ABSTRAK
PENGARUH CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DISCLOSURE TERHADAP NILAI PERUSAHAAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP PROFITABILITAS (Sensus pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia)
Oleh : Ami Amalia NPM.103403131
Pembimbing :
1. Dr. Wawan Sukmana, SE., M.Si., Ak., CA 2. Iwan Hermansyah, SE., M.Si., Ak., CA
Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mengetahui bagaimana Corporate Social Responsibility Disclosure, nilai perusahaan dan profitabilitas pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, 2) Mengetahui hubungan antara Corporate Social Responsibility Disclosure dengan nilai perusahaan, 3) Mengetahui pengaruh secara parsial dan simultan Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan terhadap profitabilitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitis dengan pendekatan sensus, dan teknik pengumpulan data yang diperoleh melalui penelitian lapangan terdiri dari : wawancara, observasi, dan penelitian kepustakaan. Sedangkan analisis yang digunakan adalah path analisis. Untuk pengujian hipotesis digunakan uji statistik parametrik dengan tingkat signifikansi ( ) sebesar 5%. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap nilai perusahaan. Tidak ada pengaruh signifikan baik secara parsial maupun simultan Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Kata Kunci : Corporate Social Responsibility Disclosure, nilai perusahaan, profitabilitas.
PENDAHULUAN
Pelaksanaan tanggung jawab sosial perusahaan tidak hanya pada perusahaan industri yang menghasilkan dampak negatif pada lingkungan dan masyarakat, tetapi juga sektor-sektor lain seperti: jasa, asuransi, komunikasi, lembaga keuangan bank dan bukan bank (Djogo, 2005).
Sektor perbankan diharapkan tidak hanya melaksanakan tugas-tugas utama perbankannya melainkan juga diminta untuk tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan (komunitas) sebagai wujud corporate social responsibility-nya.
Kepedulian kepada masyarakat sekitar atau
relasi komunitas dapat diartikan sebagai peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya kemaslahatan bersama bagi organisasi dan komunitas (www.bi.go.id, 2007).
Hal itulah yang mendorong beberapa bank di Indonesia untuk melaksanakan berbagai program atau kegiatan yang berkaitan dengan lingkungan sosialnya. Seperti misalnya, Bank Indonesia yang membuat tema program CSR yang direfleksikan dalam slogan: BI COMMUNICATE–Ecosystem, Small Medium Enterprise, dan Education for People dengan tujuan: 1) meningkatkan kehidupan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat ekonomi menengah dan kecil; 2) membantu program Pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang unggul dan berkualitas serta mampu berkompetisi dengan SDM asing; 3) meningkatkan dan memelihara ekosistem melalui kerjasama dengan segenap
masyarakat (www.bi.go.id, 2007). Bank BNI juga melaksanakan berbagai kegiatan sosial sebagai wujud pelaksanaan CSR dengan slogan ”BNI Berbagi”, misalnya:
“FriendshipSchools Renovation”program renovasi 26 sekolah di seluruh Indonesia;
bazar dan distribusi sembako; sumbangan 200.000 buku oleh semua kantor cabang BNI; “BNI Corner Programme” di 10 kampus; “BNI CharityVisit” – program kunjungan BNI ke sekolah-sekolah dasar di Indonesia (www.bni.co.id, 2007).
Dilihat dari fakta yang muncul, bahwa semakin besar kepercayaan masyarakat terhadap perbankan maka, semakin tinggi tingkat kebersediaan masyarakat untuk tetap memilih perbankan tersebut. Hal ini merupakan respon positif bagi perbankan atas pengungkapan CSR karena akan meningkatkan jumlah nasabah pada perbankan dimasa yang akan datang.
Seiring bertambahnya jumlah nasabah, hal ini sejalan dengan salah satu tujuan dari perbankan, yaitu untuk meningkatkan laba.
