METODE PENELITIAN
Jenis dan Pendekatan Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah eksplanatif. Penelitian eksplanatif merupakan penelitian yang dirancang untuk menguji suatu hipotesis dengan tujuan untuk menejelaskan hubungan sebab akibat atau memprediksi sesuatu (Powell, 1999). Dengan demikian, penelitian ini mencoba untuk mengidentifikasi dan menjelaskan pengaruh Technology Adoption Readiness (TAR) dan Perceived Credibility Risk (PC) terhadap Behavior Intention (BI). Kemudian, penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang berdasarkan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel umumnya dilakukan secara acak, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2017).
Pengukuran Variabel
Dalam penelitian ini pengukuran untuk variabel Perceived Usefulness (PU), Perceived Ease of Use (PEOU), Social Influence (SI), Facilitating Condition (FC), Security Risk (SR), dan Privacy Risk (PR) dimodifikasi dari penelitian sebelumnya oleh Thakur & Srivastava (2012). Kemudian untuk variabel Discount (D) merupakan variabel baru yang ditambahkan. Selengkapnya tersedia dalam tabel:
Tabel 1
Pengukuran Variabel Pengukuran
Variabel Definisi Indikator
Perceived Usefulness (PU)
Suatu kecenderungan dimana seseorang akan menggunakan atau tidak menggunakan suatu aplikasi, tergantung dari tingginya kepercayaan terkait kegunaaan atau manfaat teknologi dalam melakukan pekerjaan dengan lebih baik (Davis, 1989).
1. Percaya dompet digital bermanfaat untuk transaksi sehari-hari.
2. Percaya dompet digital meningkatkan kecepatan transaksi.
3. Percaya dompet digital memberikan rincian transaksi dengan baik.
4. Percaya dompet digital memberikan banyak fungsi transaksi.
Perceived Ease of Use (PEOU)
Suatu kepercayaan bahwa suatu sistem akan mudah untuk dimengerti, digunakan, dan diakses, sehingga dalam menggunakan sistem tersebut akan mengurangi bahkan bebas dari usaha (Davis, 1989).
1. Percaya dompet digital mudah dimengerti.
2. Percaya dompet digital mudah digunakan.
3. Percaya dompet digital mudah diakses.
4. Percaya dompet digital lebih praktis.
Social Influence (SI)
Pengaruh dari lingkungan atau orang-orang disekitar yang dapat mengubah persepsi, kepercayaan, ataupun tingkah laku seseorang.
1. Pengaruh banyaknya orang yang sudah menggunakan dompet digital.
2. Pengaruh anggota keluarga lain yang sudah menggunakan dompet digital.
3. Pengaruh banyak teman dilingkungan sudah menggunakan dompet digital.
4. Pengaruh orang-orang terdekat yang terus
menyarankan untuk menggunakan dompet digital.
Facilitating Condition (FC)
Suatu kepercayaan seseorang bahwa sarana dan prasarana yang ada dapat mendukung penggunaan sistem (Venkatesh et al., 2003).
1. Memiliki sinyal internet yang baik.
2. Banyaknya gerai/toko yang sudah bisa bertransaksi menggunakan dompet digital.
3. Banyaknya pusat pertokoan/mall yang tidak melengkapi fasilitas untuk memperkuat sinyal.
4. Banyak perbankan yang memberikan layanan topup.
Discount (D) Suatu strategi pemasaran berupa potongan harga, cashback, ataupun dalam bentuk barang gratis untuk mempengaruhi atau menarik minat konsumen terhadap suatu produk.
1. Pengaruh banyaknya diskon yang ditawarkan.
2. Pengaruh seringnya diskon yang ditawarkan.
3. Pengaruh besarnya diskon yang ditawarkan.
4. Pengaruh diskon yang ditawarkan menarik.
Security Risk (SR)
Adanya kemungkinan-kemungkinan terkait keamanan akun dan transaksi, seperti cybercrime atau tindak kriminal yang memanfaatkan kecanggihan teknologi seperti pencurian data dan penipuan.
