Harga Pulang Pokok (BEP)
Ana Utami Zainal UHAMKA 2021
Sub CP MK
Mengetahui bentuk-bentuk sumber pendanaan, Harga pulang pokok, BEP.
Materi Pembelajaran:
Merencanakan dan menganalisa Biaya Penerimaan & Pendapatan
Merencanakan dan menganalisa Biaya Konsumsi
Merencanakan dan menganalisa Biaya rata-rata
Merencanakan dan menganalisa Jumlah Produksi.
Merencanakan dan menganalisa Investasi
Pengertian dan Klasifikasi Biaya
Biaya merupakan salah satu unsur terpenting dalam perhitungan Break even point (BEP).
Biaya adalah kas barang atau jasa yang telah digunakan untuk memperoleh pendapatan (Siregar et al, 2014)
Biaya adalah kas atau nilai ekuivalen kas yang dikorbankan untuk
mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberi keuntungan masa kini dan masa datang untuk organisasi (Hansen dkk, 2006)
Biaya produksi adalah semua pengeluaran perusahaan untuk memperoleh faktor2 produksi yg akan digunakan utk menghasilkan barang2 produksi oleh perusahaan tersebut
Klasifikasi Biaya
Biaya tetap adalah biaya yang besar kecilnya tidak berpengaruh terhadap produksi
• 1. Biaya Tetap (Fixed Cost)
- Biaya ini berhubungan langsung dengan tingkat produksi atau tingkat penjualan, karena besarnya ditentukan oleh volume produksi atau penjualan yang
dilakukan. Misalnya: biaya bahan mentah, biaya tenaga kerja langsung, dan lain- lainnya.
- biaya yang sifatnya berubah-ubah, tergantung pada volume produksi yang dihasilkan (bahan habis pakai)
• 2. Biaya Variabel (Variable Cost)
• 𝑇𝐶=𝑇𝐹𝐶+𝑇𝑉𝐶
lanjutan
Biaya penerimaan: hasil perkalian antara jumlah produksi yg dihasilkan dgn harga jual produk
Biaya pendapatan: selisih penerimaan dengan biaya yg dikeluarkan dlm melaksanakan produksi
Biaya konsumsi: biaya yang dikeluarkan untuk membiayai konsumsi atau pemakaian terhadap suatu barang
Biaya Rata-Rata:
Biaya rata-rata adalah jumlah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menghasilkan 1 (satu) unit output (Q).
𝐴𝑣𝑒𝑟𝑎𝑔𝑒 𝐶𝑜𝑠𝑡 (𝐴𝐶) = 𝑇𝐶/Q
Sebagaimana biaya total, maka biaya rata-rata juga dapat dibedakan menjadi:
Average Fixed Cost (AFC): biaya tetap yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap jenis output yang diproduksinya
𝐴𝐹𝐶=𝑇𝐹𝐶/𝑄
Average Variable Cost (AVC): biaya variabel yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk setiap unit output yang diproduksinya
𝐴𝑉𝐶=𝑇𝑉𝐶/𝑄
𝐴𝐶=𝐴𝐹𝐶+𝐴𝑉𝐶
contoh jurnal
,
Laba
Laba atau pendapatan adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan operasi perusahaan pada periode tertentu di bidang usaha.
Untuk mencapai laba yang optimal sesuai dengan yang direncanakan oleh perusahaan, manajemen dapat melakukan langkah-langkah sebagai berikut
1. Menekan biaya
produksi maupun biaya operasi serendah mungkin dengan mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan yang ada
2. Menentukan harga jual sedemikian rupa sesuai dengan laba yang
dikehendaki.
3. Meningkatkan volume penjualan sebesar
mungkin.
Pengertian Break Even Point (BEP)
analisis titik impas adalah suatu keadaan dimana perusahaan beroperasi dalam kondisi tidak
memperoleh pendapatan (laba) dan tidak pula menderita kerugian.
analisis pulang pokok (Break even analysis) adalah suatu analisis yang bertujuan untuk menemukan satu titik dalam kurva biaya–pendapatan yang
menunjukkan biaya sama dengan pendapatan. Titik
tersebut disebut sebagai titik pulang pokok (Break even
point,BEP)
Fungsi Break Event Point (BEP)
Break Event Point (BEP)/analisis balik modal) digunakan untuk menentukan hal-hal seperti berikut:
Jumlah penjualan minimum yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian, jumlah penjualan minimum ini berarti jumlah produksi minimum yang harus dibuat.
jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh laba yang telah
direncanakan atau dapat diartikan bahwa tingkat produksi harus ditetapkan untuk memperoleh laba tersebut.
Mengukur dan menjaga agar penjualan dan tingkat produksi tidak lebih kecil dari Break Event Point (BEP).
Menganalisis perubahan harga jual, harga pokok dan besarnya hasil penjualan atau tingkat produksi. Sehingga analisis terhadap BEP merupakan suatu alat
perencanaan penjualan dan sekaligus perencanaan tingkat produksi, agar
perusahaan secara minimal tidak mengalamii kerugian. Selanjutnya karena harus memperoleh keuntungan, berarti perusahaan harus berproduksi diatas BEP.
Manfaat analisis BEP
1. Mendisain spesifikasi produk.
2. Menentukan harga jual persatuan
3. Menentukan target penjualan dan penjualan minimal agar tidak mengalami kerugian
4. Memaksimalkan jumlah produksi dan penjualan
5. Merencanakan laba yang diinginkan.
Dalam menganalisis titik pulang pokok diperlukan estimasi mengenai biaya tetap, biaya variabel, dan pendapatan
Perencanaan laba membuat pihak manajer industri akan mudah dalam pengambilan keputusan, dapat memperkirakan anggaran yang dibutuhkan, dan mengetahui kesalahan yang mungkin muncul.
