• Tidak ada hasil yang ditemukan

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SURAT KEPUTUSAN DIREKSI"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

SURAT KEPUTUSAN DIREKSI

Nomor : 33/DIR/VI.22

Kaltim berupaya untuk dapat mengadopsi standar terbaik yang berlaku secara internasional seperti G20/OECD

Principles of Corporate Governance

, ASEAN

Corporate Governance Scorecard

(ACGS) dan standar aturan atau hukum lainnya yang berlaku di Indonesia;

dijalankan secara efektif, Pupuk Kaltim memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak di lingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025.

c. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi.

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;

2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 28 Tahun 1997 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja juncto Akta No. 03 Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja di Luar Rapat Umum Pemegang Saham tentang Perubahan Nama Dan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja [Perubahan Nama Perusahaan yang semula “PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)” menjadi “PT pupuk Indonesia (Persero)”] tanggal 3 April 2012, yang dibuat oleh Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta yang telah mendapat pengesahan dan/atau persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.

sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. Nomor : AHU-17695.AH.01.02. Tahun 2012 tanggal 5 April 2012;

3. Akta Pendirian dan/atau Anggaran Dasar PT Pupuk Kalimantan Timur sesuai dengan Akte Notaris Yanuar Hamid, SH No. 15 tahun 1977 tanggal 7 Desember 1977 juncto No.43 Tahun 1978 tanggal 21 Desember 1978 tentang Pendirian Perseroan PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) dengan pengesahan oleh Menteri Kehakiman RI No. Y.A.5/5/11 tanggal 16 Januari 1979 sebagaimana telah diumumkan dan/atau dimuat dalam Lembar Negara RI tanggal 10 April 1979 No. 29, Tambahan No. 160. Akta Pendirian dan/atau Anggaran Dasar dimaksud diatas telah beberapa kali diubah, perubahan mana masing-masing dan berturut-turut antara lain sebagai berikut :

b. dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat Menimbang : a. dalam rangka mewujudkan penerapan GCG yang komprehensif, Pupuk

Tentang

PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR

TAHUN 2021-2025

DIREKSI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR

T

(2)

3.1. Perubahan seluruh Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham tertanggal 28 Juli 2008 Nomor: 04, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I, tertanggal 31 Oktober 2008, Nomor : AHU-80094.AH.01.02. Tahun 2008, juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Nomor: 06, tanggal 26 April 2019, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam data base SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-02.86443 tertanggal 13 Juni 2019; Juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 30 Agustus 2019 Nomor: 07, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam data base SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor:

0077928.AH.01.02 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU- 0185173.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 03 Oktober 2019; Juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 27 Oktober 2020 Nomor: 03, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0404902 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0185919.AH.01.11. Tahun 2020 tanggal 6 November 2020;

3.2. Perubahan Modal Dasar Perseroan terakhir dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 23 Juni 2011 Nomor: 17, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, Akta mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I dengan surat persetujuan tertanggal 12 September 2011, Nomor : AHU-44499.AH.01.02 Tahun 2011;

3.3. Perubahan Penambahan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Desember 2018 Nomor: 01, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU- AH.01.03-0009002 dan daftar Perseroan Nomor: AHU- 0002527.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 08 Januari 2019;

3.4. Perubahan Nama Pemegang Saham Perseroan, terakhir dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham diluar Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: 04, tanggal 04 Juli 2012 dibuat oleh Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI tanggal 09 Juli 2012, Nomor: AHU-AH.01.10-25030;

3.5. Perubahan Susunan Anggota Direksi Perseroan, sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pupuk Kalimantan Timur, Nomor: 17, tanggal

(3)

Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0386436 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0153395.AH.01.11. Tahun 2020, tanggal 15 September 2020;

3.6. Perubahan Susunan Anggota Dewan Komisaris, sebagaimana terakhir dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pupuk Kalimantan Timur Nomor : 16, tanggal 25 Agustus 2020, yang dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta; akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0386423 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0153373.AH.01.11 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020; Juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Nomor : 14, tanggal 27 Desember 2021, yang dibuat dihadapan Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta; akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0006808 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0002118.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 05 Januari 2022;

4. Surat Keputusan Direksi Nomor: 33/DIR/VII.2014 tentang Tanggung Jawab Penandatangan dan Pemaraf Dokumen PT Pupuk Kalimantan Timur, Juncto Surat Keputusan Direksi Nomor: 28/DIR/VII.17 tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Direksi Nomor: 33/DIR/VII.2014 tentang Tanggung Jawab Penandatangan dan Pemaraf Dokumen PT Pupuk Kalimantan Timur.

MEMUTUSKAN

Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR

TENTANG PEDOMAN

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

ROADMAP

PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2021-2025 Pertama : Menetapkan dan memberlakukan Pedoman

Good Corporate Governance

Roadmap

PT Pupuk Kalimantan Timur Tahun 2021-2025, selanjutnya dalam Surat Keputusan ini disebut “

GCG Roadmap

”, sebagai acuan perencanaan implementasi tata kelola yang baik di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan Direksi ini, yakni meliputi:

1. Pedoman

Good Corporate Governance Roadmap

PT Pupuk Kalimantan

Kedua :

Timur Tahun 2021-2025, Lampiran I

Pedoman GCG Roadmap ini berlaku untuk semua pihak di dalam Perusahaan (Dewan Komisaris, Direksi dan Seluruh Karyawan di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur) serta seluruh proses bisnis dan fungsi organisasi Perusahaan.

Ketiga : Fungsi-fungsi mandat dan komitmen tercermin dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing entitas perusahaan, dimana Direktur Keuangan & Umum sebagai Penanggung Jawab Pedoman GCG (Good Corpo rate Governance

)

PT Pupuk Kalimantan Timur.

(4)

Keempat : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Kelima : Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Surat Keputusan ini akan ditetapkan dan atau diatur oleh Direksi PT Pupuk Kaliimantan Timur.

Ditetapkan di : Bontang Pada tanggal : 14 Juni 2022 PT Pupuk Kalimantan Timur Direktur Utama,

dto.Rahmad Pribadi

Bontang, 15 Juni 2022 Disalin sesuai aslinya oleh:

VP Administrasi Korporasi,

Wirza Eka Putra

Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:

1. D2, D3

2. SEVP

Business Support

3. Seluruh SVP

4. Seluruh VP

DR/er/nf; Salinan SK Direksi 2022.doc -

Demikian Surat Keputusan Direksi ini dibuat dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan Surat Keputusan ini, maka akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.

(5)

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025

PT Pupuk Kalimantan Timur

(6)

DAFTAR ISI

(7)

DAFTAR ISI

Sambutan Direktur Utama

Daftar Isi... i

Daftar Tabel ... ii

Daftar Gambar ... iii

Bab I. Pendahuluan... 1

A. Latar Belakang ... 1

1. Landasan dan Tujuan Penerapan

Good Corporate Governance.

... 1

2. Pentingnya

Good Corporate

Governance

Roadmap

... 2

3.

Grand Design Good Corporate Governance

Pupuk Kaltim ... 3

B. Tujuan

Good Corporate Governance Roadmap

... 4

C. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian... 5

Bab II. Evaluasi Capaian dan Pelaksanaan

Good Governance Roadmap

Periode Sebelumnya ... 7

A.

