1.1. Judul Karya Desain
Karya desain berjudul “Perancangan Interior Pusat Informasi and Galeri Mobil Konsep Di Surabaya”. Untuk mendalami pengertian judul karya desin dapat diliat pada tinjauan dibawah ini.
1.1.1. Perancangan adalah :
a. Merupakan aktifitas pemecahan problem yang langsung.
b. Menghubungkan produksi dengan situasi untuk memberikan kepuasan.
c. Lompatan imajinasi dari fakta-fakta sekarang pada kemungkinan- kemungkinan yang akan datang.
d. Hasil pemecahan optimal dari kebutuhan-kebutuhan yang sebenarnya dari suatu keadaan tertentu.
e. Sebuah aktifitas yang kreatif yang membawa kedalam sesuatu yang baru dan berguna serta tidak ada sebelumnya.
(Proses perancangan yang sistematis, Djambatan. Jakarta 1982)
1.1.2. Pengertian Interior
Interior dalam bahasa Inggris berarti ruang dalam (Kamus Bahasa Inggris- Indonesia; John M. Echols dan Hassan Shadily).
Interior adalah bagian dalam suatu bangunan yang dibatasi oleh dinding, lantai dan langit-langit (plafon). (Desain Interior,J.Pamudji Suptandar).
1.1.3. Pengertian Pusat
Merupakan poros atau posisi yang letaknya di tengah; Pokok pangkal atau yang menjadi pumpunan (berbagai urusan, hal, dsb); Sesuatu yang menjadi penyatuan pada satu tempat. (Sumber: Kamus besar bahasa indonesia edisi kedua, jakarta, balai pustaka hal 150).
1.1.4. Pengertian Informasi
Keterangan; pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu. Lingkup keseluruhan makna yang menunjang makna yang terlihat didalam bagian-bagian amanat itu.
Pesan atau keterangan berupa suara, syarat atau cahaya, dengan cara tertentu dapat diterima oleh sasaran, yakni di pihak penerima yang dapat berupa mahluk hidup/mesin. Penambahan pengetahuan bagi penerima atau proses pemecahan kode pada pihak penerima, dan bersifat selektif atas bentuk informasi yang sengaja ditampilkan oleh sumber. (Sumber: ensiklopedia nasional Indonesia jilid 7. Jakarta : Pt. cipta adi pustaka. 1990)
1.1.5. Pengertian Galeri
Lorong sempit dan panjang/ruang pamer yang memberikan nuansa dan karakteristik khusus terhadap benda-benda yang dipamerkan. (Sumber: Kamus besar bahasa indonesia edisi kedua, jakarta, balai pustaka hal 188)
1.1.6. Pengertian Mobil Konsep
Mobil (kependekan dari otomobil yang berasal dari bahasa Yunani 'autos' (sendiri) dan Latin 'movére' (bergerak) adalah kendaraan beroda empat atau lebih yang membawa mesin sendiri. Jenis mobil termasuk bus, van, truk.
Pengoperasian mobil disebut menyetir.
Mobil konsep adalah yang berbasiskan pada ide-ide maupun gagasan berdasarkan pada kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi komputer dengan menganut gaya-gaya futuristik yang mempresentasikan sebuah bahasa ataupun symbol secara abstrak. Mobil konsep berbasiskan pada elemen dasar sebuah proporsi serta kesan visual.
(www.wikipedia.org)
1.1.7. Pengertian Surabaya
Surabaya merupakan nama kota di Jawa Timur yang merupakan Ibukota propensi wilayah tersebut. (Rancangan Master Plan Surabaya 2000)
1.1.8. Pengertian judul secara utuh
Proses perancangan ruang dalam sebuah pusat informasi dan galeri kendaraan beroda empat atau lebih yang berbasiskan pada ide-ide maupun gagasan berdasarkan pada kemajuan jaman dan kecanggihan teknologi komputer dengan menganut gaya-gaya futurisik yang berada di kota Surabaya.
1.2. Latar Belakang Masalah
Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah jakarta. Laju pertumbuhan ekonomi sangat pesat serta posisinya sebagai gerbang perdagangan di Jawa Timur, menuntut surabaya untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi yang ada didalam wilayahnya.
