SURAT KEPUTUSAN DIREKSI
Nomor : 33/DIR/VI.22
Kaltim berupaya untuk dapat mengadopsi standar terbaik yang berlaku secara internasional seperti G20/OECD
Principles of Corporate Governance
, ASEANCorporate Governance Scorecard
(ACGS) dan standar aturan atau hukum lainnya yang berlaku di Indonesia;dijalankan secara efektif, Pupuk Kaltim memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak di lingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025.c. bahwa untuk itu perlu ditetapkan dengan Surat Keputusan Direksi.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor : 28 Tahun 1997 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja juncto Akta No. 03 Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja di Luar Rapat Umum Pemegang Saham tentang Perubahan Nama Dan Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja [Perubahan Nama Perusahaan yang semula “PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)” menjadi “PT pupuk Indonesia (Persero)”] tanggal 3 April 2012, yang dibuat oleh Notaris Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta yang telah mendapat pengesahan dan/atau persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I.
sesuai Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I. Nomor : AHU-17695.AH.01.02. Tahun 2012 tanggal 5 April 2012;
3. Akta Pendirian dan/atau Anggaran Dasar PT Pupuk Kalimantan Timur sesuai dengan Akte Notaris Yanuar Hamid, SH No. 15 tahun 1977 tanggal 7 Desember 1977 juncto No.43 Tahun 1978 tanggal 21 Desember 1978 tentang Pendirian Perseroan PT Pupuk Kalimantan Timur (Persero) dengan pengesahan oleh Menteri Kehakiman RI No. Y.A.5/5/11 tanggal 16 Januari 1979 sebagaimana telah diumumkan dan/atau dimuat dalam Lembar Negara RI tanggal 10 April 1979 No. 29, Tambahan No. 160. Akta Pendirian dan/atau Anggaran Dasar dimaksud diatas telah beberapa kali diubah, perubahan mana masing-masing dan berturut-turut antara lain sebagai berikut :
b. dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat Menimbang : a. dalam rangka mewujudkan penerapan GCG yang komprehensif, Pupuk
Tentang
PEDOMAN GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2021-2025
DIREKSI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR
T
3.1. Perubahan seluruh Anggaran Dasar untuk disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor : 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham tertanggal 28 Juli 2008 Nomor: 04, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I, tertanggal 31 Oktober 2008, Nomor : AHU-80094.AH.01.02. Tahun 2008, juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, Nomor: 06, tanggal 26 April 2019, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam data base SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-02.86443 tertanggal 13 Juni 2019; Juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 30 Agustus 2019 Nomor: 07, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam data base SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor:
0077928.AH.01.02 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU- 0185173.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 03 Oktober 2019; Juncto Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham tertanggal 27 Oktober 2020 Nomor: 03, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0404902 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0185919.AH.01.11. Tahun 2020 tanggal 6 November 2020;
3.2. Perubahan Modal Dasar Perseroan terakhir dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa tertanggal 23 Juni 2011 Nomor: 17, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, Akta mana telah mendapat persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I dengan surat persetujuan tertanggal 12 September 2011, Nomor : AHU-44499.AH.01.02 Tahun 2011;
3.3. Perubahan Penambahan Modal Ditempatkan dan Modal Disetor dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Para Pemegang Saham Luar Biasa tanggal 28 Desember 2018 Nomor: 01, dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia R.I., dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU- AH.01.03-0009002 dan daftar Perseroan Nomor: AHU- 0002527.AH.01.11.Tahun 2019 tanggal 08 Januari 2019;
3.4. Perubahan Nama Pemegang Saham Perseroan, terakhir dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Pemegang Saham diluar Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: 04, tanggal 04 Juli 2012 dibuat oleh Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn Notaris di Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI tanggal 09 Juli 2012, Nomor: AHU-AH.01.10-25030;
3.5. Perubahan Susunan Anggota Direksi Perseroan, sebagaimana dimuat dalam Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pupuk Kalimantan Timur, Nomor: 17, tanggal
Jakarta, akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0386436 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0153395.AH.01.11. Tahun 2020, tanggal 15 September 2020;
3.6. Perubahan Susunan Anggota Dewan Komisaris, sebagaimana terakhir dimuat dalam Akta Berita Acara Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Pupuk Kalimantan Timur Nomor : 16, tanggal 25 Agustus 2020, yang dibuat oleh Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta; akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0386423 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0153373.AH.01.11 Tahun 2020 tanggal 15 September 2020; Juncto Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa Nomor : 14, tanggal 27 Desember 2021, yang dibuat dihadapan Lumassia, S.H., Notaris di Jakarta; akta mana telah diterima dan dicatat dalam database SISMINBAKUM Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia RI, dengan Surat Pemberitahuan Nomor: AHU-AH.01.03-0006808 dan Daftar Perseroan Nomor: AHU-0002118.AH.01.11 Tahun 2022 tanggal 05 Januari 2022;
4. Surat Keputusan Direksi Nomor: 33/DIR/VII.2014 tentang Tanggung Jawab Penandatangan dan Pemaraf Dokumen PT Pupuk Kalimantan Timur, Juncto Surat Keputusan Direksi Nomor: 28/DIR/VII.17 tentang Penyempurnaan Surat Keputusan Direksi Nomor: 33/DIR/VII.2014 tentang Tanggung Jawab Penandatangan dan Pemaraf Dokumen PT Pupuk Kalimantan Timur.
MEMUTUSKAN
Menetapkan : SURAT KEPUTUSAN DIREKSI PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR
TENTANG PEDOMAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
ROADMAP
PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR TAHUN 2021-2025 Pertama : Menetapkan dan memberlakukan PedomanGood Corporate Governance
Roadmap
PT Pupuk Kalimantan Timur Tahun 2021-2025, selanjutnya dalam Surat Keputusan ini disebut “GCG Roadmap
”, sebagai acuan perencanaan implementasi tata kelola yang baik di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur, sebagaimana tercantum dalam Lampiran Surat Keputusan Direksi ini, yakni meliputi:1. Pedoman
Good Corporate Governance Roadmap
PT Pupuk KalimantanKedua :
Timur Tahun 2021-2025, Lampiran I
Pedoman GCG Roadmap ini berlaku untuk semua pihak di dalam Perusahaan (Dewan Komisaris, Direksi dan Seluruh Karyawan di lingkungan PT Pupuk Kalimantan Timur) serta seluruh proses bisnis dan fungsi organisasi Perusahaan.
Ketiga : Fungsi-fungsi mandat dan komitmen tercermin dalam tugas dan tanggung jawab masing-masing entitas perusahaan, dimana Direktur Keuangan & Umum sebagai Penanggung Jawab Pedoman GCG (Good Corpo rate Governance
)
PT Pupuk Kalimantan Timur.Keempat : Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.
Kelima : Hal-hal yang belum cukup diatur dalam Surat Keputusan ini akan ditetapkan dan atau diatur oleh Direksi PT Pupuk Kaliimantan Timur.