Good Corporate Governance Roadmap

Periode Sebelumnya... 7

B. Capaian

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2016-2020 ... 8

Bab III. Analisa Lingkungan dan Isu Strategis

Good Corporate Governance

... 14

A. Aspek Lingkungan

Good Corporate Governance ...

14

1. Penegakan dan Kepastian Hukum... 14

2. Dorongan Kebijakan Pemerintah... 15

3. Budaya Tata Kelola... 16

4. Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ... 16

5. Revolusi Industri 4.0... 17

B. Isu-Isu Strategis

Good Corporate Governance...

17

1. Akhlak sebagai

Core Value

... 17

2.

Responsible Investing

... 18

3. Pemulihan Ekonomi Nasional... 18

Bab IV. Sasaran dan Strategi Pelaksanaan

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ... 19

A. Tujuan

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ... 19

B. Sasaran dan Program Strategis

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ... 20

Bab V. Manajemen Pelaksanaan

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ... 32

A. Pelaksana

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ... 32

1. Direktur Penanggung Jawab

Good Corporate Governance

... 33

2. Tim Implementasi

Good Corporate

Governance

Roadmap

... 33

3.

Leading Sector Good Corporate Governance Roadmap

... 34

B.

Monitoring

dan Evaluasi ... 35

C. Pendanaan... 35

D. Sinkronisasi

Good Corporate Governance Roadmap

dengan Rencana Strategis... 35

Bab VI. Penutup ... 36

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Capaian Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2016-2020

Tabel 2.

Sasaran Strategis

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Grand Design Good Corporate Governance Pupuk Kaltim Gambar 2. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian Good Corporate

Governance Roadmap Tahun 2021-2025

Gambar 3. Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025 Gambar 4. Struktur Pengelola Good Corporate Governance Roadmap Tahun

2021-2025

(10)

SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA

(11)

Sambutan Direktur Utama

Tata kelola yang baik adalah prasyarat utama dalam mewujudkan penyelenggaraan perusahaan yang terpercaya. Kualitas tata kelola yang baik akan sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan bisnis perusahaan. Semakin baik tata kelola, maka akan memberikan kontribusi positif dalam keberlanjutan bisnis perusahaan yang pada gilirannya mendukung peningkatan pembangunan nasional dan perekonomian bangsa. Pupuk Kaltim berkomitmen untuk selalu terdepan dalam meningkatkan praktik-praktik bisnis yang dilakukannya agar mampu meningkatkan daya saing. Penguatan daya saing dilakukan melalui peningkatan praktik tata kelola perusahaan yang baik sehingga dapat memacu kinerja finansial dan operasional serta meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan para

stakeholders

.

Dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat dijalankan secara efektif, Direksi memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak dilingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen

Good Corporate Governance Roadmap

2021 – 2025.

Good Corporate Governance Roadmap

2021 – 2025 sebagai acuan penting bagi peningkatan tata kelola Perusahaan menuju standar tata kelola yang baik di tingkat regional ASEAN maupun internasional. Dengan adanya

Good Corporate Governance Roadmap

2021 – 2025 diharapkan menjadi strategi yang efektif dalam merealisasikan setiap tahapan inisiatif program yang akan diterapkan sepanjang 5 (lima tahun kedepan). Pelaksanaan strategi tersebut akan menjadi tonggak perbaikan bagi tata kelola di Pupuk Kaltim secara sistematis, terukur dan terarah. Seluruh insan Pupuk Kaltim dituntut berkomitmen secara bersama sama, bekerja keras untuk dapat merealisasikan semua program yang direncanakan. Kami mengapresiasi semua upaya yang dilakukan untuk membangun dan menerapkan inisiatif strategis yang tepat untuk membawa Pupuk Kaltim ke tingkat berikutnya yang lebih maju dan terus tumbuh berkelanjutan.

Bontang, 14 Juni 2022

Rahmad Pribadi Direktur Utama

(12)

BAB I

PENDAHULUAN

(13)

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang

1. Landasan dan Tujuan Penerapan

Good Corporate Governance

Dalam menerapkan

Good Corporate Governance

(GCG), Pupuk Kaltim tidak hanya sekedar memenuhi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan saja, tetapi bersungguh-sungguh menerapkannya dalam segala kegiatan operasional Pupuk Kaltim dengan senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip GCG.

Sebagai wujud penerapan GCG yang komprehensif, Pupuk Kaltim berupaya untuk dapat mengadopsi standar terbaik yang berlaku secara internasional seperti G20/OECD

Principles of Corporate Governance

, ASEAN

Corporate Governance Scorecard

yang diterbitkan oleh ASEAN Capital Market Forum, standar yang berlaku di Indonesia seperti Pedoman GCG yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), standar penerapan GCG untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Negara BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-01/MBU/2011 dan SK-16/S MBU/2012 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan.

GCG merupakan sebuah kebutuhan yang perlu dilakukan dalam rangka memastikan terciptanya tata kelola yang baik. Tata kelola yang baik adalah prasyarat utama dalam mewujudkan penyelenggaraan perusahaan yang terpercaya. Kualitas tata kelola yang baik akan sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan bisnis perusahaan. Semakin baik tata kelola suatu perusahaan, maka akan memberikan kontribusi positif dalam keberlanjutan bisnis perusahaan yang pada gilirannya mendukung peningkatan pembangunan nasional dan perekonomian bangsa.

Sesuai dengan visi, misi, tujuan dan strategi, serta ruang lingkup kegiatan operasional Pupuk Kaltim yang terus berkembang, Pupuk Kaltim selalu berusaha untuk menerapkan GCG secara konsisten agar tujuan komitmen penerapan GCG

(14)

yang dibangun dapat tercapai. Adapun tujuan penerapan GCG di Pupuk Kaltim adalah sebagai berikut:

1. Meningkatkan kepercayaan investor, kreditur dan pemegang saham dengan selalu melakukan pengkinian data/informasi yang materiil dan relevan secara transparan, akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.

2. Memperhatikan kepentingan

stakeholders

Pupuk Kaltim dengan memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta melaksanakan hubungan usaha yang sehat dan bertanggung jawab.

3. Meningkatkan profesionalisme dan pengembangan sumber daya manusia Pupuk Kaltim dengan melakukan penilaian kinerja yang lebih obyektif, transparan dan wajar, serta membangun struktur organisasi yang efisien dengan fungsi, sistem dan pertanggungjawaban yang jelas.

4. Meningkatkan kinerja Pupuk Kaltim dengan proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan berhati-hati (

prudent

) dengan selalu memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengendalikan risiko yang timbul, serta menghindari benturan kepentingan.

5. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara

prudent

dan terkendali, dan menyusun laporan keuangan Pupuk Kaltim secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan suatu sistem pengendalian internal yang handal dan manajemen risiko yang sehat.

6. Mengoptimalkan potensi dan nilai tambah sumber daya alam secara ekonomis dengan pengelolaan risiko yang lebih efektif.

7. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan ikut berperan aktif melestarikan lingkungan, khususnya di sekitar kegiatan operasi Pupuk Kaltim.

