• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIVITAS SARI BUAH JAMBLANG DAN SARI BUAH NAGA SUPER MERAH TERHADAP PLAK INDEKS PADA TAHUN 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIVITAS SARI BUAH JAMBLANG DAN SARI BUAH NAGA SUPER MERAH TERHADAP PLAK INDEKS PADA TAHUN 2019"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Vol. 1, No.1 Bulan September, 2020, ISSN: 2721-2033

EFEKTIVITAS SARI BUAH JAMBLANG DAN SARI BUAH NAGA SUPER MERAH TERHADAP PLAK INDEKS PADA

TAHUN 2019

Yusuf Ali1, Isnanto2, Endang Purwaningsih3

1,2,3Politeknik Kesehatan Kemenkes Surabaya Jurusan Keperawatan Gigi

E-mail : [email protected]

ABSTRAK

Masalah: Masalah kesehatan gigi dan mulut pada siswa SDN Batukerbuy IV Pamekasan adalah tingginya plak indeks.

Berdasarkan data pemeriksaan plak indeks yang dilakukan di SDN Batukerbuy IV Pamekasan tahun 2019 tersebut, menunjukan bahwa rata – rata plak indeks sudah termasuk dalam kategori sedang.

Menyikat gigi yang benar dan tidaknya bisa dilihat dari adanya plak gigi yang terlihat setelah diberi pewarnaan yang dimaksud disclosing solution kimia. Tapi di penelitian ini memakai disclosing solution yang dari alam. Karena disclosing solution kimia berbahaya jika sampai tertelan.Tujuan: Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengetahui perbedaan efektivitas sari buah jamblang dan sari buah naga super merah terhadap plak indeks siswa – siswi kelas III SDN Batukerbuy IV Pamekasan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan rancangan post- test. Subjek penelitian ini terdiri dari 36 siswa , yang dibagi menjadi 2 kelompok. Semua responden diarahkan untuk menyikat gigi yang baik dan benar.

Selanjutnya dikasih biskuit dan dilarang kumur – kumur selama 5 menit.. Teknik analisa data yang digunakan Independent sample T- test. Hasil: Pada penelitian ini menunjukkan keduanya dapat mewarnai plak gigi. Ada perbedaan efektivitas sari buah jamblang dan sari buah naga super merah terhadap plak indeks, bahwa sari buah naga super merah lebih efektif dibandingkan sari buah jamblang dalam memberikan pewarnaan terhadap plak gigi.

Kata kunci:

Buah Jamblang

Buah Naga Super Merah Plak Indeks

ABSTRACT Keywords:

Syzygium cumini Hylocereus costaricensis index plaque

Introduction : Dental and oral health problems in students at SDN Batukerbuy IV Pamekasan are high index plaques. Based on the index plaque inspection data conducted at SDN Batukerbuy IV Pamekasan in 2019, it shows that the average index plaque is included in the medium category. Brushing teeth properly and whether or not it can be seen from the presence of dental plaque that is visible after being stained is meant chemical disclosing solution.

But in this study using disclosing solutions from nature. Because disclosing a dangerous chemical solution if it is swallowed. Purpose:

The study was conducted aimed to find out the differences in the effectiveness of jamblang fruit and super red dragon fruit juice on the plaque index of the third grade students of SDN Batukerbuy IV Pamekasan. Method: This type of research is an experimental study with a post-test design. The subjects of this study consisted of 36 students, who were divided into 2 groups. All respondents were directed to brush their teeth properly. Furthermore, biscuits were given and mouth rinses were banned for 5 minutes. Data analysis techniques used were Independent sample T-test. Results: In this study it was shown that both of them can dye dental plaque. There is a difference in the effectiveness of jamblang juice and super red

(2)

dragon fruit juice on the index plaque, that super red dragon fruit juice is more effective than jamblang juice in staining dental plaque.