1. Khawatir terjadi kesalahan saat transaksi.
2. Khawatir terjadi kegagalan saat transaksi.
3. Khawatir terjadi cybercrime.
4. Khawatir penyedia jasa tidak dapat menjamin keamanan saldo pengguna.
Privacy Risk (PR)
Adanya kemungkinan bahwa informasi pribadi akan digunakan tanpa izin, bahkan dimanipulasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
1. Kemungkinan informasi pribadi digunakan oleh penyedia jasa.
2. Kemungkinan informasi pribadi disebarluaskan oleh penyedia jasa.
3. Kemungkinan informasi pribadi dimanipulasi oleh penyedia jasa.
4. Kemungkinan informasi pribadi dikumpulkan oleh penyedia jasa untuk menunjang kegiatan transaksi.
Behavior Intention (BI)
Suatu kecenderungan hati akan sesuatu atau keinginan seseorang akan sesuatu sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan maupun keinginan.
1. Berminat menggunakan dompet digital dalam waktu dekat.
2. Berminat untuk terus menggunakan dompet digital sebagai sarana pembayaran dimasa depan.
3. Berminat menggunakan dompet digital sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan.
Populasi dan Sampel
Populasi merupakan satu kelompok individu-individu, objek-objek, atau item-item dari mana sampel akan diambil (Silalahi, 2015). Populasi dalam penelitian ini adalah penduduk di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sudah menggunakan dompet digital. Penduduk sendiri adalah semua orang yang mendiami suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu, terlepas dari warga negara atau bukan warga negara (Wirosuhardjo, 1986).
Kemudian, sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Accidental Sampling (Convenience Sampling). Metode ini merupakan teknik menentukan sampel berdasarkan kebetulan (Suliyanto, 2006) dan memiliki kriteria utama yang sesuai yaitu pengguna dompet digital. Hair et al. (1995) memberikan panduan dalam menentukan jumlah sampel yang digunakan tergantung pada jumlah indikator kemudian dikalikan 5 sampai 10. Pada penelitian ini sampel yang digunakan adalah 310 sampel, dengan perhitungan sebagai berikut:
n = 10 x jumlah indikator n = 10 x 31
n = 310 sampel
Teknik Pengumpulan Data
Penelitian ini akan mengumpulkan mengirimkan alamat web (link) yang merujuk pada kuesioner melalui media sosial, sehingga kuesioner dapat diisi secara online dengan menggunakan Google Forms. Kuesioner atau angket merupakan cara pengumpulan data dengan menggunakan daftar pertanyaan terhadap objek yang diteliti (Hasan, 2003). Dalam kuesioner tersebut terdapat beberapa pertanyaan terkait dengan minat menggunakan dompet digital dan kolom skala untuk setiap pertanyaan. Skala ordinal yang digunakan adalah skala Likert yang dapat menyatakan tingkat kesetujuan atau ketidak setujuan responden akan pernyataan yang diberikan (Silalahi, 2015). Kemudian, responden akan memberikan satu tanda pada kolom skala SS (Sangat Setuju), S (Setuju), N (Netral) , TS (Tidak Setuju), atau STS (Sangat Tidak Setuju) untuk setiap pertanyaan (Sugiyono, 2009).
Kuesioner online mulai dibagikan pada tanggal 18 Februari 2020 dan mencapai jumlah responden yang diperlukan pada tanggal 29 Maret 2020. Alamat web (link) Google Forms dibagikan kepada responden yang memenuhi kriteria
melalui media sosial seperti Instagram, Whatsapp, ataupun Line. Kuesioner disebarkan secara online agar dapat menjangkau responden yang berada di berbagai kota di Jawa Tengah dan DIY, dapat mempercepat pengumpulan jawaban responden, serta rekap data yang lebih mudah. Jawaban dari 20 responden pertama digunakan untuk mengetahui apakah pertanyaan-pertanyaan dalam kuesioner yang digunakan sesuai untuk mengukur setiap variabel akurat dan konsisten. Setiap pertanyaan pada kuesioner dibuat padat, jelas, dan sederhana agar responden mudah memahaminya. Penelitian ini melakukan beberapa kali uji kelayakan kuesioner demi kepentingan penyempurnaan, sehingga kuesioner layak untuk digunakan untuk mengumpulkan data dari responden tekait.