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Schermerhorn dalam Edi (2009: 102) Suatu kepedulian organisasi bisnis untuk bertindak dengan cara-cara mereka sendiri dalam melayani kepentingan organisasi dan kepentingan publik eksternal. Secara konseptual, CSR adalah sebuah pendekatan dimana perusahaan mengintegrasikan kepedulian sosial dalam operasi bisnis mereka dan dalam interaksi mereka dengan para pemangku kepentingan (stakeholders) berdasarkan prinsip kesukarelaan. Dengan Indikator-indikator yang terdapat di dalam GRI yang digunakan dalam penelitian yaitu :
1. Indikator Kinerja Ekonomi (economic performance indicator) 2. Indikator Kinerja Lingkungan
(environment performance indicator)
3. Indikator Kinerja Tenaga Kerja (labor practices performance indicator)
4. Indikatoar Kinerja Hak Asasi Manusia (human rights performance indicator)
5. Indikator Kinerja Sosial (social performance indicator)
6. Indikator Kinerja Produk (product responsibility performance indicator)
Untuk penelitian ini indikator yang digunakan hanyalah tiga kategori, yaitu indikator kinerja ekonomi, lingkungan, dan sosial. Indikator kinerja sosial mencakup empat indikator yang terdiri dari : indikator kinerja tenaga kerja, hak asasi manusia, sosial atau kemasyarakatan, dan produk.
Nilai perusahaan adalah nilai jual sebuah perusahaan sebagai suatu bisnis yang sedang beroperasi (Agus Sutarno : 2001). Harga saham, jumlah saham yang beredar, nilai buku dari total hutang dan Nilai buku dari total aktiva, merupakan indikator dari nilai perusahaan.
Suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja
keuangan juga baik. Nilai perusahaandapat tercermin dari harga sahamnya. Jika nilai sahamnya tinggi bisa dikatakan nilai perusahaannya juga baik. Karena tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham.
Para inveastor melakukan overview suatu perusahaan dengan melihat rasio keuangan sebagai alat evaluasi investasi, karena rasio keuangan mencerminkan tinggi rendahnya nilai perusahaan. Jika investor ingin meliahat seberapa besar perusahaan menghasilkan returnatas investasi yang akan mereka tanamkan, yang akan dilihat pertama kali adalah rasio profitabilitas terutama ROA, karena rasio ini mengukur seberapa efektif perusahaan menghasilkn return bagi para investor.
Semakin tinggi nilai rasio ini, maka semakin besar nilai profitabilitas perusahaan, yang pada akhirnya dapat menjadi sinyal positif bagi investor dalam melakukan investasi untuk memperoleh
return tertentu. Tingkat return yang diperoleh menggambarkan seberapa baik nilai perusahaan di mata investor. Apabila perusahaan berhasil membukukan tingkat keuntungan yang besar, maka hal ini akan memotivasi para investor untuk menanamkan modalnya pada saham, sehingga harga saham dan permintaan akan saham pun akan meningkat. Harga saham dan jumlah saham yang beredar akan mempengaruhi nilai Tobins Q sebagai proksi dari nilai perusahaan, jika harga saham dan jumlah saham yang beredar naik, maka nilai Tobins Q juga akan naik. Tobins Q yang bernilai lebih dari 1, menggambarkan bahwa perusahaan menghasilkan earning dengan tinggi Return yang sesuai dengan harga perolehan asset-assetnya (Tobins dan Braina : 1977).
Menurut Sofyan Syarif Haraphap (2000:305) menyatakan bahwa Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Profitabilitas menunjukan suatu
keberhasilan suatu badan usaha dalam menghasilkan pengembalian (return) kepada pemiliknya. Dengan indikatorreturn on asset.
ROA menggambarkan sejauhmana tingkat pengembalian dari seluruh asset yang dimiliki perusahaan. ROA digunakan oleh manajemen perusahaan untuk mengukur efektivitas dari keseluruhan operasi perusahaan. Pengukuran kinerja keuangan perusahaan dengan ROA memiliki keuantungan yaitu ROA merupakan pengukuran yang komprehensif dimana seluruhnya mempengaruhi laporan keuangan yang tercermin dari rasio ini. Laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi dan neraca. Keuanggulan yang lain yang didapat dari pengukuran kinerja dengan ROA adalah perhitungan ROA sangat mudah dihitung dan dipahami. ROA juga merupakan denominator yang dapat diterapkan pada setiap unit organisasi yang bertanggung jawab terhadap profitabilitas dan unit usaha. Dalam pengukuran kinerja
perusahaan, setiap unit organisasi yang ada dalam dalam perusahaan dapat menggunakan ROA untuk menggetahui profitabilitas dari setiap usaha.
Rasio-rasio keuangan digunakan investor untuk mengetahui nilai pasar perusahaan. Rasio tersebut dapat memberikan indikasi bagi manajemen mengenai penilaian investor terhadap kinerja perusahaan dimasa lampau dan prospeknya dimasa depan. Ada beberapa rasio untuk mengukur nilai pasar perusahaan, salah satunya Tobin’s Q.