PENDAHULUAN

Plak gigi merupakan deposit lunak yang melekat erat pada permukaan gigi, terdiri atas mikroorganisme yang berkembang biak dalam suatu matrik interseluler jika seseorang melalaikan kebersihan gigi dan mulutnya. Berbeda halnya dengan lapisan terdahulu, plak gigi tidak dapat dibersihkan hanya dengan cara kumur ataupun semprotan air dan hanya dapat dibersihkan secara sempurna dengan cara mekanis. Oleh sebab itu, diperlukan suatu bahan yang dapat membantu melihat adanya plak gigi, yaitu disclosing solution.

Disclosing solution berupa zat pewarna (merah/ungu) yang berupa cairan. Tetapi dalam aplikasinya disclossing solution memiliki kekurangan yakni mengandung bahan kimia diantaranya Kalium Iodida, Kristal Iodium, Gliserin (Fatmasari dkk, 2014), dimana Iodida dapat menimbulkan reaksi alergi kepada beberapa individu (Yuwono, 1995).

Selain itu kandungan eritrosin dalam Disclossing solution merupakan salah satu bahan pewarna merah untuk makanan dan pewarnaan bakteri. Eritrosin merupakan senyawa turunan triiodine dari fluorescin dimana dalam keadaan yodium tinggi dapat dapat menyebabkan kanker tiroid (Metanfanuan, 2016).

Sedangkan salah satu sifat disclossing solution yang baik adalah tidak memberikan efek samping yang berbahaya dan menimbulkan alergi saat tertelan (Yuwono,1995).

Dalam aplikasinya, diperlukan bahan alternatif alami sebagai zat pewarna untuk identifikasi plak secara aman dan sehat. Beberapa bahan yang dapat digunakan untuk mewarnai plak gigi adalah buah jamblang dan buah naga yang telah diteliti mengandung pigmen antosianin (merah) dan pigmen betasianin (merah-ungu).

Buah Jamblang merupakan salah satu buah tropis yang juga banyak ditemui di Indonesia. Buah ini dapat ditemukan pada daerah dengan ketinggian 500m diatas permukaan laut. Buah jamblang biasanya dikonsumsi secara langsung dalam bentuk buah segar, mempunyai rasa manis, asam, dan sedikit sepat (astringen). Penelitian mengenai sari buah jamblang sudah ada beberapa, salah satunya bahwa dilakukan Kotan, Yoanista (2014). Menyatakan, Dari hasil pengujian kandungan total antosianin monomerik (metoe pH diferensial) buah jamblang segar matang mengandung antosianin sebesar 161 mg/100g buah segar. Bagian kulit buah jamblang matang mengandung rata-rata sebesar 731mg/100g kulit buah (bb) atau 3430mg/100g (bk). Kandungan antosianin pada kulit buah jamblang 4,5 kali lebih banyak dibandingkan pada buah utuh yang segar. Hal ini menunjukan bagian kulit buah jamblang berpotensi untuk digunakan sebagai sumber antosianin (Sari et al, 2009).

Buah naga merupakan salah satu tanaman yang sering digunakan sebagai bahan pewarna alami. Produktivitasnya pun tergolong tinggi. Di Indonesia, buah naga sudah banyak dibudidayakan di beberapa daerah seperti Batam, Riau, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Timur. Jenis buah naga super merah (Hylocereus costaricensis) adalah yang paling diminati karena memiliki rasa yang lebih manis dan warna yang lebih menarik daripada jenis lainnya. Berdasarkan berbagai kelemahan disclosing solution berbahan kimia, dan banyaknya penggunaan bahan pewarna alami dari buah

(3)

73

naga super merah, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efek pewarnaan sari buah naga super merah (H. costaricensis) sebagai bahan alami pewarna plak gigi. Penelitian mengenai sari buah naga sudah ada beberapa, salah satunya penelitian yang dilakukan Mangiri,dkk (2018) menyatakan bahwasanya sari buah naga bisa menjadi pengganti disclosing solution.

METODE

Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi eksperimen dengan rancangan post-test.

Subjek terdiri dari 36 responden yang akan dibagi menjadi 2 kelompok dan semua responden mendapatkan 2 kali perlakuan. Perlakuan pertama semua kelompok diinstruksikan untuk menyikat gigi yang baik dan benar, lalu masing – masing responden makan biskuit dan dilarang kumur selama 5 menit. Dan perlakuan kedua dilakukan pembagian kelompok, Kelompok A untuk pengolesan sari buah jamblang, dan kelompok B untuk pengolesan sari buah naga super merah.