2. Pentingnya

Good Corporate Governance Roadmap

Dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat dijalankan secara efektif, Pupuk Kaltim memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak dilingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen

Good Corporate Governance Roadmap

.

Good Corporate Governance Roadmap

menjadi acuan penting bagi peningkatan tata kelola Perusahaan, dimana penyusunan

Good Corporate

Governance Roadmap

dilakukan dengan mengidentifikasi kesenjangan dan

(15)

permasalahan yang dihadapi dengan menggunakan acuan prinsip dan praktik tata kelola yang baik di tingkat nasional, regional ASEAN maupun internasional.

Dalam

Good Corporate Governance Roadmap

ini pula disusun strategi implementasi tata kelola yang baik dan tahapan inisiatif program yang akan diterapkan. Pelaksanaan strategi tersebut akan menjadi tonggak perbaikan bagi tata kelola di Pupuk Kaltim secara sistematis, terukur dan terarah.

3.

Grand Design Good Corporate Governance

Pupuk Kaltim

Good Corporate Governance Roadmap

disusun sebagai

grand design

atau peta jalan implementasi GCG secara terukur untuk mencapai tata kelola terbaik kelas dunia.

Grand design

GCG Pupuk Kaltim saat ini memasuki tahap penguatan 5 tahun keempat. Berikut gambaran

grand design

GCG Pupuk Kaltim tahun 2005- 2025.

Gambar 1.

Grand Design Good Corporate Governance

Pupuk Kaltim

Penguatan 6 Tahun Pertama

Penguatan 5 Tahun Kedua

Penguatan 5 Tahun Ketiga

Penguatan 5 Tahun Keempat

• Good Corporate Governance

2005-2010

2011-2015

• Good Governed Company

• Good Corporate Citizenship

2016-2020

2021-2025

• Transformed

• Integrated

• Trusted

• Culture

• Sustainable

Tahapan Perencanaan dan Implementasi GCG

Tahapan Implementasi dan

Evaluasi GCG

Tahapan Membangun Budaya GCG sebagai bagian

dari kehidupan Perusahaan sehari

hari

Tahapan transformasi tata

kelola menuju standar perusahaan

terbuka dan internasional serta

mencapai tujuan akhir sebagai perusahaan terbuka yang terpercaya dan

sustainable

(16)

Memasuki periode 5 tahun keempat diharapkan implementasi tata kelola mampu mendukung tercapainya Visi Pupuk Kaltim, yaitu “Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan”.

Upaya perbaikan tata kelola yang baik dilakukan dengan mencari konsep dan pendekatan yang dapat dijalankan secara efektif di Pupuk Kaltim. Periodisasi perjalanan

Good Corporate Governance Roadmap

Pupuk Kaltim tidak terlepas dari pengaruh perkembangan konsep tata kelola yang baik di dunia.

Good Corporate Governance Roadmap

ini disusun untuk membantu menjabarkan Visi dan Misi serta Rencana Strategis Pupuk Kaltim sebagai kelanjutan dari Rencana Strategis periode sebelumnya sehingga dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam melaksanakan program kerja pada setiap tingkatan dan jenjang organisasi. Hasil yang diharapkan dari

Good Corporate Governance Roadmap

adalah terciptanya pengelolaan bisnis yang transparan, bersih, akuntabel, dan kapabel, sehingga dapat melayani semua pemangku kepentingan secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).

Dalam

Good Governance Roadmap

2021-2025 ini, asas yang akan di kedepankan adalah Fokus (

Orientation

), Pemicu (

Main Driven

) dan Indikator Utama (

Main Indicator

) sebagai prioritas. Fokus berarti upaya GCG akan dilakukan secara fokus pada akar masalah tata kelola di Perusahaan.

Prioritas berarti terdapat prioritas perbaikan tata kelola sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan tantangan yang dihadapi.

B. Tujuan Good Corporate Governance Roadmap

Penyusunan

Good Corporate Governance Roadmap

Pupuk Kaltim bertujuan untuk:

1. Mendorong tercapainya Visi dan Misi serta Rencana Strategis Perusahaan;

2. Mendorong partisipasi setiap fungsi/unit kerja menerapkan GCG;

3. Mendorong manfaat yang lebih luas bagi

stakeholders

atas keberadaan Perusahaan;

4. Terciptanya tata kerja Perusahaan yang sejalan dengan prinsip GCG, yang mencakup prinsip keterbukaan, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, dan kewajaran.

(17)

C. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian

Guna meningkatkan kualitas

Good Corporate Governance Roadmap

ini dibandingkan dengan

Roadmap

sebelumnya, terdapat 3 (tiga) hal yang diperbaharui.

Pertama

,

Roadmap

ini lebih menekankan hal-hal yang bersifat implementatif dibandingkan dengan formalitas. Penyusunan strategi diarahkan untuk sedapat mungkin menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan.

Kedua

, program kerja dan kegiatan didesain agar dapat diimplementasikan sampai dengan unit kerja. Hal ini dilakukan agar GCG berjalan sampai dengan tingkatan terendah dalam organisasi.

Ketiga

, analisis dilakukan secara lebih lengkap, komprehensif, dan antisipatif sehingga didapatkan potret kemajuan, tantangan, dan permasalahan GCG yang lebih utuh.

Evaluasi atas Capaian

Good Corporate Governance Roadmap

5 tahun terakhir serta Analisis atas Lingkungan Strategis Perusahaan menjadi dasar bagi penetapan Tujuan, Sasaran dan Strategi implementasi GCG. Berikut gambaran kerangka berfikir dan keterkaitan antar bagian yang dikembangkan dalam konsep

Good Corporate Governance Roadmap

2021 – 2025.

Gambar 2. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian

Good Corporate Governance Roadmap

2021 - 2025

Tujuan, Sasaran dan Strategi Pelaksanaan Good Governance Roadmap Tahun 2021-2025

(Bab IV) Ukuran

Keberhasilan

Kegiatan dan Upaya Pencapaian

Manajemen Pelaksanaan

Good Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 (Bab V) Analisis Lingkungan dan Isu

Strategis (Bab III) Evaluasi Pelaksanaan

Roadmap Sebelumnya (Bab

II)

(18)

Strategi pelaksanaan

Good Governance Roadmap

diformulasikan secara lebih

riil

menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan, dengan mengedepankan kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak. Pelibatan ini dilakukan secara vertikal, yaitu melibatkan setiap level jabatan dalam struktur organisasi dari level paling strategis sampai paling teknis, maupun secara horizontal yaitu melibatkan kalangan

stakeholder

dan pemegang saham.

(19)

BAB II

EVALUASI CAPAIAN DAN PELAKSANAAN

GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP

PERIODE SEBELUMNYA

(20)

Bab II

Evaluasi Capaian dan Pelaksanaan Good Corporate Governance Roadmap

Periode Sebelumnya

A. Good Corporate Governance Roadmap Periode Sebelumnya

Pelaksanaan program

Good Corporate Governance

(GCG) telah menjadi prioritas sejak dikeluarkannya

Good Corporate Governance Roadmap

pertama pada tahun 2005 – 2010 fokus pada tahapan perencanaan dan implementasi GCG, selanjutnya periode 2011 – 2015 fokus pada tahapan implementasi dan evaluasi GCG dan terakhir periode 2016 – 2020 fokus pada tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari.

