TESIS
PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN SERUM YANG TINGGI MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA
INFLAMASI PROSTAT SEDANG-BERAT PADA PASIEN BENIGN PRO STATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT
UMUM PUSAT SANGLAH
RIKA LESMANA
PROGRAM PASCASARJANA UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2015
TESIS
PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN SERUM YANG TINGGI MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA INFLAMASI PROSTAT SEDANG-BERAT PADA PASIEN
BENIGN PRO STATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
RIKA LESMANA NIM 0914028207
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR
2015
PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN SERUM YANG TINGGI MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TE RJADINYA
INFLAMASI PROSTAT SEDANG-BERAT PADA PASIEN BENIGN PRO STATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT
UMUM PUSAT SANGLAH
Tesis untuk Memperoleh Gelar Magister
Pada Program Magister, Program Studi Ilmu Biomedik, Program Pascasarjana Universitas Udayana
RIKA LESMANA NIM 0914028207
PROGRAM MAGISTER
PROGRAM STUDI ILMU BIOMEDIK PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR
2015
Lembar Pengesahan
TESIS INI TELAH DISETUJUI TANGGAL 12 Juni 2015
Pembimbing I, Pembimbing II,
dr.Gede Wirya Kusuma Duarsa,M.Kes.,Sp.U Dr.dr.Tjokorda
G.B.Mahadewa,M.Kes.,Sp.BS(K)Spinal NIP 196809252005011001 NIP 197409061002121001
Mengetahui
Ketua Program Studi Ilmu Biomedik Direktur
Program Pascasarjan Program Pascasarjana Universitas Udayana, Universitas Udayana,
Dr.dr.Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc.Sp.GKProf.Dr.dr.A.A. Raka Sudewi, SpS(K) NIP 195805211985031002 NIP 195902151985102001
Tesis Ini Telah Diuji pada Tanggal 12 Juni2015
Panitia Penguji Tesis Berdasarkan SK Rektor Universitas Udayana No:1585/UN14.4/HK/2015 , Tanggal: 4 Juni 2015
Penguji Ujian Tesis adalah:
1. dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes., SpU.
2. Dr. dr. Tjokorda Gede Bagus Mahadewa, M.Kes., SpBS(K)Spinal 3. Dr. dr. A.A. Gede Oka, M.Kes., SpU.
4. Dr. dr. Nyoman Golden, M.Kes., SpBS.
5. dr. I Ketut Wiargitha, SpB(K)Trauma
UCAPAN TERIMA KASIH
Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya penulis dapat menyelesaikan karya akhir ini.
Karya akhir inimerupakan tugas akhir sebagai salah satu syarat menyelesaikan Program Pendidikan Dokter Spesialis I (PPDS-I) Ilmu Bedah dan Program Pascasarjana Program Studi Ilmu Kedokteran Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar.
Melalui kesempatan ini, penulis memberikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :
Prof. Dr. dr. I Ketut Suastika, SpPD-KEMD, selaku Rektor Universitas Udayana yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan di Universitas Udayana.
Prof. Dr. dr. A.A. Raka Sudewi, SpS(K) selaku Direktur Program Pascasarjana Univertitas Udayana yang memberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan pascasarjana di Universitas Udayana.
Prof. Dr. dr. Putu Astawa, SpOT(K), selaku Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana yang telah memberikan kesempatan untuk menjalankan proses pendidikan.
dr. Gede Wirya Kusuma Duarsa, M.Kes, SpU, selaku pembimbing utama, atas segala waktu, bimbingan dan arahan dalam menyusun dan menyelesaikan penelitian ini.
Dr. dr.Tjokorda Gede Bagus Mahadewa, M.Kes, SpBS(K)Spinal, sebagai pembimbing kedua, yang telah memberikan bimbingan dan masukan dalam penyusunan karya akhir ini.
dr. I Ketut Wiargitha, SpB(K)Trauma, selaku Ketua Program Studi Ilmu Bedah FK UNUD Denpasar dan dr. Putu Anda Tusta Adiputra, SpB(K)Onk.
selaku Sekretaris Program Studi Ilmu Bedah FK UNUD Denpasar atas segala dukungan dan dorongan semangat dalam menjalankan proses pendidikan.
