Nomor Sifat Lampiran Perihal
MENTER! DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA
47t,'r1/5taq/si
Penting
1 (satu) berkas
Pelaksanaan Perekaman e-KTp Secara Reguler
Jakarta,
t1
Desember 2012 KepadaYth.
1. Gubernur 2. Bupati/Walikota di -SELURUH INDONESIA
SURAT
EDAMN
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2012 tentang Perubahan
Atas
Peraturan pemerintahNomor 37 Tahun zooT
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor23 Tahun 2006 tentang
Administrasi Kependudukan tanggal3
Desember 20L2 dan menyusul Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.L314360/SJ tanggal 30 Oktober Z0t2 perihal pedoman Penyelesaian Perekaman e-KTP,sefta
memperhatikan Surat Edaran MenteriDalam Negeri Nomor
47t.L3lsz66/sl tanggal 30
Desember2011
perihalDispensasi Pelayanan Penerbitan KTP Elektronik Secara Massal, dengan hormat disampaikan hal-hal sebagai berikut :
1. Dispensasi Pelayanan
Penerbitan e-KTP tanpa
mensyaratkan Surat Keterangan Pindah sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 471.L31s266/sl tanggal30
Desember 2011,diperpanjang
masapemberlakuannya
sampai dengantanggal
31oktober
2013.2. Penyediaan
anggaran untuk keperluan jaringan komunikasi
datapelaksanaan sIAt( termasuk untuk perekaman
e-KTp, yang s*rnutamerupakan beban APBD provinsi dan Kabupatcn/Kota,
diubahmenjadi beban APBN
sebagaimanayang diatur dalam
peraturanPemerintah Nomor
102 Tahun
2OL2tentang
PerubahanAtas
peraturan Pemerintah Nomor37
Tahun 2007 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (copy Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2012 terlampir)3. Penyediaan anggaran
untuk keperluan blangko e-KTp, yang
semulamenjadi beban APBN hanya 1 (satu) kati diubah menjadi
beban APBNsetiap tahun.
Perubahan ini dilakukan melalui perubahan ke-3 (tiga) Peraturan Presiden Nomor 26 Tahun 2009.4. Sejak diterima Surat Edaran ini, diminta kepada para Bupati/Watikota untuk memerintahkan kepada para Camat, agar bagi penduduk
wajib
KTP yangtelah
melakukan perekaman e-KTPdiberikan Surat
Keterangan yang ditandatanganioleh
Camatatau
Petugasyang
diberikan wewenang oleh Camat, sebagai bukti bahwa yang bersangkutan telah melakukan perekaman e-KTP.Hal ini
sebagai dasar bagi lembaga pelayanan publik untuk tetap mengakui bahwa bagi penduduk yangtelah
melakukan perekaman e-KTPtetapi belum mendapatkan fisik e-KTP, maka KTP Non Elektronik (KTP lama) tetap berlaku sampai dengan yang bersangkutan menerima e-KTP. (Format Surat Keterangan terlampir).
Demikian untuk dipedomani dalam pelaksanaannya.
Tembusan
Yth
:1. Bapak Presiden R.I. (sebagai laporan);
2. Bapak Wakil Presiden R.I. (sebagai laporan);
3. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan;
4. Ketua DPRD Provinsi seluruh Indonesia;
5. Ketua DPRD Kabupaten/Kota seluruh Indonesia;
6. Kepala Biro/Kepata Dinas yang menangani Kependudukan dan Pencatatan Sipil di Provinsi;
7. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten/Kota seluruh Indonesia
ffi Fi N]
*t E
.eth^
IF 1",
Lampiran
:Surat Menteri Dalam Negeri
Nomor :
471.1315184/SJTanggal : {3 Desember 2012
KOP
SU
RAT KECAMATAN/KELU RAHAN
SURAT KETEBANGAN No:
Yang bertandatangan di bawah ini menerangkan bahwa penduduk:
Nama
:NIK
:Jenis
Kelamin
: L/PAlamat
:Telah
melaksanakanperekaman Kartu Tanda Penduduk Elektronik
(e-KTP).Berdasarkan
Surat
Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor... Tanggal ... antara lainbahwa
bagi
penduduk yangtelah
melakukan perekaman e-KTP, makaKTP
non Elektroniknya tetap berlaku sampai dengan yang bersangkutan menerima e-KTP.Demikian
surat
keteranganini dibuat untuk
dipergunakan sebagaimana mestinya.tempat, tanggal bulan tahun dikeluarkan CamaULurah/Pejabat yang diberi Kewenangan
Cap dan tanda tangan Nama, Pangkat, NIP Pejabat yang
menandatangani
PRESIDE N
REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN PEMERiNTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 102 TAHUN 2012
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 37 TAHUN 2OO7
TENTANG PEI,AKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka
mewujud.kantertib administrasi kependudukan serta keberlangsungan
penyediaandata kependudukan secara nasional,
pemerintahbertanggungjawab dalam menyediakan
data kependudukan yangakurat
danterkini;
b. bahwa beberapa ketentuan dalam peraturan
Pemerintah Nomor 3T Tahun 2OOT
tentang Pelaksanaanundang-undang Nomor 23 Tahun
2006tentang Administrasi Kependudukan perlu
disesuaikan dengan perkembangan yang ada;c.
