• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Sampah pada saat ini telah menjadi masalah di berbagai daerah yang ada di Indonesia, oleh sebab itu bisa dikatakan sampah telah menjadi masalah nasional yang sulit untuk diselesaikan. Permasalahan sampah pada saat ini telah menjadi persoalan serius dengan melihat volume sampah yang semakin meningkat setiap tahunnya yang diakibatkan oleh masyarakat yang semakin konsumtif. Seiring dengan peningkatan populasi penduduk dan perkembangan ekonomi khususnya dikota-kota besar, maka sampah merupakan kosekuensi dari aktivitas dari manusia tersebut dan hal itu menjadi masalah yang sulit untuk dikendalikan. Permasalahan itu timbul karena masyarakat hanya melakukan pengumpulan sampah dirumah mereka, kemudian diambil oleh petugas sampah dan setelah itu sampah tersebut dibawa ke TPS (Tempat Penyimpanan Sementara), dari TPS tersbut sampah diangkut oleh mobil sampah dan dibuang ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir).

Proses yang dilakukan tersebut dinilai kurang efektif karena akan memakan waktu cukup lama dalam memilah sampah di TPA sehingga sampah semakin lama akan menumpuk.

Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah serta Peraturan Pemerintah Nomor 81 Tahun 2012 mengamanatkan perlunya perubahan paradigma yang mendasar dalam pengelolaan sampah yaitu dari paradigma kumpul-angkut buang, menjadi pengolahan yang bertumpu pada pengurangan sampah dan penanganan sampah (Suryani, 2014). Paragdima yang lama dalam pengolahan sampah yang sudah seharusnya diganti oleh paradigma baru yang lebih efisien. Paradigma baru mampu melihat dan menganggap sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan, misalnya untuk energy, kompos, pupuk, ecoenzym, dan bahan baku industri.

Melakukan edukasi masyarakat terkait dengan permasalahan lingkungan yang bersifat kompleks akibat dari timbunan sampah sangat diperlukan untuk membentuk kesadaran masyarakat. Faktor penyebab kepedulian lingkungan didasari oleh cara berpikir dan perilaku manusia itu sendiri. Cara berfikir dan

(2)

2 perilaku manusia yang baik dan sadar akan dampak yang ditimbulkan akibat pengolahan sampah yang tidak benar maka kepedulian terhadap sampah dan lingkungan akan muncul dengan sendirinya. Partisipasi aktif warga menjadi hal yang sangat penting dalam aksi pengelolaan sampah. Upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan harus dimulai dari diri individu dengan memulai hal-hal yang kecil, seperti memilah sampah organik dan anorganik yang ada di rumah.

Perilaku kecil yang dilakukan tersebut nantiya menjadi sebuah kebiasaan dalam keluarga ataupun masyarakat, sehingga dari perubahan kecil tersebut akan menjadi perubahan yang besar. Menurut (Pratama & Ihsan, 2017) pelayanan persampahan seperti bank sampah akan mengubah cara pandang masyarakat terhadap sampah karena sampah akan bernilai apabila diolah dan di manfaatan kembali. Menurut (Singhirunnusorn, Donlakorn, & Kaewhanin, 2012) perubahan cara berpikir masyarakat mengenai pengelolaan sampah rumah tangga untuk mengurangi sampah dari sumber melalui partisipasi warga yang harus diintergrasikan ke dalam proyek bank sampah.

Bank sampah merupakan salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar berperan aktif dalam mengelola sampah. Salah satu mekanisme bank sampah yaitu pemilahan sampah berskala rumah tangga. Pemilahan sampah rumah tangga yang termasuk dalam kategori sampah organik dapat dijadikan sebagai kompos sedangkan sampah rumah tangga yang anorganik ditabung ke bank sampah untuk didaur ulang kembali dan dapat dijadikan bahan yang bernilai ekonomis (Jumar, Fitriyah, & Kalalinggi, 2014). Pada dasarnya bank sampah merupakan konsep pengumpulan sampah kering dan dipilah serta memiliki manajemen layaknya perbankan , namun yang ditabung bukan uang melainkan sampah. Mayarakat yang menabung disebut sebagai nasabah dan miliki buku tabungan serta dapat meminjam uang yang nantinya dikembalikan dengan sampah seharga uang yang dipinjam tersebut. Sampah yang akan disetorkan nantinya akan ditimbang dan kemudian dihargai sejumlah uang. Sampah yang telah terkumpul nantinya akan di jual pada pabrik yang sudah bekerja sama dengan bank sampah (Asteria &

Heruman, 2016).