Ditetapkan di : Bontang Pada tanggal : 14 Juni 2022 PT Pupuk Kalimantan Timur Direktur Utama,
dto.Rahmad Pribadi
Bontang, 15 Juni 2022 Disalin sesuai aslinya oleh:
VP Administrasi Korporasi,
Wirza Eka Putra
Salinan Keputusan ini disampaikan kepada:
1. D2, D3
2. SEVP
Business Support
3. Seluruh SVP4. Seluruh VP
DR/er/nf; Salinan SK Direksi 2022.doc -
Demikian Surat Keputusan Direksi ini dibuat dengan ketentuan bahwa apabila dikemudian hari ternyata terdapat kekeliruan dalam penetapan Surat Keputusan ini, maka akan diubah dan diperbaiki sebagaimana mestinya.
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025
PT Pupuk Kalimantan Timur
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
Sambutan Direktur Utama
Daftar Isi... i
Daftar Tabel ... ii
Daftar Gambar ... iii
Bab I. Pendahuluan... 1
A. Latar Belakang ... 1
1. Landasan dan Tujuan Penerapan
Good Corporate Governance.
... 12. Pentingnya
Good Corporate
GovernanceRoadmap
... 23.
Grand Design Good Corporate Governance
Pupuk Kaltim ... 3B. Tujuan
Good Corporate Governance Roadmap
... 4C. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian... 5
Bab II. Evaluasi Capaian dan Pelaksanaan
Good Governance Roadmap
Periode Sebelumnya ... 7A.
Good Corporate Governance Roadmap
Periode Sebelumnya... 7B. Capaian
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2016-2020 ... 8Bab III. Analisa Lingkungan dan Isu Strategis
Good Corporate Governance
... 14A. Aspek Lingkungan
Good Corporate Governance ...
141. Penegakan dan Kepastian Hukum... 14
2. Dorongan Kebijakan Pemerintah... 15
3. Budaya Tata Kelola... 16
4. Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ... 16
5. Revolusi Industri 4.0... 17
B. Isu-Isu Strategis
Good Corporate Governance...
171. Akhlak sebagai
Core Value
... 172.
Responsible Investing
... 183. Pemulihan Ekonomi Nasional... 18
Bab IV. Sasaran dan Strategi Pelaksanaan
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ... 19A. Tujuan
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ... 19B. Sasaran dan Program Strategis
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ... 20Bab V. Manajemen Pelaksanaan
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ... 32A. Pelaksana
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ... 321. Direktur Penanggung Jawab
Good Corporate Governance
... 332. Tim Implementasi
Good Corporate
GovernanceRoadmap
... 333.
Leading Sector Good Corporate Governance Roadmap
... 34B.
Monitoring
dan Evaluasi ... 35C. Pendanaan... 35
D. Sinkronisasi
Good Corporate Governance Roadmap
dengan Rencana Strategis... 35Bab VI. Penutup ... 36
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Capaian Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2016-2020
Tabel 2.
Sasaran StrategisGood Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025DAFTAR GAMBAR
Gambar 1. Grand Design Good Corporate Governance Pupuk Kaltim Gambar 2. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian Good Corporate
Governance Roadmap Tahun 2021-2025
Gambar 3. Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025 Gambar 4. Struktur Pengelola Good Corporate Governance Roadmap Tahun
2021-2025
SAMBUTAN DIREKTUR UTAMA
Sambutan Direktur Utama
Tata kelola yang baik adalah prasyarat utama dalam mewujudkan penyelenggaraan perusahaan yang terpercaya. Kualitas tata kelola yang baik akan sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan bisnis perusahaan. Semakin baik tata kelola, maka akan memberikan kontribusi positif dalam keberlanjutan bisnis perusahaan yang pada gilirannya mendukung peningkatan pembangunan nasional dan perekonomian bangsa. Pupuk Kaltim berkomitmen untuk selalu terdepan dalam meningkatkan praktik-praktik bisnis yang dilakukannya agar mampu meningkatkan daya saing. Penguatan daya saing dilakukan melalui peningkatan praktik tata kelola perusahaan yang baik sehingga dapat memacu kinerja finansial dan operasional serta meningkatkan kepercayaan pemegang saham dan para
stakeholders
.Dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat dijalankan secara efektif, Direksi memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak dilingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen
Good Corporate Governance Roadmap
2021 – 2025.Good Corporate Governance Roadmap
2021 – 2025 sebagai acuan penting bagi peningkatan tata kelola Perusahaan menuju standar tata kelola yang baik di tingkat regional ASEAN maupun internasional. Dengan adanyaGood Corporate Governance Roadmap
2021 – 2025 diharapkan menjadi strategi yang efektif dalam merealisasikan setiap tahapan inisiatif program yang akan diterapkan sepanjang 5 (lima tahun kedepan). Pelaksanaan strategi tersebut akan menjadi tonggak perbaikan bagi tata kelola di Pupuk Kaltim secara sistematis, terukur dan terarah. Seluruh insan Pupuk Kaltim dituntut berkomitmen secara bersama sama, bekerja keras untuk dapat merealisasikan semua program yang direncanakan. Kami mengapresiasi semua upaya yang dilakukan untuk membangun dan menerapkan inisiatif strategis yang tepat untuk membawa Pupuk Kaltim ke tingkat berikutnya yang lebih maju dan terus tumbuh berkelanjutan.Bontang, 14 Juni 2022
Rahmad Pribadi Direktur Utama
BAB I
PENDAHULUAN
Bab I Pendahuluan
A. Latar Belakang
1. Landasan dan Tujuan Penerapan
Good Corporate Governance
Dalam menerapkan
Good Corporate Governance
(GCG), Pupuk Kaltim tidak hanya sekedar memenuhi kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan saja, tetapi bersungguh-sungguh menerapkannya dalam segala kegiatan operasional Pupuk Kaltim dengan senantiasa memperhatikan prinsip-prinsip GCG.Sebagai wujud penerapan GCG yang komprehensif, Pupuk Kaltim berupaya untuk dapat mengadopsi standar terbaik yang berlaku secara internasional seperti G20/OECD
Principles of Corporate Governance
, ASEANCorporate Governance Scorecard
yang diterbitkan oleh ASEAN Capital Market Forum, standar yang berlaku di Indonesia seperti Pedoman GCG yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG), standar penerapan GCG untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Negara BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-01/MBU/2011 dan SK-16/S MBU/2012 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan.GCG merupakan sebuah kebutuhan yang perlu dilakukan dalam rangka memastikan terciptanya tata kelola yang baik. Tata kelola yang baik adalah prasyarat utama dalam mewujudkan penyelenggaraan perusahaan yang terpercaya. Kualitas tata kelola yang baik akan sangat mempengaruhi pelaksanaan kegiatan bisnis perusahaan. Semakin baik tata kelola suatu perusahaan, maka akan memberikan kontribusi positif dalam keberlanjutan bisnis perusahaan yang pada gilirannya mendukung peningkatan pembangunan nasional dan perekonomian bangsa.
Sesuai dengan visi, misi, tujuan dan strategi, serta ruang lingkup kegiatan operasional Pupuk Kaltim yang terus berkembang, Pupuk Kaltim selalu berusaha untuk menerapkan GCG secara konsisten agar tujuan komitmen penerapan GCG
yang dibangun dapat tercapai. Adapun tujuan penerapan GCG di Pupuk Kaltim adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kepercayaan investor, kreditur dan pemegang saham dengan selalu melakukan pengkinian data/informasi yang materiil dan relevan secara transparan, akurat, berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan.