bahwa berdasarkan pertimbangan
sebagaimanadimaksud dalam huruf a d.an huruf b,
perlu menetapkan Peraturan pemerintahtentang
perubahanAtas Peraturan Pemerintah Nomor 3T Tahun
2ooTtentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2A06 tentangAdministrasi
Kependudukan;1. Pasal 5 ayat (2) Und.ang-Undang Dasar
Negara Republik IndonesiaTahun
1.945;Mengingat
2.
Undang-UndangFET
I
I i
R EpuSLTI'ISS
B*'=,o
-2-
2. undang-Undang Nomor SZ Tahun 2OO4
tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara
RepublikIndonesia Tahun 2OO4 Nomor l2S,
TambahanLembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4457) sebagaimanatelah diubah terakhir dengan
Undang_Undang Nomor lZ Tahun
2OOgtentang
perubahanKedua Atas
Undang-UndangNomor 32 Tahun
2OO4tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
NegaraRepublik
IndonesiaTahun
2o0B Nomor59,
Tambahan Lembaran Negara Repubtik IndonesiaNomor agafl;
3' undang-undang Nomor 2a rahun 2aa6
tentangAdministrasi Kependudukan (Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun 20A6 Nomor
124,Tambahan Lembaran Negara Republik
indonesia Nomora67fl;
4.'
Peraturan
Pemerintah Nomor37 Tahun 2oa7
tentang Pelaksanaanundang-undang Nomor 23 Tahun
2o06tentang Administrasi Kependudukan
(LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2oor Nomor
g0,Tambahan Lembaran Negara Repubiik
Indonesia Nomor a736);MEMUTUSKAN:
MCNCTAPKAN
:
PERATURAN PEMERINTAH TENTANG PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERINTAHNOMOR 37 TAHUN
2OO7TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23
TAHUN 2006 TENTANG
ADMINISTRAS]KEPENDUDUKAN
Pasal I
Beberapa
ketentuan dalam peraturan pemerintah
Nomor37 Tahun
2OOTtentang pelaksanaan
Undang-UndangNomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (Lembaran Negara Repubrik
IndonesiaTahun
20CI7Nomor g0, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 4Tg6)diubah
sebagaiberikut:
L'af--+. '^-
-l
I
I
I
ry'
PRESIDEN
REPUBLIK INDONESIA
-3-
1. Ketentuan huruf j
Pasal71 diubah, dan ditambah
5(lima)
huruf, yakni huruf k, huruf
1,huruf m, huruf
n,dan huruf o, sehingga Pasal 7L berbunyi
sebagaiberikut:
Pasal 71
SIAK merupakan satu kesatuan kegiatan terdiri
darjunsur:
a.
database;b.
perangkat teknologiinformasi dan komunikasi;
c.
sumber daya manusia;d.
pemegang hak akses;e.
lokasi database;f.
pengelolaandatabase;g.
pemeliharaan database;h.
pengamanan database;i.
penga\Masandatabase;j.
data cadangan;k.
perangkat pendukung;1.
tempat pelayanan.m. pusat
data;n.
pusat data cadangan; dano. jaringan komunikasi
data.2.
Ketentuan ayat (2) pasar 7gdiubah,
sehingga pasal 7gberbunyi
sebagaiberikut:
Pasal 78
(1) Pemeliharaan, pengamanan, dan
pengawasandatabase
kependudukan
sebagaimanadimaksud dalam
Pasal71 huruf g, huruf h, dan huruf
idilakukan oleh pemerintah, pemerintah
provinsi, dan/ atau pemerintah kabupaten/ kota.(2) Pdmeliharaan, pengamanan, dan
pengawasansebagaimana
dimaksud pada ayat (1) metiputi
data dalam database, perangkat keras, perangkat. lunak, jaringan komunikasi data, pusat
data, data cadangan, danpusat
data cadangan.f3l
I Infr rlzF
t I
I
l
PRESIDE N
REPUBLIK INDONESIA
-4-
(3) Untuk melaksanakan
tanggung jawab sebagaimanadimaksud pada ayat (1) dan. ayat
(2),Menteri
menetapkantata cara dan
prosedurpemeliharaan, pengamanan, dan
pengawasandatabase kependudukan.
3.
