• Tidak ada hasil yang ditemukan

STATISTIK DAERAH PROVINSI JAMBI 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "STATISTIK DAERAH PROVINSI JAMBI 2019"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

https://jambi.bps.go.id

(2)

https://jambi.bps.go.id

(3)

STATISTIK DAERAH PROVINSI JAMBI 2019

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan, dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik

ISSN: 2302-6782

No. Publikasi: 15550.1905 Katalog: 1101002.15 Ukuran Buku: 17,6 x 25 cm

Jumlah Halaman: viii + 57 halaman Naskah:

Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Penyunting:

Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Gambar Kulit:

Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Diterbitkan oleh:

© BPS Provinsi Jambi

Dicetak oleh:

CV Salim Media Indonesia

https://jambi.bps.go.id

(4)

Jambi, September 2019 Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi

Kepala,

Dadang Hardiwan, SSi, MSi

KATA SAMBUTAN

Materi yang disajikan dalam Statistik Daerah Provinsi Jambi 2019 memuat berbagai informasi/indikator terpilih yang terkait dengan pembangunan di berbagai sektor di Provinsi Jambi dan diharapkan dapat menjadi bahan rujukan/kajian dalam perencanaan dan evaluasi kegiatan pembangunan.

Kepada semua pihak yang menyiapkan publikasi ini, saya sampaikan apresiasi dan peng- hargaan setinggi-tingginya. Kritik dan saran konstruktif dari berbagai pihak kami hara- pkan untuk penyempurnaan penerbitan mendatang. Semoga publikasi ini mampu me- menuhi tuntutan kebutuhan data statistik, baik oleh instansi/dinas pemerintah, swasta, kalangan akademisi maupun masyarakat luas.

Publikasi Statistik Daerah Provinsi Jambi 2019 diterbitkan un- tuk melengkapi publikasi-publikasi statistik yang sudah terbit secara rutin setiap tahun. Berbeda dengan publikasi-publikasi yang sudah ada, publikasi ini lebih menekankan pada analisis.

Publikasi Statistik Daerah Provinsi Jambi Tahun 2019 diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Jambi yang berisi berbagai data dan informasi terpilih.Dianalisis secara sederhana untuk membantu pengguna data memahami perkembangan pemba- ngunan serta potensi yang ada di Provinsi Jambi.

https://jambi.bps.go.id

(5)

https://jambi.bps.go.id

(6)

DAFTAR ISI

HAL

Bab 1 Geografi dan Iklim ... 1

Bab 2 Pemerintahan ... 5

Bab 3 Penduduk ... 9

Bab 4 Ketenagakerjaan ... 13

Bab 5 Pendidikan ... 17

Bab 6 Kesehatan ... 21

Bab 7 Perumahan ... 25

Bab 8 Pembangunan Manusia dan Kemiskinan ... 27

Bab 9 Pertanian ... 31

Bab 10 Pertambangan dan Energi ... 33

HAL Bab 11 Industri Pengolahan ... 35

Bab 12 Konstruksi ... 37

Bab 13 Hotel dan Pariwisata ... 39

Bab 14 Transportasi dan Komunikasi ... 41

Bab 15 Perbankan dan Investasi ... 43

Bab 16 Harga-harga ... 45

Bab 17 Pengeluaran Penduduk ... 47

Bab 18 Perdagangan ... 49

Bab 19 Pendapatan Regional ... 51

Bab 20 Perbandingan Regional ... 57

https://jambi.bps.go.id

(7)

https://jambi.bps.go.id

(8)

STATISTIK DAERAH

PROVINSI JAMBI 2019

https://jambi.bps.go.id

(9)

https://jambi.bps.go.id

(10)

Jambi sebagai salah satu provinsi di Sumatera. Sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, sebelah timur berbatasan dengan Laut Cina Selatan, bagian selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan, dan barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat dan Bengkulu.

Posisi Provinsi Jambi cukup strategis karena langsung berhadapan dengan kawasan pertumbuhan ekonomi IMS-GT (Indonesia, Malaysia, Singapura Growth Triangle). Letak astronomisnya antara 0o45’ dan 2o45’ Lintang Selatan dan antara 101o10’ dan 104o55’ Bujur timur.

Provinsi Jambi mempunyai luas 53.435 km2, dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan

sebesar 3.274,95 km2. Luasan tersebut merupakan 2,62 persen dari total luas daratan Indonesia, dan sebesar 10,4 persen dari total luas daratan pulau Sumatera. Kabupaten Merangin merupakan kabupaten dengan wilayah terluas, yaitu 7.679 km2, sedangkan Kota Jambi memiliki luasan wilayah terkecil dengan luas hanya 205,43 km2.

Provinsi Jambi mempunyai kawasan yang saat ini diajukan sebagai kawasan geopark yang diakui oleh UNESCO. Lokasi geopark ini di Kabupaten Merangin yaitu sepanjang sungai Batang Merangin dan Mengkarang. Fosil di lokasi ini diperkirakan berumur 250 hingga 300 juta tahun, jauh lebih tua dari umur geopark di negara lain, paling lengkap,

1

Geografi dan Iklim

Gambar 1.1. Peta Provinsi Jambi

https://jambi.bps.go.id

(11)

1 Geografi dan Iklim

unik dan beragam. Fosil yang ditemukan antara lain adalah fosil tanaman sub tropis berupa batang kayu raksasa dan daun-daunan (tumbuhan) serta fosil kerang-kerangan (binatang laut) yang tercetak di batu.

Geopark Merangin ini memiliki luas 20.360 kilometer persegi. Terdiri dari 4 bagian, yaitu Paleobotani Park Merangin, Highland Park Kerinci, Geocultural Park Sarolangun, dan Godwana Park Pegunungan Bukit Tiga Puluh yang masuk wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Secara topografis Provinsi Jambi terdiri atas 3 (tiga) kelompok variasi ketinggian yaitu dataran rendah (0 – 100 m) sebesar 83,33 persen. Dataran sedang (100 – 500 m) sebesar 0 persen, dan dataran tinggi (> 500 m) sebesar 16,67 persen. Sebagian besar wilayah Jambi merupakan dataran rendah, hanya Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh yang merupakan dataran rendah. Sebagian besar desa di Provinsi Jambi merupakan desa bukan pesisir dengan jumlah mencapai 1.534 desa dan topografi wilayah sebagian besar berada di dataran yaitu sebanyak 1.403 desa.

Selain wilayah daratan yang berada di Pulau Sumatera, Provinsi Jambi memiliki 3 gugusan pulau-pulau kecil, yaitu Gugusan Nipah Panjang yang terdiri dari 7 pulau kecil, Gugusan Sadu terdiri dari 12 pulau kecil, dan Gugusan Pulau Tujuh terdiri 11 pulau kecil.

Daratan Jambi dilewati oleh Pegunungan Bukit Barisan. Pegunungan ini membentang dari ujung utara (Aceh) sampai ujung selatan (Lampung). Rangkaian Tabel 1.1. Batas Wilayah Provinsi Jambi

Uraian 2018

Garis Lintang 0°45’ - 2°45’ LS Garis Bujur 101°10’ - 104°55’ BT

Batas Wilayah

Utara Provinsi Riau dan Kepulauan Riau

Timur Laut Cina Selatan

Selatan Provinsi Sumatera Selatan Barat Provinsi Sumatera Barat dan

Bengkulu Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

Tabel 1.2. Pulau-pulau Kecil di Provinsi Jambi

Gugusan Nama Pulau

Nipah Panjang

1. Harapan 5. Balai

2. Burung 6. Tengah

3. Pedado Anak 7. Tapak Kudo 4. Wantambi

Sadu

1. Telor 7. Tokonglayar Besar 2. Ujung batu 8. Tokonglayar Kecil

3. Penyu 9. Manjin

4. Tokongsluma 10. Lampu

5. Sluma 11. Tokonglayar

6. Layar 12. Tokongempatlima

Pulau Tujuh

1. Pekajang Besar 7. Tokonyu 2. Pekajang Kecil 8. Kembang 3. Dokan 9. Sayak

4. Toti 10. Layang

5. Pasir Keliling 11. Raja

TAHUKAH ANDA ?