Perkembangan surabaya disektor otomotif menjanjikan prospek yang cerah. Ini terlihat dengan semakin meningkatnya pengunaan mobil sebagai transportasi pribadi. Banyak pameran dan berbagai macam kegiatan otomotif telah diadakan guna meningkatkan gairah masyarakat. Dan dari kegiatan-kegiatan dan pameran-pameran otomotif, ternyata mobil-mobil yang mendapat sentuhan tim kreatif disain lebih menarik perhatian masyarakat.
Di jaman sekarang ini didunia iptek maupun perancangan semakin maju itu dapat disebabkan karena perkembangan sains dan ilmu komputer telah membawa kehidupan didunia ke dalam kecanggihan dan kemajuan teknologi yang mempermudah segala pekerjaan.
Ini adalah sebuah fenomena dahsyat dan harus dilihat sebagai suatu yang positif. Paling tidak, merangsang kreatifitas, menjadi lahan bisnis dan tentu saja membuka lapangan kerja. Karena itu dengan perlunya suatu wadah yang dapat menyediakan segala kebutuhan-kebutuhan dalam modifikasi mobil serata langkah langkah modifikasi yang tepat dengan tidak hanya mengandalkan produk-produk impor saja sehingga dapat menciptakan kreatifitas anak bangsa dan dapat membuka lapangan kerja yang cukup besar.
1.3. Perumusan Masalah
a. Bagaimana merancang pusat informasi dan galeri mobil konsep yang
b. Bagaimana merancang pusat informasi dan galeri mobil konsep yang sesuai dengan standart perancangan sebuah pusat informasi dan galeri.
1.4. Tujuan Perancanagan
Adapun tujuan dari galeri mobil konsep di surabaya adalah:
a. Memperkenalkan pada masyarakat awam mengenai dunia otomotif b. Menunjang perkebangan otomotif disurabaya
c. Mempermudah untuk melatih bakat terpendam atau kreatifitas didalam mendesain sebuah kendaraan.
d. Memberi pelayanan secara menyeluruh bagi para peminat otomotif
e. Mampu mengikuti perkembangan teknologi khususnya dibidang teknologi.
Sasaran:
Adapun sasaran dari galeri mobil konsep di surabaya adalah:
a. Mempermudah masyarakat dalam mencari informasi trend yang baru
b. Memberikan pelayanan secara profesional kepada masyarakat yang memiliki kreativitas atau kemampuan didalam dunia desain.
c. Meningkatkan pengetahuan masyarakat awam dalam hal otomotif d. Menyediakan tempat untuk kegiatan dan pameran otomotif
1.5. Manfaat Perancangan
a. Mengenalkan kepada masyarakat tentang mobil-mobil konsep
b. Mewadahi bakat-bakat dari kawula muda masyarakat Surabaya dalam proses perancangan mobil konsep.
c. Menciptakan komunitas pecinta mobil konsep, sehingga memudahkan bagi mereka untuk bertukar-pikiran dan membahas perkembangan mobil konsep.
1.6. Ruang Lingkup Perancangan 1.6.1. Luas Area Perancangan
Luas Area : 1400m2
Lokasi : Margorejo, Surabaya -Jawa Timur, Indonesia.
1.6.2. Jenis obyek yang akan dirancang adalah ruang komersial (comercial space) berupa pusat informasi dan galeri mobil konsep.
Fasilitas-fasilitas ruang yang diberikan oleh ”galeri mobil konsep” antara- lain:
a. Ruang pamer b. Ruang pertemuan c. Ruang galeri d. Ruang kompetisi e. Ruang Auditorium f. Ruang Lab wind tunel g. Ruang Desain
h. Ruang modeling
• Interior car work shop
• Exterior car work shop
• Engine work shop
• Mekanikal and elektrikal work shop
• Computer scien work shop
• wheel work shop
1.6.3. Adapun fasilitas yang diberikan dalam perancangan pusat informasi dan galeri mobil konsep dan area pamer umum diantaranya:
a. Fasilitas informasi, berupa:
Mendapatkan Informasi melalui audio-visual, media-visual ataupun sistem pelayanan langsung yang mendukung aspek komunikatif, promotif dan interaktif.
b. Fasilitas Edukasi, berupa:
Pemutaran film seputar perancangan mobil konsep secara detail atau keseluruhan baik dari segi bentuk dan kecanggihan teknologi komputer dengan menganut gaya-gaya futuristik.
1.7. Metode Perancangan
Data-data yang dibutuhkan untuk menunjang perancangan dan yang dapat digunakan sebagai pedoman merancang interior sebuah bangunan mulai dari cara pengumpulan data, pengolahan data, analisa data sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan.
