• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB II GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

5

BAB II

GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

2.1. Deskripsi Perusahaan

Lembaga Sensor Film atau LSF adalah sebuah lembaga resmi pemerintahan yang bertugas untuk melakukan sensor terhadap film-film yang beredar di masyarakat umum. Karena berdasarkan Pasal 57 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009, film maupun iklan film yang diedarkan dan dipertunjukkan wajib untuk memperoleh surat tanda lulus sensor yang dikeluarkan oleh Lembaga Sensor Film.

Lembaga Sensor Film pertama kali dibentuk oleh kolonial Belanda pada tahun 1916 dengan nama Commissie voor de Keuring van Films atau Komisi Pemeriksaan Film yang bertujuan untuk menjaga kalangan kolonial Belanda dari sadarnya masyarakat Indonesia terhadap kemerdekaan, kekerasan, maupun pemberontakan.

Lembaga Sensor Film yang berada dibawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia atau KEMENDIKBUD berlokasi di Jalan Letjen Mt. Haryono No.kav 47-48, RT.3/RW.3, Cikoko, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12770.

2.1.1. Logo Perusahaan

Gambar 2.1 Logo Lembaga Sensor Film

Logo yang digunakan oleh Lembaga Sensor Film adalah lambang Garuda Pancasila dengan tulisan pada bagian bawahnya yaitu “Lembaga Sensor Film Republik Indonesia”. Lambang Garuda Pancasila digunakan sebagai logo dari LSF karena berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009, Garuda Pancasila sebagai

(2)

6

lambang negara Indonesia harus digunakan pada lembaga pemerintahan dan kegiatan resmi. Serta, berdasarkan wawancara yang dilakukan oleh Novalia (2021), kepada Andi Muslim sebagai ketua subkomisi bidang media baru di Lembaga Sensor Film, Garuda Pancasila digunakan sebagai logo LSF agar masyarakat luas mengetahui bahwa LSF adalah lembaga resmi pemerintahan yang menjalankan tugas kenegaraan. (Novalia, 2021)

2.1.2. Visi dan Misi Perusahaan

Visi dan misi LSF sebagai Lembaga yang bertugas untuk menyensor film yang beredar pada kalangan masyarakat berpusat pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang perfilman. Pada Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009, film harus bertujuan untuk memperkaya pegetahuan, budaya, kesatuan, dan persatuan bangsa.

Sedangkan sensor film memiliki arti yaitu kegiatan penentuan kelayakan film yang akan dipertunjukan kepada khalayak umum.

Sehingga, LSF bertugas untuk menyensor film dan menentukan usia penonton film yang beredar pada khalayak umum sehingga film yang beredar diharapkan bisa memperkaya pengetahuan dan mempererat kesatuan bukannya malah memperpecah persatuan dan membuat negara kehilangan budaya negara Indonesia.

2.1.3. Alur Kerja Perusahaan

Untuk melakukan pendaftaran untuk sensor film ataupun iklan yang telah dibuat dan akan dilakukan penyensoran oleh LSF, wakil dari pemohon yang ingin menyensor film harus melakukan registrasi akun melalui e-SiAS pada laman https://sensor.kemdikbud.go.id/registrasi setelah membuat akun dan mendapatkan username, pemohon tersebut harus mengisi dan mengunggah data secara benar dan lengkap untuk melakukan administrasi elektronik. Pemohon akan mendapatkan bukti pendaftaran penyensoran. Pemohon harus melakukan pembayaran dan mengunggah bukti pembayaran. Setelah itu, pemohon harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan surat tanda lulus sensor (SLTS).

(3)

7

Segala penyensoran yang dilakukan oleh LSF, beracukan pada pasal Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 yang menyebutkan penyensoran dilakukan oleh tenaga sensor untuk melakukan penelitian dan analisis terhadap suatu film, iklan, atau program televisi sebelum dibagikan kepada khalayak umum. Tenaga sensor akan melakukan musyawarah untuk mendapatkan kesepakatan pengeluaran SLTS. (Novalia, 2021)

2.1.4. Proyek Perusahaan

Lembaga Sensor Film yang bertugas sebagai lembaga resmi pemerintahan Indonesia bertanggung jawab untuk memberikan layanan sensor kepada masyarakat. Sehingga, LSF perlu memberikan konten harian yang membuat masyarakat lebih mengenal LSF. LSF memiliki konten mingguan yaitu #KenalLSF,