2. Memperhatikan kepentingan
stakeholders
Pupuk Kaltim dengan memperjelas hak dan kewajiban masing-masing pihak, serta melaksanakan hubungan usaha yang sehat dan bertanggung jawab.3. Meningkatkan profesionalisme dan pengembangan sumber daya manusia Pupuk Kaltim dengan melakukan penilaian kinerja yang lebih obyektif, transparan dan wajar, serta membangun struktur organisasi yang efisien dengan fungsi, sistem dan pertanggungjawaban yang jelas.
4. Meningkatkan kinerja Pupuk Kaltim dengan proses pengambilan keputusan yang lebih baik dan berhati-hati (
prudent
) dengan selalu memperhatikan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku dan mengendalikan risiko yang timbul, serta menghindari benturan kepentingan.5. Memastikan bahwa pengelolaan keuangan dilakukan secara
prudent
dan terkendali, dan menyusun laporan keuangan Pupuk Kaltim secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan dengan suatu sistem pengendalian internal yang handal dan manajemen risiko yang sehat.6. Mengoptimalkan potensi dan nilai tambah sumber daya alam secara ekonomis dengan pengelolaan risiko yang lebih efektif.
7. Melaksanakan pemberdayaan masyarakat dan ikut berperan aktif melestarikan lingkungan, khususnya di sekitar kegiatan operasi Pupuk Kaltim.
2. Pentingnya
Good Corporate Governance Roadmap
Dalam rangka memastikan penerapan tata kelola yang baik dapat dijalankan secara efektif, Pupuk Kaltim memandang perlu menetapkan sebuah perencanaan implementasi tata kelola yang baik secara sistematis mampu dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh pihak dilingkungan Pupuk Kaltim dalam bentuk dokumen
Good Corporate Governance Roadmap
.Good Corporate Governance Roadmap
menjadi acuan penting bagi peningkatan tata kelola Perusahaan, dimana penyusunanGood Corporate
Governance Roadmap
dilakukan dengan mengidentifikasi kesenjangan danpermasalahan yang dihadapi dengan menggunakan acuan prinsip dan praktik tata kelola yang baik di tingkat nasional, regional ASEAN maupun internasional.
Dalam
Good Corporate Governance Roadmap
ini pula disusun strategi implementasi tata kelola yang baik dan tahapan inisiatif program yang akan diterapkan. Pelaksanaan strategi tersebut akan menjadi tonggak perbaikan bagi tata kelola di Pupuk Kaltim secara sistematis, terukur dan terarah.3.
Grand Design Good Corporate Governance
Pupuk KaltimGood Corporate Governance Roadmap
disusun sebagaigrand design
atau peta jalan implementasi GCG secara terukur untuk mencapai tata kelola terbaik kelas dunia.Grand design
GCG Pupuk Kaltim saat ini memasuki tahap penguatan 5 tahun keempat. Berikut gambarangrand design
GCG Pupuk Kaltim tahun 2005- 2025.Gambar 1.
Grand Design Good Corporate Governance
Pupuk KaltimPenguatan 6 Tahun Pertama
Penguatan 5 Tahun Kedua
Penguatan 5 Tahun Ketiga
Penguatan 5 Tahun Keempat
• Good Corporate Governance
2005-2010
2011-2015
• Good Governed Company
• Good Corporate Citizenship
2016-2020
2021-2025
• Transformed
• Integrated
• Trusted
• Culture
• Sustainable
Tahapan Perencanaan dan Implementasi GCG
Tahapan Implementasi dan
Evaluasi GCG
Tahapan Membangun Budaya GCG sebagai bagian
dari kehidupan Perusahaan sehari
hari
Tahapan transformasi tata
kelola menuju standar perusahaan
terbuka dan internasional serta
mencapai tujuan akhir sebagai perusahaan terbuka yang terpercaya dan
sustainable
Memasuki periode 5 tahun keempat diharapkan implementasi tata kelola mampu mendukung tercapainya Visi Pupuk Kaltim, yaitu “Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan”.
Upaya perbaikan tata kelola yang baik dilakukan dengan mencari konsep dan pendekatan yang dapat dijalankan secara efektif di Pupuk Kaltim. Periodisasi perjalanan
Good Corporate Governance Roadmap
Pupuk Kaltim tidak terlepas dari pengaruh perkembangan konsep tata kelola yang baik di dunia.Good Corporate Governance Roadmap
ini disusun untuk membantu menjabarkan Visi dan Misi serta Rencana Strategis Pupuk Kaltim sebagai kelanjutan dari Rencana Strategis periode sebelumnya sehingga dapat menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam melaksanakan program kerja pada setiap tingkatan dan jenjang organisasi. Hasil yang diharapkan dariGood Corporate Governance Roadmap
adalah terciptanya pengelolaan bisnis yang transparan, bersih, akuntabel, dan kapabel, sehingga dapat melayani semua pemangku kepentingan secara cepat, tepat, profesional, serta bersih dari praktek Korupsi, Kolusi, Nepotisme (KKN).Dalam
Good Governance Roadmap
2021-2025 ini, asas yang akan di kedepankan adalah Fokus (Orientation
), Pemicu (Main Driven
) dan Indikator Utama (Main Indicator
) sebagai prioritas. Fokus berarti upaya GCG akan dilakukan secara fokus pada akar masalah tata kelola di Perusahaan.Prioritas berarti terdapat prioritas perbaikan tata kelola sesuai dengan ketersediaan sumber daya dan tantangan yang dihadapi.
B. Tujuan Good Corporate Governance Roadmap
Penyusunan
Good Corporate Governance Roadmap
Pupuk Kaltim bertujuan untuk:1. Mendorong tercapainya Visi dan Misi serta Rencana Strategis Perusahaan;
2. Mendorong partisipasi setiap fungsi/unit kerja menerapkan GCG;
3. Mendorong manfaat yang lebih luas bagi
stakeholders
atas keberadaan Perusahaan;4. Terciptanya tata kerja Perusahaan yang sejalan dengan prinsip GCG, yang mencakup prinsip keterbukaan, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, dan kewajaran.
C. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian
Guna meningkatkan kualitas
Good Corporate Governance Roadmap
ini dibandingkan denganRoadmap
sebelumnya, terdapat 3 (tiga) hal yang diperbaharui.Pertama
,Roadmap
ini lebih menekankan hal-hal yang bersifat implementatif dibandingkan dengan formalitas. Penyusunan strategi diarahkan untuk sedapat mungkin menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan.Kedua
, program kerja dan kegiatan didesain agar dapat diimplementasikan sampai dengan unit kerja. Hal ini dilakukan agar GCG berjalan sampai dengan tingkatan terendah dalam organisasi.Ketiga
, analisis dilakukan secara lebih lengkap, komprehensif, dan antisipatif sehingga didapatkan potret kemajuan, tantangan, dan permasalahan GCG yang lebih utuh.Evaluasi atas Capaian
Good Corporate Governance Roadmap
5 tahun terakhir serta Analisis atas Lingkungan Strategis Perusahaan menjadi dasar bagi penetapan Tujuan, Sasaran dan Strategi implementasi GCG. Berikut gambaran kerangka berfikir dan keterkaitan antar bagian yang dikembangkan dalam konsepGood Corporate Governance Roadmap
2021 – 2025.Gambar 2. Kerangka Berpikir dan Keterkaitan Antar Bagian
Good Corporate Governance Roadmap
2021 - 2025Tujuan, Sasaran dan Strategi Pelaksanaan Good Governance Roadmap Tahun 2021-2025
(Bab IV) Ukuran
Keberhasilan
Kegiatan dan Upaya Pencapaian
Manajemen Pelaksanaan
Good Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 (Bab V) Analisis Lingkungan dan IsuStrategis (Bab III) Evaluasi Pelaksanaan
Roadmap Sebelumnya (Bab
II)
Strategi pelaksanaan
Good Governance Roadmap
diformulasikan secara lebihriil
menjawab permasalahan yang terjadi di lapangan, dengan mengedepankan kolaborasi dan keterlibatan banyak pihak. Pelibatan ini dilakukan secara vertikal, yaitu melibatkan setiap level jabatan dalam struktur organisasi dari level paling strategis sampai paling teknis, maupun secara horizontal yaitu melibatkan kalanganstakeholder
dan pemegang saham.BAB II
EVALUASI CAPAIAN DAN PELAKSANAAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP
PERIODE SEBELUMNYA
Bab II
Evaluasi Capaian dan Pelaksanaan Good Corporate Governance Roadmap
Periode Sebelumnya
A. Good Corporate Governance Roadmap Periode Sebelumnya
Pelaksanaan program
Good Corporate Governance
(GCG) telah menjadi prioritas sejak dikeluarkannyaGood Corporate Governance Roadmap
pertama pada tahun 2005 – 2010 fokus pada tahapan perencanaan dan implementasi GCG, selanjutnya periode 2011 – 2015 fokus pada tahapan implementasi dan evaluasi GCG dan terakhir periode 2016 – 2020 fokus pada tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari.Satu dekade berjalan, secara umum implementasi
Good Corporate Governance Roadmap
masih menghadapi banyak hambatan dan tantangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal, terutama dalam hal membumikan GCG di setiap tingkatan/jenjang organisasi di Pupuk Kaltim.B. Capaian Good Governance Roadmap Tahun 2016-2020
Good Corporate Governance Roadmap
yang dilaksanakan pada periode 2016-2020 telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam hal tata kelola yang baik.Beberapa aspek yang bersifat implementatif telah dipotret ketercapaiannya sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan
Good Corporate Governance Roadmap
periode selanjutnya. Aspek yang ditinjau di tahun 2016-2020 adalah pada pencapaian tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari. Berikut capaianGood Corporate Governance Roadmap
tahun 2016 dan 2020:Tabel 1. Capaian
Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2016-2020
Program Utama Realisasi
Skor Asesmen GCG berdasarkan SK- 16/S.MBU/2011
2016: 92,94 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group
2017: 94,43 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim
2018: 94,54 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group
2019: 94,6 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim
2020: 95,07 (sangat baik), oleh Asesor Sinergi Daya Prima
Asesmen
Corporate Governance Perception Index
oleh TheIndonesian Institute of Corporate Governance (IICG)
2018: 84,77 (
Trusted
) 2019: 85,71 (Most Trusted
) 2020: 86,72 (Most Trusted
)Penyempurnaan atau Penyusunan Kebijakan
2016: Penyempurnaan Pedoman Kode Etik Perusahaan.
2017: Penyempurnaan Pedoman GCG, Penyempurnaan Pedoman LHKPN, Penyempurnaan Pedoman Direksi-Dewan Komisaris (
Board Manual
).2018: Penyempurnaan Pedoman dan
Roadmap
Manajemen Risiko.2019: Komitmen Pelaksanaan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
2020: Pengesahan Pedoman Anti Kecurangan (
Fraud
) Pupuk Kaltim, Pembaruan SK Tim Integritas dan GCG Pupuk Kaltim Periode 2020-2023, Kebijakan dan Pedoman Sistem Manajemen Anti Penyuapan Sistem Informasi danSistem Terintegrasi
2016: Sistem Informasi Pelaporan risiko individu (iRisk)
2017: Sistem Informasi Gratifikasi
Online
(Granol).2018: Sistem Informasi Kajian Risiko Bersama (Karisma).
2019: Sistem Informasi Pelaporan Kepatuhan Pihak ke-3 (SI-OKI).
2020: Sertifikasi ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Sosialisasi 2016: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di Karyawan Pupuk Kaltim
2017: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di karyawan Pupuk Kaltim
2018: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
di lingkungan Pupuk Kaltim (stakeholder
)2019: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
di lingkungan Pupuk Kaltim (stakeholder
)2020: Sosialisasi terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Anak Perusahaan Pupuk KaltimPenghargaan 2016:
• Pupuk Kaltim telah memenangkan
Annual Report Award
(ARA) 2015 dengan mengungkapkan informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan sesuai dengan peraturan Perundang- undangan;• Pupuk Kaltim menyediakan informasi perusahaan kepada Pemangku Kepentingan yang relevan, memadai,
secara tepat waktu dan berkala;
• Pupuk Kaltim membuat Laporan Keberlanjutan dan mendapatkan beberapa penghargaan seperti Penghargaan
Indonesia Green Awards
(IGA) 2016 dari La Tofi School of CSR, Proper Hijau dan lain lain.2017:
• SNI Award 2017 dan 2016 penghargaan
Platinum
kategori “Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka”oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016- 2017 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
• Peringkat 2 kategori
Private
Non Keuangan NonListed
dalamAnnual Report Award
(ARA) 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian BUMN;•
International Fertilizer Association
(IFA)Protect and Sustain Product Stewardship Programme
oleh PT SGS Indonesia;•
Runner Up in Category Risk Technology
dalam ajangAsean Risk Award
olehEnterprise Risk Management
Academy Singapore;•
Best of The Best
CSR Indonesia 2017 oleh Majalah CSR Indonesia;• Meraih skor 630 dengan kategori
Emerging Industry Leader
dalamBaldrige
Excellence Framework 2017
oleh Indonesian Quality Award;• Juara pada kategori: Manajemen Energi pada Bangunan Gedung dan Industri untuk inovasi khusus pada bangunan gedung oleh Kementrian ESDM.
2018:
• SNI Award 2018, 2017, dan 2016 penghargaan
Grand Platinum
kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.• Kategori Emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
• Nilai pelaporan gratifikasi terbesar yang ditetapkan menjadi milik negara tahun 2018 oleh KPK RI.