Prof. Dr. dr. Sri Maliawan, SpBS(K), selaku Kepala Bagian Bedah FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar atas kesempatan menjalani pendidikan sebagai residen bedah umum FK UNUD/RSUP Sanglah Denpasar.
dr. Ida Bagus Dharmaputra, SpB-KBD, selaku Kepala SMF Bedah Umum FK UNUD / RSUP Sanglah Denpasar.
Dr.dr.Gde Ngurah Indraguna Pinatih,M.Sc.Sp.GK, selaku ketua Program Studi Ilmu Kedokteran Biomedik Universitas Udayana yang telah memberikan kesempatan dalam mengkuti program Combined Degree.
dr. Anak Ayu Sri Saraswati M.Kes, Direktur Utama RSUP Sanglah atas kesempatan yang diberikan untuk menempuh pendidikan ilmu bedah sambil memberikan pelayanan dan melakukan penelitian ini di RSUP Sanglah, Denpasar.
dr. Ni Luh Dharma Kerti Natih, selaku Kepala Instalasi Rekam Medis RSUP Sanglah Denpasar, atas kesempatan yang diberikan kepada penulis untuk menggunakan data rekam medis dalam penyusunan penelitian ini.
dr. Ni Wayan Winarti, SpPA., sebagai reviewer histopatologi.
Seluruh Kepala Divisi dan staf pengajar di Bagian Bedah FK UNUD/RSUP Sanglah kami ucapkan terima kasih atas bimbingan dan dorongan yang diberikan baik saat penulis menjalani program pendidikan sehari-hari maupun pada saat pelaksanaan dan penyusunan karya akhir ini.
Suami tercinta, dr. Mario Steffanus Rustanto, kedua orang tua, Tjipta Lesmana dan Netty Herawati, serta seluruh keluarga yang telah memberikan doa, semangat, dan segala bentuk dukungan yang sebesar-besarnya.
dr. Melati Wibawa Putri, SpB., dr. Bramastha Aires Rosadi Oggy, dr. Ida Ayu Putranti, seluruh teman dan sejawat residen bedah atas dukungan dan
bantuan sehingga penelitian ini dapat diselesaikan.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa karya tulis ini tidak sempurna. Maka dengan segala kerendahan hati, penulis mengharapkan perbaikan dan melanjutkan penelitiaan ini sehingga hasil yang tertuang dalam karya akhir ini dapat bermanfaat bagi ilmu kedokteran dan pelayanan kesehatan.
Denpasar, 30 Mei 2015
Penulis
ABSTRAK
PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN SERUM YANG TINGGI MERUPAKAN FAKTOR RISIKO TERJADINYA
INFLAMASI PROSTAT SEDANG-BERAT
PADA PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA DI RUMAH SAKIT UMUM PUSAT SANGLAH
Benign ProstaticHyperplasia (BPH)merupakan salah satu penyakit degeneratif yang paling sering pada laki-laki. Beberapa teori telah dikemukakan untuk menjelaskan etiologi, salah satunya adalah teori inflamasi, dan PSA dipertimbangkan sebagai salah satu faktor risiko terjadinya inflamasi prostat. Inflamasi kronik yang tidak terdeteksi dapat menjadi masalah pada pasien dengan BPH oleh karena gejala obstruktif dan iritatif yang disebabkan. Mengetahui faktor risiko dapat memberikan hasil penanganan yang lebih baik.
Studi kasus kontrol retrospektif di Rumah Sakit Sanglah, Indonesia, terdapat 70 laki-laki dengan BPH yang menjalani operasi TURP pada tahun 2014. Inflamasi prostat dievaluasi dengan pemerikaan histologi dari jaringan prostatoleh satu orang spesialis patologi anatomi untuk menghindari subjektivitas. Subjek tanpa inflamasi dan dengan inflamasi ringan dikategorikan sebagai kelompok kontrol (n=35), subjek dengan inflamasi sedang dan berat dikategorikan sebagai kelompok kasus (n=35).
Nilai PSA serum total diambil dari data rekam medis.
Median PSA lebih tinggi pada kelompok kasus, 2,83 dibandingkan dengan 14,12, dengan rasio odd 1,18 (p<0,001). Analisa multivariat dilakukan pada nilai PSA tinggi, bakteriuria, durasi pemakaian kateter lama dan obesitas, dan tetap nilai PSA tinggi sebagai faktor risiko bebas (adjusted OR=14,6 p<0,001).
