• Tidak ada hasil yang ditemukan

Harga Pulang Pokok (BEP) Ana Utami Zainal UHAMKA 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Harga Pulang Pokok (BEP) Ana Utami Zainal UHAMKA 2021"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Harga Pulang Pokok (BEP)

Ana Utami Zainal UHAMKA 2021

(2)

Sub CP MK

Mengetahui bentuk-bentuk sumber pendanaan, Harga pulang pokok, BEP.

Materi Pembelajaran:

Merencanakan dan menganalisa Biaya Penerimaan & Pendapatan

Merencanakan dan menganalisa Biaya Konsumsi

Merencanakan dan menganalisa Biaya rata-rata

Merencanakan dan menganalisa Jumlah Produksi.

Merencanakan dan menganalisa Investasi

(3)

Pengertian dan Klasifikasi Biaya

Biaya merupakan salah satu unsur terpenting dalam perhitungan Break even point (BEP).

Biaya adalah kas barang atau jasa yang telah digunakan untuk memperoleh pendapatan (Siregar et al, 2014)

Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk

mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi keuntungan masa kini dan masa datang untuk organisasi (Hansen dkk, 2006)

Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor2 produksi yg akan digunakan utk menghasilkan barang2 produksi oleh perusahaan tersebut

(4)

Klasifikasi Biaya

Biaya tetap adalah biaya yang besar kecilnya tidak berpengaruh terhadap produksi

• 1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

- Biaya ini berhubungan langsung dengan tingkat produksi atau tingkat penjualan, karena besarnya ditentukan oleh volume produksi atau penjualan yang

dilakukan. Misalnya: biaya bahan mentah, biaya tenaga kerja langsung, dan lain- lainnya.

- biaya yang sifatnya berubah-ubah, tergantung pada volume produksi yang dihasilkan (bahan habis pakai)

• 2. Biaya Variabel (Variable Cost)

• 𝑇𝐶=𝑇𝐹𝐶+𝑇𝑉𝐶

(5)

lanjutan

Biaya penerimaan: hasil perkalian antara jumlah produksi yg dihasilkan dgn harga jual produk

Biaya pendapatan: selisih penerimaan dengan biaya yg dikeluarkan dlm melaksanakan produksi

Biaya konsumsi: biaya yang dikeluarkan untuk membiayai konsumsi atau pemakaian terhadap suatu barang

(6)

Biaya Rata-Rata:

Biaya rata-rata adalah jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan 1 (satu) unit output (Q).

𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐶𝑜𝑠𝑡 (𝐴𝐶) = 𝑇𝐶/Q

Sebagaimana biaya total, maka biaya rata-rata juga dapat dibedakan menjadi:

Average Fixed Cost (AFC): biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap jenis output yang diproduksinya

𝐴𝐹𝐶=𝑇𝐹𝐶/𝑄

Average Variable Cost (AVC): biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap unit output yang diproduksinya

𝐴𝑉𝐶=𝑇𝑉𝐶/𝑄

𝐴𝐶=𝐴𝐹𝐶+𝐴𝑉𝐶

(7)

contoh jurnal

(8)

,

(9)
(10)

Laba

Laba atau pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan pada periode tertentu di bidang usaha.

(11)

Untuk mencapai laba yang optimal sesuai dengan yang direncanakan oleh perusahaan, manajemen dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut

1. Menekan biaya

produksi maupun biaya operasi serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada

2. Menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang

dikehendaki.

3. Meningkatkan volume penjualan sebesar

mungkin.

(12)

Pengertian Break Even Point (BEP)

 analisis titik impas adalah suatu keadaan dimana perusahaan beroperasi dalam kondisi tidak

memperoleh pendapatan (laba) dan tidak pula menderita kerugian.

 analisis pulang pokok (Break even analysis) adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik dalam kurva biaya–pendapatan yang

menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Titik

tersebut disebut sebagai titik pulang pokok (Break even

point,BEP)

(13)

Fungsi Break Event Point (BEP)

Break Event Point (BEP)/analisis balik modal) digunakan untuk menentukan hal-hal seperti berikut:

Jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian, jumlah penjualan minimum ini berarti jumlah produksi minimum yang harus dibuat.

jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba yang telah

direncanakan atau dapat diartikan bahwa tingkat produksi harus ditetapkan untuk memperoleh laba tersebut.

Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih kecil dari Break Event Point (BEP).

Menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi. Sehingga analisis terhadap BEP merupakan suatu alat

perencanaan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi, agar

perusahaan secara minimal tidak mengalamii kerugian. Selanjutnya karena harus memperoleh keuntungan, berarti perusahaan harus berproduksi diatas BEP.

(14)

Manfaat analisis BEP

1. Mendisain spesifikasi produk.

2. Menentukan harga jual persatuan

3. Menentukan target penjualan dan penjualan minimal agar tidak mengalami kerugian

4. Memaksimalkan jumlah produksi dan penjualan

5. Merencanakan laba yang diinginkan.

(15)

Dalam menganalisis titik pulang pokok diperlukan estimasi mengenai biaya tetap, biaya variabel, dan pendapatan

Perencanaan laba membuat pihak manajer industri akan mudah dalam pengambilan keputusan, dapat memperkirakan anggaran yang dibutuhkan, dan mengetahui kesalahan yang mungkin muncul.

(16)

Adanya analisis Titik Pulang Pokok dapat memberikan

pedoman pada industri tentang berapa jumlah produk minimal yang harus diproduksi atau dijual.

Tujuannya agar industri mampu memperoleh keuntungan yang maksimal, yaitu dengan menekan biaya produksi maupun biaya

operasional serendah-rendahnya dengan tepat mempertahankan

tingkat harga, kualitas maupun kuantitas dari produk.

(17)

RUMUS BEP

Rumus Break Event Point (BEP) yang pertama adalah menghitung break event point yang harus diketahui adalah jumlah total biaya tetap, biaya variable per unit atau total variabel, hasil penjualan total atau harga jual per unit. Rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Beak Event Point dalam unit BEP = 𝐹𝐶

𝑃−𝑉𝐶

Break Event Point dalam rupiah BEP = 𝐹𝐶

1−𝑉𝐶𝑆

Keterangan :

BEP : Break event point

FC : Fixed cost

VC : Variable cost

P : Price per unit

S: Sales volume

(18)

Contoh kasus 1:

Diketahui PT Gear Second memiliki usaha di bidang alat perkakas martil dengan data sebagai berikut:

Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.000 unit mesin martil

Harga jual per satuan diperkirakan Rp.5.000,- / unit

Total biaya tetap sebesar Rp.150.000.000,- dan total biaya variable sebesar Rp.250.000.000,- Perincian masing-masing biaya adalah sebagai berikut:

Fixed Cost

Over Head pabrik Rp. 60.000.000,-

Biaya distribusi Rp. 65.000.000,-

Biaya Administrasi Rp. 25.000.000,- Total FC: Rp. 150.000.000,-

Variabel cost

Biaya tenaga kerja Rp. 85.000.000,-

Over Head pabrik Rp. 20.000.000,-

Biaya Distribusi Rp. 45.000.000,- Total VC: Rp. 150.000.000,-

(19)

Buatlah Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam Unit maupun Rupiah?

Penyelesaian:

Kapasitas produksi = 100.000 unit

Harga jual per unit = Rp. 5.000,-

Total penjualan = 100.000 unit x Rp.5.000,- = Rp.500.000.000,-

Biaya tetap unit = Rp. 150.000.000 / 100.000 = Rp.2.500,- per unit

Biaya variable unit = 150.000.000 / 100.00 = Rp.2.500,- per unit

BEP dalam unit adalah sebagai berikut:

BEP = 𝑹𝒑.𝟏𝟓𝟎.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎,−

𝑹𝒑. 𝟓.𝟎𝟎𝟎,−𝑹𝒑. 𝟐.𝟓𝟎𝟎 = 𝑹𝒑. 𝟏𝟓𝟎.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎,−

𝑹𝒑.𝟐.𝟓𝟎𝟎,− = 60.000 unit

Keterangan: Jadi perusahaan harus menjual 60.000 unit perkakas martil agar BEP.