Sari buah didapatkan dari masing – masing daging buah yang dihaluskan lalu disaring sebanyak 5 kali untuk menghasilkan sari buah yang jernih Menyikat gigi dan makan biskuit pada perlakuan pertama bertujuan untuk menyamakan pembentukan plak pada permukaan gigi. Pengukuran indeks plak pada penelitian ini menggunakan penilaian indeks plak menurut modifikasi TureskyGilmore-Glickman dari Quigley- Hein, yang melakukan penilaian pada seluruh gigi di bagian permukaan fasial dan lingual/palatal setelah pemberian bahan pewarna plak, dengan rentang penilaian tiap permukaan gigi dari 0-5 (Tabel 1). Skor plak perorangan diperoleh dengan membagikan total skor yang diperoleh dengan jumlah permukaan yang diperiksa.

Pemberian pewarna plak pada saat pemeriksaan indeks plak dilakukan dengan cara mengoleskan sari buah jamblang dan sari buah naga super merah pada seluruh permukaan gigi.

Tabel 1 Kriteria indeks plak modifikasi Turesky-Gilmore- Glickman dari Quigley-Hein

Skor PI Kondisi

0 Tidak ada plak

1 Terdapat bercak plak yang terpisah pada margin servikal gigi

2 Terdapat lapisan tipis plak sampai setebal 1mm pada bagian margin servikal gigi

3

Terdapat lapisan plak lebih dari 1mm tetapi mencapai 1/3 bagian mahkota

4 Terdapat lapisan plak, lebih dari 1/3,akan tetapi tidak lebih dari 2/3 bagian mahkota

5 Terdapat lapisan plak , menutupi seluruh permukaan gigi

HASIL DAN PEMBAHASAN

Responden dalam penelitian ini adalah siswa SDN Batukerbuy IV Pamekasan, Jl.

Raya Pasean Desa Batukerbuy, Dusun Kalak, Kecamatan Pasean, Pamekasan , Jawa Timur. Jumlah responden sebanyak 36 siswa yang akan dibagi menjadi 2 kelompok.

(4)

Kelompok A untuk pengolesan sari buah jamblang dan Kelompok B untuk pengolesan sari buah naga super merah. Hasil skor plak setelah dilakukan pengolesan dengan sari buah jamblang dapat dilihat pada tabel (terlampir)

Tabel 2. Distribusi frekuensi kriteria plak indeks setelah pengolesan sari buah jamblang terhadap siswa SDN Batukerbuy IV Pamekasan tahun 2020

No Kriteria Pengolesan Sari Buah Jamblang

N %

1 Baik (0-1,7) 15 83,3%

2 Sedang (1,8-3,4) 3 16,7%

3 Buruk (3,5-5) 0 0%

Jumlah 18 100%

Rata – rata Plak Indeks 1,2

Tabel 2 menjelaskan bahwa plak indeks setelah dilakukan pengolesan sari buah jamblang pada kelompok 1, presentase tertinggi yaitu pada kategori baik . dengan rata – rata 1,2

Tabel 3. Distribusi frekuensi kriteria plak indeks setelah pengolesan sari buah naga super merah terhadap siswa SDN Batukerbuy IV Pamekasan tahun 2020

No Kriteria Pengolesan Sari Buah Naga Super Merah

N %

1 Baik (0-1,7) 6 33,3%

2 Sedang (1,8-3,4) 11 61,1%

3 Buruk (3,5-5) 1 5,6%

Jumlah 18 100%

Rata – rata Plak Indeks 1,96

Tabel 3 menjelaskan bahwa plak indeks setelah dilakukan pengolesan sari buah naga super merah pada kelompok 2, presentase tertinggi yaitu pada kategori sedang.

Dengan rata – rata 1,96.

Tabel 4. Hasil Uji Shapiro-Wilk

Skor plak indeks Shapiro-Wilk

Df Sig.