Adanya analisis Titik Pulang Pokok dapat memberikan
pedoman pada industri tentang berapa jumlah produk minimal yang harus diproduksi atau dijual.
Tujuannya agar industri mampu memperoleh keuntungan yang maksimal, yaitu dengan menekan biaya produksi maupun biaya
operasional serendah-rendahnya dengan tepat mempertahankan
tingkat harga, kualitas maupun kuantitas dari produk.
RUMUS BEP
Rumus Break Event Point (BEP) yang pertama adalah menghitung break event point yang harus diketahui adalah jumlah total biaya tetap, biaya variable per unit atau total variabel, hasil penjualan total atau harga jual per unit. Rumus yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:
Beak Event Point dalam unit BEP = 𝐹𝐶
𝑃−𝑉𝐶
Break Event Point dalam rupiah BEP = 𝐹𝐶
1−𝑉𝐶𝑆
Keterangan :
BEP : Break event point
FC : Fixed cost
VC : Variable cost
P : Price per unit
S: Sales volume
Contoh kasus 1:
Diketahui PT Gear Second memiliki usaha di bidang alat perkakas martil dengan data sebagai berikut:
Kapasitas produksi yang mampu dipakai 100.000 unit mesin martil
Harga jual per satuan diperkirakan Rp.5.000,- / unit
Total biaya tetap sebesar Rp.150.000.000,- dan total biaya variable sebesar Rp.250.000.000,- Perincian masing-masing biaya adalah sebagai berikut:
Fixed Cost
Over Head pabrik Rp. 60.000.000,-
Biaya distribusi Rp. 65.000.000,-
Biaya Administrasi Rp. 25.000.000,- Total FC: Rp. 150.000.000,-
Variabel cost
Biaya tenaga kerja Rp. 85.000.000,-
Over Head pabrik Rp. 20.000.000,-
Biaya Distribusi Rp. 45.000.000,- Total VC: Rp. 150.000.000,-
Buatlah Penyelesaian untuk mendapatkan BEP dalam Unit maupun Rupiah?
Penyelesaian:
Kapasitas produksi = 100.000 unit
Harga jual per unit = Rp. 5.000,-
Total penjualan = 100.000 unit x Rp.5.000,- = Rp.500.000.000,-
Biaya tetap unit = Rp. 150.000.000 / 100.000 = Rp.2.500,- per unit
Biaya variable unit = 150.000.000 / 100.00 = Rp.2.500,- per unit
BEP dalam unit adalah sebagai berikut:
BEP = 𝑹𝒑.𝟏𝟓𝟎.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎,−
𝑹𝒑. 𝟓.𝟎𝟎𝟎,−𝑹𝒑. 𝟐.𝟓𝟎𝟎 = 𝑹𝒑. 𝟏𝟓𝟎.𝟎𝟎𝟎.𝟎𝟎𝟎,−
𝑹𝒑.𝟐.𝟓𝟎𝟎,− = 60.000 unit
Keterangan: Jadi perusahaan harus menjual 60.000 unit perkakas martil agar BEP.
Kemudian mencari BEP dalam rupiah adalah sebagai berikut : BEP Rupiah = 𝑅𝑝.150.000.000,−
1−𝑅𝑝.150.000.000,−
𝑅𝑝.500.000.000,−
= 𝑅𝑝.150.000.000,−
1−0,3 = 𝑅𝑝. 500.000.000, −
Keterangan: Jadi perusahaan harus mendaparkan omzet sebesar Rp. 500.000.000,-
http://merytaocta.blogspot.com/2012/04/break-event-point.html
Pendekatan Grafik
Besarnya volume produksi / penjualan dalam unit digambarkan pada sumbu horizontal (sumbu x) dan
besarnya biaya dan penghasilan penjualan digambarkan
pada sumbu vertical (sumbu y).
Investasi
Adalah pengaitan sumber2 dalam jangka panjang
untuk menghasilkan laba di masa yg akan datang
(Mulyadi, 2001)
Tujuan Investasi
1. untuk mengadakan pengawasan terhadap kebiajakn atau perusahaan lain
2. untuk memperoleh pendapatan yg tepat scr terus menerus
3. untuk membentuk suatu dana guna tujuan tertentu
4. untuk membina hubungan baik dgn perusahaan lain
Investasi dibagi menjadi 4 golongan:
1. Non profit investment
2. Non-measureble profit investment
3. Replacement investment
4. Expansion investment
Terima Kasih
Contoh sederhana:
Perencanaan: profit 50 rb
modal untuk menjual nasi bungkus 200 rb, jumlah produksi: 10 bungkus
sehingga agar kembali modal dijual: 20 rb/bungkus.
oleh karena itu dijual 25 rb/ bgks utk mendapatkan keuntungan 50 rb
Tugas 5
Buatlah rincian pembiayaan sesuai dengan point di bawah ini
1. Biaya tetap
2. Biaya variabel
3. Biaya total (biaya tetap + biaya variabel)
4. Produksi (berapa jumlah produk)
5. Harga Jual
6. Biaya Penerimaan
7. Biaya Pendapatan
8. Perkiraan keuntungan/profit dan tentukan harga jual untuk memperoleh keuntungan tersebut
Contoh tabel 1 dan tabel 2 pada slide
Untuk reseller:
Biaya pengeluaran
Biaya pembelian (jelaskan harga per produk)
Perencanaan Perkiraan keuntungan/profit dan tentukan harga jual untuk memperoleh keuntungan tersebut
Biaya lainnya