Kemudian mencari BEP dalam rupiah adalah sebagai berikut : BEP Rupiah = 𝑅𝑝.150.000.000,−

1−𝑅𝑝.150.000.000,−

𝑅𝑝.500.000.000,−

= 𝑅𝑝.150.000.000,−

1−0,3 = 𝑅𝑝. 500.000.000, −

Keterangan: Jadi perusahaan harus mendaparkan omzet sebesar Rp. 500.000.000,-

(20)

http://merytaocta.blogspot.com/2012/04/break-event-point.html

Pendekatan Grafik

Besarnya volume produksi / penjualan dalam unit digambarkan pada sumbu horizontal (sumbu x) dan

besarnya biaya dan penghasilan penjualan digambarkan

pada sumbu vertical (sumbu y).

(21)

Investasi

 Adalah pengaitan sumber2 dalam jangka panjang

untuk menghasilkan laba di masa yg akan datang

(Mulyadi, 2001)

(22)

Tujuan Investasi

1. untuk mengadakan pengawasan terhadap kebiajakn atau perusahaan lain

2. untuk memperoleh pendapatan yg tepat scr terus menerus

3. untuk membentuk suatu dana guna tujuan tertentu

4. untuk membina hubungan baik dgn perusahaan lain

(23)

Investasi dibagi menjadi 4 golongan:

1. Non profit investment

2. Non-measureble profit investment

3. Replacement investment

4. Expansion investment

(24)

Terima Kasih

(25)

Contoh sederhana:

Perencanaan: profit 50 rb

modal untuk menjual nasi bungkus 200 rb, jumlah produksi: 10 bungkus

sehingga agar kembali modal dijual: 20 rb/bungkus.

oleh karena itu dijual 25 rb/ bgks utk mendapatkan keuntungan 50 rb

(26)

Tugas 5

Buatlah rincian pembiayaan sesuai dengan point di bawah ini

1. Biaya tetap

2. Biaya variabel

3. Biaya total (biaya tetap + biaya variabel)

4. Produksi (berapa jumlah produk)

5. Harga Jual

6. Biaya Penerimaan

7. Biaya Pendapatan

8. Perkiraan keuntungan/profit dan tentukan harga jual untuk memperoleh keuntungan tersebut

Contoh tabel 1 dan tabel 2 pada slide

Untuk reseller:

Biaya pengeluaran

Biaya pembelian (jelaskan harga per produk)

Perencanaan Perkiraan keuntungan/profit dan tentukan harga jual untuk memperoleh keuntungan tersebut

Biaya lainnya

Referensi

Dokumen terkait

BEP ( Break Event Point ) merupakan jumlah dan nilai minimal yang harus diperoleh agar dapat menutup total biaya. Berdasarkan hasil perhitungan BEP diperoleh nilai produksi per

Hasil penelitian dalam analisis BEP pada Holland Bakery yaitu membedakan antara biaya tetap dan biaya variabel, menghitung Break Even Point untuk ketiga produk

Penelitian Malombeke (2013) dalam analisis BEP pada Holland Bakery yaitu membedakan antara biaya tetap dan biaya variabel, menghitung Break Even Point untuk ketiga produk

Untuk menghitung break event point kita perlu memerlukan data biaya tetap, biaya variabel per unit dan harga jual.. Untuk nilai investasi, diambil dari total nilai

Hasil penelitian dalam analisis BEP pada Holland Bakery yaitu membedakan antara biaya tetap dan biaya variabel, menghitung Break Even Point untuk ketiga produk yang

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Break Even dan untuk menghitung biaya variabel, biaya tetap dan Margin of safety (MOS) dengan metode Break Even Point ( BEP

Metode yang digunakan adalah metode harga pokok dan metode Break event point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan 1) hasil analisa harga pokok Tandan Buah Segar (TBS) periode

Untuk mengetahui apakah biaya produksi, volume penjualan, dan harga penjualan secara bersama-sama berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Break Even Point BEP pada perusahaan