Setelah Pengolesan Sari Buah Jamblang 18 .080 Setelah Pengolesan Sari Buah Naga Super

Merah

18 .483

Tabel 4 menunjukkan bahwa p value (sig) uji shapiro-wilk pada sari buah jamblang sebesar .080 > 0.05 dan pada sari buah naga super merah sebesar .483> 0.05. Karena semua >0.05, Maka kedua kelompok sama – sama berdistribusi normal berdasarkan uji shapiro-wilk. Selanjutnya dapat dilakukan parametriks uji Independent T-test

Tabel 5. Hasil uji beda dengan Independent T-Test

Mean±s.d Sig.(2-tailed) Plak indeks setelah pengolesan sari buah jamblang 1.2±0.41 .002

Plak indeks setelah pengolesan sari buah naga super merah

1.96±0.84

(5)

75

Tabel 5. menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara pengukuran plak indeks menggunakan sari buah jamblang dengan sari buah naga super merah dengan p=0,002 (p>0,05)

KESIMPULAN

Pada penelitian ini menunjukkan keduanya dapat mewarnai plak gigi. Ada perbedaan efektivitas sari buah jamblang dan sari buah naga super merah terhadap plak indeks, bahwa sari buah naga super merah lebih efektif dibandingkan sari buah jamblang dalam memberikan pewarnaan terhadap plak gigi.

DAFTAR PUSTAKA

Abdullah, N. (2018). Hubungan Status Kesehatan Gigi Dan Mulut Anak Sekolah Dengan. Media Kesehatan Gigi, 17(1), 32.

Riskesdas, RI. 2013. Laporan Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Kesehatan.

Riskesdas, RI. 2018. Laporan Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Kesehatan.

Suciari, Ana., Yuni, Sufyanti, A., Praba, D, R., 2016. Peran Orang Tua Dalam Membimbing Menyikat Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi Anak Prasekolah.

Vol. 3 No. 2.

Utami, S., I Made, S., Candra, D. P. H., 2019. Efek Pemberian Eugenol Isolat Bunga Cengkeh (Syzygium Aromaticum) Terhadap Histologi Pankreas Tikus Diabetes.

Jurnal Ilmu Kefarmasian Indonesia. Vol. 17. No. 2. Hal: 161.

Gambar

Tabel 1 Kriteria indeks plak modifikasi Turesky-Gilmore- Glickman dari Quigley-Hein

Referensi

Dokumen terkait

Sangat jauh menurun kualitas tidur bulan yang lalu dari kualitas tidur tahun yang lalu 8.Apakah anda pernah merasa susah (payah) untuk tidur atau tetap tidur (nyenyak)

Mengacu pada Indikator Hasil Belajar Siswa pada Tabel 1, persentase tersebut menunjukan bahwa pembelajaran servis pada permainan sepak takraw dengan menggunakan media bola rotan,

Model pembelajaran kooperatif dimana siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri dari 4-5 orang secara heterogen dan bekerja sama saling ketergantungan

Memastikan dengan baik segala sesuatu yang berkaitan dengan informasi bisnis baik dengan rekan kerja atau pelanggan7. Jika tidak, akan menimbulkan permasalahan

Persepsi Guru Terhadap Kesesuaian Penggunaan Komputer Dalam Pengajaran Dan Pembelajaran Persepsi Guru Terhadap Keberkesanan Penggunaan Komputer Dalam Pengajaran Dan Pembelajaran

UPT Perpustakaan ISI Yogyakarta.. Ini merupakan satu hal yang menarik, bahwa struktur visual relief dapat diamati, diteliti dan dikaitkan seperti struktur visual yang

Pemerintah daerah yang diteliti yaitu Pemkab Sleman, Pemkab Bantul dan Pemkot Yogyakarta yang secara kelembagaan memiliki perbedaan dalam pengelolaan teknologi komunikasi

Beberapa kesalahan penggunaan dan penyimpanan yang ditemukan yaitu penggunan obat tetes mata yang lebih dari satu bulan, digunakan lebih dari satu orang,