• Pemenang di kategori
Risk Innovation
dalam ajang ASEANRisk Award
olehEnterprise Risk Management
Academy Singapura.• Meraih peringkat
Gold
dalamInternational Convention on Quality Control Circle
(ICQCC) ke-43 di Singapura oleh InternationalExcellence & Quality Circles Convention
2018.• Meraih predikat
Trusted
pada penilaian CGPI 2018 oleh IICG.• Meraih skor 677 dengan kategori
Industry
Leader
dalamBaldrige Excellence
Framework
2018 oleh IndonesianQuality
Award
. 2019:• SNI Award 2019 penghargaan
Maintenance Grand Platinum
kategori“Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka” oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2019 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
• Meraih predikat
Most Trusted
pada penilaian CGPI 2019 oleh IICG.• Meraih predikat
World Class Global Performance Exellence Award
dari Asia PasificQuality Organization
.• Meraih predikat
Platinum
dalam ajangAsia Sustanibility Reporting Rating
2019 dari The NationalCenter of Sustanibility Reporting
yang bekerja sama denganInstitute of Certified Sustanibility Practicioner
.• Meraih penghargaan
Indonesia Industry 4.0 Readiness Index
pada ajangIndonesia Industrial Summit 2019
, penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden RI.• Meraih predikat 3 (tiga)
Diamond
, 6 (enam)Platinum
dan 3 (tiga)Gold
dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII di Surakarta Jawa Tengah. 2 (dua)Diamond
bertemakan penerapan GratifikasiOnline
danIndividual-Risk
.2020:
• Pencapaian skor GCG tertinggi di Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Group) dari 2014-2020.
• Meraih predikat terbaik I Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) pada ajang 9th Anugerah BUMN 2020.
• Meraih predikat
Most Trusted
pada penilaian CGPI 2020 oleh IICG.• Meraih predikat
Top GRC #4 stars
,Top Board of Commissioner GRC
2020,The Most Committed GRC Leader
2020 untuk Direktur Utama Pupuk Kaltim pada ajangCorporate Rating Top GRC
2020.• Meraih predikat
World Class Global Performance Excellence Award
dari Asia PacificQuality Organization
.• Meraih penghargaan
Asia Responsible Enterprise Award
(AREA) kategoriSocial Empowerment
.• LHKPN terbaik dan tercepat dari induk usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh KPK RI.
BAB III
ANALISA LINGKUNGAN DAN ISU STRATEGIS
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Bab III
Analisa Lingkungan dan Isu Strategis Good Corporate Governance
Faktor lingkungan yang dimaksud dalam
Good Corporate Governance Roadmap
ini adalah konteks (context
) di manaGood Corporate Governance
(GCG) diterapkan, sedangkan isu strategis merupakan konten (content
) yang berpengaruh signifikan dalam proses GCG.A. Aspek Lingkungan Good Corporate Governance
Hal-hal yang dapat mempengaruhi jalannya program kegiatan GCG, diantaranya Penegakan dan Kepastian Hukum; Arah Kebijakan Pemerintah; Budaya Tata Kelola;
Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; serta Revolusi Industri 4.0.
1. Penegakan dan Kepastian Hukum
Pendekatan melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan penegakan hukum, sangat diperlukan pada tahap awal implementasi GCG.
Lemahnya penegakan hukum mengakibatkan tidak berjalannya sistem
reward
danpunishment
. Regulator perlu mendorong pemberian penghargaan dan insentif bagi dunia usaha yang mampu menjalankan GCG. Demikian juga sebaliknya, perlu ada sanksi yang tegas bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan atau bahkan tidak merespon proses GCG. Pemberian penghargaan dan sanksi tersebut perlu dituangkan dalam regulasi dan kebijakan yang jelas dan tegas.Dengan terbitnya standar penerapan GCG untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Negara BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-01/MBU/2011 dan SK-16/S MBU/2012 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, terdapat kejelasan atas aspek yang wajib mendapat perhatian dalam implementasi tata kelola perusahaan yang baik (
Good Corporate Governance
) pada industri nasional tidak hanya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara namun juga Perusahaan dalam naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.2. Dorongan Kebijakan Pemerintah
Kedatangan pandemi Covid-19 pada semester pertama 2020 telah menimbulkan persoalan baru dan menggeser berbagai tatanan kehidupan yang dikenal sebelumnya. Pandemi ini seolah ingin mengingatkan kembali pentingnya keberlangsungan bisnis, bahwa perusahaan harus memperhatikan semua
stakeholders
internal dan eksternal yang terdampak, Semakin disadari juga pentingnya kecepatan perusahaan merespon terjadinya hal-hal yang sebelumnya tak terduga. Semuanya menekankan kembali kebutuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik GCG sebagai fondasi utama pengambilan keputusan yang lebih baik.Sejauh ini, GCG masih menjadi salah satu kelemahan yang dipunyai sebagian besar perusahaan di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab krisis ekonomi di akhir tahun 90-an adalah tata kelola perusahaan yang kurang baik, antara lain berupa kualitas investasi yang buruk, diversifikasi usaha yang sangat luas, jumlah pinjaman jangka pendek tak lindung nilai yang sangat banyak, lemahnya peran direksi dan komisaris, sistem audit yang buruk, kurangnya transparansi, serta penegakan hukum yang lemah.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kelemahan tata kelola di Indonesia, salah satunya pembentukan Komite Nasional Kebijakan
Good Corporate Governance
(KNKG) pada 1999 melalui Keputusan Menko Ekuin saat itu. Lembaga ini pada awalnya membangun kesadaran pentingnya tata kelola perusahaan melalui seminar dan pelatihan serta penyusunan beberapa pedoman tata kelola. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan Peta Arah Tata Kelola Perusahaan Indonesia pada awal 2014. Pedoman ini terutama ditujukan untuk emiten dan perusahaan publik.Upaya reformasi tata kelola ini selanjutnya mendorong timbulnya inisiatif lain dari berbagai lembaga seperti penerbitan indeks persepsi tata kelola setiap tahun, serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang telah menerapkan tata kelola dengan baik.
Pemerintah berharap kepada perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa untuk berpartisipasi penuh dalam menerapkan praktik tata kelola yang baik.
Perusahaan Indonesia yang telah tercatat ASEAN
Asset Class
tersebut dapat dijadikan contoh dan motivasi. Ke depannya, diharapkan skor rata-rata Indonesia dalam ACGS bisa meningkat, sehingga mendatangkan lebih banyak lagi investasi3. Budaya Tata Kelola
Pada saat ini masih banyak perusahaan yang menerapkan GCG hanya sebatas format dan formalitas saja. Padahal konsep GCG hadir sebagai solusi untuk membantu perusahaan patuh kepada aturan yang berlaku.
Menjalankan tata aturan diperlukan kesungguhan dari pihak perusahaan untuk serius melaksanakan kaidah yang berlaku. Sehingga dalam tataran penerapannya menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi. Adanya perusahaan yang tak menjalankan GCG dengan sungguh-sungguh kemungkinan besar lantaran jiwa dari GCG ini belum menjadi budaya perusahaan, atau didasari suatu keterpaksaan dalam menjalankannya. Suatu keharusan bahwa implementasi GCG harus benar- benar dijiwai hingga sampai kepada level budaya perusahaan.
4. Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pada level regional, kesadaran reformasi tata kelola telah terjadi secara kolektif di wilayah ASEAN, yang mana ASEAN
Capital Market Forum
memperkenalkan ASEANCorporate Governance Scorecard
(ACGS) pada 2011 yang dikembangkan dari prinsip-prinsipThe Organisation for Economic Co-operation and Development
(OECD).Scorecard
tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar tata kelola perusahaan dari perusahaan terbuka di negara-negara ASEAN dan meningkatkan visibilitas mereka kepada investor.Pada 2019, sepuluh perusahaan tercatat di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN
Asset Class
berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam ACGS setiap tahun juga mengalami peningkatan, yang artinya sudah banyak perusahaan tercatat di indonesia yang memiliki tata kelola yang baik.Pandemi ini telah membangkitkan kesadaran bahwa kesehatan hanyalah salah satu dari 17
Sustainable Development Goals
(SDGs) PBB yang harus menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis, baik di sektor publik maupun swasta. Dalam kaitannya dengan GCG, diperlukan perubahan prioritas dan mulai mengidentifikasi risiko lain yang menjadi bagian dari SDGs seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bencana alam, dan bencana lingkungan akibat ulah manusia.Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan SDGs, melainkan perlu upaya kolektif dari
stakeholder
lain, seperti perusahaan (BUMN/swasta),media, dan lembaga pendidikan. Praktik tata kelola yang efektif hanya dapat terwujud bila terjadi kesadaran bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG, mulai dari akar rumput sampai pada jenjang para pengambil keputusan strategis.
.
5. Revolusi Industri 4.0
Perkembangan “Revolusi Industri Tahap 4” (dikenal juga sebagai Revolusi Industri 4.0) menciptakan dinamika dan sejumlah tantangan baru yang unik bagi setiap organisasi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka cara kerja korporasi dan pola hubungan/interaksinya dengan stakeholder juga mengalami perubahan mendasar.
Pemanfaatan teknologi
mobile internet
, komputasi awan, kecerdasan buatan,big data
, danInternet of Things
(IoT) akan mendorong setiap perusahaan mampu untuk memberikan layanan mandiri, layanan bergerak, dan layanan cerdas yang fleksibel dan tanpa batas. Pada saat yang bersamaan, dunia bisnis harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan melakukan transformasidigital
untuk bertahan di era Revolusi Industri 4.0.B. Isu-Isu Strategis Good Governance
Isu strategis
Good Governance
adalah hal-hal terkini yang perlu segera direspon oleh Pupuk Kaltim dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, diantaranya meliputi:1. Akhlak sebagai
Core Value
Kementerian BUMN tengah gencar melakukan sosialisasi akhlak sebagai nilai dasar dilingkungan BUMN. Akronim akhlak adalah merujuk pada nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.
Akhlak dimaksudkan sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Nilai akhlak selaras dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik. Nilai akhlak sebagai perwujudan transformasi
human capital
dalam membanguntalenta
BUMN berikut anak usahannya agar mampu memiliki daya saing dan dalam upaya menjadi pemain global yang handal.2.
Responsible Investing
Jargon investasi yang bertanggung jawab semakin popular digunakan para penanam modal (investor) baik ditingkat nasional, regional maupun global.
Standar penerapan konsep
Environment, Social and Governance
(ESG) menjadi rujukan sebagai faktor pengukuran dampak berkelanjutan dan etika dalam mengambil keputusan dan pertimbangan investasi.Sebagai langkah menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan, pengelolaan bisnis harus fokus pada dampak sosial dan lingkungannya. Untuk itu praktik
Environmental, Social, and Governance
(ESG) atau sering disebut Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) harus diterapkan di seluruh aktivitas bisnis.Perusahaan perlu menyadari risiko dan mengumpulkan data yang relevan untuk membangun bisnis yang bertahan di masa depan.
Akan ada banyak kerugian yang harus ditanggung apabila prinsip ESG tidak dijalankan di Indonesia, sebab karakteristik geografis negara kepulauan rentan terhadap perubahan iklim dan bencana. Selain itu, penerapan ESG juga terbukti berdampak positif bagi kinerja perusahaan.
3. Pemulihan Ekonomi Nasional
Tahun 2020 – 2021 merupakan tahun yang sangat dinamis bagi ekonomi Indonesia, terutama karena dalam situasi menghadapi pandemic Covid-19.
Terdapat kontraksi atau bahkan ancaman resesi yang membayangi. Ini menjadi tantangan bagi dunia usaha untuk bisa bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan yang tepat. Termasuk BUMN dan anak usahanya harus fokus dan maksimal dalam bidang usaha, memiliki strategi yang matang serta dalam penerapan bisnis dilandaskan pada prinsip GCG. Dengan demikian diharapkan mampu terhindar dari kerugian lebih jauh yang pada gilirannya upaya pemulihan tersebut akan mendorong program pemulihan ekonomi nasional.
BAB IV
SASARAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP
TAHUN 2021 - 2025
BAB IV
Sasaran dan Strategi Pelaksanaan Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025
A. Tujuan dan Strategi Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 disusun dalam rangka mendukung pencapaianvisi dan misi
Perusahaan serta selaras dengan tujuan sasaran dan strategi jangka panjang Perusahaan Tahun 2020-2024.VISI
"Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan."
MISI
• Menjalankan bisnis produk-produk pupuk, kimia serta portofolio investasi dibidang kimia, agro, energi, trading dan jasa pelayanan pabrik yang bersaing tinggi;
• Mengoptimalkan nilai perusahaan melalui bisnis inti dan pengembangan bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan menunjang Program Kedaulatan Pangan Nasional;
• Mengoptimalkan utilisasi sumber daya di lingkungan sekitar maupun pasar global yang didukung oleh SDM yang berwawasan internasional dengan menerapkan teknologi terdepan;
• Memberikan manfaat yang optimum bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat serta peduli pada lingkungan
Setelah dilakukan evaluasi atas capaian pelaksanaan
Good Corporate Governance
Roadmap
periode sebelumnya, serta telah dilakukan juga pemetaan terhadap lingkungan strategis pelaksanaan GCG, maka ditetapkan tujuan serta sasaranGood Corporate Governance Roadmap
beserta strategi pelaksanaannya. Tujuan dan sasaranGood Corporate Governance Roadmap
yang ditetapkan diharapkan dapatmenjawab tantangan/hambatan pada periode sebelumnya serta mampu menjawab isu-isu strategis
Good Corporate Governance Roadmap
ke depan.Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran, ditetapkan juga indikator tujuan dan indikator sasaran
Good Corporate Governance Roadmap
. Penetapan indikator tujuan dan sasaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal yang dapat merepresentasikan sedekat mungkin dengan profil Pupuk Kaltim yang diharapkan serta lebih obyektif karena menggunakan indikator keberhasilan GCG yang dipotret menggunakan standar yang digunakan oleh banyak perusahaan baik secara nasional maupun internasional.Adapun tujuan pelaksanaan
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021- 2025 secara khusus adalah sebagai tonggak perbaikan tata kelola, memperbaiki regulasi tata kelola, serta meningkatkan praktik tata kelola sesuai dengan standar perusahaan terbuka, dan internasional dalam mewujudkan Pupuk Kaltim yang bersih, berintegritas dan profesional. Pencapaian tujuan ini dapat diukur melalui indikator nasional maupun global diantaranya: Tingkat pemenuhan penerapan tata kelola sesuai dengan standar Kementerian BUMN, Standar Otoritas Jasa Keuangan, Standar ACGS, standar OECD, standar ESG serta berbagai rating yang dilaksanakan oleh pihak ketiga terkait implementasi GCG. Selain akan diukur pada akhir periode,
setiap indikator tersebut juga akan dievaluasi pencapaiannya setiap tahun sebagai dasar bagi pengambilan keputusan terkait aspek strategis GCG pada berbagai tingkatan.B. Sasaran dan Program Strategis Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025
Dalam rangka memastikan pencapaian tujuan
Good Corporate Governance
Roadmap
Tahun 2021-2025 tercapai, strategi pelaksanaanGood Governance
harus ditetapkan sebaik mungkin.Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ini menetapkan hal-hal baru yang tidak ada padaRoadmap
periode sebelumnya namun juga tetap mempertahankan hal-hal baik yang dianggap efektif dariRoadmap
periode sebelumnya. Penambahan hal baru tersebut misalnya adalah ditetapkannya sasaran dan indikator program yang terukur agar ketercapaian perubahan pada setiap area dapat lebih terukur dan dimonitor pencapaiannya.Kerangka
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 disusun dengan 5 (lima) tahapan sasaran strategis yang harus dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan. 5 (lima) tahapan sasaran strategis dijelaskan dalam table berikut:Tabel 2. Sasaran Strategis
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025Sasaran Strategis Penjelasan Tahun
Pelaksanaan 1.Transformed Melaksanakan proses transformasi standar
implementasi GCG menuju standar perusahaan terbuka dan internasional melalui kegiatan kajian dan pemetaan awal. Di samping itu membangun kerangka infrastruktur dan soft structure GCG sejalan dengan standar yang dikembangkan agar efektif dalam implementasinya.
