klasifikasi McLaren

• Klasifikasi Wellcome

• Klasifikasi WHO

(12)

Klasifikasi Gomez

Klasifikasi % BB/U

Normal 91 – 110

Mildly underweight 76 – 90 Moderate underweight 61 -- 75 Severely underweight < 60

(13)

Klasifikasi McLaren

Klasifikasi % BB/U

Overweight >= 109

Normal 90 -- 109

Underweight, mild 85 -- 89

Undernourished, moderate 75 -- 84 Undernourished, severe < 75

(14)

Klasifikasi Wellcome

% TB/U % BB/TB

>= 85 < 85

>= 90 Normal Wasted

< 90 Stunted Stunted and Wasted

(15)

Klasifikasi WHO

Klasifikasi (BB/U) Z Score

Lebih > 2 SD

Normal -2 SD s.d. 2 SD

Kurang -3 SD s.d. -2 SD

Buruk < -3 SD

(16)

Marasmus

(17)

Marasmus

• Dominan kekurangan energi

Aktifitas fisik menurun

Pertukaran sel melambat

Kekebalan tubuh menurun

• Timbul pada semua umur

• Pertumbuhan terhambat

• Sangat kurus  little old man, monkey face

(18)

Tanda klinis marasmus

• Tampak sangat kurus

• Wajah sperti org tua

• Iga gambang dan perut cekung

• Otot paha mengendor (BaggyPant)

• Mengecilnya (atrofi) otot lengan dan tungkai

(19)

Marasmus

Wajah spt orang tua

Rambut masih hitam

Iga gambang, sangat kurus

Atrofi otot,

Lemak sangat tipis/habis

(20)

Kwashiorkor

• Dominan kekurangan protein  ketidakseimbangan elektrolit akibat melemahnya pompa Na/K

Na di dalam sel meningkat

K dalam sel keluar masuk ke dalam aliran darah dan dieksresikan

• Oedema

• Timbul pada usia 1—3 tahun

• Pertumbuhan terhambat

• Moon face, apatis

(21)
(22)

Gejala Kwashiorkor

• Perumbuhan terganggu

• TB & BB kurang

• Wajah membulat dan sembab

• Perubahan mental mjd apatis

• Edema ringan – berat (muka sembab, punggung kaki dan perut membuncit)

• Gejala gastrointestinal

• Anoreksi

• Mual

• Muntah

• Diare

• Kadang intoleransi laktosa

• Perubahan rambut mjd mudah dicabut, kusam kering, halus, & berubah warna mjd putih

• Kulit kering, hiperpigmentasi & dan bersisik

• Penurunan massa otot

• Gangguan fungsi hati, ginjal dan enmia

• Syok berat, koma dan berakhir kematian

(23)
(24)
(25)

Marasmik-Kwashiorkor

• Gambar klinik merupakan campuran dan beberapa gejala kwashiorkor dan marasmur, dgn BB/U < 60% baku median WHO-NCHS disertai

oedema yang tdk mencolok

• Gambaran klini  marasmus

(26)
(27)

Komplikasi Gizi Buruk Pada Balita

• Kondisi gizi buruk akan mempengaruhi banyak organ dan sistem karena terjadi defisiensi asupan makro/mikro nutrien lain yang

sangat diperlukan bagi tubuh.

AKIBATNYA

Gizi buruk akan melemahkan sistem pertahanan tubuh terhadap kuman penyakit maupun pertahanan mekanik sehingga mudah

terkena infeksi.

(28)

Pada kondisi akut, gizi buruk dapat mengancam jiwa karena berbagai disfungsi yang dialami,

Hipotermia (mudah kedinginan) karena jaringan lemaknya tipis, hipoglikemia (kadar gula dalam darah yang dibawah kadar

normal), dan kekurangan elektrolit penting serta cairan tubuh.

(29)

Dampak jangka pendek

dan jangka panjang gizi buruk terhadap perkembangan anak dampak jangka pendek

Anak menjadi apatis, mengalami gangguan bicara dan gangguan

perkembangan yang lain.

(30)

Dampak jangka panjang

1. Penurunan skor tes IQ,

2. Penurunan perkembangn kognitif, 3. Penurunan integrasi sensori,

4. Gangguan pemusatan perhatian,

5. Gangguan penurunan rasa percaya diri dan merosotnya prestasi akademik di sekolah.

(31)

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK

Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan laboratorium : albumin, creatinine, dan

nitrogen. Elektrolit, Hb, Ht, transferin.