Rasio ini dinilai bisa memberikan informasi paling baik, karena memasukan semua unsur hutang dan modal saham perusahaan, tidak hanya saham biasa saja dan tidak hanya ekuitas perusahaan yang dimasukan namun seluruh asset perusahaan. Dengan memasukan seluruh asset perusahaan berarti perusahaan tidak hanya terfokus pada tipe investor saja yaitu investor dalam bentuk saham namun juga untuk kreditur karena sumber pembiayaan operasional perusahaanbukan hanya dari
ekuitasnya saja tetapi juga dari pinjaman yang diberikan oleh kreditur (Sukamulja, 2004).
Tujuan perusahaan yang paling utama adalah mendapatkan laba. Sejalan dengan tujuan tersebut tingkat pengungkapan CSR mendukung perusahaan untuk meningkatkan kemampuan memperoleh laba dimasa yang akan datang melalui peningkatan penjualan produk dimasa yang akan datang pula.
Namun, peningkatan laba yang diperoleh dari peningkatan penjualan dapat meningkatkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba (profitabilitas), hal ini dikarenakan pelaksaan dari CSR ini membutuhkan biaya. Semakin banyak pelaksanaan CSR maka semakin besar biaya yang dikeluarkan sehingga dapat mengurangi laba perusahaan. Maka dari itu, semakin besar tingkat penjualan tidak menjamin profitabilitas pun meningkat.
Untuk menghitung kemampun perusahaan dalam mendapatkan laba jika dikaitkan dengan penjualan dan biaya-
biaya dapat digunakan salah satu rasio profitabilitas yaitu Return On Asset (ROA), menghubungkan antara keuntungan atau laba bersih sebelum pajak yang didalamnya terdapat unsur jumlah penjualan (pendapatan) dan juga pengurangannya biaya-biaya dengan kekayaan atau aset yang dimiliki untuk menghasilkan keuntungan perusahaan.
Hasil penelitian Harjoto dan Jo (2011) menemukan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Rustiarini (2010) melakukan penelitian mengenai pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan di mana Corporate Governance sebagai variabel pemoderasi yang menyatakan bahwa CSR dan CG berpengaruh pada nilai perusahaan. Bayu Putra, dkk. (2013) menyatakan bahwa CSR berpengaruh pada nilai perusahaan yang diproksikan dengan PBV. Penelitian Alexander dan Buchloz (1978) dalam Rustiarini (2010) tidak menemukan adanya pengaruh antara pengungkapan sosial dengan harga saham.
Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurlela dan Islahuddin (2008) yang tidak menemukan adanya pengaruh antara CSR dengan nilai perusahaan. El Muhammady (2012) menemukan hasil penelitian bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q serta menemukan GPM dan NPM tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q.
Beberapa penelitian CSR terhadap kinerja perusahaan menunjukkan hasil yang berpengaruh antara lain penelitian Yuniasih dan Wirakusuma (2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa CSR terbukti berpengaruh positif secara statistik pada kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA dan berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Dahlia dan Siregar (Rustiarini, 2010) menemukan bahwa aktivitas CSR terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dikutip dari Wijayanti, dkk.
(2011) menemukan bahwa Nelling et al.
(2006), Crisostomo et al. (2007), dan Bird et al. (2007) beranggapan bahwa
perusahaan yang mengungkapkan CSR lebih banyak maka kinerja keuangan perusahaan cenderung akan meningkat.
Namun ada pula penelitian yang menemukan hasil yang berbeda. Larasati (2012) meneliti pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan NPM dan ROE. Hasil yang didapat adalah CSR berpengaruh positif terhadap NPM dan ROE namun tidak signifikan.
Wijayanti, dkk. (2011) menemukan hasil penelitian bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA namun berpengaruh positif terhadap ROE.
PENGUJIAN HIPOTESIS
Pengujian hipotesis akan dimulai dengan penetapan hipotesis operasional, penetapan tingkat signifikan, uji signifikan, kaidah keputusan dan penarikan kesimpulan.
a. Penetapan Operasional
Ho: ρ ≠ 0 Corporate Social Responsibility Disclosure tidak berpengaruh terhadap Nilai Perusahaan
Ha: ρ = 0 Corporate Social Responsibility Disclosure berpengruh terhadap Nilai Perusahaan
Ho: ρ ≠ 0 Corporate Social Responsibility Disclosure tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas Ha: ρ = 0 Corporate Social
Responsibility Disclosure berpengaruh terhadap Profitabilitas
Ho: ρ ≠ 0 Nilai Perusahaan tidak berpengaruh terhadap Profitabilitas
Ha : ρ = 0 Nilai Perusahaan berpengaruh terhadap Profitabilitas.