2021
2.Integrated Mengintegrasikan berbagai standar GCG yang dikembangkan dan memperkuat kerangka infrastruktur dan soft structure GCG. Proses finalisasi, sosialisasi dan internalisasi dapat dijalankan secara menyeluruh dalam rangka mendorong peningkatan pemahaman dan implementasi.
2022
3.Most Trusted Implementasi GCG didorong untuk dapat membangun kepercayaan dan citra baik.
Kepercayaan yang tinggi bagi pemegang saham dan stakeholder menjadi fokus dan perhatian utama, Berbagai bidang dan fungsi di perusahaan didorong untuk mampu berproses semakin baik dan bernilai tambah sehingga mendapatkan berbagai kepercayaan, apresiasi dan pengakuan secara nasional maupun internasional. Selain itu juga menjadi tujuan best practices bagi perusahaan lain.
2023
4. Culture Budaya Akhlak mampu dipahami dan dapat menjiwai di seluruh aktifitas dilingkungan Perusahaan. Kepatuhan pada etika bisnis dan peraturan perundangan yang berlaku akan membentuk standar perusahaan yang berbudaya tinggi yang pada gilirannya diharapkan mampu mewujudkan produktivitas dan kinerja yang sangat baik didukung dengan kondisi dan praktik yang memadai seperti terwujudnya zero fraud.
2024
5.Sustainable Tercapainya status perusahaan yang memenuhi 2025 standar tata kelola yang baik dengan capaian
tingkat adopsi maksimal dan skor yang sangat tinggi untuk berbagai ukuran baik SK 16 BUMN, OJK, ACGS maupun OECD. Disamping itu perusahaan telah mengadopsi secara maksimal berkaitan aspek keberlanjutan seperti standar GRI maupun ESG.
Sasaran strategis diatas selanjutnya masing masing akan dipetakan berdasarkan fokus, faktor pendorong dan performa kinerja dalam penggunaan istilah sebagai berikut:
1.
GCG Orientation
, merupakan fokus pada arah yang akan dituju setiap tahun dalam penguatan GCG.2.
Main Driver
, merupakan faktor pendorong yang utama dalam penguatan GCG.3.
Main Indicator
, merupakan target atau performa kinerja yang hendak dicapai pada setiap tahapan dan berorientasi pada hasil (outcome
).2021
2022
Tahun 2021-2025
2023
2024
2025
OrientationGCG • Transformasi GCG menuju standar perusahaan terbuka dan dunia
• Pengembangan road map GCG
• Pengembangan kebijakan terkait GCG sejalan dengan standar perusahaan terbuka dan dunia
• Integrasi berbagai standar GCG yang diadopsi
• Penguatan, Finalisasi dan Internalisasi berbagai kebijakan terkait GCG
• Memiliki kekuatan identitas sebagai perusahaan yang sangat terpercaya
• Pengakuan Publik
• Rujukan Benchmark
• Implementasi nilai nilai Akhlak mengakar kuat
• Implementasi etika bisnis menjadi budaya kerja
• Masuk dalam kelompok perusahaan GCG terbaik standar perusahaan terbuka di nasional dan Asia Pasifik
• Masuk dalam kelompok perusahaan yang mampu menerapkan konsep berkelanjutan terbaik
Main Driver
• Regulator
• Corporate
• Stakeholders
• Regulator
• Corporate
• Stakeholders
• Regulator
• Corporate
• Stakeholders
• Regulator
• Corporate
• Stakeholders
• Regulator
• Corporate
• Stakeholders Main
Indicator 1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan internasional 2. Review GCG
Infrastruktur 3. Pengungkapan
implementasi standar yang dikembangkan 4. Asesmen GCG
standar BUMN, listed company dan internasional dan tindak lanjut AOI asesmen GCG
1. Pedoman GCG terintegrasi berbagai standar (BUMN, OJK, ACGS) 2. Finalisasi &
Internalisasi GCG Roadmap 3. Finalisasi &
penguatan GCG Infrastruktur lainnya 4. Asesmen GCG
dan tindak lanjut AOI 5. Internal
Governance Award 6. Socialization
1. Apresiasi tertinggi dalam implementasi GCG
2. Tujuan Benchmark GCG
3. Asesmen GCG dan tindak lanjut AOI
1. Nilai Akhlak dipahami dan mengakar kuat 2. Etika bisnis
dijalankan, &
tercapai (zero fraud) 3. Asesmen GCG
dan tindak lanjut AOI 4. Implementasi
budaya sadar risiko
1. Full Comply SK 16 Standar 2. Full Comply 3. OJKFull Comply
ACGS 4. Comply OECD 5. Comply GRI
Standar
Tabel 3. Inisiatif Program dan Target
Good Corporate Governance
TRANSFORMED
SUSTAINABLE
INTEGRATED
MOST TRUSTED
CULTURE
Roadmap
2021-2025A.TRANSFORMED
Target Implementasi Januari – Desember 2021
No. Main Indicator Initiative Program Target
1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan internasional
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on POJK
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on POJK
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ACGS
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ACGS
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on OECD
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on OECD
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ESG
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ESG 2. Review GCG Infrastruktur • Penyempurnan GCG
Code dan soft- structure GCG sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru
• Draft GCG Code dan soft-structure GCG
penyempurnaan
• Penyempurnan Board Manual sesuai
perkembangan peraturan dan best practice terbaru
• Draft Board Manual penyempurnaan
• Penyempurnaan Roadmap GCG 2021 - 2025
• Draft Roadmap GCG 2021 - 2025
3. Pengungkapan implermentasi
standar yang dikembangkan • Pengungkapan Informasi GCG di Annual Report (perkembangan implementasi terbaru)
• Pengungkapan informasi GCG di AR (perkembangan implementasi terbaru)
• Update informasi dan kebijakan GCG dalam Website
(perkembangan implementasi terbaru)
• Informasi Kebijakan GCG tersedia di Website
• Website memuat informasi terkini (up to date)
• Pengungkapan Implementasi GCG dalam Media Internal dan Eksternal
• Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media) memuat informasi
A.TRANSFORMED
Target Implementasi Januari – Desember 2021
No. Main Indicator Initiative Program Target
(Majalah dan Sosial
Media) implementasi GG
terkini 4. Asesmen GCG standar BUMN,
listed company dan internasional
dan tindak lanjut AOI asesmen GCG
• Pelaksanaan asesmen tahun buku 2020 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020 berdasarkan berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen tahun 2019 sesuai target 100%
• Skor GCG 2020 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN Tahun 2021 mencapai target 95 (Sangat Baik)
• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan SE OJK 32