Satu dekade berjalan, secara umum implementasi

Good Corporate Governance Roadmap

masih menghadapi banyak hambatan dan tantangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal, terutama dalam hal membumikan GCG di setiap tingkatan/jenjang organisasi di Pupuk Kaltim.

B. Capaian Good Governance Roadmap Tahun 2016-2020

Good Corporate Governance Roadmap

yang dilaksanakan pada periode 2016-2020 telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam hal tata kelola yang baik.

Beberapa aspek yang bersifat implementatif telah dipotret ketercapaiannya sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan

Good Corporate Governance Roadmap

periode selanjutnya. Aspek yang ditinjau di tahun 2016-2020 adalah pada pencapaian tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari. Berikut capaian

Good Corporate Governance Roadmap

tahun 2016 dan 2020:

Tabel 1. Capaian

Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2016-2020

Program Utama Realisasi

Skor Asesmen GCG berdasarkan SK- 16/S.MBU/2011

2016: 92,94 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group

2017: 94,43 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim

(21)

2018: 94,54 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group

2019: 94,6 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim

2020: 95,07 (sangat baik), oleh Asesor Sinergi Daya Prima

Asesmen

Corporate Governance Perception Index

oleh The

Indonesian Institute of Corporate Governance (IICG)

2018: 84,77 (

Trusted

) 2019: 85,71 (

Most Trusted

) 2020: 86,72 (

Most Trusted

)

Penyempurnaan atau Penyusunan Kebijakan

2016: Penyempurnaan Pedoman Kode Etik Perusahaan.

2017: Penyempurnaan Pedoman GCG, Penyempurnaan Pedoman LHKPN, Penyempurnaan Pedoman Direksi-Dewan Komisaris (

Board Manual

).

2018: Penyempurnaan Pedoman dan

Roadmap

Manajemen Risiko.

2019: Komitmen Pelaksanaan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

2020: Pengesahan Pedoman Anti Kecurangan (

Fraud

) Pupuk Kaltim, Pembaruan SK Tim Integritas dan GCG Pupuk Kaltim Periode 2020-2023, Kebijakan dan Pedoman Sistem Manajemen Anti Penyuapan Sistem Informasi dan

Sistem Terintegrasi

2016: Sistem Informasi Pelaporan risiko individu (iRisk)

2017: Sistem Informasi Gratifikasi

Online

(Granol).

2018: Sistem Informasi Kajian Risiko Bersama (Karisma).

2019: Sistem Informasi Pelaporan Kepatuhan Pihak ke-3 (SI-OKI).

(22)

2020: Sertifikasi ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Sosialisasi 2016: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di Karyawan Pupuk Kaltim

2017: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di karyawan Pupuk Kaltim

2018: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan

Fraud Control System

di lingkungan Pupuk Kaltim (

stakeholder

)

2019: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan

Fraud Control System

di lingkungan Pupuk Kaltim (

stakeholder

)

2020: Sosialisasi terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan

Fraud Control System

dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Anak Perusahaan Pupuk Kaltim

Penghargaan 2016:

• Pupuk Kaltim telah memenangkan

Annual Report Award

(ARA) 2015 dengan mengungkapkan informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan sesuai dengan peraturan Perundang- undangan;

• Pupuk Kaltim menyediakan informasi perusahaan kepada Pemangku Kepentingan yang relevan, memadai,

(23)

secara tepat waktu dan berkala;

• Pupuk Kaltim membuat Laporan Keberlanjutan dan mendapatkan beberapa penghargaan seperti Penghargaan

Indonesia Green Awards

(IGA) 2016 dari La Tofi School of CSR, Proper Hijau dan lain lain.

2017:

• SNI Award 2017 dan 2016 penghargaan

Platinum

kategori “Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka”

oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;

• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016- 2017 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;

• Peringkat 2 kategori

Private

Non Keuangan Non

Listed

dalam

Annual Report Award

(ARA) 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian BUMN;

International Fertilizer Association

(IFA)

Protect and Sustain Product Stewardship Programme

oleh PT SGS Indonesia;

Runner Up in Category Risk Technology

dalam ajang

Asean Risk Award

oleh

Enterprise Risk Management

Academy Singapore;

Best of The Best

CSR Indonesia 2017 oleh Majalah CSR Indonesia;

• Meraih skor 630 dengan kategori

Emerging Industry Leader

dalam

Baldrige

(24)

Excellence Framework 2017

oleh Indonesian Quality Award;

• Juara pada kategori: Manajemen Energi pada Bangunan Gedung dan Industri untuk inovasi khusus pada bangunan gedung oleh Kementrian ESDM.

2018:

• SNI Award 2018, 2017, dan 2016 penghargaan

Grand Platinum

kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

• Kategori Emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

• Nilai pelaporan gratifikasi terbesar yang ditetapkan menjadi milik negara tahun 2018 oleh KPK RI.

• Pemenang di kategori

Risk Innovation

dalam ajang ASEAN

Risk Award

oleh

Enterprise Risk Management

Academy Singapura.

• Meraih peringkat

Gold

dalam

International Convention on Quality Control Circle

(ICQCC) ke-43 di Singapura oleh International

Excellence & Quality Circles Convention

2018.

• Meraih predikat

Trusted

pada penilaian CGPI 2018 oleh IICG.

• Meraih skor 677 dengan kategori

Industry

Leader

dalam

Baldrige Excellence

Framework

2018 oleh Indonesian

Quality

(25)

Award

. 2019:

• SNI Award 2019 penghargaan

Maintenance Grand Platinum

kategori

“Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka” oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2019 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

• Meraih predikat

Most Trusted

pada penilaian CGPI 2019 oleh IICG.

• Meraih predikat

World Class Global Performance Exellence Award

dari Asia Pasific

Quality Organization

.

• Meraih predikat

Platinum

dalam ajang

Asia Sustanibility Reporting Rating

2019 dari The National

Center of Sustanibility Reporting

yang bekerja sama dengan

Institute of Certified Sustanibility Practicioner

.

• Meraih penghargaan

Indonesia Industry 4.0 Readiness Index

pada ajang

Indonesia Industrial Summit 2019

, penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden RI.

• Meraih predikat 3 (tiga)

Diamond

, 6 (enam)

Platinum

dan 3 (tiga)

Gold

dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII di Surakarta Jawa Tengah. 2 (dua)

Diamond

bertemakan penerapan Gratifikasi

Online

dan

Individual-Risk

.

(26)

2020:

• Pencapaian skor GCG tertinggi di Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Group) dari 2014-2020.

• Meraih predikat terbaik I Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) pada ajang 9th Anugerah BUMN 2020.

• Meraih predikat

Most Trusted

pada penilaian CGPI 2020 oleh IICG.

• Meraih predikat

Top GRC #4 stars

,

Top Board of Commissioner GRC

2020,

The Most Committed GRC Leader

2020 untuk Direktur Utama Pupuk Kaltim pada ajang

Corporate Rating Top GRC

2020.

• Meraih predikat

World Class Global Performance Excellence Award

dari Asia Pacific

Quality Organization

.