#MovieQuotes, #KamisKamusFilm, #QuizSabtuSeru, dan #PanduanFilm. LSF menentukan dalam 1 minggu pada hari senin terdapat konten yang berat dan serius berangsur-angsur ke konten yang lebih ringan pada akhir minggu. Konten-konten sosial media yang dibuat oleh LSF yang ringan maupun berat digunakan untuk untuk menaikan engagement media sosial LSF kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat bisa mengenal lebih jauh mengenai kegiatan-kegiatan yang ada pada LSF.

Gambar 2.2 Konten Mingguan LSF

(4)

8

Jadwal yang digunakan oleh LSF untuk mengunggah konten adalah pada hari Senin terdapat Government Public Relations (GPR), Selasa terdapat konten

#KenalLSF, Kamis terdapat konten #KamisKamusFilm, Jumat terdapat konten

#MovieQuotes, Sabtu terdapat konten #QuizSabtuSeru dan Minggu terdapat Panduan Film.

1. Kenal LSF (#KenalLSF)

Konten #KenalLSF adalah konten yang diunggah pada hari senin di Instagram LSF (@lsf_ri). Konten Kenal LSF termasuk salah satu konten yang lebih berat dan serius. Konten Kenal LSF bertugas untuk memberikan informasi mengenai LSF kepada masyarakat yang biasanya berasal dari Undang-Undang Republik Indonesia.

Gambar 2.3 Konten #KenalLSF

Secara visual konten #KenalLSF menggunakan warna gelap sebagai background dan warna gradasi ungu untuk frame dan warna kuning untuk judul dari konten. Contohnya pasal-pasal yang dibahas pada konten tersebut. Pada bagian atas konten terdapat logo LSF dan pada bagian bawah terdapat informasi mengenai laman, Facebook, Twitter, dan Instagram dari LSF.

2. Kamis Kamus Film (#KamisKamusFilm)

Konten #KamisKamusFilm termasuk sebagai salah satu konten yang lebih ringan. Sehingga, diunggah pada akhir minggu. Konten #KamisKamusFilm dibuat untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai istilah- istilah yang digunakan dalam dunia perfilman. Sebagai contohnya adalah

(5)

9

pengertian dari extreme close-up, trailer, wide shot, dan masih banyak lainnya.

Gambar 2.4 Konten #KamisKamusFilm

Secara visual konten #KamisKamusFilm menggunakan warna- warna yang terang sebagai background dan warna gradasi oranye untuk frame dan warna-warna gelap untuk isi dari konten #KamisKamusFilm.

Pembeda secara visual yang ada pada konten #KamisKamusFilm adalah pada konten tersebut terdapat penggunaan vector yang membentuk scene yang menggambarkan isi dari konten #KamisKamusFilm yang sedang dibahas.

3. Movie Quotes (#MovieQuotes)

Sebagai konten yang ringan untuk dibawakan oleh LSF, konten

#MovieQuotes diunggah pada hari jumat. Isi dari konten #MovieQuotes adalah petikan-petikan yang bijak dari suatu film. Konten #MovieQuotes juga digunakan untuk mengiklankan film-film Indonesia maupun film yang memiliki amanat yang baik kepada masyarakat.

(6)

10

Gambar 2.5 Konten #MovieQuotes

Secara visual konten #MovieQuotes menggunakan poster film dan warna-warna yang cerah sebagai background. Terdapat poster film yang akan dibahas pada isi konten. Pada bagian atas konten juga terdapat logo LSF dan pada bagian bawah terdapat informasi mengenai laman, Facebook, Twitter, dan Instagram dari LSF.

4. Quiz Sabtu Seru (#QuizSabtuSeru)

Konten #QuizSabtuSeru dibuat untuk menaikan interaktifitas pada sosial media LSF. Dengan menggunakan quiz dan hadiah dari quiz, masyarakat akan lebih tertarik untuk mengunjungi sosial media LSF. Konten dari

#QuizSabtuSeru sangat beragam. Dari hal-hal yang berhubungan dengan film maupun di luar dari dunia perfilman.