PSA merupakan faktor risiko terjadinya inflamasi prostat
sedang-berat pada laki-laku dengan BPH. Bakteriuria, durasi pemakaian kateter urin, dan obesitas tidak menunjukkan perbedaan yang bermakna sebagai faktor risiko terjadinya inflamasi prostat sedang-berat.
Kata kunci: Prostatitis, Inflamasi Prostat, PSA Tinggi.
ABSTRACT
HIGH SERUM PROSTATE SPECIFIC ANTIGEN AS A RISK FACTOR FOR MODERATE-SEVERE PROSTATE INFLAMMATION IN PATIENT WITH
BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA
IN SANGLAH GENERAL HOSPITAL, DENPASAR
Benign ProstaticHyperplasia (BPH) is one of the most common degenerative disease found in men. Theories have been delivered to elucidate etiology, one of them is the theory of inflammation, and PSA is considered as one of risk factor for prostate inflammation. Undetected chronic inflammation could be a problem in BPH due to the obstructive and irritative symptoms it causes. Assessing risk factor could provide a better treatment outcome.
A retrospective case control study in Sanglah Hospital, Indonesia. 70 men with BPH who underwent TURP in 2014, prostate inflammation is evaluated histologicaly from prostate specimens by one pathologist to avoid subjectivity. Those without inflammations and with mild inflammations are categorized as control group (n=35), and those with moderate and severe inflammations are categorized as case group (n=35).
Preoperative total serum PSA retrieved from medical record
Median PSA is higher in case group, 2,83 compared to 14,12, with odd ratio 1,18 (p<0,001). Multivariate analysis is done for high PSA, bacteriuria, long term duration of urinary catheter insertion, and obesity, and still high PSA is the independent risk factor (adjusted OR=14,6
p<0,001).
PSA is a risk factor for moderate-severe prostate inflammation in men with BPH. Bacteriuria, urinary catheter usage duration, and obesity did not differ significantly as risk factors for moderate-severe prostate inflammation.
Keywords: Prostatitis, Prostate Inflammation, High PSA.
DAFTAR ISI
Halaman
LEMBAR PENGESAHAN ………. ii
UCAPAN TERIMA KASIH ………... vi
DAFTAR ISI ………... x
DAFTAR GAMBAR ………... xiii
DAFTAR TABEL ………... xiv
DAFTAR SINGKATAN……….. xv
DAFTAR LAMPIRAN ………... xvii
BAB I. PENDAHULUAN ……….. 1
1.1 Latar Belakang ………. 1
1.2 Rumusan Masalah ………... 5
1.3 Tujuan Penelitian ………. 5
1.4 Manfaat Penelitian ………... 5
1.4.1 Manfaat Praktis Penelitian ……….. 5
1.4.2 Manfaat Akademis Penelitian ………. 6
BAB II. KAJIAN PUSTAKA ………. 7
2.1 Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) ………... 7
2.1.1 Insidensi & Epidemiologi ………... 7
2.1.2 Anatomi ………..… 8
2.1.3 Etiologi ………..…. 9
2.1.4 Patologi ………... 12
2.1.5 Patofisiologi ……… 13
2.1.6 Gejala Klinis ………... 14
2.1.7 Pemeriksaan Klinis ………. 20
2.1.8 Pemeriksaan Laboratorium ……… 20
` 2.1.9 Pencitraan ………... 21
2.1.10 Diagnosa Banding ……… 21
2.1.11 Penatalaksanaan ……… 21
2.2 Peran Inflamasi Pada BPH ……….. 26
2.3 Prostate Spesific Antigen (PSA) Sebagai Self-Antigen ……….. 27 2.4 Infeksi Saluran Kemih ………. 31
2.5 Prostatitis ………. 35
2.5.1 Prostatitis Bakterial Akut ………... 37
2.5.2 Prostatitis Bakterial Kronis ……… 38
2.5.3 Prostatitis Non Bakterial ……… 39
BAB III. KERANGKA BERPIKIR, KONSEP PENELITIAN DAN HIPOTESIS ………. 41
3.1 Kerangka Berpikir ………... 41
3.2 Konsep Penelitian ……… 42
3.3 Hipotesa ………... 42
BAB IV. METODE PENELITIAN ………. 43
4.1 Rancangan Penelitian ……….. 43
4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ………... 44
4.3 Ruang Lingkup Penelitian ………... 44
4.4 Penentuan Sumber Data ……….. 44
4.4.1 Populasi Target ………... 44
4.4.2 Populasi Terjangkau ………... 44
4.4.3 Sampel ……….... 45
4.4.4 Variabel Penelitian ………. 46
4.4.5 Hubungan Antar Variabel ………... 47
4.4.6 Definisi Operasional Variabel ……… 47
4.4.7 Bahan dan Instrumen Penelitian ………. 47
4.4.8 Prosedur Penelitian ………. 47
4.4.9 Analisis Data ……….. 51
4.5 Perkiraan Biaya ………... 52
4.6 Rencana Kegiatan ……… 52
BAB V. HASIL PENELITIAN ………... 53
BAB VI. PEMBAHASAN ……….. 58
BAB VIII. SIMPULAN DAN SARAN ……….. 62
7.1 Simpulan ……….. 62
7.2 Saran ………... 62
DAFTAR PUSTAKA ……….. 63
LAMPIRAN ……… 68
DAFTAR GAMBAR
Halaman 2.
