A. Licik
1. Pengertian Licik
Sifat licik yaitu sifat jelek yang merugikan bagi diri sendiri maupun orang lain secara langsung dan tidak langsung, baik lahiriyahnya maupun batinnya. Memiliki sifat licik artinya orang itu banyak akal yang buruk ,lihai dalam menipu,licin,curag,dan culas.
2. Ciri Ciri Orang licik
Sikap licik tentunya bukan sikap yang baik dalam kehidupan sehari-hari apalagi dalam
kehidupan sosial. Orang licik pada dasarnya memiliki sifat mau menang sendiri (egois) maka tak jarang dia ingin melakukan segala hal untuk mencapai hasrat asal puas.
Berikut ciri-ciri orang licik di antara kehidupan sehari-hari yang mesti kita hindari:
1. Tidak senang orang lain bahagia
Orang licik akan selalu tidak senang bila orang di lingkungan sekitarnya merasa bahagia. Mereka akan merasa iri bahkan hingga berkomentar buruk dan menyakitkan. Mereka pun kadang juga berharap jika kenikmatan tersebut dapat berpindah ke tangan mereka. Bila hal itu tak mungkin terjadi, maka mereka berharap jika kesenangan tersebut hilang dari diri orang lain.
2. Bahagia Melihat Orang Lain Kesusahan
Ciri-ciri lainnya yang mudah terlihat adalah merasa gembira bila orang lain di sekitarnya sedang merasa kesusahan ataupun mengalami musibah. Bahkan rasa gembiranya itu sangat terlihat dari raut wajah serta kata-katanya.
3. Sering menggunakan Jalan Pintas
Orang-orang yang memiliki karater licik senang sekali menggunakan jalan pintas untuk
mencapai tujuan. Mereka akan menghalalkan segala cara untuk membuat keinginannya tercapai.
4. Menghalalkan segala cara
Mereka senang sekali menggunakan jalan tercepat untuk meraih tujuan. Untuk itu, tentu saja mereka akan menghalalkan segala cara termasuk perbuatan yang buruk seperti menipu, berbohong, mengelabui, dan hal-hal yang merugikan orang lain
5. Nafsunya tak pernah berujung
Orang-orang yang memiliki sifat licik, nasfunya tidak akan pernah ada habisnya. Mereka selalu ingin melakukan semua hal yang dapat memuaskannya bahkan tanpa pertimbangan yang matang.
Misalnya saja ketika sudah membeli satu rumah, maka mereka tak akan pernah puas dan akan membeli rumah lagi di tempat-tempat lainnya
3. Bahaya Licik
a. Bahaya Memiliki Sifat Licik
Batinnya selalu resah dan gelisah. Hatinya tidak akan tenang.
Hidupnya tidak berkah. Jika ia menafkahi keluarga dengan jalan licik lalu anak diberi makan yang tidak halal, maka akan menjadi daging
Hidupnya penuh dengan fitnah. Orang yang licik hidupnya penuh dengan cobaan.
Dimanapun ia berada selalu mengalami cobaan. Fitnah akan datang dikala orang melihat apa yang ia dapat tidak dengan cara yang wajar.
Ia penuh dengan dosa, Karena berbuat licik tidak akan diridhoi Allah Swt. dan dikutuk orang-orang
Akhir hidupnya Su’ul Khotimah
B. Tamak atau Serakah 1. Pengertian Tamak
Arti tamak adalah rakus atau serakah. Sifat tamak ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang yang sangat cinta dengan keduniaan.
Orang tamak tidak akan puas dengan dengan kekayaan yang telah dimilikinya, selalu merasa kurang dan kurang. Mereka menginginkan yang banyak, setelah banyak menginginkan lebih banyak lagi dan seterusnya
2. Ciri Ciri Tamak
Adapun ciri-ciri perbuatan tamak, yaitu :
1. Tidak pernah puas dengan kekayaan yang dimiliki.
2. Selalu menghitung untung rugi dengan materi, tidak mau melakukan sesuatu kalau tidak menguntungkan.
3. Hidupnya selalu terbelenggu untuk mencari keduniaan.
4. Tidak mau mengeluarkan uang jika tidak memberi keuntungan.
5. Tidak berpikir bahwa sebagian hartanya adalah milik fakir dan miskin.
3. Bahaya Tamak
1. Tidak pandai bersyukur.
Sikap tamak merupakan salah satu karakter dasar orang kufur nikmat. Dalam usahanya mengumpulkan harta tidak akan pernah puas.