Ho: ρ ≠ 0 Corporate Social Responsibility Disclosure, dan Nilai Perusahaan tidak berpengaruh simultan terhadap Profitabilitas
Ha : ρ = 0 Corporate Social Responsibility Disclosure, dan
Nilai Perusahaan berpengaruh simultan terhadap Profitabilitas
b. Kaidah Keputusan
Tolak Ho jika
> dan terima Ho jika <
c. Penarikan Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pengujian seperti tahapan diatas maka akan dilakukan analisis secara kuantitatif. Dari hasil analisis tersebutakan ditarik kesimpulan apakah hipotesis yang ditetapkan dapat diterima atau ditolak.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Corporate Social Responsibility Disclosure, Nilai Perusahaan dan Profitabilitas pada sektor perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Corporate Social Responsibility Disclosure pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perusahaan yang bergerak pada sektor perbankan yang terdaftar di BEI seluruhnya
melakukan corporate social responsibility disclosure (CSRD), CSRD dengan nilai tertinggi diperoleh oleh Bank of India Indonesia Tbk dan Bank Victoria
Internasional Tbk masing-masing sebesar 47,4%, sedangkan CSRD dengan nilai terendah diperoleh Bank Pundi Indonesia Tbk yaitu sebesar 32,1%. Hal ini
disebabkan karena salah satu manfaat dari pengungkapan CSR ini adalah
membangun image perusahaan, hal ini dikarenakan shareholders dan
stakeholders khususnya masyarakat berpandangan bahwa dengan pelaksanaan CSR yang diungkapkan akan
menggambarkan sejauhmana perusahaan bertanggungjawab terhadap lingkungan dan sosial masyarakat atas dampak negatif yang timbul dari pelaksanaan kegiatan perusahaan. Disamping itu pelaksanaan CSR yang diungkapkan ini akan
memberikan informasi mengenai
sejauhmana pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dilaksanakan perusahaan, pembangunan berkelanjutan ini dapat diartikan bahwa pengharapan dengan adanya perusahaan akan memberikan kontribusi besar dalam kesejahteraan dan kemakmuran bagi semua pihak dimasa yang akan datang.
Maka dari itu, semakin banyak item CSR yang dilaksanakan dan diungkapkan akan membangun kepercayaan masyarakat yang lebih besar terhadap perusahaan, sehingga image perusahaan akan semakin baik.
Nilai Perusahaan pada Perusahaan Sektor Perbankan yang Terdaftar di BEI
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai perusahaan tertinggi diperoleh Bank Danamon yaitu sebesar 0,92%, sedangkan nilai perusahaan terendah diperoleh Bank Mega Tbk. Hal ini disebabkan karena Suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja keuangan juga baik. Nilai
perusahaan dapat tercermin dari harga sahamnya. Jika nilai sahamnya tinggi bisa dikatakan nilai perusahaannya juga baik.
Karena tujuan utama perusahaan adalah meningkatkan nilai perusahaan melalui peningkatan kemakmuran pemilik atau para pemegang saham.
Profitabilitas pada Perusahaan Sektor Perbankan
Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai profitabilitas tertinggi diperoleh oleh Bank Danamon Tbk yaitu sebesar 2,75%, sedangkan nilai profitabilitas terendah diperoleh Bank of Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,03%.
Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba. Profitabilitas menunjukan suatu keberhasilan suatu badan usaha dalam menghasilkan pengembalian (return) kepada pemiliknya Profitabilitas merupakan cara untuk mengukur serta menghitung bagaimana dan sejauhmana efektifitas dan pengendalian manajemen serta keseluruhan.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure Terhadap Nilai Perusahaan pada Sektor Perbankan
Untuk mengetahui pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap nilai perusahaan, maka dilakukan uji
statistik koefisien jalur. Koefisien jalur ini akan menentukan pengaruh antara corporate sosial responsilibility disclosure dengan nilai perusahaan. Indikator yang digunakan untuk corporate sosial responsilibility disclosure adalah lingkungan, energi, kesehatan dan keselamatan tenaga kerja, lain-lain tenaga kerja, produk, keterlibatan masyarakat, dan umum dan nilai perusahaan dengan indikator nilai pasar ekuitas, nilai buku dari total hutang, nilai buku dari total aset dan jumlah saham yang beredar.