• Meraih penghargaan

Asia Responsible Enterprise Award

(AREA) kategori

Social Empowerment

.

• LHKPN terbaik dan tercepat dari induk usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh KPK RI.

(27)

BAB III

ANALISA LINGKUNGAN DAN ISU STRATEGIS

GOOD CORPORATE GOVERNANCE

(28)

Bab III

Analisa Lingkungan dan Isu Strategis Good Corporate Governance

Faktor lingkungan yang dimaksud dalam

Good Corporate Governance Roadmap

ini adalah konteks (

context

) di mana

Good Corporate Governance

(GCG) diterapkan, sedangkan isu strategis merupakan konten (

content

) yang berpengaruh signifikan dalam proses GCG.

A. Aspek Lingkungan Good Corporate Governance

Hal-hal yang dapat mempengaruhi jalannya program kegiatan GCG, diantaranya Penegakan dan Kepastian Hukum; Arah Kebijakan Pemerintah; Budaya Tata Kelola;

Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; serta Revolusi Industri 4.0.

1. Penegakan dan Kepastian Hukum

Pendekatan melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan penegakan hukum, sangat diperlukan pada tahap awal implementasi GCG.

Lemahnya penegakan hukum mengakibatkan tidak berjalannya sistem

reward

dan

punishment

. Regulator perlu mendorong pemberian penghargaan dan insentif bagi dunia usaha yang mampu menjalankan GCG. Demikian juga sebaliknya, perlu ada sanksi yang tegas bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan atau bahkan tidak merespon proses GCG. Pemberian penghargaan dan sanksi tersebut perlu dituangkan dalam regulasi dan kebijakan yang jelas dan tegas.

Dengan terbitnya standar penerapan GCG untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Negara BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-01/MBU/2011 dan SK-16/S MBU/2012 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, terdapat kejelasan atas aspek yang wajib mendapat perhatian dalam implementasi tata kelola perusahaan yang baik (

Good Corporate Governance

) pada industri nasional tidak hanya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara namun juga Perusahaan dalam naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.

(29)

2. Dorongan Kebijakan Pemerintah

Kedatangan pandemi Covid-19 pada semester pertama 2020 telah menimbulkan persoalan baru dan menggeser berbagai tatanan kehidupan yang dikenal sebelumnya. Pandemi ini seolah ingin mengingatkan kembali pentingnya keberlangsungan bisnis, bahwa perusahaan harus memperhatikan semua

stakeholders

internal dan eksternal yang terdampak, Semakin disadari juga pentingnya kecepatan perusahaan merespon terjadinya hal-hal yang sebelumnya tak terduga. Semuanya menekankan kembali kebutuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik GCG sebagai fondasi utama pengambilan keputusan yang lebih baik.

Sejauh ini, GCG masih menjadi salah satu kelemahan yang dipunyai sebagian besar perusahaan di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab krisis ekonomi di akhir tahun 90-an adalah tata kelola perusahaan yang kurang baik, antara lain berupa kualitas investasi yang buruk, diversifikasi usaha yang sangat luas, jumlah pinjaman jangka pendek tak lindung nilai yang sangat banyak, lemahnya peran direksi dan komisaris, sistem audit yang buruk, kurangnya transparansi, serta penegakan hukum yang lemah.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kelemahan tata kelola di Indonesia, salah satunya pembentukan Komite Nasional Kebijakan

Good Corporate Governance

(KNKG) pada 1999 melalui Keputusan Menko Ekuin saat itu. Lembaga ini pada awalnya membangun kesadaran pentingnya tata kelola perusahaan melalui seminar dan pelatihan serta penyusunan beberapa pedoman tata kelola. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan Peta Arah Tata Kelola Perusahaan Indonesia pada awal 2014. Pedoman ini terutama ditujukan untuk emiten dan perusahaan publik.

Upaya reformasi tata kelola ini selanjutnya mendorong timbulnya inisiatif lain dari berbagai lembaga seperti penerbitan indeks persepsi tata kelola setiap tahun, serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang telah menerapkan tata kelola dengan baik.

Pemerintah berharap kepada perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa untuk berpartisipasi penuh dalam menerapkan praktik tata kelola yang baik.

Perusahaan Indonesia yang telah tercatat ASEAN

Asset Class

tersebut dapat dijadikan contoh dan motivasi. Ke depannya, diharapkan skor rata-rata Indonesia dalam ACGS bisa meningkat, sehingga mendatangkan lebih banyak lagi investasi

(30)

3. Budaya Tata Kelola

Pada saat ini masih banyak perusahaan yang menerapkan GCG hanya sebatas format dan formalitas saja. Padahal konsep GCG hadir sebagai solusi untuk membantu perusahaan patuh kepada aturan yang berlaku.

Menjalankan tata aturan diperlukan kesungguhan dari pihak perusahaan untuk serius melaksanakan kaidah yang berlaku. Sehingga dalam tataran penerapannya menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi. Adanya perusahaan yang tak menjalankan GCG dengan sungguh-sungguh kemungkinan besar lantaran jiwa dari GCG ini belum menjadi budaya perusahaan, atau didasari suatu keterpaksaan dalam menjalankannya. Suatu keharusan bahwa implementasi GCG harus benar- benar dijiwai hingga sampai kepada level budaya perusahaan.

4. Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Pada level regional, kesadaran reformasi tata kelola telah terjadi secara kolektif di wilayah ASEAN, yang mana ASEAN

Capital Market Forum

memperkenalkan ASEAN

Corporate Governance Scorecard

(ACGS) pada 2011 yang dikembangkan dari prinsip-prinsip

The Organisation for Economic Co-operation and Development

(OECD).

Scorecard

tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar tata kelola perusahaan dari perusahaan terbuka di negara-negara ASEAN dan meningkatkan visibilitas mereka kepada investor.

Pada 2019, sepuluh perusahaan tercatat di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN

Asset Class

berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam ACGS setiap tahun juga mengalami peningkatan, yang artinya sudah banyak perusahaan tercatat di indonesia yang memiliki tata kelola yang baik.

Pandemi ini telah membangkitkan kesadaran bahwa kesehatan hanyalah salah satu dari 17

Sustainable Development Goals

(SDGs) PBB yang harus menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis, baik di sektor publik maupun swasta. Dalam kaitannya dengan GCG, diperlukan perubahan prioritas dan mulai mengidentifikasi risiko lain yang menjadi bagian dari SDGs seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bencana alam, dan bencana lingkungan akibat ulah manusia.

Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan SDGs, melainkan perlu upaya kolektif dari

stakeholder

lain, seperti perusahaan (BUMN/swasta),

(31)

media, dan lembaga pendidikan. Praktik tata kelola yang efektif hanya dapat terwujud bila terjadi kesadaran bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG, mulai dari akar rumput sampai pada jenjang para pengambil keputusan strategis.

.

5. Revolusi Industri 4.0

Perkembangan “Revolusi Industri Tahap 4” (dikenal juga sebagai Revolusi Industri 4.0) menciptakan dinamika dan sejumlah tantangan baru yang unik bagi setiap organisasi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka cara kerja korporasi dan pola hubungan/interaksinya dengan stakeholder juga mengalami perubahan mendasar.