1
Angka Kejadian BPH Berdasarkan Usia di Beberapa Negara
…………
7
2.
2
Anatomi Kelenjar Prostat ……… 13
2.3 Hubungan Antara BPH, LUTS, Pembesaran Prostat (BPE), dan Obstruksi Kandung Kemih (BOO) Pada Pria Berusia Lebih Dari
40 Tahun………. 15
2.
4
Keluhan LUTS Berdasarkan Usia Pada Tujuh Negara yang Berbeda ….
15
2.
5
Penyebab LUTS pada Pria ………... 16
2.
6
International Prostate Symptoms Score (IPSS) dalam Bahasa Indonesia
19
2.
7
Teknik Pemeriksaan Empat Tabung ……… 36
3. Bagan Konsep Penelitian ………. 42
1
Bagan Konsep Penelitian ………. 42
4.
1
Bagan Rancangan Penelitian ……… 43
4.
2
Bagan Hubungan Antar Variabel ………. 47
4.
3
Bagan Prosedur Penelitian ………... 51
DAFTAR TABEL
Halaman 2.
1
Klasifikasi Terapi Medikamentosa pada BPH ……… 22
2.
2
Derajat Histologis dan Agresivitas pada Inflamasi Prostat
……….
27
4.
1
Analisa Bivariat ……….. 51
4.
2
Analisa Multivariat ………. 52
4.3 Rencana Kegiatan ………... 50 5.
1
Gambaran Karakteristik Subjek Berdasarkan Kelompok Kasus dan Kontrol ………
54
5.
2
Nilai PSA Pada Kelompok Kontrol dan Kasus ……….. 55
5.
3
Gambaran Derajat Inflamasi dan Derajat Agresivitas Sel Inflamasi Berdasarkan Kelompok Kasus dan Kontrol
……… 55
5.
4
Hasil Analisis Bivariat Beberapa Faktor Risiko Terjadinya Inflamasi Prostat pada Pasien BPH di RSUP Sanglah, Denpasar
……….. 56
DAFTAR SINGKATAN
AUA : American Urologic Association BPH : Benign Prostatic Hyperlasia DHT : Dihidrotestosteron
DM : Diabetes Melitus
EAU : European Association of Urology FGF : Fibroblast Growth Factor
fPSA : Free Prostate Spesific Antigen HPV : Human Papilloma Virus IFN : Interferon
IL : Interleukin
IMT : Indeks Massa Tubuh
IPSS : International Prostate Symptom Score ISK : Infeksi Saluran Kemih
LUTS : Lower Urinary Tract Syndrome NADPH : Nicotinamide Adenine Dinucleotide NIH : National Institute of Health
PSA : Prostate Spesific Antigen
PSAD : Prostate Spesific Antigen Density RA : Reseptor Androgen
RSUP : Rumah Sakit Umum Pusat RT : Rectal Toucher
tPSA : Total Prostate Spesific Antigen
TULIP : Transurethral Ultrasound-guided Laser-Induced Prostatectomy
TURP : Transurethral Resection of the Prostate USG : Ultrasonografi
WHO : World Health Organization
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman Lampiran 1. Form Kelaikan Etik ……….. 6
8 Lampiran 2. Surat Ijin Penelitian ……….. 6 9 Lampiran 3. Data Subyek Penelitian ………. 7 0 Lampiran 4. Analisa Statistik ……… 7 2