Dari hasil analisis yang dilakukan dapat diketahui nilai ρx1x2 adalah 0,937 sehingga didapatkan R Square 0,0001 atau 0,1% yang menunjukkan besarnya corporate social responsibility disclosure terhadap nilai perusahaan. Hal ini berarti bahwa corporate social responsibility disclosure tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan .
Adapun untuk melihat apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka dilakukan perbandingan nilai
perhitungan signifikansi sebesar 0,965 dengan tingkat keyakinan yaitu sebesar 5%
atau 0,05, dengan demikian tidak berpengaruh signifikan corporate social responsibility disclosure terhadap nilai perusahaan. Selain itu tingkat signifikansi dapat pula diukur dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan perhitungan SPSS versi 17.0 diperoleh thitung sebesar 0,045 dengan tingkat keyakinan 5% maka diperoleh ttabel
sebesar 2,110. Dengan menggunakan kaidah penerimaaan Ho jika thitung < ttabel dan penolakan Ho jika thitung > ttabel maka 0,045 < 2,110 atau thitung < ttabel. Oleh karena itu Ho diterima sehingga menunjukkan bahwa corporate social responsibility disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.
Hasil penelitian Harjoto dan Jo (2011) menemukan bahwa pengungkapan CSR berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan. Rustiarini (2010) melakukan penelitian mengenai pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan di mana Corporate Governance sebagai variabel pemoderasi yang menyatakan bahwa CSR dan CG
berpengaruh pada nilai perusahaan. Bayu Putra, dkk. (2013) menyatakan bahwa CSR berpengaruh pada nilai perusahaan yang diproksikan dengan PBV. Penelitian Alexander dan Buchloz (1978) dalam Rustiarini (2010) tidak menemukan adanya pengaruh antara pengungkapan sosial dengan harga saham. Begitu pula dengan penelitian yang dilakukan oleh Nurlela dan Islahuddin (2008) yang tidak menemukan adanya pengaruh antara CSR dengan nilai perusahaan. El Muhammady (2012) menemukan hasil penelitian bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q serta menemukan GPM dan NPM tidak berpengaruh terhadap Tobin’s Q.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure dan Nilai Perusahaan Secara Parsial dan Simultan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Perbankan
Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Sektor Perbankan.
Pengaruh corporate social responsibility disclosure terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor perbankan secara parsial dapat dilihat dari
indikator yang digunakan yaitu kinerja, ekonomi, lingkungan dan sosial dan ROA.
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS versi 17.0, diperoleh nilai koefisien beta (β) yaitu sebesar 0,160 dan koefisien determinasinya ( yx1)2 sebesar (0,160)2 = 0,0256 atau 2,56%, hal ini berarti bahwa profitabilitas dapat dipengaruhi oleh corporate social responsibility disclosure sebesar 2,56%. Adapun untuk melihat apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka dilakukan perbandingan nilai perhitungan signifikansi sebesar 0,519 dengan tingkat keyakinan yang ditentukan yaitu sebesar 5% atau 0,05, dengan demikian tidak ada pengaruh corporate social responsibility disclosure terhadap profitabilitas tidak signifikan. Selain itu tingkat signifikansi dapat pula diukur dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan perhitungan SPSS versi 17.0 diperoleh thitung sebesar 0,659 dengan tingkat keyakinan 5% maka diperoleh ttabel sebesar 2,110. Dengan menggunakan kaidah penerimaaan Ho jika thitung < ttabel dan
penolakan Ho jika thitung > ttabel maka 0,659
< 2,110 atau thitung < ttabel. Oleh karena itu Ho diterima sehingga menunjukkan bahwa corporate social responsibility disclosure tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Beberapa penelitian CSR terhadap kinerja perusahaan menunjukkan hasil yang berpengaruh antara lain penelitian Yuniasih dan Wirakusuma (2007) dalam penelitiannya menyatakan bahwa CSR terbukti berpengaruh positif secara statistik pada kinerja keuangan yang diproksikan dengan ROA dan berpengaruh positif pada nilai perusahaan. Dahlia dan Siregar (Rustiarini, 2010) menemukan bahwa aktivitas CSR terbukti berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan. Dikutip dari Wijayanti, dkk.
(2011) menemukan bahwa Nelling et al.
(2006), Crisostomo et al. (2007), dan Bird et al. (2007) beranggapan bahwa perusahaan yang mengungkapkan CSR lebih banyak maka kinerja keuangan perusahaan cenderung akan meningkat. Namun ada pula penelitian yang menemukan hasil yang
berbeda. Larasati (2012) meneliti pengaruh CSR terhadap kinerja keuangan yang diproksikan dengan NPM dan ROE. Hasil yang didapat adalah CSR berpengaruh positif terhadap NPM dan ROE namun tidak signifikan. Wijayanti, dkk. (2011) menemukan hasil penelitian bahwa CSR tidak berpengaruh signifikan terhadap ROA namun berpengaruh positif terhadap ROE.