Ketentuan Pasal 79ditambah 3
(tiga)ayat, yakni
ayat (21, ayat(3),'dan
ayat (4), sehingga Pasal79 berbunyi
sebagaiberikut
:Pasal 79
(1)
Segalabiaya yang diperlukan bagi
pelaksanaanpenyelenggaraan SIAK dibebankan
padaAnggaran
Pendapatandan Belanja Negara
dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.(2) Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)digunakan
untuk membiayai penyelenggaraan
SIAK.
sebagaimanadimaksud dalam pasal 71 huruf
asampai dengan huruf o yang
menjadi kewenangan Menteri.(3) Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerahprovirrsi digunakan untuk
membiayaipenyelenggaraan SIAK sebagaimana dimaksud dalam
Pasal71 huruf a sampai
denganhuruf
m yang menjadi kewenangangubernur.
(4) Anggaran Pendapatan d^an Belanja
Daerah- kabupaten/kota digunakan untuk.
membiayaipehyelenggaraan SIAK sebagaimana dimaksud dalam
Pasal71 huruf a sampai
denganhuruf
m yang menjadi kewenanganbupati/walikota.
4.
Pasal Q0 dihapus.Peraturan
Pemerintah diundangkan.Pasal
II
muiai berlaku pada
tanggal#'
$,ffi -*gy4{
PRES ID E N
REPUBLIK INDONESIA
-5-
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini
denganpenempatannya dalam Lembaran Negara
Republik Indonesia.Ditetapkan
diJakarta
pada tanggal
3
Desember 2012 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIAttd.
DR. H. SUSILO BAMBANG YUDHOYONO
Diundangkan
di Jakarta.
pada tanggal 3 Desember 2O12.
MENTERI HUKUM DAN HAK ASASI MANUSiA REPUBLIK INDONESIA, . .
ttd.
AMIR SYAMSUDIN
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2072 NOMOR 265
Salinan sesuai dengan aslinya
KEMENTEzuAN SEKRETARIAT NEGARA RI
an Kesejahteraan Ralqyat,
Ftr
PRESID E N
REPUBLIK INDONESIA
PENJELASAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 102 TAHUN 2012
TENTANG
PERUBAHAN ATAS PERATURAN PEMERIN-IAH NOMOR 37 TAHUN 2OO7
TENTANG PELAKSANAAN UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2006 TENTANG ADMINI STRASI KEPENDUDUKAN
I.
UMUMUndang-Undang Nomor 23 Tahun
2aO6tentang Administrasi
Kependudukan mengamanatkan bahwapenyelengg.ru.i administrasi kependudukan diantaranya bertujr"" lr"t"t mJriyediakan data
daninformasi kependudukan secara nasionar yang akurat,
rengkap,mutakhir
sehingga-menjadi acuan bagi perumusan kebijakan
danpembangunan pada umumnya, mewujudkan tertib administrasi kependudukan
secara nasionaidan
terpaJr-r,serta menyediakan
datapenduduk yang menjadi rujukan dasar bagi sektor ierkait
dalampenyelenggaraan kegiatan. pemerintahan, pembangunan
dankemasyarakatan.
Dalam
,rangka mewujudkan tujuan
penyelenggaraanadministrasi kependudukan sebagaimana diamanatkan
dalamundang-undang Nomor 23 Tahul 2oa6 tentang
Ad.ministrasiKependudukan, antara rain yaitu *.*.,;rraun tertib administrasi kependudukan
secaranasionar dalam minyediakan data penduduk (database kependudukan) yang terjamin- akurasinya d.an terkini, Pemerintah melaksanakan' pemutakhiran data
kependudukan,penerbitan Nomor Induk Kependudukan
(NIK)dan penerapan Kartu
Tanda Penduduk (KTp) Elektronik.Proses
pemutahiran dan
pengerolaan d.atabase kependudukan,penerbitan Nomor Induk Kepedudirkan (NIK), dan penerapan
KTpEletronik secara nasronal, hlrus d^;;t ["4"t.r, a""g"r., laik
danfi{ykuns dengan
peinbiayaanyang tepat sesuai dengan kebutuhan
P+ di pemerintah pusat maupun di pemerintah daerah. untuk
keberlangsungan p"rry"diu.an data
k"p".rauarkan
secaranasional
danmenjaga akurasi database kependudukan nasionar, penerbitan
NIKdan penerapan KTp Elektronik secara regurar, perru dilakukan
a
*
.ir, E
(#
F.
r,
PRESID EN
REPUBLIK INDONESIA
-2-
perubahan
beberapaketentuan dalam Peraturan Pemerintah
Nomor37 Tahun
2OO7tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor
23Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, yaitu
mengenaiunsu.r Sistem Informasi ,-{,dministrasi Kependudukan
(SIAK),pembagian kewenangan pengalokasian pembiayaan
oleh
Pemerintah,pemerintah provinsi dan pernerintah kabupaten/kota,
sertapembiayaan
jaringan komunikasi
data.II,
PASAL DEMI PASAL Pasal IPasal II
Angka
1Pasal 71
Cukup jelas.
Angka 2
'Pasal 78
Cukup jelas.
Angka 3
Pasal 79
Cukup jelas.
Angka 4
Pasal 80
Dihapus.
Cukup jelas.
TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 5373