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020 berdasarkan
berdasarkan SE OJK 32
• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan ACGS
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020
berdasarkan ACGS
• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan OECD
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2020
berdasarkan OECD
• Mengikuti CGPI Award
2020 • Meraih peringkat
Most Trusted
B.INTEGRATED
Target Implementasi Januari – Desember 2022
No. Main Indicator Initiative Program Target
1 Finalisasi & Penguatan GCG Infrastruktur lainnya
• Finalisasi
Penyempurnan GCG Code dan soft- structure GCG sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru
• Finalisasi dan pengesahan GCG Code dan soft- structure GCG penyempurnaan
• Finalisasi • Finalisasi dan
B.INTEGRATED
Target Implementasi Januari – Desember 2022
No. Main Indicator Initiative Program Target
penyempurnan Board Manual sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru
pengesahan Board Manual
penyempurnaan
• Finalisasi penyempurnaan Roadmap GCG 2021 - 2025
• Finalisasi dan pengesahan
Roadmap GCG 2021 - 2025
• Internalisasi Pedoman dan soft structure GCG
• Sosialisasi Pedoman dan soft structure GCG kepada seluruh karyawan, Dewan Komisaris dan Direksi
• Internalisasi GCG
Roadmap 2021-2025 • Terlaksana sosialisasi GCG Roadmap 2021-2025 2. Pengungkapan implermentasi
standar yang dikembangkan
• Pengungkapan Informasi GCG di Annual Report (perkembangan implementasi terbaru)
• Pengungkapan informasi GCG di AR (perkembangan implementasi terbaru)
• Update informasi dan kebijakan GCG dalam Website
(perkembangan implementasi terbaru)
• Informasi Kebijakan GCG tersedia di Website
• Website memuat informasi terkini (up to date)
• Pengungkapan Implementasi GCG dalam Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media)
• Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media) memuat informasi implementasi GG terkini
3. Asesmen GCG dan tindak lanjut
AOI • Pelaksanaan asesmen
tahun buku 2021 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen tahun 2021 sesuai target
• Skor GCG 2021 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN Tahun 2022 mencapai target 95,5 (Sangat Baik)
B.INTEGRATED
Target Implementasi Januari – Desember 2022
No. Main Indicator Initiative Program Target
• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan SE OJK 32
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan SE OJK 32
• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan ACGS
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan ACGS
• Asesmen Tahun Buku 2021 berdasarkan OECD
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2021 berdasarkan OECD
• Mengikuti CGPI
Award 2021 • Meraih peringkat Most Trusted
C. MOST TRUSTED
Target Implementasi Januari – Desember 2023
No. Main Indicator Initiative Program Target
1 Apresiasi tertinggi dalam implementasi GCG
• Pencapaian kinerja terbaik GCG standar nasional, perusahaan terbuka dan standar internasional
• Memperoleh Penghargaan atas GCG terbaik standar perusahaan terbuka dan standar
internasional Seperti:
- GCG Award (berbagai penyelenggara resmi nasional maupun internasional) - CGPI Award
(diselenggarakan IICG)
- Juara ARA Nasional - Meraih juara
dalam ajang SRA - Meraih juara
ajang AR pada Vision dan Spotlight Award (diselenggarakan LACP)
• Pencapaian
penghargaan tertinggi di berbagai bidang (produk, proses,
• Memperoleh penghargaan tertinggi di berbagai bidang (produk,
C. MOST TRUSTED
Target Implementasi Januari – Desember 2023
No. Main Indicator Initiative Program Target
fungsi pendukung, kinerja organisasi, dan strategi) dalam lingkup nasional dan internasional
proses, fungsi pendukung, kinerja organisasi, dan strategi) dalam lingkup nasional dan internasional 2 Tujuan Benchmark GCG • Memiliki bidang area
yang menjadi best practices atau menjadi tujuan benchmark bagi perusahaan lain dibidang GCG standar perusahaan terbuka dan standar
internasional
• Terdapat Kunjungan sebagai tujuan benchmark implementasi GCG standar perusahaan terbuka dan standar internasional
3 Asesmen GCG dan tindak lanjut AOI • Pelaksanaan asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN tahun 2022 sesuai target 100%
• Skor GCG 2022 berdasarkan SK 16 Kementerian BUMN mencapai target 96 (Sangat Baik) Asesmen Tahun Buku
2022 berdasarkan SE OJK 32
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan SE OJK 32
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan SE OJK 32tahun 2022
• Asesmen Tahun Buku 2022 berdasarkan ACGS
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan ACGS
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan ACGS tahun 2022 sesuai target
• Skor GCG 2022 berdasarkan ACGS
C. MOST TRUSTED
Target Implementasi Januari – Desember 2023
No. Main Indicator Initiative Program Target
sesuai target
• Asesmen Tahun Buku 2022 berdasarkan OECD
• Laporan hasil asesmen tahun buku 2022 berdasarkan OECD
• Penyelesaian tindak lanjut AOI asesmen berdasarkan OECD tahun 2022 sesuai target
• Skor GCG 2022 berdasarkan OECD sesuai target
• Mengikuti CGPI Award 2022
• Meraih peringkat Most Trusted
D.CULTURED
Target Implementasi Januari – Desember 2024
No. Main Indicator Initiative Program Target
1 Nilai Akhlak dipahami dan mengakar
kuat • Pelaksanaan survey
pemahaman budaya akhlak
• Pemahaman budaya akhlak tercapai sangat memadai 2 Etika Bisnis dijalankan, tercapai zero
fraud dan tidak terjadi pelanggaran hukum lain.
• Pelaksanaan survey pemahaman etika bisnis dan kebijakan gratifikasi untuk Dewan Komisaris, Direksi Organ Dewan Komisaris serta seluruh karyawan.
• Pemahaman tercapai sangat memadai
• Evaluasi implementasi etika bisnis
• Tidak terdapat temuan audit terkait pelanggaran etika bisnis termasuk fraud
• Monitoring tingkat kepatuhan peraturan perundang-undangan dan perjanjian dengan pihak ketiga
• Tidak ada sangsi, denda, dan gugatan terkait pelanggaran hukum / kasus hukum dengan pihak ketiga
• Penguatan WBS • Berjalan efektif sesuai kebijakan yang diatur 3 Implementasi budaya sadar risiko • Pelaksanaan
sosialisasi dan • Budaya sadar risiko telah berjalan