Bank sampah kini telah banyak dibentuk di berbagai wilayah di Indonesia salah satunya di Kota Batu. Bank sampah dibentuk karena dinilai mampu

(3)

3 mengurangi jumlah volume sampah. Kota Batu merupakan daerah wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan di berbagai daerah, sehingga hal ini mengakibatkan peningkatan jumlah volume sampah di daerah ini. Kota Batu hanya memiliki 3 Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) yaitu di Kelurahan Dadaprejo, Desa Pandanrejo, dan Kelurahan Temas. Keterbatasan TPST tersebut menyebabkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tlekung mengakibatkan penumpukan sampah yang berlebihan. Setiap Desa idealnya harus memiliki TPST agar jumlah sampah yang masuk pada TPA Tlekung dapat berkurang. Jumlah TPST yang terbatas di Kota Batu membuat Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu Bank Sampah dengan tujuan membantu mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Tlekung.

Pada tahun 2015 Dinas Lingkungan Hidup kota Batu juga mendirikan Bank Sampah yang dikenal dengan nama Bank Sampah ELHA. Bank sampah ELHA merupakan badan usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan sampah anorganik yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu. Program bank sampah ELHA ini dibentuk untuk mendukung pemerintah dalam mengurangi volume sampah yang dibawa ke TPA Tlekung di Kota Batu. Bank sampah ELHA sama dengan bank sampah lainnya dimana bank sampah ELHA merupakan suatu sistem pengelolaan sampah yang dirancangkan seperti mekanisme kerja di perbankan, dimana masyarakat dapat menabung sampah yang dibuktikan dengan buku tabungan sampah.

Bank Sampah Induk ELHA mendirikan bank sampah unit yang ter tersebar di 3 kecamatan di Kota Batu, yaitu Kecamatan Batu, Kecamatan Bumiaji dan Kecamatan Junrejo. Jumlah bank sampah yang tersebar di 3 Kecamatan tersebut sebanyak 175 bank sampah, dimana 113 bank sampah yang masih aktif hingga saat ini dan sebanyak 62 bank sampah vakum. Bank sampah merupakan program unggulan pemerintah kota Batu, karena selain menangani masalah sampah program ini juga untuk menyadarkan masyarakat tentang pentingnya berkontribusi dalam mengatasi masalah lewat bank sampah. Namun, program bank sampah yang di dirikan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu ini tidak lepas dari permasalahan.

Permasalahan yang terjadi saat ini yaitu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM)

(4)

4 dalam pengelolaan bank sampah, khususnya pada bagian pengambilan sampah di seluruh bank sampah unit.

Persolaan lainnya yaitu kurangnya alat transportasi untuk pengakutan sampah-sampah yang ada di bank sampah unit. Dari Dinas Lingkungan Hidup hanya memberikan 1 unit mobil pick up sebagai transportasi. Persoalan tersebut mengakibatkan pengambilan sampah di bank sampah unit hanya bisa dilakukan 2 kali dalam seminggu. Waktu tersebut terbilang cukup lama mengingat terdapat 113 bank sampah unit yang harus di lakukan pengambilan. Nasabah bank sampah unit mengeluhkan hal tersebut karena sampah sudah terkumpul banyak tidak kunjung diambil, padalah tempat untuk mengumpulkan sampah sangat terbatas. Persoalan lainnya yaitu harga sampah yang diberikan lebih rendah dibandingkan dengan harga yang diberikan oleh pengepul.

Jenis sampah tidak semua dapat diterima oleh bank sampah induk ELHA, seperti tas, baju bekas, dan sepatu sehingga nasabah kebingungan untuk mengelola sampah tersebut. Persoalan berikutnya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat terhadap sampah dan sistem bank sampah. Masih banyak masyarakat yang belum tahu bagaimana pengelolaan sampah yang benar, dan juga masyarakat masih belum paham dengan sistem bank sampah dan manfaat dari bank sampah sehingga masih banyak masyarakat yang menganggap remeh program bank sampah ini. Dari beberapa masalah yang dialami oleh bank sampah induk ELHA maka, seharusnya diperlukan suatu evaluasi untuk mengetahui lebih lanjut apa saja kendala yang terjadi pada program bank sampah ini terutama pada pengelolaan bank sampah unit yang dilakukan oleh bank sampah induk ELHA, namun kenyataannya bank sampah induk ELHA belum pernah melakukan evaluasi kepada bank sampah unit yang dikelolanya, padahal program tersebut telah berjalan kurang lebih selama 6 tahun.

Evaluasi merupakan suatu alat untuk mengetahui dan mengukur sesuatu dalam suasana dengan aturan-aturan yang sudah ditentukan. Hasil dari evaluasi ini biasanya akan diperoleh tentang atribut atau sifat-sifat yang terdapat pada individu atau objek yang bersangkutan. Data juga dapat dihimpun dengan menggunakan angket, observasi dan wawancara atau bentuk instrumen lain yang dianggap sesuai.

Menurut Brinkerhoff evaluasi adalah proses pengumpulan informasi yang sistematis dan berbagai aspek pengembangan program profesiaonal dan pelatihan

(5)

5 untuk mengevaluasi (Dwi Muryadi, 2017). Pendapat lain dari (Denzin, 2000) mengatkan bahwa evaluasi program berorientasi dari penentu kebijakan dan dari penyandang dana secara karakteristik dengan memasukan pertanyaan penyebab tentang program mana yang telah mencapai tujuan yang diinginkan. Keputusan yang diambil akan dijadikan sebagai indikator penilaian kinerja atau assment performance pada setiap tahapan evaluasi dalam tiga kategori yaitu rendah, moderat, dan tinggi.

Evaluasi menurut (Djaali, Puji Mulyono, 2000) diartika sebagai proses menilai sesuatu berdasarkan kriteria atau standar objekif yang dievaluasi. Evaluasi sebagai kegiatan investigasi yang sistematis tentang kebenaran atau keberhasilan suatu tujuan.Berdasarkan dalam sistem bank sampah, bahwa bank sampah merupakan salah satu program hendaknya dievaluasi secara rutin, sehingga dapat diketahui keberhasilan dan kendala yang terjadi pada program tersebut khususnya pada pengelolaan bank sampah. Evaluasi dapat dilakukan pada akhir pelaksanaan program dengan tujuan untuk mengukur indikator-indikator yang ada di program tersebut. Indikator tersebut yaitu menentukan apakah tujuan umum dan tujuan khusus yang dibentuk program tersebut telah tercapai atau belum, menentukan apakah terdapat manfaat dari program dan menentukan sukses atau tidak keseluruhan pelaksanaan program tersebut.

Berdasarkan uraian pada latar belakang tersebut maka penelitian ini mengkaji tentang “Evaluasi Program Pengelolaan Bank Sampah Di Kota Batu (Studi Evaluasi Bank Sampah Induk ELHA)”.

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah adalah:

Bagaimana Evaluasi Program Pengelolaan Bank Sampah Di Kota Batu Studi Evaluasi Bank Sampah Induk ELHA ?

1.3.Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang hasil evaluasi pelaksanaan program pengelolaan bank sampah yang dinaungi oleh bank sampah induk ELHA di Kota Batu.

(6)

6 1.4. Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu sumber informasi atau acuan bagi peneliti selanjutnya ataupun mahasiswa lain yang ingin mengembangkan pengetahuan terkait dengan evaluasi dengan menggunakan teori evaluasi objektivis dari Daniel L. Stufflebeam.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pemerintah, Dinas Lingkungan Hidup kota Batu dan pengurus bank sampah induk maupun bank sampah unit di Kota Batu agar nantinya bisa lebih mengembangkan mekanisme pengelolaan bank sampah yang lebih tepat dan fungsional.

1.5. Definisi Konsep 2. Evaluasi

Menurut (Wirawan, 2012) evaluasi adalah sebuah riset untuk mengumpulkan, menganalisis, dan menyajikan informasi yang bermanfaat mengenai objek evaluasi. Cara menilainya dengan membandingkan indikator-indikator evaluasi dan hasilnya dipergunakan untuk mengambil keputusan mengenai objek evaluasi.

3. Program

Menurut (Wirawan, 2016) program adalah kegiatan atau aktivitas yang dirancang untuk melaksanakan kebijakan dan dilaksanakan dalam waktu yang tidak terbatas. Program juga dapat didefinisikan sebagai suatu unit kesatuan kegiatan yang merupakan realisasi atau implementasi dari suatu kebijakan, berlangsung dalam proses yang berkesinambungan dan terjadi dalam suatu organisasi yang melibatkan sekelompok orang.

4. Evaluasi Program

Evaluasi program menurut (Wirawan, 2016) adalah metode sistematik untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memakai informasi dari hasilnya untuk menjawab pertanyaan dasar mengenai suatu

(7)

7 program. evaluasi program dapat dikelompokan menajadi evaluasi masukan (input evaluation), evaluasi proses (process evaluation), evaluasi manfaat (outcome evaluation), dan evaluasi akibat (impact evaluation).

5. Pengelolaan

Nugroho (2003:119) mengemukakan bahwa Pengelolaan merupakan istilah yang dipakai dalam ilmu manajemen. Secara etomologi istilah pengelolaan berasal dari kata kelola dan biasanya merujuk pada proses mengurus atau menangani sesuatu untuk mencapai tujuan tertentu. Pengelolaan merupakan ilmu manajemen yang berhubungan dengan proses mengurus dan menangani sesuatu untuk mewujudkan tujuan tertentu yang ingin dicapai.

6. Bank Sampah

Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah melelui pemilahan. Hasil dari pengumpulan sampah yang telah dipilah tersebut kemudian disetorkan ke tempat pengepul sampah dengan sistem pengelolaan seperti perbankan. Penyetor akan diberikan buku tabungan seperti layaknya menabung di bank. (Rozak, 2014)

1.6. Metode Penelitian

Adapun metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:

1.6.1. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Penelitian ini menggunakan desain penelitian evaluativ dengan mengunakan metode campuran. Desain penelitian ini dipilih dengan pertimbangan untuk mengevaluasi pengelolaan bank sampah yang ada di Kota Batu. Bank sampah yang dikelola oleh ELHA tersebar di tiga Kecamatan yaitu Kecamatan Batu, Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji. Metode campuran ini nantinya akan memudahkan penelitian untuk sampai pada tujuan yang ingin dicapai, yaitu pada bank sampah unit yang dikelola oleh bank sampah ELHA di tiga Kecamatan tersebut.

(8)

8 Metode penelitian campuran merupakan desain penelitian untuk mengumpulkan, menganalisis dan mencampur data kuantitatif dan data kualitatif dalam studi tunggal atau seri penelitian untuk memahami suatu problem evaluasi. Metode penelitian campuran memiliki beberapa karakteristik, yaitu menggunakan jenis data yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif merupakan data dalam bentuk angka numerik sedangkan data kualitatif adalah data dalam bentuk kata-kata, foto, video, rekam audio, gambar, dan lukisan.Menggunakan dua jenis logika, yaitu logika induktif untuk teknik kuantitatif dan logika deduktif untuk teknik kualitatif.

Jenis investigasi ekploratori dan konfirmatori. Investigasi eksploratori adalah menemukan sesuatu melalui penelitian sedangkan konfirmatori merupakan penelitian untuk mengumpulkan data untuk menguji asumsi atau hipotesis. Metode analisis interpretative dan statistikal. Metode analisis interpretatif adalah menginterpretasikan data yang ditemukan, sedangkan metode analisis statistic adalah mentabulasi dan menganalisis data yang ditemukan dengan mempergunakan formula statistik.

Pendekatan untuk menjelasakan teori variasi dan teori proses. Metode kuantitaif dipergunakan untuk menganalisis varias dari data dan teori proses untuk menjelaskan proses terjadinya data. Dengan penggabungan antara metode kuantitatif dan kualitatif atau biasa disebut metode campuran dalam penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih kuat tentang latar belakang dari penelitian ini dilakukan. Penjaringan data dapat dimulai dengan data kuantitatif atau sebaliknya sebelum dilakukan interpretasi seperti pada gambar 1.

Gambar 1: Urutan Menjaring Data Kuantitatif dan Kualitatif Hasil data

kuantitatif

Tindak Lanjut Hasil data

kualitatif

Interpretasi

(9)

9 1.6.2. Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan di tiga Kecamatan yang ada di Kota Batu, hal ini dilakukan karena bank sampah unit yang dikelola oleh bank sampah induk ELHA berada di tiga Kecamatan tersebut, waktu dan tempat penelitian ini dapat dilihat melalui tabel berikut :

Tabel 1. Waktu dan Lokasi Penelitian

No Hari/Tanggal Alamat Lokasi

1. Rabu, 23 Juni 2021

Jl. Abdul Gani

Kelurahan Ngaglik Kec.

Batu

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu

2. Kamis, 24 Juni 2021

Jl. Indragiri, gang Farra Kec. Batu

Bank Sampah Cemara

3. Kamis, 24 Juni 2021

Jl. Anjasmoro, No.26, Rt.02/Rw.07. Dusun Payan, Desa Punten, Kec.

Bumiaji

Bank Sampah Tentrem Ati

4. Jumat, 25 Juni 2021

Jl. Kratamat, No. 20, Rt.12/Rw.03, Dusun Mojorejo, Desa Pendem

Bank Sampah Ibu Bersinar

5. Jumat, 25 Juni 2021

Jl. Mojomukti, Dusun Mojorejo, Kec. Junrejo

Bank Sampah Citra Mandiri Mojorejo 6. Sabtu, 26 Juni

2021

Jl. Moch. Sahar gang 3, No.9, Kec Batu

Bank Sampah Anggrek

7. Sabtu, 26 Juni 2021

Rt. 05/Rw. 13, Desa Tulungrejp, Dusun Wonorejo, Kec. Bumiaji

Bank Sampah Bersih Berkah

8. Senin, 2 Agustus 2021

Jl. Abdul Gani

Kelurahan Ngaglik Kec.

Batu

Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu

(10)

10 1.6.3. Teknik Pengambilan Sampel (Sampling)

a. Populasi

Populasi sasaran dalam penelitian ini adalah bank sampah unit yang dinaungi oleh bank sampah induk ELHA. Bank sampah unit tersebut berada di tiga Kecamatan, yaitu Kec.Batu, Kec. Junrejo, dan Kec.Bumiaji. Bank sampah unit yang dinaungi oleh bank sampah induk ELHA kurang lebih berjumlah 175 bank sampah secara keseluruhan, dimana 113 bank sampah aktif dan 62 bank sampah vakum.

Karakteristif yang masuk pada populasi penelitian ini adalah bank sampah unit yang masih aktif dalam menjalankan dan mengelola bank sampah dengan baik, seperti rajin melakukan penyetoran, mengikuti kegiatan atau sosialisasi, mencatatan dan menyetorkan hasil perlahan sampah setiap 1 tahun sekali kepada bank sampah induk ELHA.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu (DLH) khususnya dari pengelola bank sampah Induk ELHA diperoleh data bahwa terdapat sekitar 113 bank sampah unit yang masih aktif dalam menjalankan program bank sampah tersebut. Adapun rincian data populasi adalah sebagai berikut :

Tabel 2. Data Populasi Bank Sampah Unit Kota Batu

No Bank Sampah Unit Jumlah

1. Kecamatan Batu 30

2. Kecamatan Junrejo 58

3. Kecamatan Bumiaji 25

Jumlah 113

b. Sampel Penelitian

Sampling dalam penelitian empirik diartikan sebagai proses pemilihan atau penentuan sampel (contoh). Secara konvensional, konsep sampel (contoh) menunjuk pada bagian dari populasi. Akan tetapi, dalam penelitian kualitatif tidak bermaksud untuk menggambarkan karakteristik

(11)

11 populasi atau menarik generalisasi kesimpulan yang berlaku bagi suatu populasi, melainkan lebih berfokus kepada representasi terhadap fenomena sosial. Data atau informasi harus ditelusuri seluas-luasnya sesuai dengan keadaan yang ada. Hanya dengan demikian, peneliti mampu mendeskripsikan fenomena yang diteliti secara utuh (Burhan, 2011).

Penelitian ini mengunakan teknik purposive sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini memiliki kriteria atau pertimbangan- pertimbangan tertentu dalam pengembilan sampel. Kriteria dari subjek dalam penelitian ini diantaranya yaitu :

1. Pengurus Bank Sampah Induk ELHA, pengurus yang dimaksud yaitu seluruh staf yang ikut serta dalam mengelola Bank Sampah Unit

2. Pengurus Bank Sampah Unit, pengurus yang dipilih berdasarkan atas rekomendasi dari pengurus Bank Sampah Induk ELHA yang mengetahui tentang seluruh proses Bank Sampah.

Pada tahap tingkat kepuasan pengelolaan Bank Sampah Induk ELHA kepada Bank Sampah Unit, dalam pengambilan sampel peneliti menggunakan rumus sebagai berikut :

𝑛 = 𝑁

𝑁 + (𝑑)

2

+ 1

Keterangan :

n : jumlah sampel yang dicari N : Jumlah populasi

D : Nilai presisi (ditentukan dalam 90% atau d=0,1

𝑛 =

113

113 . (0,1)2+1

=

113

1,13

= 53,05

Berdasarkan hasil tersebut maka jumlah sampel yang digunakan untuk mendapatkan data tingkat kepuasan pengelolaan Bank Sampah Induk ELHA kepada Bank Sampah Unit yaitu sebanyai 53,05 atau 53 orang.

(12)

12 1.6.4. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner, wawancara,observasi dan dokumentasi.

a. Kuesioner atau Angket

Angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. Kelebihan metode angket adalah dalam waktu yang relatif singkat dapat memperoleh data yang banyak, tenaga yang diperlukan sedikit dan responden dapat menjawab dengan bebas tanpa pengaruh orang lain. Sedangkan kelemahan angket adalah angket bersifat kaku karena pertanyaan yang telah ditentukan dan responden tidak memberi jawaban yang sesuai dengan keadaan dirinya hanya sekedar membaca kemudian menulis jawabannya.

Kuesioner dalam penelitian ini termasuk dalam jenis angket tertutup karena telah disediakan jawaban sehingga responden hanya memilih salah satu alternatif jawaban. (Arikunto, 2013).

Dalam penelitian ini menggunakan bentuk skala likert untuk memudahkan dalam melakukan analisis data. Skala likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena soaial. Dalam penelitian, fenomena social ini ditetapkan secara pasifik oleh peneliti yang selanjutnya disebut variable penelitian. Dengan skala likert, maka variabel yang akan diukur dijabarkan menjadi indikator variabel.

Kemudian indikator tersebut dijadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrumen yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Jawaban setiap item instrumen yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif sampai sangat negatif, yang dapat berupa kata-kata. (Sugiyono, 2014)

Angket dalam penelitian ini dimodifikasi dalam empat alternatif jawaban. Adapun alternatif jawaban yang disediakan yaitu sangat setuju (SS), setuju (S), tidak setuju (TS), dan sangat tidak setuju (STS). Responden memberikan tanda centang (√) pada kolom jawaban yang tersedia sesuai dengan keadaan dirinya.

(13)

13 b. Observasi

Menurut Sugiyono (2014) observasi merupakan metode pengumpulan data dimana penyelidik melakukan pengamatan secara langsung terhadap suatu benda, kondisi maupun situasi, proses dan perilaku. Dengan observasi ini peneliti terjun secara langsung dalam pengamatan objek yang dituju dan kemudian mencatat peristiwa yang dianggap penting. Dalam penelitian ini obeservasi dilakukan untuk melihat pengelolaan dari bank sampah induk ELHA terhadap bank sampah unit yang dinaunginya, seperti proses penyetoran, pemilahan serta pencatatan sampah yang masuk ke bank sampah induk ELHA (Sugiyono, 2014).

c. Wawancara

Wawancara adalah mengumpulkan data mengenai sikap dan kelakuan, pengalaman, cita-cita, dan harapan manusia seperti dikemukakan oleh responden atas pertanyaan-pertanyaan peneliti atau pewawancara. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data yang dilakukan peneliti melalui serangkaian kegiatan tanya-jawab atas beberapa pertanyaan yang kemudian memberikan data atas masalah yang sedang diteliti oleh peneliti.

Menurut Burhan Bungin (2011) ada dua tipe wawancara, yaitu wawancara terstruktur dan wawancara mendalam. Penelitian ini menggunakan wawancara mendalam, (karena dengan wawancara mendalam bisa digali mengenai apa yang tersembunyi di sanubari seseorang). Apakah yang menyangkut masa lampau, masa kini, maupun masa depan. Wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini, yaitu peneliti mengajukan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan pengelolaan bank sampah kepada nasabah atau pengurus bank sampah unit yang ada di Kota Batu (Burhan, 2011).

d. Dokumentasi

Menurut (Arikunto, 2013) dokumentasi memiliki arti barang- barang tertulis di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah,

(14)

14 dokumen, peraturan-peraturan, notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya. Dokumentasi pada penelitian ini digunkan untuk memperkuat pendapat atau opini yang telah disampaikan oleh pengurus maupun nasabah bank sampah unit. Dokumentasi dalam penelitian ini berupa struktur pengurus bank sampah induk ELHA, data-data bank sampah unit pada 3 Kecamatan berupa penghasilan setiap bank sampah setiap tahunya, jenis sampah yang diterima bank sampah induk ELHA.

1.6.5. Teknik Analisis Data

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengelolaan bank sampah induk ELHA yang mengelola bank sampah unit di Kota Batu . Data penelitian yang diperoleh selanjutnya dilakukan analisis data dengan cara mendeskripsikan hasil evaluasi program pengelolaan bank sampah induk ELHA di Kota Batu. Adapun rancangan analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Pengumpulan Data

Proses pengumpulan data dalam penelitian merupakan kegiatan yang dilakukan oleh peneliti baik dari hasil observasi, wawancara, angket dan dokumentasi, serta telah ditentukan keabsahannya sehingga data yang diperoleh benar-benar valid. Data yang dikumpulkan merupakan data yang diperoleh dari hasil penelitian yang dilakukan langsung oleh peneliti dari bank sampah unit maupun bank sampah induk ELHA sebagai bahan evaluasi.

2. Reduksi Data

Reduksi data adalah pemilihan hal-hal pokok untuk memfokuskaan hal-hal yang penting kemudian dicari tema dan polanya serta membuang hal yang tidak perlu digunakan (Sugiyono, 2014). Pada saat reduksi data penelii mengumpulkan data dan merangkum sesuai dengan keperluan yang di butuhkan oleh peneliti yaitu melihat bagaimana evaluasi proses pengelolaan program bank sampah, evaluasi dampak pengelolaan program bank sampah, dan evaluasi manfaat pengelolaan bank sampah di Kota Batu yang data

(15)

15 tersebut dikumpulkan dengan cara observasi, wawancara, angket dan dokumentasi yang kemudian dirangkum.

3. Penyajian Data

Penyajian data adalah menyajikan sekumpulan informasi yang memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan suatu tindakan. Penyajian data tersebut digunakan untuk memilih data yang sesuai dengan kebutuhan peneliti yang berkaitan tentang evaluasi pengelolaan bank sampah di Kota Batu studi evaluasi pada bank sampah induk ELHA.

4. Menarik kesimpulan

Langkah selanjutnya dari analisis data dalam penelitian ini adalah menarik kesimpulan. Dari kesimpulan awal yang dikemukakan sementara dapat berubah bila ditemukan kembali bukti-bukti yang lebih kuat pada tahap pengumpulan data berikutnya. Dalam penelitian ini penarikan kesimpulan berupa pengelolaan bank sampah yang telah dilakukan oleh bank sampah induk ELHA kepada bank sampah unit yang ada di 3 kecamatan dengan melihat proses, manfaat dan dampak dari pengelolaan yang dilakukan oleh bank sampah induk ELHA.

1.6.6. Uji Keabsahan Data

Uji keabsahan data merupakan ketepatan antara data yang terjadi pada objek penelitian dengan hasil data yang dilaporkan. Temuan yang diperoleh dalam penelitian kualitatif bisa dikatakan valid apabila temuan yang diperoleh di lapangan tidak berbeda dengan hasil yang telah dilaporkan oleh peneliti. Keabsahan data penelitian kualitatif dapat dibuktikan denga cara :

a. Meningkatkan Ketekunan

Meningkatankan ketekunan merupakan salah satu cara untuk melakukan sebuah pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan kepada subjek atau objek yang diteliti.

Meningkatkan ketekunan berarti peneliti memberikan deskripsi data yang akurat dan sistematis tentang apa yang diteliti. Bekal peneliti untu

(16)

16 meningkatkan ketekunan yaitu dengan cara membaca referensi buku, hasil penelitian, dan domentasi yang berkaitan dengan penelitian (Sugiyono, 2014).

b. Perpanjangan Pengamatan

Perpanjangan pengamatan merupakan suatu cara untuk mencaro informasi kepada informan sehingga tidak ada suatu hal yang disembunyikan. Perpanjangan pengamatan ini berarti peneliti kembali ke lapangan untuk melakukan pengamatan dan wawancara kembali dengan menggunakan data yang sudah ada ataupun data yang baru, dengan demikian akan mendapatkan keakuratan data (Sugiyono, 2014).

c. Triangulasi

Triangulasi sumber adalah untuk menguji kreadibilitas data yang dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh beberapa sumber. Pada penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi sumber yaitu menggunakan lebih dari satu informan dan teknik pengumpulan data untuk mendapatkan data yang sama. Peneliti mendapatkan data mengenai fokus penelitian dengan melakukan wawancara kepada pengurus bank sampah induk dan bank sampah unit di Kota Batu. Di samping itu peneliti juga menggunakan beberapa teknik pengumpulan data yaitu tenik observasi dan angket untuk menggali data lebih jauh mengenai pengelolaan bank sampah di Kota Batu.

1.6.7. Uji Coba Instrumen a. Uji Validitas Data

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument. Suatu instrument yang valid mempunyai validitas tinggi, sebaliknya instrument yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2013).

Dalam penelitian ini, rumus yang digunakan untuk menguji validitas instrument adalah Korelasi Product Moment., yaitu sebagai berikut :

(17)

17

𝑟

𝑥𝑦

=

𝑁∑𝑋𝑌−(∑𝑋)(∑𝑌)

√{𝑁∑𝑋2−(∑𝑋2)}{𝑁∑𝑌2 −(∑𝑌2)} (Arikunto, 2014)

Keterangan :

rxy = koefisien korelasi antara variabel X dan Y ΣX = jumlah skor butir

ΣY = jumlah skor total

ΣXY = jumlah perkalian antara skor X dan skor Y ΣX2 = jumlah kuadrat dari skor butir

ΣY2 = jumlah kuadrat dari skor total N = jumlah responden

Dari hasil perhitungan uji validitas maka dapat disimpulkan kelayakan item angket sebagai alat pengumpul data dengan ketentuan, apabila r hitung sama dengan atau lebih besar dari r tabel pada taraf 5%

maka butir pernyataan dalam angket dinyatakan valid dan dapat digunakan sebagai alat pengumpul data. Namun jika r hitung lebih kecil dari r tabel maka butir pernyataan dalam angket dinyatakan tidak valid dan tidak dapat digunakan sebagai alat pengumpul data.

b. Uji Reabilitas

Menurut (Arikunto, 2013) berpendapat bahwa reliabilitas menunjuk pada suatu pengertian bahwa sesuatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas dimaksudkan untuk menguji dan mengetahui derajat keajegan suatu alat ukur. Untuk menguji reliabilitas instrumen digunakan rumus Alpha.

Rumus uji Reliabilitas :

𝑟

11

= [

𝑘

(𝑘−1)

] [1 −

𝛴ơ𝑏2

2𝑡)

]

(18)

18 Dimana:

Rumus Varian Butir

𝜎𝑏2 = 𝛴𝑋

2(𝛴𝑋)2n

𝑛

Rumus Varian Total 𝜎𝑡2 = 𝛴𝑌

2(𝛴𝑌)2 n 𝑛

Keterangan:

𝑟11 = Reliabilitas instrumen

𝑘 = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal 𝛴ơ𝑏2 = Jumlah varians butir

ơ2𝑡 = Varians total 𝜎𝑏2 = Varians butir 𝜎𝑡2 = Varians total 𝑋 = Skor butir 𝑌 = Skor total

𝑛 = Jumlah responden

Pengukuran reliabilitas dapat dilakukan dengan cara yaitu One Shot atau pengukuran sekali saja, disini pengukurannya hanya sekali. Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach Alpha > 0.70 dan jika < 0.70 maka variabel tersebut tidak reliable (Ghozali, 2016).

Referensi

Dokumen terkait

Pada permasalahan yang telah dibahas sebelumnya, bisa diambil kesimpulan: Telah berhasil dibangun “sistem pakar diagnosa penyakit pada perokok aktif” dalam membantu manusia

Berbagi linkmelalui note dapat dilakukan oleh guru Anda, kawan-kawan Anda, maupun Anda sendiri. Apabila Anda ingin berdiskusi atau menanyakan sesuatu melalui

Berikut merupakan salah satu contoh pengujian yang dilakukan pada aplikasi ARMIPA yaitu pengujian ketepatan titik lokasi pada peta dan kamera dengan markerless

Konsekuensi yang diharapkan klien dapat memeriksa kembali tujuan yang diharapkan dengan melihat cara-cara penyelesaian masalah yang baru dan memulai cara baru untuk bergerak maju

Komunikasi dan Informatika, yang mencakup audit kinerja atas pengelolaan keuangan negara dan audit kinerja atas pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian Komunikasi dan

Pada Ruang Baca Pascasarjan perlu dilakukan pemebersihan debu baik pada koleksi yang sering dipakai pengguna maupun

Menurut teori hukum Perdata Internasional, untuk menentukan status anak dan hubungan antara anak dan orang tua, perlu dilihat dahulu perkawinan orang tuanya sebagai

Indonesia merupakan salah satu negara di dunia dengan laju perubahan tata guna lahan yang cukup tinggi. Kondisi tersebut ditandai dengan laju deforestrasi baik disebabkan