Kawasan Geopark Merangin diakui fosil di dalamnya lebih tua dari umur geopark di negara lain, paling

lengkap, unik dan beragam.

https://jambi.bps.go.id

(12)

Geografi dan Iklim

pegunungan ini mempunyai puncak tertinggi, yaitu Gunung Kerinci yang berada di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Selain merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera, gunung ini merupakan tertinggi ke-4 di Indonesia, dengan tinggi sekitar 3.800 mdpl. Gunung Kerinci merupakan salah satu gunung berapi yang masih aktif di Indonesia. Di samping Gunung Kerinci, masih ada sepuluh gunung lainnya di Provinsi Jambi. Di pegunungan tersebut, terdapat sebuah danau Kerinci, seluas 5.000 meter persegi. Danau ini berada di dua wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Keliling Danau dan Kecamatan Danau Kerinci. Danau Kerinci mempunyai pengaruh yang besar dalam memenuhi kebutuhan air di daerah sekitar, baik untuk kebutuhan air minum masyarakat maupun kebutuhan irigasi pertanian.

Hampir tiap wilayah di Provinsi Jambi dilalui sungai. Salah satu sungainya adalah Sungai Batanghari. Sungai ini merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera dan terpanjang ke-4 di Indonesia. Dengan luas areal tangkapan ± 4,9 juta Ha, 76 % Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Batanghari berada di Provinsi Jambi, sisanya berada di Provinsi Sumatera Barat. DAS Sungai Batanghari merupakan DAS terbesar kedua di Indonesia.

Panjang garis pantai di Provinsi Jambi sepanjang 228,13 km. Jumlah garis pantai ini merupakan yang terpendek dibandingkan provinsi lain di Sumatera yang rata-rata di atas 500 km, atau bahkan ada yang mencapai 3.000 km. Hanya ada dua wilayah di Provinsi Jambi yang memiliki garis

Geografi dan Iklim

Tabel 1.3. Statistik Geografi Provinsi Jambi

1

Uraian Satuan 2011

Luas daratan km² 50 160,05

Luas perairan km² 3 274,95

Jumlah pulau buah 19

Jumlah gunung buah 11

Sungai/Anak sungai buah 18

Luas danau ha 6 000

Panjang garis pantai km 228,13

Desa di lembah desa 46

Desa di lereng gunung desa 113

Desa di daratan desa 1.403

Desa di tepi laut desa 28

Desa bukan di tepi laut desa 1.534 Sumber : PODES 2018

Tabel 1.4. Statistik Iklim Provinsi Jambi 2018 Uraian Satuan Depati Stasiun

Parbo Sultan

Thaha Klimatologi Jambi

Kecepatan angin knot 4,9 4,5 5,4

Kelembaban % 81,0 84,0 85,0

Jumlah hari hujan hari 190 208 207 Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

Grafik 1.1 Luas Provinsi Jambi Menurut Kabupaten/Kota 2018

https://jambi.bps.go.id

(13)

1

pantai, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan Tanjung Jabung Barat.

Kota Jambi yang merupakan ibukota Provinsi Jambi berada di wilayah tenggara provinsi ini. Jarak terjauh dari Kota Jambi adalah Banda Aceh (Aceh) yang berjarak 1.989 km. Sedangkan jarak terdekat dari Kota Jambi adalah kota Palembang (Sumatera Selatan) yang berjarak 280 km. Antar kabupaten/kota di dalam provinsi, untuk jarak terjauh dari ibukota provinsi adalah Kabupaten Kerinci (Sungai Penuh atau Siulak), yang berjarak 419,21 km. Sedangkan kabupaten terdekat adalah Kabupaten Muaro Jambi (Sengeti) berjarak 27 km dari Kota Jambi (Kota Baru).

Pantauan dari Stasiun Klimatologi Jambi, tercatat rata-rata suhu udara 26,84o C dan kelembapan udara 84,92 %. Tinggi rendahnya suhu udara salah satunya ditentukan dari lokasi serta jarak dari permukaan laut. Semakin jauh dari permukaan laut, itu berarti daerah dataran tinggi akan bersuhu lebih rendah. Sedangkan semakin dekat dengan permukaan laut, suhunya semakin tinggi. Rata-rata suhu pada daerah pegunungan dipantau dari stasiun Depati Parbo Kerinci sebesar 22,53o C. Dan pada daerah dataran rendah dipantau dari stasiun Sultan Thaha Jambi sebesar 27,125oC.

Selama tahun 2018, curah hujan tertinggi di Jambi ada pada Bulan Desember sebesar 297,2 mm. Sedangkan curah hujan terendah terjadi pada Bulan Januari yaitu 37,7 mm. Sedangkan jumlah hari hujan selama tahun 2017 yang diamati dari Stasiun Klimatologi sebanyak 190 hari.

Geografi dan Iklim

10 510 1010 1510 2010 Jambi-Banda

Aceh (Lintas timur)

Jambi-Pekanbaru (lintas timur)

Jambi-Tanjung Pinang

Jambi-Padang (lintas Solok) Jambi-

Palembang Jambi-Bengkulu

Jambi-Tanjung Karang

Grafik 1.2. Jarak Jambi ke Provinsi Lain di Sumatera

TAHUKAH ANDA ?

Gunung Kerinci adalah gunung berapi yang masih aktif. Merupakan gunung tertinggi di Pulau Sumatera,

gunung ini merupakan tertinggi ke-4 di Indonesia, dengan tinggi sekitar 3.800 mdpl.

Foto fosil di Geopark Merangin.

Sumber : http://halomerangin.blogspot.co.id

https://jambi.bps.go.id

(14)

Geografi dan Iklim Pemerintahan

Tabel 2.1. Jumlah Wilayah

2

Administrasi Provinsi Jambi, 2016-2018 Wilayah

Administrasi 2016 2017 2018

Kabupaten 9 9 9

Kota 2 2 2

Kecamatan 141 141 141

Desa 1 399 1 399 1 399

Kelurahan 163 163 163

Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

Grafik 2.1. Anggota DPRD

Provinsi Jambi Menurut Pendidikan, 2014 - 2019

Sumber : DPRD Provinsi Jambi

Penambahan wilayah administrasi kabupaten terakhir terjadi pada bulan Oktober tahun 2008. Pemekaran ini memecah Kabupaten Kerinci menjadi Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci.

Dengan demikian, jumlah kabupaten di Provinsi Jambi sebanyak 9 (Sembilan), dan 2 (dua) kota. Pada tahun 2016 terjadi pemekaran kecamatan yang semula hanya 138 kecamatan bertambah menjadi 141 kecamatan. Jumlah desa/kelurahan pada tahun 2016 juga bertambah menjadi sebanyak 1.399 desa dan 163 kelurahan.

Peta perpolitikan Provinsi Jambi relatif berimbang. Jumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat berjumlah 9 orang dan Partai Golongan Karya berjumlah 7 orang.

Urutan berikutnya adalah PDIP sebanyak 7 orang, Partai Gerindra dan PKB juga berimbang yaitu menempatkan 6 orang wakilnya di DPRD Provinsi Jambi. Partai yang juga menempatkan jumlah wakil yang sama di DPRD adalah Nasdem, PKS dan Hanura masing-masing mempunyai 3 orang.

Dari 53 orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jambi periode 2014-2019 pada tahun 2018 ini terdiri dari 9 orang perempuan dan 44 orang laki-laki. Keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD Propinsi Jambi baru mencapai 16,98 persen. Keterwakilan perempuan pada alat kelengkapan DPRD disetiap komisi bervariasi. Komisi I sebanyak

TAHUKAH ANDA ?

Keterwakilan perempuan sebagai anggota DPRD Propinsi Jambi baru mencapai 16,98 persen atau sebanyak 9 anggota dari 53 anggota DPRD.

8 4

33 8

SMA D-III S-1 S-2, S-3

https://jambi.bps.go.id

(15)

Pemerintahan

2

7 orang, Komisi II sebanyak 1 orang, Komisi IV sebanyak 1 Orang sedangkan Komisi III semua beranggota Laki-Laki. Belum ada keterwakilan perempuan pada posisi pucuk pimpinan DPRD Provinsi Jambi, baik sebagai Ketua maupun wakil ketua.

Pegawai Negeri Sipil (PNS) di pemerintahan daerah Provinsi Jambi mayoritas telah menamatkan pendidikan strata 1 yaitu sebanyak 61,11 persen.