Pemanfaatan teknologi

mobile internet

, komputasi awan, kecerdasan buatan,

big data

, dan

Internet of Things

(IoT) akan mendorong setiap perusahaan mampu untuk memberikan layanan mandiri, layanan bergerak, dan layanan cerdas yang fleksibel dan tanpa batas. Pada saat yang bersamaan, dunia bisnis harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan melakukan transformasi

digital

untuk bertahan di era Revolusi Industri 4.0.

B. Isu-Isu Strategis Good Governance

Isu strategis

Good Governance

adalah hal-hal terkini yang perlu segera direspon oleh Pupuk Kaltim dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, diantaranya meliputi:

1. Akhlak sebagai

Core Value

Kementerian BUMN tengah gencar melakukan sosialisasi akhlak sebagai nilai dasar dilingkungan BUMN. Akronim akhlak adalah merujuk pada nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.

Akhlak dimaksudkan sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Nilai akhlak selaras dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik. Nilai akhlak sebagai perwujudan transformasi

human capital

dalam membangun

talenta

BUMN berikut anak usahannya agar mampu memiliki daya saing dan dalam upaya menjadi pemain global yang handal.

(32)

2.

Responsible Investing

Jargon investasi yang bertanggung jawab semakin popular digunakan para penanam modal (investor) baik ditingkat nasional, regional maupun global.

Standar penerapan konsep

Environment, Social and Governance

(ESG) menjadi rujukan sebagai faktor pengukuran dampak berkelanjutan dan etika dalam mengambil keputusan dan pertimbangan investasi.

Sebagai langkah menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan, pengelolaan bisnis harus fokus pada dampak sosial dan lingkungannya. Untuk itu praktik

Environmental, Social, and Governance

(ESG) atau sering disebut Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) harus diterapkan di seluruh aktivitas bisnis.

Perusahaan perlu menyadari risiko dan mengumpulkan data yang relevan untuk membangun bisnis yang bertahan di masa depan.

Akan ada banyak kerugian yang harus ditanggung apabila prinsip ESG tidak dijalankan di Indonesia, sebab karakteristik geografis negara kepulauan rentan terhadap perubahan iklim dan bencana. Selain itu, penerapan ESG juga terbukti berdampak positif bagi kinerja perusahaan.

3. Pemulihan Ekonomi Nasional

Tahun 2020 – 2021 merupakan tahun yang sangat dinamis bagi ekonomi Indonesia, terutama karena dalam situasi menghadapi pandemic Covid-19.

Terdapat kontraksi atau bahkan ancaman resesi yang membayangi. Ini menjadi tantangan bagi dunia usaha untuk bisa bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan yang tepat. Termasuk BUMN dan anak usahanya harus fokus dan maksimal dalam bidang usaha, memiliki strategi yang matang serta dalam penerapan bisnis dilandaskan pada prinsip GCG. Dengan demikian diharapkan mampu terhindar dari kerugian lebih jauh yang pada gilirannya upaya pemulihan tersebut akan mendorong program pemulihan ekonomi nasional.

(33)

BAB IV

SASARAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN

GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP

TAHUN 2021 - 2025

(34)

BAB IV

Sasaran dan Strategi Pelaksanaan Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025

A. Tujuan dan Strategi Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 disusun dalam rangka mendukung pencapaian

visi dan misi

Perusahaan serta selaras dengan tujuan sasaran dan strategi jangka panjang Perusahaan Tahun 2020-2024.

VISI

"Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan."

MISI

• Menjalankan bisnis produk-produk pupuk, kimia serta portofolio investasi dibidang kimia, agro, energi, trading dan jasa pelayanan pabrik yang bersaing tinggi;

• Mengoptimalkan nilai perusahaan melalui bisnis inti dan pengembangan bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan menunjang Program Kedaulatan Pangan Nasional;

• Mengoptimalkan utilisasi sumber daya di lingkungan sekitar maupun pasar global yang didukung oleh SDM yang berwawasan internasional dengan menerapkan teknologi terdepan;

• Memberikan manfaat yang optimum bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat serta peduli pada lingkungan

Setelah dilakukan evaluasi atas capaian pelaksanaan

Good Corporate Governance

Roadmap

periode sebelumnya, serta telah dilakukan juga pemetaan terhadap lingkungan strategis pelaksanaan GCG, maka ditetapkan tujuan serta sasaran

Good Corporate Governance Roadmap

beserta strategi pelaksanaannya. Tujuan dan sasaran

Good Corporate Governance Roadmap

yang ditetapkan diharapkan dapat

(35)

menjawab tantangan/hambatan pada periode sebelumnya serta mampu menjawab isu-isu strategis

Good Corporate Governance Roadmap

ke depan.

Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran, ditetapkan juga indikator tujuan dan indikator sasaran

Good Corporate Governance Roadmap

. Penetapan indikator tujuan dan sasaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal yang dapat merepresentasikan sedekat mungkin dengan profil Pupuk Kaltim yang diharapkan serta lebih obyektif karena menggunakan indikator keberhasilan GCG yang dipotret menggunakan standar yang digunakan oleh banyak perusahaan baik secara nasional maupun internasional.

Adapun tujuan pelaksanaan

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021- 2025 secara khusus adalah sebagai tonggak perbaikan tata kelola, memperbaiki regulasi tata kelola, serta meningkatkan praktik tata kelola sesuai dengan standar perusahaan terbuka, dan internasional dalam mewujudkan Pupuk Kaltim yang bersih, berintegritas dan profesional. Pencapaian tujuan ini dapat diukur melalui indikator nasional maupun global diantaranya: Tingkat pemenuhan penerapan tata kelola sesuai dengan standar Kementerian BUMN, Standar Otoritas Jasa Keuangan, Standar ACGS, standar OECD, standar ESG serta berbagai rating yang dilaksanakan oleh pihak ketiga terkait implementasi GCG. Selain akan diukur pada akhir periode

,

setiap indikator tersebut juga akan dievaluasi pencapaiannya setiap tahun sebagai dasar bagi pengambilan keputusan terkait aspek strategis GCG pada berbagai tingkatan.

B. Sasaran dan Program Strategis Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025

Dalam rangka memastikan pencapaian tujuan

Good Corporate Governance

Roadmap

Tahun 2021-2025 tercapai, strategi pelaksanaan

Good Governance

harus ditetapkan sebaik mungkin.

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 ini menetapkan hal-hal baru yang tidak ada pada

Roadmap

periode sebelumnya namun juga tetap mempertahankan hal-hal baik yang dianggap efektif dari

Roadmap

periode sebelumnya. Penambahan hal baru tersebut misalnya adalah ditetapkannya sasaran dan indikator program yang terukur agar ketercapaian perubahan pada setiap area dapat lebih terukur dan dimonitor pencapaiannya.

(36)

Kerangka

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025 disusun dengan 5 (lima) tahapan sasaran strategis yang harus dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan. 5 (lima) tahapan sasaran strategis dijelaskan dalam table berikut:

Tabel 2. Sasaran Strategis

Good Corporate Governance Roadmap

Tahun 2021-2025

Sasaran Strategis Penjelasan Tahun

Pelaksanaan 1.Transformed Melaksanakan proses transformasi standar

implementasi GCG menuju standar perusahaan terbuka dan internasional melalui kegiatan kajian dan pemetaan awal. Di samping itu membangun kerangka infrastruktur dan soft structure GCG sejalan dengan standar yang dikembangkan agar efektif dalam implementasinya.