Teknik Pengolahan Data Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur valid atau tidaknya butir kuesioner dengan cara melakukan korelasi antar skor butir pertanyaan dengan skor konstruk atau variabel (Corrected item – Total Correlation) (Ghozali, 2016). Butir pertanyaan dikatakan valid atau diterima (Acceptable) dengan nilai ≥ 0,30 (Barker et al., 2002). Dengan demikian, hipotesis yang digunakan yaitu sebagai berikut:
H0: Butir pertanyaan valid untuk digunakan.
H1: Butir pertanyaan tidak valid untuk digunakan.
Selanjutnya, Uji Reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah butir pertanyaan pada kuesioner yang digunakan telah menunjukkan tingkat keakuratan dan konsistensi dengan melihat Cronbach’s Alpha. Butir pertanyaan pada kuesioner menunjukkan keakuratan dan konsistensi ketika uji yang dilakukan diterima (Acceptable) pada nilai ≥ 0,60 (Arikunto, 2010). Dengan demikian, hipotesis yang digunakan yaitu sebagai berikut:
H0: Pertanyaan pada kuesioner akurat dan konsisten.
H1: Pertanyaan pada kuesioner tidak akurat dan tidak konsisten.
Kedua uji tersebut dilakukan dengan melibatkan 20 responden agar dapat diketahui kuesioner layak atau tidak untuk digunakan. Butir pertanyaan kuesioner layak digunakan ketika hasil uji yang diperoleh menunjukkan kuesioner valid dan reliabel. Penelitian ini melakukan beberapa kali uji validitas dan reliabilitas demi
kepentingan penyempurnaan, sehingga kuesioner layak untuk digunakan untuk mengumpulkan data dari responden tekait. Berikut merupakan hasil dari uji validitas dan reliabilitas:
Tabel 2
Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Variabel Item Corrected item – Total
Correlation
Cronbach’s Alpha
Perceived Usefulness Q1 0,836
Q2 0,839 0,924
Q3 0,808
Q4 0,814
Perceived Ease of Use Q5 0,714
Q6 0,737 0,852
Q7 0,552
Q8 0,774
Social Influence Q9 0,493
Q10 0,639 0,792
Q11 0,644
Q12 0,640
Facilitating Condition Q13 0,645
Q14 0,725
0,820
Q15 0,552
Q16 0,682
Discount Q17 0,706
Q18 0,794 0,842
Q19 0,886
Q20 0,358
Security Risk Q21 0,481
Q22 0,414 0,625
Q23 0,438
Q24 0,312
Privacy Risk Q25 0,833
Q26 0,884 0,891
Q27 0,506
Q28 0,847
Behavior Intention Q29 0,820
Q30 0,836 0,926
Q31 0,901
Sumber: Data Primer di Olah
Hasil Uji Validitas menunjukkan bahwa semua butir pertanyaan yang digunakan dalam penelitian memiliki Corrected item – Total Correlation ≥ 0,30 (lihat Tabel 2), maka indikator pengukuran dalam kuesioner valid untuk digunakan.
Kemudian berdasarkan hasil Uji Reliabilitas, menunjukkan bahwa semua variabel memiliki Cronbach’s Alpha ≥ 0,60 (lihat Tabel 2). Hal tersebut berarti kuesioner yang digunakan untuk mengukur setiap variabel akurat dan konsisten
Teknik Analisis Data Statistik Deskriptif
Menurut Sugiyono (2014), statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi. Mendeskripsikan atau menggambarkan data yang diperoleh dapat melalui tabel, grafik, diagram lingkaran, pictogram, ataupun perhitungan modus, median, mean, desil, persentil, rata-rata dan standar deviasi, serta persentase. Pada penelitian ini, statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan gambaran ataupun keterangan mengenai karakteristik umum responden, hingga masalah yang pernah dihadapi saat menggunakan dompet digital. Dari data yang terkumpul, akan dihitung nilai min (minimal), max (maximum), mean (rata-rata), dan standard deviation kemudian dilihat hasilnya untuk menentukan kategori sebagai berikut:
Tabel 3
Kategori Penilaian Minat Penggunaan Dompet Digital
Kategori Interval
Sangat Rendah 1,00 – 1,80
Rendah 1,81 – 2,60
Sedang 2,61 – 3,40
Tinggi 3,41 – 4,20
Sangat Tinggi 4,21 – 5,00
Sumber: Husein (2011)
Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik merupakan uji yang harus dilakukan sebelum melakukan Uji Regresi Berganda. Penelitian ini menggunakan empat Uji Asumsi Klasik dan uji tersebut dilakukan dengan menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Package for Social Sciences) versi 16.0 for Windows untuk pengolahan data. Berikut merupakan uji yang dilakukan untuk mengolah data yang telah dikumpulkan:
Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terdapat variabel penggangu atau residual terdistribusi normal (Ghozali, 2013).