Sebanyak 7,05 persen PNS yang berpendidikan S2/S3, Sedangkan PNS yang menamatkan pendidikan SMA dan Diploma masing-masing sebanyak 16,01 persen dan 14,72 persen. Dan PNS dengan pendidikan sama atau kurang dari SMP hanya dibawah 2 persen.

Jumlah pegawai di lingkungan Pemerintah Daerah Provinsi Jambi pada tahun 2018 didominasi oleh pegawai golongan III sebanyak 8.034 orang, diikuti oleh golongan IV sebanyak 2.475 orang, golongan II sebanyak 1.122 orang, kemudian golongan I sebanyak 57 orang. Sementara itu, jika diklasifikasikan berdasarkan jenis kelamin, bisa dikatakan antara PNS yang berdasarkan jenis kelamin laki-laki dan jenis Grafik 2.2. Persentase Pegawai Negeri Sipil (PNS)

Provinsi Jambi menurut Tingkat Pendidikan, 2018

Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

Grafik 2.3. Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Provinsi Jambi menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin,

2018

Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

0,49% 0,62%

16,01%

14,72%

61,11%

7,05%

Sampai dengan SD SLTP/Sederajat SMA/Sederajat Diploma I-IV

Strata Satu (SI) Tingkat Sarjana/Doktor/Ph.D

45 49

1149 705

3254

12 24 517

722 1016

3888

307 5000

10001500 20002500 30003500 40004500

Laki-laki Perempuan

https://jambi.bps.go.id

(16)

Pemerintahan 2

kelamin perempuan hampir sama, yaitu PNS yang perempuan sudah mencapai 54,97 persen dan PNS laki-laki sebesar 45,03 persen.

Pelaksanaan pembangunan harus dilaksanakan secara terpadu dan mengikuti program-program yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Untuk membiayai pembangunan atau pelayanan publik, Pemerintah Provinsi Jambi pada tahun 2018 menghabiskan anggaran 4,515 triliun rupiah seperti yang tercatat pada laporan realisasi APBD Provinsi Jambi. Nilai tersebut terdiri atas belanja tidak langsung sebesar 2,439 triliun rupiah dan belanja langsung sebesar 2,076 triliun rupiah.

Realisasi pendapatan pemerintah Provinsi jambi sebesar 4,509 triliun rupiah, dengan sumber dana Pendapatan Asli Daerah (PAD) menyumbang sebesar 1,657 triliun rupiah, Dana Perimbangan sebesar 2,745 triliun rupiah, serta dana Lain- lain seperti Pendapatan Hibah dan Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus sebesar 106,730 milyar rupiah.

Tabel 2.2. APBD Provinsi Jambi, 2016 - 2018

Anggaran 2016 2017 2018

APBD (Milyar Rp)

Penerimaan 3419 5126 4509

Realisasi Belanja 3382 4583 4515 DAU (Milyar Rp) 1070 1398 1399

1257 1580 1657

PAD (Milyar Rp) 1 241 1 052 1 580

Sumber : Biro Keuangan dan Aset Setda Provinsi Jambi

Sumber : http://gatra.com/

TAHUKAH ANDA ?

Jumlah Pegawai di lingkup Pemerintah Provinsi Jambi didominasi pegawai Golongan III sebanyak 68,74 persen dan diikuti Pegawai Golongan IV

sebanyak 21,17 persen

https://jambi.bps.go.id

(17)

2 Pemerintahan

Bila dibandingkan tahun 2017 maka realisasi Pendapatan Daerah pada tahun 2018 mengalami penurunan sebesar 12,04 persen. Demikian Belanja Daerah juga mengalami penurunan sebesar 1,50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada tahun 2018 terjadi kenaikan pengeluaran untuk belanja pegawai yaitu dari 1,074 triliun rupiah pada 2017 menjadi 1,204 triliun rupiah, sedangkan pengeluaran pembiayaan daerah menjadi 0 rupiah.

TAHUKAH ANDA ?

Tahun 2018, Realisasi Pendapatan Daerah turun sebesar 12,04 persen dan Belanja Daerah juga

turun sebesar 1,50 persen.

Grafik 2.4. Realisasi Pendapatan Pemerintah Provinsi Jambi, 2018

36,75%

60,88%

2,37%

Pendapatan Asli Daerah Dana Perimbangan Lain lain-Pendapatan yang Sah

https://jambi.bps.go.id

(18)

Penduduk 3

Komposisi penduduk Provinsi Jambi didominasi oleh penduduk muda. Hal menarik yang dapat diamati pada piramida penduduk ini adalah jumlah penduduk usia 15-24 tahun yang lebih kecil dibanding penduduk usia yang lebih muda maupun penduduk yang berusia 25 hingga 29 tahun.

Ini menggambarkan bahwa pada tahun 1990-an, laju pertumbuhan penduduk relatif rendah. Namun pada akhir tahun 1990 hingga kini laju pertumbuhan lebih tinggi sehingga penduduk usia muda (0-14 tahun) lebih banyak dibanding penduduk usia dewasa (15-24 tahun). Jika pemerintah berhasil mempertahankan tingkat pertumbuhan penduduk yang rendah atau lebih rendah dibandingkan sebelumnya, maka seharusnya jumlah penduduk usia 0-4 tahun lebih rendah dibandingkan penduduk usia di atasnya.

Laju pertumbuhan penduduk hasil Sensus Penduduk (SP-2010) selama sepuluh tahun terakhir (2000-2010) sebesar 2,56 persen, lebih tinggi dibanding tahun 1990- 2000 yang hanya sebesar 1,77 persen.

Laju pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi di Kabupaten Muaro Jambi sebesar 25,27 persen dan terendah di Kabupaten Kerinci sebesar 3,31 persen. Sedangkan laju penduduk Provinsi Jambi hasil proyeksi tahun 2018 mencapai 1,67 persen, dengan jumlah penduduk sebesar 3,57 juta penduduk.

Grafik 3.1. Piramida Penduduk Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS, Hasil Proyeksi Penduduk 2010 - 2035

Tabel 3.1. Beberapa Indikator Kependudukan Provinsi Jambi, 2018

Uraian Satuan 2016 2017 2018 Jumlah Penduduk ribu jiwa 3 458 3 515 3 570 Laki-laki ribu jiwa 1 764 1 793 1 821 Perempuan ribu jiwa 1 694 1 722 1 749 Pertumbuhan

penduduk persen

thd 2010 11,30 13,11 14,89 Sumber : Jambi Dalam Angka, 2018 (BPS)

TAHUKAH ANDA ?

Laju Pertumbuhan Penduduk Provinsi Jambi Hasil SP 2010 sebesar 2,56 persen, Pertumbuhan

Tertinggi Kabupaten Muaro Jambi dan Terendah Kabupaten Kerinci

-200 -150 -100 -50 0 50 100 150 200

0‒4 5‒9 10‒14 15‒19 20‒24 25‒29 30‒34 35‒39 40‒44 45‒49 50‒54 55‒59 60‒64 65-69 70-74 75+

Ribu orang Perempuan Laki-laki

https://jambi.bps.go.id

(19)

Penduduk

3

Dengan luas wilayah sekitar 50.160 km2 (daratan), setiap km2 ditempati penduduk sebanyak 72 orang pada tahun 2018. Angka ini selalu meningkat karena tingginya laju pertumbuhan penduduk sementara luas wilayah tidak mengalami pertambahan.

Umur Harapan Hidup Provinsi Jambi meningkat pada tahun 2018 yaitu sebesar 70,89 tahun. Angka ini merupakan rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang selama hidup. Dan merupakan salah satu indikator penting dalam penghitungan IPM.

Indonesia memilki ribuan suku bangsa yang beraneka ragam. Masing- masing suku bangsa saling mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebudayaan daerah lain atau kebudayaan yang berasal dari luar.

Salah satu di antara suku bangsa tersebut adalah Suku Anak Dalam yang hidup di wilayah Jambi.

Suku Anak Dalam disebut juga Suku Kubu atau Orang Rimba. Suku Anak Dalam hidup secara nomaden atau tidak menetap dan mendasarkan hidupnya pada berburu dan meramu, walaupun di antara mereka sudah banyak yang telah memiliki lahan karet, sawit ataupun pertanian lainnya.