Pengaruh Nilai Perusahaan Terhadap Profitabilitas pada Perusahaan Sektor Perbankan
Pengaruh nilai perusahaan terhadap profitabilitas pada perusahaan sektor perbankan secara parsial dapat dilihat dari indikator yang digunakan yaitu harga saham, jumlah saham, nilai buku dari total hutang, nilai buku dari total aktiva, dan ROA.
Berdasarkan hasil perhitungan SPSS versi 17.0, diperoleh nilai koefisien beta (β) yaitu sebesar 0,160 dan koefisien determinasinya ( yx1)2
sebesar (-0,183)2 = 0,033 atau 3,34%, hal ini berarti bahwa profitabilitas dapat dipengaruhi oleh nilai perusahaan sebesar 3,34%. Adapun untuk
melihat apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka dilakukan perbandingan nilai perhitungan signifikansi sebesar 0,461 dengan tingkat keyakinan yang ditentukan yaitu sebesar 5% atau 0,05, dengan demikian tidak ada pengaruh nilai perusahaan terhadap profitabilitas tidak signifikan. Selain itu tingkat signifikansi dapat pula diukur dengan menggunakan uji-t. Berdasarkan perhitungan SPSS versi 17.0 diperoleh thitung sebesar 0,755 dengan tingkat keyakinan 5% maka diperoleh ttabel sebesar 2,110. Dengan menggunakan kaidah penerimaan Ho jika thitung < ttabel dan penolakan Ho jika thitung > ttabel maka 0,659
< 2,110 atau thitung < ttabel. Oleh karena itu Ho diterima sehingga menunjukkan bahwa nilai perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Beberapa penelitian mengenai kinerja keuangan perusahaan terhadap nilai perusahaan telah banyak diteliti.
Diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Rinati (2009) mengenai pengaruh
rasio NPM, ROA, dan ROE terhadap harga saham menemukan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham dibandingkan dengan NPM dan ROE. Jogianto dan Chendrawati (1999) dalam Dwijayanti, dkk (2012) menemukan bahwa ROA lebih berpengaruh terhadap return saham dibandingkan EVA. Ulupui (2007) menemukan hasil bahwa ROA berpengaruh positif terhadap nilai perusahaan yang diproksikan dengan return saham dalam satu periode ke depan.
Ardimas (2012) menemukan hasil penelitian bahwa OPM dan NPM tidak berpengaruh pada nilai perusahaan dengan proksi PBV. Dalam Yuniasih dan Wirakusuma (2007) penelitian yang dilakukan Suranta dan Pratana 2004 dan Kaaro (2002) menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan ROA berpengaruh negatif terhadap nilai perusahaan.
Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure dan Nilai Perusahaan Secara Simultan Terhadap Profitabilitas Pada Perusahaan Sektor Perbankan.
Setelah melakukan penelitian dan memperoleh data-data yang diperlukan maka dilakukan pengujian hipotesis untuk mengetahui besarnya pengaruh Corporate Social Responsibility Discloure dan nilai perusahaan secara simultan terhadap profitabilitas. Pengujian hipotesis secara simultan tersebut menggunakan uji F, dimana uji F ini berfungsi untuk menguji apakah Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan secara simultan berpengaruh terhadap profitabilitas, hasil dan pengolahan data menggunakan SPSS versi 17.0.
Pengaruh secara simultan dapat dilihat pada lampiran SPSS, dari hasil penelitian diperoleh nilai koefisien jalur ( yx1x2) sebesar 0,242 dan koefisien determinasinya ( yx1x2)2 sebesar (0,242)2
= 0,059 atau 5,9%. Hal ini berarti bahwa besarnya pengaruh total dari semua variabel yaitu Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan secara simultan terhadap
profitabilitas adalah sebesar 5,9% dengan nilai residu 100% - 5,9% = 94,1%.