(32)

PENATALAKSANAAN TERAPEUTIK

Diit tinggi kalori, protein, mineral, dan vitamin Pemberian terapi cairan dan elektrolit

Penanganan diare bila ada; cairan, antidiare dan antibiotik.

(33)

PENGANTAR

• Zaman Yunani Kuno telah dikenal pengobatan gondok dengan rumput laut dan karang yang dibakar

• Gondok: pembesaran kelenjar thyroid sebagai akibat mekanisme adaptasi penyesuaian tubuh dari mempertahankan fungsi kelenjar tersebut.

(34)

GAKY

Sekumpulan gejala yang dapat diakibatkan oleh kekurangan iodium kronis pada tumbuh kembang manusia (Depkes RI, 1997)

(35)

GAKY

• Dapat terjadi pd semua kelompok umur dan itngkat ekonomi

• GAKY umumnya tdk menimbulkan kematian

• IQ rendah

(36)

PENYEBAB GAKY

Lingkungan (tanah dan air) miskin Iodium

Asupan makanan source Fe↓

Konsumsi goitrogenik  (singkong, jagung, rebung, ubi jalar)  kebutuhan Iodium meningkat 2x lipat

(37)

Penyebab GAKY

• Kekurangan Iodium

Rendahnya intake yodium

Zat goitrogenik dalam makanan

Rendahnya kadar yodium dalam bahan pangan dan air

(38)

Cara penggunaan garam menurunkan kandungan yodium

• Dibubuhkan pada saat masakan mendidih  kadar KIO3 pada suhu panas akan hilang atau berkurang

• Bila makanan dalam kondisi asam  makin asam makanan makin mudah menghilangkan KIO3 dalam makanan tersebut

(39)

Rendahnya Intake Yodium

• Kandungan yodium makanan & intake yodium total sangat bervariasi,

 tergantung geokimiawi tanah

• Asupan yodium tumbuhan, sumber makanan pokok, serta bahan pangan hewani  ikut terpengaruh

• kandungan yodium dapat berkurang/menyusut selama proses pengolahan.

(40)

Rendahnya Kadar Yodium dalam Sumber Bahan Pangan dan Air

• Proses erosi tanah  terkikisnya yodium dlm tanah

• Tanah yang tidak dapat menampung /menyimpan air,  yodium meresap ke lapisan tanah yang lebih dalam  akar tanaman pangan tidak dapat menjangkau

• Over eksploitasi tanah dan pencemaran limbah pada tanah pertanian

(41)

Faktor Blocking Agent

• Penggunaan pupuk dan pestisida yang berlebihan

• Penggunaan bahan makanan tambahan (“food additive”) yang berlebihan (menghambat pemanfaatan yodium oleh kelenjar thyroid)

(42)

Kekurangan selenium

• Konsumsi kurang atau kandungan selenium dalam bahan makanan dan air minum kurang

• selenium merupakan komponen esensial dari enzim iodotironin 5- deiodinase menghambat pembentukan t3 dari t4  TSH rendah

(43)

Pencemaran logam berat

• Menghambat pemanfaatan yodium

• Logam berat membentuk ikatan yang kuat dengan senyawa kompleks yang sulit dipecahkan (fenomena blocking agent)  yodium dalam tubuh tidak dapat digunakan untuk pembentukan hormon tiroid.  berkurangnya hormon tiroid  meningkatnya kadar TSH

(44)

Defisiensi protein

• Dalam kelenjar gondok, tiroksin dan triiodotironin bergabung dalam sebuah molekul protein membentuk thyroglobulin dan merupakan bentuk yodium untuk disimpan.

(45)

Penyebab lain

6. Defisiensi Vitamin A: menurunkan sintesa hormon tiroid 7. Defisiensi Zat Besi

8. Yodium Ekses (Kelebihan Konsumsi Yodium)  Yodium dosis tinggi menghambat efek stimulasi normal TSH terhadap proteolisis tiroglobulin sehingga mengganggu sekresi hormon tiroid.