1.7.1. Data yang Diperlukan
Data yang diperlukan dikelompokkan berdasarkan sumber dan sifat data, yang dijelaskan sebagai berikut:
a. Berdasarkan sumber datanya, jenis data yang digunakan adalah:
• Data Literatur
Data yang didapat dari buku-buku yang dapat menunjang perancangan berupa teori standarisasi, yang didapat dari referensi/ literature sebagai acuan dan tinjauan pustaka.
Data literatur yang diperlukan antara lain:
o Literatur psikologi anak dan perkembangannya o Data anthropometri
o Sumber-sumber yang berhubungan dengan fasilitas yang akan dirancang o Data standarisasi kebutuhan ruang
• Data Lapangan
Data yang diperoleh lewat hasil survey atau wawancara dengan pihak- pihak yang bersangkutan dan bergerak dibidang tertentu yang berhubungan dengan proyek yang akan dirancang. Bisa berupa foto-foto, hasil wawancara, dan lain-lain. Hal yang disurvey antara lain:
o Kondisi fisik bangunan (tapak luar dan dalam) o Struktur organisasi
o Kebutuhan ruang
o Kebutuhan perabot tiap ruangan o Pola aktivitas pemakai
o Data tipologi
b. Berdasar sifat data, jenis data yang digunakan adalah:
• Data Kuantitatif
Data-data yang berhubungan dengan perancangan berupa angka-angka yang menunjang perancangan, antara lain standar ruang, standar perabot, standar tinggi pengguna ruang dan standar ruang gerak.
• Data Kualitatif
Data-data yang tidak berupa angka-angka digunakan untuk menjelaskan permasalahan desain yang ada secara deskriptif. teori warna, dan data lain yang menunjang perancangan.
1.7.2. Metode Pengumpulan Data
Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara:
a. Melakukan survey terhadap tempat yang berkaitan dengan fasilitas yang akan dirancang. Dengan batasan yang ada, Dilakukan untuk mengetahui kebutuhan ruang, struktur organisasi, sirkulasi pengunjung, kelemahan dan kelebihan showroom yang ada saat ini, pelayanan yang ditonjolkan, penanganan mobil serta display aksesoris. Selain itu, metode ini digunakan sebagai studi banding dan acuan dalam proses perancangan nantinya.
b. Melihat, mengamati, mencatat informasi yang diperlukan dan mendokumentasikan fasilitas dan informasi yang ada.
c. Melakukan wawancara dengan pihak yang kita survey mengenai struktur organisasi, pola aktifitas, pembagian ruang dan sebagainya.
1.7.3. Metode Pengolahan Data
Dengan metode penyisihan yaitu cara mengumpulkan data yang dianggap penting sebagai acuan dalam proses perancangan ini. Pengolahan data dapat juga dilakukan dengan cara:
a. Mengumpulkan data yang sudah diperoleh b. Membandingkannya dengan data survey c. Menentukan data sementara yang ideal
d. Mengklasifikasikannya berdasarkan karakter fasilitas masing-masing.
Metode yang digunakan dalam pengolahan data ini dengan menggunakan metode induktif yaitu dengan cara mengumpulkan semua data yang ada kemudian
Adapun data yang dikumpulkan dan diolah dengan menggunakan metode deduktif dan komparatif. Yang dimaksud metode deduktif adalah mengolah dan menganalisis data-data yang bersifat umum, kemudian dianalisis kembali sehingga menjadi lebih khusus yang sesuai dengan judul perancangan. Sedangkan metode komparatif adalah mengabungkan data untuk melakukan pembandingan data-data yang ada. Selanjutnya membentuk analisis data yang ideal.
Metode yang dilakukan adalah:
a. Mengumpulkan semua data yang ada
b. Memilih dan memilah berdasarkan tujuan dan kepentingan perancangan c. Menentukan fasilitas yang akan dirancang
d. Menentukan data yang ideal untuk perancangan
1.7.4. Metode Analisis Data
Pada tahap analisa data, data-data yang diperoleh diolah untuk dijadikan pedomanan merancang. Metode ini dilakukan dengan dua pendekatan yaitu pendekatan deduktif. Dalam metode ini data-data yang dibandingkan, kemudian hasil dari data tidak diambil dari yang positif (yang memiliki nilai lebih) saja melainkan juga mempertimbangkan kekurangannya.