TAHUKAH ANDA ?

Setiap 1 kilometer persegi di Kota Jambi dihuni kurang lebih oleh 2.912 jiwa.Sedangkan Kabupat-

en Tanjung Jabung Barat hanya dihuni sekitar 41 jiwa pada setiap 1 kilometer perseginya.

Sumber : BPS

Grafik 3.2. Angka Harapan Hidup Kabupaten / Kota se-Provinsi Jambi, 2016

Sumber : http://indonesia.go.id

69,65 71,04

68,94 70,26 71,02

65,86 67,87 69,77 67,42

72,43 71,84

62 64 66 68 70 72 74

https://jambi.bps.go.id

(20)

Penduduk

Tabel 3.2. Beberapa Indikator Kependudukan Provinsi Jambi, 2016 - 2018

Uraian Satuan 2016 2017 2018

Kepadatan

Penduduk jiwa/km 68,96 70,08 71,18

Sex Ratio (L/P) persen 104,19 104,17 104,14 Jumlah Rumah

Tangga ribu ruta 861 875 888,6

Rata-rata ART jiwa/ruta 4,02 4,02 4,02 Angka Harapan

Hidup tahun 70,71 70,76 70,89

Usia Perkawinan Pertama

< 16 th persen 8,99 9,36 ...

16 - 24 th persen 77,7 76,73 ...

25 th + persen 13,31 13,91 ...

Sumber : BPS

3

Penduduk

Sebagian dari mereka masin berpaham animisme, meskipun sudah ada yang mengenal agama.

Suku Anak Dalam di Provinsi Jambi hidup di 3 wilayah ekologis yang berbeda, yaitu wilayah Utara Provinsi Jambi (Sekitar Taman Nasional Bukit 30), Taman Nasional Bukit 12, dan wilayah Selatan Provinsi Jambi.

Populasi Suku Anak Dalam hasil pendataan Sensus Penduduk 2010 berjumlah 3.205 orang yang hidup di wilayah administrasi Merangin, Sarolangun, Batang Hari, Tanjujng Jabung Barat, Tebo dan Bungo.

Rasio Ketergantungan merupakan salah satu indikator kasar yang dapat menunjukkan keadaaan ekonomi suatu negara apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang.

Semakin tingginya persentase indikator ini menunjukkan semakin tingginya beban yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan persentase

Grafik 3.3. Penduduk menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi 2016

TAHUKAH ANDA ?

Suku Anak Dalam akan berpindah tempat tinggal jika salah satu anggota keluarganya ada yang meninggal

dunia.

0 100 200 300 400 500 600 700

KERINCI MERANGIN SAROLANGUN BATANGHARI MUARO JAMBI TANJUNG JABUNG TIMUR TANJUNG JABUNG BARAT TEBO BUNGO KOTA JAMBI KOTA SUNGAI PENUH

https://jambi.bps.go.id

(21)

Penduduk

3

Ratio Ketergantungan yang semakin rendah menunjukkan semakin rendahnya beban yang ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai penduduk yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Pada tahun 2017 terlihat Rasio Ketergantungan di Provinsi Jambi sebesar 46, artinya setiap 100 orang yang berusia produktif mempunyai tanggungan sebanyak 46 orang yang belum produktif dan tidak produktif lagi.

Rasio jenis kelamin merupakan perbandingan antara jumlah penduduk pria dan jumlah penduduk perempuan pada suatu daerah pada waktu tertentu. Rasio jenis kelamin di Provinsi Jambi pada tahun 2017 menunjukkan 104,14, dapat diintepretasikan bahwa setiap 100 penduduk perempuan, terdapat 105 penduduk yang berjenis kelamin laki-laki. Kondisi seperti itu terjadi hampir di semua kabupaten kota se-Provinsi Jambi, kecuali Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh saja yang jumlah penduduk perempuannya lebih banyak.

Jumlah rumah tangga di Provinsi Jambi pada tahun 2017 sebanyak 888.600 rumah tangga, meningkat dibandingkan tahun 2016. Rentang waktu 2010–2017, rata- rata jumlah anggota dalam sebuah rumah tangga sebesar 4 orang.

Grafik 3.4. Rasio Ketergantungan Kabupaten / Kota se-Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS

Grafik 3.5. Jumlah Rumah Tangga dan Rata-Rata Anggota Tangga Provinsi Jambi, 2016

44,67 47,33 50,61

44,56 44,90 45,80 47,46 49,36 48,13 41,41 46,73 0

10 20 30 40 50 60

833

847

861

875

889

4,01 4,01 4,01 4,01 4,01 4,02 4,02 4,02 4,02

810 820 830 840 850 860 870 880 890 900

Ribu

https://jambi.bps.go.id

(22)

Penduduk Ketenagakerjaan 4

Dari total penduduk usia kerja (15 tahun ke atas), 68,46 persen penduduk Provinsi Jambi termasuk dalam angkatan kerja. Angkatan kerja merupakan penduduk usia 15 tahun dan lebih yang bekerja, mempunyai pekerjaan namun sementara tidak bekerja, dan pengangguran. Pada tahun 2018, angkatan kerja di Provinsi Jambi meningkat sebesar 3,82 persen dari tahun sebelumnya.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 2018 mengalami kenaikan dibanding tahun 2017 yaitu dari 67,52 persen menjadi 68,46 persen. Angka tersebut mengindikasikan besarnya persentase penduduk usia kerja yang secara aktif secara ekonomi. Kenaikan nilai TPAK menunjukkan bahwa pada tahun 2018 cenderung mengalami peningkatan pasokan tenaga kerja yang tersedia di Provinsi Jambi.

Pasar tenaga kerja Provinsi Jambi ditandai dengan tingginya angka kesempatan kerja. Hal ini dapat dilihat pada tingginya persentase penduduk usia kerja yang bekerja, besarnya mencapai 96,14 persen. Kesempatan kerja terus meningkat pada periode tahun 2016 – 2018. Meningkatnya kesempatan kerja pada periode tersebut selaras dengan peningkatan Upah Minimum Provinsi

Tabel 4.1. Beberapa Indikator Ketenagakerjaan Provinsi Jambi 2016-2018

Uraian 2016 2017 2018

TPAK (%) 67,54 67,52 68,46

Tingkat Pengangguran 4,00 3,87 3,86

% Bekerja 96,00 96,13 96,14

UMP (Rp.000) 1 906 2 064 2 244

% Bekerja di sektor A 49,29 48,56 47,35

% Bekerja di sektor G 17,94 14,70 15,43

% Bekerja di sektor

O,P,Q 14,84 12,28 12,15

Sumber : BPS

Grafik 4.1. Penduduk Berumur 15 Tahun Keatas Yang Bekerja Menurut Lapangan Usaha, 2016

Sumber : BPS

TAHUKAH ANDA ?

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) 2018 mengalami peningkatan menjadi 68,46

persen.

47,35%

13,38%

39,27%

Pertanian Industri Pengolahan Jasa

https://jambi.bps.go.id

(23)

(UMP) Jambi. Selama periode 2016 – 2018 UMP Provinsi Jambi selalu meningkat hingga pada tahun 2018 sebesar 2,24 juta rupiah.

Berdasarkan perbandingan menurut tiga sektor utama, pilihan bekerja di sektor Pertanian masih mendominasi pasar kerja di Jambi dengan persentase sebesar 47,35 persen pada tahun 2018, yang diikuti dengan sektor Perdagangan dengan persentase sebesar 15,43 persen, serta sektor Jasa Kemasyarakatan sebesar 12,15 persen.

DDiantara penduduk bekerja, yang terbesar adalah berpendidikan Sekolah Dasar (SD) kebawah sebesar 41,07 persen dan selanjutnya berpendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat yaitu sebesar 20,70 persen. Sedangkan penduduk bekerja dengan tingkat pendidikan tinggi yaitu Diploma 1 ke atas jumlahnya paling sedikit diantara seluruh jenjang pendidikan, hanya sebesar 12,24 persen.

Jumlah pengangguran naik sebesar 3,41 persen dan tingkat pengangguran (TPT) menurun dari 3,87 persen menjadi 3,86 persen pada kurun waktu 2017-2018.

Bila diklasifikasikan menurut status pekerjaan utama, maka sebagian besar penduduk yang bekerja berstatus sebagai

4

TAHUKAH ANDA ?

Pada Tahun 2018 jumlah pengangguran di Provinsi Jambi menurun sebesar 3,86 persen.

Ketenagakerjaan

Grafik 4.2. Penduduk Bekerja di Provinsi Jambi menurut Status Pendidikan, 2018

Sumber : BPS

Grafik 4.3. Jumlah Penduduk Bekerja Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin di

Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS

Ketenagakerjaan

41,07%

19,00%

27,67%

12,26%

<=SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA Perguruan Tinggi

1000000 200000 300000 400000 500000 600000 700000 800000

Laki-laki Perempuan

https://jambi.bps.go.id

(24)

Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan

Ketenagakerjaan 4

buruh/pegawai yaitu sebesar 39,51 persen.

Diikuti penduduk yang berusaha sendiri (21,17 persen), berusaha dibantu buruh tidak tetap (15,12 persen), pekerja keluarga (12,7 persen), dan pekerja bebas serta pekerja berusaha dibantu buruh tetap persentasenya di bawah 10 persen.

Pada tahun 2014 Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat sebesar 5,08 persen.

Angka ini turun menjadi 4,34 persen pada tahun 2015 dan kembali turun mejadi 4,00 persen pada tahun 2016 sedangkan pada tahun 2017 menjadi 3,87 persen. Trend penurunan berlanjut sampai tahun 2018 menjadi sebesar 3,86 persen.

Bila diklasifikasikan jenjang pendidikan tertinggi yang ditamatkan, sebagian besar pengangguran berpendidikan SMA sederajat yaitu sebesar 15,14 persen. Sementara, pengangguran yang tidak pernah sekolah dan tidak tamat SD jumlahnya sangat sedikit, sebesar 1,29 persen.

Sumber foto : http://map.seedmap.org dan http://dinamika-

Grafik 4.4. Jumlah Pengangguran dan TPT di Provinsi Jambi, 2014 - 2018

Sumber : BPS

Grafik 4.5. Pengangguran Terbuka di Provinsi Jambi menurut Status Pendidikan, 2018

TAHUKAH ANDA ?

Sebagian besar pengangguran di Jambi berpendidikan SMA sederajat yaitu sebesar

15,14 persen.

5,08%

4,34%

4,00% 3,87% 3,86%

0,00%

1,00%

2,00%

3,00%

4,00%

5,00%

6,00%

60000 65000 70000 75000 80000 85000

2014 2015 2016 2017 2018

13,38%

12,45%

55,74%

18,44%

<=SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA Perguruan Tinggi

https://jambi.bps.go.id

(25)

4 Ketenagakerjaan

Halaman ini sengaja dikosongkan

https://jambi.bps.go.id

(26)

Ketenagakerjaan

Tabel 5.1. Beberapa Indikator Pendidikan Provinsi Jambi 2016- 2018

Uraian 2016 2017 2018

Harapan Lama Sekolah

Laki-laki+Perempuan 12,72 12,85 12,90 Rata-rata Lama Sekolah

Laki-laki+Perempuan 8,07 8,15 8,23 Angka Partisipasi Sekolah

7-12 99,57 99,59 99,67

13-15 95,35 95,89 96,14

16-18 71,20 71,54 71,94

Sumber : BPS, Hasil Susenas Gabungan 2016-2018

Grafik 5.1. Jumlah Murid di Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS

5

Pendidikan

Pendidikan sangat berperan penting bagi pembangunan di suatu negara.

Tingginya pendidikan pada suatu daerah akan mendorong kemajuan pada wilayah tersebut. Salah satu indikator pendidikan yang digunakan untuk melihat mutu dan kualitas penduduk adalah Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Indikator rata-rata lama sekolah menunjukkan rata-rata jumlah tahun yang dihabiskan oleh penduduk usia 15 tahun ke atas untuk menempuh semua pendidikan formal yang pernah atau sedang dijalani. RLS hingga tahun 2018 di Provinsi Jambi adalah 8,23 tahun, ini berarti rata- rata penduduk Provinsi Jambi mengenyam pendidikan hingga kelas VIII atau kelas 2 SMP.

Selama periode 2010 hingga 2018, rata-rata lama sekolah tumbuh 1,58 persen per tahun.

Pertumbuhan positif ini merupakan modal penting dalam membangun kualitas manusia di Provinsi Jambi yang lebih baik. Sedangkan harapan lamanya sekolah yang akan dirasakan anak pada umur tertentu di masa mendatang disebut Harapan Lama Sekolah (HLS). HLS di Provinsi Jambi adalah 12,90 tahun. Harapan penduduk Provinsi Jambi dapat bersekolah sampai jenjang perkuliahan. Tertinggi terdapat di Kota Sungai Penuh sebesar 14,77 tahun.

Penduduk laki-laki di Provinsi Jambi seperti juga di daerah lain memiliki kemampuan baca tulis lebih tinggi dibanding perempuan.

Angka Partisipasi Sekolah (APS) di Provinsi Jambi terus mengalami kenaikan tiap tahunnya pada semua kelompok umur.

TAHUKAH ANDA ?

Selama periode 2010 hingga 2018, rata-rata lama sekolah tumbuh 1,58 persen per tahun.

389.444

126.656

75.391

48.928 -

50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000 350.000 400.000 450.000

SD SMP SMU SMK

https://jambi.bps.go.id

(27)

Peningkatan angka ini menunjukkan semakin terbukanya peluang dalam mengakses pendidikan pada kelompok umur tertentu.

Pada tiap tahunnya APS pada kelompok umur 7-12 selalu berada pada posisi tertinggi dibandingkan kelompok umur lainnya. Pada tahun 2018 nilainya sebesar 99,67 persen, ini berarti hampir semua penduduk usia tersebut berkesempatan mengenyam pendidikan dasar. Sedangkan angka partisipasi sekolah terkecil ada pada penduduk kelompok umur 19-24, nilainya hanya 22,16 persen. Kurang dari seperempat penduduk Jambi usia 19-24 yang berkesempatan sekolah atau berkuliah.

Semakin tinggi jenjang pendidikan maka kecenderungan pencapaian APS makin rendah.

Angka Partisipasi Murni (APM) menunjukkan seberapa banyak penduduk usia sekolah yang sudah dapat memanfaatkan fasilitas pendidikan sesuai pada jenjang pendidikannya. Angka ini dibagi dalam tiga kelompok jenjang pendidikan, yaitu SD (usia 7-12 tahun), SMP (usia 13-15 tahun), dan SMA (usia 16-18 tahun).

Sama halnya APS, kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin rendah nilai pencapaian APM.

Angka partisipasi tertinggi ada pada tingkat pendidikan SD sebesar 99,04 persen. Pada jenjang pendidikan SMP dan SMA sederajat masih relatif lebih rendah, yaitu 79,38 persen dan 60,92 persen.

Pendidikan

5

Grafik 5.2. Angka Partisipasi Sekolah Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS

TAHUKAH ANDA ?

K

ecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin rendah nilai pencapaian APM dan APS.

Grafik 5.3. Angka Partisipasi Murni Provinsi Jambi, 2017-2018

Sumber : BPS

99,67%

96,14%

71,94%

22,16%

Umur 7-12 Umur 13-15 Umur 16-18 Umur 19-24

98,41

78,57

59,98 99,04

79,38

60,92

0 20 40 60 80 100 120

SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA

2017 2018

https://jambi.bps.go.id

(28)

Pendidikan

Penduduk Provinsi Jambi usia 15 tahun ke atas menurut ijazah tertinggi yang dimiliki, yang memiliki ijazah tertinggi SD ke bawah ada 40,55 persen, ini merupakan jumlah terbanyak diantara yang lain.

Penduduk dengan ijazah tertinggi SMA/sederajat ada sebanyak 27,58 persen.

Sedangkan ijazah perguruan tinggi hanya ada 9,79 persen.

Capaian di bidang pendidikan terkait erat dengan ketersediaan fasilitas pendidikan.

Untuk tingkat SD pada tahun 2018 seorang guru rata-rata mengajar 15 murid SD, untuk jenjang pendidikan SMP rata-rata seorang guru mengajar 13 murid, SMA rata-rata seorang guru mengajar 13 murid dan di jenjang SMK beban seorang guru mengajar juga 13 orang murid.

Jumlah guru yang tersedia pada suatu sekolah baik secara langsung maupun secara tidak langsung akan mempengaruhi kualitas pendidikan di suatu sekolah. Semakin besar angka rasio ini, angka mutu pendidikan di harapkan akan lebih baik, dibandingkan sekolah yang mempunyai guru sedikit.

Rata-rata setiap SD di Provinsi Jambi memiliki 11 orang guru, untuk tingkat SMP rasio ini menjadi 15 guru per sekolah, sedangkan untuk SMA dan SMK rata-rata setiap sekolah mempunyai 20 dan 23 orang guru.

5

Pendidikan

Grafik 5.4. Persentase Penduduk Usia 15 Tahun ke atas menurut Ijazah yang Dimiliki, 2018

Sumber : BPS

Grafik 5.5 Rasio Murid-Guru, Guru-Sekolah, dan Murid-Sekolah menurut Jenjang Pendidikan, 2018

Sumber : BPS

40%

22%

28%

10%

<SD/MI SMP/MTs SMA/SMK/MA PT

8,82 4,29 37,87

14,79 10,40 153,85

12,15 14,56 176,92

12,18 19,12 232,87

12,45 22,98 286,13

MURID/GURU GURU/SEKOLAH MURID/SEKOLAH

RA SD SMP/MTs SMA/MA SMK

https://jambi.bps.go.id

(29)

Pendidikan

5

Halaman ini sengaja dikosongkan

https://jambi.bps.go.id

(30)

Tabel 6.1. Beberapa Indikator Kesehatan Provinsi Jambi, 2016 - 2018

Uraian 2016 2017 2018 Tempat Berobat (%Ya-Tidak)

Rumah Sakit 13,01 16,13 16,17

Praktek Dokter 47,56 45,26 47,49

Puskesmas 36,73 32,51 34,50

Petugas Kesehatan 2,08 1,21 3,16

Batra 2,20 3,44 3,23

Lainnya 2,74 1,48 2,04

Penolong Proses Kelahiran Terakhir (%)

2016 2017 2018

Dokter 19,55 28,52 25,76

Bidan 70,29 61,77 62,49

Tenaga Medis Lain 0,58 9,61 0,19

Dukun 9,58 0,00 11,44

Lainnya 0 0,10 0,12

Umur Harapan Hidup

(Tahun) 70,71 70,76 70,89

Sumber : BPS, Hasil Susenas Gabungan 2016-2018

Sumber : http://www.jambiupdate.co

6

Kesehatan

Salah satu tujuan dari SDGs adalah menjamin kehidupan yang sehat serta mendorong kesejahteraan bagi semua orang di segala usia. Di samping itu, secara nasional Pemerintah Indonesia membuat suatu program jangka panjang di bidang kesehatan yaitu Indonesia Sehat guna meningkatkan kesejahteraan bagi penduduknya. Untuk mencapai semuanya itu, dilakukan upaya peningkatan derajat kesehatan dengan membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan, dan peningkatan kualitas dalam pelayanan kesehatan serta mampu menjangkau seluruh penjuru tanah air.

Jumlah fasilitas kesehatan yang tersebar di Provinsi Jambi tiap tahunnya mengalami kenaikan. Pada tahun 2018, jumlah Rumah Sakit ada 35 unit yang berada di kabupaten dan kota seluruh Jambi.

Puskesmas maupun Puskesmas Pembantu (Pustu) yang merupakan unit fasilitas kesehatan terkecil berjumlah 206 unit dan 610 unit. Posyandu yang merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dari, oleh dan untuk masyarakat. Diharapkan dengan adanya posyandu, pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan (ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita) dapat terjangkau di semua lokasi. Jumlah posyandu saat ini sebanyak 3.471 unit posyandu di Provinsi Jambi.

https://jambi.bps.go.id

(31)

6 Kesehatan

TAHUKAH ANDA ?

Lebih dari 90 persen kelahiran di Jambi meng- gunakan tenaga medis, yaitu dokter, bidan dan

perawat sebagai penolong kelahiran.

Paling banyak fasilitas kesehatan yang dikunjungi penduduk yang berobat jalan adalah praktek Dokter/Bidan yaitu sebesar 45,49 persen. Berikutnya tempat yang sering dijadikan rujukan berobat jalan adalah puskesmas mencapai 34,50 persen.

Kedua tempat berobat ini dipilih masyarakat karena dianggap layak dan terjangkau, serta mudah dalam mengaksesnya. Sedangkan untuk fasilitas kesehatan lain seperti Rumah Sakit Swasta, klinik/Praktek Dokter Bersama, UKBM, dan Praktek Pengobatan Tradisonal tidak terlalu banyak menjadi tempat rujukan pengobatan jalan, persentase penduduk kurang dari 10 persen.

Penolong kelahiran terakhir pada tahun 2018 dilakukan bidan mencapai 62,49 persen dan yang dilakukan dokter mencapai 25,76 persen. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan penduduk di bidang kesehatan cukup tinggi dengan memahami pentingnya keselamatan ibu dan bayi yang dilahirkan. Pemerintah mengupayakan agar para ibu hamil dapat melahirkan dengan bantuan tenaga kesehatan yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah termasuk ke daerah-daerah terpencil dan daerah perdesaan. Dengan demikian persalinan yang ditolong oleh dukun tradisional diharapkan terus menurun.

Grafik 6.1. Persentase Penolong Kelahiran, 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018

Grafik 6.2. Persentase Tempat Persalinan, 2018

25,76

62,49 0,19 11,44

0,12

Dokter Bidan Tenaga Medis Lain Dukun Lainnya

RS Pemerintah/

Swasta/RSIA 24%

Rumah Bersalin/Klinik Puskesmas/Poli 20%

ndes/Pustu/Pra ktek Nakes

16%

Rumah 40%

Lainnya 0%

https://jambi.bps.go.id

(32)

Cakupan persalinan yang dibantu oleh tenaga kesehatan yang cukup tinggi pada tahun 2018 yaitu sebesar 88,44 persen.

Tetapi belum tentu semua persalinan tersebut bertempat di fasilitas pelayanan kesehatan.

Persalinan yang dilakukan di rumah menempati persentase tertinggi yaitu 39,59 persen. Tempat persalinan lainnya yaitu RS mencapai 24,45%, Rumah Bersalin sebanyak 20,01%, Puskesmas/Pustu/Polindes/Pratek Nakes sebanyak 15,66 %, sisanya ditempat lainnya.

Realisasi jumlah akseptor Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Jambi dalam kurun waktu 2014-2018 mengalami penurunan, serta pada empat tahun terakhir tidak mencapai target yang telah ditetapkan. Tahun 2013 realisasi akseptor KB mencapai 132.078 orang (105,45 persen), selanjutnya tahun 2014 jumlahnya menurun menjadi 130.982 orang (112,73 persen). Jumlah akseptor terus menurun pada tahun 2015 dan 2016, yaitu 104.281 orang (88,86 persen) dan 89.664 orang (85,55 persen). Sedangkan pada 2018 jumlah akseptor KB hanya sebesar 85.454 orang (83,59).

Tahun 2017 persentase wanita yang tidak/berhenti menggunakan alat KB lagi sebesar 27,70 persen. Persentase “drop out”

dalam ber-KB ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 11,06 persen.

Persentase wanita yang sedang menggunakan KB pada tahun 2017 lebih rendah yaitu

Kesehatan 6

Grafik 6.3. Persentase Wanita menurut Alat KB yang Digunakan, 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018

Grafik 6.4. Persentase Pengguna KB Menurut Lokasi, 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018

TAHUKAH ANDA ?

Realisasi jumlah akseptor Keluarga Berencana (KB) di Provinsi Jambi dalam kurun waktu 2014-

2018 mengalami penurunan

5,89%

29,87%

0,19%

1,35%

15,82%

3,10%

43,79%

IUD Pil MOP MOW Implant Kondom Suntikan

11,51

49,4

39,09

11,6

62,58

11,57 0

10 20 30 40 50 60 70

Pernah Sedang Tidak Pernah

Perkotaan Perdesaan

https://jambi.bps.go.id

(33)

Kesehatan

6

sebesar 58,32 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 61,11 persen. Jika dilihat dari lokasinya, maka persentase wanita yang sedang menggunakan alat KB di pedesaan lebih banyak daripada perkotaan.