(46)

Penilaian GAKY

Pengukuran Kelenjar Gondok

• - Palpasi

• - Ultrasonografi

Kadar Yodium Urine

Pengukuran TSH (Tyroid Stimulating Hormone) dan Tyroglobulin

Pengukukuran lain: Hormon Tiroksin (T4) dan Triiodothyronine (T3)

(47)

Palpasi

• Palpasi dapat digunakan dalam survey di masyarakat, tetapi hasilnya kurang akurat krn perlu tenaga yang sangat profesional, dan faktor sensitifitas setiap petugas palpasi berbeda-beda

(48)

Klasifikasi Tanda

O IA

IB II

III

Normal

Kelenjar gondok teraba, lebih besar dari ruas jari terakhir ibu jari tengah

Kelenjar gondok terlihat bila penderita tengadah Kelenjar gondok terlihat pada posisi kepala normal Kelenjar gondok cukup besar dan dapat dilihat

pada jarak jauh

Kriteria Pembesaran Gondok (Sudah tidak digunakan lagi)

(49)

Klasifikasi Tanda

O I

II

Tidak ada pembesaran kelenjar gondok

Ada pembesaran kelenjar gondok tetapi tidak terlihat

Ada pembesaran kelenjar gondok dan terlihat pada posisi normal

Kriteria Pembesaran Gondok Yang Disederhanakan

(50)

Spektrum Masalah Gizi

Kelompok Rentan Dampak Ibu Hamil Keguguran

Janin Lahir mati, meningkatkan kematian janin, kematian bayi, kretin (keterbelakangan mental, tuli, mata juling, lumpuh spastik), cebol, kelainan fungsi psikomotorik Neonatus Gondok dan hipotiroid

Anak dan Remaja Gondok, gangguan pertumbuhan fisik dan mental, hipotiroid juvenile

Dewasa Gondok, hipotiroid

(51)

Bentuk khas gondok endemik pada tiga orang ibu Himalaya (Delange, 2000).

(52)

Women with large goitres

(53)

Women with nodular goitres

(54)

Penanggulangan GAKY

• Jangka Pendek : distribusi kapsul yodium (200 mg/kapsul) di daerah endemik sedang dan berat (jika tk kecacingan tinggi hrs dilakukan deworming sebelum pemberian kapsul yodium krn cacing dpt menghambat absorpsi kapsul yodium)

• Jangka Panjang :

Iodisasi garam

Promosi penganekargaman pangan dan menu

Penurunan konsumsi pangan goitrogenik

Fortifikasi (susu, saus ikan Thailand, gula Sudan)

Iodinasi air minum (dilakukan di China)

(55)

Program Penanngulangan GAKI di Indonesia

• Jangka Pendek  supplementasi langsung larutan minyak beryodium

• Jangka Panjang  fortifikasi bahan makanan (garam, kecap, dll)

Garam  universal iodization  kalium iodat (30 - 80 ppm)

 indikator garam beriodium: hasil tes iodine memberikan warna ungu

(56)
(57)

Ktidakseimbangan elektrolit

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur ketelitian dalam memprediksi data time series menggunakan metode mesin belajar LSTM (Long Short-Term Memory), serta

Ubah data izin mengajar dengan pilihan no 1untuk masuk dan 0 untuk keluar TU Keuangan dapat mengubah status izin Guru 5 Halaman Hitung Gaji Proses menghitung data gaji

“Dulu, saya kurang lancar dalam membaca AL-Qur‟an, banyak diantara teman-teman yang juga ikut kegiatan tahsin ada juga yang mengikuti selama satu bulan karena sudah bagus

Partisipasi dalam bentuk keterampilan dan kemahiran, ditunjukkan dengan adanya kemauan masyarakat untuk usaha kecil-kecilan yang menjual makanan dan minuman dalam

+pabila radang paru atau pneumonia terjadi pada paru*paru bagian bawah dekat dengan daerah perut, maka masalah pernafasan tidak akan tampak, gejala yang terjadi adalah demam, nyeri

Internet Kecamatan (PLIK) Desa Banjarwangi Kecamatan Pulosari Kabupaten Pandeglang. Program Studi Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Universitas

Terdapat banyak kegiatan keagamaan di Desa Sraten.Salah satunya adalah kegiatan dzikir fida` .Kegiatan dzikir fida` ini semakin diminati oleh masyarakat terbukti dengan