Gambar 2.6 Konten #QuizSabtuSeru

Secara visual konten #QuizSabtuSeru menggunakan elemen-elemen visual yang dibentuk dalam bentuk vektor yang berhubungan dengan perfilman. Warna-warna yang digunakan juga bergradasi cerah. Sehingga, lebih menarik dan memberikan kesan fun.

5. Panduan Film (#PanduanFilm)

Konten #PanduanFilm dibuat untuk memberikan informasi mengenai suatu film. Konten #PanduanFilm berisi informasi mengenai sutradara, produser, scenario, pemain film, rumah produksi, distributor, genre, tanggal rilis, trailer film, dan kandungan-kandungan apa yang terdapat dalam film.

Contohnya, kekerasan, hiburan, maupun thriller. Pada konten

(7)

11

#PanduanFilm juga terdapat kategori film sesuai usia dari penonton seperti semua usia, 13+, maupun 17+.

Gambar 2.7 Konten #PanduanFilm

Secara visual konten #PanduanFilm menggunakan poster sebagai background dan warna-warna cerah yang bergradasi. Terdapat icon yang digunakan untuk menggambarkan kategori film. Pada bagian atas konten juga sama dengan konten-konten lainnya, yaitu terdapat logo LSF dan pada bagian bawah terdapat informasi mengenai laman, Facebook, Twitter, dan Instagram dari LSF.

2.2. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi LSF pada saat ini dipimpin oleh Rommy Fibri Hardiyanto dengan Ervan Ismail sebagai wakil ketua. LSF memiliki 4 bagian yaitu komisi 1 dengan bidang penyetoran, dialog, komunikasi dan data yang di ketuai oleh Dr.

Nasrullah, komisi 2 dengan bidang pemantauan, hukum, dan advokasi yang diketuai oleh Dr. Ahmad Yani Basuki.M.Si, komisi 3 dengan bidang sosialisasi dan hubungan antarlembaga yang diketuai oleh Dr. Naswardi, M.M. M.E, dan yang terakhir adalah sekretariat LSF.

(8)

12

Gambar 2.8 Struktur Organisasi Lembaga Sensor Film

Berdasarkan bagan yang tertera, penulis merupakan bagian dari komisi 1 dengan bidang penyensoran, dialog, komunikasi dan data yang diketuai ole Dr.

Nasrullah. Namun, penulis bekerja langsung dibawah bagian subkomisi media baru yang diketuai oleh Andi Muslim, S.Ds., M.Si dan menjadi supervisor magang batch 5 pada bulan September hingga November 2021 yang penulis saat ini lakukan.

Gambar

Gambar 2.2 Konten Mingguan LSF
Gambar 2.3 Konten #KenalLSF
Gambar 2.4 Konten #KamisKamusFilm
Gambar 2.5 Konten #MovieQuotes
+3

Referensi

Dokumen terkait

Usaha budidaya kambing perah di wilayah Malang Raya saat ini, masih dilakukan secara tradisional yaitu mengandalkan hijauan ramban dengan berbagai kendala antara

Bahwa Badan Pengelola Masjid Agung An-Nur Provinsi Riau dalam mnerapkan fungsi pengorganisasiannya sudah cukup bagus, karena sudah memenuhi beberapa indikator

Bahkan dalam konsep Islam, tanah telantar atau tanah yang dibiarkan nganggur, iddle , tidak produktif maka otoritas negara wajib mengambil alih kepemilikan lahan

Sifat penata yang senang menyendiri, tidak percaya diri dan suka memendam perasaan merupakaan watak yang terdapat pada watak melankolis yang sempurna dan

Walaupun banyak penyakit anak yang besifat genetik ataupun kongeital, penyakit yang paling sering dialami anak adalah communicable disease. Masa anak-anak disebut sebagai

Berkaitan dengan kasus yang diangkat, yaitu mengenai perancangan media promosi Payuk Balinese Home Cooking Class dimana dilihat dari aktivitas bisnisnya, usaha

Hasil : Hasil penelitian uji paired sample T-test pada kedua kelompok didapatkan hasil p=0,000<0,05 yang berarti ada pengaruh pemberian terapi laser berintensitas rendah dan

Frekuensi pernapasan reguller. Pola pernapasan normal,tidak menggunakan otot bantu nafas, cuping.. Pengembangan dada Normal Kulit lembab/ tidak sianosis. Berikan posisi yang