• Tidak ada hasil yang ditemukan

Lampiran Nomor : UN 298/PB3/PB3/PLB.1/9/2021 Tanggal : 6 September 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Lampiran Nomor : UN 298/PB3/PB3/PLB.1/9/2021 Tanggal : 6 September 2021"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

Lampiran

Nomor : UN 298/PB3/PB3/PLB.1/9/2021 Tanggal : 6 September 2021

Agenda

FGD Daring Pembahasan Kebijakan Terbaru terkait Perizinan dalam Pertambangan Rakyat dan Tata Cara Pengajuannya

15 September 2021

Waktu Kegiatan

Sesi 1 (09.00 – 10.45) – Moderator: Drs. Tri Bangun Laksana (KLHK)

09.00 – 09.10 Sambutan dan Pembukaan National Project Director (NPD) GOLD-ISMIA

09.10 - 09.40 Paparan: Aspek Kewilayahan dalam Pertambangan Rakyat

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara - KESDM 09.40 – 10.10 Paparan: Aspek Teknis dan Lingkungan

dalam Pertambangan Rakyat

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara - KESDM

10.10 – 10.45 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab 10.45 – 11.00 Break

Sesi 2 (11.00 – 12.30) – Moderator: Dr. Adji Kawigraha (BPPT) 11.00 – 12.00 Paparan: Aspek Perizinan dalam

Pertambangan Rakyat

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral - KESDM

12.00 – 12.30 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab 12.30 – 13.30 ISHOMA

Sesi 3 (13.30 – 16.00) – Moderator: Ivan Ilianta Ginting (KESDM) 13.30 – 15.30 Paparan:

1. Gambaran Umum OSS

2. Tata cara pengajuan perizinan terkait pertambangan rakyat melaui OSS

Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha - BKPM

15.30 – 15.50 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

15.50 – 16.00 Penutup National Project Manager

(NPM) – GOLD-ISMIA

(5)

KERANGKA ACUAN

FGD (Focus Group Discussion) Daring Pembahasan Kebijakan Terbaru terkait Perizinan dalam Pertambangan Rakyat dan Tata Cara Pengajuannya

Rabu, 15 September 2021

Latar Belakang

United Nations Development Programme (UNDP) bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) telah sepakat untuk bekerja sama untuk mengatasi isu-isu dalam sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) di Indonesia melalui implementasi proyek Global Opportunities for Long term Development of Artisanal and Small-Scale Gold Mining (GOLD ISMIA) selama lima (5) tahun (2018 – 2023). Dalam hal ini, enam (6) kabupaten di 6 Provinsi telah terpilih sebagai lokasi percontohan untuk GOLD ISMIA, yaitu Kabupaten Gorontalo Utara (Provinsi Gorontalo), Kabupaten Lombok Barat (Provinsi Nusa Tenggara Barat), Kabupaten Minahasa Utara (Provinsi Sulawesi Utara), Kabupaten Halmahera Selatan (Provinsi Maluku Selatan), Kabupaten Kulon Progo (Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Kabupaten Kuantan Singingi (Provinsi Riau).

Tujuan utama dari Proyek GOLD ISMIA adalah mengurangi dan menghapuskan penggunaan merkuri di sektor PESK di Indonesia melalui 4 (empat) komponen berikut:

Komponen 1: Penguatan institusi dan kebijakan untuk sektor PESK bebas merkuri

Komponen 2: Pembentukan mekanisme keuangan dalam rangka menyediakan pinjaman untuk pembelian peralatan/mesin pengolah emas bebas merkuri

Komponen 3: Peningkatan kapasitas untuk PESK bebas merkuri melalui pemberian bantuan teknis, transfer teknologi dan dukungan untuk formalisasi (perizinan)

Komponen 4: Monitoring dan evaluasi, peningkatan penyadartahuan, penyampaian pengalaman, pelajaran dan praktik terbaik

Dalam rangka dukungan proyek terhadap formalisasi PESK, GOLD-ISMIA memfasilitasi pengusulan perubahan Wilayah Pertambangan (WP) terkait penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Proyek GOLD-ISMIA juga berkomitmen untuk mendukung penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR) bagi koperasi penambang setempat.

Oleh karenanya, dirasa perlu bagi Proyek dan pemangku kepentingan terkait untuk mendapatkan informasi terbaru atas kebijakan tentang perizinan dalam pertambangan rakyat yang telah mengalami perubahan sejak diterbitkannya Undang-Undang Nomor 3

(6)

Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara pada tanggal 10 Juni 2020. Sehubungan dengan hal tersebut, akan diadakan Focus Group Discussion (FGD) secara daring guna membahas dan mengklarifikasi kebijakan terbaru terkait perizinan dalam pertambangan rakyat serta tata cara pengajuannya.

Tujuan

Untuk mendapatkan informasi terbaru atas kebijakan terkait perizinan dalam pertambangan rakyat serta tata cara pengajuannya.

Tanggal

Hari,tanggal : Rabu, 15 September 2021 Waktu : 09.00 – 16.00 WIB

Zoom meeting ID : 867 1124 9275 Password : 676784

Agenda

FGD Daring Pembahasan Kebijakan Terbaru terkait Perizinan dalam Pertambangan Rakyat dan Tata Cara Pengajuannya

15 September 2021

Waktu Kegiatan

Sesi 1 (09.00 – 10.45) – Moderator: Drs. Tri Bangun Laksana (KLHK)

09.00 – 09.10 Sambutan dan Pembukaan National Project Director (NPD) GOLD-ISMIA

09.10 - 09.40 Paparan: Aspek Kewilayahan dalam Pertambangan Rakyat

Direktur Pembinaan Program Mineral dan Batubara - KESDM 09.40 – 10.10 Paparan: Aspek Teknis dan Lingkungan

dalam Pertambangan Rakyat

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara - KESDM

10.10 – 10.45 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab 10.45 – 11.00 Break

Sesi 2 (11.00 – 12.30) – Moderator: Dr. Adji Kawigraha (BPPT)

(7)

11.00 – 12.00 Paparan: Aspek Perizinan dalam Pertambangan Rakyat

Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral - KESDM

12.00 – 12.30 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab 12.30 – 13.30 ISHOMA

Sesi 3 (13.30 – 16.00) – Moderator: Ivan Ilianta Ginting (KESDM) 13.30 – 15.30 Paparan:

1. Gambaran Umum OSS

2. Tata cara pengajuan perizinan terkait pertambangan rakyat melaui OSS

Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha - BKPM

15.30 – 15.50 Sesi Diskusi dan Tanya Jawab

15.50 – 16.00 Penutup National Project Manager

(NPM) – GOLD-ISMIA

Peserta

1. Direktur Teknik dan Lingkungan Ditjen Minerba - KESDM 2. Direktur Pembinaan Program Ditjen Minerba - KESDM 3. Direktur Pembinaan Pengusahaan Mineral – KESDM 4. Direktur Pelayanan Perizinan Berusaha – BKPM 5. Project Management Unit – KLHK

6. Project Management Unit – BPPT 7. Project Management Unit – UNDP 8. Perwakilan UNDP Indonesia

Provinsi D.I. Yogyakarta (DIY)

9. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral, Pemerintah Daerah DIY

10. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah DIY 11. Kepala Dinas Perizinan dan Penanaman Modal, Pemerintah Daerah DIY 12. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Kulon Progo

13. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Kab Kulon Progo 14. Kepala PSLH Universitas Gadjah Mada

Provinsi Gorontalo

15. Kepala Dinas Penanaman Modal, ESDM dan Transmigrasi, Provinsi Gorontalo 16. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Provinsi Gorontalo

17. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Gorontalo Utara

(8)

18. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Gorontalo Utara

19. Kepala Pusat Studi Lingkungan dan Kependudukan (PSL) Universitas Negeri Gorontalo

Provinsi Maluku Utara

20. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Maluku Utara 21. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Provinsi Maluku Utara 22. Kepala Dinas Pusat Perizinan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Maluku Utara 23. Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup,

Kabupaten Halmahera Selatan

24. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Halmahera Selatan

25. Kepala PSLH Universitas Khairun

Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)

26. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi NTB 27. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Provinsi NTB

28. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi NTB

29. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Lombok Barat

30. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Lombok Barat

31. Kepala PSLH Universitas Mataram

Provinsi Riau

32. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Riau 33. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Provinsi Riau

34. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Riau

35. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Kuantan Singingi

36. Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kabupaten Kuantan Singingi

37. Kepala PSLH Universitas Riau

Provinsi Sulawesi Utara

38. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Provinsi Sulawesi Utara 39. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Provinsi Sulawesi Utara

(9)

40. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Provinsi Sulawesi Utara

41. Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Minahasa Utara

42. Kepala Dinas Perizinan Terpadu Satu Pintu, Kabupaten Minahasa Utara 43. Kepala PSLH Universitas Sam Ratulangi

*****

Referensi

Dokumen terkait

KOPERTIS Wilayah IX Makassar Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Barat, termasuk pengembangannya.. B

maksiat di Provinsi Gorontalo terkait dengan zina terdapat pada Pasal 6 Peraturan. yang mengatur Daerah Provinsi Gorontalo Tentang Pencegahan

Peserta yang ditemukan tidak sesuai antara data diri/foto/NIK dengan peserta yang hadir di lokasi ujian, maka Panitia berhak membatalkan keikutsertaan peserta dimaksud

RANGKING KETERANGAN KECAMATAN DESA / KELURAHAN PROVINSI KABUPATEN / KOTA No TANGGAL PENDAFTARAN NOMOR REGISTRASI POSISI YANG DILAMAR NAMA LENGKAP L/ P NOMOR KTP ALAMAT SESUAI

Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara Tahun 2018 DAFTAR NAMA-NAMA ANGGOTA PPS TERPILIH SE-KABUPATEN MANDAILING NATAL. PADA PENYELENGGARAANPEMILIHAN GUBERNUR DAN

Perwakilan BPKP Provinsi Sulawesi Selatan melaksanakan penugasan audit sebanyak 230 PP atau 46% dari total realisasi penugasan sebanyak 501 PP dengan penugasan Audit

1) Kawasan prioritas : Pengembangan kawasan prioritas di Kabupaten Flores Timur pada dasarnya sangat terkait dengan RTRW di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur

Manusia harus menggunakan kuasa yang diberikan Allah dengan penuh tanggung jawab dan bermanfaat bagi kehidupan orang lain dan dirinya sendiri atau untuk menolong orang