2. Terlalu cinta harta.
Sikap tamak membahayakan kehidupan manusia karena terlalu cinta dunia dan tidak pernah mengenal kata puas. Semangat mengumpulkan harta bagi orang yang tamak bisa menjadi sebab lalai dari ketaatan kepada Allah.
3. Menghalalkan segala cara.
Dampak buruk dari sifat tamak yaitu bisa membuat seseorang melakukan segala cara yang diharamkan demi mendapatkan harta yang diinginkan, seperti korupsi, suap, curang, riba, mengurani timbangan, berbohong, menipu, merampok, bisa pula nekat melakukan ritual- ritual syirik, dan lain-lain.
4. Menimbulkan permusuhan dan perpecahan.
Pelaku tamak akan menempatkan banyaknya harta sebagai ukuran keberhasilan. Oleh karena tujuan utama bersifat materi maka ketika tidak terpenuhi harta yang diinginkan akan memicu perilaku yang menyebabkan renggangnya hubungan antar sesama yang pada gilirannya menimbulkan perpecahan masyarakat.
5. Menimbulkan penyesalan diri.
Dalam pengalaman hidup manusia, suatu saat akan mengalami penyesalan yang hebat mana kala selama hidupnya banyak melakukan kegiatan yang melanggar ajaran agama. Mereka akan mengerti bahwa menumpuk harta itu bisa menimbulkan dampak yang kurang baik.
C. Zalim
1. Pengertian Zalim
Zalim atau aniaya adalah perbuatan-perbuatan yang melampaui kemanusiaan dan melanggar ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT.
2.
Macam Macam Perbuatan Zalim dan Aniaya
1) Zalim terhadap Allah SWT, artinya tidak mengaku iman kepada Allah SWT.
Contohnya: Menyekutukan Allah SWT
2) Zalim terhadap diri sendiri, artinya membiarkan diri sendiri dalam keadaan yang bodoh dan miskin.
Contoh : melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar ketentuan Allah SWt, seperti membunuh diri sendiri, menggukan narkoba, dan malas
3) Zalim terhadap sesama manusia, artinya menyakiti sesama manusia.
Contohnya : ghibah, korupsi, dan merundung.
4) Zalim terhadap lingkungan, artinya merusak alam atau lingkungan yang selama ini telah diberikan oleh Allah SWT.
contohnya : melakukan perusakan alam sekitar seperti menebang pepohonan tanpa menanam kembali, meracuni ikan, membakar hutan.
3. Bahaya Zalim atau Aniaya
1.). Hidupnya tidak akan disenangi, melainkan dijauhi bahkan dibenci masyarakat.
2). Hidupnya tidak akan tenang, karena dibayangi rasa takut.
3). Mencemarkan nama baik dirinya, dan keluarganya
4). Mendapatkan hukuman yang setimpal dengan perbuatan aniaya yang dilakukannya.
5). Mendapat siksa dengan dicampakkan kedalam api neraka
D. Diskriminasi
1. Pengertian Diskriminasi
Diskriminasi adalah pembedaan perlakuan terhadap sesama warga negara (berdasarkan warna kulit, golongan, suku, ekonomi, agama, dan sebagainya).
2. Bentuk dan Contoh Perilaku Diskriminasi
Berikut contoh diksriminasi yang masing sering dijumpai di lingkungan sekitar:
a. Seorang perempuan tidak diperbolehkan bekerja sebagai sopir atau pilot karena jenis kelaminnya.
b. Sekelompok orang mengejek atau memperlakukan orang secara berbeda hanya karena perbedaan keyakinan.
c. Kaum difabel masih jarang mendapat fasilitas publik yang ramah untuk mereka.
d. Warga Amerika Serikat masih sering membedakan perlakuan antara warga kulit putih dengan kulit hitam.
3.
Cara Menghindari Perilaku Diskriminasi
Cara menghindari diskriminasi yaitu dengan berlaku seperti:
a. Menghormati dan menghargai setiap perbedaan yang ada.
b. Menyadari jika setiap manusia memiliki hak asasi manusianya masing-masing, termasuk bisa menjalani hidup tanpa perlakukan diskriminatif.
c. Membiasakan diri untuk tidak mudah mengejek, menghina atau membenci hanya karena berbeda suku, agama, ras, status sosial ataupun kebudayaannya.
d. Membiasakan diri untuk tidak mudah menilai orang lain dari penampilan luarnya saja.
e. Menjalin komunikasi dan membina hubungan yang baik dengan teman atau keluarga yang berbeda suku, agama, ras dan budayanya.