Alat atau metode KB yang masih menjadi pilihan bagi sebagian besar wanita di Provinsi Jambi adalah suntikan KB (60,81 persen) dan pil KB (24,38 persen). Lebih dari 85 persen masih menggunakan metode KB jangka pendek. Metode KB jangka panjang seperti IUD/spiral hanya digunakan 3,32 persen wanita, susuk KB (8,43 persen), dan steril wanita/MOW (0,44 persen) serta sterilisasi pria/MOP (1,12 persen).

Grafik 6.5. Target dan Realisasi Akseptor KB Provinsi Jambi, 2018

Sumber : Jambi Dalam Angka 2019

112,73%

88,86% 85,55% 84,61% 83,59%

0,00%

20,00%

40,00%

60,00%

80,00%

100,00%

120,00%

0 20000 40000 60000 80000 100000 120000 140000

2014 2015 2016 2017 2018

Target Realisasi Persentase

https://jambi.bps.go.id

(34)

Tabel 7.1. Statistik Perumahan Provinsi Jambi 2015 - 2017

Uraian 2016 2017 2018 Rumah tangga menurut kualitas perumahan (%) Lantai bukan tanah 98,29 98,04 98,17 Atap terluas

Layak (non ijuk/rumbia) 99,35 99,58 99,32 Dinding terluas permanen

Tembok/kayu 97,88 98,88 99,21

Penggunaan bahan bakar

Listrik/gas 69,69 75,83 77,59

7

Perumahan

Pertumbuhan jumlah penduduk yang diiringi dengan pertumbuhan jumlah rumah tangga membuat masalah penyediaan lahan dan kepemilikan rumah menjadi penting.

Budaya masyarakat Indonesia yang lebih memilih tinggal di rumah jenis Grounded House dibandingkan dengan jenis rumah susun atau apartemen menjadi masalah tersendiri. Secara umum masalah perumahan mungkin akan lebih pelik terjadi di wilayah perkotaan.

Dengan kenaikan jumlah rumah tangga setiap tahunnya, penyediaan lahan baru bagi pembangunan perumahan mendesak untuk direalisasikan agar permasalahan perumahan dapat diatasi. Jika secara rata-rata dalam satu rumah tangga ada sebanyak empat anggota, kelayakan tinggal terpenuhi paling tidak ketika rumah tangga tersebut menempati rumah dengan luas 32 meter persegi.

Kualitas perumahan masyarakat di Provinsi Jambi sebagian besar sudah dapat dikatakan layak. Hal ini terlihat dari persentase penduduk yang tempat tinggal berlantai bukan tanah sudah 99,17 persen.

Sebagian besar rumah tangga di Jambi lantai terluasnya menggunakan semen/bata merah (48,71 persen), berikutnya menggunakan keramik dan kayu/papan kualitas rendah.

Untuk penggunaan atap, lebih dari setengah rumah tangga di Provinsi Jambi

Grafik 7.1. Persentase Rumah Tangga menurut Lantai 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018 1,18

26,46

2,06 19,59

48,71

0,16 1,81 0,02

Marmer Keramik Ubin Kayu Semen Bambu Tanah Lainnya

https://jambi.bps.go.id

(35)

menggunakan seng. Mayoritas rumah tangga sudah menggunakan dinding berupa tembok persentasenya sebesar 63,19 persen.

Berdasarkan hasil Survei Sosial dan Ekonomi Nasional (Susenas) 2018, air minum yang dikonsumsi rumah tangga di Jambi paling banyak bersumber dari sumur terlindung yaitu sebanyak 28,82 persen.

Disusul kemudian air minum yang berasal dari air isi ulang dan sumur tak terlindung, masing-masing sebesar 26,28 persen dan 13,81 persen. Air yang berasal dari air hujan dan leding meteran hanya digunakan 9,91 persen dan 4,57 persen rumah tangga di Provinsi Jambi. Sumber air minum lainnya seperti sumur bor, air kemasan bermerek, leding eceran, air permukaan (seperti sungai sungai, danau), mata air masingmasing hanya digunakan oleh kurang dari 6 persen rumah tangga di Provinsi Jambi.

Apabila dikategorikan menurut status kepemilikan rumah maka sebagian besar rumah tangga di Provinsi Jambi sudah memiliki rumah sendiri (83,64 persen). Status kepemilikan terbanyak selanjutnya adalah rumah bebas sewa mencapai 8,01 persen, kontrak/sewa sebanyak 7,06 persen, dan rumah dinas sebanyak 1,29 persen.

7 Perumahan

Grafik 7.2. Persentase Rumah Tangga menurut Sumber Air Minum, 2016

Grafik 7.3. Persentase Rumah Tangga menurut Status Kepemilikan Bangunan, 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018

Sumber : BPS, Hasil Susenas 2018

10,16% 4,57%

26,28%

28,82%

13,81%

2,75%

3,71% 9,91%

Leding Pompa Air Dalam Kemasan Sumur/Mata Air Terlindung Sumur Tak Terlindung Mata Air Tak Terlindung Air Permukaan Air Hujan

83,64 7,06

8,01 1,29

Milik Sendiri Kontrak/B ebas Sewa Sewa

Dinas/Lain nya

https://jambi.bps.go.id

(36)

Pembangunan Manusia

dan Kemiskinan 8

Kemajuan pembangunan manusia secara umum dapat ditunjukkan dengan melihat perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang mencerminkan capaian kemajuan di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. Dengan melihat perkembangan angka IPM tiap tahun, tampaknya kemajuan yang di capai Provinsi Jambi dalam pembangunan manusia cukup signifikan.

Angka IPM Provinsi Jambi dalam 7 tahun terakhir mengalami peningkatan dari 65,39 pada tahun 2010 menjadi 70,65 pada tahun 2018, rata-rata tumbuh sebesar 0,84 persen per tahun. Angka ini meningkat sebesar 66 poin dibandingkan dengan IPM pada tahun 2017 yang sebesar 69,99.

Komponen pembentuk IPM 2018 juga mengalami peningkatan satu tahun terakhir. Bayi yang baru lahir berpeluang hidup hingga 70,89 tahun, meningkat 0,13 tahun. Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,90 tahun, meningkat 0,05 tahun. Sementara itu, penduduk usia 25 tahun ke atas secara rata- rata telah menempuh pendidikan selama 8,23 tahun, meningkat 0,08 tahun. Pengeluaran per kapita disesuaikan (harga konstan 2012) masyarakat telah mencapai 10,36 juta rupiah pada tahun 2018, meningkat Rp477 ribu rupiah dibandingkan tahun sebelumnya.

Grafik 8.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi, 2014 - 2018

Sumber : BPS

Tabel 8.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Jambi menurut Komponen, 2016 - 2018

Komponen 2016 2017 2018 UHH (Tahun) * 70,71 70,76 70,89

HLS (Tahun) 12,72 12,85 12,90

RLS (Tahun) 8,07 8,15 8,23

Pengeluaran per kapita

disesuaikan (Rp000) 9 795 9 880 10 357

IPM 69,62 69,99 70,65

Pertumbuhan IPM 1,06 0,53 0,94

Sumber : BPS

*) Catatan : UHH= Umur Harapan Hidup

Sumber : http://jambi-independent.co.id/

68,24

68,89

69,62

69,99

70,65

67 67,5 68 68,5 69 69,5 70 70,5 71

2014 2015 2016 2017 2018

https://jambi.bps.go.id

(37)

Perubahan status pembangunan manusia di tingkat kabupaten/kota, sejak tahun 2015 tidak ada lagi yang berstatus

“rendah” dimana sebelumnya masih terdapat 1 (satu) kabupaten. Satu-satunya kabupaten yang sebelumnya berstatus “rendah” tersebut adalah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dan telah beralih menjadi status “sedang”

bersama 8 kabupaten lainnya. Sementara pembangunan manusia dengan status “tinggi”

telah dicapai sejak tahun 2010 di Kota Jambi dan Kota Sungai Penuh.

Pada periode satu tahun ini, kabupaten dengan kemajuan pembangunan manusia paling cepat, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kemajuan pembangunan manusia tersebut didorong oleh dimensi perbaikan standar hidup layak.

Sementara itu, kemajuan pembangunan manusia di Kabupaten Batang Hari, Kabupaten Sarolangun, dan Kabupaten Bungo tercatat paling lambat di Provinsi Jambi selama tahun 2017-2018.

Cerminan keberhasilan dalam pembangunan yang didambakan setiap daerah, termasuk Provinsi Jambi adalah penurunan tingkat kemiskinan. Kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan non makanan yang diukur dari sisi pengeluaran.

Pembangunan Manusia dan Kemiskinan

8

Gambar 8.1. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, 2018

Sumber : BPS

TAHUKAH ANDA ?

Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah kabupaten dengan kemajuan

pembangunan manusia paling cepat.

https://jambi.bps.go.id

(38)

Tahun 2018 tingkat kemiskinan di Provinsi Jambi relatif lebih rendah dibandingkan tingkat kemiskinan nasional.

Tingkat kemiskinan Provinsi Jambi 7,92 persen, hal ini lebih rendah dari angka nasional yang sebesar 9,66 persen. Untuk wilayah Sumatera, Provinsi Jambi masih menempati urutan ke-lima terendah setelah Bangka Belitung, kepulauan Riau, Sumatera Barat dan Riau.

Dalam kurun waktu September 2017 sampai dengan September 2018, di Provinsi Jambi terjadi kenaikan jumlah penduduk miskin sebesar 2,86 ribu orang, yaitu dari 278,61 ribu menjadi 281,47 ribu orang. Namun secara relatif terjadi penurunan persentase penduduk miskin dari 7,90 persen pada September 2019 menjadi 7,85 persen pada September 2018.

Pada tahun 2018 garis kemiskinan Provinsi Jambi sebesar Rp430.435,00. Garis Kemiskinan di daerah perkotaan lebih tinggi dari daerah pedesaan. Penduduk Provinsi Jambi lebih banyak tinggal di perdesaan, menjadikan secara relatif persentase penduduk miskin di perkotaan lebih tinggi dari pada penduduk miskin di perdesaan. Namun, dari sisi jumlah penduduk miskin di daerah perdesaan lebih banyak dari pada perkotaan. Jumlah absolut penduduk miskin di perkotaan sebesar 116,50 ribu orang dan perdesaan sebesar 164,97 ribu orang pada September 2018.

8

Pembangunan Manusia dan Kemiskinan

Grafik 8.2. Jumlah Penduduk Miskin, Persentasenya, dan Garis Kemiskinan Provinsi Jambi, 2015 - 2018

Sumber : BPS

Grafik 8.3. Garis Kemiskinan menurut Lokasi Provinsi Jambi

Sumber : BPS

TAHUKAH ANDA ?

Garis Kemiskinan Provinsi Jambi di daerah perkotaan lebih tinggi dari daerah pedesaan, garis kemiskinan Provinsi Jambi sebesar Rp.430.435,00

7,4 7,6 7,8 8 8,2 8,4 8,6 8,8 9

0 50 100 150 200 250 300 350 400 450

2015 2016 2017 2018

Garis Kemiskinan(Rp000) Jumlah Penduduk Miskin (000 jiwa) Persentase Penduduk Miskin

465,233

487,791 492,364

366,036

398,501 401,765

396,361

426,251 430,435

300 350 400 450 500 550

Sep-17 Mar-18 Sep-18

ribu rupiah

Perkotaan Perdesaan Total

https://jambi.bps.go.id

(39)

Pembangunan Manusia dan Kemiskinan

8

Indeks Kedalaman Kemiskinan pada September 2018 sebesar 1,256 naik dibanding September 2017 yang sebesar 0,192. Indeks Keparahan kemiskinan September 2018 sebesar 0,309 juga naik dibandingkan September 2018 yang sebesar 0,192.

Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) dan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) mengalami sedikit kenaikan. Perubahan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin Provinsi Jambi cenderung semakin menjauhi Garis Kemiskinan dan Ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin membesar.

Grafik 8.4. Indeks Kedalaman Kemiskinan dan Indeks Keparahan Kemiskinan Provinsi Jambi, 2014 - 2018

Sumber : BPS

Sumber : mediajambi.com

TAHUKAH ANDA ?

Rata-rata pengeluaran penduduk miskin Provinsi Jambi cenderung semakin sedikit menjauhi Garis Kemiskinan dan Ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin

membesar

1,12

1,42 1,47

1,28 1,30

0,23

0,35 0,37

0,29 0,32

0 0,2 0,4 0,6 0,8 1 1,2 1,4 1,6

P1 P2

P1 P2

https://jambi.bps.go.id

(40)

9

Pertanian

Provinsi Jambi merupakan salah satu provinsi yang merupakan kawasan perkebunan dan kehutanan di wilayah Sumatera. Komoditas Karet dan Kelapa Sawit menjadi tanaman perkebunan primadona bagi masyarakat Provinsi Jambi. Hasil Sensus Pertanian (ST 2013) memperlihatkan peningkatan yang signifikan perkembangan jumlah rumah tangga yang mengusahakan kedua tanaman ini, rumah tangga yang mengusahakan kelapa sawit meningkat sebesar 132% (71,6 ribu rumah tangga) dan rumah tangga yang mengusahakan tanaman karet meningkat sebesar 40 persen (60,8 ribu rumah tangga).

Pada tahun 2018, luas lahan perkebunan karet mencapai 667 ribu hektar dan perkebunan kelapa sawit mencapai 505 ribu hektar. Sementara produksi karet sebesar 313 ribu ton dan produksi kelapa sawit sebesar 1.142 ribu ton. Dibandingkan tahun 2017, luas lahan perkebunan karet relatif lebih sedikit karena mengalami penurunan sebesar 0,3 %, dan produksi mengalami penurunan sebesar 8,18 % persen. Komoditas kelapa sawit mengalami peningkatan luas lahan sebesar 1,45 % dan produksi kelapa sawit meningkat sebesar 1,67 persen dibandingkan tahun 2017 .

Tabel 9.1. Luas dan Produksi Perkebunan Karet &

Kelapa Sawit, 2016 - 2018

Komponen 2016 2017 2018

Karet

Luas (Ha) 665 334 669 135 667 114 Produksi (kg) 334 463 341 313 313 383 Kelapa Sawit

Luas (Ha) 476 413 497 984 505 218 Produksi (kg) 1 031 215 1 123 329 1 142 078 Sumber : Dinas Perkebunan Provinsi Jambi

TAHUKAH ANDA ?

Karet dan kelapa sawit merupakan komoditas per- tanian (perkebunan) yang diusahakan oleh mayori-

tas penduduk Provinsi Jambi

https://jambi.bps.go.id

Gambar

Gambar 1.1. Peta Provinsi Jambi
Foto fosil di Geopark Merangin.
Tabel 2.2. APBD Provinsi Jambi, 2016 - 2018
Grafik 2.4. Realisasi Pendapatan Pemerintah  Provinsi Jambi, 2018
+7

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Berdasarkan Berita Acara Hasil Pelelangan Nomor : 12/INDAGKOP/LU.BAHP/I.1-2 tanggal 3 MARET 2012 dan lampiran-lampirannya dan PENETAPAN PEMENANG Nomor:

The value of water rent is the amount of water contribution in rice farming in Buahdua Village and can also be used to determine water fees or irrigation cost

Based on the background above, the research carried out in vitro propagation Jabon by trying to do a combination of various concentration of Benzyl Amino

Kumpulan data statistik yang telah dianalisis dan disajikan dalam tabel distribusi frekuensi atau tabel distribusi frekuensi kumulatif dapat pula kita sajikan dalam

Dengan menggunakan multilevel mixed-effects linear regression untuk longitudinal data menunjukkan bahwa sikap partisipan di kelompok intervensi pada level individu,

Tujuannya adalah meningkatkan harga pasar saham perusahaan yang berdampak pada peningkatan potensi kepemilikannya atau peningkatan nilai intrinsik opsi saham (Asyik,

Keseimbangan terbagi atas dua kelompok, yaitu: 1) Keseimbangan statis yang merupakan kemampuan untuk mempertahankan posisi tubuh dimana center of gravity (COG) tidak

Semua jawaban adalah BENAR, bila Anda menjawab sesuai dengan pikiran dan kondisi yang sesuai dengan diri Anda.. Semua pernyataan