Untuk menguji apakah data yang telah dikumpulkan terdistribusi normal atau tidak dapat menggunakan Kolmogorov Smirnov Test, Normality Plots with Test, Histogram Test, atau Chi Square Test. Data dikatakan normal bila nilai yang diperoleh lebih besar dari 0,05 (α). Dengan demikian, hipotesis yang digunakan adalah sebagai berikut:
H0: Data terdistibusi normal H1: Data tidak terdistribusi normal
Uji Linearitas
Linearity Test atau Uji Linearitas bertujuan untuk melihat apakah model yang digunakan sudah benar atau tidak (Ghozali, 2016). Data dianggap baik apabila data yang diperoleh memiliki hubungan linear antara variabel independen dan variabel dependen, yaitu ketika nilai yang diperoleh lebih dari 0,05 (α). Hipotesis yang digunakan untuk Uji Linearitas adalah sebagai berikut:
H0: Terdapat hubungan linear antara variabel independen dan variabel dependen.
H1: Tidak terdapat hubungan linear antara variabel independen dan variabel dependen.
Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas digunakan untuk melihat ada atau tidaknya korelasi atau hubungan yang signifikan antara variabel-variabel bebas (independen) dalam suatu model regresi linear berganda (Gujarati, 2003). Untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara variabel independen yaitu dengan menggunaan Variance
Inflation Factor (VIF). Uji Multikolinearitas dikatakan “lolos” bila VIF lebih kecil dari 10 dan hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terjadi multikolinearitas H1: Terdapat multikolinearitas
Uji Heteroskedasitisitas
Equity of Variance atau Uji Heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya ketidaksamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan lainnya (Ghozali, 2013). Data yang telah dikumpulkan dikatakan baik jika nilai yang diperoleh lebih besar dari 0,05 (α), maka data tidak terdapat heteroskedasitas. Dengan demikian hipotesisnya adalah sebagai berikut:
H0: Tidak terdapat heteroskedastisitas H1: Terdapat heteroskedastisitas
Uji Regresi Linear Berganda
Penelitian ini menggunakan teknik analisis Regresi Linear Berganda dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Model regresi dalam penelitian ini, yaitu:
Y = a + b
1X
1+ b
2X
2+ b
3X
3+ b
4X
4+ b
5X
5+ b
6X
6+ b
7X
7+ e
Keterangan:
Y = Variabel Dependen (BI) a = Konstanta
bn = Koefisien Regresi
Xn = Variabel Independen (PU, PEOU, SI, FC, D, SR, PR) e = Variabel Diluar Model (error)
Pengaruh antara variabel independen dan variabel dependen tersebut dapat diuji menggunakan Uji t (parsial/setiap variabel) dan uji F (simultan/bersamaan). Hasil uji dikatakan berpengaruh ketika nilai yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 (α).
Berikut hipotesis yang digunakan untuk melakukan uji t atau uji F:
H0: Secara parsial/simultan variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.
H1: Secara parsial/simutan variabel independen tidak berpengaruh terhadap variabel independen.
Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien determinasi atau R Square bertujuan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variabel dependen (Ghozali, 2016).
Artinya, nilai koefisien determinasi dapat menjelaskan seberapa besar pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Nilai yang diperoleh akan dipangkatkan dua kemudian dinterpretasikan dalam bentuk persentase (%).