Dari hasil analisis menunjukkan bahwa hipotesis penelitian tidak teruji, artinya variabel Corporate Social Responsibility Discloure dan nilai perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas. Adapun untuk melihat apakah pengaruh tersebut signifikan atau tidak maka dilakukan perbandingan nilai perhitungan signifikansi sebesar 0,617 dengan tingkat keyakinan yang ditentukan yaitu sebesar 5% atau 0,05, dengan demikian pengaruh antara variabel Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai
perusahaan terdahap profitabilitas tidak signifikan. Selain itu tingkat signifikansi dapat pula diukur dengan menggunakan uji F dengan kriteria penolakan Ho jika Fhitung
> Ftabel, dan menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% (α = 0,05) maka df1 = 2 yang diperoleh dari df1 = k-1 serta df2 = 7 yang diperoleh dari df2 = n-k-1.
Maka diperoleh Ftabel sebesar 6,67 sedangkan hasil perhitungan Fhitung sebesar 0,497. Jadi Fhitung < Ftabel sehingga dapat diartikan variabel Corporate Social Responsibility Discloure dan nilai perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas.
Formula Untuk Mencari Pengaruh Langsung Dan Tidak Langsung Antara Variabel Penelitian
No. Pengaruh Langsung Pengaruh Tidak
Langsung Total Pengaruh 1. Y X1 Y = (0,160)2 Y X1 X2 Y
(0,160. 0,011.-0,183)x2
0.025 -0.0006 Total pengaruh X1
terhadap Y
0,0243 2 Y X2 Y = (-
0,183)2
0,033
Total pengaruh X2
terhadap Y
0,033 Total pengaruh X1 dan X2 terhadap Y 0,0243+0.033=0.05
73 3 Pengaruh faktor residu Y = (PY )2 0.942
4 Total pengaruh 1 Dari hasil analisis menunjukkan
bahwa koefisien jalur variabel X1 (Corporate Social Responsibility Disclosure) terhadap variabel X2 (nilai perusahaan) adalah sebesar 0,0573, koefisien jalur variabel X1 (Corporate Social Responsibility Disclosure) terhadap variabel Y (profitabilitas) yaitu sebesar 0,0243 dan koefisien jalur variabel X2 (nilai perusahaan) terhadap variabel Y (profitabilitas) melalui variabel X2 (nilai perusahaan) sebesar 0,0243 sehingga total pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap profitabilitas adalah sebesar 0,0243. Sedangkan koefisien jalur untuk nilai perusahaan terhadap profitabilitas sebesar 0,033. Dengan demikian total pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan terhadap profitabilitas adalah sebesar 0,0573. Dari hasil penelitian menunjukkan Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai
perusahan berpengaruh tidak signifikan terhadap profitabilitas.
Tidak mampunya kinerja perusahaan memediasi pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan dikarenakan oleh variabel kinerja keuangan perusahaan yang diproksikan dengan ROA masih kurang jelas untuk menggambarkan adanya mediasi antara CSR dengan nilai perusahaan. Cahyani (2012) mengungkapkan manajemen berorientasi terhadap laba yang dihasilkan. Hal ini berarti manajemen mempunyai persepsi bahwa laporan laba rugi mencerminkan kinerja keuangan perusahaan. Jadi dapat dikatakan bahwa kinerja keuangan perusahaan yang dicerminkan melalui proksi ROA merupakan proksi variabel kinerja keuangan perusahaan yang mengindikasikan adanya praktek manajemen laba. Laba yang dicerminkan dari perhitungan rasio ROA belum mampu mencerminkan laba perusahaan yang sebenarnya. Adanya faktor lain yang masih
diperhitungkan dalam kinerja keuangan perusahaan mengenai pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan. Faktor tersebut adalah arus kas bersih perusahaan dimana arus kas bersih yang dihasilkan suatu perusahaan mencakup segala pendapatan dan pengeluaran yang sifatnya tunai.
Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Aldi Ridwan (2011) yang menyatakan bahwa tingkat Corporate Social Responsibility Disclosure melalui tingkat penjualan tidak berpengaruh positif terhadap perubahan profitabilitas.
Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Corporate Social Responsibility Disclosure pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI sudah cukup baik, Corporate Social Responsibility Disclosure paling baik diperoleh oleh Bank of India Indonesia Tbk dan Bank
Victoria Internasional Tbk. Nilai perusahaan tertinggi diperoleh Bank Danamon yaitu sebesar 0,92%, sedangkan nilai perusahaan terendah diperoleh Bank Mega Tbk. Hal ini disebabkan karena Suatu perusahaan dikatakan mempunyai nilai yang baik jika kinerja keuangan juga baik.
Profitabilitas tertinggi diperoleh oleh Bank Danamon Tbk yaitu sebesar 2,75%, sedangkan nilai profitabilitas terendah diperoleh Bank of Indonesia Tbk yaitu sebesar 0,03%. Profitabilitas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan laba.
2. Tidak ada pengaruh signifikan antara Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI.
3. Tidak ada pengaruh signifikan Corporate Social Responsibility Disclosure dan nilai perusahaan baik secara parsial maupun simultan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan sektor perbankan yang terdaftar di BEI.
Saran
Saran bagi Perusahaan Supaya kegiatan Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan perushaan dapat membantu perusahaan, masyarakat dan lingkungan secara berkesinambungan membangun, memelihara dan memperkuat reputasi dan pasar yang dimilikinya baik itu untuk yang berhubungan dengan shareholders maupun stakeholders. Kemudian item pengungkapan Corporate Social Responsibility perusahaan sebaiknya diperbaharui sesuai dengan kondisi dan waktu yang sebenarnya sehingga dapat mencerminkan kegiatan sosial perusahaan yang tepat. Kemudian
upay perusahaan dapat
memaksimalkan penjualannya sehingga dapat memaksimalkan laba bersih pula.
Saran bagi peneliti berikutnya, penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan variabel lain sebagai variabel moderating hubungan pengungkapan CSR dan kinerja perusahaan. Selain itu diharapkan memperpanjang periode penelitian menjadi beberapa periode dan menambah sampel agar dapat memprediksi hasil penelitian dalam jangka panjang, mengklasifikasikan jenis perusahaan lebih spesifik sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang lebih akurat dan diharapkan melibatkan pihak lain
dalam menentukan luas
pengungkapan sebagai bahan pemeriksaan kembali.
DAFTAR PUSTAKA
Edi Suharto. 2009, Pekerjan Sosial Di Dunia Industri: Memperkuat
CSR(Corporate Social Responsibility ),Bandung:Penerbit CV. Alfabeta.
Eddy Rismanda Sembiring. 2005, Karakteristik Perusahaan dan Pengungkapan Tanggung jawab social (studi Empiris pada Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Jakarta):Simposium Nasional Akuntansi VIII.
Aliminsyah dan Panji. 2002, Kamus Istilah Akuntansi, Bandung: YramhaYudha.
Agnes Sawir. 2005, Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan, Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Bambang Riyanto. 2001, Dasar-Dasar Pembelajaran Perusahaan, Yogyakarta; Gajah Mada.
Sofyan Syarif Harahap. 2000, Analisis Kritis Atas Laporan Keuangan, Edisi Satu, Cetakan Tiga, Jakarta: PT.
Raja Gravindo Persada.
Lely Dahlia dan Sylvia Veronica Siregar.
2008, Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia pada Tahun 2005 dan 2006 ): Simposium Nasional Akuntansi XI.
Nor Hadi. 2011, Corporate Social Responsibility,Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rimba Kusumadilaga. 2010, Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Nilai Perusahaan dengan Profitabilitas sebagai Varibel Moderating. Semarang: Universitas Diponegoro.
Febi Yanuar Irawan. 2010, Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan.
Tasikmalaya: FE Unsil.
Esa Haulani Yunitia.2009, Pengaruh Pengungkapan Tanggung jawab Sosial Perusahaan pada terhadap Reaksi Pasar pada Perusahaan High dan Low Profile yang terdaftar di BEJ. Bandung: FE UNPAD.
Rika Nurlela dan Islahudin. 2009, Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Persentase Kepemilikan Manajemen Sebagai Variabel Moderating (Studi Empirispada Perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta):
Simposium Nasional Akuntansi XI.
Sani Santriyani. 2009, Pengaruh Implementasi Strategi Dan Audit Intern Terhadap Kinerja Keuangan (Survey pada Bank Umum di Tasikmalaya). Tasikmalaya: FE Unsil.
Yosefa Sayekti. 2007, Pengaruh Corporate Social Responsibility Disclosure terhdap Earning
Response Coefficient.FE Universitas Indonesia.
Aldi Ridwan. 2011, Pengaruh Tingkat Corporate Social Responsibility Disclosure terhadap Tingkat Penjualan dan Dampaknya
Terhadap Perubahan
Profitabilitas.Tasikmalaya: FE Unsil Sugiono.2006, Metode Penelitian Bisnis.Edisi ke-9, Bandung: CV. Alfabeta
Retno Endah Puspitasari. 2012, Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Dan Good Governance Sebagai Variabel Pemoderasi. Tasikmalaya: FE Unsil Ikatan Akuntan Indonesia. 2012, Standar
Akuntansi Keuangan. Jakarta:
Salemba Empat.
http://www.idx.co.id