Bab II. Evaluasi Capaian dan Pelaksanaan Good Governance Roadmap
A. Good Corporate Governance Roadmap Periode Sebelumnya
Pelaksanaan program
Good Corporate Governance
(GCG) telah menjadi prioritas sejak dikeluarkannyaGood Corporate Governance Roadmap
pertama pada tahun 2005 – 2010 fokus pada tahapan perencanaan dan implementasi GCG, selanjutnya periode 2011 – 2015 fokus pada tahapan implementasi dan evaluasi GCG dan terakhir periode 2016 – 2020 fokus pada tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari.Satu dekade berjalan, secara umum implementasi
Good Corporate Governance Roadmap
masih menghadapi banyak hambatan dan tantangan, baik yang berasal dari internal maupun eksternal, terutama dalam hal membumikan GCG di setiap tingkatan/jenjang organisasi di Pupuk Kaltim.B. Capaian Good Governance Roadmap Tahun 2016-2020
Good Corporate Governance Roadmap
yang dilaksanakan pada periode 2016-2020 telah membawa perubahan yang cukup signifikan dalam hal tata kelola yang baik.Beberapa aspek yang bersifat implementatif telah dipotret ketercapaiannya sehingga dapat menjadi dasar dalam perencanaan
Good Corporate Governance Roadmap
periode selanjutnya. Aspek yang ditinjau di tahun 2016-2020 adalah pada pencapaian tahapan membangun budaya GCG sebagai bagian dari kehidupan Perusahaan sehari hari. Berikut capaianGood Corporate Governance Roadmap
tahun 2016 dan 2020:Tabel 1. Capaian
Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2016-2020
Program Utama Realisasi
Skor Asesmen GCG berdasarkan SK- 16/S.MBU/2011
2016: 92,94 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group
2017: 94,43 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim
2018: 94,54 (sangat baik), oleh Asesor Internal Pupuk Indonesia Group
2019: 94,6 (sangat baik), oleh Asesor BPKP Kaltim
2020: 95,07 (sangat baik), oleh Asesor Sinergi Daya Prima
Asesmen
Corporate Governance Perception Index
oleh TheIndonesian Institute of Corporate Governance
2016: Penyempurnaan Pedoman Kode Etik Perusahaan.
2017: Penyempurnaan Pedoman GCG, Penyempurnaan Pedoman LHKPN, Penyempurnaan Pedoman Direksi-Dewan Komisaris (
Board Manual
).2018: Penyempurnaan Pedoman dan
Roadmap
Manajemen Risiko.2019: Komitmen Pelaksanaan Sistem Manajemen Anti Penyuapan.
2020: Pengesahan Pedoman Anti Kecurangan (
Fraud
) Pupuk Kaltim, Pembaruan SK Tim Integritas dan GCG Pupuk Kaltim Periode 2020-2023, Kebijakan dan Pedoman Sistem Manajemen Anti Penyuapan Sistem Informasi danSistem Terintegrasi
2016: Sistem Informasi Pelaporan risiko individu (iRisk)
2017: Sistem Informasi Gratifikasi
Online
(Granol).2018: Sistem Informasi Kajian Risiko Bersama (Karisma).
2019: Sistem Informasi Pelaporan Kepatuhan Pihak ke-3 (SI-OKI).
2020: Sertifikasi ISO 37001: 2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan
Sosialisasi 2016: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di Karyawan Pupuk Kaltim
2017: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS dan Manajemen Risiko di karyawan Pupuk Kaltim
2018: Sosialisasi internal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
di lingkungan Pupuk Kaltim (stakeholder
)2019: Sosialisasi internal dan pembicara eksternal terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
di lingkungan Pupuk Kaltim (stakeholder
)2020: Sosialisasi terkait GCG, COC, COI, Gratifikasi, WBS, Manajemen Risiko dan
Fraud Control System
dan ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan di Anak Perusahaan Pupuk KaltimPenghargaan 2016:
• Pupuk Kaltim telah memenangkan
Annual Report Award
(ARA) 2015 dengan mengungkapkan informasi penting dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan sesuai dengan peraturan Perundang- undangan;• Pupuk Kaltim menyediakan informasi perusahaan kepada Pemangku Kepentingan yang relevan, memadai,
secara tepat waktu dan berkala;
• Pupuk Kaltim membuat Laporan Keberlanjutan dan mendapatkan beberapa penghargaan seperti Penghargaan
Indonesia Green Awards
(IGA) 2016 dari La Tofi School of CSR, Proper Hijau dan lain lain.2017:
• SNI Award 2017 dan 2016 penghargaan
Platinum
kategori “Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka”oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi;
• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2016- 2017 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan;
• Peringkat 2 kategori
Private
Non Keuangan NonListed
dalamAnnual Report Award
(ARA) 2016 dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kementrian BUMN;•
International Fertilizer Association
(IFA)Protect and Sustain Product Stewardship Programme
oleh PT SGS Indonesia;•
Runner Up in Category Risk Technology
dalam ajangAsean Risk Award
olehEnterprise Risk Management
Academy Singapore;•
Best of The Best
CSR Indonesia 2017 oleh Majalah CSR Indonesia;• Meraih skor 630 dengan kategori
Emerging Industry Leader
dalamBaldrige
Excellence Framework 2017
oleh Indonesian Quality Award;• Juara pada kategori: Manajemen Energi pada Bangunan Gedung dan Industri untuk inovasi khusus pada bangunan gedung oleh Kementrian ESDM.
2018:
• SNI Award 2018, 2017, dan 2016 penghargaan
Grand Platinum
kategori Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.• Kategori Emas pada Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2018 oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
• Nilai pelaporan gratifikasi terbesar yang ditetapkan menjadi milik negara tahun 2018 oleh KPK RI.
• Pemenang di kategori
Risk Innovation
dalam ajang ASEANRisk Award
olehEnterprise Risk Management
Academy Singapura.• Meraih peringkat
Gold
dalamInternational Convention on Quality Control Circle
(ICQCC) ke-43 di Singapura oleh InternationalExcellence & Quality Circles Convention
2018.• Meraih predikat
Trusted
pada penilaian CGPI 2018 oleh IICG.• Meraih skor 677 dengan kategori
Industry
Leader
dalamBaldrige Excellence
Framework
2018 oleh IndonesianQuality
Award
. 2019:• SNI Award 2019 penghargaan
Maintenance Grand Platinum
kategori“Organisasi Besar Barang Sektor Kimia dan Serba Aneka” oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.
• Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup 2017-2019 kategori Emas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
• Meraih predikat
Most Trusted
pada penilaian CGPI 2019 oleh IICG.• Meraih predikat
World Class Global Performance Exellence Award
dari Asia PasificQuality Organization
.• Meraih predikat
Platinum
dalam ajangAsia Sustanibility Reporting Rating
2019 dari The NationalCenter of Sustanibility Reporting
yang bekerja sama denganInstitute of Certified Sustanibility Practicioner
.• Meraih penghargaan
Indonesia Industry 4.0 Readiness Index
pada ajangIndonesia Industrial Summit 2019
, penghargaan diberikan oleh Wakil Presiden RI.• Meraih predikat 3 (tiga)
Diamond
, 6 (enam)Platinum
dan 3 (tiga)Gold
dalam Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional (TKMPN) XXIII di Surakarta Jawa Tengah. 2 (dua)Diamond
bertemakan penerapan GratifikasiOnline
danIndividual-Risk
.2020:
• Pencapaian skor GCG tertinggi di Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Group) dari 2014-2020.
• Meraih predikat terbaik I Kategori Tata Kelola Perusahaan (GCG) pada ajang 9th Anugerah BUMN 2020.
• Meraih predikat
Most Trusted
pada penilaian CGPI 2020 oleh IICG.• Meraih predikat
Top GRC #4 stars
,Top Board of Commissioner GRC
2020,The Most Committed GRC Leader
2020 untuk Direktur Utama Pupuk Kaltim pada ajangCorporate Rating Top GRC
2020.• Meraih predikat
World Class Global Performance Excellence Award
dari Asia PacificQuality Organization
.• Meraih penghargaan
Asia Responsible Enterprise Award
(AREA) kategoriSocial Empowerment
.• LHKPN terbaik dan tercepat dari induk usaha PT Pupuk Indonesia (Persero) oleh KPK RI.
BAB III
ANALISA LINGKUNGAN DAN ISU STRATEGIS
GOOD CORPORATE GOVERNANCE
Bab III
Analisa Lingkungan dan Isu Strategis Good Corporate Governance
Faktor lingkungan yang dimaksud dalam
Good Corporate Governance Roadmap
ini adalah konteks (context
) di manaGood Corporate Governance
(GCG) diterapkan, sedangkan isu strategis merupakan konten (content
) yang berpengaruh signifikan dalam proses GCG.A. Aspek Lingkungan Good Corporate Governance
Hal-hal yang dapat mempengaruhi jalannya program kegiatan GCG, diantaranya Penegakan dan Kepastian Hukum; Arah Kebijakan Pemerintah; Budaya Tata Kelola;
Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan; serta Revolusi Industri 4.0.
1. Penegakan dan Kepastian Hukum
Pendekatan melalui kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku dan penegakan hukum, sangat diperlukan pada tahap awal implementasi GCG.
Lemahnya penegakan hukum mengakibatkan tidak berjalannya sistem
reward
danpunishment
. Regulator perlu mendorong pemberian penghargaan dan insentif bagi dunia usaha yang mampu menjalankan GCG. Demikian juga sebaliknya, perlu ada sanksi yang tegas bagi pihak-pihak yang tidak melaksanakan atau bahkan tidak merespon proses GCG. Pemberian penghargaan dan sanksi tersebut perlu dituangkan dalam regulasi dan kebijakan yang jelas dan tegas.Dengan terbitnya standar penerapan GCG untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Negara BUMN, yaitu Peraturan Menteri Negara BUMN No. Per-01/MBU/2011 dan SK-16/S MBU/2012 serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 21/POJK.04/2015 tentang Penerapan Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan No. 32/SEOJK.04/2015 tentang Pedoman Tata Kelola Perusahaan Terbuka, terdapat kejelasan atas aspek yang wajib mendapat perhatian dalam implementasi tata kelola perusahaan yang baik (
Good Corporate Governance
) pada industri nasional tidak hanya di lingkungan Badan Usaha Milik Negara namun juga Perusahaan dalam naungan Pengawasan Otoritas Jasa Keuangan.2. Dorongan Kebijakan Pemerintah
Kedatangan pandemi Covid-19 pada semester pertama 2020 telah menimbulkan persoalan baru dan menggeser berbagai tatanan kehidupan yang dikenal sebelumnya. Pandemi ini seolah ingin mengingatkan kembali pentingnya keberlangsungan bisnis, bahwa perusahaan harus memperhatikan semua
stakeholders
internal dan eksternal yang terdampak, Semakin disadari juga pentingnya kecepatan perusahaan merespon terjadinya hal-hal yang sebelumnya tak terduga. Semuanya menekankan kembali kebutuhan terhadap tata kelola perusahaan yang baik GCG sebagai fondasi utama pengambilan keputusan yang lebih baik.Sejauh ini, GCG masih menjadi salah satu kelemahan yang dipunyai sebagian besar perusahaan di Indonesia. Seperti yang diketahui bahwa salah satu penyebab krisis ekonomi di akhir tahun 90-an adalah tata kelola perusahaan yang kurang baik, antara lain berupa kualitas investasi yang buruk, diversifikasi usaha yang sangat luas, jumlah pinjaman jangka pendek tak lindung nilai yang sangat banyak, lemahnya peran direksi dan komisaris, sistem audit yang buruk, kurangnya transparansi, serta penegakan hukum yang lemah.
Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengatasi kelemahan tata kelola di Indonesia, salah satunya pembentukan Komite Nasional Kebijakan
Good Corporate Governance
(KNKG) pada 1999 melalui Keputusan Menko Ekuin saat itu. Lembaga ini pada awalnya membangun kesadaran pentingnya tata kelola perusahaan melalui seminar dan pelatihan serta penyusunan beberapa pedoman tata kelola. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menerbitkan Peta Arah Tata Kelola Perusahaan Indonesia pada awal 2014. Pedoman ini terutama ditujukan untuk emiten dan perusahaan publik.Upaya reformasi tata kelola ini selanjutnya mendorong timbulnya inisiatif lain dari berbagai lembaga seperti penerbitan indeks persepsi tata kelola setiap tahun, serta pemberian penghargaan kepada perusahaan yang telah menerapkan tata kelola dengan baik.
Pemerintah berharap kepada perusahaan-perusahaan yang melantai di bursa untuk berpartisipasi penuh dalam menerapkan praktik tata kelola yang baik.
Perusahaan Indonesia yang telah tercatat ASEAN
Asset Class
tersebut dapat dijadikan contoh dan motivasi. Ke depannya, diharapkan skor rata-rata Indonesia dalam ACGS bisa meningkat, sehingga mendatangkan lebih banyak lagi investasi3. Budaya Tata Kelola
Pada saat ini masih banyak perusahaan yang menerapkan GCG hanya sebatas format dan formalitas saja. Padahal konsep GCG hadir sebagai solusi untuk membantu perusahaan patuh kepada aturan yang berlaku.
Menjalankan tata aturan diperlukan kesungguhan dari pihak perusahaan untuk serius melaksanakan kaidah yang berlaku. Sehingga dalam tataran penerapannya menjadi lebih komprehensif dan terintegrasi. Adanya perusahaan yang tak menjalankan GCG dengan sungguh-sungguh kemungkinan besar lantaran jiwa dari GCG ini belum menjadi budaya perusahaan, atau didasari suatu keterpaksaan dalam menjalankannya. Suatu keharusan bahwa implementasi GCG harus benar-benar dijiwai hingga sampai kepada level budaya perusahaan.
4. Globalisasi dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
Pada level regional, kesadaran reformasi tata kelola telah terjadi secara kolektif di wilayah ASEAN, yang mana ASEAN
Capital Market Forum
memperkenalkan ASEANCorporate Governance Scorecard
(ACGS) pada 2011 yang dikembangkan dari prinsip-prinsipThe Organisation for Economic Co-operation and Development
(OECD).Scorecard
tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar tata kelola perusahaan dari perusahaan terbuka di negara-negara ASEAN dan meningkatkan visibilitas mereka kepada investor.Pada 2019, sepuluh perusahaan tercatat di Indonesia masuk dalam kategori ASEAN
Asset Class
berdasarkan ACGS. Hal ini menjadi prestasi dan kebanggaan tersendiri bagi Indonesia. Jumlah perusahaan tercatat yang masuk dalam ACGS setiap tahun juga mengalami peningkatan, yang artinya sudah banyak perusahaan tercatat di indonesia yang memiliki tata kelola yang baik.Pandemi ini telah membangkitkan kesadaran bahwa kesehatan hanyalah salah satu dari 17
Sustainable Development Goals
(SDGs) PBB yang harus menjadi bagian dari keberlanjutan bisnis, baik di sektor publik maupun swasta. Dalam kaitannya dengan GCG, diperlukan perubahan prioritas dan mulai mengidentifikasi risiko lain yang menjadi bagian dari SDGs seperti perubahan iklim, keanekaragaman hayati, bencana alam, dan bencana lingkungan akibat ulah manusia.Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri untuk mewujudkan SDGs, melainkan perlu upaya kolektif dari
stakeholder
lain, seperti perusahaan (BUMN/swasta),media, dan lembaga pendidikan. Praktik tata kelola yang efektif hanya dapat terwujud bila terjadi kesadaran bersama untuk menerapkan prinsip-prinsip GCG, mulai dari akar rumput sampai pada jenjang para pengambil keputusan strategis.
.
5. Revolusi Industri 4.0
Perkembangan “Revolusi Industri Tahap 4” (dikenal juga sebagai Revolusi Industri 4.0) menciptakan dinamika dan sejumlah tantangan baru yang unik bagi setiap organisasi di seluruh dunia, tidak terkecuali di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, maka cara kerja korporasi dan pola hubungan/interaksinya dengan stakeholder juga mengalami perubahan mendasar.
Pemanfaatan teknologi
mobile internet
, komputasi awan, kecerdasan buatan,big data
, danInternet of Things
(IoT) akan mendorong setiap perusahaan mampu untuk memberikan layanan mandiri, layanan bergerak, dan layanan cerdas yang fleksibel dan tanpa batas. Pada saat yang bersamaan, dunia bisnis harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan melakukan transformasidigital
untuk bertahan di era Revolusi Industri 4.0.B. Isu-Isu Strategis Good Governance
Isu strategis
Good Governance
adalah hal-hal terkini yang perlu segera direspon oleh Pupuk Kaltim dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik, diantaranya meliputi:1. Akhlak sebagai
Core Value
Kementerian BUMN tengah gencar melakukan sosialisasi akhlak sebagai nilai dasar dilingkungan BUMN. Akronim akhlak adalah merujuk pada nilai amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif.
Akhlak dimaksudkan sebagai identitas dan perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan. Nilai akhlak selaras dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik. Nilai akhlak sebagai perwujudan transformasi
human capital
dalam membanguntalenta
BUMN berikut anak usahannya agar mampu memiliki daya saing dan dalam upaya menjadi pemain global yang handal.2.
Responsible Investing
Jargon investasi yang bertanggung jawab semakin popular digunakan para penanam modal (investor) baik ditingkat nasional, regional maupun global.
Standar penerapan konsep
Environment, Social and Governance
(ESG) menjadi rujukan sebagai faktor pengukuran dampak berkelanjutan dan etika dalam mengambil keputusan dan pertimbangan investasi.Sebagai langkah menuju model ekonomi yang lebih berkelanjutan, pengelolaan bisnis harus fokus pada dampak sosial dan lingkungannya. Untuk itu praktik
Environmental, Social, and Governance
(ESG) atau sering disebut Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (LST) harus diterapkan di seluruh aktivitas bisnis.Perusahaan perlu menyadari risiko dan mengumpulkan data yang relevan untuk membangun bisnis yang bertahan di masa depan.
Akan ada banyak kerugian yang harus ditanggung apabila prinsip ESG tidak dijalankan di Indonesia, sebab karakteristik geografis negara kepulauan rentan terhadap perubahan iklim dan bencana. Selain itu, penerapan ESG juga terbukti berdampak positif bagi kinerja perusahaan.
3. Pemulihan Ekonomi Nasional
Tahun 2020 – 2021 merupakan tahun yang sangat dinamis bagi ekonomi Indonesia, terutama karena dalam situasi menghadapi pandemic Covid-19.
Terdapat kontraksi atau bahkan ancaman resesi yang membayangi. Ini menjadi tantangan bagi dunia usaha untuk bisa bergerak lebih cepat dalam mengambil keputusan yang tepat. Termasuk BUMN dan anak usahanya harus fokus dan maksimal dalam bidang usaha, memiliki strategi yang matang serta dalam penerapan bisnis dilandaskan pada prinsip GCG. Dengan demikian diharapkan mampu terhindar dari kerugian lebih jauh yang pada gilirannya upaya pemulihan tersebut akan mendorong program pemulihan ekonomi nasional.
BAB IV
SASARAN DAN STRATEGI PELAKSANAAN
GOOD CORPORATE GOVERNANCE ROADMAP
TAHUN 2021 - 2025
BAB IV
Sasaran dan Strategi Pelaksanaan Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025
A. Tujuan dan Strategi Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 disusun dalam rangka mendukung pencapaianvisi dan misi
Perusahaan serta selaras dengan tujuan sasaran dan strategi jangka panjang Perusahaan Tahun 2020-2024.VISI
"Menjadi Perusahaan di bidang industri pupuk, kimia dan agribisnis kelas dunia yang tumbuh dan berkelanjutan."
MISI
• Menjalankan bisnis produk-produk pupuk, kimia serta portofolio investasi dibidang kimia, agro, energi, trading dan jasa pelayanan pabrik yang bersaing tinggi;
• Mengoptimalkan nilai perusahaan melalui bisnis inti dan pengembangan bisnis baru yang dapat meningkatkan pendapatan dan menunjang Program Kedaulatan Pangan Nasional;
• Mengoptimalkan utilisasi sumber daya di lingkungan sekitar maupun pasar global yang didukung oleh SDM yang berwawasan internasional dengan menerapkan teknologi terdepan;
• Memberikan manfaat yang optimum bagi pemegang saham, karyawan dan masyarakat serta peduli pada lingkungan
Setelah dilakukan evaluasi atas capaian pelaksanaan
Good Corporate Governance
Roadmap
periode sebelumnya, serta telah dilakukan juga pemetaan terhadap lingkungan strategis pelaksanaan GCG, maka ditetapkan tujuan serta sasaranGood Corporate Governance Roadmap
beserta strategi pelaksanaannya. Tujuan dan sasaranGood Corporate Governance Roadmap
yang ditetapkan diharapkan dapatmenjawab tantangan/hambatan pada periode sebelumnya serta mampu menjawab isu-isu strategis
Good Corporate Governance Roadmap
ke depan.Untuk mengukur keberhasilan pencapaian tujuan dan sasaran, ditetapkan juga indikator tujuan dan indikator sasaran
Good Corporate Governance Roadmap
. Penetapan indikator tujuan dan sasaran ini dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai hal yang dapat merepresentasikan sedekat mungkin dengan profil Pupuk Kaltim yang diharapkan serta lebih obyektif karena menggunakan indikator keberhasilan GCG yang dipotret menggunakan standar yang digunakan oleh banyak perusahaan baik secara nasional maupun internasional.Adapun tujuan pelaksanaan
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 secara khusus adalah sebagai tonggak perbaikan tata kelola, memperbaiki regulasi tata kelola, serta meningkatkan praktik tata kelola sesuai dengan standar perusahaan terbuka, dan internasional dalam mewujudkan Pupuk Kaltim yang bersih, berintegritas dan profesional. Pencapaian tujuan ini dapat diukur melalui indikator nasional maupun global diantaranya: Tingkat pemenuhan penerapan tata kelola sesuai dengan standar Kementerian BUMN, Standar Otoritas Jasa Keuangan, Standar ACGS, standar OECD, standar ESG serta berbagai rating yang dilaksanakan oleh pihak ketiga terkait implementasi GCG. Selain akan diukur pada akhir periode,
setiap indikator tersebut juga akan dievaluasi pencapaiannya setiap tahun sebagai dasar bagi pengambilan keputusan terkait aspek strategis GCG pada berbagai tingkatan.B. Sasaran dan Program Strategis Good Corporate Governance Roadmap Tahun 2021-2025
Dalam rangka memastikan pencapaian tujuan
Good Corporate Governance
Roadmap
Tahun 2021-2025 tercapai, strategi pelaksanaanGood Governance
harus ditetapkan sebaik mungkin.Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 ini menetapkan hal-hal baru yang tidak ada padaRoadmap
periode sebelumnya namun juga tetap mempertahankan hal-hal baik yang dianggap efektif dariRoadmap
periode sebelumnya. Penambahan hal baru tersebut misalnya adalah ditetapkannya sasaran dan indikator program yang terukur agar ketercapaian perubahan pada setiap area dapat lebih terukur dan dimonitor pencapaiannya.Kerangka
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025 disusun dengan 5 (lima) tahapan sasaran strategis yang harus dicapai dalam 5 (lima) tahun kedepan. 5 (lima) tahapan sasaran strategis dijelaskan dalam table berikut:Tabel 2. Sasaran Strategis
Good Corporate Governance Roadmap
Tahun 2021-2025Sasaran Strategis Penjelasan Tahun
Pelaksanaan 1.Transformed Melaksanakan proses transformasi standar
implementasi GCG menuju standar perusahaan terbuka dan internasional melalui kegiatan kajian dan pemetaan awal. Di samping itu membangun kerangka infrastruktur dan soft structure GCG sejalan dengan standar yang dikembangkan agar efektif dalam implementasinya.
2021
2.Integrated Mengintegrasikan berbagai standar GCG yang dikembangkan dan memperkuat kerangka infrastruktur dan soft structure GCG. Proses finalisasi, sosialisasi dan internalisasi dapat dijalankan secara menyeluruh dalam rangka mendorong peningkatan pemahaman dan implementasi.
2022
3.Most Trusted Implementasi GCG didorong untuk dapat membangun kepercayaan dan citra baik.
Kepercayaan yang tinggi bagi pemegang saham dan stakeholder menjadi fokus dan perhatian utama, Berbagai bidang dan fungsi di perusahaan didorong untuk mampu berproses semakin baik dan bernilai tambah sehingga mendapatkan berbagai kepercayaan, apresiasi dan pengakuan secara nasional maupun internasional. Selain itu juga menjadi tujuan best practices bagi perusahaan lain.
2023
4. Culture Budaya Akhlak mampu dipahami dan dapat menjiwai di seluruh aktifitas dilingkungan Perusahaan. Kepatuhan pada etika bisnis dan peraturan perundangan yang berlaku akan membentuk standar perusahaan yang berbudaya tinggi yang pada gilirannya diharapkan mampu mewujudkan produktivitas dan kinerja yang sangat baik didukung dengan kondisi dan praktik yang memadai seperti terwujudnya zero fraud.
2024
5.Sustainable Tercapainya status perusahaan yang memenuhi 2025 standar tata kelola yang baik dengan capaian
tingkat adopsi maksimal dan skor yang sangat tinggi untuk berbagai ukuran baik SK 16 BUMN, OJK, ACGS maupun OECD. Disamping itu perusahaan telah mengadopsi secara maksimal berkaitan aspek keberlanjutan seperti standar GRI maupun ESG.
Sasaran strategis diatas selanjutnya masing masing akan dipetakan berdasarkan fokus, faktor pendorong dan performa kinerja dalam penggunaan istilah sebagai berikut:
1.
GCG Orientation
, merupakan fokus pada arah yang akan dituju setiap tahun dalam penguatan GCG.2.
Main Driver
, merupakan faktor pendorong yang utama dalam penguatan GCG.3.
Main Indicator
, merupakan target atau performa kinerja yang hendak dicapai pada setiap tahapan dan berorientasi pada hasil (outcome
).2021
OrientationGCG • Transformasi GCG menuju
Indicator 1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan
tercapai (zero fraud) 3. OJKFull Comply
ACGS 4. Comply OECD 5. Comply GRI
Standar
Tabel 3. Inisiatif Program dan Target
Good Corporate Governance
TRANSFORMED
SUSTAINABLE
INTEGRATED
MOST TRUSTED
CULTURE
Roadmap
2021-2025A.TRANSFORMED
Target Implementasi Januari – Desember 2021
No. Main Indicator Initiative Program Target
1. Kajian dan analisa standar GCG listed company dan internasional
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on POJK
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on POJK
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ACGS
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ACGS
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on OECD
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on OECD
• Kajian dan analisa kerangka tata kelola based on ESG
• Kegiatan diskusi dan sosialisasi kerangka tata kelola based on ESG 2. Review GCG Infrastruktur • Penyempurnan GCG
Code dan soft- structure GCG sesuai perkembangan peraturan dan best practice terbaru
• Draft GCG Code dan soft-structure GCG
penyempurnaan
• Penyempurnan Board Manual sesuai
perkembangan peraturan dan best practice terbaru
• Draft Board Manual penyempurnaan
• Penyempurnaan Roadmap GCG 2021 -2025
• Draft Roadmap GCG 2021 - 2025
3. Pengungkapan implermentasi
standar yang dikembangkan • Pengungkapan Informasi GCG di Annual Report (perkembangan implementasi terbaru)
• Pengungkapan informasi GCG di AR (perkembangan implementasi terbaru)
• Update informasi dan kebijakan GCG dalam tersedia di Website
• Website memuat informasi terkini (up to date)
• Pengungkapan Implementasi GCG dalam Media Internal dan Eksternal
• Media Internal dan Eksternal (Majalah dan Sosial Media) memuat informasi
A.TRANSFORMED
Target Implementasi Januari – Desember 2021
No. Main Indicator Initiative Program Target
(Majalah dan Sosial
Media) implementasi GG
terkini 4. Asesmen GCG standar BUMN,
listed company dan internasional
dan tindak lanjut AOI asesmen GCG
• Asesmen Tahun Buku 2020 berdasarkan SE
• Asesmen Tahun Buku
• Asesmen Tahun Buku