2021

2.Integrated Mengintegrasikan berbagai standar GCG yang dikembangkan dan memperkuat kerangka infrastruktur dan soft structure GCG. Proses finalisasi, sosialisasi dan internalisasi dapat dijalankan secara menyeluruh dalam rangka mendorong peningkatan pemahaman dan implementasi.

2022

3.Most Trusted Implementasi GCG didorong untuk dapat membangun kepercayaan dan citra baik.

Kepercayaan yang tinggi bagi pemegang saham dan stakeholder menjadi fokus dan perhatian utama, Berbagai bidang dan fungsi di perusahaan didorong untuk mampu berproses semakin baik dan bernilai tambah sehingga mendapatkan berbagai kepercayaan, apresiasi dan pengakuan secara nasional maupun internasional. Selain itu juga menjadi tujuan best practices bagi perusahaan lain.

2023

(37)

4. Culture Budaya Akhlak mampu dipahami dan dapat menjiwai di seluruh aktifitas dilingkungan Perusahaan. Kepatuhan pada etika bisnis dan peraturan perundangan yang berlaku akan membentuk standar perusahaan yang berbudaya tinggi yang pada gilirannya diharapkan mampu mewujudkan produktivitas dan kinerja yang sangat baik didukung dengan kondisi dan praktik yang memadai seperti terwujudnya zero fraud.

2024

5.Sustainable Tercapainya status perusahaan yang memenuhi 2025 standar tata kelola yang baik dengan capaian

tingkat adopsi maksimal dan skor yang sangat tinggi untuk berbagai ukuran baik SK 16 BUMN, OJK, ACGS maupun OECD. Disamping itu perusahaan telah mengadopsi secara maksimal berkaitan aspek keberlanjutan seperti standar GRI maupun ESG.

Sasaran strategis diatas selanjutnya masing masing akan dipetakan berdasarkan fokus, faktor pendorong dan performa kinerja dalam penggunaan istilah sebagai berikut:

1.

GCG Orientation

, merupakan fokus pada arah yang akan dituju setiap tahun dalam penguatan GCG.

2.

Main Driver

, merupakan faktor pendorong yang utama dalam penguatan GCG.

3.

Main Indicator

, merupakan target atau performa kinerja yang hendak dicapai pada setiap tahapan dan berorientasi pada hasil (

outcome

).

(38)

2021

2022

Tahun 2021-2025

2023

2024

2025

OrientationGCG • Transformasi GCG menuju standar perusahaan terbuka dan dunia

• Pengembangan road map GCG

• Pengembangan kebijakan terkait GCG sejalan dengan standar perusahaan terbuka dan dunia

• Integrasi berbagai standar GCG yang diadopsi

• Penguatan, Finalisasi dan Internalisasi berbagai kebijakan terkait GCG

• Memiliki kekuatan identitas sebagai perusahaan yang sangat terpercaya

• Pengakuan Publik

• Rujukan Benchmark

• Implementasi nilai nilai Akhlak mengakar kuat

• Implementasi etika bisnis menjadi budaya kerja

• Masuk dalam kelompok perusahaan GCG terbaik standar perusahaan terbuka di nasional dan Asia Pasifik

• Masuk dalam kelompok perusahaan yang mampu menerapkan konsep berkelanjutan terbaik

Main Driver

• Regulator

Corporate

Stakeholders

• Regulator

Corporate

Stakeholders

• Regulator

Corporate

Stakeholders

• Regulator

Corporate

Stakeholders

• Regulator

Corporate

Stakeholders Main

Indicator 1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan internasional 2. Review GCG

Infrastruktur 3. Pengungkapan

implementasi standar yang dikembangkan 4. Asesmen GCG

standar BUMN, listed company dan internasional dan tindak lanjut AOI asesmen GCG

1. Pedoman GCG terintegrasi berbagai standar (BUMN, OJK, ACGS) 2. Finalisasi &

Internalisasi GCG Roadmap 3. Finalisasi &

penguatan GCG Infrastruktur lainnya 4. Asesmen GCG

dan tindak lanjut AOI 5. Internal

Governance Award 6. Socialization

1. Apresiasi tertinggi dalam implementasi GCG

2. Tujuan Benchmark GCG

3. Asesmen GCG dan tindak lanjut AOI

1. Nilai Akhlak dipahami dan mengakar kuat 2. Etika bisnis

dijalankan, &

tercapai (zero fraud) 3. Asesmen GCG

dan tindak lanjut AOI 4. Implementasi

budaya sadar risiko

1. Full Comply SK 16 Standar 2. Full Comply 3. OJKFull Comply

ACGS 4. Comply OECD 5. Comply GRI

Standar

Tabel 3. Inisiatif Program dan Target

Good Corporate Governance

TRANSFORMED

SUSTAINABLE

INTEGRATED

MOST TRUSTED

CULTURE

(39)

Roadmap

2021-2025

A.TRANSFORMED

Target Implementasi Januari – Desember 2021

No. Main Indicator Initiative Program Target

1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan internasional

• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on POJK

• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on POJK

• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ACGS

• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ACGS

• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on OECD

• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on OECD

• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ESG

• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ESG 2. Review GCG Infrastruktur • Penyempurnan GCG

Code dan soft- structure GCG sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru

• Draft GCG Code dan soft-structure GCG

penyempurnaan

• Penyempurnan Board Manual sesuai

perkembangan peraturan dan best practice terbaru

• Draft Board Manual penyempurnaan

• Penyempurnaan Roadmap GCG 2021 - 2025

• Draft Roadmap GCG 2021 - 2025

3. Pengungkapan implermentasi

standar yang dikembangkan • Pengungkapan Informasi GCG di Annual Report (perkembangan implementasi terbaru)

• Pengungkapan informasi GCG di AR (perkembangan implementasi terbaru)

• Update informasi dan kebijakan GCG dalam Website

(perkembangan implementasi terbaru)

• Informasi Kebijakan GCG tersedia di Website

• Website memuat informasi terkini (up to date)

• Pengungkapan Implementasi GCG dalam Media Internal dan Eksternal

• Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media) memuat informasi

(40)

A.TRANSFORMED

Target Implementasi Januari – Desember 2021

No. Main Indicator Initiative Program Target

(Majalah dan Sosial

Media) implementasi GG

terkini 4. Asesmen GCG standar BUMN,

listed company dan internasional

dan tindak lanjut AOI asesmen GCG

• Pelaksanaan asesmen tahun buku 2020 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020 berdasarkan berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen tahun 2019 sesuai target 100%

• Skor GCG 2020 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN Tahun 2021 mencapai target 95 (Sangat Baik)

• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan SE OJK 32

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020 berdasarkan

berdasarkan SE OJK 32

• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan ACGS

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020

berdasarkan ACGS

• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan OECD

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020

berdasarkan OECD

• Mengikuti CGPI Award

2020 • Meraih peringkat

Most Trusted

B.INTEGRATED

Target Implementasi Januari – Desember 2022

No. Main Indicator Initiative Program Target

1 Finalisasi & Penguatan GCG Infrastruktur lainnya

• Finalisasi

Penyempurnan GCG Code dan soft- structure GCG sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru

• Finalisasi dan pengesahan GCG Code dan soft- structure GCG penyempurnaan

• Finalisasi • Finalisasi dan

(41)

B.INTEGRATED

Target Implementasi Januari – Desember 2022

No. Main Indicator Initiative Program Target

penyempurnan Board Manual sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru

pengesahan Board Manual

penyempurnaan

• Finalisasi penyempurnaan Roadmap GCG 2021 - 2025

• Finalisasi dan pengesahan

Roadmap GCG 2021 - 2025

• Internalisasi Pedoman dan soft structure GCG

• Sosialisasi Pedoman dan soft structure GCG kepada seluruh karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi

• Internalisasi GCG

Roadmap 2021-2025 • Terlaksana sosialisasi GCG Roadmap 2021-2025 2. Pengungkapan implermentasi

standar yang dikembangkan

• Pengungkapan Informasi GCG di Annual Report (perkembangan implementasi terbaru)

• Pengungkapan informasi GCG di AR (perkembangan implementasi terbaru)

• Update informasi dan kebijakan GCG dalam Website

(perkembangan implementasi terbaru)

• Informasi Kebijakan GCG tersedia di Website

• Website memuat informasi terkini (up to date)

• Pengungkapan Implementasi GCG dalam Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media)

• Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media) memuat informasi implementasi GG terkini

3. Asesmen GCG dan tindak lanjut

AOI • Pelaksanaan asesmen

tahun buku 2021 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen tahun 2021 sesuai target

• Skor GCG 2021 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN Tahun 2022 mencapai target 95,5 (Sangat Baik)

(42)

B.INTEGRATED

Target Implementasi Januari – Desember 2022

No. Main Indicator Initiative Program Target

• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan SE OJK 32

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan SE OJK 32

• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan ACGS

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan ACGS

• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan OECD

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan OECD

• Mengikuti CGPI

Award 2021 • Meraih peringkat Most Trusted

C. MOST TRUSTED

Target Implementasi Januari – Desember 2023

No. Main Indicator Initiative Program Target

1 Apresiasi tertinggi dalam implementasi GCG

• Pencapaian kinerja terbaik GCG standar nasional, perusahaan terbuka dan standar internasional

• Memperoleh Penghargaan atas GCG terbaik standar perusahaan terbuka dan standar

internasional Seperti:

- GCG Award (berbagai penyelenggara resmi nasional maupun internasional) - CGPI Award

(diselenggarakan IICG)

- Juara ARA Nasional - Meraih juara

dalam ajang SRA - Meraih juara

ajang AR pada Vision dan Spotlight Award (diselenggarakan LACP)

• Pencapaian

penghargaan tertinggi di berbagai bidang (produk, proses,

• Memperoleh penghargaan tertinggi di berbagai bidang (produk,

(43)

C. MOST TRUSTED

Target Implementasi Januari – Desember 2023

No. Main Indicator Initiative Program Target

fungsi pendukung, kinerja organisasi, dan strategi) dalam lingkup nasional dan internasional

proses, fungsi pendukung, kinerja organisasi, dan strategi) dalam lingkup nasional dan internasional 2 Tujuan Benchmark GCG • Memiliki bidang area

yang menjadi best practices atau menjadi tujuan benchmark bagi perusahaan lain dibidang GCG standar perusahaan terbuka dan standar

internasional

• Terdapat Kunjungan sebagai tujuan benchmark implementasi GCG standar perusahaan terbuka dan standar internasional

3 Asesmen GCG dan tindak lanjut AOI • Pelaksanaan asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN tahun 2022 sesuai target 100%

• Skor GCG 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN mencapai target 96 (Sangat Baik) Asesmen Tahun Buku

2022 berdasarkan SE OJK 32

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SE OJK 32

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan SE OJK 32tahun 2022

• Asesmen Tahun Buku 2022 berdasarkan ACGS

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan ACGS

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan ACGS tahun 2022 sesuai target

• Skor GCG 2022 berdasarkan ACGS

(44)

C. MOST TRUSTED

Target Implementasi Januari – Desember 2023

No. Main Indicator Initiative Program Target

sesuai target

• Asesmen Tahun Buku 2022 berdasarkan OECD

• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan OECD

• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan OECD tahun 2022 sesuai target

• Skor GCG 2022 berdasarkan OECD sesuai target

• Mengikuti CGPI Award 2022

• Meraih peringkat Most Trusted

D.CULTURED

Target Implementasi Januari – Desember 2024

No. Main Indicator Initiative Program Target

1 Nilai Akhlak dipahami dan mengakar

kuat • Pelaksanaan survey

pemahaman budaya akhlak

• Pemahaman budaya akhlak tercapai sangat memadai 2 Etika Bisnis dijalankan, tercapai zero

fraud dan tidak terjadi pelanggaran hukum lain.

• Pelaksanaan survey pemahaman etika bisnis dan kebijakan gratifikasi untuk Dewan Komisaris, Direksi Organ Dewan Komisaris serta seluruh karyawan.

• Pemahaman tercapai sangat memadai

• Evaluasi implementasi etika bisnis

• Tidak terdapat temuan audit terkait pelanggaran etika bisnis termasuk fraud

• Monitoring tingkat kepatuhan peraturan perundang-undangan dan perjanjian dengan pihak ketiga

• Tidak ada sangsi, denda, dan gugatan terkait pelanggaran hukum / kasus hukum dengan pihak ketiga

• Penguatan WBS • Berjalan efektif sesuai kebijakan yang diatur 3 Implementasi budaya sadar risiko • Pelaksanaan

sosialisasi dan • Budaya sadar risiko telah berjalan

Referensi

Dokumen terkait

10) SKAI atau Pejabat Eksekutif yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern telah menyampaikan laporan pelaksanaan audit intern kepada Direktur Utama dan

Jadi dapat disimpulkan bahwa faktor status gizi yang baik, berat badan lahir normal dan lamanya pemberian ASI eksklusif hingga usia 6 bulan dapat menurunkan insidensi

Telah terjadi peristiwa setelah tahun buku 2018 yaitu pemberhentian Prisky Angeliawan sebagai anggota Direksi yang membawahi fungsi kepatuhan sekaligus pengangkatan

Kemudian pada proses klasifikasi, pada tahap preprocessing baik ekstraksi gambar ke teks dan proses text mining diperlakukan sama dengan tahap training namun setelah

Langkah-langkah dalam melakukan transaksi pembayaran, yaitu tampil form pembayaran, setelah itu lakukan penginputan data pembayaran yang ada di form tersebut, Setelah itu

Mempunyai beban akademik sekurang- kurangnya 12 sks per semester dalam dua tahun terakhir di perguruan tinggi di mana ia bekerja sebagai dosen tetap (Catatan: tugas tambahan

a. Hukum yang diterapkan oleh hakim terhadap hak asuh anak akibat perceraian dari beberapa kasus konkrit yakni hukum nasional, meskipun di Bali sangat kental

b. Memastikan terselenggaranya penerapan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruh tingkatan atau jenjang organisasi. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas